PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Dan Anak Perusahaan

dokumen-dokumen yang mirip
PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Dan Anak Perusahaan

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Dan Anak Perusahaan

Laporan Auditor Independen

PT. INTANWIJAYA INTERNASIONAL, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2009 DAN 2008

PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN ATAS LAPORAN KEUANGAN. PT CITRA MARGA NUSAPHALA PERSADA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT. PRIMARINDO ASIA INFRASTRUCTURE, Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Per 30 Juni 2010 dan 2009

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 27.

BAB III GAMBARAN UMUM ATAS PT MMS. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan

Catatan 31 Maret Maret 2010

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN Untuk tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal 31 Desember 2009 dan 2008

PT SIANTAR TOP Tbk. LAPORAN KEUANGAN INTERIM UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT)

PT BNI SECURITIES LAPORAN KEUANGAN UNTUK 3 BULAN YANG BERAKHIR 31 MARET 2008 DAN 2007 (UNAUDITED)

Lampiran 1. Neraca Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

PT CITRA MARGA NUSAPHALA PERSADA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN DAFTAR ISI

PT. AKBAR INDO MAKMUR STIMEC Tbk

Laporan Keuangan Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal 30 Juni 2005 dan PT ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE Tbk.

PT LIPPO SECURITIES Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2007 DAN 2006

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 JUNI 2010 DAN 2009 (MATA UANG INDONESIA)

Daftar Isi. Neraca Laporan Laba Rugi Laporan Perubahan Ekuitas Laporan Arus Kas Catatan Atas Laporan Keuangan...

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT Bhakti Investama Tbk Dan Anak Perusahaan

PT DANASUPRA ERAPACIFIC Tbk. LAPORAN KEUANGAN 31 MARET 2012 DAN 2011

PT Bank Central Asia Tbk dan Anak Perusahaan

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,

ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

PT LIPPO SECURITIES Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK

PT SURYA TOTO INDONESIA Tbk. CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN 30 Juni 2010 dan 2009 ( Dalam Rupiah )

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk. NERACA 30 JUNI 2002 DAN 2001 ( Dalam Jutaan Rupiah, Kecuali Nilai Nominal per Saham ) KEWAJIBAN DAN EKUITAS

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain)

L2

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 adalah sebagai berikut: Tahun 2011 Tahun 2010

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 31 MARET 2011 DAN 2010 (MATA UANG INDONESIA)

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)

Laporan Keuangan (Tidak Diaudit) Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2004 dan 2003

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

PT CITRA MARGA NUSAPHALA PERSADA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM KONSOLIDASI UNTUK PERIODE TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31

PT. INTI KAPUAS AROWANA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Laporan Auditor Independen

PT Bhakti Investama Tbk Dan Anak Perusahaan

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ENTITAS ANAK

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN. UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 dan 2010

P.T. EKADHARMA INTERNATIONAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

PT YANAPRIMA HASTAPERSADA Tbk

PT YULIE SEKURINDO Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2011 DAN 30 SEPTEMBER 2010 (MATA UANG INDONESIA)

JUMLAH AKTIVA

PT RAMAYANA LESTARI SENTOSA Tbk

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900

JUMLAH ASET LANCAR

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT ANEKA KEMASINDO UTAMA Tbk LAPORAN KEUANGAN (TIDAK DIAUDIT) 30 SEPTEMBER 2009 DENGAN ANGKA PERBANDINGAN TAHUN 2008 (MATA UANG INDONESIA)

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

PT LIPPO SECURITIES Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN (TIDAK DIAUDIT) UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA 30 JUNI 2009 DAN 2008

PT WICAKSANA OVERSEAS INTERNATIONAL Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

MEMBACA LAPORAN KEUANGAN

LAPORAN AUDITOR INDEPENDEN

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

Laporan Keuangan Dengan Laporan Auditor Independen 31 Desember 2002 Dengan Angka Perbandingan Untuk Tahun 2001 (Mata Uang Indonesia) PT BANK BUKOPIN

PT FAJAR SURYA WISESA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

PT PENYELENGGARA PROGRAM PERLINDUNGAN INVESTOR EFEK INDONESIA

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT AKBAR INDO MAKMUR STIMEC, Tbk LAPORAN KEUANGAN

PT Argo Pantes Tbk dan Anak Perusahaan Neraca Konsolidasi Per tanggal 31 Desember 2007, 2006, dan

DRAFT FINAL Selasa, 28 Oktober 2008

KEPUTUSAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR: 424/KMK.06/2003 TENTANG KESEHATAN KEUANGAN PERUSAHAAN ASURANSI DAN PERUSAHAAN REASURANSI

PT MODERN PHOTO Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

P.T. FAJAR SURYA WISESA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK MASA ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2002 DAN 2001

PT SEKAWAN INTIPRATAMA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

Perusahaan berdomisili di Jakarta dan berkantor pusat di Menara Thamrin Lt 15, Jl. MH Thamrin Kav. 3, Jakarta.

PT BANK DIPO INTERNASIONAL NERACA 31 Desember 2008 dan 2007 (Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

P.T. EKADHARMA INTERNATIONAL TBK. DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PT Yanaprima Hastapersada Tbk. Laporan Keuangan (tidak diaudit) 30 September 2010 Dengan Angka Perbandingan Periode 2009 (Mata Uang Rupiah Indonesia)

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-06/PM/2000 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN NOMOR VIII.G.7 TENTANG PEDOMAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

PT Selamat Sempurna Tbk. Dan Anak Perusahaan

PERATURAN BANK INDONESIA NOMOR: 8/18/PBI/2006 TENTANG KEWAJIBAN PENYEDIAAN MODAL MINIMUM BANK PERKREDITAN RAKYAT GUBERNUR BANK INDONESIA,


Transkripsi:

PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk Dan Anak Perusahaan Laporan Keuangan Konsolidasi Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal - tanggal 30 Juni 2002 dan 2001

- 1 - NERACA KONSOLIDASI 30 Juni AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas (Catatan 2c,2i dan 3) Rp 121.507.024.412 Rp 290.049.976.448 Investasi jangka pendek (Catatan 2d dan 4) 5.210.630.526 22.890.000.000 Piutang lain-lain 5.279.061.475 4.752.553.974 Uang muka (Catatan 6) 865.771.185 9.366.652.290 Biaya dibayar di muka (Catatan 2g) 5.254.509.675 3.645.442.928 Jumlah Aktiva Lancar 138.116.997.273 330.704.625.640 AKTIVA TIDAK LANCAR Aktiva pajak tangguhan - bersih (Catatan 2s dan 14) - 134.197.739.325 Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 4.971.177.646 pada tahun 2002 dan Rp 4.147.286.567 pada tahun 2001 (Catatan 2e, 2f, 12, 26f dan 26g) 17.213.929.839 4.619.896.117 Aktiva tetap (Catatan 1a, 2j, 2k, 2l dan 9) Biaya perolehan 1.904.052.218.431 1.888.600.178.552 Akumulasi amortisasi dan penyusutan ( 961.314.654.555 ) ( 916.164.591.757 ) Akumulasi penurunan nilai aktiva ( 49.653.354.548 ) ( 28.474.155.073 ) Bersih 893.084.209.328 943.961.431.722 Beban tangguhan hak atas tanah - bersih 258.986.691 290.233.983 Uang muka kontraktor (Catatan 10) - 21.451.831.334 Penempatan jangka panjang - setelah dikurangi penyisihan sebesar Rp 128.063.428.825 pada tahun 2002 (Catatan 2e, 2i dan 8) 156.521.968.565 305.137.678.560 Tagihan pajak penghasilan - 1.065.776.886 Piutang koperasi 1.324.924.724 1.324.924.724 Uang jaminan 594.033.783 591.119.425 Jumlah Aktiva Tidak Lancar 1.068.998.052.930 1.412.640.632.076 JUMLAH AKTIVA Rp 1.207.115.050.203 Rp 1.743.345.257.716

- 2 - NERACA KONSOLIDASI (Lanjutan) KEWAJIBAN DAN EKUITAS 30 Juni KEWAJIBAN LANCAR Biaya masih harus dibayar (Catatan 13) Rp 26.831.507.068 Rp 32.639.991.902 Hutang pajak (Catatan 2s dan 14) 373.397.644 11.182.947.671 Hutang dividen (Catatan 19) - 5.041.881.394 Hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun - Wesel bayar (Catatan 2i, 15 ) 12.874.043.700 18.273.970.000 - Hutang obligasi (Catatan 16) - 5.150.187.978 Jumlah Kewajiban Lancar 40.078.948.412 72.288.978.945 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun - Wesel bayar (Catatan 2I dan 15 ) 454.713.399.000 1.121.430.160.394 - Hutang obligasi (Catatan 16) 220.792.751.781 220.930.763.972 Hutang kepada pemegang saham (Catatan 2f dan 12) 1.223.000.000 1.223.000.000 Kewajiban pajak tangguhan - bersih (Catatan 2s dan 14) 2.250.231.100 - Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 678.979.381.881 1.343.583.924.366 SELISIH KURS KEWAJIBAN JANGKA PANJANG DALAM MATA UANG ASING YANG DITANGGUHKAN (Catatan 2p, 15 dan 17) - ( 383.376.000.000 ) HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASIKAN (Catatan 1c dan 2b) 8.727.764.005 - EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham Modal dasar - 7.200.000.000 saham pada tahun 2002 dan 2.000.000.000 saham pada tahun 2001 (Catatan 1a dan 18) Modal ditempatkan dan disetor penuh - 2.000.000.000 saham (Catatan 18) 1.000.000.000.000 1.000.000.000.000 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (Catatan 1c dan 2b) 13.031.344.508 11.408.894.077 Laba belum direalisasi atas investasi jangka pendek (Catatan 2d dan 4) 630.526 3.775.200.000 Defisit ( 533.703.019.129 ) ( 304.335.739.672 ) Ekuitas - Bersih 479.328.955.905 710.848.354.405 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS Rp 1.207.115.050.203 Rp 1.743.345.257.716 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

- 3 - LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni PENDAPATAN TOL (Catatan 2r dan 16a) Rp 174.545.657.609 Rp 167.942.633.400 BEBAN USAHA (Catatan 2r) Gaji dan upah karyawan 25.192.725.978 20.596.975.989 Tunjangan dan fasilitas kepada karyawan (Catatan 2q dan 20) 9.288.569.989 6.715.911.659 Amortisasi dan penyusutan aktiva tetap (Catatan 2j dan 9) 23.525.633.948 23.358.313.221 Perbaikan dan pemeliharaan 6.456.158.970 4.032.688.228 Lain-lain (Catatan 21) 25.020.812.527 22.155.172.857 Jumlah Beban Usaha 89.483.901.412 76.859.061.954 LABA USAHA 85.061.756.197 91.083.571.446 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Laba (rugi) kurs - bersih (Catatan 2i dan 24) 90.702.626.225 ( 144.978.628.882 ) Penghasilan bunga (Catatan 3 dan 22) 5.305.362.480 16.325.689.597 Pemulihan penyisihan wesel tagih (Catatan 2e, 2f dan 5) 600.000.000 600.000.000 Penurunan nilai aktiva tetap (Catatan 2k dan 9) ( 9.931.070.910 ) ( 8.613.013.254 ) Biaya pinjaman (Catatan 2l, 15, 16 dan 23) ( 36.160.811.220 ) ( 55.198.867.756 ) Lain-lain - bersih ( 4.357.713.176 ) 481.538.976 Pendapatan (Beban) Lain-lain - Bersih 46.158.393.399 ( 191.383.281.319 ) BAGIAN ATAS RUGI BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI (Catatan 2h dan 7) - ( 8.249.283.123 ) (Berlanjut)

