BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. panjang badan 50 cm (Pudjiadi, 2003). Menurut Depkes RI (2005), menyatakan salah satu faktor baik sebelum dan saat hamil yang

BAB I PENDAHULUAN. Masa Kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya

BAB 1 PENDAHULUAN. kapasitas/kemampuan atau produktifitas kerja. Penyebab paling umum dari anemia

BAB I PENDAHULUAN. Anemia adalah suatu kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam darah lebih rendah dari batas normal kelompok orang yang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam rangka mencapai Indonesia Sehat dilakukan. pembangunan di bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan

BAB I PENDAHULUAN. anemia masih tinggi, dibuktikan dengan data World Health Organization

PENGETAHUAN, SIKAP, PRAKTEK KONSUMSI SUSU DAN STATUS GIZI IBU HAMIL

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 1 PENDAHULUAN. dengan berat badan normal. Dengan kata lain kualitas bayi yang dilahirkan sangat

BAB I PENDAHULUAN. hingga kelahiran dan pertumbuhan bayi selanjutnya. (Depkes RI, 2009)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Jawa Tengah kotamadya Salatiga. Lokasi puskesmas Sidorejo

I. PENDAHULUAN. terpenting dalam pertumbuhan anak dimasa datang (Rodhi, 2011) World Health Organization (WHO) 2008, telah membagi umur kehamilan

BAB I PENDAHULUAN. dari pertemuan sperma dan ovum sebagai rangkaian kejadian dari

KUESIONER PENELITIAN HUBUNGAN PENGETAHUAAN DAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PERAWATAN KEHAMILAN PADA IBU HAMIL YANG MENGALAMI ABORTUS SPONTAN TAHUN 2013

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. defisiensi vitamin A, dan defisiensi yodium (Depkes RI, 2003).

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Kriteria riset partisipan adalah ibu hamil primigravida dengan usia

BAB I PENDAHULUAN. atau calon ibu merupakan kelompok rawan, karena membutuhkan gizi yang cukup

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. masyarakat dengan melihat indikator yang tercantum dalam Milenium

METODE. Zα 2 x p x (1-p)

BAB I PENDAHULUAN. menilai derajat kesehatan. Kematian Ibu dapat digunakan dalam pemantauan

KELAS IBU HAMIL. dr. Hafizah

BAB 1 PENDAHULUAN. Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP-N) tahun

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang

HUBUNGAN PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA KEHAMILAN DENGAN BERAT BAYI LAHIR DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA SKRIPSI

KARAKTERISTIK IBU HAMIL DENGAN ANEMIA DI PUSKESMAS PANARUNG KOTA PALANGKA RAYA TAHUN 2015

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Kehamilan merupakan suatu keadaan fisiologis yang diharapkan setiap pasangan

TINJAUAN PUSTAKA Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) Definisi Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu penyebab kematian ibu adalah abortus. Abortus adalah

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG. Angka kematian bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 1. PENGUMPULAN/ PENYAJIAN DATA DASAR SECARA LENGKAP

BAB I PENDAHULUAN. melalui jalan lahir namun kadang-kadang tidak sesuai dengan yang diharapkan. Berat

HUBUNGAN STATUS GIZI IBU HAMIL DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD DR WAHIDIN SUDIROHUSODO KOTA MOJOKERTO

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut W.J.S Poerwodarminto, pemahaman berasal dari kata "Paham

Volume 4 No. 1, Maret 2013 ISSN : HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DI RSUD R.A KARTINI JEPARA INTISARI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. kabupaten Bonebolango dengan batas-batas sebagai berikut:

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. perubahan kondisi sosial ekonomi masyarakat. makin besar dengan adanya anemia 51%, nifas 45%.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. secara Nation Wide mengingat prevalensinya cukup tinggi umumnya sebagian

BAB I PENDAHULUAN. proses selanjutnya. Proses kehamilan, persalinan, nifas dan bayi baru lahir

BAB II TINJAUAN TEORI

HUBUNGAN PENAMBAHAN BERAT BADAN IBU SELAMA HAMIL DENGAN KEJADIAN BBLR DI RUMAH SAKIT DR. NOESMIR BATURAJA TAHUN 2014

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

FAKTOR FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KADAR HB IBU HAMIL DI PUSKESMAS KECAMATAN SENEN TAHUN Nur Romdhona Putri Nabella.

