DAY 9 - ARRAY DALAM PHP LAPORAN RESMI. Day 9 Array Dalam PHP. Dini Yuniasri D4 Teknik Informatika B

dokumen-dokumen yang mirip
PRAKTIKUM PEMROGRAMAN WEB

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

PRAKTIKUM PHP ARRAY M KHARIS AGUNG TRIA NUGROHO

Laporan Resmi Pemrograman Web Day 9

Praktikum Aplikasi Web Pertemuan - 9 Array dalam PHP

By I Wayan Simpen. 16 October

LAPORAN RESMI PEMOGRAMAN WEB

LAPORN RESMI DAY 9 LAPORN RESMI DAY 9. Percobaan -1 Arraydimsatu.php : Array berdimensi satu. <html> <head> <title>array berdimensi satu</title>

DAY 11 OPERASI STRING LAPORAN RESMI. Day 11 Operasi String. Dini Yuniasri D4 Teknik Informatika B

ARRAY. telah mengenal arti variabel, yaitu suatu pengenal yang dapat menyimpan sebuah nilai.

Array berindeks adalah array yang berindeks menggunakan angka/nomer maupun

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Adalah tempat untuk menampung sejumlah nilai Menciptakan array: cara 1 $kota = array( yogya, Solo, Semarang, Bandung );

MODUL 3 Tipe Data, Variabel Dan Konstanta Pada Php

Pemrograman Web 55 BAB 4 ARRAY/LARIK

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM PEMROGRAMAN WEB PHP INTRODUCTION

MODUL 4 ARRAY ARRAY PEMROGRAMAN WEB TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS PASUNDAN BANDUNG 2016/2017

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA & KOMPUTER JAKARTA STI&K SATUAN ACARA PERKULIAHAN

FUNGTION PHP. Della Nurasiah. Abstrak. Pendahuluan. Pembahasan.

Array 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Array ARRAY BERDIMENSI SATU. Representasi (Pemetaan) di memori. Lihat gambar dibawah ini, nilai data A (18) dismpan mulai dari alamat 1136 di memori.

Fungsi : Dasar Fungsi

MODUL 2 PHP. (Kontrol, Fungsi, Array)

Selection, Looping, Branching

Struktur dan Kondisi Perulangan. Struktur Kondisi

PERTEMUAN 4. $Buah = array ("Melon", "Alpukat", "Durian", "Apel"); echo $Buah[1]; //Alpukat echo "<br>"; echo $Buah[3]; //Apel

String 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN

A B C D E \0. Gambar Komposisi penyimpanan string dalam memori

Pertemuan 2. Muhadi Hariyanto

ARRAY PENGANTAR PROGRAM STUDI. Institut Teknologi Sumatera

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA LAB SHEET BAHASA PEMROGRAMAN Semester 3 Perulangan for 4 X 50 menit

Larik/ Array int a1, a2, a3, a4, a5;

MENGGUNAKAN ARRAY. Array adalah suatu wadah yang dapat menampung sejumlah nilai, misalnya Anda bisa menyimpan sejumlah kota di dalam array.

PHP (HYPERTEXT PREPROCESSOR)

Pertemuan 5 Array dan Fungsi

REVIEW ARRAY. Institut Teknologi Sumatera

BAB 5. Kondisional Perulangan. Materi. Pengenalan Perulangan Perulangan For Perulangan While Perulangan dengan menggunakan Kondisional If

OPERASI PERNYATAAN KONDISI

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN APLIKASI

Internet II. Pertemuan 4 & 5 Dasar Pemrograman PHP II. Sistem Komputer Universitas Serang Raya - Aditya Wicaksono, SKomp 1

LAPORAN PRAKTIKUM ALGORITMA DAN STRUKTUR DATA Searching ( Pencarian ) Modul III

Pemrograman Berbasis Web

MATERI IV ARRAY. Materi Praktikum Pemograman Bahasa C++ dengan menggunakan variabel Array

Struktur Kondisi dan Perulangan

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN

(Struktur Kondisi dan Perulangan) KOMPETENSI DASAR

Sequential Search (Linear Search)

MODUL PEMOGRAMAN WEB II STMIK IM BANDUNG MODUL PEMOGRAMAN WEB II. Oleh: CHALIFA CHAZAR. Chalifa Chazar edu.script.id

