IV HASIL DAN PEMBAHASAN

dokumen-dokumen yang mirip
Penyimpangan Bobot Badan dengan Rumus Winter Alfi Fauziah

DAN PEMBAHASAN. 4.1 Keadaan Umum Tempat Penelitian. Lokasi penelitian adalah di Nusantara Polo Club bertempat di

BAHAN/OBJEK DAN METODE PENELITIAN. sebanyak 25 ekor, yang terdiri dari 5 ekor jantan dan 20 ekor betina dan berumur

I PENDAHULUAN. tunggang dan juga dapat digunakan dalam bidang olahraga. Salah satu bidang

Kajian Status Kuda Faali Kuda Polo... M Arif Rahman

IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Sumba Timur terletak di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur

HASIL DAN PEMBAHASAN. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 113 Tahun 2009 tentang Ornagisasi dan

Evaluasi Penyimpangan Bobot Badan...Muhammad Iqbal

HASIL DAN PEMBAHASAN. olahraga polo. Tinggi kuda polo berkisar antara 142 sampai dengan 159 cm

I PENDAHULUAN. Kuda merupakan mamalia ungulata yang berukuran paling besar di

HASIL DAN PEMBAHASAN. mengevaluasi performa dan produktivitas ternak. Ukuran-ukuran tubuh

Penyimpangan Bobot Badan Kuda Lokal Sumba menggunakan Rumus Lambourne terhadap Bobot Badan Aktual

IV HASIL dan PEMBAHASAN

PENYIMPANGAN BOBOT BADAN MENURUT RUMUS SCHOORL TERHADAP BOBOT BADAN AKTUAL PADA KUDA POLO DI NUSANTARA POLO CLUB

HASIL DAN PEMBAHASAN. dan pengembangan perbibitan ternak domba di Jawa Barat. Eksistensi UPTD

PEMBAHASAN. Pulau Sumba terletak di Barat-Daya Propinsi NTT, berjarak sekitar 96 km

PENDAHULUAN. dibangun oleh Prabowo Subianto di kawasan Jagorawi Golf dan Country Club.

HASIL DAN PEMBAHASAN. Rancabolang, Bandung. Tempat pemotongan milik Bapak Saepudin ini

METODE. Lokasi dan Waktu Penelitian ini dilaksanakan di Unit Pendidikan Penelitian Peternakan Jonggol (UP3J) mulai bulan Juli hingga November 2009.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Penyimpangan Bobot Badan Dugaan Mohammad Firdaus A

I PENDAHULUAN. dijadikan sebagai simbol status sosial pada kebudayaan tertentu. Seiring

PENDAHULUAN. tubuh yang akhirnya dapat dijadikan variable untuk menduga bobot badan. Bobot

BAB III MATERI DAN METODE. Kambing PE CV. Indonesia Multi Indah Farm Desa Sukoharjo Kecamatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Kambing Kacang, kambing Peranakan Etawa (PE) dan kambing Kejobong

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. berumur 4 7 tahun sebanyak 33 ekor dari populasi yang mengikuti perlombaan

TINJAUAN PUSTAKA. yang berasal dari pulau Bali. Asal usul sapi Bali ini adalah banteng ( Bos

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DAN PEMBAHASAN. Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Bahan dan Alat Pendataan dan Identifikasi Domba Penelitian

PENDUGAAN BOBOT BADAN SAPI PASUNDAN MENGGUNAKAN RUMUS WINTER PADA BERBAGAI SKOR KONDISI TUBUH DI KECAMATAN TEGAL BULEUD KABUPATEN SUKABUMI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. untuk penggemukan dan pembibitan sapi potong. Tahun 2003 Pusat Pembibitan dan

HASIL DAN PEMBAHASAN. Konsumsi Pakan, Bobot Badan dan Mortalitas Puyuh

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu

KAJIAN KEPUSTAKAAN. kuda Pony dengan tinggi pundak kurang dari 140 cm. dianggap sebagai keturunan kuda-kuda Mongol (Przewalski) dan kuda Arab.