- 4 - LAPORAN LABA RUGI KONSOLIDASI (Lanjutan) Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni LABA (RUGI) SEBELUM TAKSIRAN BEBAN PAJAK Rp 131.220.149.596 (Rp 108.548.992.996 ) TAKSIRAN BEBAN PAJAK (Catatan 2s dan 14) Tahun berjalan ( 440.857.956 ) - Ditangguhkan ( 40.938.014.912 ) 23.470.853.519 Jumlah ( 41.378.872.868 ) 23.470.853.519 LABA (RUGI) DARI AKTIVITAS NORMAL 89.841.276.728 ( 85.078.139.477 ) POS LUAR BIASA (Catatan 2n dan 25) 18.193.480.000 16.021.391.012 LABA (RUGI) SEBELUM HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASIKAN 108.034.756.728 ( 69.056.748.465 ) HAK MINORITAS ATAS LABA BERSIH ANAK PERUSAHAAN YANG DIKONSOLIDASIKAN (Catatan 1c dan 2b) ( 23.232.565 ) - LABA (RUGI) BERSIH Rp 108.011.524.163 (Rp 69.056.748.465 ) LABA (RUGI) BERSIH PER SAHAM (Catatan 2t) Rp 54 (Rp 35 ) Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

- 5 - LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASI Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 Selisih Kurs Laba Belum Direalisasi Modal Karena Penjabaran Atas Investasi Saham Laporan Keuangan Jangka Pendek Defisit Jumlah Saldo tanggal 1 Januari 2001 Rp 1.000.000.000.000 Rp 12.711.713.537 Rp 3.166.350.000 ( Rp 229.278.991.207 ) Rp 786.599.072.330 Rugi bersih - - - ( 69.056.748.465 ) ( 69.056.748.465 ) Laba belum direalisasi atas investasi jangka pendek ( Catatan 2d dan 4) - - 608.850.000-608.850.000 Pembagian dividen kas - - - ( 6.000.000.000 ) ( 6.000.000.000 ) Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan ( Catatan 2b) ( 1.302.819.460 ) - - ( 1.302.819.460 ) Saldo tanggal 30 Juni 2001 Rp 1.000.000.000.000 Rp 11.408.894.077 Rp 3.775.200.000 ( Rp 304.335.739.672 ) Rp 710.848.354.405 Saldo tanggal 1 Januari 2002 Rp 1.000.000.000.000 Rp 15.754.024.243 Rp 630.526 ( Rp 641.714.543.292 ) Rp 374.040.111.477 Laba bersih - - - 108.011.524.163 108.011.524.163 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan ( Catatan 2b) - ( 2.722.679.735 ) - - ( 2.722.679.735 ) Saldo tanggal 30 Juni 2002 Rp 1.000.000.000.000 Rp 13.031.344.508 Rp 630.526 ( Rp 533.703.019.129 ) Rp 479.328.955.905 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

- 6 - LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASI Untuk Periode Enam Bulan yang Berakhir pada Tanggal-tanggal 30 Juni ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan kas dari pendapatan tol Rp 174.545.657.609 Rp 167.942.633.400 Pembayaran beban usaha ( 69.423.842.991 ) ( 76.236.971.239 ) Kas yang dihasilkan dari operasi 105.121.814.618 91.705.662.161 Penerimaan bunga 5.305.282.863 17.135.588.461 Penerimaan (pengeluaran) dari operasional lainnya 14.522.396.842 ( 9.951.884.700 ) Pembayaran pajak penghasilan ( 440.857.956 ) - Pembayaran bunga ( 33.207.463.557 ) ( 46.142.408.349 ) Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas Operasi 91.301.172.810 52.746.957.573 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan dari pemulihan penyisihan wesel tagih 600.000.000 600.000.000 Penambahan piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa: Koperasi ( 7.602.749.749 ) ( 732.218.914 ) Karyawan ( 43.890.678 ) ( 20.000.000 ) Penambahan uang muka - ( 1.477.588.451 ) Perolehan aktiva tetap ( 3.428.575.758 ) ( 14.227.904.275 ) Penambahan uang jaminan ( 2.914.358 ) - Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan ( 2.722.678.735 ) ( 1.302.819.460 ) Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi ( 13.200.809.278 ) ( 17.160.531.100 ) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Pembayaran wesel bayar jangka panjang ( 136.367.711.170 ) ( 26.934.257.411 ) Kas Bersih yang Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan ( 136.367.711.170 ) ( 26.934.257.411 ) KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS (Rp 58.267.347.638 ) Rp 8.652.169.062 KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 179.774.372.050 281.397.807.386 KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE Rp 121.507.024.412 Rp 290.049.976.448 Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.

- 7 - CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI Untuk Periode Enam Bulan Yang Berakhir Pada Tanggal-tanggal 30 Juni 2002 Dan 2001 1. UMUM a. Pendirian Perusahaan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968, yang telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta notaris Kartini Muljadi, S.H. No. 58 tanggal 13 April 1987. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan Nomor: C2-4368.HT.01.01.TH'87 tanggal 19 Juni 1987. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, yang terakhir dengan akta Pernyataan Keputusan Rapat No.19 yang dibuat dihadapan notaris S.P. Henny Singgih, S.H. tanggal 11 Juli 2001 mengenai, antara lain, maksud dan tujuan serta perubahan modal dasar Perusahaan. Akta perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman dan Hak Azasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusan Nomor: C - 06110.HT.01.04.TH. 2001 tanggal 20 Agustus 2001. Sesuai dengan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, maksud dan tujuan Perusahaan terutama adalah menyelenggarakan proyek jalan tol, melakukan investasi dan jasa penunjang dibidang jalan tol lainnya berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku, serta menjalankan usaha dibidang lainnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan jalan tol dengan memberdayakan potensi yang ada. Dalam pelaksanaan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Perusahaan telah memperoleh izin penyelenggaraannya berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia No. 59/KPTS/1993 tanggal 12 Februari 1993, tentang Izin Menyelenggarakan Jalan Tol Cawang - Tanjung Priok - Jembatan Tiga kepada PT Jasa Marga (Persero) dalam Ikatan Usaha Patungan dengan Perusahaan. Dalam Surat Keputusan tersebut, antara lain ditetapkan masa Hak Pengelolaan Jalan selama 30 tahun, terhitung mulai tanggal 1 Januari 1994. sampai dengan tanggal 31 Desember 2023 Disamping itu, berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 272-A/KPTS/1996 dan No. 434/KMK.016/1996 tanggal 20 Juni 1996 (Keputusan Bersama), antara lain, ditetapkan bahwa PT Jasa Marga (Persero) dan Perusahaan diberikan kewenangan untuk melaksanakan pengoperasian terpadu jalan tol lingkar dalam kota Jakarta (Tomang - Cawang - Tanjung Priok - Ancol Timur - Jembatan Tiga - Pluit - Grogol - Tomang) dengan angka perbandingan pembagian pendapatan tol masing-masing sebesar 25% banding 75%. Pada tanggal 8 Mei 2002, berdasarkan Keputusan Bersama Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah dan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 213/KPTS/M/2002 dan No. 218/KMK.01/2002 ditetapkan antara lain: 1. Pencabutan Keputusan Bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 272-A/KPTS/1996 dan No. 434/KMK.016/1996 tanggal 20 Juni 1996. 2. Kaji ulang secara menyeluruh atas ruas jalan tol lingkar dalam kota Jakarta yang akan dilakukan oleh pihak ketiga yang independen (lihat Catatan 28a). 3. Sementara menunggu kesepakatan baru yang mengikat Perusahaan dan PT Jasa Marga (Persero) (JM), perbandingan pembagian pendapatan tol antara Perusahaan dan JM adalah 65% banding 25% sedangkan sisanya sebesar 10% disimpan pada rekening sementara JM dan baru dapat dicairkan berdasarkan hasil kajian final seperti disebutkan pada butir 2.

- 8 - Keputusan tersebut berlaku efektif tanggal 10 Mei 2002. Kantor Pusat Perusahaan berkedudukan di Gedung Citra Graha, Lantai 9, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Kavling 35-36, Jakarta 12950. Perusahaan memulai kegiatan usaha komersial pada tanggal 9 Maret 1990. b. Penawaran Umum Efek Perusahaan Pada tahun 1994, Perusahaan melakukan penawaran umum kepada masyarakat atas 122.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 500 per saham dengan harga perdana Rp 2.600 per saham. Pada tahun 1997, Perusahaan melakukan penawaran umum terbatas sejumlah 1.000.000.000 saham pada bursa efek di Indonesia. Seluruh saham Perusahaan sejumlah 2.000.000.000 saham telah dicatatkan pada bursa efek di Indonesia. c. Anak Perusahaan yang Dikonsolidasikan Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak perusahaan dengan pemilikan saham lebih besar dari 50% baik secara langsung maupun tidak langsung sebagai berikut: Kegiatan Persentase Mulai Anak Perusahaan Usaha Pokok Lokasi Kepemilikan Beroperasi Jumlah Aktiva komersial Kepemilikan Langsung Citra Marga Finance B.V. Membiayai kegiatan Amsterdam, 100% 1995 Rp 783.054.934.220 usaha Perusahaan Belanda PT Citra Margatama Penyelenggara ruas Jakarta, 85% - 76.002.372.920 Surabaya Jalan Tol Simpang Indonesia Susun Waru - Tanjung Perak di Surabaya PT Global Network Perdagangan, Jakarta, 99% - 252.000.000 Investindo pembangunan, Indonesia industri, pertanian, transportasi, percetakan dan jasa. PT Global Infrastructure Perdagangan Jakarta, 99% - 252.000.000 Investindo umum, Indonesia pembangunan dan jasa. d. Dewan Komisaris, Direksi dan Karyawan Pada tanggal 30 Juni 2002, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 14 Desember 2000 dan telah diaktakan dengan akta notaris S.P. Henny Singgih, S.H. No. 29 serta keputusan RUPSLB Perusahaan yang diselenggarakan pada tanggal 7 Juni 2001 dan telah diaktakan dengan akta notaris S.P. Henny Singgih, S.H. No. 8, adalah sebagai berikut:

