Sessi. Dosen Pembina:

dokumen-dokumen yang mirip
Sessi. Dosen Pembina:

Consumer Behavior Lecturers: Mumuh Mulyana Mubara Mumuh Mulyana Mubar k, SE.

Sessi. Dosen Pembina:

Sessi. Produk & Layanan Konsumen. Individu & Bisnis. Dosen Pembina: Mumuh Mulyana Mubarak, SE.

Menerima dan Melayani Tamu Serta Bertamu

Interpersonal Communication Skill

Jenis Kelamin : Laki-laki=48,87% ; Perempuan=51,13%

FOREIGN DIRECT DIRECT INVESTMENT

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi tidak

KEBIJAKAN ANTIKORUPSI

DIMANA BUMI DIPIJAK DISITU LANGIT DIJUNJUNG

Anti-Suap dan Korupsi (ABC) Prosedur ini tidak boleh diubah tanpa persetujuan dari kantor Penasihat Umum dan Sekretaris Perusahaan Vesuvius plc.

BAB 4 PENUTUP 4.1 Kesimpulan

LINGKUNGAN PEMASARAN GLOBAL: LINGKUP SOSIAL BUDAYA

Organizational Theory & Design

Bahasa Indonesia Sebagai Bahasa Internasional

BAB I PENDAHULUAN. berkomunikasi antarbudaya dengan baik. kemampuan komunikasi antarbudaya (Samovar dan Porter, 2010: 360).

BAB I PENDAHULUAN. Kanada merupakan salah satu negara multikultur yang memiliki lebih

PERADABAN AMERIKA MODERN DOSEN : AGUS SUBAGYO, S.IP., M.SI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. banyak korban jiwa baik warga negara Indonesia maupun warga negara asing, korban jiwa

Perubahan Sosial Mutia Rahmi Pratiwi Pengantar Sosiologi UDINUS Semarang

Advokasi : What and How?

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara berkembang yang sedang melakukan

BAB II DATA DAN ANALISA. Sumber data-data untuk menunjang studi Desain Komunikasi Visual diperoleh. 3. Pengamatan langsung / observasi

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS

LINGKUNGAN PEMASARAN PERTEMUAN IV MANAJEMEN PEMASARAN MUHAMMAD WADUD

ILMU SOSIAL DAN BUDAYA DASAR

Herminarto Sofyan PR 3 UNY

INTERPERSONAL COMMUNICATION SKILL. Presented by : Dr. Mohammad Yamien,M.Si

BAB 1 PENDAHULUAN. informasi telah menciptakan dunia yang tanpa batas. Sebuah artikel dalam Institut

BAB I PENDAHULUAN. tangan atau kegiatan yang berkaitan dengan barang yang dihasilkan melalui

BAB I PENDAHULUAN. mencari dan menemukan pasangan hidup yang akhirnya akan. (Huvigurst dalam Hurlock, 2000).

PEDOMAN PERILAKU PEMASOK CATERPILLAR

Market Brief. Peluang Produk Sepeda di Jerman. ITPC Hamburg

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pasar uang merupakan salah satu instrumen ekonomi yang sangat

BAB I PENDAHULUAN. berbeda budaya. Bahasa Indonesia bukanlah bahasa pidgin dan bukan juga bahasa

Lingkungan Pemasaran Global Ekonomi dan Sosial-Budaya

TEORI AKUNTANSI MAKALAH ADOPSI PENUH IFRS

I. PENDAHULUAN. Pusat perbelanjaan moderen merupakan tempat berkumpulnya. pedagang yang menawarkan produknya kepada konsumen.

