Rencana Strategis BAB I PENDAHULUAN Latar belakang

dokumen-dokumen yang mirip
BAB I PENDAHULUAN RENCANA STRATEGIS PERUBAHAN TAHUN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA BLITAR 1

KATA PENGANTAR. Blitar, 5 Juli 2017 KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA BLITAR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

KEPUTUSAN KEPALA BAPPEDA KABUPATEN BLORA NOMOR /2033 TAHUN 2011

RENCANA STRATEGIS BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN BUPATI MADIUN NOMOR 54 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BADAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT KELUARGA BERENCANA KOTA BLITAR

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN KOTA BLITAR

WALIKOTA SINGKAWANG PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Bab I. Pendahuluan. 1.1 Latar Belakang

MEMUTUSKAN : PERATURAN WALIKOTA TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS, FUNGSI, DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 63 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA

TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

BUPATI KULON PROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR 72 TAHUN 2016 TENTANG

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

RENCANA STRATEGIS ( R E N S T R A ) BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH ( B A P P E D A ) PROVINSI BANTEN TAHUN

Uraian Tugas dan Fungsi BAPPEDA

PEMERINTAH KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG

WALIKOTA BLITAR, PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI MALANG PERATURAN BUPATI MALANG NOMOR 20 TAHUN 2011 TENTANG MEKANISME TAHUNAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN KABUPATEN MALANG BUPATI MALANG,

RENCANA STRATEGIS BAPPEDA KOTA BEKASI TAHUN (PERUBAHAN II)

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN BANDUNG

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR

BUPATI PURWOREJO PERATURAN DAERAH KABUPATEN PURWOREJO NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI TEMANGGUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN TEMANGGUNG NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN PERIZINAN TERPADU KABUPATEN BOYOLALI

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA

BUPATI WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Mamasa mempunyai Tugas Pokok, Fungsi & Rincian Tugas Jabatan Struktural sebagai berikut :

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

WALIKOTA CIREBON PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN DAERAH KOTA CIREBON NOMOR 1 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA CIREBON

teknis yang mempunyai urusan wajib dibidang perencanaan pembangunan. Untuk

BUPATI BANYUMAS DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

RENCANA KERJA PEMBANGUNAN DAERAH (RKPD) PROVINSI SUMATERA UTARA TAHUN 2016

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 80 TAHUN 2008 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

WALIKOTA BATAM PROPINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 62 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS BADAN DAERAH

BUPATI MANDAILING NATAL

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 70 TAHUN 2008 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA KECAMATAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN FLORES TIMUR. No. 1, 2013 Penjelasan dalam Tambahan Lembaran Daerah Kabupaten Flores Timur Nomor 0085

BUPATI MALUKU TENGGARA

RENCANA STRATEGIS BAPPEDA KOTA BEKASI TAHUN (PERUBAHAN III)

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 71 TAHUN 2016 TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RENCANA STRATEGIS DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA TAHUN ( RENSTRA PD ) KOTA BLITAR

PEMERINTAH KOTA MALANG SEKRETARIAT DAERAH Jl Tugu Nomor 1 Telp MALANG Kode Pos 65119

BAB I PENDAHULUAN. kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemangku kepentingan didalamnya, guna

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG TIMUR NOMOR 17 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJAR NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI BANJAR,

RENCANA STRATEGIS

BUPATI PENUKAL ABAB LEMATANG ILIR,

PEMERINTAH KABUPATEN KARANGASEM

PEMERINTAH KABUPATEN MUKOMUKO

WALIKOTA YOGYAKARTA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 55 TAHUN 2016 TENTANG

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 35 TAHUN 2013 TENTANG PENJABARAN TUGAS DAN BADAN PENANAMAN MODAL KOTA BATU

Pemerintah Kota Bengkulu BAB 1 PENDAHULUAN

LEMBARAN DAERAH KOTA SUKABUMI

WALIKOTA BATU PERATURAN WALIKOTA BATU NOMOR 28 TAHUN 2013

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 82 TAHUN 2016 TENTANG

PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 12 TAHUN 2008 TENTANG TATA CARA PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR

BAB I PENDAHULUAN I LATAR BELAKANG

BUPATI PURBALINGGA PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI PURBALINGGA NOMOR 75 TAHUN 2016 TENTANG

BAB I P E N D A H U L U A N

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BERITA DAERAH KABUPATEN SUMEDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 PERATURAN BUPATI SUMEDANG NOMOR 18 TAHUN 2009 TENTANG

WALIKOTA BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN WALIKOTA BLITAR NOMOR 69 TAHUN 2016 TENTANG

6. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR SUMATERA SELATAN,

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PERATURAN WALIKOTA MOJOKERTO NOMOR 62 TAHUN 2016 TENT ANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA INSPEKTORAT KOTA MOJOKERTO

GUBERNUR BALI PERATURAN GUBERNUR BALI NOMOR 47 TAHUN 2011 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH PROVINSI BALI

PERATURAN BUPATI BANTUL

BUPATI TRENGGALEK PROVINSI JAWA TIMUR SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN TRENGGALEK NOMOR 4 TAHUN 2014 TENTANG SISTEM PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH

BUPATI LUMAJANG PROVINSI JAWA TIMUR

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

RENCANA KERJA TAHUN 2017 BAGIAN PEMBANGUNAN SEKRETARIAT DAERAH KOTA PADANG

BUPATI TULUNGAGUNG PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI TULUNGAGUNG NOMOR 68 TAHUN 2014 TENTANG

WALIKOTA MALANG PERATURAN WALIKOTA MALANG NOMOR 5 TAHUN 2012 TENTANG URAIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH

WALIKOTA BATAM PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN WALIKOTA BATAM NOMOR 50 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS POKOK, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS DINAS PERTANAHAN

SALINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI GUNUNGKIDUL,

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI WONOSOBO NOMOR 45 TAHUN 2014 TENTANG

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KOTA MATARAM TAHUN 2016

BERITA DAERAH KABUPATEN GUNUNGKIDUL ( Berita Resmi Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ) Nomor : 74 Tahun : 2016

Transkripsi:

Rencana Strategis 6 BAB I PENDAHULUAN.. Latar belakang Secara konseptual dan teknokratis, proses pembangunan dilaksanakan dan diarahkan untuk mencapai tujuan utama pembangunan yang ditetapkan yaitu mewujudkan kemajuan dan peningkatan kemakmuran masyarakat secara bertahap, berkelanjutan dan berkeadilan. Untuk itu, pembangunan kota sebaiknya dikelola secara efektif, efisien dan berkelanjutan (sustainable) dengan melibatkan stakeholder dan lapisan masyarakat. Tugas dan fungsi strategis ini hanya dapat terwujud jika proses pembangunan dilakukan dengan perencanaan yang transparan, responsive, terukur, komprehensif dan akuntabel melalui tahapan yang jelas dengan mempertimbangkan seluruh aspek pembangunan yang terkait dan potensi yang dimiliki Kota Blitar. Perencanaan juga disusun dengan memperhatikan keselarasan dan kesinambungan antara rencana Dokumen perencanaan pembangunan menengah daerah terdiri dari Rencana Pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) dan dokumen Rencana Strategis SKPD (Renstra SKPD). Penyusunan dokumen RPJMD dikoordinasikan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, sedangkan penyusunan Renstra SKPD disusun oleh SKPD sesuai dengan tugas dan kewenangannnya. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) merupakan unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang dalam upaya mencapai keberhasilannya perlu didukung dengan perencanaan yang baik sesuai dengan visi misi organisasi. Pendekatan yang dilakukan adalah melalui perencanaan strategis yang merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang dibuat untuk diimplementasikan oleh organisasi dalam rangka pencapaian tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya. Sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku bahwa setiap SKPD perlu menyusun Rencana Strategis (Renstra) SKPD sebagai dokumen perencanaan pembangunan jangka I

Rencana Strategis 6 menengah. Renstra SKPD disusun sesuai dengan tugas pokok dan fungsi SKPD serta berpedoman pada RPJM daerah dan bersifat indikatif. Pemerintah Kota Blitar telah memiliki dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Blitar 5 5 yang telah disahkan dengan Peraturan Daerah nomor tahun dan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Blitar 6. Penyusunan RPJM Kota Blitar mengacu kepada RPJPD Kota Blitar 5 5, visi, misi dan prioritas Walikota terpilih; dan rancangan rencana teknokratik. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah di Kota Blitar berkewajiban menyusun Rencana Strategis (Renstra). Rencana strategis dimaksud disusun sebagai langkah awal untuk melaksanakan RPJM Kota Blitar, yang dalam penyusunannya dilakukan analisis lingkungan baik internal maupun eksternal dengan memperhitungkan kekuatan (strenghts), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan tantangan (threats). Analisa lingkungan internal digunakan untuk menyusun peta masalah yang selama ini berkembang dan belum dapat terpecahkan, sedangkan analisa lingkungan eksternal adalah upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi perubahan perubahan yang terjadi di luar organisasi. Rencana strategis dimaksudkan untuk mengembangkan strategi secara efektif dan efisien demi terciptanya landasan bagi pengambilan keputusan dalam menghadapi kondisi yang terus berubah. Rencana strategis memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagaimana Peraturan Daerah Kota Blitar Nomor 4 tahun 3 dan berpedoman kepada RPJMD, serta bersifat indikatif. Rencana strategis juga merupakan dokumen publik yang memberikan gambaran wujud pelayanan yang dapat diberikan oleh Bappeda hingga 5 (lima) tahun mendatang. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar merupakan Satuan Kerja Perangkat Daerah sesuai dengan bidang tugasnya membantu Walikota dalam penyelenggaraan pemerintahan di bidang perencanaan pembangunan. Selanjutnya Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah merupakan bagian dari kontrak kinerja Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan Walikota Blitar. I

Rencana Strategis 6 Dalam penyusunan Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dilaksanakan review terhadap RPJMD dan Renstra Provinsi guna keserasian keterpaduan, sinkronisasi dan integrasi pencapaian sasaran pelaksanaan Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, lebih lanjut dalam pelaksanaannya Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dijabarkan dalam Renja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang merupakan perencanaan pembangunan tahunan. Kegiatan perumusan Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dilakukan secara simultan (bersamaan waktunya) dengan proses penyusunan RPJMD Kota Blitar tahun 6, yang merupakan salah satu dokumen rujukan awal dalam penyusunan rancangan Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Untuk mendapatkan masukan guna penajaman dan penyempurnaan substansi rancangan Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dilaksanakan Forum SKPD yang melibatkan para pemangku kepentingan pelayanan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, kesepakatan yang dihasilkan Forum SKPD menjadi acuan untuk penyempurnaan rancangan Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menjadi rancangan akhir Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Selanjutnya rancangan akhir Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah disahkan dengan keputusan Walikota menjadi Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Berdasarkan keputusan Walikota tentang pengesahan Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah tersebut, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menetapkan Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang lebih lanjut akan menjadi pedoman unit kerja dilingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dalam menyusun Rancangan Renja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Hubungan antara Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar Tahun 6 dengan dokumen perencanaan lainnya ditunjukkan oleh gambar sebagaimana yang tertera dibawah ini : I 3

Rencana Strategis 6 Gambar... Hubungan antar Dokumen Perencanaan dengan Dokumen Perencanaan Lainnya RPJP Nasional. Pedoman RPJM Nasional Dijabarkan RKP Pedoman RAPBN Diacu Diperhatikan Diserasikan mell. Musrenbang RPJP Daerah Pedoman RPJM Daerah Dijabarkan RKP Daerah Pedoman RAPBD Pedoman Diacu RENSTRA SKPD Pedoman RENJA SKPD.. Landasan Hukum Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar Tahun 6 disusun berdasarkan pada : a. Undangundang No 8 tahun tentang sistem nasional penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (lembaran Negara RI tahun No 84, (tambahan lembaran Negara RI No 49). b. UndangUndang No 7 Tahun 3 tentang Keuangan Negara. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 3, nomor 47, (tambahan lembaran Negara Republik Indonesia nomor 487). c. UndangUndang No 5 Tahun 4 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. (lembaran Negara Republik Indonesia tahun 4 nomor 4, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 44 ). d. UndangUndang Nomor 33 Tahun 4 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. e. UndangUndang nomor 6 tahun 7 tentang Penataan Ruang ( lembaran Negara Republik Indonesia tahun 7 ). I 4

Rencana Strategis 6 f. UndangUndang Nomor 3 tahun 9 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. g. Undang Undang Nomor 3 tahun 4 tentang Pemerintahan Daerah h. Peraturan pemerintah No 58 Tahun 5 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. i. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 8 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah. j. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 8 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. k. Peraturan Presiden Nomor 9 tahun 4 tentang Sistem Akuntabiltas Kinerja Instansi Pemerintah. l. Peraturan Menteri Dalam Negeri No 3 tahun 6 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, sebagaimana telah diubah terakhir dengan nomor tahun. m. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 tahun tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 8 tentang tahapan tata cara penyusunan, pengendalian dan evaluasi pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. n. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 tahun 4 tentang Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD). o. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 tahun 4 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah provinsi Jawa Timur tahun 49. p. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 tahun tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur tahun 3. q. Peraturan Daerah Kota Blitar nomor Tahun Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Blitar tahun 3 r. Peraturan Daerah Kota Blitar Nomor tahun tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Blitar Tahun 5 5. s. Peraturan Daerah Kota Blitar Nomor 4 tahun 3 tentang Organisasi Perangkat Daerah. I 5

Rencana Strategis 6 t. Peraturan Daerah Kota Blitar Nomor tahun 6 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Blitar tahun 6. u. Peraturan Walikota Blitar Nomor 36 tahun 4 tentang Tata Kerja Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar..3. Maksud dan Tujuan Maksud disusunnya Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah adalah sebagai penjabaran secara operasional visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih yang digambarkan dalam bentuk program, kegiatan Bappeda selama 5 (lima) tahun sesuai masa periode kepemimpinan Kepala Daerah. Tujuan disusunnya Renstra adalah sebagai berikut : a. Merumuskan gambaran umum kondisi pelayanan yang akan dilaksanakan/diselenggarakan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai penjabaran visi, misi Kepala Daerah terpilih selama 5 (lima) tahun. b. Merumuskan gambaran ketersediaan anggaran yang dapat dibelanjakan dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan disertai sasaran dan lokus program/kegiatan selama 5 (lima) tahun ke depan. c. Menerjemahkan visi, misi Kepala Daerah ke dalam tujuan dan sasaran pembangunan daerah selama 5 (lima) tahun sesuai dengan tugas dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dengan berpedoman kepada Perda tentang RPJMD periode berkenaan ; d. Menetapkan berbagai program dan kegiatan prioritas yang disertai dengan indikasi pagu anggaran dan target indikator kinerja yang akan dilaksanakan selama periode RPJMD berkenaan..4. SISTEMATIKA PENULISAN Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar Tahun 6 disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut : I 6