- 9 - Dewan Komisaris Dewan Direksi - Djodjo Subagdja, S.E., Komisaris Utama - Ir. Daddy Hariadi, Direktur Utama - Drs. Ali Munawar, Ak, Komisaris - Ir. Adityawarman, Direktur - Siti Hardiyanti Rukmana, Komisaris - Drs. Winten Peradika, Ak, MM, Direktur - Shadik Wahono, S.H., Komisaris - Dipl. Ing. Bambang Soeroso, Direktur - I Nyoman Dhamantra, Komisaris - Dr. I Ketut Mardjana, Direktur Independen - H. Mohammad Jusuf Hamka, Komisaris Independen - Markus Parmadi, Komisaris Independen Jumlah gaji dan tunjangan yang diterima Dewan Komisaris dan Direksi untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 masing-masing sebesar Rp 6.690.333.192 dan Rp 4.703.198.123. Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai 807 dan 767 karyawan tetap. 2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI a. Dasar Penyajian Laporan Keuangan Konsolidasi Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali investasi tertentu yang dinyatakan berdasarkan nilai wajar, investasi pada perusahaan asosiasi yang dinyatakan berdasarkan metode ekuitas dan proyek dalam pelaksanaan yang dicatat pada nilai yang dapat dipulihkan. Perusahaan menyajikan laporan keuangan konsolidasi berdasarkan Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (BAPEPAM) No. VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000 mengenai pedoman penyajian laporan keuangan. Laporan arus kas konsolidasi menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas yang diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini adalah Rupiah. b. Prinsip-prinsip Konsolidasi Laporan keuangan Anak perusahaan yang dimiliki oleh Perusahaan lebih dari 50% hak suara dikonsolidasikan dengan laporan keuangan Perusahaan. Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan (lihat catatan 1c). Akun-akun dari CMF BV dijabarkan dalam mata uang Rupiah dengan dasar sebagai berikut: Akun-akun neraca - Kurs tengah pada tanggal neraca (Euro 1 adalah Rp 8.628 pada tahun 2002 dan NLG 1 adalah Rp 4.389 pada tahun 2001) Akun-akun laporan laba rugi - Kurs rata-rata selama tahun bersangkutan (Euro 1 adalah Rp 8.571 pada tahun 2002 dan NLG 1 adalah Rp 4.271 pada tahun 2001)

- 10 - Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan dilaporkan secara terpisah pada komponen Ekuitas dalam akun Selisih Kurs Karena Penjabaran Laporan Keuangan pada neraca konsolidasi. Bagian proporsional dari pemegang saham minoritas pada Anak perusahaan disajikan sebagai Hak Minoritas atas Aktiva Bersih Anak Perusahaan yang Dikonsolidasikan pada neraca konsolidasi. Seluruh saldo akun dan transaksi yang material antara perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi. c. Setara Kas Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan sebagai jaminan diklasifikasikan sebagai Setara Kas. d. Investasi Jangka Pendek Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 50 mengenai Akuntansi Investasi Efek Tertentu, investasi pada efek yang diperdagangkan atau tersedia untuk dijual dinilai berdasarkan nilai wajar. Perubahan pada nilai pasar "efek yang diperdagangkan" dikreditkan atau dibebankan pada usaha tahun berjalan, sedangkan perubahan pada nilai pasar efek yang diklasifikasikan tersedia untuk dijual dicatat sebagai bagian tersendiri dalam ekuitas sebagai Laba Belum Direalisasikan atas Investasi Jangka Pendek dan dikreditkan atau dibebankan pada usaha pada saat realisasi. e. Penyisihan Piutang Ragu-ragu dan Kemungkinan Kerugian Penyisihan piutang ragu-ragu dan penyisihan kemungkinan kerugian ditentukan berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan masing-masing akun atau penempatan pada akhir periode. f. Transaksi dengan Pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa Perusahaan dan Anak perusahaan melakukan transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa sesuai dengan PSAK No. 7 mengenai Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa. Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa telah diungkapkan di laporan keuangan konsolidasi. g. Biaya dibayar di Muka Biaya dibayar di muka dibebankan sesuai dengan masa manfaatnya. h. Investasi pada Perusahaan Asosiasi Penyertaan saham Perusahaan dan Anak perusahaan dengan persentase pemilikan paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50% dicatat dengan metode ekuitas (equity method). Dengan metode ini, penyertaan dinyatakan sebesar biaya perolehannya dan ditambah/dikurangi dengan bagian atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal perolehan dan dikurangi dengan dividen yang diterima. Bagian atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi disesuaikan dengan jumlah amortisasi secara garis lurus selama 5 tahun atas selisih antara biaya perolehan penyertaan saham dan proporsi pemilikan Perusahaan dan Anak perusahaan atas nilai wajar aktiva bersih pada tanggal perolehan (goodwill).

- 11 - Jika bagian Perusahaan atas kerugian perusahaan asosiasi sama atau melebihi nilai tercatat dari investasi, maka investasi dilaporkan nihil. Jika selanjutnya perusahaan asosiasi memperoleh laba, Perusahaan akan mengakui setelah bagiannya atas laba menyamai bagiannya atas kerugian bersih yang belum diakui. i. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing Transaksi dalam mata uang asing dicatat berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing dijabarkan ke dalam mata uang Rupiah berdasarkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut dan laba atau rugi kurs yang terjadi dikreditkan atau dibebankan pada operasi tahun berjalan, kecuali selisih kurs yang termasuk dalam kapitalisasi biaya pinjaman (lihat Catatan 2m), selisih kurs yang diperkenankan untuk dikapitalisasi ke dalam nilai tercatat aktiva tertentu sesuai dengan perlakuan alternatif dalam paragraf 32 PSAK No. 10 mengenai Transaksi Dalam Mata Uang Asing dan selisih kurs yang dapat ditangguhkan sesuai dengan Surat Keputusan Ketua BAPEPAM (lihat Catatan 2p). Pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, nilai kurs yang digunakan adalah sebagai berikut: 1 Dolar Amerika Serikat Rp 8.730 Rp 11.440 1 Euro 8.628 9.673 1 Dolar Hongkong 1.119 1.466 1 Peso Philippina 172 218 1 Gulden Belanda - 4.389 j. Aktiva Tetap Aktiva tetap terdiri dari hak pengelolaan jalan tol, aktiva tetap selain hak pengelolaan jalan tol dan proyek dalam pelaksanaan. Aktiva tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan, kecuali untuk nilai aktiva tertentu yang diturunkan menjadi nilai wajarnya (lihat Catatan 2k), dikurangi akumulasi amortisasi dan penyusutan. Amortisasi hak pengelolaan jalan tol dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan sisa masa hak pengelolaan jalan tol sebagai berikut: Ruas Cawang Tanjung Priok dan Jakarta Interchange II B Ruas Tanjung Priok Ancol Timur Ruas Ancol Timur Jembatan Tiga 30 tahun 28 tahun 2 bulan 27 tahun 6 bulan Penyusutan aktiva tetap selain hak pengelolaan jalan tol dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aktiva tetap sebagai berikut: Tahun Hak atas tanah 20 Bangunan 20 Perlengkapan gedung dan jalan 5 Kendaraan dan alat berat 5 Mesin dan peralatan 5 Inventaris kantor 5

- 12 - Biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pembangunan jalan dan fasilitas lainnya yang secara fisik masih dalam tahap pelaksanaan dikapitalisasi sebagai proyek dalam pelaksanaan. Akumulasi biaya tersebut akan dipindahkan ke biaya perolehan hak pengelolaan jalan tol pada saat proyek selesai dikerjakan dan siap digunakan. Biaya perbaikan dan pemeliharaan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya; pemugaran dan penambahan dalam jumlah material dikapitalisasi. Aktiva tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, biaya perolehan serta akumulasi amortisasi dan penyusutannya dikeluarkan dari kelompok aktiva tetap yang bersangkutan dan laba atau rugi yang terjadi dibukukan dalam laporan laba rugi konsolidasi. k. Penurunan Nilai Aktiva Sesuai dengan PSAK No. 48 mengenai Penurunan Nilai Aktiva, yang diterbitkan pada tanggal 19 Juni 1998 dan mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2000, nilai aktiva ditelaah atas penurunan dan kemungkinan penghapusan aktiva menjadi sebesar nilai wajar pada saat terjadinya perubahan keadaan yang menunjukkan bahwa nilai ganti dari aktiva Perusahaan tidak dapat dipulihkan. l. Kapitalisasi Biaya Pinjaman Biaya pinjaman (termasuk bunga, amortisasi diskonto atau premium, amortisasi biaya yang terkait dengan perolehan pinjaman dan selisih kurs) yang terjadi akibat transaksi pinjaman yang digunakan untuk membiayai pembangunan proyek jalan tol, dikapitalisasi sampai dengan pembangunan tersebut selesai. m. Beban Emisi Sejak tanggal 1 Januari 2000, berdasarkan Peraturan BAPEPAM No. VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000, biaya penerbitan efek dicatat sebagai berikut: 1. Beban yang terjadi sehubungan dengan penawaran saham Perusahaan (termasuk penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu) kepada masyarakat dibebankan ke Tambahan Modal Disetor. 2. Beban yang terjadi sehubungan dengan penerbitan efek hutang dikurangkan langsung dari hasil emisi. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal merupakan diskonto atau premium yang diamortisasi selama jangka waktu efek hutang tersebut. n. Laba Pembelian Kembali Efek Hutang Selisih antara harga beli dan nilai nominal efek hutang yang pernah diterbitkan oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan dicatat sebagai pos luar biasa dalam laporan laba rugi konsolidasi o. Beban Tangguhan Hak Atas Tanah Sesuai dengan PSAK No. 47, Akuntansi Tanah, biaya yang terjadi sehubungan dengan proses pengurusan legal hak atas tanah ditangguhkan dan diamortisasi menggunakan metode garis lurus selama masa manfaat hak atas tanah, yaitu selama 20 tahun.

- 13 - p. Selisih Kurs Kewajiban Jangka Panjang Dalam Mata Uang Asing Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Bapepam No. Kep-15/PM/2000 tanggal 15 Mei 2000 (Kep-15) mengenai Pencabutan Peraturan No. VIII.G.10 tanggal 7 September 1998 tentang Akuntansi Transaksi Dalam Mata Uang Asing, Perusahaan menangguhkan selisih kurs yang timbul dari penjabaran kewajiban jangka panjang dalam mata uang asing sampai dengan tanggal berlakunya Kep-15. Selisih kurs yang timbul setelah tanggal tersebut dibebankan pada tahun yang bersangkutan. Mulai tahun 1998 sampai dengan tanggal 15 Mei 2000, selisih kurs yang timbul dari penjabaran kewajiban jangka panjang dalam mata uang asing ditangguhkan dan diamortisasi sesuai dengan Peraturan No. VIII.G.10 tanggal 7 September 1998 mengenai Akuntansi Transaksi Dalam Mata Uang Asing. q. Kesejahteraan Karyawan Perusahaan melakukan pencadangan atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan ganti kerugian kepada karyawan sebagaimana yang ditentukan dalam Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja Republik Indonesia No. Kep-150/Men/2000 tanggal 20 Juni 2000 mengenai Penyelesaian Pemutusan Hubungan Kerja dan Penetapan Uang Pesangon, Uang Penghargaan Masa Kerja dan Ganti Kerugian di Perusahaan. r. Pengakuan Pendapatan dan Beban Pendapatan dari hasil pengoperasian jalan tol diakui pada saat penjualan karcis tol setelah dikurangi bagian PT Jasa Marga (Persero) (lihat Catatan 1a). Beban diakui pada saat terjadinya. s. Taksiran Pajak Penghasilan Perusahaan dan Anak perusahaan menerapkan PSAK No. 46 mengenai Akuntansi Pajak Penghasilan yang mensyaratkan pengakuan aktiva dan kewajiban pajak tangguhan atas pengaruh pajak di masa datang yang berasal dari perbedaan temporer antara dasar pajak dan dasar pelaporan komersial dari aktiva dan kewajiban. t. Laba (Rugi) Bersih per Saham Dasar Sesuai dengan PSAK No. 56 mengenai Laba per Saham Dasar, laba (rugi) bersih per saham dasar dihitung dengan membagi masing-masing laba (rugi) bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada tahun yang bersangkutan sebanyak 2.000.000.000 saham. 3. KAS DAN SETARA KAS Kas dan setara kas terdiri dari: Kas Mata Uang Rupiah Rp 384.050.450 Rp 165.910.589 Mata Uang Dolar Amerika Serikat (US$ 15.500 pada tahun 2002 dan US$ 20.000 pada tahun 2001) 171.200.000 201.900.000 (Berlanjut)