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan dalam sintesa hemoglobin. Mengkonsumsi tablet Fe sangat

BAB I PENDAHULUAN. salah satu kontribusi penting dalam Millenium Development Goals (MDGs)

KARYA TULIS ILMIAH. Karya Tulis Ilmiah ini diajukan untuk memenuhi persyaratan Memperoleh gelar Ahli Madya Kebidanan (AM.Keb)

BAB I PENDAHULUAN. sangat besar terhadap kualitas sumber daya manusia. Menurut Manuaba (2010),

STUDI FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN IBU HAMIL DALAM MENGKONSUMSI TABLET BESI DI POLINDES BENDUNG JETIS MOJOKERTO.

BAB I PENDAHULUAN. Sebagai tolak ukur keberhasilan kesehatan ibu maka salah satu indikator

BAB I PENDAHULUAN. tahun Konsep pembangunan nasional harus berwawasan kesehatan, yaitu

Gambaran Karakteristik Ibu Hamil, Tingkat Pengetahuan serta Sikap terhadap Asupan Gizi Ibu Hamil di Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum Semarang

HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM TABLET FE PADA IBU PRIMIGRAVIDA DENGAN KEJADIAN ANEMIA DI PUSKESMAS TEGALREJO TAHUN 2016

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RUMAH SAKIT UMUM ANUTAPURA PALU ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. tahun diperkirakan wanita di dunia meninggal sebagai akibat. per kelahiran hidup (Wiknjosastro, 2006).

KARAKTERISTIK IBU HAMIL YANG MELAHIRKAN BAYI DENGAN BERAT BADAN LAHIR RENDAH DI RSU RA KARTINI JEPARA. Gunawan, Anik Sholikah, Aunur Rofiq INTISARI

Kuesioner Penelitian Gambaran Perilaku Ibu Hamil dalam Melakukan Perawatan Kehamilan di Desa Manis Kabupaten Asahan Kecamatan Pulau Rakyat Tahun 2016

BAB I PENDAHULUAN. (Suharno, 1993). Berdasarkan hasil penelitian WHO tahun 2008, diketahui bahwa

BAB Ι PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan suatu proses fisiologis yang terjadi pada setiap

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Salah satu penentu kualitas sumber daya manusia adalah gizi seimbang. Kekurangan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. kalender atau 40 minggu atau 280 hari (Megasari, 2015). Kehamilan secara umum

BAB 1 : PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah gizi di Indonesia masih didominasi oleh masalah Kurang Energi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. bayi berat lahir rendah (BBLR), dan infeksi (Depkes RI, 2011). mampu menurunkan angka kematian anak (Depkes RI, 2011).

BAB I PENDAHULUAN. 2012, angka kematian ibu di Indonesia masih sangat tinggi yaitu 359 per

Kehamilan Resiko Tinggi. Oleh Dokter Muda Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Andalas 2013

BAB IV Hasil dan Pembahasan 4.1 Hasil Penelitian Gambaran umum lokasi penelitian Karakteristik sampel

STATUS GIZI IBU HAMIL SERTA PENGARUHNYA TERHADAP BAYI YANG DILAHIRKAN

BAB I PENDAHULUAN. Kehamilan merupakan permulaan suatu kehidupan baru. pertumbuhan janin pada seorang ibu. Ibu hamil merupakan salah satu

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dipilih lokasi di Kecamatan Susukan, Kabupaten

BAB I PENDAHULUAN. merupakan salah satu indikator keberhasilan layanan kesehatan di suatu

BAB I PENDAHULUAN. berlangsung dengan baik, bayi tumbuh sehat sesuai yang diharapkan dan

BAB I PENDAHULUAN. emosional yang sangat besar bagi setiap wanita (Rusli, 2011). Kehamilan dan

BAB I PENDAHULUAN. negara berkembang lainnya. Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. spesialis kebidanan, dokter umum, dan bidan) pada ibu selama masa kehamilannya

Gambaran kejadian Hipertensi Gravidarum Berdasarkan Karakteristik di Bidan Ny. Y Kelurahan Sambongpari Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya

NASKAH PUBLIKASI. Disusun oleh: Aribul Maftuhah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

HUBUNGAN DUKUNGAN SUAMI DENGAN KEPATUHAN KONSUMSI TABLET FE PADA IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS WIROBRAJAN KOTA YOGYAKARTA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tipe Penelitian Penelitian deskriptif ini menggambarkan dan menganalisis beberapa faktor ibu yang berasosiasi terhadap kejadian bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) di RSUD Salatiga. Metode deskriptif memungkinkan peneliti untuk menuturkan pemecahan masalah berdasarkan data-data, tersaji menganalisis dan menginterpretasikan data. Pendekatan kualitatif dilakukan sebagai upaya mendeskripsikan fenomena yang dipelajari berdasarkan data yang diperoleh lewat observasi dan komunikasi dengan partisipan. 3.2 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salatiga. Pemilihan lokasi didasarkan atas pertimbangan bahwa RSUD Salatiga merupakan rumah sakit rujukan bagi bayi beresiko tinggi seperti bayi dengan BBLR khususnya untuk wilayah Salatiga dan sekitarnya. Penelitian berlangsung selama tiga bulan yaitu bulan Juni sampai dengan Agustus 2012. 27

28 3.3 Partisipan Penelitian Teknik penentuan riset partisipan menganut purposive sampling yakni teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Pada tahap pertama dilakukan koleksi data jumlah seluruh bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) pada bulan Juni sampai dengan Agustus 2012 di RSUD Salatiga. Berdasarkan data tersebut dilakukan pelacakan untuk menemukan karakteristik partisipan yang relevan dengan fokus penelitian ini. Wawancara lebih mendalam dilakukan terhadap riset partisipan yang telah ditemukan. Sesuai dengan tujuan penelitian, karakteristika riset partisipan dalam penelitian ini adalah : a. Ibu yang melahirkan bayi dengan berat kurang dari 2.500 gram dengan usia kehamilan 37 minggu atau lebih (termpostterm). b. Bayi yang dilahirkan bukan bayi kembar (gemeli). c. Ibu bersedia menjadi riset partisipan dan kooperatif. Empat belas ibu dinyatakan memenuhi karakteristik menjadi riset partisipan pada penelitian ini. 3.4 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Dalam melakukan

29 wawancara peneliti menggunakan pedoman wawancara (interview guide) agar memudahkan peneliti dalam memperoleh dan mengumpulkan data. Jenis wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara semi terstruktur (Semistructured interview), yaitu jenis wawancara yang sudah termasuk dalam kategori in-depth interview, pelaksanaannya lebih bebas untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, sehingga fihak yang diajak wawancara dapat mengemukakan pendapat dan ideidenya (Sugiyono, 2008). Selain melakukan wawancara, data diperoleh melalui penelurusan terhadap dokumen-dokumen yang berhubungan dengan riwayat kehamilan riset partisipan. Informasi ini diperoleh melalui data dari rekam medik maupun data dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Peneliti membuat blue print (Tabel 3.1) yang dijadikan acuan dalam pelaksanaan wawancara untuk memberikan batasan materi wawancara.

30 Tabel 3.1 Blueprint Pertanyaan Wawancara Faktor-Faktor Item Sub Item Keterangan Pertanyaan Gizi ibu hamil Status gizi ibu a. Sangat baik a. jika kenaikan berat badan hamil ibu hamil mencapai (Waryana, 2010 kategori sangat baik dan Romauli, 2011) selama kehamilan sesuai usia kehamilan ibu. b. Baik b. jika kenaikan berat badan ibu hamil mencapai kategori baik selama kehamilan sesuai usia kehamilan ibu. c. Cukup baik c. jika kenaikan berat badan ibu hamil mencapai kategori cukup baik selama kehamilan sesuai usia kehamilan ibu. d. Kurang d. jika kenaikan berat badan ibu hamil mencapai kategori kurang selama kehamilan sesuai usia kehamilan ibu. e. Sangat kurang e. jika ibu hamil tidak mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan. - Berapa berat badan ibu sebelum hamil? - Berapa berat badan ibu saat mau melahirkan? - Berapa minggu usia kehamilan ibu?