Rencana Strategis 6 BAB I PENDAHULUAN.. Latar Belakang Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra Bappeda, fungsi Renstra Bappeda dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra Bappeda, Keterkaitan Renstra Bappeda dengan RPJMD, K/L dan Renstra Provinsi dan Renja Bappeda... Landasan Hukum. Memuat penjelasan tentang undangundang, peraturan pemerintah, peraturan daerah, dan ketentuan peraturan lainnya yang mengatur tentang struktur organisasi, tugas fungsi kewenangan Bappeda, serta pedoman yang dijadikan acuan dalam penyusunan perencanaan dan penganggaran Bappeda..3. Maksud dan Tujuan Renstra Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari penyusunan Renstra Bappeda..4. Sistematika Penulisan Menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renstra Bappeda, serta susunan garis besar isi dokumen. BAB II GAMBARAN PELAYANAN BAPPEDA Memuat informasi tentang peran (tugas dan fungsi) Bappeda dalam penyelenggaraan urusan pemerintah daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki Bappeda dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra Bappeda periode sebelumnya, mengemukakan capaian program prioritas Bappeda yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatanhambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra Bappeda ini... Tugas, Fungsi, Struktur Organisasi Bappeda I 7

Rencana Strategis 6 Memuat penjelasan umum tentang dasar hukum pembentukan Bappeda, struktur organisasi Bappeda, serta uraian tugas dan fungsi... Sumber Daya Bappeda Memuat penjelasan ringkas tentang macam sumber daya yang dimiliki Bappeda dalam menjalankan tugas fungsinya, mencakup sumber daya manusia, aset/modal..3. Kinerja pelayanan Bappeda Sub bab ini menunjukkan tingkat capaian kinerja Bappeda berdasarkan sasaran/target Renstra Bappeda periode sebelumnya..4 Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan Bappeda Mengemukakan macam pelayanan, perkiraan kebutuhan pelayanan, dan arahan lokasi pengembangan pelayanan yang dibutuhkan. BAB III ISUISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.. Identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Bappeda. Mengemukakan permasalahanpermasalahan pelayanan Bappeda beserta faktorfaktor yang mempengaruhinya. 3.. Telaahan visi, misi dan Program Walikota dan Wakil Walikota terpilih. Mengemukakan tugas dan fungsi Bappeda yang terkait dengan visi, misi, serta program Walikota dan Wakil Walikota terpilih, termasuk faktorfaktor penghambat dan pendorong pelayanan Bappeda yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota terpilih. 3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Mengemukakan faktorfaktor penghambat ataupun pendorong dari pelayanan Bappeda yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Bappeda ditinjau dari sasaran jangka menengah Renstra K/L ataupun Renstra Bappeda Provinsi dan Kota Blitar. 3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis. I 8

Rencana Strategis 6 Mengemukakan faktorfaktor penghambat dan pendorong dari pelayanan Bappeda yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Bappeda ditinjau dari implikasi RTRW dan KLHS. 3.5. Penentuan Isu isu strategis Mengemukakan informasi isu strategis yang akan ditangani melalui Renstra Bappeda. BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4. Tujuan dan sasaran jangka menengah Bappeda Mengemukakan rumusan pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah Bappeda. 4. Strategi dan Kebijakan Bappeda Mengemukakan rumusan pernyataan strategis dan kebijakan Bappeda dalam lima tahun mendatang. BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN, DAN PENDANAAN INDIKATIF Mengemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif. BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Mengemukakan indikator kinerja Bappeda yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai Bappeda dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. BAB VII PENUTUP I 9

Rencana Strategis 6 BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH.. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Sesuai dengan Peraturan Walikota Blitar nomor 36 tahun 4, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar merupakan unsur perencana penyelenggara pemerintahan daerah yang bertugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah dan statistik. Untuk menjalankan tugas dimaksud, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah mempunyai fungsi : Perumusan kebijakan di bidang perencanaan pembangunan daerah, statistik, penataan ruang, penelitian dan pengembangan berdasar peraturan perundang undangan yang berlaku; Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum pada bidang urusan perencanaan pembangunan daerah, statistik, penataan ruang, penelitian dan pengembangan; Pengkoordinasian penyelenggaraan perencanaan pembangunan daerah, statistik, penataan ruang, penelitian dan pengembangan; Penyelenggaraan tugas perencanaan pembangunan daerah, statistik, penataan ruang, penelitian dan pengembangan; Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan data pembangunan daerah; Penyelenggaraan penelitian dan pengembangan untuk kepentingan penyelenggaraan pemerintahan daerah; II

Rencana Strategis 6 Pengkoordinasian dan pengendalian pelaksanaan kegiatan tugas pembantuan; Penyusunan, penetapan dan pengkoordinasian penerapan Rencana Tata ruang Wilayah Daerah; Pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas dibidang perencanaan pembangunan daerah, statistik, penataan ruang, penelitian dan pengembangan; Pelaksanaan monitoring, evaluasi dan laporan pelaksanaan perencanaan pembangunan daerah, statistik, penataan ruang, penelitian dan pengembangan; Pelaksanaan pengendalian, pengawasan dan pembinaan di bidang administrasi kepegawaian, pengelolaan anggaran dan pelaksanaan tugas badan; Penyelenggaraan keamanan, kebersihan, dan kenyamanan bekerja di lingkungan badan; Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas dan kinerja Badan; Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan bidang tugasnya. Selanjutnya menurut Peraturan Daerah Kota Blitar nomor 4 tahun 3, disebutkan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah terdiri atas :. Kepala Badan;. Sekretariat; 3. Bidang Perencanaan Ekonomi Sosial Budaya; 4. Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah dan Tata Ruang; 5. Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; 6. Bidang Data, Penelitian dan Pengembangan; 7. Kelompok Jabatan Funsional. Sekretariat dipimpin oleh seorang Sekretaris sedangkan masing masing bidang dipimpin oleh Kepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bagan II

Rencana Strategis 6 Struktur Organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah terlampir). Uraian tugas dari masing masing struktur adalah sebagai berikut:. Sekretariat Sekretariat mempunyai tugas melaksanakan pelayanan administrasi di lingkungan Badan meliputi perencanaan, pengkoordinasian tugas pada bidang bidang, pengelolaan administrasi umum, rumah tangga, administrasi kepegawaian dan administrasi keuangan. Untuk melaksanakan tugas tersebut sekretariat mempunyai fungsi : a. Pengkoordinasia perumusan kebijakan teknis Kepala Badan berdasarkan peraturan perundang undangan dan kebijakan Kepala Badan ; b. Pengkoordinasian dan penyiapan bahan penyusunan perencanaan dan program kerja badan dari masing masing bidang secara terpadu; c. Pengkoordinasian dan fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi bidang bidang di lingkungan Badan ; d. Perumusan dan pelaksanaan kebijakan teknis dan penyusunan program / kegiatan Sekretariat ; e. Pengkoordinasi dan penyusunan Rencana Strategis (Renstra), Rencana Kerja (Renja) dan Rencana Kinerja Tahunan (RKT) Badan ; f. Pengkoordinasian dan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA) badan ; g. Pengkoordinasian penyusunan dan pelaksanaan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA) ; h. Fasilitasi penyusunan Penetapan Kinerja (PK) Badan ; i. Pengkoordinasian internal dan eksternal serta pembinaan penyelenggaraan organisasi dan tatalaksana organisasi Badan ; II 3

Rencana Strategis 6 j. Pengkoordinasian dan fasilitasi pengelolaan urusan rumah tangga dan tata usaha Badan ; k. Pengkoordinasian dan fasilitasi administrasi perjalanan dinas, tugas tugas keprotokolan dan kehumasan ; l. Pengkoordinasian dan fasilitasi pengelolaan administrasi perlengkapan, sarana prasarana, keamanan kantor dan penyelenggaraan rapat rapat dinas ; m. Pengkoordinasian dan fasiltiasi pelaksanaan pembelian / pengadaan atau pembangunan asset tetap berwujud yang akan digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi ; n. Fasilitasi pelaksanaan pemeliharaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyeloenggaraan tugas pokok dan fungsi ; o. Fasilitasi pelaksanaan kebijakan pengelolaan barang milik daerah ; p. Pengkoordinasi pengusulan penataan organisasi, tata laksana dan produk humum lainnya ; q. Fasilitasi pelaksanaan verifikiasi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) keuangan ; r. Pengkoordinasian penyusunan tindak lanjut hasil pemeriksaan ; s. Fasilitasi dan koordinasi penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) masing masing bidang dan Standar Pelayanan Publik (SPP) ; t. Fasilitasi pelaksanaan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP); u. Fasilitasi pelaksanaan pengukuran Indeks Kepuasan masyarakat (IKM) dan / atau pelaksanaan pengumpulan pendapat pelanggan secara periodek yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan ; v. Fasilitasi penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP), Laporan Keterangan II 4

Rencana Strategis 6 Pertanggungjawaban Walikota (LKPJ), dan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) ; w. Pengkoordinasian dan fasilitasi pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang perencanaan, penelitian dan pengembangan serta statistic ; x. Penyampaian data hasil pembangunan dan informasi lainnya terkait layanan bidang Perencanaan, penelitian dan pengembangan serta statistic secara berkala melalui sub domain website Pemerintah Daerah ; y. Penyelenggaraan dan pengkoordinasian pelaksanaan pelayanan informasi dan publikasi ; z. Penyelenggaraan, pembinaan dan pengendalian pelayanan administrasi umum, kepegawaian dan penatausahaan keuangan; aa. Pengkoordinasian penyusunan perencanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan kinerja Badan ; bb. Pelaksanaan tugas kedinasan yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan bidang tugasnya. Dalam menjalankan tugas dan fungsi dimaksud, Sekretaris Bappeda dibantu oleh :. Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian dan Kearsipan Kepala Sub Bagian Umum, Kepegawaian dan Kearsipan dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Sekretaris. Dalam melaksanakan tugas dimaksud, Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai fungsi : Menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional di bidang administrasi umum ; Mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan administrasi umum ; II 5

Rencana Strategis 6 Menyusun dan melaksanakan rencana program dan/atau kegiatan Sub Bagian Umum, Sekretariat Badan, Kepegawaian dan Kearsipan; Menyelenggarakan kegiatan pelayanan administrasi umum; Melaksanakan dan mengelola surat menyurat dan tata kearsipan ; Melaksanakan dan mengelola urusan rumah tangga, protokoler upacara dan rapat dinas ; Pengelolaan administrasi perjalanan dinas dan tugas tugas kehumasan ; Melaksanakan urusan keamanan, kebersihan dan tata laksana; Menyusun, mengelola dan memelihara data administrasi kepegawaian ; Melaksanakan dan pengendalian tata usaha pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, perawatan barang inventaris sesuai ketentuan yang berlaku ; Melaksanakan pemeliharaan barang milik daerah yang digunakan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi; Melaksanakan kebijakan pengelolaan barang millik daerah; Melaksanakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) ; Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas, pendataan hasil kerja serta menyusun pelaporan kinerja adminisrasi umum; Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.. Kepala Sub Bagian Keuangan II 6

Rencana Strategis 6 Kepala Sub Bagian Keuangan dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Sekretaris. Untuk menjalankan tugas dimaksud, Kepala Sub Bagian Keuangan berfungsi : Menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional di bidang administrasi keuangan; Mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan administrasi keuangan; Pengkoordinasian penyusunan rencana anggaran yang mencakup rencana anggaran operasional dan rencana anggaran kegiatan masingmasing bidang dan sekretariat dilingkungan Badan; Menyusun dan melaksanakan rencana program dan/atau kegiatan administrasi keuangan; Melaksanakan penyusunan Rencana Kerja Anggaran (RKA), Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) dan Dokumen Perubahan Pelaksanaan Anggaran (DPPA); Melakukan penatausahaan keuangan Badan; Melaksanakan pengelolaan urusan gaji pegawai Badan; Melaksanakan penyiapan usulan pejabat pengelola keuangan di lingkup Badan; Melaksanakan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP); Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas, pendataan hasil kerja serta menyusun pelaporan kinerja administrasi keuangan ; Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya. 3. Kepala Sub Bagian Program II 7

Rencana Strategis 6 Kepala Sub Bagian Program dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Sekretaris. Untuk menjalankan tugas dimaksud, Kepala Sub Bagian Program mempunyai fungsi : Menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional di sub bagian Program; Mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan perencanaan program; Pengkoordinasian penyusunan rencana program dan kegiatan dilingkungan Badan; Menyusun dan melaksanakan rencana programd an/atau kegiatan perencanaan dan pelaporan kinerja Badan; Melakukan kegiatan pelayanan di sub bagian Pogram; Penyusunan Rencana Strategis, Rencana Kerja dan Rencana Kinerja Tahunan Badan; Fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan musyawarah rencana pembangunan di tingkat Kota; Melakukan penyusunan dokumen perencanaan dan pelaporan kinerja Badan; Melaksanakan penyusunan Penetapan Kinerja (PK) Badan; Menyusun dan melaksanakan Standar Pelayanan Publik (SPP) Badan; Melaksanakan pengelolaan pengaduan masyarakat di bidang Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan dan Statistik; Melaksanakan pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) Badan dan /atau pelaksanaan II 8

Rencana Strategis 6 pengumpulan pendapat pelanggan secara period yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan; Melaksanakan fasilitasi penyusunan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah Badan, laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah sesuai dengan peraturan perundangan; Melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan tugas serta pendataan hasil kerja di sub bagian Program; Pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana program dan kegiatan tahunan Badan; Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Sekretaris sesuai dengan bidang tugasnya.. Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial, Budaya Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial, Budaya dipimpin oleh seorang Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial, Budaya yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan dan mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis dan menyelenggarakan program dan/atau kegiatan Perencanaan Ekonomi, Sosial, Budaya. Untuk menjalankan tugas dimaksud, Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial, Budaya mempunyai fungsi : Perumusan kebijakan teknis di bdiang perencanaan ekonomi, sosial, budaya berdasarkan peraturan perundang undangan dan kebijakan Kepala Badan; Penyusunan dan pelaksanaan program dan/atau kegiatan pendukung di bidang perencanaan ekonomi, sosial, budaya; Pengkoordinasian dan penyelenggaraan tugas perencanaan ekonomi, sosial, budaya; II 9