- 14 - Mata Uang Peso Philippina (P 403 pada tahun 2002 dan P 126.248 pada tahun 2001 Rp 69.719 Rp 27.522.036 555.320.169 395.332.625 Bank Pihak ketiga Mata Uang Dolar Amerika Serikat PT Bank Mandiri (Persero) (US$ 1.098.434) 9.589.320.090 - PT Bank Lippo Tbk (US$ 182.320,86 pada tahun 2002 dan US$ 75.037 pada tahun 2001) 1.591.661.110 858.419.619 PT Bank IFI (US$ 23.226,69) 202.769.089 - Deutsche Bank (US$ 17.269,14 pada tahun 2002 dan US$ 94.414 pada tahun 2001 ) 150.759.592 1.080.092.270 Bank of Tokyo (US$ 5.337) - 58.158.864 PT Bank Mandiri (Persero) (US$ 9.366,23pada tahun 2002 dan US$ 98.180 pada tahun 2001) 81.767.189 1.123.290.167 Solid Bank (US$ 8.515 pada tahun 2002 dan US$ 6.901 pada tahun 2001) 74.336.370 78.954.287 ABN - AMRO Bank N.V. (US$ 4.528 pada tahun 2002 dan US$ 6.074 pada tahun 2001) 39.110.724 69.486.560 11.729.724.164 3.268.401.767 Mata Uang Rupiah PT Bank Lippo Tbk 15.537.105.986 4.707.933.150 PT Bank Jabar 2.459.307.200 - PT Bank Mandiri (Persero) 1.636.087.892 7.623.175.770 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 321.608.394 598.732.674 American Express Bank 257.293.665 248.824.800 PT Bank Universal Tbk 47.027.242 329.531.982 PT Bank Umum Koperasi Indonesia 23.229.551 120.887.849 20.281.659.930 13.629.086.225 Mata Uang Gulden Belanda ABN - AMRO Bank N.V. (NLG 182.573) - 613.920.153 (Berlanjut)

- 15 - Mata Uang Peso Philippina Solid Bank (P 40.885 pada tahun 2002) Rp 7.073.105 Rp - Pihak yang mempunyai hubungan istimewa Mata Uang Rupiah PT Bank Yama - 76.089.246 PT Bank Andromeda - 522.038-76.611.284 Setara Kas - Deposito berjangka Pihak ketiga Mata Uang Dolar Amerika Serikat BNP Paribas (US$ 1.922.337 pada tahun 2002 dan US$ 3.609.769 pada tahun 2001 ) 16.782.939.262 41.295.754.614 PT Bank Mandiri (Persero) (US$ 330.000 pada tahun 2002 dan US$ 5.815.407 pada tahun 2001) 2.880.900.000 66.528.256.080 PT Bank IFI (US$ 295.000) 2.575.350.000 - PT Bank Lippo Tbk (US$ 1.676.411) - 19.178.136.120 Deutsche Bank (US$ 1.280.000) - 14.643.200.000 PT Bank Universal Tbk (US$ 500.000) - 5.720.000.000 22.239.189.262 147.365.346.814 Mata Uang Rupiah PT Bank Lippo Tbk 33.196.057.782 28.362.283.580 PT Bank Mandiri (Persero) 24.248.000.000 72.988.994.000 PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 5.100.000.000 4.700.000.000 PT Bank Mega 2.000.000.000 7.000.000.000 PT Bank Jabar (Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat) 1.000.000.000 - PT Bank Universal Tbk 650.000.000 4.150.000.000 PT Bank Perkreditan Rakyat Wakalumi 500.000.000 500.000.000 PT Bank Tabungan Negara (Persero) - 7.000.000.000 66.694.057.782 124.701.277.580 Jumlah kas dan setara kas Rp 121.507.024.412 Rp 290.049.976.448 Tingkat suku bunga per tahun deposito berjangka adalah sebagai berikut: Mata Uang Dolar Amerika Serikat 2 4,02 % 4% - 7,5% Mata Uang Rupiah 12 16,73 % 12,5% - 15,78%

- 16-4. INVESTASI JANGKA PENDEK Akun ini terdiri dari: Obligasi: PT Barito Pasific Timber, Tbk I Rp 5.000.000.000 Rp - PT Bank Universal Tbk 200.000.000 - Reksa dana 10.630.526 - Wesel bayar bunga mengambang - 22.890.000.000 Jumlah Rp 5.210.630.526 Rp 22.890.000.000 Obligasi PT Barito Pasific Timber Tbk I merupakan obligasi yang dimiliki oleh PT Citra Margatama Surabaya, Anak Perusahaan. Obligasi tersebut mempunyai tingkat bunga 15 % dan akan jatuh tempo pada tanggal 10 Juli 2002. Sampai dengan tanggal laporan ini realisasi atas obligasi tersebut belum dapat ditentukan (lihat Catatan 28b). Investasi jangka pendek pada PT Bank Universal Tbk merupakan Negotiable Certificate of Deposits (NCD) yang diterbitkan oleh bank tersebut sebesar Rp 200.000.000 dengan tingkat diskonto 17,5% per tahun yang dimiliki PT Citra Margatama Surabaya, Anak Perusahaan. NCD tersebut akan jatuh tempo tanggal 12 Maret 2003. Reksadana dengan nilai nominal sebesar Rp 10.000.000 merupakan reksa dana pada PT Panin Sekuritas Tbk dan PT Trimegah Securitas Tbk dengan jumlah nilai nominal masing-masing sebesar Rp 5.000.000.yang dinilai berdasarkan nilai Aktiva Bersih (NAB) pada tanggal neraca. Pada tanggal 30 Juni 2001, akun ini merupakan wesel bayar bunga mengambang (floating rate notes) yang diterbitkan oleh PT Bank Mandiri (Persero) {dahulu PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Persero)} (Mandiri) dengan nilai nominal sebesar US$ 2.000.000 atau setara dengan Rp 22.890.000.000. Wesel bayar tersebut mempunyai tingkat bunga per tahun sebesar LIBOR + 0,8% dan akan jatuh tempo pada tanggal 21 September 2005. Pada tanggal 3 Oktober 2001, Perusahaan telah menjual investasi jangka pendek tersebut. Investasi jangka pendek tersebut diklasifikasikan sebagai Tersedia Untuk Dijual (lihat catatan 2d). Pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, laba yang belum terealisasi atas nilai pasar dari investasi jangka pendek masing-masing sebesar Rp 630.526 dan Rp 3.775.200.000 disajikan dalam akun Laba Belum Direalisasi atas Investasi Jangka Pendek sebagai bagian dari ekuitas pada neraca konsolidasi.

- 17-5. WESEL TAGIH Akun ini merupakan wesel tagih yang diterbitkan oleh PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia dengan rincian sebagai berikut: Nilai nominal Rp 17.500.000.000 Rp 17.500.000.000 Dikurangi: Akumulasi pemulihan penyisihan ( 2.300.000.000 ) ( 1.100.000.000 ) 15.200.000.000 16.400.000.000 Penyisihan tagihan ragu-ragu ( 15.200.000.000 ) ( 16.400.000.000 ) Bersih Rp - Rp - Wesel tagih kepada PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (CTPI), pihak yang mempunyai hubungan istimewa, dengan tingkat bunga 25% per tahun jatuh tempo pada tanggal 22 Maret 1999. Pada bulan Februari 1999, CTPI membayar kepada Perusahaan sebagian wesel tagih yang telah jatuh tempo pada tanggal 22 Maret 1999 sejumlah Rp 2.500.000.000. Pada tanggal 22 Desember 1999, sisa wesel tagih diperpanjang sampai dengan tanggal 21 Juni 2000 dan tidak dikenakan bunga. Pada tanggal 27 Juli 2000, berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak pelunasan wesel bayar tersebut dijadwalkan kembali melalui angsuran selama 24 bulan sebesar Rp 100.000.000 per bulan mulai bulan Juli 2000 sampai dengan bulan Juni 2002 dan sisanya akan dilunasi pada bulan Juni 2002. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2002, Perusahaan telah menerima angsuran pelunasan wesel tagih CTPI sebesar Rp 2.300.000.000. Sampai dengan tanggal jatuh tempo, CTPI belum dapat melunasi sisa wesel bayar tersebut. Berdasarkan hasil sementara yang disepakati adalah CTPI akan melakukan pembayaran sebesar Rp 1.000.000.000 pada bulan Juli 2002 dan cicilan sebesar Rp 400.000.000 perbulan. Sampai dengan tanggal laporan, jumlah sebesar Rp 1.000.000.000 tersebut telah diterima Perusahaan (lihat Catatan 28c). 6. UANG MUKA Akun ini merupakan pemberian uang muka untuk: Konsultan Rp - Rp 5.277.250.000 Proyek - 2.950.616.160 Lain-lain 865.771.185 1.138.786.130 Jumlah Rp 865.771.185 Rp 9.366.652.290