HASIL DAN PEMBAHASAN. tetas dan ruang penyimpanan telur. Terdapat 4 buah mesin tetas konvensional dengan

TINJAUAN PUSTAKA. Terletak LU dan LS di Kabupaten Serdang Bedagai Kecamatan

III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. Objek penelitian adalah kuda kavaleri yang telah lulus program remonte di

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. berumur 4-7 tahun sebanyak 33 ekor yang mengikuti perlombaan pacuan kuda

HASIL DAN PEMBAHASAN. (BBPTU-HPT) Baturraden merupakan pusat pembibitan sapi perah nasional yang

MATERI DAN METODE. Materi

III. MATERI DAN METODE. Penelitian telah dilakukan pada bulan Mei sampai Juni 2013 di Kecamatan. Koto Tangah Kota Padang Sumatera Barat (Lampiran 1).

PEMILIHAN DAN PENILAIAN TERNAK SAPI POTONG CALON BIBIT Lambe Todingan*)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Domba Ekor Gemuk yang secara turun-temurun dikembangkan masyarakat di

PENDAHULUAN. atau kuda Sandelwood Pony, hasil perkawinan silang kuda poni lokal (grading

BAB III METODE PENELITIAN

1. Jenis-jenis Sapi Potong. Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan kambing tipe dwiguna yaitu sebagai penghasil daging dan susu (tipe

PENDAHULUAN. meningkat dari tahun ke tahun diperlihatkan dengan data Badan Pusat Statistik. menjadi ekor domba pada tahun 2010.

IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Konsumsi ransum merupakan jumlah ransum yang dikonsumsi dalam

TINJAUAN PUSTAKA Kurban Ketentuan Hewan Kurban

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kawasan Usaha Peternakan (KUNAK) Sapi Perah berada di Kecamatan

PENDAHULUAN. alat transportasi aktivitas sehari-hari, bahkan sejauh ini kuda dijadikan hewan

HASIL DAN PEMBAHASAN Kondisi Umum Penelitian Konsumsi Pakan

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu

Evaluasi Indeks Kumulatif Salako Pada Domba Lokal Betina Dewasa Di Desa Neglasari Kecamatan Darangdan Kabupaten Purwakarta

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Keadaan Umum Kabupaten Garut Kecamatan Leles dan Desa Dano

I PENDAHULUAN. pedesaan salah satunya usaha ternak sapi potong. Sebagian besar sapi potong

II KAJIAN KEPUSTAKAAN. karena karakteristiknya, seperti tingkat pertumbuhan cepat dan kualitas daging cukup

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. dengan populasi yang cukup tinggi. Kambing Kacang mempunyai ukuran tubuh

HASIL DAN PEMBAHASAN. Tabel 2. Data Suhu Lingkungan Kandang pada Saat Pengambilan Data Tingkah Laku Suhu (ºC) Minggu

MATERI DAN METODE Lokasi dan Waktu Materi

I PENDAHULUAN. beberapa tahun terakhir ini mengalami peningkatan. Keadaan ini disebabkan oleh

MODUL 9 KEBUTUHAN ZAT GIZI DAN JUMLAH KALORI YANG DIPERLUKAN OLEH ATLET

MATERI DAN METODE PENELITIAN

Pada kondisi padang penggembalaan yang baik, kenaikan berat badan domba bisa mencapai antara 0,9-1,3 kg seminggu per ekor. Padang penggembalaan yang

KAJIAN KEPUSTAKAAN. relatif lebih kecil dibanding sapi potong lainnya diduga muncul setelah jenis sapi

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Organisasi merupakan suatu gabungan dari orang-orang yang bekerja sama

TERNAK KAMBING 1. PENDAHULUAN 2. BIBIT

PENDAHULUAN. potensi besar dalam memenuhi kebutuhan protein hewani bagi manusia, dan

BAB III METODE PENELITIAN. bahwa Kabupaten Kendal merupakan salah satu kabupaten yang memiliki

METODE. Materi. Pakan Pakan yang diberikan selama pemeliharaan yaitu rumput Brachiaria humidicola, kulit ubi jalar dan konsentrat.