Rencana Strategis 6 Pelaksanaan koordinasi, sinkronisasi perencanaan, penganggaran dan pengendalian pembangunan urusan Pendidikan, Kesehatan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Penanaman Modal, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Sosial, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Pariwisata, Pertanian, Perikanan, Perdagangan, perindustrian dan transmigrasi. penyusunan instrumen operasional perencanaan dan penganggaran urusan Pendidikan, Kesehatan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Penanaman Modal, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Sosial, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Pariwisata, Pertanian, Perikanan, Perdagangan, Perindustrian dan Transmigrasi ; pengkoordinasian dan fasilitasi penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Penetapan Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) pelaksanaan kerjasama perencanaan pembangunan antar pemerintah daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat dan antara daerah dengan swasta, dalam dan luar negeri urusan Pendidikan, Kesehatan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Penanaman Modal, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Sosial, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Pariwisata, Pertanian, Perikanan, Perdagangan, Perindustrian dan Transmigrasi ; pelaksanaan pengelolaan data dan informasi pembangunan daerah urusan Pendidikan, Kesehatan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Penanaman Modal, Ketahanan Pangan, Pemberdayaan Perempuan dan II

Rencana Strategis 6 Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Sosial, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Pariwisata, Pertanian, Perikanan, Perdagangan, Perindustrian dan Transmigrasi ; pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas perencanaan bidang ekonomi, sosial dan budaya; pelaksanaan monitoring dan pelaporan kinerja di bidang perencanaan ekonomi, sosial dan budaya; pelaksanaan tugas kedinasan yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan bidang tugasnya. Dalam menjalankan tugas dan fungsi dimaksud, Kepala Bidang dibantu oleh :. Kepala Sub Bidang Perencanaan Ekonomi Kepala Sub Bidang Perencanaan Ekonomi dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial, Budaya Untuk menjalankan tugas dimaksud, Kepala Sub bidang Perencanaan Daerah mempunyai tugas : menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional di bidang perencanaan ekonomi ; mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan perencanaan ekonomi; menyusun dan melaksanakan rencana program dan/atau kegiatan perencanaan ekonomi; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria perencanaan ekonomi mempersiapkan perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Penanaman Modal, Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, Perdagangan dan Perindustrian ; II

Rencana Strategis 6 mempersiapkan bahan koordinasi, sinkronisasi perencanaan, penganggaran urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Penanaman Modal, Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, Perdagangan dan Perindustrian ; menyusun instrumen operasional perencanaan dan penganggaran urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Penanaman Modal, Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, Perdagangan dan Perindustrian ; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan dibidang pendapatan daerah ; mempersiapkan data dalam rangka fasilitasi dan koordinasi penyusunan KUA PPAS; melaksanakan supervisi dan konsultasi kerjasama perencanaan pembangunan urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Penanaman Modal, Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, Perdagangan dan Perindustrian ; melakukan pengendalian terhadap implementasi pelaksanaan rencana pembangunan urusan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Penanaman Modal, Ketahanan Pangan, Pertanian, Perikanan, Perdagangan, Perindustrian dan pendapatan daerah ; melakukan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi perencanaan ekonomi ; melakukan pendataan hasil kerja perencanaan ekonomi ; memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas serta menyusun laporan kinerja sesuai dengan bidang tugasnya ; II

Rencana Strategis 6 melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang perencanaan ekonomi, sosial budaya sesuai dengan bidang tugasnya.. Kepala Sub Bidang Perencanaan Sosial Budaya Kepala Sub Bidang Perencanaan Sosial Budaya dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Perencanaan Ekonomi, Sosial, Budaya Untuk menjalankan tugas dimaksud, Kepala Sub Bidang Perencanaan Sosial Budaya mempunyai fungsi : menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional di bidang perencanaan Sosial Budaya ; mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan perencanaan Sosial Budaya; menyusun dan melaksanakan rencana program dan/atau kegiatan perencanaan Sosial Budaya; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria perencanaan Sosial Budaya; mempersiapkan perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Sosial, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Pariwisata dan Transmigrasi ; mempersiapkan bahan koordinasi, sinkronisasi perencanaan, penganggaran urusan Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga II 3

Rencana Strategis 6 Sejahtera, Sosial, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Pariwisata dan Transmigrasi ; menyusun instrumen operasional perencanaan dan penganggaran urusan Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Sosial, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Pariwisata dan Transmigrasi ; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan dibidang sosial budaya ; melaksanakan supervisi dan konsultasi kerjasama perencanaan pembangunan urusan Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Sosial, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Pariwisata dan Transmigrasi ; melakukan pengendalian terhadap implementasi pelaksanaan rencana pembangunan urusan Pendidikan, Kesehatan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera, Sosial, Ketenagakerjaan, Kebudayaan, Pariwisata dan Transmigrasi ; melakukan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi perencanaan sosial budaya ; melakukan pendataan hasil kerja perencanaan sosial budaya ; memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas serta menyusun laporan kinerja sesuai dengan bidang tugasnya ; melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang perencanaan ekonomi, sosial budaya sesuai dengan bidang tugasnya. II 4

Rencana Strategis 6 3. Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah dan Tata Ruang Bidang Perencanaan Program dipimpin oleh seorang Kepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan dan mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis dan menyelenggarakan program dan/atau kegiatan Perencanaan Prasarana Wilayah dan Tata Ruang. Untuk menjalankan tugas dimaksud, Kepala Bidang Perencanaan Program mempunyai fungsi: perumusan kebijakan teknis dibidang perencanaan Prasarana Wilayah dan Tata Ruang berdasarkan peraturan perundangundangan dan kebijakan Kepala Badan ; pelaksanaan koordinasi, sinkronisasi perencanaan, penganggaran dan pengendalian pembangunan urusan Pekerjaan Umum, Lingkungan Hidup, Penataan Ruang, Perumahan, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM; penyusunan instrumen operasional perencanaan dan penganggaran urusan Pekerjaan Umum, Lingkungan Hidup, Penataan Ruang, Perumahan, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM; pengkoordinasian dan fasilitasi penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah; penyusunan dan pelaksanaan program dan / atau kegiatan di bidang Prasarana Wilayah dan Tata Ruang ; penyusunan perencanaan penataan ruang dan kawasan strategis; pengkoordinasian kerjasama dan investasi di kawasan strategis daerah dan kawasan lintas daerah bekerjasama dengan pemerintah propinsi, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dari dalam dan luar negeri ; II 5

Rencana Strategis 6 pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas perencanaan Prasarana Wilayah dan Tata Ruang ; pemantauan dan pelaporan kinerja dibidang perencanaan Prasarana Wilayah dan Tata Ruang ; pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan bidang tugasnya ; Dalam menjalankan tugas dan fungsi dimaksud, Kepala Bidang dibantu oleh :. Kepala Sub Bidang Perencanaan Cipta Karya dan Tata Ruang Kepala Sub Bidang Perencanaan Cipta Karya dan Tata Ruang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Perencanaan Wilayah dan Tata Ruang. Untuk menjalankan tugas dimaksud, Kepala Sub Bidang Perencanaan Cipta Karya dan Tata Ruang mempunyai tugas : menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional di bidang perencanaan keciptakaryaan dan tata ruang ; mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan perencanaan keciptakaryaan dan tata ruang ; menyusun rencana program dan/atau kegiatan di bidang perencanaan keciptakaryaan dan tata ruang ; mempersiapkan perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan ; mengkoordinasikan, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan ; II 6

Rencana Strategis 6 menyusun instrumen operasional perencanaan dan penganggaran urusan Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan ; melaksanakan bimbingan, supervisi dan konsultasi pengelolaan urusan Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan ; menyiapkan bahan koordinasi pengembangan wilayah dan perbatasan; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria perencanaan keciptakaryaan dan tata ruang ; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan urusan Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan ; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan, penetapan Rencana Tata Ruang dan Master Plan rencana pembangunan ; melaksanakan pengendalian terhadap implementasi pelaksanaan rencana pembangunan urusan Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan ; melaksanakan pengendalian terhadap pemanfaatan ruang wilayah perkotaan dan kawasan strategis ; melaksanakan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi perencanaan keciptakaryaan dan tata ruang ; melaksanakan pendataan hasil kerja perencanaan keciptakaryaan dan tata ruang ; memantau dan melaporkan kinerja di bidang keciptakaryaan dan tata ruang ; melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah dan Tata Ruang sesuai dengan bidang tugasnya. II 7

Rencana Strategis 6. Kepala Sub Bidang Perencanaan Lingkungan Hidup, ESDM dan Perhubungan Kepala Sub Bidang Perencanaan Lingkungan Hidup, ESDM dan Perhubungan dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Perencanaan Wilayah dan Tata Ruang. Kepala Sub Bidang Perencanaan Fisik Sarana dan Prasarana mempunyai tugas : menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan perencanaan urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; menyusun dan melaksanakan rencana program dan/atau kegiatan urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; mempersiapkan perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; mengkoordinasikan, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; menyusun instrumen operasional perencanaan dan penganggaran urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; melaksanakan bimbingan, supervisi dan konsultasi pengelolaan urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; II 8

Rencana Strategis 6 menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria perencanaan urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; melaksanakan pengendalian terhadap implementasi pelaksanaan rencana pembangunan urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; melaksanakan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi perencanaan urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; melaksanakan pendataan hasil kerja perencanaan urusan perencanaan Lingkungan Hidup, Perhubungan, Kehutanan dan ESDM ; mengumpulkan, mengolah bahan penyusunan rencana kebijakan pembangunan strategis daerah, tahun jamak dan jangka menengah; mengkoordinasikan pelaksanaan program dan kegiatan tahun jamak; fasilitasi penyusunan rencana pembangunan jangka menengah pemerintah daerah ; memantau dan melaporkan kinerja di bidang Lingkungan Hidup, ESDM dan Perhubungan ; melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perencanaan Prasarana Wilayah dan Tata Ruang sesuai dengan bidang tugasnya. 4. Bidang Perencanaan Pemerintahan Kesejahteraan Rakyat II 9

Rencana Strategis 6 Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat dipimpin seorang Kepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan dan mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis dan menyelenggarakan program dan/atau kegiatan Perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Untuk menjalankan tugas dimaksud, Kepala Bidang melaksanakan fungsi : perumusan kebijakan teknis dibidang perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat berdasarkan peraturan perundangundangan dan kebijakan Kepala Badan ; pelaksanaan koordinasi, sinkronisasi perencanaan, penganggaran dan pengendalian pembangunan urusan Pertanahan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian, Komunikasi dan Informatika, Kearsipan, Kepemudaan dan Olah Raga, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Perpustakaan; penyusunan instrumen operasional perencanaan dan penganggaran urusan Pertanahan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian, Komunikasi dan Informatika, Kearsipan, Kepemudaan dan Olah Raga, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Perpustakaan; pengkoordinasian dan fasilitasi penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah; II

Rencana Strategis 6 penyusunan dan pelaksanaan rencana kebijakan dan fasilitasi penerapan programprogram reformasi birokrasi; pengkoordinasian kerjasama dengan pemerintah daerah, masyarakat dan dunia usaha dibidang perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas perencanaan dibidang perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; pemantauan dan pelaporan kinerja dibidang perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat; pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan bidang tugasnya. Dalam menjalankan tugas dan fungsi dimaksud, Kepala Bidang dibantu oleh :. Kepala Sub Bidang Perencanaan Pemerintahan Kepala Sub Bidang Perencanaan Pemerintahan dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Kepala Sub Bidang Perencanaan Pemerintahan mempunyai tugas : menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional di bidang perencanaan Pemerintahan; mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan perencanaan Pemerintahan; menyusun dan melaksanakan rencana program dan/atau kegiatan di bidang perencanaan Pemerintahan; mempersiapkan perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan Pertanahan, Kependudukan II

Rencana Strategis 6 dan Catatan Sipil, Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian, Komunikasi dan Informatika ; mengkoordinasikan, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan Pertanahan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian, Komunikasi dan Informatika ; menyusun instrumen operasional perencanaan dan penganggaran urusan Pertanahan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian, Komunikasi dan Informatika ; melaksanakan bimbingan, supervisi dan konsultasi pengelolaan urusan Pertanahan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian, Komunikasi dan Informatika ; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria perencanaan pemerintahan ; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan urusan Pertanahan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, II

Rencana Strategis 6 Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian, Komunikasi dan Informatika ; melaksanakan pengendalian terhadap implementasi pelaksanaan rencana pembangunan urusan Pertanahan, Kependudukan dan Catatan Sipil, Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian, dan Persandian, Komunikasi dan Informatika ; melaksanakan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi perencanaan pemerintahan; melaksanakan pendataan hasil kerja perencanaan pemerintahan; fasilitasi penyusunan rencana kerja pemerintah Daerah Kota Blitar; memantau dan melaporkan kinerja dibidang pemerintahan; melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sesuai dengan bidang tugasnya.. Kepala Sub Bidang Perencanaan Kesejahteraan Rakyat Kepala Sub Perencanaan Kesejahteraan Rakyat dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Kepala Sub Bidang Perencanaan Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas : menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional di bidang perencanaan Kesejahteraan Rakyat ; II 3

Rencana Strategis 6 mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan perencanaan Kesejahteraan Rakyat ; menyusun dan melaksanakan rencana program dan/atau kegiatan di bidang perencanaan Kesejahteraan Rakyat ; mempersiapkan perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan Kepemudaan dan Olah Raga, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kearsipan, dan Perpustakaan; mengkoordinasikan, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan Kepemudaan dan Olah Raga, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kearsipan, dan Perpustakaan; menyusun instrumen operasional perencanaan dan penganggaran urusan Kepemudaan dan Olah Raga, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kearsipan, dan Perpustakaan; melaksanakan bimbingan, supervisi dan konsultasi pengelolaan urusan Kepemudaan dan Olah Raga, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kearsipan, dan Perpustakaan; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria perencanaan kesejateraan rakyat ; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan rencana pembangunan urusan Kepemudaan dan Olah Raga, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kearsipan, dan Perpustakaan; melakukan pengendalian terhadap implementasi pelaksanaan rencana pembangunan urusan Kepemudaan dan Olah Raga, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kearsipan, dan Perpustakaan; II 4