KOLEKSI OBJECT. Farah Zakiyah Rahmanti, M.T Universitas Dian Nuswantoro

ARRAY / LARIK. Oleh : Agus Priyanto, M.Kom SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI TELEMATIKA TELKOM. Smart, Trustworthy, And Teamwork

Struktur Data Array. Rijal Fadilah S.Si

1. Percobaan 1 2. Percobaan 2

1. Kompetensi Mengenal dan memahami algoritma percabangan yang komplek.

MODUL 2 INTERNET PROGRAMMING : PHP (2)

Algoritma dan Struktur Data

STRUKTUR DASAR PHP ASUMSI 02/10/2014

nama array untuk menyimpan data jumlah data

Pertemuan 9: BRANCHING/PERCABANGAN dalam C LOOPING/PERULANGAN/ITERASI dalam C

[BS204]-Algoritma Pemrograman Take Home Test Pengumpulan : 27 Maret 2015 Tulis Tangan di kertas A4. Genap 2014/2015 Page 1 of 6

MODUL PEMROGRAMAN WEB

PHP mendukung komentar yang digunakan pada C, C++ dan Shell Unix. Sebagai contoh:

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Pertemuan 3 Struktur Kondisi dan Perulangan

UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO FAKULTAS TEKNIK, JURUSAN TEKNIK ELEKTRO Program Studi S-1 Teknik Informatika. Data & Ekspresi

MODUL PRAKTIKUM PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

Looping : break, continue, nested loop

PRAKTIKUM 9 ARRAY. ARRAY BERDIMENSI SATU Suatu array berdimensi satu dideklarasikan dalam bentuk umum berupa :

Chapter 6. Array. 6.1 Pengertian Array

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN APLIKASI 3.1 ANALISIS

JAVA BASIC PROGRAMMING Joobshet

BAB II LANDASAN TEORI

Pengenalan Script. Definisi HTML

MODUL 4. COLLECTIONS ARRAYS, QUEUE, dan STACK

Pemrograman Basis Data Berbasis Web

:Mahasiswa dapat mempraktekkan penggunaan array

PRAKTIKUM 10 STRING A B C D E \0. Gambar 11.1 Komposisi penyimpanan string dalam memori

Satuan Acara Perkuliahan (SAP) UNIVERSITAS GUNADARMA

PERTEMUAN KE <JUDUL PERTEMUAN PRAKTIKUM>

MIPA TEKNIK PSIKOLOGI ILMU PENDIDIKAN. Gambar 1. Gambaran Array

A. Dasar Teori. Urutan (Sequence) Pemilihan (Selection) Pengulangan (Iteration) Pernyataan Kondisional (If Statement)

KATA PENGANTAR. Penulis. Raizal Dzil Wafa M.

BAB V Tujuan 5.1 Rekursi Dasar

Array merupakan sekumpulan elemen berindeks yang memiliki tipe yang sama (base type). Pendefinisian array ditunjukkan dengan format:

Scope Variable. Sebuah variabel di dalam sebuah fungsi memiliki jangkauan tertentu. Skop variabel terdiri dari:

Bab 5 Array (Variabel Berindeks)

Modul Praktikum Algoritma dan Pemrograman II

P - 7 Bab 5 : PHP : Hypertext Prepocessor

BAB 6 Array Dua Dimensi

Array LOGO. Pendidikan Teknik Elektronika FT UNY. Muh. Izzuddin Mahali, M.Cs.

MODUL PRAKTIKUM TI014 STRUKTUR DATA Season 1

Satuan Acara Perkuliahan

BAB 5 PERULANGAN DAN ARRAY

Spesifikasi: Ukuran: 14x21 cm Tebal: 225 hlm Harga: Rp Terbit pertama: Februari 2005 Sinopsis singkat:

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

MODUL 2 Review Pemograman Web Teknik Informatika Universitas Pasundan Bandung 2016/2017

Dasar Pemrograman. Kondisi dan Perulangan. By : Hendri Sopryadi, S.Kom, M.T.I

Makalah. STRUKTUR DATA ( Array )

Internet Programming Muhammad Zen S. Hadi, ST. MSc.