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah kerbau lokal betina

MATERI DAN METODE. a b c Gambar 2. Jenis Lantai Kandang Kelinci a) Alas Kandang Bambu; b) Alas Kandang Sekam; c) Alas Kandang Kawat

HASIL DAN PEMBAHASAN. koordinat 107º31-107º54 Bujur Timur dan 6º11-6º49 Lintang Selatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN. dengan kaidah-kaidah dalam standar peternakan organik. Pemeliharaan

HASIL DAN PEMBAHASAN. Keadaan Umum Lokasi Penelitian

II KAJIAN KEPUSTAKAAN. Indonesia masih sangat jarang. Secara umum, ada beberapa rumpun domba yang

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu

Gambar 3. Peta Satelit dan Denah Desa Tegalwaru Kecamatan Ciampea ( 5 Agustus 2011)

II KAJIAN KEPUSTAKAAN. Sapi Bali (Bos sondaicus) merupakan salah satu bangsa sapi lokal asli

MATERI DAN METODE. Lokasi dan Waktu. Materi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Bone Bolango merupakan salah satu kabupaten diantara 5

BAB III MATERI DAN METODE. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan setiap pukul WIB,

TINJAUAN PUSTAKA. Sapi Bali

HASIL DAN PEMBAHASAN. dalam jangka waktu tertentu. Tingkat konsumsi pakan dipengaruhi oleh tingkat

HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Kondisi Umum Kandang Local Duck Breeding and Production Station

III.METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan selama tiga bulan, pada bulan Mei-Juli 2013 di

Tugas Mata Kuliah Agribisnis Ternak Potong (Peralatan Untuk Perawatan Ternak Potong, Pemotongan Kuku, Memilih Sapi Bibit Peranakan Ongole) Oleh

III BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Adapun alat-alat yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: mengukur diameter lingkar dada domba

KARYA ILMIAH MERAIH SUKSES DENGAN BISNIS BUDIDAYA IKAN LELE

TINJAUAN PUSTAKA Kabupaten Kaur, Bengkulu. Gambar 1. Peta Kabupaten Kaur

BAHAN DAN METODE PENELITIAN. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelinci lokal dengan

TINJAUAN PUSTAKA. Populasi sapi bali di Kecamatan Benai sekitar ekor (Unit Pelaksana

HASIL DAN PEMBAHASAN

Transkripsi:

20 IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Keadaan Umum Tempat Penelitian Sumber :Nusantara-Polo.com Ilustrasi 1. Nusantara Polo Club Nusantara Polo Club adalah sebuah club olahraga kuda polo satu satunya berada di Indonesia yang memiliki luas lapangan 2 hektar dan luas lahan keseluruhan 6,5 hektar. Nusantara polo club ini bertempat di Jl. Karanggan Raya Cibinong, Kabupaten Bogor dekat dengan Jagorawi golf & country club. Bisa keluar melalui tol karanggan km 24 jika dari arah Jakarta, dan bisa keluar melalui tol Jagorawi km 28 jika dari arah Bogor. Jarak Nusantara Polo Club hanya 3 menit dari tempat Jagorawi Golf & Country Club. Letak Geografis Kabupaten ini antara 6º18' 6º47'10 LS dan 106º23'45-107º 13'30 BT. Kelembaban di Nusantara

21 Polo Club 61-96%, suhu 23-32 C, dan juga kecepatan angin 25 km/jam dari arah angin timur laut. (BMKG, 2016) Kuda polo di Nusantara Polo Club hanya aktif digunakan dari bulan Mei sampai Oktober dan diistirahatkan dari bulan November sampai dengan April. Hal tersebeut dikarenakan cuaca disana pada bulan tersebut sering hujan yang menyebabkan rumput tempat berlatih kuda disana menjadi licin sehingga kudakuda disana tidak bisa digunakan untuk latihan. Jika dipaksakan maka akan beresiko fatal bagi kuda jika kuda tersebut terpeleset dan cedera maka tidak bisa mengikuti pertandingan selanjutnya. 4.2 Tatalaksana pemeliharaan kuda Ilustrasi 2. Exercise Kuda Aktifitas di Nusantara Polo Club dimulai dari jam 06.00 dengan mengeluarkan kuda yang selanjutnya akan dibersihkan dengan menggunakan kerok dan sikat khusus oleh groomnya masing masing untuk menghilangkan