Rencana Strategis 6 melakukan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi perencanaan kesejateraan rakyat; melakukan pendataan hasil kerja perencanaan kesejahteraan rakyat; pemantauan dan pelaporan kinerja dibidang kesejahteraan rakyat ; melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Perencanaan Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat sesuai dengan bidang tugasnya. 5. Bidang Data dan Penelitian Pengembangan Bidang Data dan Penelitian Pengembangan dipimpin seorang Kepala Bidang yang dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Badan dan mempunyai tugas pokok merumuskan kebijakan teknis dan menyelenggarakan program dan/atau kegiatan data, penelitian dan pengembangan. Untuk menjalankan tugas dimaksud, Kepala Bidang melaksanakan fungsi : perumusan kebijakan teknis dibidang data, statistik daerah, penelitian dan pengembangan berdasarkan peraturan perundangundangan dan kebijakan Kepala Badan ; mengkoordinasikan, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran pembangunan urusan statistik ; penyusunan dan pelaksanaan program dan/atau kegiatan pendukung di bidang data, statistik daerah, penelitian dan pengembangan ; pengkoordinasian dan penyelenggaraan tugas pengolahan data dan statistik, pelaporan dan evaluasi, penelitian dan pengembangan ; II 5

Rencana Strategis 6 pelaksanaan sinkronisasi, pengolahan, analisis, validasi, publikasi, monitoring data, statistik daerah dan hasil penelitian ; pelaksanaan program penelitian dan pengembangan terhadap sumber daya serta sistem dan mekanisme penyelenggaraan pemerintahan daerah ; pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas di bidang data, statistik daerah, penelitian dan pengembangan ; pemantauan, evaluasi dan pelaporan kinerja di bidang data, statistik daerah, penelitian dan pengembangan ; pengkoordinasian pelaksanaan evaluasi pembangunan daerah ; pengkoordinasian dan fasilitasi penyusunan rencana pembangunan jangka panjang daerah ; pelaksanaan tugas kedinasan yang diberikan oleh Kepala Badan sesuai dengan bidang tugasnya. Dalam menjalankan tugas dan fungsi dimaksud, Kepala Bidang dibantu oleh :. Kepala Sub Bidang Data dan Statistik Kepala Sub Bidang Data dan Statistik dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Data dan Penelitian Pengembangan. Kepala Sub Bidang Data dan Statistik mempunyai tugas : menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional di bidang pengolahan data dan statistik daerah ; mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan pengolahan data dan statistik daerah ; II 6

Rencana Strategis 6 menyusun dan melaksanakan rencana program dan/atau kegiatan pengolahan data dan statistic daerah ; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria pengolahan data dan statistik daerah ; menyiapkan instrumen operasional pengumpulan, analisis dan pelaporan data dan statistik daerah ; melaksanakan pengumpulan dan sinkronisasi data dengan instansi terkait untuk keperluan validasi data; melaksanakan analisa dan pemutakhiran data; melaksanakan publikasi data; melakukan pengelolaan data dan informasi pembangunan daerah ; menyusun statistik daerah berdasarkan data yang telah diklarifikasi; mengolah datadata statistik daerah hasil pelaksanaan pembangunan ; melaksanakan publikasi statistik daerah dan penyajian secara spasial ; melakukan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi pengolahan data dan statistik daerah ; menyiapkan data sebagai bahan evaluasi terhadap rencana program dan kegiatan pembangunan daerah ; fasilitasi penyusunan rencana pembangunan jangka panjang daerah ; pemantauan dan penyusunan laporan kinerja di bidang data dan statistik ; melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Data dan Penelitian Pengembangan sesuai dengan bidang tugasnya.. Kepala Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan II 7

Rencana Strategis 6 Kepala Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan dalam melaksanakan tugasnya berada di bawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Bidang Data dan Penelitian Pengembangan Kepala Sub Bidang Penelitian dan Pengembangan mempunyai tugas : menyiapkan dan menganalisa data sebagai bahan perumusan kebijakan operasional penelitian dan pengembangan ; mengumpulkan dan menganalisa data sebagai bahan koordinasi dan pembinaan kegiatan penelitian dan pengembangan ; menyusun rencana program dan/atau kegiatan penelitian dan pengembangan ; menyiapkan data sebagai bahan penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria penelitian dan pengembangan ; melakukan survei terhadap pokok permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan ; melakukan inventarisasi dan identifikasi pokok permasalahan dalam pelaksanaan pembangunan ; menyiapkan data sebagai bahan kerjasama penelitian dan pengembangan pembangunan antar daerah dan antara daerah dengan swasta, dalam dan luar negeri ; menyiapkan data sebagai bahan bimbingan supervisi dan konsultasi kerjasama pembangunan dengan pemerintah propinsi, pemerintah, swasta dan masyarakat, dalam dan luar negeri ; melakukan kegiatan pelayanan teknis dan administrasi kegiatan penelitian dan pengembangan ; melakukan pendataan hasil kerja kegiatan penelitian dan pengembangan ; II 8

Rencana Strategis 6 o pemantauan dan penyusunan laporan kinerja di bidang penelitian dan pengembangan ; melaksanakan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Bidang Data dan Penelitian Pengembangan sesuai dengan bidang tugasnya. Sedangkan struktur organisasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar digambarkan sebagai berikut : II 9

Rencana Strategis Tahun 6 Gambar II. SUSUNAN ORGANISASI BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH JABATAN FUNGSIONAL KEPALA BADAN SEKRETARIS SUB BAG UMUM, KEPEGAWAIAN & KEARSIPAN SUB BAG KEUANGAN SUB BAG PROGRAM BIDANG PERENCANAAN EKONOMI SOSIAL BUDAYA BIDANG PERENCANAAN PRASWIL DAN TATA RUANG BIDANG PERENCANAAN PEMERINTAHAN & KESRA BIDANG DATA, PENELITIAN & PENGEMBANGAN SUBBID. PERENCANAAN EKONOMI SUBBID. PERENC. CIPTA KARYA&TATA RUANG SUBBID. PERENCANAAN PEMERINTAHAN SUBBID. DATA SUBBID. PERENCANAAN SOSIAL BUDAYA SUBBID. PERENC.LINGKUNGAN HIDUP, ESDM DAN PERHUBUNGAN SUBBID. PERENCANAAN KESEJAHTERAAN RAKYAT SUBBID. PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN.. Sumber Daya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah a. Sumber Daya Manusia Sumber Daya manusia mempunyai peranan yang sangat penting dalam pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Dalam melaksanakan tugas dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar, didukung oleh personil sebanyak 3 orang dengan perincian sebagaimana yang tertera dalam tabel berikut ini : Tabel II. Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Pria 5 orang Wanita 6 orang Jumlah 3 orang Tingkat pendidikan pegawai merupakan faktor yang sangat penting di dalam pelaksanaan unit organisasi karena tanpa didukung oleh pendidikan yang memadai maka profesionalisme pegawai tidak akan terwujud. Untuk mengetahui tingkat pendidikan yang dimiliki oleh aparatur Badan II3

Rencana Strategis Tahun 6 Perencanaan Pembangunan Daerah Kota dibawah ini Blitar dapat dilihat pada tabel Tabel II. Jumlah Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan No Tingkat pendidikan Jumlah Pasca Sarjana (S) 4 orang Sarjana (S) 8 orang 3 Diploma (D3) orang 4 Sekolah Menengah Atas (SMA) 6 orang 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP) 6 Sekolah Dasar (SD) orang Jumlah 3 orang Golongan ruang mempunyai keterkaitan dengan karier pegawai, dimana karier pegawai dapat mendukung tugas dan fungsi organisasi. Berdasarkan data yang ada, golongan ruang pegawai Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar terlihat dalam tabel berikut ini : Tabel II.3 Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan Ruang No Golongan /Ruang Jumlah IV / c orang IV / b orang 3 IV / a 4 orang 4 III / d 6 orang 5 III / c 6 orang 6 III / b 3 orang 7 III / a 3 orang 8 II / d orang 9 II / c orang II / b 4 orang II /a orang I/ d orang 3 Kontrak orang Jumlah 3 orang Didalam melaksanakan tugas dan fungsi suatu unit organisasi dibedakan antara pemegang jabatan struktural dan pemegang jabatan non struktural ke pemegang jabatan tersebut mempunyai peranan yang sangat penting didalam mendukung tugas dan fungsi organisasi. Untuk melihat jumlah pemegang jabatan baik struktural maupun pemegang jabatan non II3

Rencana Strategis Tahun 6 struktural pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar ditunjukkan dengan tabel berikut ini : Tabel II.4 Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan No Jabatan Jumlah Struktural 7 orang Non Struktural 4 orang Jumlah 3 orang Dalam rangka meningkatkan kinerja, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar mengirimkan personil untuk mengikuti diklat kepemimpinan maupun diklat fungsional. Untuk melihat jumlah peserta diklat sebagaimana yang disajikan dalam tabel berikut berikut ini : Tabel.5 Jumlah Pegawai yang Mengikuti Diklat No Jenis Diklat Jumlah a. Diklat Kepemimpinan ) Diklat PIM II ) Diklat PIM Tk. III 3) Diklat PIM Tk. IV 4) SPAMA 5) ADUMLA 6) ADUM orang 5 orang orang orang orang orang b. Sarana Prasarana Prasarana kantor yang digunakan Bappeda Kota Blitar adalah Gedung kantor Bappeda terdapat di lantai gedung jalan Merdeka noomor 5 Kota Blitar. Ruangan tempat kerja terdiri dari ruang Kepala Bappeda, ruang kerja sekretariat, 4 ruang kerja bidang, ruang rapat dan Semua ruang kerja dan ruang rapat dilengkapi dengan AC, dengan kondisi tempat kerja tersebut sudah memadai. Permasalahan yang ditemui adalah belum adanya wastafel, kamar mandi dan WC. Melihat kondisi sarana prasarana yang tersedia, dapat dilihat dalam tabel berikut ini : II3

Rencana Strategis Tahun 6 Tabel II.6 Jumlah Sarana Prasarana yang ada di Bappeda Kota Blitar NO NAMA BARANG JUMLAH KETERANGAN Mobil 3 Baik Sepeda Motor Baik 3 Alat Ukur Baik 4 Mesin ketik Baik 5 Lemari Arsip 3 Baik 6 Rak Besi 3 Baik 7 Filling Besi 3 Baik 8 Brankas Baik 9 Papan Pengumuman Baik Peta Baik Kursi Lipat 7 Baik Kursi 48 Baik 3 Meja 5 Baik 4 Kursi Putar 6 Baik 5 Ac spilt Baik 6 Kipas Angin Baik 7 TV Baik 8 Wereleis Baik 9 Kamera 6 Baik Handycame Baik Baik Pemadam Kebakaran Baik 3 Komputer PC Baik 4 Komputer 3 Baik 5 Laptop 7 Baik 6 Note Book Baik 7 Printer 4 Baik 8 Scanner Baik 9 Kursi Pejabat 6 Baik 3 Buffet 4 Baik 3 Layar 3 Baik 3 Telepon 8 Baik 33 Audio Conference Baik II33

Rencana Strategis Tahun 6 34 Tablet 3 Baik 35 Ultra book Baik 36 Printer Rusak Prasarana kantor sebagaimana tersebut diatas sudah mencukupi, sehingga guna menjaga kondisinya tetap layak pakai diperlukan biaya pemeliharaan. Sedangkan untuk printer perlu pengadaan lagi untuk pengganti yang rusak..3. Kinerja Pelayanan Bappeda Dalam Renstra pencapaian kinerja pelayanan Bappeda didasarkan pada target Renstra Bappeda Kota Blitar Tahun 5. Perlu diketahui bahwa pada saat penyusunan Renstra Bappeda tahun 5 tersebut dalam penyusunan target kinerja mengacu pada peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 54 tahun. Kinerja Bappeda berdasarkan sasaran/target Renstra Bappeda 5 disajikan pada tabel.7 berikut: II34

Rencana Strategis Tahun 6 Tabel II.7 Pencapaian Kinerja Pelayanan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Blitar Tahun 5 N o Indikator Kinerja sesuai Tupoksi Bappeda Target IKK Target Indikato r Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke Realisasi Capaian Tahun ke Rasio Capaian pada Tahun ke 3 4 5 3 4 5 3 4 5 3 4 5 3 4 5 3 4 5 3 4 5 6 7 8 9 3 4 5 6 7 8 9 A URUSAN TATA RUANG Ketersediaan Dokumen Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada % % % % Tata Ruang % Status Dokumen Tata Perda Perda Perda Perda Perda Perda Perda Perda Perda Perda Perda % % % % Ruang % B URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN Tersedianya dokumen Ada Ada Ada Ada perencanaan RPJP yang telah ditetapkan dengan perda Tersedianya dokumen Ada Ada Ada Ada perencanaan RPJMD yang telah ditetapkan dengan Perda 3 Tersedianya dokumen Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada Ada perencanaan RKPD yang telah ditetapkan dengan perkada 4 Ketersediaan Dokumen Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap Lengkap % Perencanaan % % % % 5 Pelaksanaan Terlaksa Terlaksa Terlaksa Terlaksa Terlaksa Terlaksa Terlaksa Terlaksa Terlaksa Terlaksa Terlaksa % Musrenbang na na na na na na na na na na na % % % % 6 Tingkat kesesuaian % % % % % % 95% 5% 3% % % RKPD dengan RPJMD 7 Tingkat kesesuaian % % % % % % % 98.3% 79.5% 97.76% 33 pemanfaatan dokumen % % % % % perencanaan pembangunan daerah 8 Tingkat pemanfaatan % % % % % % % % % 9.67% % % % % 9.67% % dokumen perencanaan sarana prasarana wilayah 9 Tingkat pemanfaatan % % % % % % % 75% % % % % 75% % % % dokumen perencanaan ekonomi Tingkat pemanfaatan % % % % % % % % % 5% % % % % 5% % II35

Rencana Strategis Tahun 6 dokumen perencanaan sosial budaya Tingkat pemanfaatan dokumen perencanaan kesra Tingkat pemanfaatan dokumen perencanaan pemerintahan 3 Prosentase keterisian data SIPD 4 Tingkat pemanfaatan dokumen litbang % % % % % % % % % % % % % % % % % % % % % % % % 8% 8% 5.46% % % % % % % % % % % % % % % % % % % % % % % % 5.46 % % II36

