TRANSFORMASI BESI DAN MANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
, NO 3-, SO 4, CO 2 dan H +, yang digunakan oleh

PERANAN MIKROORGANISME DALAM SIKLUS UNSUR DI LINGKUNGAN AKUATIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENENTUAN KUALITAS AIR

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 4 SIKLUS BIOGEOKIMIA

Mikrobia dan Tanah KULIAH 1 PENDAHULUAN 9/5/2013 BIOLOGI TANAH BIOLOGI TANAH TANAH. Tanah merupakan habitat yang sangat heterogen. Penghuninya beragam

DAUR BIOGEOKIMIA 1. DAUR/SIKLUS KARBON (C)

DAUR AIR, CARBON, DAN SULFUR

HASIL DAN PEMBAHASAN. (CH 2 O)n + n O 2 n CO 2 + n H 2 O + e - (1) mikrob (CH 2 O)n + nh 2 O nco 2 + 4n e - + 4n H + (2)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil analisis tanah lokasi penelitian disajikan pada Lampiran 1. Berbagai sifat kimia tanah yang dijumpai di lokasi

MODUL 2-1 NUTRISI MINERAL TUMBUHAN

1 Asimilasi nitrogen dan sulfur

TINJAUAN PUSTAKA. Tanah Sawah. tanaman padi sawah, dimana padanya dilakukan penggenangan selama atau

BAB I PENDAHULUAN. terkandung di kawasan bekas tambang dan industri (Das et al, 2012; Hao dan

HASIL DAN PEMBAHASAN

I. PENDAHULUAN. berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi untuk tanaman dan

Chemoautotropic Eubacteria

1. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara di wilayah tropika basah yang sebagian besar

PERTUMBUHAN MIKROORGANISME

DASAR ILMU TANAH. Bab 5: Sifat Kimia Tanah

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUAN PUSTAKA. Survei dan Pemetaan Tanah. Pemetaan adalah proses pengukuran, perhitungan dan penggambaran

Penentuan parameter kualitas air secara kimiawi. oleh: Yulfiperius

II. TINJAUAN PUSTAKA. Ultisol merupakan salah satu jenis tanah di Indonesia yang mempunyai

Bab V Hasil dan Pembahasan

TUGAS KOROSI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU KOROSI

TINJAUAN PUSTAKA. baik terus-menerus sepanjang tahun maupun bergiliran dengan tanaman palawija.

a.daur Air/H2O (daur/siklus hidrologi)

DASAR ILMU TA AH Ba B b 5 : : S i S fa f t t K i K mia T a T nah

TINJAUAN PUSTAKA. Sekilas Tentang Tanah Andisol. lapisan organik dengan sifat-sifat tanah andik, mana saja yang lebih

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Mineralisasi N dari Bahan Organik yang Dikomposkan

1. ENERGI DALAM EKOSISTEM 2. KONSEP PRODUKTIVITAS 3. RANTAI PANGAN 4. STRUKTUR TROFIK DAN PIRAMIDA EKOLOGI

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Karakteristik Ultisol

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

Persamaan Redoks. Cu(s) + 2Ag + (aq) -> Cu 2+ (aq) + 2Ag(s)

PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN

Analisis Nitrit Analisis Chemical Oxygen Demand (COD) HASIL DAN PEMBAHASAN Isolasi dan Identifikasi Bakteri

Lestari Alamku, Produktif Lahanku

BAB VIII PROSES FOTOSINTESIS, RESPIRASI DAN FIKSASI NITROGEN OLEH TANAMAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Handout. Bahan Ajar Korosi

TANAH. Apa yang dimaksud dengan tanah? Banyak definisi yang dapat dipakai untuk tanah. Hubungan tanah dan organisme :

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

TINJAUN PUSTAKA. Sifat sifat Kimia Tanah. tekstur tanah, kepadatan tanah,dan lain-lain. Sifat kimia tanah mengacu pada sifat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pengertian Siklus Sulfur

TANAH / PEDOSFER. OLEH : SOFIA ZAHRO, S.Pd

dari reaksi kimia. d. Sumber Aseptor Elektron

Desti Diana Putri/ I.PENDAHULUAN

1. Terlibat langsung dalam fungsi metabolisme tanaman (involved in plant metabolic functions).

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

SIKLUS OKSIGEN. Pengertian, Tahap, dan Peranannya

Table. Usual content of micronutrients in soils, and in harvested crops

HASIL DAN PEMBAHASAN

HASIL DA PEMBAHASA. Tabel 5. Analisis komposisi bahan baku kompos Bahan Baku Analisis