22 kotoran pada kuda selama kuda berada di dalam kandang. Satu orang groom biasanya mengurus 3-4 kuda. Setelah menyikat kuda, biasa groom membersihkan kandang dari feses agar kandang tetap bersih dan kuda tidak mudah terserang penyakit. Ketika pekerjaan groom sudah selesai, maka kuda diajak berjalan (exercise) di sekitar Nusantara Polo Club selama 30 menit, agar kuda tersebut tetap bergerak pada setiap harinya. Adapun perawatan yang lainnya seperti kuda dimandikan 2 minggu sekali, di cukur setiap satu minggu sekali dan juga di tapal selama 1-2 bulan sekali tergantung apakah tapal kuda tersebut sudah terlepas atau belum. 4.2.1 Perkandangan Ilustrasi 3. Perkandangan Nusantara Polo Club Perkandangan yang ada di Nusantara Polo Club terdiri dari kandang alpha yang berisi 39 ekor kuda, kandang bravo yang berisi 35 kuda, tempat penyimpanan pakan, dan tempat penyimpanan peralatan berkuda. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Mc.Banee (1991) yang menyatakan peternakan kuda yang baik dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti tempat penyimpanan

23 peralatan, tempat penyimpanan makanan, dan ruang groom pada setiap kandang sehingga memudahkan dalam pengawasan kuda. Kandang yang berada di Nusantara Polo Club adalah kandang individu yang berukuran 3x3 meter dan kandang tersebut menggunakan serbuk gergaji sebagai alas yang diganti selama satu minggu dua kali. Kandang alpha adalah kandang yang dipakai untuk kuda-kuda yang masih aktif digunakan dalam pertandingan polo. Kandang bravo adalah kandang yang digunakan untuk kudakuda afkir dan juga kuda yang mengalami cedera dan tidak aktif lagi dalam pertandingan polo. Selain itu, di kandang bravo juga diisi dengan kuda-kuda member yang di titipkan di Nusantara Polo Club. Karena cuaca di daerah Nusantara Polo Club cukup panas, maka mulai siang hari dikandang selalu dinyalakan uap air (fogging) dan juga dinyalakan kipas angin untuk menyesuaikan suhu antara suhu kuda dan juga suhu lingkungan di Nusantara Polo Club, karena suhu nyaman bagi kuda yaitu 30 Celcius. 4.2.2 Pakan Pemberian pakan rumput untuk kuda di Nusantara Polo Club biasanya dua kali sehari, yaitu pada jam 09.00 dan jam 17.00 sebanyak 5-7 kilogram dalam sekali pemberian. Rumput yang digunakan biasanya jika kuda sedang masa aktif latihan polo seperti pada bulan mei-oktober adalah rumput import dari Australia, dan jika kuda sedang dalam masa istirahat rumput yang diberikan hanyalah rumput alfa-alfa yang ditanam sendiri di lahan seluas 6000 meter. Pemberian pakan pellet untuk kuda di Nusantara Polo Club juga diberikan dua kali sehari pada jam 05.00 dan 18.00 sebanyak 2.5 kilogram pada masa istirahat dan 3 kilogram pada masa kuda disana aktif dalam pertandingan polo. Pemberian jenis pellet yang diberikan pada masa istirahat dan masa aktif juga