- 18-7. INVESTASI PADA PERUSAHAAN ASOSIASI - BERSIH Akun ini merupakan penyertaan saham pada Citra Metro Manila Tollways Corporation (CMMTC) dengan persentase kepemilikan 21% yang terdiri dari: Biaya Perolehan Rp 54.270.839.212 Rp 54.270.839.212 Bagian atas akumulasi rugi bersih perusahaan asosiasi ( 54.270.839.212 ) ( 54.270.839.212 ) Bersih Rp - Rp - Sampai dengan tanggal laporan ini, Perusahaan belum menerima laporan keuangan CMMTC untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2002, sehingga pengungkapan yang disampaikan adalah laporan keuangan untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2002. Rugi bersih CMMTC untuk periode tiga bulan yang berakhir pada tanggal 31 Maret 2002 adalah sebesar P 26.619.496,27 atau setara dengan Rp 5.031.084.795. Bagian Perusahaan atas rugi bersih perusahaan asosiasi berdasarkan persentase kepemilikan seharusnya adalah sebesar Rp 1.056.527.806. Akan tetapi berdasarkan PSAK No. 15 mengenai Akuntansi Untuk Investasi Dalam Perusahaan Asosiasi, bagian atas akumulasi rugi bersih perusahaan asosiasi yang diakui oleh Perusahaan sebatas nilai tercatat investasi (lihat Catatan 2h). Saham Perusahaan dalam CMMTC dijaminkan kepada Far East Bank And Trust Company sebagai jaminan dari sindikasi Bank pemberi pinjaman. 8. PENEMPATAN JANGKA PANJANG Akun ini terdiri dari penempatan jangka panjang yang diterbitkan oleh: PT Bank Unibank Tbk (Bank Beku Kegiatan Usaha) (US$ 27.285.273 pada tahun 2002 dan US$ 26.672.874 pada tahun 2001) Rp 284.585.397.390 Rp 305.137.678.560 Penyisihan tagihan ragu-ragu ( 128.063.428.825 ) - Bersih Rp 156.521.968.565 Rp 305.137.678.560 Akun ini merupakan nilai sekarang (present value) dari Negotiable Certificate of Deposits (NCD) yang diterbitkan oleh PT Bank Unibank Tbk (Bank Beku Kegiatan Usaha) (Unibank) dengan nilai nominal keseluruhan sebesar US$ 28.000.000 dengan tingkat diskonto sebesar 6% per tahun. NCD tersebut tidak dikenakan bunga dan jatuh tempo pada tanggal 9 Mei 2002 dan 10 Mei 2002. Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No.3/9/KEP.GBI/2001 tanggal 29 Oktober 2001, kegiatan operasi Unibank telah dibekukan dan diserahkan kepada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). BPPN sedang melakukan Financial Due Diligence (FDD) terhadap Unibank sehingga konfirmasi final dapat diberikan setelah FDD tersebut telah selesai dilaporkan. Memperhatikan perkembangan tersebut, manajemen menentukan untuk melakukan penyisihan sebesar 45% dari nilai terbawa NCD pada tahun 2001. Sampai dengan tanggal laporan ini, tingkat realisasi NCD tersebut belum dapat ditentukan. 9. AKTIVA TETAP

- 19 - Aktiva tetap terdiri dari: 2002 Penambahan/ Pengurangan/ Saldo awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo akhir Rp Rp Rp Rp Biaya perolehan Hak Pengelolaan Jalan Tol Ruas Cawang - Tanjung Priok 289.999.913.805 - - 289.999.913.805 Jakarta Interchange II B 16.000.000.000 - - 16.000.000.000 Ruas Tanjung Priok - Ancol Timur 329.504.950.495 - - 329.504.950.495 Ruas Ancol Timur - Jembatan Tiga 778.528.762.962 - - 778.528.762.962 Jumlah Biaya Perolehan Hak Pengelolaan Jalan Tol 1.414.033.627.262 - - 1.414.033.627.262 Aktiva Tetap Selain Hak Pengelolaan Jalan Tol Tanah 5.857.133.125 - - 5.857.133.125 Bangunan 7.274.909.514 - - 7.274.909.514 Perlengkapan gedung dan jalan 3.436.392.850 271.520.250-3.707.913.100 Kendaraan dan alat berat 37.936.524.845 271.562.000 4.275.000.000 33.933.086.845 Mesin dan peralatan 19.345.670.723 848.105.800-20.193.776.523 Inventaris kantor 6.719.262.606 245.365.143-6.964.627.749 Aktiva dalam pengerjaan 16.107.090.294 - - 16.107.090.294 Jumlah Biaya Perolehan Aktiva Tetap selain Hak Pengelolaan Jalan Tol 96.676.983.957 1.636.553.193 4.275.000.000 94.038.537.150 Proyek Dalam Pelaksanaan 394.188.031.454 1.792.022.565-395.980.054.019 Jumlah Biaya Perolehan Aktiva Tetap 1.904.898.642.673 3.428.575.758-1.904.052.218.431 Akumulasi Amortisasi dan Penyusutan Hak Pengelolaan Jalan Tol Ruas Cawang - Tanjung Priok 120.585.790.299 3.850.320.900-124.436.111.199 Jakarta Interchange II B 6.653.011.270 212.431.560-6.865.442.830 Ruas Tanjung Priok - Ancol Timur 72.140.137.061 5.849.200.308-77.989.337.369 Ruas Ancol Timur - Jembatan Tiga 418.288.529.087 8.187.278.130-426.475.807.217 Jumlah Akumulasi Amortisasi Hak Pengelolaan Jalan Tol 617.667.467.717 18.099.230.898-635.766.698.615 Aktiva Tetap Selain Hak Pengelolaan Jalan Tol Tanah 2.737.194.398 404.151.564-3.141.345.962 Bangunan 3.283.890.154 181.872.738-3.465.762.892 Perlengkapan gedung dan jalan 2.596.657.709 136.741.333-2.733.399.042 Kendaraan dan alat berat 15.894.328.404 2.788.215.285 810.000.000 17.872.543.689 Mesin dan peralatan 10.423.523.412 1.611.061.276-12.034.584.688 Inventaris kantor 4.538.382.263 304.360.854-4.842.743.117 Jumlah Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap selain Hak

- 20 - Pengelolaan Jalan Tol 39.473.976.340 5.426.403.050 810.000.000 44.090.379.390 Proyek Dalam Pelaksanaan 281.457.576.550 - - 281.457.576.550 (Berlanjut) 2002 Penambahan/ Pengurangan/ Saldo awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo akhir Rp Rp Rp Rp Jumlah Akumulasi Amortisasi dan Penyusutan Aktiva Tetap 938.599.020.607 23.525.633.948 810.000.000 961.314.654.555 Penurunan Nilai Aktiva Proyek Dalam Pelaksanaan 39.722.283.638 9.931.070.910-49.653.354.548 Nilai Buku 926.577.338.428 893.084.209.328 2001 Penambahan/ Pengurangan/ Saldo awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo akhir Rp Rp Rp Rp Biaya perolehan Hak Pengelolaan Jalan Tol Ruas Cawang - Tanjung Priok 289.999.913.805 - - 289.999.913.805 Jakarta Interchange II B 16.000.000.000 - - 16.000.000.000 Ruas Tanjung Priok - Ancol Timur 329.504.950.495 - - 329.504.950.495 Ruas Ancol Timur - Jembatan Tiga 778.528.762.962 - - 778.528.762.962 Jumlah Biaya Perolehan Hak Pengelolaan Jalan Tol 1.414.033.627.262 - - 1.414.033.627.262 Aktiva Tetap Selain Hak Pengelolaan Jalan Tol Hak atas tanah 15.033.033.125 - - 15.033.033.125 Bangunan 7.274.909.514 - - 7.274.909.514 Perlengkapan gedung dan jalan 2.990.377.650 332.860.700-3.323.238.350 Kendaraan dan alat berat 27.500.616.015 11.230.600.000-38.731.216.015 Mesin dan peralatan 16.842.453.405 1.516.193.919-18.358.647.324 Inventaris kantor 6.063.384.706 284.613.400-6.347.998.106 Aktiva dalam pengerjaan 699.100.505 - - 699.100.505 Jumlah Biaya Perolehan Aktiva Tetap selain Hak Pengelolaan Jalan Tol 76.403.874.920 13.364.268.019-89.768.142.939 Proyek Dalam Pelaksanaan 383.934.772.094 863.636.256-384.798.408.350 Jumlah Biaya Perolehan Aktiva Tetap 1.874.372.274.276 14.227.904.275-1.888.600.178.552 Akumulasi Amortisasi dan Penyusutan Hak Pengelolaan Jalan Tol Ruas Cawang - Tanjung Priok 112.885.148.521 3.850.320.900-116.735.469.421 Jakarta Interchange II B 6.228.148.146 212.431.560-6.440.579.706 Ruas Tanjung Priok - Ancol Timur 60.441.736.461 5.849.200.308-66.290.936.769 Ruas Ancol Timur - Jembatan Tiga 401.913.972.793 8.187.278.130-410.101.250.923 Jumlah Akumulasi Amortisasi

- 21 - Hak Pengelolaan Jalan Tol 581.469.005.921 18.099.230.898-599.568.236.819 Aktiva Tetap Selain Hak Pengelolaan Jalan Tol Hak atas tanah 3.830.273.588 404.151.564-4.234.425.152 Bangunan 2.920.144.677 181.872.738-3.102.017.415 Perlengkapan gedung dan jalan 2.244.703.615 166.782.284-2.411.485.899 Kendaraan dan alat berat 9.850.740.285 2.679.928.532-12.530.668.817 Mesin dan peralatan 7.375.715.927 1.550.274.425-8.925.990.352 Inventaris kantor 3.658.117.973 276.072.780-3.934.190.753 (Berlanjut) 2001 Penambahan/ Pengurangan/ Saldo awal Reklasifikasi Reklasifikasi Saldo akhir Rp Rp Rp Rp Jumlah Akumulasi Penyusutan Aktiva Tetap selain Hak Pengelolaan Jalan Tol 29.879.696.065 5.259.082.323-35.138.788.388 Proyek Dalam Pelaksanaan 281.457.576.550 - - 281.457.576.550 Jumlah Akumulasi Amortisasi dan Penyusutan Aktiva Tetap 892.806.278.536 23.358.313.221-916.164.591.757 Penurunan Nilai Aktiva Proyek Dalam Pelaksanaan 19.861.141.819 8.613.013.254-28.474.155.073 Nilai Buku 961.704.853.921 943.961.431.722 Beban amortisasi dan penyusutan aktiva tetap untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 masing-masing sebesar Rp 23.525.633.948 dan Rp 23.358.313.221. Proyek dalam pelaksanaan termasuk kapitalisasi biaya pinjaman selama masa konstruksi untuk proyek pembangunan jalan tol Simpang Susun Waru - Tanjung Perak di Surabaya (Proyek Surabaya), proyek yang proses penawarannya dimenangkan oleh Perusahaan, sebesar Rp 281.457.576.550 sampai dengan tanggal 31 Desember 1998. Pada tahun 1998, dengan melihat keadaan perekonomian dimana beberapa sektor industri dan keuangan mengalami penurunan kegiatan usaha, manajemen mempertimbangkan untuk mengurangi kecepatan pembangunan Proyek Surabaya selama jangka waktu yang belum dapat ditentukan. Oleh karena itu, manajemen mengambil kebijakan untuk mengamortisasi biaya pinjaman yang telah dikapitalisasi selama 18 bulan, mulai tanggal 1 Juli 1998 sampai dengan 31 Desember 1999. Pada tanggal 31 Desember 1999, biaya pinjaman tersebut telah dibebankan seluruhnya ke laporan laba rugi konsolidasi. Disamping itu, untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 dilakukan penurunan nilai proyek dalam pelaksanaan masing-masing sebesar Rp 9.931.070.910 dan Rp 8.613.013.254 yang disajikan sebagai bagian dari Beban Lainlain dalam laporan laba rugi konsolidasi (lihat Catatan 2k). Pada tahun 2001, Perusahaan memutuskan untuk melanjutkan pembangunan Proyek Surabaya. Pada tanggal 30 Juni 2002, jumlah nilai realisasi pembangunan Proyek Surabaya terhadap estimasi nilai keseluruhan proyek adalah sebesar 29,92%.