I. PENDAHULUAN. hidupnya. Salah satu contoh diantaranya penggunaan pelat baja lunak yang biasa

TINJAUAN PUSTAKA. Kondisi Umum Lahan Hutan Tanaman Industri (HTI) faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman dan dapat

TINJAUAN PUSTAKA. Sifat dan Ciri Tanah Ultisol. dari 190 juta hektar luas daratan Indonesia. Kelemahan- kelemahan yang terdapat pada

2016 BIOREMEDIASI LOGAM KROMIUM (VI) PADA LIMBAH MODEL PENYAMAKAN KULIT MENGGUNAKAN BAKTERI PSEUDOMONAS AERUGINOSA

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Syarat Tumbuh Tanaman Kelapa Sawit Kelapa sawit adalah tumbuhan hutan yang dibudidayakan. Tanaman ini memiliki respon yang

Beberapa Sifat Kimia Tanah antara lain :

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilaksanakan di Green House Jurusan Biologi Fakultas

TINJAUAN PUSTAKA. Perubahan kondisi fisik dan kimia tanah akibat kebakaran akan berakibat

I. TINJAUAN PUSTAKA. produk tanaman yang diinginkan pada lingkungan tempat tanah itu berada.

III. HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA. Tanaman kopi merupakan tanaman yang dapat mudah tumbuh di Indonesia. Kopi

4. HASIL DAN PEMBAHASAN. Kultur Chaetoceros sp. dilakukan skala laboratorium dengan kondisi

TINJAUAN PUSTAKA. karena itu mikroorganisme merupakan salah satu aspek penting yang berperan

K I M I A A I R. A N A L I S I S K I M I A Asiditas dan Alkalinitas

TINJAUAN PUSTAKA. akibat reduksi besi-feri (Fe-III) menjadi besi-fero (Fe-II). Akan tetapi pada tanah

KARAKTERISTIK LIMBAH TERNAK

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. dengan ph sekitar 7 dan kadar oksigen terlarut yang cukup, ion ferro yang bersifat

kimia Yang berbeda untuk masing-masing lapisan tanah. Disamping itu, pengotoran juga masih terus berlangsung. Terutama pada permukaan air yang dekat

KARAKTERISTIK LIMBAH TERNAK

4 HASIL DAN PEMBAHASAN. 4.1 Analisis Deskriptif Fisika Kimia Air dan Sedimen

HASIL DAN PEMBAHASAN

II. TINJAUAN PUSTAKA

I. PENDAHULUAN. terpenting setelah padi. Sebagai sumber karbohidrat utama di Amerika Tengah

III. NUTRISI DAN MEDIUM KULTUR MIKROBA

Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.

II. PEMBENTUKAN TANAH

II. TINJAUAN PUSTAKA Tanah Sawah

TINJAUAN PUSTAKA. Logam Logam Berat Tanah

SMA XII (DUA BELAS) BIOLOGI METABOLISME

Diagram Latimer (Diagram Potensial Reduksi)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

: Komposisi impurities air permukaan cenderung tidak konstan

Media Kultur. Pendahuluan. Komposisi Media 3/9/2016. Materi Kuliah Mikrobiologi Industri Minggu ke 3 Nur Hidayat

2.2. Parameter Fisika dan Kimia Tempat Hidup Kualitas air terdiri dari keseluruhan faktor fisika, kimia, dan biologi yang mempengaruhi pemanfaatan

Dr. Dwi Suryanto Prof. Dr. Erman Munir Nunuk Priyani, M.Sc.

V.2 Persyaratan Air Baku Air Minum Pada dasarnya, ada dua sisi yang harus dipenuhi oleh air baku dalam sistem pengolahan air minum, yaitu:

Transkripsi:

TRANSFORMASI BESI DAN MANGAN Besi dan mangan merupakan unsur mikro esensial untuk tumbuhan tetapi toksik pada konsentrasi tinggi. Besi dan mangan merupakan logam-logam transisi pertama dan ketiga terbanyak di kerak bumi yaitu 5,6 10 4 ppm dan 9.5 10 2 ppm berturut-turut. Fe dan Mn tidak larut di tanah Bagaimana mengkonversinya menjadi bentuk yang larut? 1

