Sessi Dinamika Kultural, Gaya Manajemen & Sistem Bisnis Dosen Pembina: Mumuh Mulyana Mubarak, SE. http://moebarak.wordpress.com
Pasar berubah secara konstan mereka tidak statis tetapi berevolusi, berkembang, dan berkontraksi sebagai reaksi terhadap usaha pemasaran. Kondisi ekonomi dan pengaruh kulturalnya. Usaha Pemasar Kultur PASAR Kondisi Ekonomi
Kultur adalah kumpulan nilai-nilai, ritual, simbol, kepercayaan dan proses berpikir yang dipelajari, dimiliki bersama oleh sekelompok orang dan diturunkan dari generasi ke generasi Pemasar Internasional terbaik tidak hanya akan menghargai perbedaan kultural yang berhubungan dengan bisnis mereka, mereka juga memahami asal usul perbedaan tersebut.
Asal-usul usul, Elemen dan Konsekuensi Kultur Asal usul Geografi (iklim, topografi, flora, fauna, mikrobiologi) Sejarah Ada aptasi Teknologi dan Ekonomi Politik Sosialisasi i / Aplikasi Teman Sebaya Institusi institusi Sosial (keluarga, agama, sekolah, media, pemerintah, korporasi) Peniruan Elemen elemen Kultur (nilai, ritual, sekolah, media, pemerintah, korporasi) Aplik kasi Keputusan dan Perilaku Konsumsi Konsekuensi Gaya Manajemen
Budaya, yang mencakup semua elemennya, sangat mempengaruhi gaya manajemen dan seluruh sistem bisnis. Pengetahuan akan gaya manajemen yaitu budaya bisnis, i nilai-nilai i i manajemen serta metode dan perilaku bisnis yang ada di satu negara, dan kesediaan untuk mengakomodasi perbedaan-perbedaan tersebut adalah penting untuk keberhasilan dalam pasar internasional. Kuncinya: Beradaptasi dengan Pasar Internasional & Pahami Budaya yang berlaku
10 Kriteria Dasar Adaptasi 1. Toleransi Terbuka 2. Fleksibilitas 3. Kerendahan Hati 4. Keadilan/kejujuran 5. Kemampuan menyesuaikan diri dgn tempo yg beragam 6. Rasa ingin tahu/minat 7. Pengetahuan akan negara tersebut 8. Rasa suka terhadap orang lain 9. Kemampuan untuk mempunyai rasa hormat 10. Kemampuan untuk menyatukan diri dgn lingkungan
Beda Budaya, Beda Pandangan Memberikan hadiah di negara lain memerlukan perhatian cermat jika ingin dilakukan secara pantas. Berikut ini beberapa sarannya : Jepang Jangan membuka hadiah di depan seorang rekan Jepang kecuali diminta melakukannya, dan jangan mengharapkan orang Jepang tersebut membuka hadiah h Anda. Hindari menggunakan pita dan ikatan pita sebagai bagian dari bungkus hadiah. Ikatan-ikatan seperti yang kita kenal dianggap tidak menarik dan warna puta dapat mempunyai arti yang berbeda. Selalu l berikan hadiah h tersebut dengan kedua tangan Eropa g p g g Hindari mawar merah dan bunga putih, bahkan angka dan angka 13 Jangan membungkus bunga dengan kertas Jangan mengambil resiko terkesan memberikan suap dengan menghabiskan terlalu banyak uang pada hadiah Cina Jangan pernah membuat perdebatan mengenai pemberian hadiah baik secara publik maupun secara pribadi. Tetapi sampaikan hadiah selalu dengan kedua tangan Hadiah harus diberikan secara pribadi, kecuali pemberian hadiah seremonial kolektif pada penjamuan makan atau setelah pidato
Beda Budaya, Beda Pandangan Dunia Arab Amerika Latin Amerika Jangan memberikan hadiah ketika Anda pertama kali bertemu seseorang. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai penyuapan Jangan membuatnya tampak seperti Anda merencanakan untuk memberikan hadiah tersebut ketika penerima sedang sendiri. Hal ini akan terlihat buruk, kecuali Anda mengenal orang tersebut dengan baik. Berikan hadiah tersebut di depan orang lain dalam hubungan yang kurang bersifat pribadi Jangan memberikan hadiah hingga hubungan yang bersifat pribadi telah terjalin, kecuali hadiah tersebut diberikan untuk mengekspresikan penghargaan atas keramahtamahan. Hadiah harus diberikan dalam pertemuan sosial, bukan dalam suasana bisnis Hindari warna hitam dan ungu; keduanya diasosiasikan dengan masa 40 hari menjelang Paskah dalam Katolik Roma Hadiah yang terkesan sok pamer dapat menimbulkan masalah besar
Waktu dalam berbagai Budaya Waktu adalah sesuatu yang kultural, subjektif dan variabel. Salah satu penyebab yang paling serius dari frustasi dan perselisihan dalam hubungan bisnis lintas budaya muncul ketika rekan bisnis tidak sinkron satu sama lain Perbedaan sering muncul sehubungan dengan kecepatan waktu, sifat dasar yang dirasa, dan fungsinya. Waktu adalah Uang ~ Amerika Serikat Mereka yang terburu-buru tiba terlebih dahulu di kuburan. ~ Spanyol Jam tidak menciptakan manusia ~ Nigeria Jika kau menunggu cukup lama, sebutir telur bahkan bisa berjalan ~ Ethiopia Sebelum saatnya tiba, belum waktunya; setelah saatnya tiba, sudah Sebelum saatnya tiba, belum waktunya; setelah saatnya tiba, sudah terlambat. ~ Perancis
Waktu dalam berbagai Budaya Waktu adalah sesuatu yang kultural, subjektif dan variabel. Salah satu penyebab yang paling serius dari frustasi dan perselisihan dalam hubungan bisnis lintas budaya muncul ketika rekan bisnis tidak sinkron satu sama lain Perbedaan sering muncul sehubungan dengan kecepatan waktu, sifat dasar yang dirasa, dan fungsinya. Waktu adalah Uang ~ Amerika Serikat Mereka yang terburu-buru tiba terlebih dahulu di kuburan. ~ Spanyol Jam tidak menciptakan manusia ~ Nigeria Jika kau menunggu cukup lama, sebutir telur bahkan bisa berjalan ~ Ethiopia Sebelum saatnya tiba, belum waktunya; setelah saatnya tiba, sudah Sebelum saatnya tiba, belum waktunya; setelah saatnya tiba, sudah terlambat. ~ Perancis
Gaya manajemen berbeda di seluruh dunia Beberapa budaya tampaknya menekankan pentingnya informasi i dan kompetisi, i sementara budaya yang lain lebih fokus pada hubungan dan pengurangan biaya transaksi. Para pengusaha yang bekerja di negara lain harus peka terhadap lingkungan bisnis, dan harus bersedia untuk menyesuaikan diri bila perlu. Adaptasi terkadang berhasil, terkadang bisa merugikan bahkan membahayakan. Memahami budaya yang akan Anda masuki merupakan satu-satunya t dasar yang paling baik untuk perencanaan
Pertimbangan Lingkungan Secara Signifikan mempengaruhi SIKAP PERILAKU PANDANGAN PENGUSAHA ASING
Pola Motivasi Pengusaha Asing Bergantung pada : 1. Latarbelakang Pribadi 2. Posisi i Bisnis i 3. Sumber Otoritas 4. Kepribadian Mereka Sendiri
Moves u r body