ANALISIS HISTOPATOLOGI

dokumen-dokumen yang mirip
MODUL 1 PENGENALAN ALAT LABORATORIUM MIKROBIOLOGI

CARA MENGGUNAKAN MIKROSKOP DENGAN BAIK DAN BENAR. By :

MODUL I MIKROSKOP. TUJUAN Mahasiswa mampu menggunakan mikroskop optik, untuk pengamatan preparat biologi.

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PLASMOLISIS

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 2. MIKROSKOPLatihan Soal 2.1

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 8. Penggunaan Alat Dan Bahan Laboratorium Latihan Soal 8.3

UNIVERSITAS SEBELAS MARET FAKULTAS KEDOKTERAN SILABUS

Cara Menggunakan Mikroskop dengan Baik dan Benar

I. NAMA PERCOBAAN Nama percobaan : C4 Mikroskop

MIKROSKOP A. PENDAHULUAN

Leonardo Pembimbing I: Freddy Tumewu Andries, dr., M S Pembimbing II: Ellya Rosa Delima, dr.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

SMP kelas 9 - BIOLOGI BAB 8. GEJALA ALAMLatihan Soal 8.1

PEDOMAN PRAKTIKUM. Nama : NIM : Kelompok : Kelas : Asisten :

PRAKTIKUM EKOTOKSIKOLOGI PERAIRAN M10A135 1 (0-1) ASISTENSI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2012/2013

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

LAPORAN PENDAHULUAN Soft Tissue Tumor

- - GEJALA ALAM DAN MIKROSKOP

ACARA I MINERALOGI OPTIK PENGENALAN MIKROSKOP DAN PREPARASI SAYATAN

ILMU DASAR KEPERAWATAN 1

Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang digunakan dalam Penyusunan E-Module Pembelajaran IPA Terpadu

Adaptasi Sel Otot Binaragawan

SEJARAH PENEMUAN MIKROSKOP

BAB III HASIL DAN PEMBAHSAN. 1. Lensa Okuler berfungsi untuk melihat objek yang akan di teliti.

BAB IV METODE PENELITIAN. Forensik, Ilmu Patologi Anatomi dan Farmakologi.

STANDARD OPERATIONAL PROCEDURE (SOP) MIKROSKOP

MIKROBIOLOGI LINGKUNGAN

BAB 1 PENDAHULUAN. dari semua kanker pada organ reproduksi. Diantara kanker yang ditemukan pada

SMP kelas 7 - BIOLOGI BAB 8. Penggunaan Alat Dan Bahan Laboratorium latihan soal bab 8

BAB I PENDAHULUAN. Keganasan ini dapat menunjukkan pola folikular yang tidak jarang dikelirukan

BAB III METODE PENILITIAN. Penelitian ini telah dilakukan selama 3 bulan (Januari - Maret 2012).

Teknik Pewarnaan Bakteri

2. Prosedur Isolasi ke Media Padat

2. Alat yang digunakan untuk melihat dengan jelas benda-benda yang letaknya jauh adalah... a. lup b. mikroskop c. kamera d.

STUDI KASUS LEIOMIOSARKOMA PADA ANJING : POTENSIAL METASTATIK HANI FITRIANI

Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.

BAB 1 PENDAHULUAN. oleh perempuan usia produktif. Sebanyak 25% penderita mioma uteri dilaporkan

Tumor jinak pelvik. Matrikulasi Calon Peserta Didik PPDS Obstetri dan Ginekologi

3.1.3 menganalisis pembentukan bayangan pada lup,kacamata, mikroskop dan teropong

BAB VII KERJA LABORATORIUM

UJI HISTOPATOLOGI ORGAN REN, INSANG, GINJAL, INTESTINUM DAN HEPAR IKAN MAS (Cyprinus caprio)

I. PENDAHULUAN. pada wanita dengan penyakit payudara. Insidensi benjolan payudara yang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan pada November 2013-Mei 2014 di

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM PENGGUNAAN MIKROSKOP DAN KALIBRASI MIKROMETER. Oleh :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. tikus putih (Rattus norvegicus, L.) adalah sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB I KERJA LABORATORIUM

JARINGAN DASAR HEWAN. Tujuan : Mengenal tipe-tipe jaringan dasar yang ditemukan pada hewan. PENDAHULUAN

ABSTRAK. UJI SITOTOKSISITAS DAN INDUKSI APOPTOSIS FRAKSI ETIL ASETAT DAUN SIRIH (Piper betle Linn) PADA KULTUR SEL HeLa

MIKROTEKNIK TIM HISTOLOGI

METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Zoologi Biologi FMIPA. Universitas Lampung untuk pemeliharaan, pemberian perlakuan, dan

MIKROSKOP. Pengarang Suparti Editor Sulistiono Layout Ferry Andriyan August Perwajahan Ferry Andriyan August Ilustrator Sugiatno Desain Sampul Gatot

I. PENDAHULUAN. aktivitas berteknologi tinggi mengakibatkan manusia sering kali berhubungan

INVENTARISASI DAN PENGELOLAAN PERALATAN LABORATORIUM PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FKIP UNIVERSITAS JEMBER