31 Status ekonomi Usia ibu (Bartini, 2012) Pengawasan ANC Pendidikan Ibu (Romauli, 2011) Pendapatan (UMR Kota Salatiga, 2012) Kelengkapan pelayanan yang diberikan pada pemeriksaan kehamilan (Depkes RI, 2009) a. Di atas UMR a. jika pendapat keluarga perbulan sebesar Rp900.000,00 atau lebih. b. Di bawah b. jika pendapatan keluarga UMR perbulan kurang dari Rp900.000,00 a. Baik a. jika usia ibu saat melahirkan 20 35 tahun. b. Beresiko b. jika usia ibu saat melahirkan kurang dari 20 tahun. c. Sangat beresiko c. jika usia ibu saat melahirkan di atas 35 tahun. a. Baik a. jika ibu hamil memperoleh semua pemeriksaan dengan lengkap b. Kurang b. jika ada 1/lebih jenis pemeriksaan yang belum dilakukan oleh ibu hamil. a. Tinggi a. jika ibu tamat perguruan tinggi. b. Menengah b. jika ibu tamat SMA c. Rendah c. jika ibu tamat SD/SMP - Berapa pendapatan keluarga perbulan? - Berapa usia ibu saat ini? - Jenis pelayanan apa saja yang ibu dapatkan pada waktu ibu memeriksakan kehamilannya? - Apa pendidikan terakhir ibu?

32 Penyakit/ komplikasi selama kehamilan (Prawirahardjo, 2008) Paritas (Winkjosastro, 2007) Jarak kehamilan (Bartini, 2012) Pekerjaan ibu (Farrer H, 2001) Kebiasaan ibu (Cunningham, 2005) a. Baik b. Buruk/beresiko a. Baik b. Buruk/beresiko a. Baik b. Buruk/beresiko a. Baik b. Buruk/beresiko a. Baik b. Buruk a. Jika ibu tidak menderita penyakit dan tidak mengalami komplikasi selama kehamilan. b. Jika ibu menderita penyakit atau komplikasi selama hamil. a. Paritas 2 dan 3 b. Paritas 1 dan paritas lebih dari 3. a. Jarak kehamilan lebih dari 2 tahun. b. Jarak kehamilan kurang dari 2 tahun. a. Jika ibu tidak bekerja/ sebagai ibu rumah tangga (IRT) b. Jika ibu bekerja. a. Jika ibu tidak merokok dan tidak minum alkohol. b. Jika ibu merokok dan minum alkohol. - Saat hamil, apakah ibu pernah mengalami gangguan dalam kehamilan? - Apakah ibu mempunyai penyakit selama hamil? - Saat ini kehamilan yang keberapa? - Berapa jarak kehamilan sekarang dengan kehamilan sebelumnya? - Apa jenis pekerjaan ibu? - Apakah ibu merokok? - Apakah ibu mempunyai kebiasaan minum alkohol?

33 Berikut ditampilkan interview guide yang tidak dilakukan kategorisasi Tabel 3.2 Interview guide dalam wawancara dengan riset partisipan Faktor Item Pertanyaan Gizi ibu hamil Menu makanan - Selama hamil, seberapa sering dan seberapa banyak seimbang mengkonsumsi nasi dalam satu hari? - Selama hamil, seberapa sering dan seberapa banyak mengkonsumsi sayur dalam sehari? Biasanya yang dikonsumsi sayur apa saja? - Selama hamil, seberapa sering dan seberapa banyak mengkonsumsi lauk dalam sehari? Biasanya lauk apa saja yang sering dikonsumsi? - Selama hamil, seberapa sering dan seberapa banyak mengkonsumsi buah dalam sehari? Buah apa yang sering dikonsumsi? - Selama hamil, seberapa sering dan seberapa banyak ibu mengkonsumsi susu dalam sehari? - Selama hamil, adakah makanan pantangan yang tidak boleh dikonsumsi ibu? Bila ada, makanan pantangan apa yang tidak