Dalam konteks branding desa yang baru pada tahap awal, protokol branding dapat dimanfaatkan sedini mungkin :

BAB I PENDAHULUAN. Pada awal tahun 2000 istilah Hallyu atau Korean Wave menjadi populer di

Kode Perilaku VESUVIUS: black 85% PLC: black 60% VESUVIUS: white PLC: black 20% VESUVIUS: white PLC: black 20%

Market Brief. Beras di Jerman

Pengertian, Ruang Lingkup dan Dimensi Komunikasi Antar Budaya. Sesi - 1 Komunikasi Antar Budaya Universitas Pembangunan Jaya

KEBIJAAKAN ANTI-KORUPSI

LOGO PENDAHULUAN. Akuntansi Internasional

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KODE ETIK GLOBAL PERFORMANCE OPTICS

BAB I PENDAHULUAN. sektor utama dalam perekonomian Negara tersebut. Peran kurs terletak pada nilai mata

BAB II KAJIAN PUSTAKA. gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik

Etik UMB. Tindakan Korupsi Dan Penyebabnya. Ari Sulistyanto, S. Sos., M.I.Kom. Modul ke: Fakultas FEB. Program Studi Manajemen

Bab 5 PEREKONOMIAN TERBUKA

SALINAN PERATURAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 23 /POJK.04/2016 TENTANG REKSA DANA BERBENTUK KONTRAK INVESTASI KOLEKTIF

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.2. Perilaku Konsumen dan Proses Keputusan Pembelian

Seni Rupa. (Sumber: Dok. Kemdikbud)

Kode Etik PT Prasmanindo Boga Utama

BAB I PENDAHULUAN. Krisis mata uang di Amerika Latin, Asia Tenggara dan di banyak negara

POLA KOMUNIKASI MAHASISWA ETNIS MINANGKABAU YANG MENGALAMI CULTURE SHOCK

BAB V POLA KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA PARTISIPAN INDONESIA DALAM PERSEKUTUAN DOA SOLAFIDE

PERHATIAN! PERJANJIAN INI MERUPAKAN KONTRAK HUKUM, HARAP DIBACA DENGAN SEKSAMA PERJANJIAN PEMBERIAN AMANAT

BAB I PENDAHULUAN. untuk terus meningkatkan kemampuannya dengan menuntut ilmu. Berbagai macam lembaga

MEMINIMALISIR DEPRESIASI NILAI TUKAR RUPIAH TERHADAP DOLAR AMERIKA

KONFLIK HORIZONTAL DAN FAKTOR PEMERSATU

BAB I PENDAHULUAN. makanan dan minuman, pelayanan-pelayanan penunjang lainnya tempat rekreasi,

Administrative Policy Bahasa Indonesian translation from English original

ASPEK LINGKUNGAN DALAM GLOBAL MARKETING & COMMUNICATION

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. atau kebutuhan untuk mempertahankan hidup merupakan alasan yang mendasar

BAB I PENDAHULUAN. calon mahasiswa dari berbagai daerah Indonesia ingin melanjutkan pendidikan mereka ke

Problem Pelaksanaan dan Penanganan

LEMBAGA SANDI NEGARA PERATURAN KEPALA LEMBAGA SANDI NEGARA NOMOR 11 TAHUN 2010 UN TENTANG

MEMPERSEMPIT KESENJANGAN KEBIJAKAN MONETER DENGAN SEKTOR RIIL Oleh: Djoko Retnadi, pengamat ekonomi dan perbankan 1

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara produsen kopi keempat terbesar dunia setelah

Movement mudah diterima oleh masyarakat global, sehingga setiap individu diajak untuk berpikir kembali tentang kemampuannya dalam mempengaruhi

Copyright Rani Rumita

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BENTUK BENTUK INTERAKSI SOSIAL

Sifat dan Bentuk Interaksi Sosial Budaya dalam Pembangunan

STRATIFIKASI SOSIAL fitri dwi lestari

BAB I PENDAHULUAN. mencerdasan kehidupan bangsa, serta membentuk generasi yang berpengetahuan

POLITIK & SISTEM POLITIK

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Bagian ini merupakan pemaparan tentang hasil analisis yang dilakukan pada bab