- 22 - Pada tanggal 30 Juni 2002, Perusahaan mengasuransikan aktiva tetapnya terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya dalam beberapa polis dengan nilai pertanggungan sekitar Rp 801.207.000.000. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian kebakaran dan risiko lainnya. 10. UANG MUKA KONTRAKTOR Pada tanggal 30 Juni 2001, akun ini merupakan pemberian uang muka untuk pembangunan proyek Surabaya kepada PT Yala Patria Perkasa (dahulu PT Yala Perkasa Internasional)(YPI) sebesar Rp 21.451.831.334. 11. DEPOSITO BERJANGKA Akun ini merupakan deposito berjangka yang ditempatkan pada: PT Bank Yama (Bank Beku Kegiatan Usaha) Rp 77.500.000.000 Rp 77.500.000.000 PT Bank Andromeda (Bank Dalam Likuidasi) 35.840.000.000 35.840.000.000 Jumlah 113.340.000.000 113.340.000.000 Dikurangi penyisihan deposito berjangka ragu-ragu ( 113.340.000.000 ) ( 113.340.000.000 ) Bersih Rp - Rp - Deposito berjangka yang ditempatkan pada PT Bank Yama (Bank Beku Kegiatan Usaha) (YAMA) merupakan deposito berjangka dengan status Diblokir terkait. Berdasarkan surat dari PT Bank Andromeda (Bank Dalam Likuidasi) (BADL) tanggal 1 Mei 1998, dinyatakan bahwa deposito berjangka Perusahaan sebesar Rp 35.840.000.000 yang ditempatkan pada BADL akan dilunasi oleh pemegang saham PT Bank Andromeda paling lambat pada tanggal 3 November 1998. Lebih lanjut, berdasarkan surat dari Bank Indonesia No. 31/195/DIR/UPPB tanggal 17 Maret 1999, dinyatakan bahwa Pemerintah tidak menjamin dana nasabah yang ada pada Bank Asing, Bank Perkreditan Rakyat dan Bank Umum yang telah dicabut izin usahanya sebelum tanggal 27 Januari 1998. BADL telah dilikuidasi pada tanggal 1 November 1997. Sampai dengan tanggal laporan ini, pencairan deposito berjangka YAMA dan BADL belum dapat ditentukan. 12. SALDO DAN TRANSAKSI DENGAN PIHAK-PIHAK YANG MEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWA Selain wesel tagih (lihat Catatan 5) dan deposito berjangka (lihat Catatan 11), Perusahaan juga mempunyai transaksi dengan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa yang meliputi antara lain piutang dan hutang. Piutang dan hutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa terdiri dari: Piutang : Koperasi Citra Marga (Catatan 26f dan 26g) Rp 12.687.831.780 Rp 2.189.309.565 Karyawan 4.476.098.059 1.606.695.473

- 23 - PT Citra Mataram Satriamarga Persada (CMSP) 2.933.241.667 2.933.241.667 Citra Metro Manila Tollways Corporation (CMMTC) 2.037.935.979 2.037.935.979 PT Aliansi Strategis Globalindo (ASG) 50.000.000 - Jumlah 22.185.107.485 8.767.182.684 Penyisihan piutang ragu-ragu ( 4.971.177.646 ) ( 4.147.286.567 ) Bersih Rp 17.213.929.839 Rp 4.619.896.117 Hutang : Hutang kepada pemegang saham Rp 1.223.000.000 Rp 1.223.000.000 Piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa terhadap jumlah aktiva masing-masing sebesar 1,4% dan 0,2% pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001. Hutang kepada pemegang saham terhadap jumlah kewajiban masing-masing sebesar 0,1 % dan 0,07% pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001. Piutang karyawan merupakan fasilitas pinjaman yang diberikan Perusahaan tanpa dikenakan bunga dan pengembaliannya dilakukan melalui pemotongan gaji. CMSP adalah perusahaan terafiliasi, dimana Perusahaan melakukan perjanjian untuk memberikan jasa manajemen kepada CMSP. CMMTC merupakan perusahaan asosiasi dimana Perusahaan melakukan perjanjian untuk jasa manajemen dan pengembalian biaya yang telah dikeluarkan (lihat Catatan 7). Berdasarkan akta tanggal 27 September 1994 yang dibuat oleh Notaris Ny. S.P. Henny Shidki, S.H. para pemegang saham Perusahaan menyetujui jual beli sebagian saham Perusahaan yang dimiliki oleh Yayasan Purna Bhakti Pertiwi, PT Bhaskara Duniajaya, PT Indocement Tunggal Prakarsa dan PT Citra Lamtoro Gung Persada sebanyak 1.223.000 saham dengan nilai nominal Rp 1.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 1.223.000.000 dari para pemegang saham Perusahaan kepada 25 koperasi dari seluruh Indonesia. Pembelian saham tersebut dilakukan melalui pinjaman tanpa bunga dari Perusahaan. Pinjaman ini dijamin dengan saham tersebut dan akan dilunasi secara bertahap dengan cara 75% dari setiap dividen yang akan diterima oleh koperasi. 13. BIAYA MASIH HARUS DIBAYAR Akun ini terdiri biaya yang masih harus dibayar atas: Biaya bunga Rp 14.337.243.405 Rp 20.429.572.747 Uang pesangon dan penghargaan masa kerja 4.351.478.674 2.388.773.000 Pajak bumi dan bangunan 4.103.025.218 2.638.742.190 Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 1.000.000.000) 4.039.759.771 7.182.903.965 Jumlah Rp 26.831.507.068 Rp 32.639.991.902 14. HUTANG PAJAK

- 24 - Hutang pajak terdiri dari Pajak Penghasilan: Pasal 21 Rp 13.321.574 Rp 9.088.229 Pasal 23 360.076.070 1.435.499.685 Pasal 26-5.114.864.265 Pajak penghasilan Anak Perusahaan - 4.623.495.492 Jumlah Rp 373.397.644 Rp 11.182.947.671 Perusahaan telah memperoleh beberapa koreksi atas taksiran rugi fiskal dari Kantor Pajak yang terdiri dari: a. Berdasarkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar Direktorat Jenderal Pajak (SKPLB) No. 00021/406/00/054/01 tanggal 25 September 2001, menetapkan taksiran laba fiskal untuk tahun 2000 sebesar Rp 11.870.976.596 dikoreksi menjadi Rp 18.759.053.094. Selisih tersebut telah disesuaikan dengan taksiran akumulasi rugi fiskal pada awal tahun 2001. b. Berdasarkan SKPLB No. 00033/406/99/054/00 tanggal 31 Agustus 2000, menetapkan taksiran rugi fiskal yang dilaporkan Perusahaan untuk tahun 1999 sebesar Rp 34.545.317.849 dikoreksi menjadi Rp 23.893.298.956. Selisih tersebut telah disesuaikan dengan taksiran akumulasi rugi fiskal pada awal tahun 2000. c. Berdasarkan SKPLB No. 00020/406/98/054/99 tanggal 31 Agustus 1999, menetapkan taksiran rugi fiskal yang dilaporkan Perusahaan untuk tahun 1998 sebesar Rp 348.687.317.073 dikoreksi menjadi Rp 346.881.540.294. Selisih tersebut telah disesuaikan dengan taksiran akumulasi rugi fiskal pada awal tahun 2000. Aktiva (kewajiban) pajak tangguhan pada tanggal-tanggal 30 Juni 2002 dan 2001 adalah sebagai berikut: Aktiva pajak tangguhan: Akumulasi rugi fiskal Rp 73.161.566.846 Rp 146.517.450.625 Penyisihan dan penghapusan piutang ragu-ragu 6.334.341.562 5.930.017.394 Penyisihan wesel tagih 4.740.000.000 4.920.000.000 Penurunan nilai aktiva tetap 3.723.964.092 908.120.136 Amortisasi biaya dibayar di muka 1.187.834.650 887.638.284 Biaya pinjaman - diskonto 825.704.442 449.457.485 Penyisihan aktiva tidak lancar lainnya 22.983.385 - Penyisihan deposito berjangka - 34.002.000.000 Jumlah 89.996.394.977 193.614.683.924 Kewajiban pajak tangguhan: Amortisasi dan penyusutan aktiva tetap ( 92.246.626.077 ) ( 59.416.944.599 ) Aktiva (Kewajiban) pajak tangguhan - bersih (Rp 2.250.231.100 ) Rp 134.197.739.325 15. WESEL BAYAR JANGKA PANJANG

- 25 - a. Pada tanggal 14 Desember 1995, Citra Marga Finance B.V. (lihat Catatan 2b), Anak perusahaan telah mengeluarkan wesel bayar bunga mengambang (Guaranteed Floating Rate Notes) sebesar US$ 175.000.000 yang telah jatuh tempo pada tanggal 14 Desember 1998, dengan bunga 1,50% di atas LIBOR yang dibayar dua kali dalam satu tahun, yaitu setiap tanggal 14 Juni dan 14 Desember. Wesel bayar bunga mengambang tersebut dicatatkan pada bursa efek Luxembourg. Wesel bayar bunga mengambang tersebut dikeluarkan berdasarkan perjanjian penerbitan wesel bayar mengambang tanggal 14 Desember 1995 antara Citra Marga Finance B.V. sebagai penerbit, Perusahaan sebagai penjamin dan BT Trustee (Hong Kong) Limited sebagai wali amanat. Pada tanggal 31 Mei 1999, pemegang wesel bayar bunga mengambang menyetujui usulan restrukturisasi yang diajukan oleh Perusahaan dimana pelunasan atas jumlah hutang wesel bayar bunga mengambang pada tanggal 31 Mei 1999 dengan nilai buku sebesar US$ 99.312.500, dilakukan dalam dua cara yaitu: - Tranche A, atas nilai buku sebesar US$ 57.312.500 akan dilunasi dalam jangka waktu enam bulan tanpa bunga dengan pembayaran bulanan dalam jumlah yang sama dengan harga 57,72% dari nilai buku; - Tranche B, atas nilai buku sebesar US$ 42.000.000, sebesar 10% (US$ 4.200.000) akan dibayar pada tanggal 16 Juni 1999 dan sebesar 90% (US$ 37.800.000) akan jatuh tempo pada tanggal 20 Februari 2002 dengan bunga per tahun sebesar 1,5% di atas LIBOR yang terhutang secara tengah tahunan. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2002, Perusahaan telah membeli kembali wesel bayar bunga mengambang dengan jumlah nilai nominal sebesar US$ 104.165.609,53 seharga US$ 73.058.109,53. b. Pada tanggal 20 Februari 1997, Citra Marga Finance B.V., Anak perusahaan, menerbitkan wesel bayar (Guaranteed Notes) jangka panjang sebesar US$ 125.000.000 yang akan jatuh tempo pada tanggal 20 Februari 2002 dengan tingkat bunga sebesar 7,25% per tahun yang dibayar dua kali dalam satu tahun, yaitu setiap tanggal 20 Februari dan tanggal 20 Agustus. Wesel bayar tersebut dicatatkan pada bursa efek Luxembourg. Wesel bayar tersebut dikeluarkan berdasarkan perjanjian penerbitan wesel bayar tanggal 20 Februari 1997 antara Citra Marga Finance B.V. sebagai penerbit, Perusahaan sebagai penjamin dan Bankers Trust Company, New York sebagai wali amanat. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2002, Perusahaan telah membeli kembali wesel bayar dengan jumlah nilai nominal sebesar US$ 98.566.213 seharga US$ 59.813.963. Kedua perjanjian wesel bayar tersebut di atas antara lain berisi pembatasan beberapa rasio keuangan, penjaminan oleh Perusahaan dan pembagian dividen. Berdasarkan perjanjian tersebut, dalam hal Perusahaan tidak dapat memenuhi pembatasan tersebut, pemegang wesel bayar berhak untuk menyatakan hal tersebut sebagai cidera janji (default) dan meminta pembayaran segera atas setiap jumlah yang terhutang. Pemberitahuan oleh wali amanat atas keadaan cidera janji dapat dilakukan antara lain apabila hal tersebut dimintakan secara tertulis oleh pemegang wesel bayar yang memiliki sekurang-kurangnya 25% nilai wesel bayar yang beredar. Rincian wesel bayar jangka panjang adalah sebagai berikut: US$ Rp US$ Rp Wesel bayar bunga mengambang 27.127.203 236.820.482.190 39.397.375 453.360.804.702 Wesel bayar 26.433.787 230.766.960.510 60.000.000 686.400.000.000