34 boleh dikonsumsi ibu? Mengapa makanan tersebut pantang untuk dikonsumsi? Pengawasan ANC Perencanaan - Apakah kehamilan ini direncanakan sebelumnya? kehamilan - Apakah kehamilan ini mendapat dukungan dari suami? Frekuensi pemeriksaan kehamilan - Pada waktu mengandung bayi ini, apakah ibu memeriksakan kehamilannya? Pada usia kehamilan berapa bulan, ibu pertama kali memeriksakan kehamilannya? - Dimana ibu memeriksakan kehamilannya? - Selama hamil, berapa kali ibu memeriksakan kehamilannya? Penyakit/komplikasi selama kehamilan - Apakah pada kehamilan terakhir ini, ibu pernah mempunyai keluhan? - Keluhan apa yang sering dialami ibu selama hamil? - Bila ibu mempunyai keluhan tersebut, tindakan apa yang ibu lakukan? Pekerjaan ibu - Selama hamil, apakah ibu masih bekerja? - Seberapa lama ibu bekerja? - Seberapa lama ibu istirahat di rumah?

35 3.5 Analisis Data Analisa data dimulai dengan menelaah seluruh data yang diperoleh baik dari hasil wawancara dengan partisipan penelitian maupun hasil dokumentasi dari data rekam medik serta data buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Data kualitatif diperoleh dari hasil penghitungan dan tidak menyatakan kuantitas, tetapi menyatakan sifat yang dikelompokkan dalam kategori (Budiarto, 2002). Wawancara dan dokumentasi menghasilkan data angka kejadian bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) bulan Juni sampai dengan Agustus 2012 di RSUD Salatiga. Pengelompokan data dilakukan untuk membedakan bayi BBLR kembar/gemeli dan bayi BBLR tidak kembar. Dilihat dari usia kehamilan ibu, bayi BBLR tidak kembar ini dikategorisasikan menjadi BBLR prematur (usia kehamilan ibu kurang dari 37 minggu) dan BBLR normal (usia kehamilan ibu 37 minggu atau lebih). Selanjutnya kejadian bayi BBLR normal ini dianalisis lebih mendalam untuk menemukan faktor ibu yang mempengaruhi kejadian BBLR tersebut. Masing-masing faktor ibu dari segi gizi ibu, status ekonomi, usia ibu, pengawasan ANC, pendidikan ibu, penyakit/komplikasi selama kehamilan, paritas, jarak kehamilan, pekerjaan ibu dan kebiasaan ibu (merokok dan minum alkohol) dilakukan kategorisasi menjadi baik dan buruk atau beresiko sebagaimana terlihat dalam Tabel 3.1.

36 1. Faktor gizi yang dinilai adalah status gizi ibu. Standar penilaian status gizi ibu hamil ditentukan berdasarkan kenaikan berat badan ibu selama hamil yang disesuaikan dengan usia kehamilan ibu. Berikut kenaikan berat badan normal bagi wanita hamil tiap trimester (Waryana, 2010): a. Trimester I (0-12 minggu) : kenaikan berat badan sebesar 0,7 1,4 kg. b. Trimester II (sampai usia 28 minggu) : kenaikan berat badan sebesar 6,7 7,4kg c. Trimester III (sampai usia 40 minggu) : kenaikan berat badan sebesar 12,7 13,4 kg. Menurut Romauli (2011) proporsi kenaikan berat badan selama hamil pada trimester III adalah 0,3-0,5 kg/minggu. Berdasarkan perhitungan di atas diperoleh hasil kenaikan berat badan ibu saat hamil yang disesuaikan dengan usia kehamilan ibu. Kategorisasi kenaikan berat badan ibu untuk menentukan status gizi ibu hamil yang disesuaikan dengan usia kehamilan ibu ditampilkan dalam Tabel 3.3.