PRINSIP DASAR MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU DAN MAKHLUK SOSIAL DI MASYARAKAT

MENGATAI KATA-KATA Oleh Aprinus Salam

FOTOGRAFI merupakan SAINS dan SENI Kata PHOTOGRAPHY berasal dari bahasa Yunani, yang berarti MENULIS DGN SINAR. Aspek Sains Fotografi mengandung arti

Pengaruh Atmosfer Toko Terhadap Keputusan Pembelian

Transkripsi:

Sessi Dinamika Kultural, Gaya Manajemen & Sistem Bisnis Dosen Pembina: Mumuh Mulyana Mubarak, SE. http://moebarak.wordpress.com

Pasar berubah secara konstan mereka tidak statis tetapi berevolusi, berkembang, dan berkontraksi sebagai reaksi terhadap usaha pemasaran. Kondisi ekonomi dan pengaruh kulturalnya. Usaha Pemasar Kultur PASAR Kondisi Ekonomi

Kultur adalah kumpulan nilai-nilai, ritual, simbol, kepercayaan dan proses berpikir yang dipelajari, dimiliki bersama oleh sekelompok orang dan diturunkan dari generasi ke generasi Pemasar Internasional terbaik tidak hanya akan menghargai perbedaan kultural yang berhubungan dengan bisnis mereka, mereka juga memahami asal usul perbedaan tersebut.

Asal-usul usul, Elemen dan Konsekuensi Kultur Asal usul Geografi (iklim, topografi, flora, fauna, mikrobiologi) Sejarah Ada aptasi Teknologi dan Ekonomi Politik Sosialisasi i / Aplikasi Teman Sebaya Institusi institusi Sosial (keluarga, agama, sekolah, media, pemerintah, korporasi) Peniruan Elemen elemen Kultur (nilai, ritual, sekolah, media, pemerintah, korporasi) Aplik kasi Keputusan dan Perilaku Konsumsi Konsekuensi Gaya Manajemen

Budaya, yang mencakup semua elemennya, sangat mempengaruhi gaya manajemen dan seluruh sistem bisnis. Pengetahuan akan gaya manajemen yaitu budaya bisnis, i nilai-nilai i i manajemen serta metode dan perilaku bisnis yang ada di satu negara, dan kesediaan untuk mengakomodasi perbedaan-perbedaan tersebut adalah penting untuk keberhasilan dalam pasar internasional. Kuncinya: Beradaptasi dengan Pasar Internasional & Pahami Budaya yang berlaku

10 Kriteria Dasar Adaptasi 1. Toleransi Terbuka 2. Fleksibilitas 3. Kerendahan Hati 4. Keadilan/kejujuran 5. Kemampuan menyesuaikan diri dgn tempo yg beragam 6. Rasa ingin tahu/minat 7. Pengetahuan akan negara tersebut 8. Rasa suka terhadap orang lain 9. Kemampuan untuk mempunyai rasa hormat 10. Kemampuan untuk menyatukan diri dgn lingkungan

Beda Budaya, Beda Pandangan Memberikan hadiah di negara lain memerlukan perhatian cermat jika ingin dilakukan secara pantas. Berikut ini beberapa sarannya : Jepang Jangan membuka hadiah di depan seorang rekan Jepang kecuali diminta melakukannya, dan jangan mengharapkan orang Jepang tersebut membuka hadiah h Anda. Hindari menggunakan pita dan ikatan pita sebagai bagian dari bungkus hadiah. Ikatan-ikatan seperti yang kita kenal dianggap tidak menarik dan warna puta dapat mempunyai arti yang berbeda. Selalu l berikan hadiah h tersebut dengan kedua tangan Eropa g p g g Hindari mawar merah dan bunga putih, bahkan angka dan angka 13 Jangan membungkus bunga dengan kertas Jangan mengambil resiko terkesan memberikan suap dengan menghabiskan terlalu banyak uang pada hadiah Cina Jangan pernah membuat perdebatan mengenai pemberian hadiah baik secara publik maupun secara pribadi. Tetapi sampaikan hadiah selalu dengan kedua tangan Hadiah harus diberikan secara pribadi, kecuali pemberian hadiah seremonial kolektif pada penjamuan makan atau setelah pidato