Besi Tanah Besi merupakan bagian penting dari reaksireaksi yang menghasilkan energi Banyak Fe berasosiasi dengan kloroplas Kelarutan sangat rendah Sulit untuk mempertahankan Fe larut agar dapat diabsorpsi oleh tanaman Dibutuhkan sangat sedikit oleh tanaman Fe tanah Fe di Larutan Tanah ph merupakan pengaruh utama kelarutan besi Sangat larut pada ph < 3 Kelarutannya menurun dengan meningkatnya ph Pada ph normal kelarutan besi sangat rendah Fe terutama terdapat pada bahan organik 2

Defisiensi P umumnya dijumpai pada kalkareous Kadar P yang tinggi juga bersifat antagonis dengan Fe Transformasi Besi Di alam, siklus besi terutama terjadi antara bentuk fero dan feri Reduksi Fe 3+ terjadi secara kimia dan sebagai bentuk respirasi anaerob Oksidasi Fe 2+ terjadi secara kimia dan sebagai bentuk metabolisme kemolitotropik 3

Besi berlimpah di habitat teresterial, tetapi konsentrasi Fe larut sangat rendah pada lingkungan aerob termasuk sistem akuatik. Besi sering dalam bentuk tidak tersedia bagi tanaman dan defisiensi yang serius kadangkadang terjadi. Besi merupakan unsur yang dengan cepat mengalami transformasi melalui aktivitas mikroba. Siklus Fe dicirikan dengan oksidasi dan reduksi senyawa Fe pada tanah dan sedimen. 4

Transformasi Besi Oksidasi dan reduksi mineral-mineral besi, Presipitasi mineral-mineral Fe 2+ dan Fe 3+, Kelarutan mineral-mineral besi menjadi bentuk-bentuk tersedia bagi tanaman, dan Mineralisasi besi yang terikat secara organik Transformasi Fe 5

Pengaruh mikroorganisme dalam transformasi besi 1. Bakteri tertentu mampu mengoksidasi besi fero menjadi bentuk feri, feri dipresipitasi sebagai feri hidroksida 2. Banyak spesies heterotrof menyebabkan presipitasi garam besi anorganik yang terdapat di dalam larutan tanah. 3. Mikroorganisme mengubah potensial oksidasi-reduksi lingkungannya. Penurunan potensial oksidasi reduksi menyebabkan mikroba membentuk fero yang lebih larut daripada ion feri yang sangat tidak larut 4. Bakteri dan fungi menghasilkan asam seperti asam-asam karbonat, asam nitrat, asam sulfur, dan asam-asam organik sehingga menyebabkan besi larut ke dalam larutan tanah akibat meningkatnya kemasaman. 6

5. Pada kondisi anaerob, sulfida dibentuk dari sulfat dan senyawa-senyawa S organik membentuk fero sulfida 6. Pembebasan asam-asam organik tertentu oleh mikroorganisme dan produk-produk berkarbon lain dari metabolisme sering mengakibatkan pembentukan kompleks besi organik yang larut. 1. Oksidasi Besi Pada kondisi beraerasi baik, bakteri memperoleh energi dari oksidasi Fe 2+. 2Fe 2+ ½ O 2 + 2H + 2Fe 3+ + H 2 O 7

Beberapa Mikroorganisme Pengoksidasi Besi Bakteri pengoksidasi besi asidofil Ferrobacillus sulfoooxidans Leptospirillum Ferrobacillus ferrooxidans Metallogenium Bakteri pengoksidasi besi ph netral 1. deposisi secara langsung pada permukaan sel Siderococcus Planctomyces Peloploca Hyphomicrobium Actinomyces sp. Acholeplasma Caueococcus Naumaniella 2. deposisi pada lapisan-lapisan polimer Arthrobacter Leptothrix Thiopedia Sphaerotilus 3. Deposisi pada tangkai Planctomycesd Gallionella Toxothrix Sulfolobus Thiobacillus ferooxidans Ochrobium tactum Pedomicrobium Metallogenium Clonothrix Crenothrix Pengaruh Oksidasi Besi Mikroorganisme memperoleh energi Fe 3+ berfungsi sebagai agen penyemen untuk menstabilkan koloni mikro pada permukaan padatan Pembentukan kondisi masam pada lingkungan 8

Thiobacillus ferrooxidans mengoksidasi Fe 2+ menjadi Fe 3+ Dengan membentuk hidroksida besi berwarna kuning-oranye 9