Rencana Strategis Tahun 6.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Bappeda Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar dalam melaksanakan kegiatan Perencanaan Pembangunan mempunyai hubungan kerja dengan masyarakat dalam rangka perencanaan secara partisipatif, SKPD dilingkungan Pemerintah Kota Blitar sebagai pelaksana Perencanaan Pembangunan Daerah, Bappeda Provinsi Jawa Timur sebagai perencana Tingkat Provinsi Jawa Timur serta Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional sebagai Perencana di Tingkat Nasional (Bappenas). Pembangunan daerah merupakan bagian integral dari pembangunan masyarakat secara universal yaitu suatu upaya adanya perubahan secara terencana, bertahap terarah dan berkesinambungan dari suatu bentuk untuk mencapai tatanan kehidupan yang lebih baik mencakup perubahan perbaikan masyarakat pada dimensi sosial budaya, ekonomi, tehnologi, politik dan ideologi dan bersifat konprehensif bagi masyarakat. Dalam suatu kegiatan perencanaan pembangunan merupakan kunci utama dari siklus manajemen pembangunan. Perencanaan pembangunan harus berjalan secara obyektif, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan dalam rangka mencapai tujuan pembangunan secara optimal dan sesuai dengan harapan. Produk pembangunan yang diharapkan sangat tergantung pada matangnya perencanaan yang disusun sebelumnya. Suatu perencanaan yang disusun tanpa memperhatikan dimensi kerangka konsepsional terhadap banyak kasus yang sering menimbulkan permasalahanpermasalahan yang antara lain kurangnya daya guna dan hasil guna dari pelaksanaan pembangunan yang bersangkutan. Dari pengalaman menunjukkan bahwa tanpa disadari sering muncul kendalakendala dalam melaksanakan kebijaksanaan pembangunan karena faktor internal dari aparat perencanaan pelaksana, sehingga hasil yang diharapkan tidak mencapai tujuan dan sasaran yang optimal. Dalam upaya mengoptimalkan daya guna dan hasil guna suatu perencanaan pembangunan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) memiliki peran sentral sebagai lembaga perencana dalam menentukan muatanmuatan perencanaan yang strategis, mendesak, potensial dan prioritas dengan tuntutan perkembangan masyarakat yang dinamis dan partisipasi masyarakat yang terus berkembang maka aparat perencana harus II 37

Rencana Strategis Tahun 6 peka dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kinerja lembaga sebagai Pemerintah yang baik (good governance). Keberhasilan atau kegagalan suatu organisasi sangat bergantung pada kemampuan manajemen organisasi tersebut untuk membawa organisasinya melakukan adaptasi dengan kondisi lingkungan yang senantiasa berubah secara dinamis. Oleh karena itu analisis terhadap lingkungan merupakan kegiatan yang harus dilakukan. Analisis terhadap lingkungan dilakukan baik dilingkungan internal maupun di lingkungan eksternal. Analisis dilingkungan eksternal untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar. Beberapa tantangan yang menjadi kendala dalam pengembangan pelayanan adalah sebagai berikut : a) Belum optimalnya pemahaman di bidang perencanaan. b) Adanya peraturan perundangan yang selalu berubah. c) Peningkatan pembinaan disiplin kerja yang berkelanjutan. d) Komitmen perencanaan dengan SKPD. e) Dinamika masyarakat yang semakin kompleks. f) Keterbatasan kewenangan pengelolaan pendapatan daerah Beberapa peluang yang diharapkan dapat menjadi peluang adalah sebagai berikut : a) Adanya Renstra Kementerian/Lembaga dan Renstra Bappeprov. b) Adanya dokumen RPJP, RPJMD dan RKPD. c) Adanya Teknologi Informasi yang selalu berkembang. d) Adanya peningkatan kualitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan. e) Meningkatnya kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap perencanan pembangunan. f) Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kondisi perencanaan yang baik dan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance). II 38

Rencana Strategis 6 BAB III ISUISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI 3.. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Bappeda Isu strategis adalah kondisi atau hal yang harus diperhatikan atau dikedepankan dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi daerah/ masyarakat dimasa datang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi akan menimbulkan kerugian yang lebih besar atau bisa juga tidak dimanfaatkan, sehingga akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. Karakteristik suatu isu strategis adalah kondisi atau hal yang bersifat penting, mendasar, berjangka panjang, mendesak, bersifat kelembagaan/keorganisasian dan mentukan tujuan di masa yang akan datang. Identifikasi isu strategis dapat dilihat dari sisi eksternal maupun internal. Sisi eksternal terkait dengan dinamika Nasional, Provinsi, SKPD, dan Lembaga atau Instansi di luar organisasi. Sedangkan sisi internal terkait dengan dinamika di dalam organiasasi itu sendiri yang diperkirakan akan menjadi permasalahan maupun tantangan dimasa yang akan datang. Bappeda merupakan unsur perencana penyelenggaraan pemerintahan daerah, mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah. Identifikasi isuisu strategis terkait dengan tugas dan fungsi Bappeda dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel III. Identifikasi Isuisu Strategis Terkait dengan Tugas dan Fungsi Bappeda No. Tugas dan Fungsi Bappeda Permasalahan 3. Perumusan kebijakan teknis perencanaan. Pengoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan Kualitas data dan informasi untuk mendukung penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah belum optimal Belum konsistennya kebijakan pemerintah pusat sebagai acuan perencanaan di daerah III

Rencana Strategis 6 3. Pembinaan dan pengendalian pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah Perlunya peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya perencanaan serta partisipasi masyarakat. 4. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya. Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan tersebut pada tabel Identifikasi isuisu strategis terkait dengan tugas dan fungsi Bappeda diatas, maka beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan perencanaan pembangunan :. Penyusunan perencanaan pembangunan daerah harus didukung data dan informasi perencanaan pembangunan yang valid. Oleh karena itu Bappeda perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana perencanaan guna optimalisasi perencanaan, monitoring dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah.. Penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah harus memperhatikan atau berpedoman kepada RPJM Pusat, RKP, RPJM Provinsi, RKPD Provinsi, Renstara K/L dan memperhatikan karakteristik daerah. Sedangkan Identifikasi isu strategis (lingkungan eksternal) terkait dengan dinamika Nasional, Provinsi dan Kota Blitar dapat disampaikan sebagaimana tabel berikut ini : No. Tabel III. Identifikasi Isu Strategis terkait Dinamika Nasional, Provinsi dan Kota Blitar Isu Strategis Nasional Provinsi Jawa Timur Kota Blitar Bappeda. Terdapat misi upaya pencapaian good governance namum tingkat Coruption Perception Indeks (CPI) masih tinggi Terdapat agenda reformasi birokrasi dalam RPJMD Terdapat misi meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan profesional Terdapat tujuan Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah. Pembangunan belum sepenuhnya melibatkan Pembangunan berorientasi pada pro poor, pro growth, pro environtment, pro gender, Partisipasi masyarakat dalam pembangunan Partisipasi pemangku kepentingan dalam III

Rencana Strategis 6 peran masyarakat secara luas aktif dan pro job dengan berbasis pada people centered namum belum optimal masih terbatas perencanaan pembangunan belum optimal Berdasarkan hasil identifikasi permasalahan tersebut pada tabel Identifikasi isuisu strategis terkait dengan dinamika baik di Tingkat Nasional, Jawa Timur, dan Kota Blitar diatas, maka beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan rencana pembangunan daerah kedepan :. Dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah Bappeda harus meningkatkan koordinasi dengan SKPD terkait, dengan program, kegiatan, dan target capaian program dan kegiatan yang akan dilaksanakan.. Sosialisasi program program pembangunan di Tingkat Nasional, Provinsi Jawa Timur dan Kota Blitar kepada pemangku kepentingan perencanaan pembangunan, sehingga para pemangku kepentingan perencanaan pembangunan daerah memahami dengan harapan pada saat mengusulkan program dan kegiatan sebagai masukan Musrenbang bisa sinergi dengan program program yang disusun pemerintah. Dengan demikian perencanaan pembangunan daerah yang partisipatif (topdown and bottomup planning) diharapkan bisa optimalisasi. 3.. Telaahan Visi, Misi, Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih Dalam rangka mendukung Visi, Walikota dan Wakil Walikota Blitar maka program Bappeda Kota Blitar tidak lepas dari visi, misi dan program Kota Blitar. Sedangkan Visi, Misi Kota Blitar periode 6 yang dijadikan rujukan adalah sebagai berikut : Masyarakat Kota Blitar Semakin Sejahtera melalui APBD Pro Rakyat pada Tahun Visi ini menjadi landasan seluruh masyarakat dalam melaksanakan pembangunan di Kota Blitar, dan juga merupakan target capaian yang menjadi keinginan dan citacita serta impian yang akan diwujudkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Blitar dalam 5 (lima) tahun kedepan. Sebagai upaya mewujudkan Visi tersebut, ditetapkan 6 misi yaitu : III 3

Rencana Strategis 6. Meningkatkan aktualisasi nilai nilai religius dalam kehidupan bermasyarakat.. Meningkatkan kualitas SDM yang Cerdas dan berdaya saing tinggi. 3. Meningkatkan kemandirian ekonomi yang berorientasi pada Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang Berdaya Saing dan Berwawasan Lingkungan. 4. Meningkatkan Derajat kesehatan Masyarakat yang berbasis sistem pelayanan berkualitas dan partisipatif. 5. Meningkatkan Keharmonisan sosial dengan Semangat Rukun Agawe Santoso 6. Meningkatkan Tata kelola Pemerintahan yang Baik, Bersih dan Profesional. Bappeda mempunyai tugas pokok melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan daerah. Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut Bappeda menyelenggarakan fungsi : a. Perumusan kebijakan teknis perencanaan. b. Pengoordinasian penyusunan perencanaan pembangunan. c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang perencanaan pembangunan daerah. d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota sesuai dengan tugas dan fungsinya. Dalam mendukung mewujudkan visi dan misi Kota Blitar terkait dengan tugas dan fungsi Bappeda tersebut adalah pada misi 6 (enam) yaitu meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik, bersih dan profesional. Adapun tujuan yang terkait dengan tugas dan fungsi Bappeda adalah meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah dengan sasaran meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah. Intervensi Bappeda adalah pada capaian indikator sasaran prosentase SKPD dengan Kualitas perencanaan Baik. Sebagai mana telah diuraikan diatas bahwa visi, misi, program RPJMD 6 merupakan target capaian yang menjadi keinginan dan citacita serta impian yang akan diwujudkan oleh Walikota dan Wakil Walikota Blitar dalam 6 (enam) tahun kedepan. Dengan berpedoman pada RPJMD maka Bappeda sesuai tugas dan fungsinya bertanggung jawab terhadap pelaksanaan programprogram yang berkontribusi dalam menunjang keberhasilan III 4

Rencana Strategis 6 mewujudkan target capaian program prioritas utama. Dalam perjalanan pelaksanan proram tentunya terdapat faktor penghambat dan pendorong dalam urusan pelayanan pada Bappeda, sebagaimana diuraikan tabel berikut ini : III 5

Rencana Strategis 6 Tabel III.3 Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan SKPD terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Walikota dan Wakil Walikota Visi : Masyarakat Kota Blitar Semakin Sejahtera melalui APBD Pro Rakyat pada Tahun No Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih Permasalahan pelayanan SKPD Penghambat Faktor Pendorong 3 4 5. Mewujudkan tata kelola pemerintaha n yang baik,bersih dan berwibawa. Kualitas data dan informasi untuk mendukung penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah belum optimal. Belum tercapainya SPM penataan ruang. Perencanaan pembangunan di daerah tidak tepat waktu kerena belum konsistennya kebijakan pemerintah pusat sebagai acuan perencanaan di daerah. Adanya Renstra Kementerian/Lemba ga, Renstra Bappeprov dan Renstra Balitbang Provinsi. 3.3. Telaahan Renstra Kementrian PPN/Bappenas dan Renstra Bappeda Provinsi Jawa Timur. Telaahan terhadap Renstra Kementrian PPN/Bappenas dimaksudkan untuk menilai keserasian, keterpaduan, sinkronisasi dan sinergitas antara Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar dengan Renstra Kementrian PPN/Bappenas sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan serta tugas dan fungsinya masingmasing. Adapun Renstra Kementrian Bappenas memuat Visi dan Misi sebagai berikut : VISI : MEWUJUDKAN LEMBAGA PERENCANA YANG HANDAL, KREDIBEL, DAN PROAKTIF UNTUK MENDUKUNG PENCAPAIAN TUJUAN BERBANGSA DAN BERNEGARA MISI :. Menyusun rencana pembangunan Nasional yang berkualitas dalam rangka : III 6

Rencana Strategis 6 a. Mengintegrasikan, memadukan (sinkronisasi) dan mensinergikan baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, dan antar fungsi pemerintah, maupun antara pusat dengan daerah b. Mewujudkan keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan dan pengawasan c. Mengoptimalkan partisipasi masyarakat d. Menggunakan sumber daya secara efisien, efektif, berkeadilan dan berkelanjutan.. Melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja pelaksanaan rencana pembangunan nasional, kajian dan evaluasi kebijakan yang berkualitas terhadap permasalahan pembangunan, sebagai masukan bagi proses perencanaan berikutnya dan atau untuk perumusan kebijakan pembangunan di berbagai bidang. 3. Melakukan koordinasi yang efektif dalam pelaksanaan tugastugas Kementerian PPN/Bappenas. Untuk mencapai Visi Kementerian PPN/Bappenas bertanggunjawab untuk menghasilkan rencana pembangunan nasional berdasarkan proses perencanaan sebagaimana diamanatkan dalam UU Nmor 5 Tahun 4 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang dimulai dari daerah hingga tingkat Nasional. Melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholders) dan dalam rangka mengintegrasikan, memadukan (sinkronisasi), dan mensinergikan baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, dan antar fungsi pemerintah, maupun antara pusat dengan daerah. Agar penyusunan rencana dapat dilaksanakan dengan baik dan menghasilkan rencana pembangunan yang berkualitas, maka diperlukan masukan dari hasil pemantauan, evaluasi, dan kajian atau evaluasi kebijakan. Pemanfaatan hasilhasil pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan rencana serta hasil kajian atau evaluasi kebijakan, tidak hanya terbatas untuk proses perencanaan pembangunan saja tetapi juga dapat menjadi masukan untuk perumusan kebijakan pembangunan diberbagai bidang. Kemudian agar tugas tersebut dapat berjalan efisien dan efektif, maka diperlukan koordinasi (peran sebagai koordinator) yang lebih baik, lebih berkualitas dengan para pemangku kepentingan (stakehoders) baik instansi pemerintah pusat dan daerah maupun lembaga atau institusi non pemerintah dan masyarakat pada umumnya. Sedangkan mengenai peran sebagai administrator, melekat dalam semua kegiatan khususnya dalam rangka pengelolaan kegiatan dan dokumentasi negara (rencana pembangunan, dokumen pinjaman hibah luar III 7