24 berbeda, pada masa istirahat pellet yang diberikan yaitu dengan merk fringan. Pada masa kuda sedang aktif polo, pellet yang diberikan merk grand pix dan juga ditambah dengan campuran seperti calcium, oats, elektrolit dan lainnya agar kuda mempunyai energi lebih untuk dipakai latihan atau pertandingan polo. 4.2.3 Sistem Perkawinan Perkawinan kuda polo di Nusantara Polo Club jarang dilakukan karena hampir semua kuda import dari Argentina, jadi yang di gunakan untuk perkawinan hanyalah kuda-kuda yang sudah tidak aktif digunakan dalam pertandingan polo dan sudah afkir untuk dijadikan indukan, agar tidak menghambat kegiatan polo yang ada disana. 4.2.4 Kesehatan Pemberian obat yang rutin seperti obat cacing selama 3 bulan sekali sebanyak 20-25ml dan juga gusanex yaitu spray anti lalat Penyakit yang paling sering menyerang kuda yaitu kolik. Kolik juga adalah salah satu penyebab terjadinya kematian pada kuda. Jika kuda terlihat gejala kolik seperti gelisah, feses yang keras dan sulit untuk makan, maka kuda tersebut harus di exercise selama 30 menit. Bila belum ada tanda tanda kesembuhan, maka disuntik dengan flunixin sebanyak 15ml dalam jangka waktu 8 jam dan diberikan sehari 3 kali. Jika akan dilakukan kebiri atau pembedahan, kuda diberikan lidochain bius local sebanyak 5ml, sedatif obat penenang 0,2ml, dan castran 0,5ml. Untuk obat antiradang diberikan penilbuzaton merk antipitanal sebanyak 15ml. 4.3 Peralatan Polo Berkuda Olahraga polo berkuda memiliki peralatan-peralatan khusus yang harus digunakan pada saat pertandingan berlangsung seperti pelana (saddle) sebagai

25 dudukan yang diletakan pada punggung kuda, sabuk (safety) untuk melilitkan pelana ke badan kuda,pijakan kaki untuk penunggang kuda (stirrup), tali kekang kuda (bridel), bandage yang dibalutkan pada kaki agar mengurangi cedera pada kuda, martingale, sepatu bot, pelindung lutut (kneeguard), sarung tangan, helm, polo stick (mallet), dan juga bola polo. 4.4 Deskripsi Data Ukuran-ukuran Tubuh dan Bobot Badan kuda Data yang dianalisis adalah lingkar dada, panjang badan dan bobot badan yang dilakukan pada 25 ekor kuda polo yang masih aktif digunakan dalam pertandingan polo yang memiliki umur 13-15 tahun yang berjenis kelamin jantan dan betina, bertempat di Nusantara Polo Club, kabupaten Bogor. 4.4.1 Lingkar Dada Hasil penelitian mengenai lingkar dada yang dilakukan terhadap kuda polo di Nusantara Polo Club dengan jumlah 25 ekor kuda dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Data Lingkar Dada Kuda di Nusantara Polo Club No Nilai Inchi Lingkar Dada Cm 1 Rata-rata 70,84 179,97 2 Ragam 2,59 16,77 3 Simpangan Baku 1,61 4,09 4 Koefisien Variasi (%) 2,27 2,27 5 Minimal 68,11 173,00 6 Maksimal 74,14 188,33

26 Berdasarkan Tabel 1, terlihat bahwa lingkar dada pada kuda polo di Nusantara Polo Club Memiliki nilai minimal 68,11 inchi, nilai maksimal 74,14 inchi dengan rata-rata lingkar dada sebesar 70,84±1,61 inchi dan koefisien variasi sebesar 2,27%. Koefisien variasi sebesar 2,27% menunjukan bahwa data populasi yang diamati hampir seragam, sesuai pendapat Nasoetion (1992) yang menyatakan bahwa koefisien variasi kurang dari 15% menunjukan bahwa populasi yang diamati hampir seragam. Pengukuran lingkar dada yang dilakukan dengan cara melingkarkan pita ukur pada tubuh ternak tepat di belakang kaki depan dan ternak dalam posisi normal, kaki depan dan belakang sejajar satu sama lain dan kepala ternak harus menghadap ke depan. Besar kecilnya lingkar dada sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya berat badan seekor ternak. Pertambahan lingkar dada dapat menyebabkan bertambahnya bobot badan, dimana daerah badan akan semakin dalam dan meluas yang akhirnya bagian tersebut akan tertimbun oleh otot, daging maupun lemak. Penimbunan otot ini akan mempengaruhi perubahan badan yang akan semakin membesar dan bertambah berat (Diwyanto, dkk., 1984). 4.4.2 Panjang Badan Hasil penelitian mengenai panjang badan yang dilakukan terhadap kuda polo di Nusantara Polo Club dengan jumlah 25 ekor kuda dapat dilihat pada Tabel 2.