2. Reduksi Besi Reduksi besi feri oleh mikroba menjadi besi fero merupakan cara utama pelarutan besi. FeCO 3 + CO 2 + H 2 O Fe 2+ + 2HCO 3 - Mikroorganisme pereduksi besi Fungi Alternaria dan Fusarium, Bakteri Bacillus, Clostridium, Klebsiella, Pseudomonas, dan Serratia. 10

Dampak Reduksi Besi Reduksi Fe 3+ pada mineral fosfat dapat menimbulkan pelepasan fosfat menimbulkan korosi baja Oksidasi dan reduksi besi memainkan peranan utama dalam proses pembentukan tanah yang dikenal sebagai gleisasi. Gley menunjukkan suatu kondisi dimana Fe di dalam tanah direduksi berwarna hijau keabu-abuan menunjukkan masalah drainase. 11

Status reduksi-oksdasi Reduksi oksigen dideplesi dari tanah Bercak/Gley Oksidasi oksigen terdapat di tanah, tanah bersifat aerob, leaching menyebabkan warna tanah terang. 23 3. Kelarutan Besi Besi feri umumnya tidak larut, tetapi dapat dilarutkan dengan pemasaman dan kompleksasi dengan bahan organik. 12

Proses pemasaman ini di tanah disebut podsolisasi. Besi feri berkombinasi dengan asam-asam organik pada tanah-tanah hutan, menjadi lebih larut, dan berperkolasi ke dalam profil tanah. Akhirnya Fe 3+ berpresipitasi pada horizon B dengan membentuk lapisan yang jelas. Podsolisasi 13

TRANSFORMASI MANGAN Mangan Tanah Seperti halnya besi, mangan juga lebih larut pada tanah masam hingga mencapai kondisi toksik Dekomposisi bahan organik membantu kelarutan Mn Konsentrasi toksik lebih umum dijumpai daripada unsur mikro lainnya Tanah mungkin secara alami memiliki kadar Mn yang tinggi Kondisi tersebut memudahkan terjadinya toksisitas mangan. 14

Mangan Tanah Toksisitas Mn pada tanah dengan kandungan Mn terjadi pada ph sedikit di bawah 6, kelebihan air, atau bahkan pada ph tinggi. Gejala defisiensi mangan klorosis daun muda Beberapa bentuk anorganik Mn oksida/hidroksida seperti manganit (MnOOH) dan pirolusit (MnO 2 ), karbonat (MnCO 3 ), dan sulfida (MnS). Bentuk Mn paling tersedia bagi pertumbuhan tanaman adalah ion Mn 2+ tereduksi. 15

Mn 2+ dilepaskan melalui pelapukan batuan beku dan batuan metamorf Bentuk Mn ini dioksidasi menjadi Mn 3+ dengan adanya oksigen. Siklus Redoks Mn Mangan di tanah terdapat dalam tiga bentuk oksidasi: Mn(II), Mn(III) and Mn(IV). Tanpa adanya oksigen Mn(II) dijumpai lebih banyak Adanya oksigen, Mn(IV) lebih banyak dan diikuti oleh Mn(III). 16

Siklus Redoks Mn Oksidasi Mangan Oksidasi Mn oleh mikroba dan secara kimia membentuk oksida-oksida mangan yang relatif tidak larut. Oksidasi Mn oleh bakteri terjadi pada tanah dan sedimen 17

Pada dasar laut, adanya aktivitas mikroba menyebabkan pembentukan nodul-nodul feromangan. Oksidasi Mn di lingkungan dengan ph netral atau asam diperantarai oleh mikroba. Oksidasi Mn 2+ secara kimia terjadi hanya pada ph >8. Oksidasi Mn yang diperantarai oleh mikroorganisme berlangsung pada tanah berph>5. Kecepatan oksidasi Mn + meningkat dengan meningkatnya alkalinitas hingga kira-kira ph 8. Mn 2+ + 2OH - MnO 2 + H 2 O MnO 2 yang dibentuk sangat tidak larut. 18

Mangan dioksidasi oleh berbagai bakteri tanah dan akuatik. Contoh: Arthrobacter, Leptothrix, Bacillus, Cladosporium, Corynebacterium, Curvularia, Gallionella, Klebsiella, Metallogenium, Pedomicrobium, Pseudomonas, dan Sphaerotilus. Bakteri pengoksidasi Mn dapat menyebabkan gejala defisiensi Mn pada tumbuhan. Konkresi mangan, atau nodul-nodul sering ditemukan di dalam tanah yang mengalami proses siklus oksidasi dan reduksi 19

Konkresi mangan 20