Rencana Strategis 6 negeri, dan sebagainya) secara akuntabel. Karena itu tidak diletakkan sebagai misi. Demikian telaahan Renstra Kementerian PPN/Bappenas agar dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Renstra Bappeda Kota Blitar. Disamping menelaah Renstra Kementerian PPN/Bappenas maka perlu ditunjang pula dari hasil telaahan Renstra Bappeda Provinsi Jawa Timur 4 8, dimana dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, Bappeda Provinsi Jawa Timur harus difokuskan pada pencapaian tujuan dan citacita pembangunan yang berbasis perencanaan pembangunan dengan mendasarkan diri pada hasil penelitian/kajian lapangan yang sistematik dan komprehensif. Maka visi Bappeda Provinsi Jawa Timur itu harus diarahkan pada upaya yang berkesinambungan untuk mewujudkan perencanaan pembangunan sebagai dasar perumuan dan implementasi kebijakan dalam pengembangan dan pengelolaan sumberdaya daerah untuk meningkatkan kemakmuran dengan berlandaskan akhlak mulia. Dengan semangat itu, maka Bappeda Provinsi Jawa Timur untuk kurun waktu 48 akan mewujudkan Visi : MEWUJUDKAN BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH SEBAGAI PERENCANA YANG PARTISIPATIF, PROFESIONAL, INOVATIF DAN BERTANGGUNGJAWAB Rumusan visi tersebut didasarkan pada citacita dan kehendak untuk mewujudkan kondisi ideal dalam penyelenggaraan pemerintah daerah yang diarahkan pada peningkatan kemakmuran masyarakat dengan berlandaskan pada akhlak mulia. Rumusan tersebut diatas dapat dimengerti melalui makna yang terkandung pada konsepkonsep sebagai berikut :. Perencanaan Pembangunan Daerah yang Partisipatif adalah proses perencanaan pembangunan yang mampu mengakomodir secara obyektif berbagai kebutuhan dan aspirasi masyarakat agar dapat menghasilkan konsensus bersama menuju perubahan yang lebih baik dan diterima oleh semua pihak. Oleh karena itu dalam setiap pengambilan keputusan memerlukan keterlibatan masyarakat. Partisipasi aktif tersebut secara langsung maupun tidak langsung akan memberikan dampak positif terhadap perencanaan pembangnan. Sebaliknya apabila partisipasi masyrakat diabaikan sedangkan mobilitas masyarakat yang dikembangkan, proses pembangunan akan terlambat bahkan akan mengalami kegagalan, karena masyarakat kurang merasa memiliki hasilhasil pembangunan. III 8

Rencana Strategis 6. Perencanaan Pembangunan Daerah yang profesional adalah semua input SDM aparatur memiliki keahlian dalam perencanaan, pengendalian dan evaluasi serta keahlian dalam bidang dukungan administrasi ketatausahaan. 3. Perencanaan pembanguan daerah yang Inovatif adalah proses perencanaan pembangunan yang berkenaan dengan menetapkan prosedur atau caracara baru hingga tercapai atau melampaui target yang telah ditetapkan dalam koridor perubahan yang berlaku. 4. Perencanaan pembangunan Daerah yang bertanggungjawab adalah proses perencanaan pembangunan yang dilakukan dengan terukur, baik secara kuantitas maupun kualitas, sehingga memudahkan dalam pengendalian. Bappeda Provinsi Jawa Timur menetapkan Misi 4 8 sebagai berikut :. Meningkatkan Kapasitas Kelembagaan dan Profesioalisme SumberDaya Manusia ;. Memantapkan penyelenggaraan Sistem Perencanaan Pembangunan Daerah yang partisipatif dan inovatif ; 3. Melakukan Pendataan, Pengendalian, Moitoring dan Evalasi serta Pelaporan pelaksanaan pembangunan daerah. Penjelasan masingmasing misi tersebut adalah sebagai berikut :. Misi Kesatu Sebagai Insitusi perencanaan harus berperan sebagai pelaksana fungsi manajemen dalam bidang perencanaan. Institusi perencanaan pembangunan harus mampu mengkoordinasikan proses perencanaan pembangunan daerah secara intensif dan menyeluruh serta melakukan kajian/analisis dalam rangka pengendalian perencanaan yang telah dirumuskan.. Misi Kedua Perencanaan pembangunan daerah merupakan sub sistem dari sistem perencanaan pembangunan nasional. Sistem Perencanaan Pembangunan mengedepankan pada pendekatan perencanaan partisipatif yang berlandaskan pada prinsip keterbukaan dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dengan menerapkan prinsip kesetaraan dan keadilan. Pemantapan sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah ditempuh dengan mengedepankan partisipasi aktif stakeholders agar mampu III 9

Rencana Strategis 6 menghasilkan perencanaan pembangunan yang bersifat komprehensif, dan holistik atau menyeluruh, sehingga mampu memberikan arah kebijaksanaan pembangunan dan menciptakan iklim kondustif bagi keterlibatan aktif stakehalders dalam keseluruhan proses pembangunan daerah. Pada misi ini pula kemampuan mensinergikan, mensinkronkan program sektor dan kewilayahan menjadi target untuk direalisasikan pada sasaran misi ini. 3. Misi Ketiga Kualitas perencanaan hanya dapat dibangun melalui ketersediaan data base yang akurat yang diperoleh dari hasil sistem pengendalian dan ealuasi. Oleh karena itu pada misi ini target yang direncanakan adalah terbangunnya sistem data base pembangunan yang akurat, sistem pengendalian dan evaluasi yang efektif sebagai input pada proses perencanaan berikutnya..4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Ada beberapa hal yang juga menjadi faktor penentu keberhasilan pelaksanaan tugas dan fungsi dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan strategis ditinjau dari Rencana Tata Ruang Wilayah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah sebagai salah satu SKPD yang diberi wewenang dalam penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Blitar menghadapi beberapa beberapa kendala sebagaimana diuraikan pada tabel 3.3. berikut : Tabel. III.3 Permasalahan Pelayanan Bappeda berdasarkan Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah beserta Faktor Penghambat dan Pendorong Keberhasilan Penanganannya No Rencana Tata Ruang Wilayah terkait Tugas dan Fungsi SKPD Permasalahan Pelayanan SKPD Penghambat Faktor Pendorong () () (3) (4) (5) Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Blitar Terbatasnya SDM Perencana yang kompeten Belum optimalnya kapasitas Perencana Belum optimalnya SDM Motivasi kerja yang kuat dengan pola kerja yang sistemik dan terjadwal III

Rencana Strategis 6 pengelolaan data base.5. Penentuan Isuisu Strategis Dalam menentukan isuisu yang dihadapi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar ada beberapa hal yang dapat dijadikan acuan antara lain : a. Gambaran Pelayanan Badan Perencanaan Pembangunan daerah Kota Blitar. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar yang dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 3 yang mempunyai tugas melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah di bidang perencanaan pembangunan dan bidang statistik. Sebagai organisasi pelayanan publik di bidang perencanaan wajib untuk memberikan pelayanan prima, sehingga semua pihak yang berkepentingan terhadap Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar memperoleh kepuasan atas pelayan yang telah diberikan. Didalam melaksanakan tugasnya untuk memberikan pelayanan prima tentunya tidak lepas dari adanya hambatan maupun tantangan yang terjadi saat ini, namun berbagai upaya telah dilakukan dalam rangka pembenahan pada lembaga tersebut. b. Sasaran jangka menengah pada Renstra Kementerian/Lembaga. Dalam menyusun Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar, tentunya tidak lepas dari Kementerian PPN/Bappenas sehingga Renstra Kementerian PPN/Bappenas menjadi acuan bagi Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar. Adapun arah kebijakan strategi yang akan dilaksanakan dalam periode 6 adalah sebagai berikut : ) Penguatan kelembagaan perencanaan, pemantauan dan pengendalian serta evaluasi pelaksanaan pembangunan, pengembangan sistem dan kualitas data dan informasi perencanaan pembangunan nasional serta peningkatan kualitas koordinasi dengan para pemangku kepentingan. ) Penerapan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Penganggaran yang berbasis kinerja. III

Rencana Strategis 6 3) Peningkatan kualitas hasil evaluasi kebijakan kajian sebagai masukan bagi perencanaan pembangunan dan perumusan kebijakan penyelesaian permasalahan pembangunan. 4) Peningkatan kualitas data dan informasi perencanaan Pembangunan. 5) Pelaksanaan reformasi birokrasi secara konsisten dan berkelanjutan dalam rangka peningkatan kinerja lembaga dan pegawai. c. Implikasi rencana tata ruang wilayah bagi pelayanan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah selaku instansi perencana pembangunan daerah harus mampu melakukan kajian dan analisa setiap penyusunan kebijakan maupun rencana pembangunan agar selaras dengan tata ruang. Meski secara tidak langsung melaksanakan pembangunan, namun Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar mengeluarkan rekomendasi untuk perijinan pembangunan (IMB) guna kesesuaian dengan rencana tata ruang wilayah. d. Implikasi Kajian Lingkungan Hidup Strategis bagi pelayanan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar. Kajian Lingkungan Hidup Strategis adalah suatu bentuk kebijakan yang mengatur suatu wilayah dengan tujuan untuk menjaga lingkunyannya agar tidak terjadi kerusakan serta adanya pemerataan perkembangan wilayah. Kebijakan tersebut mempunyai pengaruh terhadap Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar dalam memberikan pelayanan terkait dengan pengembangan wilayah di Kota Blitar. Dalam penentuan isuisu strategis Renstra Badan Perencanaan Pembangunan Daerah menggunakan konsep dan prinsip manajemen analisis (SWOT) yang meliputi kekuatan (Strenghts), kelemahan (Weaknesses), peluang (Oportunities) serta tantangan (Threats). Halhal yang harus diperhatikan dalam analisis SWOT adalah halhal apa saja yang menyebabkan visi, misi, target pada periode 6 yang belum dapat tercapai secara optimal. Selanjutnya untuk di tindak lanjuti pada periode 6. Belum tercapainya target pada periode 6 diakibatkan oleh beberapa permasalahan sebagai berikut: III

Rencana Strategis 6 a. Kurangnya ketersediaan data dan informasi yang akurat sebagai pendukung perencanaan. b. Masih kurangnya tingkat koordinasi. c. Belum optimalnya pelaksanaan tupoksi. d. Kurangnya motivasi kerja. e. Belum adanya SPM dibidang perencanaan. f. Belum optimalnya penerapan tehnologi informasi. Selain adanya beberapa permasalahan sebagaimana tersebut diatas dijumpai adanya beberapa hambatan seperti berikut ini : a. Belum optimalnya pemahaman dibidang perencanaan pembangunan. b. Penyusunan Dokumen perencanaan belum menjadi prioritas SKPD. c. Belum optimalnya kepercayaan masyarakat terhadap Badan Perencanaan Pembangunan Daerah. Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka isuisu strategis yang diangkat dalam perencanaan untuk periode 6 adalah sebagai berikut :. Bidang Urusan Penataan Ruang. ) Belum optimalnya implementasi dokumen perencanaan Ruang Kota. ) Belum terwujudnya kerjasama antar daerah di bidang penataan ruang. 3) Belum optimalnya pengendalian pemanfaatan ruang. 4) Belum terpenuhinya luasan RTH sesuai amanat Undangundang Nomor 6 Tahun 7. 5) Belum optimal pencapaian SPM penataan ruang.. Bidang Urusan Perencanaan Pembangunan. ) Masih belum berkualitasnya data dan informasi untuk mendukung penyusunan dokumen rencana pembangunan Kota Blitar yang berkualitas. ) Sinkronisasi dokumen rencana pembangunan antara dokumen rencana pembangunan pemerintah pusat dan dokumen rencana pembangunan pemerintah Provinsi dengan rencana pembangunan pemerintah Kota Blitar. 3) Kualitas dan kuantitas sumber daya perencanaan masih kurang. 3. Bidang Urusan Statistik. III 3

Rencana Strategis 6 ) Masih terdapat sumber/referensi data pembangunan yang berbedabeda antara SKPD dengan data dan informasi yang bersumber dari BPS. ) Masih terbatasnya akses data statistik kepada masyarakat. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar diperlukan strategi : a. Mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan. b. Mempedomani peraturan perundangan untuk kesempurnaan perencanaan. c. Mempedomani Renstra Kementerian/Lembaga sebagai acuan. d. Meningkatkan ketersediaan data dan informasi yang akurat dengan menggunakan teknologi informasi. e. Meningkatkan profesionalisme aparatur perencana dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan perencanaan. f. Meningkatkan koordinasi perencanaan pembangunan. g. Meningkatkan motivasi kerja aparatur. h. Meningkatkan pemahaman di Bidang Perencanaan Pembangunan. i. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas perencanaan pembangunan. j. Meningkatkan monitoring dan evaluasi pengendalian pelaksanaan pembangunan daerah. k. Mendorong SKPD untuk menyediakan data dan informasi yang akurat sesuai tupoksinya. III 4

Rancangan Akhir Rencana Strategis 6 BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN 4.. Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Bappeda Dengan berpedoman pada Rencanan Pembangunan Jangka Menengah Kota Blitar Tahun 6 yang telah ditetapkan, maka selanjutnya dirumusan pernyataan tujuan dan sasaran yang mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD. Rumusan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD beserta indikator kinerja disajikan dalam tabel 4.. dan tabel 4.. sebagai berikut : IV

Rancangan Akhir Rencana Strategis 6 INDIKATOR TUJUAN Tabel. 4.. Tujuan Jangka Menengah Bappeda TARGET NO TUJUAN 3 4 5 6 RUMUS AWAL (6) AKHIR (). Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah Prosentase SKPD yang Kualitas Perencanaannya Baik. x % Dokumen perencanaan pembangunan yang dimaksud meliputi RPJMD, RKPD, Renstra, Renja/RKT, RKA, DPA. Kondisi Baik, konsisten dan selaras dibuktikan dengan : Kesesuaian program RKPD dengan RPJMD Kesesuaian sasaran dan program Renstra SKPD dengan RPJMD Kesesuaian Renja SKPD dengan RKPD Kesesuaian RKA SKPD dengan Renja SKPD IV