Beda Budaya, Beda Pandangan Dunia Arab Amerika Latin Amerika Jangan memberikan hadiah ketika Anda pertama kali bertemu seseorang. Hal ini dapat diinterpretasikan sebagai penyuapan Jangan membuatnya tampak seperti Anda merencanakan untuk memberikan hadiah tersebut ketika penerima sedang sendiri. Hal ini akan terlihat buruk, kecuali Anda mengenal orang tersebut dengan baik. Berikan hadiah tersebut di depan orang lain dalam hubungan yang kurang bersifat pribadi Jangan memberikan hadiah hingga hubungan yang bersifat pribadi telah terjalin, kecuali hadiah tersebut diberikan untuk mengekspresikan penghargaan atas keramahtamahan. Hadiah harus diberikan dalam pertemuan sosial, bukan dalam suasana bisnis Hindari warna hitam dan ungu; keduanya diasosiasikan dengan masa 40 hari menjelang Paskah dalam Katolik Roma Hadiah yang terkesan sok pamer dapat menimbulkan masalah besar

Waktu dalam berbagai Budaya Waktu adalah sesuatu yang kultural, subjektif dan variabel. Salah satu penyebab yang paling serius dari frustasi dan perselisihan dalam hubungan bisnis lintas budaya muncul ketika rekan bisnis tidak sinkron satu sama lain Perbedaan sering muncul sehubungan dengan kecepatan waktu, sifat dasar yang dirasa, dan fungsinya. Waktu adalah Uang ~ Amerika Serikat Mereka yang terburu-buru tiba terlebih dahulu di kuburan. ~ Spanyol Jam tidak menciptakan manusia ~ Nigeria Jika kau menunggu cukup lama, sebutir telur bahkan bisa berjalan ~ Ethiopia Sebelum saatnya tiba, belum waktunya; setelah saatnya tiba, sudah Sebelum saatnya tiba, belum waktunya; setelah saatnya tiba, sudah terlambat. ~ Perancis

Waktu dalam berbagai Budaya Waktu adalah sesuatu yang kultural, subjektif dan variabel. Salah satu penyebab yang paling serius dari frustasi dan perselisihan dalam hubungan bisnis lintas budaya muncul ketika rekan bisnis tidak sinkron satu sama lain Perbedaan sering muncul sehubungan dengan kecepatan waktu, sifat dasar yang dirasa, dan fungsinya. Waktu adalah Uang ~ Amerika Serikat Mereka yang terburu-buru tiba terlebih dahulu di kuburan. ~ Spanyol Jam tidak menciptakan manusia ~ Nigeria Jika kau menunggu cukup lama, sebutir telur bahkan bisa berjalan ~ Ethiopia Sebelum saatnya tiba, belum waktunya; setelah saatnya tiba, sudah Sebelum saatnya tiba, belum waktunya; setelah saatnya tiba, sudah terlambat. ~ Perancis

Gaya manajemen berbeda di seluruh dunia Beberapa budaya tampaknya menekankan pentingnya informasi i dan kompetisi, i sementara budaya yang lain lebih fokus pada hubungan dan pengurangan biaya transaksi. Para pengusaha yang bekerja di negara lain harus peka terhadap lingkungan bisnis, dan harus bersedia untuk menyesuaikan diri bila perlu. Adaptasi terkadang berhasil, terkadang bisa merugikan bahkan membahayakan. Memahami budaya yang akan Anda masuki merupakan satu-satunya t dasar yang paling baik untuk perencanaan

Pertimbangan Lingkungan Secara Signifikan mempengaruhi SIKAP PERILAKU PANDANGAN PENGUSAHA ASING

Pola Motivasi Pengusaha Asing Bergantung pada : 1. Latarbelakang Pribadi 2. Posisi i Bisnis i 3. Sumber Otoritas 4. Kepribadian Mereka Sendiri

Moves u r body