PERUBAHAN JARINGAN GINJAL IKAN PARI KEMBANG (Dasyatis kuhlii) AKIBAT PAPARAN LOGAM MERKURI (Hg)

BAB II KAJIAN PUSTAKA. A. Deskripsi Teori dan Penelitian yang Relevan. tegas menyatakan bahwa substansi mata pelajaran IPA di SMP

I. PENDAHULUAN. terutama pada daerah transformasi epitel gepeng serviks. Sebagian besar

PANDUAN PENULISAN LAPORAN AKHIR. Disusun oleh: Tim Asisten Praktikum Biologi 2015

BAB I PENDAHULUAN. Karsinoma kolorektal (KKR) merupakan masalah kesehatan serius yang

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. Rata-rata penurunan jumlah glomerulus ginjal pada mencit jantan (Mus

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tindakan dan pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. 1. maupun yang mendapatkan pelayanan gawat darurat.

Instruksi Kerja Alat Laboratorium Patologi Klinik Jurusan Kedokteran Fakultas Kedokteran

BAB I PENDAHULUAN. tradisional maupun pasar modern. Kacang kedelai hitam juga memiliki kandungan

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI PEWARNAAN SEDERHANA,NEGATIF DAN PERGERAKAN BAKTERI. Oleh :

BAB 9 KINERJA ILMIAH. Menerapkan keselamatan kerja dalam melakukan pengamatan gejala-gejala alam. Memahami gejala-gejala alam melalui pengamatan.

BAKTERI PRAKTIKUM KULTUR JARINGAN

BAB I PENDAHULUAN. Kanker Ovarium Epitel (KEO) merupakan kanker ginekologi yang. mematikan. Dari seluruh kanker ovarium, secara histopatologi dijumpai

BAB I PENDAHULUAN. Selama tiga dasawarsa terakhir, kanker ovarium masih merupakan masalah

BAB 2 TUMOR. semua jaringan tubuh manusia pada berbagai keadaan sel untuk berkembang biak.

I. PENDAHULUAN. A. Latar belakang Masalah. sempurna jika tubuh mampu mengeliminasi penyebabnya, tetapi jika tubuh tidak

BAB I PENDAHULUAN. Warna merupakan salah satu sifat yang penting dari makanan, di samping juga

BAB III METODE PENELITIAN

LAPORAN PENGUKURAN MIKROMETRI DIAMETER BATANG Jatropa sp

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

Teknik Identifikasi Bakteri

BAB I PENDAHULUAN. dikalangan wanita sedunia, meliputi 16% dari semua jenis kanker yang diderita

GAMBARAN HISTOPATOLOGI TUMOR PAYUDARA DI INSTALASI PATOLOGI ANATOMI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT HAJI ADAM MALIK-MEDAN TAHUN

BAB 6 PEMBAHASAN. Telah dilakukan penelitian pada 45 penderita karsinoma epidermoid serviks uteri

SMP kelas 8 - FISIKA BAB 7. CAHAYA DAN ALAT - ALAT OPTIKLATIHAN SOAL BAB 7. 1 dan 2. 1 dan 3. 2 dan 4. 3 dan 4

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Tujuan Penulisan

bio.unsoed.ac.id MATERI DAN METODE PENELITIAN

TOKSISITAS MERKURI (Hg) TERHADAP TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP, PERTUMBUHAN, GAMBARAN DARAH DAN KERUSAKAN PADA IKAN NILA Oreochromis niloticus

BAB 3 METODE PENELITIAN

SISTEM MUSKULOSKELETAL PADA MANUS. Regita Tanara / B1

BAB I PENDAHULUAN. merupakan penyebab kematian pada wanita setelah kanker payudara. Hal ini

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

BAB 1 PENDAHULUAN. Papilloma sinonasal diperkenalkan oleh Ward sejak tahun 1854, hanya mewakili

ABSTRAK GAMBARAN KARAKTERISTIK PENDERITA MIOMA UTERI DI RUMAH SAKIT IMMANUEL BANDUNG TAHUN

A. MATA Merupakan alat Indra kita untuk melihat keadaan disekitar kita. Bagian-bagian mata No Bagian Mata Fungsinya 1 Lensa mata Memfokuskan bayangan

BAB IV METODE PENELITIAN. Forensik dan Medikolegal, Thanatologi forensik, dan Sitologi forensik.

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Karsinoma payudara merupakan penyakit keganasan yang paling sering

Transkripsi:

PRAKTIKUM EKOTOKSIKOLOGI PERAIRAN M10A135 1 (0-1) ANALISIS HISTOPATOLOGI FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN

Mikroskop

Komponen Komponen Mikroskop : 1. Lensa Objektif Lensa yang terletak didekat objek. Biasanya mempunyai perbesaran 4, 10, 40, dan 100 kali. 2. Lensa Okuler Lensa yang dekat dengan mata pengamat, pada umumnya memiliki perbesaran 10, 12 dan 15 kali. 3. Cermin Terdiri dari : Cermin datar dan Cermin cekung. Cermin berguna untuk menangkap cahaya dan memantulkan cahaya ke kondensor. 4. Diafragma Untuk mengatur besar kecilnya lubang yang dilalui cahaya yang akan diterima oleh lensa. 5. Kondensor Untuk mengatur intensitas cahaya dari sumber cahaya menuju ke lensa. Pengaturan dilakukan dengan menaikturunkan kondensor