Rancangan Akhir Rencana Strategis 6 Tabel. 4.. Sasaran Jangka Menengah Bappeda TARGET KINERJA SASARAN PADA TAHUN KE NO SASARAN INDIKATOR RUMUS 6 7 8 9 SASARAN 3 4 5 6 7 8 9. Meningkatnya kualitas perumusan, pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah Prosentase Kesesuaian RKPD dengan RPJMD Prosentase Kesesuaian Renstra SKPD dengan RPJMD h Jmlh Program dlm RPJMD tahun berjalan x % % % % % % % % % % % % %. Meningkatnya pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan daerah 3. Meningkatnya ketersediaan data pendukung perencanaan pembangunan Prosentase Kesesuaian Renja SKPD dengan RKPD Prosentase Program dalam RPJMD yang capaian programnya tercapai Prosentase Pemanfaatan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Prosentase Kecukupan Data pendukung perencanaan pembangunan daerah h jumlah program dalam RPJMD h Jmlh jenis data pendukung yg tersedia h x % % % % % % % X % 6% 6% 7% 8% % % % Data pendukung yang dimaksud adalah jenis data pembangunan yang ada dalam Sistem informasi Pembangunan daerah (SIPD) % % % % % % 8% 8% 9% 9% 9% % IV 3

Rancangan Akhir Rencana Strategis 6 Prosentase hasil litbang yang dimanfaatkan dalam perencanaan pembangunan h & & x % % % % % % % IV 4

Rancangan Akhir Rencana Strategis 6 4.. Strategi dan kebijakan Strategi dan kebijakan dalam Renstra Bappeda adalah strategi dan kebijakan Bappeda untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah Bappeda yang selaras dengan strategi dan kebijakan daerah, serta rencana program prioritas dalam rancangan RPJMD. Strategi dan kebijakan jangka menengah Bappeda menunjukkan bagaimana cara Bappeda mencapai tujuan, sasaran jangka menengah Bappeda dan target kinerja hasil (outcome) program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi Bappeda. Strategi dan kebijakan dalam Renstra Bappeda selanjutnya menjadi dasar perumusan kegiatan Bappeda bagi setiap program prioritas RPJMD yang menjadi tugas dan fungsi Bappeda. Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komprehensif tentang bagaimana Bappeda mencapai tujuan dan sasaran dengan efektif dan efisien. Dengan pendekatan yang komprehensif, strategi juga digunakan sebagai sarana untuk melakukan transformasi, reformasi dan perbaikan kinerja birokrasi. Perencanaan strategik tidak saja mengagendakan aktifitas pembangunan, tetapi juga segala program yang mendukung dan menciptakan layanan masyarakat tersebut dapat dilakukan dengan baik, termasuk didalamnya upaya memperbaiki kinerja dan kapasitas birokrasi, sistem manajemen dan pemenfaatan teknologi informasi. Strategi dan arah kebijakan yang dipilih Bappeda untuk mencapai tujuan dan sasaran jangka menengah (Renstra) diselaraskan dengan strategi dan kebijakan RPJMD Kota Blitar. Dalam pemilihan strategi dimaksud menggunakan analisa SWOT sebagaimana tabel 4.3. berikut ini : IV 5

Rancangan Akhir Rencana Strategis 6 INTERNAL EKSTERNAL PELUANG (O) Adanya Renstra Kementerian PPN/ Bappenas dan Renstra Bappeprov Adanya dokumen RPJP, RPJMD dan RKPD Adanya Teknologi Informasi yang selalu berkembang Adanya kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap perencanan pembangunan Meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kondisi perencanaan yang baik dan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) Tabel. 4.3. Matrik SWOT KEKUATAN (S) Adanya Perda tentang struktur organisasi Bappeda beserta peraturan pelaksanaannya Adanya peraturan Perundangan di Bidang Perencanaan Tersedianya SDM, Anggaran dan Sarana Prasarana Adanya Visi dan Misi organisasi yang jelas STRATEGI S+O Mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan Mempedomani peraturan perundangan terkait perencanaan Mempedomani Renstra Kementerian/Lembaga RPJP dan RPJMD sebagai bahan acuan KELEMAHAN (W) Kurangnya ketersediaan data dan informasi yang akurat sebagai pendukung perencanaan Masih kurangnya tingkat koordinasi antar bidang di Bappeda Belum optimalnya pelaksanaan tupoksi Belum optimalnya motivasi kerja Belum optimalnya penerapan teknologi informasi STRATEGI W+O Meningkatkan Koordinasi dengan penyedia data pendukung pembangunan Meningkatkan profesionalisme aparatur perencana dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan perencanaan Meningkatkan koordinasi perencanaan pembangunan IV 6

Rancangan Akhir Rencana Strategis 6 TANTANGAN (T) Belum optimalnya pelaporan kinerja dari SKPD Adanya peraturan perundangan yang selalu berubah Komitmen perencanaan dengan SKPD Dinamika masyarakat yang semakin kompleks Belum terpenuhinya luasan RTH sesuai amanat UU no 6/7 Belum adanya SPM di bidang perencanaan STRATEGI S+T Meningkatkan pemahaman di bidang perencanaan pembangunan Meningkatkan efisiensi dan efektifitas perencanaan pembangunan Meningkatkan koordinasi, integrasi sinkronisasi dan sinergitas perencanaan pembangunan STRATEGI W+T Meningkatkan kualitas laporan kinerja pemerintah daerah Mendorong SKPD untuk menyediakan data dan informasi yang akurat sesuai tupoksi nya Dengan berpedoman pada tujuan dan sasaran yang telah diuraikan diatas maka untuk mencapaiannya telah dipilih beberapa strategi dan arah kebijakan. Berikut disajikan tabel tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan Bappeda Tahun 6 (tabel 4.4): IV 7

Rancangan Akhir Rencana Strategis 6 Tabel 4.4 Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan Bappeda Kota Blitar Tujuan Sasaran Strategi Kebijakan Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan daerah. Meningkatnya kualitas perumusan, pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah Peningkatan Koordinasi Integrasi Sinkronisasi dan Sinergitas dokumen perencanaan, penganggaran dan pengendalian program Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah. Meningkatnya pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan daerah Peningkatan Koordinasi Integrasi Sinkronisasi dan Sinergitas dokumen perencanaan dan pengendalian program Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah 3. Meningkatnya ketersediaan data pendukung perencanaan pembangunan Penyediaan informasi /data dan kajian kebijakan untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah. Menyediakan data Statistik. Melaksanakan pengkajian dan penelitian IV 8

Rencana Strategis 6 BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF Sebagai perwujudan dari beberapa kebijakan dan strategi dalam rangka mencapai tujuan strategisnya, maka langkah operasionalnya harus dituangkan dalam program dan kegiatan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan tugas dan fungsi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar. Kegiatan merupakan penjabaran lebih lanjut dari suatu program sebagai arah dari pencapaian tujuan organisasi, sedangkan program merupakan kumpulan kegiatan yang sistematis dan terpadu untuk mendapatkan hasil, yang dilaksanakan oleh satu atau beberapa instansi pemerintah ataupun dalam rangka kerjasama dengan masyarakat guna mencapai sasaran tertentu. Sementara itu yang dimaksud dengan indikator kinerja adalah ukuran keberhasilan suatu program dan kegiatan baik kualitatif maupun kuantitatif yang secara khusus dinyatakan sebagai pencapaian tujuan yang dapat menggambarkan skala atau tingkatan yang digunakan sebagai alat kegiatan pemantauan dan evaluasi baik kinerja input, output, outcome maupun impact yang sesuai dengan sasaran rencana program dan kegiatan. V

Rencana Strategis 6 Tabel 5. RENCANA PROGRAM, KEGIATAN,INDIKATOR KINERJA KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF BAPPEDA KOTA BLITAR TAHUN 6 TUJUAN Meningkatnya Kualitas Perencanaan Pembangunan Daerah INDIKATOR Prosentase SKPD yang Kualitas Perencanaannya Baik FORMULA PERHITUNGAN Jumlah SKPD dengan Kualitas Perencanaan Baik dibagi Jumlah SKPD dikali % Penjelasan : Dokumen perencanaan pembangunan yang dimaksud meliputi Renstra, Renja/RKT, RKA, DPA TARGET TARGET 6 % % Kondisi Baik, konsisten dan selaras dibuktikan dengan : Kesesuaian program RKPD dengan RPJMD Kesesuaian sasaran dan program Renstra SKPD dengan RPJMD Kesesuaian Renja SKPD dengan RKPD Kesesuaian RKA SKPD dengan Renja SKPD V

Rencana Strategis 6 SASARAN CARA MENCAPAI TUJUAN DAN SASARAN TARGET KINERJA PROGRAM DAN KERANGKA PENDANAAN URAIAN INDIKATOR 6 TAR GET 7 TA RG ET 8 TA RG ET 9 TA RG ET TA RG ET TA RG ET STRATEGI DAN KEBIJAKAN PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA PROGRAM (OUTCOME) DAN KEGIATAN (OUTPUT) DATA CAPA IAN TAHU N 5 TA RG ET 6 7 8 9 Rp. TA RG ET Rp. TA RG ET Rp. TAR GET Rp. TA RG ET Rp. TAR GET Rp. KONDISI KINERJA PADA AKHIR PERIODE RENSTRA SKPD TA RG ET Rp. 3 4 5 6 7 8 9 3 4 5 6 7 8 9 3 4 5 6 Prosentase Program perencanaan Prosentase Kesesuaian pembangunan daerah Kesesuaian.4.53 697.96. 764.. 789.. 85.. 85.. 5.9.73 RKPD dengan RKPD dengan 5.7.7 RPJMD RPJMD Meningkatnya kualitas perumusan, pengendalian dan evaluasi perencanaan pembangunan daerah Prosentase Kesesuaian tujuan Renstra SKPD dengan sasaran RPJMD Peningkatan Koordinasi Integrasi Sinkronisasi dan Sinergitas dokumen perencanaan, penganggaran dan pengendalian Penyelenggaraan program Musrenbang RKPD Jumlah Pelaksanaan Musrenbang RKPD keg keg 3.6. keg 3.6. keg 3.. keg 35.. keg 35.. keg 35.. 5 keg 78.4. Penyusunan Rancangan RKPD Jumlah Dokumen RKPD dan PRKPD dok dok.46. 55 dok.46. 55 3 Prosentase kesesuaian program dalam Renja SKPD dengan RKPD Penyusunan Rancangan KUA/PPAS Jumlah Dokumen KUA dan KUPA dok dok 7.97. dok 7.97. dok 75.. dok 8.. dok 85.. dok 9.. dok 964.594. Penyusunan Rancangan RPJMD Jumlah Dokumen Rancangan RPJMD dok dok 536.39. 5 dok 536.39. 5 4 Prosentase Program dalam RPJMD yang capaian programnya tercapai 6 6 7 8 Penyelenggaraan Musrenbang RPJMD Penetapan RPJMD Jumlah Pelaksanaan Musrenbang RPJMD Jumlah Dokumen RPJMD keg keg 45.34. dok dok 48.5. keg 45.34. dok 48.5. V 3

Rencana Strategis 6 Penyusunan RKPD Jumlah Dokumen RKPD dan PRKPD dok 5.. dok 5.. dok 3.. dok 3.. dok 35.. dok.45.. Penetapan RKPD jumlah Dokumen RKPD dan PRKPD dok dok 6.4. dok 6.4. Monitoring, Evaluasi, pengendalian dan pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Jumlah buku evaluasi capaian RKPD 6 4 dok 4 dok 56.6. 4 dok 56.6. Evaluasi RKPD Jumlah dokumen Evaluasi RKPD NA 4 84.. 4 84.. 4 84.. 4 9.. 4 95.. dok 437.. Evaluasi Pembangunan Jumlah Dokumen Evaluasi Pembangunan NA 4 57.97. 4 6.. 4 65.. 4 7.. 4 75.. dok 37.97. Monitoring, Pengendalian dan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Jumlah monitoring kebijakan dan pelaksanaan RKPD NA 9.. 9.. 95.. 95.. 95.. jeni s dok 465.. Program kerjasama Pembangunan Daerah Prosentase kerjasama yang ditindaklanjuti 35.. 4.. 45.. 5.. 55.. 5.. V 4

Rencana Strategis 6 Koordinasi Perencanaan Pengembangan Wilayah Jumlah kerjasama yang dikoordinasikan (Fasilitasi CSR, NGO, Kerjasama antar Instansi) keg 35.. keg 4.. keg 45.. keg 5.. keg 55.. keg 5.. Fasiltiasi Perencanaan dan Pengendalian Dana Dana Khusus Jumlah Fasilitasi Dana Dana Khusus 4 keg 4 dok 8.. 4 dok 8.. 4 dok 8.. 4 dok 8.. 4 dok 8.. 4 keg 4.. 3 Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan daerah Prosentase Aparat Perencana yang Memiliki Sertifikat Diklat Teknis Perencanaan 5 57 8.368.4 64 95.. 7 5.. 78 55.. 85 6.. 65.. 453.368. 4 Peningkatan Kemampuan Teknis Aparat perencana Jumlah Fasilitasi Diklat/Bimtek Perencanaan Pembangunan Daerah, Studi komparasi perencanaan Pembangunan keg 8.368.4 95.. keg 5.. keg 55.. keg 6.. keg 65.. keg 453.368. 4 Meningkatnya pemanfaatan dokumen perencanaan pembangunan daerah Prosentase Pemanfaatan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah 8 8 9 9 9 Program perencanaan prasarana wilayah dan sumberdaya alam Prosentase Pemanfaatan Dokumen Perencanaan Infrastruktur 65.89.6 33.. 75.. 85.. 95.. 5...58.8 9.6 Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang ESDM, LH dan Perhubungan Jumlah yang dikoordinasikan 3 bidan g 3 65.89.6 3 bid ang 65.89.6 V 5

Rencana Strategis 6 Koordinasi Perencanaan Pembangunan bidang infrastruktur Jumlah fasiltiasi Perencanaan pembangunan bidang infrastruktur 45.. 4 55.. 4 55.. 4 6.. 4 7.. 8 bid ang 85.. Penyusunan Dokumen perencanaan Pembangunan bidang Infrastruktur Jumlah dokumen yang dihasilkan 88.... 3.. 35.. 35.. dok 78.. Program perencanaan Tata Ruang Prosentase ketersediaan Dokumen dan Informasi tata ruang dalam peta analog dan digital di tingkat kota dan kecamatan 6 75 77.9. 75 77.9. Monitorin, Evaluasi dan pelaporan rencana Tata ruang Jumlah Fasilitasi BKPRD, rakor penataan Ruang keg keg 77.9. keg 77.9. 3 Program perencanaan pengembangan kota Kota Menengah dan Besar Prosentase Pemanfaatan Dokumen Perencanaan Keciptakaryaan 9.8. 6 #REF! #REF! #REF! #REF! #REF! #REF! V 6