- 26 - Jumlah 53.560.990 467.587.442.700 99.397.375 1.139.760.804.702 Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Wesel bayar bunga mengambang 826.200 7.212.726.000 1.597.375 18.273.970.000 Wesel bayar 648.490 5.661.317.700 - - 1.474.690 12.874.043.700 1.597.375 18.273.970.000 Bagian jangka panjang 52.086.300 454.713.399.000 97.800.000 1.121.486.834.702 Diskonto atas wesel bayar - 56.674.308 Bagian Jangka Panjang - Bersih 454.713.399.000 1.121.430.160.394 Pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, Perusahaan telah mengalami keadaan keuangan yang dapat menyebabkan tidak dapat dipenuhinya beberapa persyaratan pembatasan rasio keuangan sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian wesel bayar jangka panjang. Pada bulan Februari 2002, Perusahaan telah mengadakan perjanjian dengan pemegang wesel bayar untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo selama 3 bulan sampai dengan tanggal 20 Mei 2002, dengan beberapa kondisi tertentu antara lain pembayaran sebesar 10% dari nilai wesel bayar dan pembayaran pokok tambahan sebesar US$ 817.500. Pada tanggal 20 Mei 2002, Perusahaan telah mendapatkan perpanjangan perjanjian tersebut diatas untuk jangka waktu satu bulan sampai tanggal 20 Juni 2002 dengan opsi untuk memperpanjang sampai tanggal 20 Juli 2002, dengan beberapa kondisi tertentu antara lain pembayaran sebesar 1% dari nilai pokok wesel bayar yang ada sebelum tanggal 20 Februari 2002. Pada bulan April dan Mei 2002, sebanyak 91,67% pemegang Guaranteed Notes (GN) dan 56,65% pemegang Guaranteed Floating Rate Notes (GFRN) telah memberikan konfirmasi atas usulan restrukturisasi wesel bayar yang diajukan Perusahaan. Disamping itu, salah satu pemegang wesel bayar yang mewakili 3,33% GN dan 36,03% GFRN telah memberikan konfirmasi bahwa perjanjian restrukturisasi final akan termasuk perpanjangan tanggal jatuh tempo wesel bayar hingga sekurangkurangnya tanggal 1 Januari 2003, sambil mempelajari usulan restrukturisasi wesel bayar. Adapun usulan restrukturisasi wesel bayar yang diajukan Perusahaan meliputi beberapa kondisi, antara lain, sebagai berikut: 1. Wesel bayar (Guaranteed Notes) akan jatuh tempo pada tanggal 5 Maret 2004 dengan tingkat bunga sebesar 7,25% per tahun yang akan dibayar 4 kali dalam satu tahun, yaitu setiap tanggal 30 Maret, 30 Juni, 30 September dan 30 Desember. 2. Wesel bayar bunga mengambang (Guaranteed Floating Rate Notes) akan jatuh tempo pada tanggal 5 Maret 2004 dengan bunga 3% di atas LIBOR yang dibayar 4 kali dalam satu tahun, yaitu setiap tanggal 30 Maret, 30 Juni, 30 September dan 30 Desember. 3. Apabila Obligasi CMNP II Tahun 1997 Dengan Tingkat Bunga Tetap direstrukturisasi, maka kondisi yang nantinya disetujui harus tidak lebih baik dibandingkan dengan kondisi yang telah disetujui untuk wesel bayar (Guaranteed Notes dan Guaranteed Floating Rate Notes). Dalam hal demikian, pemegang wesel bayar (Guaranteed Notes dan Guaranteed Floating Rate Notes) setuju untuk memperpanjang tanggal jatuh tempo sampai dengan tanggal 31 Desember 2007. Usulan restrukturisasi tersebut di atas, antara lain, juga berisi pembatasan penggunaan kas yang berasal dari kegiatan operasi sampai dengan tahun 2004 dan pembagian sebesar 75% dari hasil realisasi dari aktiva Perusahaan yang tergolong macet. Restrukturisasi akan menjadi efektif apabila pemegang wesel bayar telah menyetujui perjanjian wesel bayar dan redomisili CMF BV, Anak perusahaan, dari Belanda ke Mauritius telah dinyatakan efektif.

- 27 - Jadwal pelunasan wesel bayar (Guaranteed Notes dan Guaranteed Floating Rate Notes) adalah sebagai berikut: Apabila Jatuh Tempo Apabila Jatuh Tempo Pada Tanggal Pada Tanggal Tahun 5 Maret 2004 31 Desember 2007 2002 1,7% 1,7% 2003 4,5% 4,5% 2004 93,8% 3,0% 2005-19,8% 2006-26,2% 2007-44,8% Pembahasan atas usulan restrukturisasi yang final, masih sedang dilakukan Perusahaan dengan pemegang wesel bayar. Manajemen mempunyai keyakinan bahwa usulan restrukturisasi final tidak berbeda secara signifikan dengan usulan restrukturisasi yang telah diuraikan di atas. 16. HUTANG OBLIGASI JANGKA PANJANG a. Pada tanggal 1 Agustus 1993, Perusahaan telah menerbitkan Obligasi Bagi Hasil Citra Marga Nusaphala Persada I Tahun 1993 sebanyak 2.918 lembar dengan jumlah nilai pokok sebesar Rp 275.000.000.000, dengan rincian sebagai berikut: Denominasi Jumlah Nilai (Rp) (Lembar) Nomor Seri (Rp) 100.000 200 CMNPIA0001 CMNPIA0200 20.000.000 1.000.000 205 CMNPIB0201 CMNPIB0405 205.000.000 10.000.000 115 CMNPIC0406 CMNPIC0520 1.150.000.000 25.000.000 149 CMNPID0521 CMNPID0669 3.725.000.000 100.000.000 2.199 CMNPIE0670 CMNPIE2868 219.900.000.000 1.000.000.000 50 CMNPIF2869 CMNPIF2918 50.000.000.000 Jumlah 2.918 275.000.000.000 Penerbitan obligasi ini dilakukan berdasarkan ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam Perjanjian Perwaliamanatan No. 151 tanggal 25 Juni 1993 dan telah diubah dengan akta No. 156 tanggal 28 Juni 1996 yang dibuat antara Perusahaan dengan PT Bank Mandiri (Persero) {dahulu PT Bank Dagang Negara (Persero)} yang bertindak selaku Wali Amanat. Pengembalian hutang obligasi dilakukan dengan sistem bagi hasil melalui kupon obligasi yang sudah mengandung unsur pembayaran pokok dan bagi hasil, sehingga setelah pembayaran kupon obligasi yang terakhir pinjaman pokok obligasi menjadi nihil. Besarnya jumlah bagi hasil bervariasi tergantung pada besarnya pendapatan tol, tetapi tidak boleh kurang dari bagi hasil minimal yang dijamin. Pembayaran kupon obligasi dilakukan setiap triwulan, kecuali kupon obligasi yang pertama yang jatuh tempo pada tanggal 1 Oktober 1993 dan kupon obligasi yang terakhir jatuh tempo pada tanggal 1 Agustus 2001. Pada bulan Agustus 2001, Perusahaan telah melakukan pelunasan atas seluruh hutang obligasi tersebut. b. Pada tanggal 19 Februari 1997, Perusahaan telah menerbitkan Obligasi Citra Marga Nusaphala Persada II Tahun 1997 Dengan Tingkat Bunga Tetap, dengan jumlah nilai pokok sebesar Rp 275.000.000.000 dengan tingkat bunga sebesar 16% per tahun yang dibayar empat kali dalam satu tahun yaitu setiap tanggal 5 Maret, 5 Juni, 5 September dan 5 Desember, dengan rincian sebagai berikut:

- 28 - Denominasi Jumlah Nilai (Rp) (Lembar) Nomor Seri (Rp) 50.000.000 300 CMNPII0001 CMNPII0300 15.000.000.000 100.000.000 300 CMNPII0301 CMNPII0600 30.000.000.000 500.000.000 200 CMNPII0601 CMNPII0800 100.000.000.000 1.000.000.000 130 CMNPII0801 CMNPII0930 130.000.000.000 Jumlah 930 275.000.000.000 Penerbitan obligasi ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Perjanjian Perwaliamanatan No. 42 tanggal 15 Januari 1997 yang telah diubah dengan akta No. 27 tanggal 14 Februari 1997 yang dibuat antara Perusahaan dengan PT Bank Mandiri (Persero) {dahulu PT Bank Dagang Negara (Persero)} yang bertindak selaku Wali Amanat. Bunga obligasi dibayarkan setiap triwulan sesuai dengan tanggal yang tercantum pada masing-masing kupon bunga, kecuali kupon bunga pertama yang jatuh tempo tanggal 5 Juni 1997 dan kupon bunga terakhir pada tanggal 5 Maret 2004. Sampai dengan tanggal 30 Juni 2002, Perusahaan telah membeli sebagian Obligasi Citra Marga Nusaphala Persada II Tahun 1997 Dengan Tingkat Bunga Tetap dengan jumlah nilai nominal sebesar Rp 51.000.000.000 dengan harga beli sebesar Rp 30.604.545.000. Obligasi tersebut di atas dijamin dengan seluruh kekayaan Perusahaan baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, baik yang sekarang ada maupun yang akan ada di kemudian hari secara pari passu tanpa hak preferen dengan kreditur-kreditur lain, kecuali kreditur-kreditur yang secara khusus mempunyai agunan atas kekayaan Perusahaan. Sebelum seluruh nilai pokok obligasi dilunasi, Perusahaan berkewajiban antara lain mempertahankan nisbah tertentu antara jumlah hutang dan modal sendiri, dan memberitahukan secara tertulis kepada Wali Amanat atas setiap pembagian dividen, perubahan Anggaran Dasar, susunan Direksi, Dewan Komisaris dan Pemegang Saham. Dalam hal Perusahaan tidak dapat memenuhi persyaratan pembatasan sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian hutang obligasi, maka pemegang obligasi berhak untuk menyatakan hal tersebut sebagai cidera janji (default) dan meminta pembayaran segera atas setiap jumlah yang terhutang. Pemberitahuan oleh wali amanat atas keadaan cidera janji dapat dilakukan setelah RUPO menyetujuinya. RUPO baru dapat diselenggarakan antara lain apabila dimintakan secara tertulis oleh pemegang obligasi yang mewakili sedikitnya 20% dari jumlah pokok obligasi. Rincian hutang obligasi jangka panjang adalah sebagai berikut: Hutang pokok obligasi Rp 223.000.000.000 Rp 229.150.187.978 Dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun - 5.150.187.978 Bagian jangka panjang 223.000.000.000 224.000.000.000 Diskonto atas hutang pokok obligasi 2.207.248.219 3.069.236.028 Rp 220.792.751.781 Rp 220.930.763.972 Pada tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, Perusahaan telah mengalami keadaan keuangan yang dapat menyebabkan tidak dapat dipenuhinya beberapa persyaratan pembatasan rasio keuangan sebagaimana yang tercantum dalam perjanjian hutang obligasi jangka panjang.