LAPORAN RESMI PEMROGRAMAN WEB

Struct 1 A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Transkripsi:

LAPORAN RESMI Day 9 Array Dalam PHP Dini Yuniasri 2110151054 1 D4 Teknik Informatika B

PERCOBAAN 1 (ARRAY BERDIMENSI SATU) Ada berbagai cara untuk mengakses array. Salah satunya adalah seperti percobaan diatas. Setiap elemen diinputkan dengan cara manual, yakni menginputkan satu persatu saat dideklarasikan. Keuntungan menggunakan metode ini yakni membuat array menjadi lebih teliti, dan memperkecil kemungkinan salah pemanggilan. Namun kekurangan menggunakan metode ini adalah membutuhkan waktu yang relatif lama untuk penginputan.

PERCOBAAN 2 (MENAMPILKAN ARRAY) Cara lain untuk menginputkan elemen array adalah seperti percobaan diatas. Dan untuk menampilkan array juga dapat dengan berbagai cara, salah satunya adalah seperti percobaan diatas. Untuk menampilkannya dapat menggunakan cara manual, yakni menuliskan secara satu per satu bergantung kebutuhan user.

PERCOBAAN 3 (MENAMPILKAN ARRAY DENGAN FUNGSI FOR) Cara lain untuk melihat elemen array adalah dengan pengulangan atau looping. Bentuk fungsi untuk melakukan pengulangan ada bermacam-macam, yang salah satunya adalah menggunakan fungsi for. Format dari fungsi for sendiri adalah FOR(EKSPRESI1; EKSPRESI2; EKSPRESI3) PERNYATAAN Ekspresi1merupakan initial value variabel pengendali loop. Ekspresi2 merupakan kondisi yang dipakai untuk melanjutkan looping. Ekspresi3 merupakan kenaikan variabel pengendali loop.

PERCOBAAN 4 (MENENTUKAN NAMA HARI MEMAKAI ARRAY) Tidak semua website menggunakan bahasa inggris sebagai pengantarnya. Sehingga, untuk mengakses waktu, khususnya hari, dapat menggunakan array untuk mengaksesnya. Caranya, dengan menginisialisasi setiap hari dan mengisi elemen sesuai terjemahan dari hari tersebut sesuai bahasa yang diinginkan. Indeks array tidak hanya berupa angka, namun juga berupa tulisan. Sehingga seperti fungsi penggunaan if-else. Sedangkan untuk parameter hari (dengan format yang sebenarnya), dapat menggunakan pemanggilan fungsi date( l ).

PERCOBAAN 5 (ARRAY BERDIMENSI DUA) Untuk menginput array dengan dimensi lebih dari satu, salah satu formatnya adalah seperti contoh diatas. Dimana didalam array terdapat array lagi. Cara diatas dinamakan asosiatif array, yakni array yang menggunakan nama kunci yang ditetapkan.

PERCOBAAN 6 (MEMBUAT ARRAY BERDIMENSI DUA) Ada berbagai cara untuk mengakses array berdimensi dua, salah satunya adalah seperti percobaan diatas, yakni didalam array, masih terdapat array. Hanya saja user tidak dapat mengakses semua elemen dari array yang kedua (nilai1), karena pada listing program harus diisi secara manual untuk mengaksesnya.

PERCOBAAN 7 FUNGSI ARSORT Ada berbagai fungsi yang telah disediakan agar dapat digunakan pada array, salah satunya adalah fungsi arsort. Fungsi Arsort adalah untuk mengurutkan data array dari yang terbesar ke yang terkecil. Yang diurutkan bukan dari elemen a, b, c, d, melainkan isi dari elemenelemen tersebut. Sehingga tampaklah output seperti pada screen capture.

PERCOBAAN 8 (FUNGSI ASORT) Kebalikan dari fungsi arsort, fungsi asort membuat data array menjadi terurut dari abjad yang terkecil ke yang terbesar. Sehingga, output pertama yang muncul adalah c dengan isi elemen apple. Hal ini dikarenakan huruf a pada apple dianggap lebih kecil dibanding huruf b pada banana. Meskipun huruf c lebih besar daripada a, namun yang dibandingkan adalah apple dan orange. Oleh karena itu elemen apple menduduki nilai teratas dengan abjad terkecil.

PERCOBAAN 9 (FUNGSI KSORT) Kegunaan dari fungsi ksort sendiri hampir sama dengan kegunaan fungsi arsort, yakni mengurutkan dari yang terbesar ke yang terkecil. Jika fungsi arsort mengurutkan elemen, pada fungsi ksort mengurutkan indeks, yang pada kasus ini adalah abjad a, b, c, d itu sendiri. Oleh karena itu, indeks d dengan elemen lemon merupakan output teratas, yang mengindikasikan bahwa d merupakan nilai abjad tertinggi dibanding yang lain.