6. Meja Objek (Stage) Tempat meletakkan objek 7. Makrometer Pengatur kasar naik turunnya stage 8. Mikrometer Pengatur halus naik turunnya stage 9. Revolver Pengatur penggunaan Lensa Objektif Macam-macam Mikroskop : a. Mikroskop Medan Gelap b. Mikroskop Kontras Fase c. Mikroskop Ultra Violet d. Mikroskop Elektron

Kelengkapan Kerja Mikroskop : 1. Kaca Objek/Preparat (Object Glass) Tempat meletakkan objek (preparat) 2. Kaca Penutup (Cover Glass) Menutup preparat di atas Kaca Objek 3. Minyak Imersi (Immersion Oil) Membantu pengamatan objek/preparat pada perbesaran objektif 100 kali

ANALISIS HISTOPATOLOGI Analisis kondisi histologi organ/ jaringan dengan pengamatan terhadap perubahan morfologi, struktur dan indikasi kerusakan/infeksi/mutasi lainnya akibat pengaruh penyakit, bahan toksik atau proses-proses mutagenisis lainnya. (Farmakologi Klinis 2008)

KEGUNAAN ANALISIS HISTOPATOLOGI Memahami berbagai kelainan pertumbuhan : PROLIFERASI berlebihan, berkurang, dan KELAINAN DIFERENSIASI Memahami pertumbuhan sel normal, Siklus Sel dan Siklin, Memahami pertumbuhan sel neoplastik Memahami Perbedaan Sifat Neoplasma Jinak vs. Ganas Memahami Ciri Sel Ganas vs. Jinak Memahami Deferensiasi Neoplasma Ganas Memahami Grading & Staging untuk terapi dan peramalan prognosis (Pendekatan Patologi Anatomi)

PERUBAHAN/ KELAINAN PERTUMBUHAN ORGAN/ JARINGAN HIPOPLASIA, AGENESIS : Gagal/berkurangnya pembentukan/ pertumbuhan organ/jaringan APLASIA, ATROFIA : Pengurangan/ penyusutan pertumbuhan organ/ jaringan setelah fase pembentukan HIPERPLASIA : Ukuran organ/ jaringan bertambah besar karena jumlah sel bertambah banyak

HIPOPLASIA/ APLASIA Efek kegagalan/pengurangan proses pertumbuhan berupa penyusutan ukuran [morfologi] organ/ jaringan setelah proses pemaparan gangguan. Contoh : Hipoplasia Granula Ren

HIPERPLASIA Penambahan ukuran organ/ jaringan yang terjadi akibat rangsang tertentu, apabila rangsang hilang dapat normal kembali Contoh : Hiperplasia Fisiologi : Prostat, Endometrium, Uterus, Sumsum tulang Hiperplasia Patologik : Epitel Serviks Uterus, Pseudoepitheliomatosa

NEOPLASMA DAN NEOPLASTIK An abnormal mass of tissue, the growth of which exceeds and is uncoordinated with that of normal tissues and persists in the same excessive manner after the cessation of the stimuli which evoked the change (Willis 1996) Sel-sel membelah diri tanpa mengikuti aturan norma,tidak terkendali, tidak terkoordinasi, dan tumbuh terus menerus (immortal) BENJOLAN (TUMOR). Outlaw cells ini dipicu oleh onkoprotein

HISTOPATOLOGI HEPAR/ LIVER Liver Tumor : Pertambahan ukuran (hiperplasia) dan neoplasma sel/jaringan hati Hepatic Necrosis : Iritasi sel/ jaringan pada organ hati (noktah) Macrophage agregate : Pelekatan macrophage akibat perubahan ukuran organ Lycrosomal integrity : Pelekatan lycrosomal

HISTOPATOLOGI INSANG Hiperplasia Gill Lamela : Pertambahan ukuran (hiperplasia) lamela insang akibat peningkatan jumlah sel Lamela Iritation : Iritasi sel/ jaringan pada lamela insang

Lamela Iritation

HISTOPATOLOGI KIDNEY/ REN Hipo/Hiperplasia : Pertambahan ukuran (hiperplasia) atau penyutusan pertumbuhan (hipoplasia) sel/jaringan ginjal Ren Tubular Iritation : Iritasi sel/ jaringan penyusun tubular ginjal yang dapat berakibat pada kidney malfunction

Kidney Tubular Iritation

HISTOPATOLOGI INTESTINUM Intestinum Neoplasm : Pertambahan ukuran (hiperplasia) dan neoplasma sel/jaringan usus Intestinum Necrosis : Iritasi sel/ jaringan pada organ penyusun usus

Normal Tissue Hiperplasia/ Neoplasm

TABEL PENGAMATAN PREPARAT HISTOLOGI KONTROL PATOLOGIS Ukuran Warna Tanda Iritasi (necrosis) Karakter khusus

TERIMA KASIH