27 Tabel 2. Data Panjang Badan Kuda di Nusantara Polo Club No Nilai Panjang Badan Inchi Cm 1 Rata-rata 62,19 157,99 2 Ragam 1,79 11,69 3 Simpangan Baku 1,34 3,41 4 Koefisien Variasi (%) 2,15 2,15 5 Minimal 59,84 152,00 6 Maksimal 64,82 164,66 Berdasarkan Tabel 2, terlihat bahwa panjang badan pada kuda polo di Nusantara Polo Club Memiliki nilai minimal 59,84 inchi, nilai maksimal 64,82 inchi dengan rata-rata lingkar dada sebesar 62,19±1,34 inchi dan koefisien variasi sebesar 2,15%. Koefisien variasi sebesar 2,15% menunjukan bahwa data populasi yang diamati hampir seragam, sesuai pendapat Nasoetion (1992) yang menyatakan bahwa koefisien variasi kurang dari 15% menunjukan bahwa populasi yang diamati hampir seragam. Panjang badan yang diukur merupakan jarak garis lurus dari tonjolan tulang bahu (Point of Shoulder) sampai pangkal pantat (Point of Buttocks) dengan menggunakan tongkat ukur agar tidak terpengaruhi oleh lekuk tubuh yang ada pada kuda. Panjang badan merupakan ukuran tubuh yang dapat digunakan untuk menduga bobot badan. Bertambahnya panjang badan diduga menyebabkan otototot yang menimbun tulang ke arah panjang semakin meluas yang akhirnya menambah bobot badan (Manggung, 1979). Panjang badan dapat menunjukan kapasitas badan yang besar, sehingga kemampuan mengkonsumsi pakan juga banyak yang mengakibatkan pertambahan bobot badan.

28 4.4.3 Bobot Badan Aktual Hasil penelitian mengenai bobot badan hasil penimbangan sebenarnya yang dilakukan terhadap kuda polo di Nusantara Polo Club dengan jumlah 25 ekor kuda dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Data Bobot Badan Kuda di Nusantara Polo Club No Nilai Bobot Badan Pounds Kg 1 Rata-rata 947,67 428,66 2 Ragam 1795,21 369,47 3 Simpangan Baku 42,37 19,22 4 Koefisien Variasi (%) 4,48 4,48 5 Minimal 848,77 385 6 Maksimal 1032,86 468,5 Berdasarkan Tabel 3, terlihat bahwa bobot badan aktual pada kuda di Nusantara Polo Club Memiliki nilai minimal 848,77 pounds, nilai maksimal 1032,86 pounds dengan rata-rata berat badan sebesar 947,67±42,37 pounds dan koefisien variasi sebesar 4,48%. Koefisien variasi sebesar 4,48% menunjukan bahwa data populasi yang diamati hampir seragam, sesuai pendapat Nasoetion (1992) yang menyatakan bahwa koefisien variasi kurang dari 15% menunjukan bahwa populasi yang diamati hampir seragam. Pertambahan bobot badan termasuk kedalam pertumbuhan dan menggambarkan kemampuan ternak untuk tumbuh. Bobot badan berguna untuk memudahkan pada tatalaksana pemeliharaan seperti pemberian kandungan nutrisi pakan, dosis obat-obatan, dan jumlah pakan yang akan diberikan pada ternak (Milner dan Hewitt, 1969). Menurut pendapat Tomaszewka, dkk., (1993), laju