PERCOBAAN 10 (FUNGSI RSORT) Kegunaan utama dari fungsi rsort adalah mengurutkan elemen dari yang terbesar ke yang terkecil. Dapat dilihat dari screencapture, output pertama yang muncul adalah orange. Hal ini dikarenakan abjad pertama dari orange adalah o dan dianggap memiliki nilai terbesar dibanding yang lain. Sedangkan nilai 0 hingga 3 didapat karena indeks dari masing-masing elemen tidak dicantumkan sebelumnya. Sehingga dengan otomatis indeks akan berupa default, yang dimulai dari 0 dan seterusnya.

PERCOBAAN 11 (FUNGSI SORT) Kegunaan dari fungsi sort adalah kebalikan dari fungsi rsort. Jika fungsi rsort mengurutkan dari yang terbesar ke yang terkecil, maka fungsi sort untuk mengurutkan dari yang terkecil ke yang terbesar. Sehingga elemen apple menempati output pertama, karena elemen apple berawalan abjad a yang notabennya adalah abjad pertama. Nilai 0 sampai 3 didapat dari program secara otomatis, karena variabel key, tidak ditemukan sebelumnya. Variabel key sendiri mengacu pada indeks.

PERCOBAAN 12 (FUNGSI NATSORT) Perbedaan sort dan natsort dapat dilihat seperti percobaan diatas. Apabila array berupa gambar, dan ingin diurut berdasarkan nama gambar, lebih disarankan untuk menggunakan fungsi natsort dibandingkan fungsi sort. Hal ini dikarenakan apabila menggunakan fungsi sort, output pertama saja yang akan dimulai dari yang terkecil, namun selanjutnya tidak berurutan. Sedangkan apabila menggunakan natsort, maka output akan terurut berdasarkan nama gambar tersebut.

PERCOBAAN 13 (FUNGSI KSORT) Kegunaan dari fungsi ksort sendiri hampir sama dengan kegunaan fungsi arsort, yakni mengurutkan dari yang terbesar ke yang terkecil. Jika fungsi arsort mengurutkan elemen, pada fungsi ksort mengurutkan indeks, yang pada kasus ini adalah abjad a, b, c, d itu sendiri. Oleh karena itu, indeks d dengan elemen lemon merupakan output teratas, yang mengindikasikan bahwa d merupakan nilai abjad tertinggi dibanding yang lain.

PERCOBAAN 14 (FUNGSI ARRAY_POP) Fungsi dari array_pop adalah menghapus isi elemen terakhir dari sebuah array. Seperti yang dapat kita lihat diatas, jumlah elemen dari variabel stack adalah 4. Namun setelah mendapat fungsi array_pop terhadap variabel tersebut, yang muncul pada output berjumlah 3. Hal ini dikarenakan elemen rasberry telah dihapus saat menggunakan fungsi array_pop.

PERCOBAAN 15 (FUNGSI ARRAY_PUSH) Berbeda dengan array_pop, fungsi array_push sendiri untuk menambah elemen ke dalam suatu array sejumlah satu atau lebih. Oleh karena itu, variabel stack yang awalnya berisi 2 elemen, saat menggunakan array_push dan menginputkan elemen yang akan ditambahkan, maka saat dicetak isi array tersebut tidak akan sama seperti sebelumnya, melainkan lebih banyak.

PERCOBAAN 16 (FUNGSI ARRAY_SHIFT) Kegunaan dari fungsi array_shift hampir sama denga kegunaan fungsi array_pop. Jika array_pop menghapus elemen terakhir dari sebuah array, maka fungsi array_shift bertujuan untuk menghapus elemen pertama dari sebuah array. Dapat dilihat pada capture output, elemen orange yang sebelumnya ada pada variabel stack, setelah menggunakan fungsi array_shift dan dicetak isi dari variabel tersebut, elemen tersebut sudah tidak ada. Hal ini dikarenakan efek dari fungsi array_shift tersebut.

PERCOBAAN 17 (FUNGSI ARRAY_UNSHIFT) Jika shift berfungsi untuk menghapus elemen awal dari sebuah array, maka kegunaan unshift adalah untuk menambah elemen diawal berjumlah satu atau lebih pada sebuah array. Seperti percobaan diatas, jumlah elemen awal dari variabel queue adalah 2. Namun setelah ditambah dengan menggunakan fungsi array_unshift, jumlah elemen menjadi 4, menyesuaikan dengan jumlah yang diinputkan user pada fungsi array_unshift.