37 Tabel 3.3 Kategorisasi kenaikan berat badan ibu hamil (Waryana, 2010 dan Romauli 2011) Usia kehamilan Kategorisasi kenaikan berat badan selama kehamilan (kg) (minggu) Kurang Cukup baik Baik Sangat baik 28 6,6 6,7 7,0 7,1-7,3 7,4 29 6,9 7,0 7,4 7,5 7,8 7,9 30 7,2 7,3 7,8 7,9 8,3 8,4 31 7,5 7,6 8,2 8,3 8,8 8,9 32 7,8 7,9 8,6 8,7 9,3 9,4 33 8,1 8,2 9,0 9,1 9,8 9,9 34 8,4 8,5 9,3 9,4 10,3 10,4 35 8,7 8,8 9,8 9,9 10,8 10,9 36 9,0 9,1 10,2 10,3 11,3 11,4 37 9,3 9,4 10,6 10,7 11,8 11,9 38 9,6 9,7 11,0 11,1 12,3 12,4 39 9,9 10,0 11,4 11,5 12,8 12,9 40 10,2 10,3 11,8 11,9 13,3 13,4 41 10,5 10,6 12,2 12,3 13,8 13,9 42 10,8 10,9 12,6 12,7 14,3 14,4 Sangat kurang, jika ibu hamil tidak mengalami peningkatan berat badan.

38 2. Faktor status ekonomi dilihat dari pendapatan keluarga perbulan. Faktor status ekonomi mencapai kategori di atas UMR jika pendapatan keluarga perbulannya mencapai Rp 900.000,00 atau lebih. Kategorisasi pendapatan keluarga per bulan berdasarkan Upah Minimum Regional (UMR) Kota Salatiga tahun 2012 yaitu sebesar Rp 900.000,00. 3. Faktor usia ibu mencapai kategori baik jika usia ibu saat melahirkan masuk usia reproduksi sehat yakni umur 20-35 tahun. 4. Faktor pengawasan ANC dilihat berdasarkan kelengkapan pelayanan yang diberikan pada pemeriksaan kehamilan. Faktor pengawasan ANC mencapai kategori baik jika ibu memperoleh pemeriksaan kehamilan dengan lengkap yang meliputi periksa perut, timbang berat badan berat badan, ukur tekanan darah, imunisasi TT 2 kali, pemberian tablet besi (Fe), dan pemeriksaan Hb darah. 5. Faktor pendidikan ibu mencapai kategori tinggi jika ibu tamat Perguruan Tinggi. 6. Faktor penyakit/komplikasi selama kehamilan masuk kategori baik jika ibu tidak menderita penyakit maupun tidak mengalami komplikasi selama kehamilan. 7. Faktor paritas masuk kategori baik jika kehamilan saat ini merupakan kehamilan kedua atau kehamilan ketiga.

39 8. Faktor jarak kehamilan masuk kategori baik jika jarak kehamilan sekarang dengan kehamilan sebelumnya lebih dari 2 tahun. 9. Faktor pekerjaan ibu masuk kategori baik jika ibu tidak bekerja atau hanya sebagai ibu rumah tangga (IRT). 10. Faktor kebiasaan ibu masuk kategori baik jika ibu tidak merokok dan tidak minum alkohol. Terhadap masing-masing partisipan akan dilakukan kategorisasi terhadap faktor gizi, status ekonomi, usia, pengawasan ANC, pendidikan, penyakit/komplikasi selama kehamilan, paritas, jarak kehamilan, pekerjaan dan kebiasaan ibu yang mempengaruhi kejadian BBLR tersebut. Hasil pengkategorisasian faktor-faktor tersebut kemudian dianalisis pada masing-masing partisipan untuk menetapkan faktor ibu yang mempengaruhi kejadian BBLRnya. Tahap selanjutnya menentukan faktor ibu yang paling berkaitan erat dengan kejadian BBLR pada seluruh partisipan yang diteliti. 3.6 Uji Keabsahan Data Penulis menggunakan teknik pemeriksaan triangulasi sumber untuk mendapatkan keabsahan data. Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber (Sugiyono, 2008).

40 Uji keabsahan data dilakukan dengan mencocokan hasil wawancara partisipan penelitian terhadap hasil dokumentasi baik data dari rekam medik maupun dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Penilaian terhadap kesesuaian antara hasil wawancara sejumlah item pertanyaan yang diajukan kepada partisipan dengan hasil dokumentasi dilakukan untuk menetapkan keabsahan data. 3.7 Keterbatasan Penelitian Penentuan status gizi partisipan ditentukan berdasarkan kenaikan berat badan selama kehamilan. Tidak memungkinkan bagi peneliti untuk memantau kenaikan berat badan partisipan tiap minggunya. Hal ini dikarenakan peneliti melakukan penelitian pada partisipan yang telah melahirkan bayi BBLR.