29 pertambahan bobot badan dipengaruhi oleh umur, lingkungan, genetik dan faktor lain yang mempengaruhi pertumbuhan adalah sistem manajemen atau pengelolaan yang dipakai, tingkat nutrisi pakan yang tersedia, kesehatan dan iklim. Hal tersebut yang diperkirakan menjadi penyebab perbedaan bobot badan pada setiap individu kuda polo yang ada di Nusantara Polo Club. 4.4.4 Bobot Badan Dugaan Hasil Perhitungan Rumus Winter Hasil perhitungan pendugaan bobot badan menggunakan rumus Winter yang dilakukan terhadap kuda polo di Nusantara Polo Club dengan jumlah 25 ekor kuda dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Data Bobot Badan Dugaan Hasil Perhitungan Rumus Winter pada Kuda Polo di Nusantara Polo Club No Nilai Bobot Badan rumus Winter Pounds Kg 1 Rata-rata 1041,23 472,29 2 Ragam 2620,25 1188,52 3 Simpangan Baku 51,19 23,21 4 Koefisien Variasi (%) 4,91 4,91 5 Minimal 972,12 440,94 6 Maksimal 1179,41 534,97 Berdasarkan Tabel 4, terlihat bahwa bobot badan dugaan berdasar rumus Winter pada kuda di Nusantara Polo Club Memiliki nilai minimal 972,12 pounds, nilai maksimal 1179,41 pounds dengan memiliki rata-rata berat badan sebesar 1041,23±51,19 pounds dan koefisien variasi sebesar 4,91%. Koefisien Variasi sebesar 4,91% menunjukan bahwa data populasi yang diamati hampir seragam,

30 sesuai pendapat Nasoetion (1992) yang menyatakan bahwa koefisien variasi kurang dari 15% menunjukan bahwa populasi yang diamati hampir seragam. Ukuran tubuh yang dipakai pada perhitungan rumus Winter yaitu panjang badan dan lingkar dada. Kelebihan dari rumus ini adalah kedua variable ukuran tubuh tersebut dapat saling mengkoreksi satu sama lain sehingga apabila ditemukan ternak dengan lingkar dada yang sama tetapi bobot badannya berbeda. Maka panjang badan akan mengkoreksi bobot badan rumus, begitupun sebaliknya (Suwarno, 1958). 4.4.5 Penyimpangan Bobot Badan Dugaan Berdasar Rumus Winter terhadap Bobot Badan Aktual pada Kuda Polo di Nusantara Polo Club Perhitungan penyimpangan bobot badan dugaan berdasarkan rumus Winter terhadap bobot badan aktual pada kuda polo di Nusantara Polo Club terdapat pada Tabel 5. Tabel 5. Data Penyimpangan Bobot Badan Dugaan Berdasarkan Rumus Winter Terhadap Bobot Badan Aktual pada Kuda Polo di Nusantara Polo Club No Nilai Pounds Simpangan Kg 1 Minimal 29,02 13,16 2 Maksimal 168,60 76,47 3 Rata-rata 93,56 42,43 4 Penyimpangan (%) 9,94 % 9,94% Berdasarkan Tabel 5, terlihat bahwa Bobot Badan Dugaan Berdasarkan Rumus Winter Terhadap Bobot Badan Aktual pada Kuda di Nusantara Polo Club memiliki nilai simpangan minimal sebesar 29,02 pounds, nilai simpangan maksimal 168,60 pounds dengan rata-rata nilai simpangan 93,56 pounds dan

31 persentasi penyimpangan sebesar 9,94%. Dari hasil peneitian yang didapatkan, maka rumus Winter dapat diterapkan pada kuda polo di Nusantara Polo Club karena memiliki hasil penyimpangan kurang dari 10%. Sesuai dengan yang dikatakan Williamson dan Payne (1978), bahwa penyimpangan pendugaan bobot badan pada umumnya berkisar antara 5% sampai 10%.