PERCOBAAN 18 (FUNGSI ARRAY_RAND) Cara menggunakan fungsi array_rand, pertama harus dideklarasikan bahwa ada variabel tipe array dan elemen didalamnya, yang mana pada percobaan ini variabelnya bernama input. Setelah itu, buat variabel kembali untuk menampung fungsi array_rand, yang pada percobaan ini bernama rand_keys. Pada fungs array_rand, sebutkan nama variabel yang sebelumnya memiliki tipe array (variabel input), dan tuliskan pula jumlah array yang akan ditampung (2). Setelah itu, cetak elemen dari variabel rand_keys sebanyak jumlah array yang sebelumnya ditampung oleh variabel rand_keys. Dan pada output, akan muncul elemen dari rand_keys secara random dari elemen variabel input. Apabila user reload output tersebut, maka akan menampilkan elemen yang berbeda.

PERCOBAAN 19 (FUNGSI ARRAY_UNIQUE) Kegunaan fungsi array_unique adalah untuk menghilangkan elemen yang bernilai ganda pada variabel yang sama. Oleh karena itu, output pada percobaan ini adalah green, red, dan blue meskipun elemen green dan red tertulis dua kali.

PERCOBAAN 20 (FUNGSI IN_ARRAY) Fungsi in_array bertujuan untuk mencari elemen tertentu pada suatu array. Fungsi ini merupakan termasuk fungsi yang memiliki case sensitive. Sehingga huruf kapital tidaknya mempengaruhi ada atau tidaknya elemen yang dicari tersebut. Misal pada percobaan ini adalah pencarian Irix dan mac. Meskipun sebenarnya elemen mac ada, tapi elemen pada variabel os huruf m pada Mac menggunakan huruf kapital. Oleh karena itu, program menganggap mac dan Mac tidak sama.

PERCOBAAN 21 (FUNGSI SUFFLE) Awalnya sebuah variabel diminta untuk menampung angka 1 sampai 20 secara terurut. Namun setelah variabel tersebut diberi fungsi suffle, angka yang sebelumnya terurut menjadi acak. Hal ini dikarenakan kegunaan dari fungsi suffle adalah untuk mengacak data yang telah dismpan. Yang mana pada percobaan ini, data yang telah disimpan adalah angka 1 sampai 20.

PERCOBAAN 22 (FUNGSI RANGE) Fungsi range adalah untuk menentukan batas suatu output dalam variabel. Contohnya seperti percobaan diatas, range pertama adalah dari 0 hingga 12, sehingga outputnya adalah angka 0 hingga 12. Sedangkan maksud dari range (0, 100, 10) adalah batas bawah 0, batas atas 100, dan jarak tiap angka adalah 10. Dalam fungsi range, batas bawah tidak harus memiliki nilai yang lebih kecil dibanding batas atas. Seperti contoh di percobaan diatas, yakni batas bawahnya adalah c dan batas atasnya adalah a. Sehingga output yang dihasilkan adalah cba.

PERCOBAAN 23 (FUNGSI EXPLODE) Kegunaan utama dari fungsi explode adalah untuk memecah elemen dari suatu variabel yang berupa string menjadi array. Seperti pada percobaan diatas. Variabel pieces memanggil fungsi explode untuk memecah string pizza dimana setiap spasi menentukan batas indeks. Sehingga apabila ditampilkan elemen dari variabel pieces indeks ke-0 akan muncul piece1. Begitu juga apabila ditampilkan variabel pieces indeks ke-1 dan seterusnya. Tidak hanya spasi yang dapat dijadikan batas, namun juga dapat menggunakan titik dua (:).

PERCOBAAN 24 (FUNGSI IMPLODE) Jika kegunaan fungsi explode adalah untuk memecah yang sebelumnya string menjadi array, maka kegunaan dari fungsi implode adalah untuk menggabungkan yang sebelumnya berupa array menjadi sebuah string. Format penulisan implode sama dengan fungsi explode, penggunaan tanda koma (,) juga sebagai pembatas dari setiap indeksnya. Selain tanda koma, user juga dapat menggunakan pembatas berupa spasi, titik dua (:), ataupun yang lainnya.