Rencana Strategis 6 Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Cipta Karya dan tata Ruang Jumlah Rakor bidang cipta Karya dan Tata Ruang dan koordinasi Kota hijau keg 5 keg 39.99.6 5 keg 39.99.6 Penyusunan dokumen perencanaan pembangunan Bidang Cipta karya dan tata ruang Jumlah Dokumen yang Disusun 3 dok dok 5.983. dok 5.983. 4 Program perencanaan pembangunan ekonomi Prosentase Pemanfaatan Dokumen Perencanaan Ekonomi 36.87. 5 37.4. 75.. 8.. 85.. 9...3.68 7.5 Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi Jumlah Fasilitasi dan Koordinasi Perencanaan bidang ekonomi keg keg 57.436. keg 6.4. keg 65.. keg 7.. keg 75.. keg 8.. 6 keg 49.836. Fasilitasi Pengembangan Inovasi Daerah Jumlah Fasilitasi Pengembangan Inovasi Daerah ( Penyusunan buku profil inovasi, Lomba Inotek, Promosi Inovasi, Temu Inovator kota Blitar) 4 keg 4 keg 89.65.5 4 keg 89.65.5 Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan bidang Ekonomi Jumlah Dokumen Perencanaan yang dihasilkan dok dok 89.586. dok 75.. dok.. dok.. dok.. dok.. dok 64.586. V 7

Rencana Strategis 6 5 Program Perencanaan Pengembangan kota kota Menengah dan Besar Prosentase Pemanfaatan Dokumen Perencanaan Keciptakaryaan 3.888. 3.888. Fasilitasi Perencanaan dan Pengendalian dana Dana Khusus Jumlah Laporan Pelaksanaan DAK, BK, proposal DAK,Profil Pelaksanaan DAK 4 dok 4 dok 3.888. 4 dok 3.888. 6 Program perencanaan pembangunan sosial budaya Prosentase Pemanfaatan Dokumen Perencanaan Sosial Budaya 68.74. 87 8.74. 37 85.. 95.. 5.....46.45 7.4 Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial dan Budaya Jumlah Fasilitasi dan Koordinasi Perencanaan bidang Sosial Budaya (Fasilitasi SKPD Pengampu bidang Sosial Budaya) 4 keg 4 keg 79.635. 4 keg 75.. 4 keg 85.. 4 keg 9.. 4 keg 95.. 4 keg.. 5 dok 54.635. Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan bidang Sosial Budaya Jumlah Dokumen Perencanaan yang dihasilkan dok dok 89.79.8 7 dok 7.74. 37 dok.. dok 5.. dok.. dok.. dok 6.8. 4 V 8

Rencana Strategis 6 Fasilitasi Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Fasilitasi Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan ( Fasilitasi TKPK, Laporan PPK Semesteran, LPKD, Juknis PPMK) 4 keg 4 keg 63.93. 5 4 keg 63.93.5 4 keg 63.93.5 4 keg 63.93. 5 4 keg 63.93. 5 keg 39.56. 5 7 Program perencanaan pembangunan ekonomi Prosentase pemanfaatan Dokumen Perencanaan Ekonomi 63.98. 65 63.98. 65 Penyusunan Masterplan penanggulangan Kemiskinan Jumlah Dokumen Masterplan yang dihasilkan NA dok 99.395.4 dok 99.395.4 Fasilitasi Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Fasilitasi Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan ( Fasilitasi TKPK, Laporan PPK Semesteran, LPKD, Juknis PPMK) 4 keg 4 keg 63.93. 5 4 keg 63.93. 5 8 Program Perencanaan Pembangunan Daerah Prosentase Pemanfaatan Dokumen Perencanaan Kesra 58.94.8 5 33.94. 85 65.. 75.. 85.. 95.. 9.88. 7 V 9

Rencana Strategis 6 Koordinasi perencanaan Pembangunan Bidang Kesejahteraan Rakyat Jumlah Fasilitasi dan Koordinasi Perencanaan bidang Kesejahteraan Rakyat (Fasilitasi SKPD Pengampu bidang Kesra) keg keg 58.94.8 5 keg 58.94.8 5 keg 65.. keg 7.. keg 75.. keg 8.. keg 47.88. 7 Penyusunan Dokumen perencanaan Pembangunan Bidang Kesejahteraan Rakyat Jumlah Dokumen yang Dihasilkan NA dok 75.. dok.. dok 5.. dok.. dok 5.. 9 dok 55.. 8 Program Perencanaan Pembangunan Daerah Prosentase Pemanfaatan Dokumen Perencanaan Pembangunan Manusia 5........ 3..... Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan bidang Pembangunan Manusia Jumlah Dokumen Perencanaan yang dihasilkan dok dok 75.. dok.. dok 5.. dok.. dok 5.. dok 55.. Koordinasi Perencanaan Pembangunan bidang Pembangunan Manusia Fasilitasi dan Koordinasi Perencanaan bidang Pemerintahan (Fasilitasi SKPD Pengampu bidang Pembangunan Manusia) keg keg 75.. keg.. keg 5.. keg.. keg 5.. keg 55.. V

Rencana Strategis 6 8 Program Perencanaan Pembangunan Daerah Prosentase Pemanfaatan Dokumen Perencanaan Pemerintahan 4.853. 9 5........ 3...5.85 3.9 Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan bidang Pemerintahan Jumlah Dokumen Perencanaan yang dihasilkan dok dok 5.489.5 5 dok 75.. dok.. dok 5.. dok.. dok 5.. dok 557.489. 55 Koordinasi Perencanaan Pembangunan bidang Pemerintahan Fasilitasi dan Koordinasi Perencanaan bidang Pemerintahan (Fasilitasi Pengiriman Delegasi pada Muskomwil dan Rakernas APEKSI, Fasilitasi SKPD Pengampu bidang Pemerintahan) keg keg 88.364.3 5 keg 75.. keg.. keg 5.. keg.. keg 5.. keg 593.364. 35 3 Meningkatnya ketersediaan data pendukung perencanaan pembangunan Prosentase Kecukupan Data pendukung perencanaan pembangunan daerah 8 8 9 9 9 Menyediakan informasi /data dan kajian kebijakan untuk meningkatkan kualitas perencanaan pembangunan daerah Program pengembangan data / informasi Pengumpulan, Updating, dan Analisis Data Informasi Capaian Target Kinerja Program dan Kegiatan Prosentase Keterisian Data Pendukung Perencanaan Pembangunan Data hasil Validasi dan Verifikasi Data gakin 6 5,46 6 #REF! 8 #REF! 8 #REF! #REF! #REF! #REF! #REF! keg keg 39.9. keg 39.9. V

Rencana Strategis 6 Penyusunan Profile Daerah Profil Daerah dok, CD dok, CD 6.83.9 dok, CD 6.. dok, CD 75.. dok, CD 75.. dok, CD 75.. dok, CD 75.. 6 dok, 6C D 4.83. 9 Koordinasi Perencanaan Pembangunan bidang Data jumlah Bidang yang dikoordinasikan bidan g bid ang 35.997.4 bid ang 35.997.4 Penyusunan Data pengumpulan data/informasi Kebutuhan Penyusunan Dokumen Perencanaan dokumen data pendukung kebutuhan penyusunan dokumen perencanaan dok dok 45.835. 5 dok 45.835. 5 Pengelolaan Sistem Informasi perencanaan pembangunan Daerah (SIPPD) Pemeliharaan Data berbasis website dan jaringan internet Bappeda, Pengelolaan SIPD sist em.. sist em.. siste m.. sist em.. siste m.. sist em 5.. Pengelolaan SIPD Pengelolaan SIPD sist em 5.. sist em 55.. siste m 55.. sist em 65.. siste m 65.. sist em 9.. Program Pengembangan Data/Informasi/Statistik daerah Prosentase ketersediaan Data Statistik Daerah 8 65.85. 5 65.85. 5 Pengelolaan Data Elektronik pemeliharaan databerbasis website bulan bul an 78.3.5 5 bul an 5.. bul an 75.. bula n 75.. bul an 8.. bula n 8.. 7 bul an 43.3. 55 Pengelolaan, Updating dan Analisis Data Statistik Daerah 65.85. 5 65.85. 5 V

Rencana Strategis 6 Prosentase hasil litbang yang dimanfaatkan dalam pelaksanaan pembangunan 3 Program Perencanaan Pembangunan Daerah Prosentase pemanfaatan dokumen penelitian dan pengembangan yang ditindaklanjuti 64.68. 64.68. Kajian Sistem dan Mekanisme Pembangunan Jumlah dokumen kajian yang dihasilkan dok dok 64.68. dok 64.68. 4 Program Penelitian dan Pengembangan Prosentase pemanfaatan dokumen penelitian dan pengembangan yang ditindaklanjuti 359.5. 369.5. 399.5. 49.5. 49.5..957.5. Koordinasi Litbang bidang inovasi dan Teknologi Jumlah fasilitasi koordinasi kelitbanganbidan g inovasi dan teknologi keg 4.. keg 4.. keg 5.. keg 5.. keg 5.. 5 keg 3.. Koordinasi Litbang bidang Ekonomi, Infrastruktur dan pengembangan Wilayah Jumlah fasilitasi koordinasi kelitbangan bidang Ekonomi, Infrastruktur dan pengembangan Wilayah keg 4.. keg 4.. keg 5.. keg 5.. keg 5.. 5 keg 3.. Koordinasi Litbang bidang Sosial budaya dan Evaluasi Pembangunan Jumlah fasilitasi koordinasi kelitbangan bidang Sosial Budaya dan Evaluasi Pembangunan keg 4.. keg 4.. keg 5.. keg 5.. keg 5.. 5 keg 3.. V 3

Rencana Strategis 6 Fasilitasi Pengembangan inovasi Daerah Jumlah Fasilitasi Pengembangan Inovasi Daerah ( Penyusunan buku profil inovasi, Lomba Inotek, Promosi Inovasi, Temu Inovator kota Blitar) 4 keg 78.. 4 keg 78.. 4 keg 68.. 4 keg 88.. 4 keg 88.. keg 4.. kajian Litbang bidang Sosbud dan evaluasi pembangunan Jumlah dokumen kajian yang dihasilkan dok 65.. dok 75.. dok 85.. dok 85.. dok 9.. 5 dok 4.. Kajian Litbang bidang Ekonomi, Infrastruktur dan pengembangan Wilayah Jumlah dokumen kajian yang dihasilkan dok 96.5. dok 96.5. dok 96.5. dok 86.5. dok 9.5. 5 dok 467.5. 5 Program kerjasama Pembangunan Daerah Prosentase pemanfaatan dokumen penelitian dan pengembangan 3.4. 3.4. Koordinasi Perencanaan Pembangunan bidang Kelitbangan fasilitasi koordinasi kelitbangan keg keg 3.4. keg 3.4. V 4

Rencana Strategis 6 V 5

Rencana Strategis 6 BAB VI INDIKATOR KINERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD Didalam bab ini, akan dibahas mengenai indikator kinerja dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD. Indikator kinerja tersebut secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai selama kurun waktu 5 (lima) tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD, sesuai pada tabel 6.. Dengan demikian indikator kinerja berfungsi sebagai alat ukur yang dapat menunjukkan apakah sasaran atau kegiatan yang telah diukurnya telah berhasil dicapai atau tidak. VI

Rencana Strategis 6 Tabel. 6.. Indikator Kinerja Bappeda Kota Blitar yang Mengacu pada Tujuan dan Sasaran RPJMD No. Indikator Renstra Indikator RPJMD Kondisi Kinerja pada Target Capaian Setiap Tahun Kondisi Kinerja pada Akhir 5 6 7 8 9 3 4 5 6 7 8 9. Prosentase SKPD dengan Kualitas Perencanaan Baik Prosentase SKPD dengan Kualitas Perencanaan Baik 6% 8% 8% % % % % % VI

Rencana Strategis 6 VI 3

Rencana Strategis 6 VI 4

Rencana Strategis 6 BAB VII PENUTUP disusun Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar sesuai dengan amanat Undang tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang menyatakan bahwa Rencana Pembangunan Jangka Menengah Satuan kerja Perangkat Daerah yang selanjutnyaa disebut Renstra SKPD, adalah dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun. Rencana Strategis memuat tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan selama tahun 6 yang disusun sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD serta berpedoman kepada RPJMD Daerah dan bersifat indikatif. Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar tahun 6 ditetapkan dengan Peraturan Walikota Blitar dan disahkan dengan Keputusan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar. Rencana rencana kerja tahunan yaitu Rencana Kerja (Renja) Bappeda Kota Blitar. Selain itu, rencana strategis dimaksud juga merupakan dasar evaluasi dan pelaporan pelaksanaan atas kinerja tahunan dan lima tahunan. Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar Tahun 6 berfungsi sebagai pedoman, penentu arah, sasaran dan tujuan bagi penyelenggaraann pemerintahan, pengelolaan pembangunan, dan pelaksanaan pelayanan kepada masyarakat.sebagai penjabaran visi dan misi, maka partisipasi dan strategis dimaksud merupakan pedoman dalam penyusunan aparat Bappeda dalam melaksanakan tugas tugas komitmen seluruh aparat Badan Perencanaan Pembangunan Kota Blitar sangatlah diperlukan karena akan menentukan keberhasilan program dan kegiatan yang telah disusun Undang Nomor 5 tahun 4 sehingga diharapakan seluruh aparatur dapat melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab. Perlu disampaikan bahwa Rencana Strategis ini telah diupayakan memuat seluruh aspek yang diharapkan dapat memberikan jawaban sekaligus solusi bagi permasalahan perencanan pembangunan di Kota Blitar, meskipun dalam pelaksanaannya sangat dipengaruhi oleh dinamika perkembangan yang terjadi. Oleh sebab itu, pelaksanaan Rencana Strategis membutuhkan kecermatan, kreativitas dan respon yang cepat terhadap perubahan yang terjadi. Dengann demikian, dokumen perencanaan ini memiliki kelenturan (fleksibilitas) dalam pelaksanaannya, bersifat dinamis dan berdaya guna serta sesuai dengan tujuan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar. Selanjutnyaa Rencana Strategis Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar Tahun 6 ini menjadi acuan kerja bagi sekretariat dan bidang bidang di lingkungan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Blitar. Untuk itu semua unit kerja harus melaksanakan dengan baik dan akuntabel dengan mengedepankan peningkatan capaian kinerja. Kepala BAPPEDA Kota Blitar Drs. Ec. PRIYO ISTANTO Pembina Utama Muda NIP. 968 993 9 VII

Rencana Strategis 6 VII

Rencana Strategis 6 VII 3

Rencana Strategis 6 VII 4