- 29-17. SELISIH KURS KEWAJIBAN JANGKA PANJANG DALAM MATA UANG ASING YANG DITANGGUHKAN Pada tanggal 30 Juni 2001, akun ini merupakan selisih kurs yang ditangguhkan atas penjabaran kewajiban jangka panjang dalam mata uang asing masing-masing sebesar Rp 235.200.000.000 dan Rp 148.176.000.000 untuk wesel bayar jangka panjang (Guaranteed Notes) dan wesel bayar bunga mengambang jangka panjang (Guaranteed Floating Rate Notes) (lihat Catatan 2p dan 15). Pada akhir tahun 2001, Perusahaan telah membebankan seluruh selisih kurs tersebut dalam laporan laba rugi konsolidasi. 18. MODAL SAHAM Rincian pemilikan saham adalah sebagai berikut: 30 Juni 2002 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Jasa Marga (Persero) 355.760.000 17,79 % Rp 177.880.000.000 Peregrine Fixed Income Limited 283.607.100 14,18 141.803.550.000 Yayasan Purna Bhakti Pertiwi 220.136.400 11,01 110.068.200.000 PT Indocement Tunggal Prakarsa 176.061.600 8,80 88.030.800.000 PT Krakatau Steel (Persero) 120.000.000 6,00 60.000.000.000 PT Citra Lamtoro Gung Persada 39.684.700 1,98 19.842.350.000 PT Bhaskara Duniajaya 26.430.700 1,32 13.215.350.000 Koperasi-koperasi 7.829.200 0,40 3.914.600.000 Masyarakat 770.490.300 38,52 385.245.150.000 Jumlah 2.000.000.000 100,00 % Rp 1.000.000.000.000 30 Juni 2001 Jumlah Saham Ditempatkan dan Persentase Pemegang Saham Disetor Penuh Pemilikan Jumlah PT Jasa Marga (Persero) 355.760.000 17,79 % Rp 177.880.000.000 Yayasan Purna Bhakti Pertiwi 220.136.400 11,01 110.068.200.000 PT Indocement Tunggal Prakarsa 176.061.600 8,80 88.030.800.000 PT Steady Safe Tbk 147.730.300 7,38 73.865.150.000 Steady Safe Finance B.V. 132.085.800 6,60 66.042.900.000 PT Krakatau Steel (Persero) 120.036.500 6,00 60.018.250.000 PT Citra Lamtoro Gung Persada 48.623.700 2,43 24.311.850.000 PT Bhaskara Duniajaya 26.432.200 1,32 13.216.100.000 Koperasi-koperasi 7.829.200 0,40 3.914.600.000 Masyarakat 765.304.300 38,27 382.652.150.000 Jumlah 2.000.000.000 100,00 % Rp 1.000.000.000.000 Perusahaan telah mencatatkan seluruh sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya. Berdasarkan akta notaris S.P. Henny Singgih, S.H. No. 19 tanggal 11 Juli 2001, pemegang saham menyetujui, antara lain, peningkatan modal dasar Perusahaan dari Rp 1.000.000.000.000 yang terdiri dari 2.000.000.000 lembar saham menjadi Rp 3.600.000.000.000 yang terdiri dari 7.200.000.000 lembar saham (lihat Catatan 1a). 19. DIVIDEN TUNAI DAN PEMBENTUKAN LABA YANG DITENTUKAN PENGGUNAANYA

- 30 - Berdasarkan hasil RUPS Perusahaan pada tanggal 7 Juni 2001, yang telah diaktakan berdasarkan akta notaris S.P. Henny Singgih, SH. No. 7, Pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2000 untuk tujuan sebagai berikut: a. Sebesar Rp 6.000.000.000 dibagikan sebagai dividen tunai. b. Sebesar Rp 8.392.919.830 ditempatkan sebagai dana cadangan umum untuk kepentingan modal kerja atau dana pengembangan Perusahaan dimasa mendatang. 20. TUNJANGAN DAN FASILITAS KEPADA KARYAWAN Tunjangan dan fasilitas kepada karyawan terdiri dari: Iuran asuransi dan jaminan sosial tenaga kerja Rp 3.559.099.437 Rp 1.861.091.155 Tunjangan pajak penghasilan 3.191.039.934 2.617.217.163 Pengobatan 546.624.539 416.142.899 Lain-lain 1.991.806.079 1.821.460.462 Jumlah Rp 9.288.569.989 Rp 6.715.911.659 21. BEBAN USAHA - LAIN-LAIN Akun ini terdiri dari: Pajak bumi dan bangunan Rp 4.103.025.218 Rp 3.960.110.623 Biaya konsultan dan pengembangan usaha 3.666.137.663 1.804.632.496 Representasi, iuran dan sumbangan 3.117.926.984 2.434.705.427 Listrik, air dan telepon 2.495.888.626 1.982.406.400 Sewa 2.388.507.774 1.520.040.868 Perjalanan dinas 1.766.626.096 606.291.485 Promosi dan publikasi 1.375.253.710 2.732.809.905 Biaya administrasi lainnya 1.081.863.945 1.069.528.004 Biaya rapat dan rumah tangga 1.019.906.278 1.247.603.699 Asuransi 856.098.425 1.548.919.488 Alat tulis dan perlengkapan kantor 381.257.495 326.472.860 Pencetakan karcis tol 126.998.312 313.486.543 Lain-lain 2.641.322.001 2.608.165.059 Jumlah Rp 25.020.812.527 Rp 22.155.172.857 22. PENGHASILAN BUNGA Penghasilan bunga diperoleh dari: Surat-surat berharga Rp 5.119.146.792 Rp 15.918.402.639 Rekening koran 186.215.688 407.286.958 Jumlah Rp 5.305.362.480 Rp 16.325.689.597

- 31-23. BIAYA PINJAMAN Akun ini terdiri dari: Bunga obligasi Rp 17.920.000.000 Rp 21.386.218.677 Bunga wesel bayar 17.194.072.045 31.719.170.713 Amortisasi atas diskonto obligasi 728.026.245 1.456.052.490 Amortisasi atas diskonto wesel bayar 318.712.930 637.425.876 Jumlah Rp 36.160.811.220 Rp 55.198.867.756 24. LABA (RUGI) KURS BERSIH Laba (Rugi) kurs untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, terutama berasal dari translasi wesel bayar jangka panjang dalam mata uang asing. 25. POS LUAR BIASA Akun ini merupakan selisih nilai terbawa (carrying value) wesel bayar (Guaranteed Floating Rate Notes dan Guaranteed Notes) yang diterbitkan CMF BV, Anak perusahaan, diatas harga pembelian kembali yang dilakukan Perusahaan masing-masing sebesar Rp 18.193.480.000 dan Rp 16.021.391.012 untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal-tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, dicatat sebagai Pos Luar Biasa sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku umum (lihat Catatan 2n). 26. IKATAN DAN PERJANJIAN PENTING a. Pada tanggal 30 November 1995 dan 14 Februari 1997, Perusahaan dan Anak perusahaan mengadakan perjanjian-perjanjian swap tingkat bunga dengan Peregrine Fixed Income Limited (PFIL), Hong Kong atas jumlah US$ 175.000.000 dan US$ 125.000.000 jatuh tempo masingmasing pada tanggal 14 Desember 1998 dan 20 Februari 2002. Berdasarkan perjanjian-perjanjian tersebut, Perusahaan akan membayar premi per tahun kepada PFIL masing-masing sebesar 10% dan 9,6% dari pinjaman yang telah dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah pada tanggal-tanggal tertentu dan selanjutnya PFIL atas nama Citra Marga Finance B.V. (Anak perusahaan) akan membayarkan tingkat bunga yang mengambang (floating rate) sebesar 1,50% di atas LIBOR setiap 6 bulan dalam mata uang dolar AS kepada BT Trustee (Hong Kong) Limited (wali amanat) untuk kepentingan pemegang wesel bayar bunga mengambang (Guaranteed Floating Rate Notes) dan tingkat bunga tetap (fixed rate) per tahun sebesar 7,25% dalam mata uang dolar AS kepada Bankers Trust Company, New York (wali amanat) untuk kepentingan pemegang wesel bayar (Guaranteed Notes). Pembayaran bunga kepada pemegang wesel-wesel bayar tersebut akan dilakukan dua kali dalam satu tahun, masing-masing pada tanggal 14 Juni dan 14 Desember dan pada tanggal 20 Agustus dan 20 Februari. Pada tanggal 16 Januari 1998, Pengadilan Tinggi Hong Kong SAR telah menunjuk likuidator untuk melikuidasi Peregrine Fixed Income Limited (PFIL). Sehubungan dengan perjanjian swap tingkat bunga antara Perusahaan dan Anak perusahaan dengan PFIL, likuidator berpendapat bahwa tanggal 12 Januari 1998 merupakan Saat Wanprestasi ( Event of Default ) berdasarkan

- 32 - Perjanjian Induk ISDA ( ISDA Master Agreement ) dan Tanggal Pembatalan Dini ( Early Termination Date ) sehubungan dengan seluruh transaksi dalam perjanjian tersebut. Akibat pembatalan perjanjian tersebut, pada tanggal 24 Maret 1998 Perusahaan dan Anak perusahaan telah mengajukan klaim kepada PFIL sebesar US$ 35.140.298. Pada tanggal 19 Oktober 2000, berdasarkan perjanjian penyelesaian (Settlement Agreement) antara Perusahaan, Anak perusahaan, PFIL (In Liquidation), The Liquidators of PFIL dan The Provisional Liquidators of PFIL sepakat bahwa Perusahaan dan Anak perusahaan akan menerima hasil klaim - bersih dari likuidasi PFIL sebesar US$ 40.000.000. Pada tanggal 15 November 2000, Perusahaan dan Anak perusahaan telah menerima sebagian hasil klaim tersebut sebesar US$ 9.998.584,62. Pada tanggal 21 September 2001, berdasarkan Notice of dividend yang dikeluarkan oleh Pengadilan Tinggi Hong Kong SAR, Perusahaan dan Anak perusahaan menerima kembali sebagian hasil klaim tersebut di atas sebesar HK$ 11.450.760 atau setara dengan Rp 15.421.998.075. b. Berdasarkan akta notaris S.P. Henny Singgih, S.H. No. 98 tanggal 26 Desember 1996, Perusahaan mengadakan Perjanjian Usaha Patungan dengan PT Jasa Marga (Persero) untuk penyelenggaraan ruas jalan tol Simpang Susun Waru - Tanjung Perak di Surabaya. Untuk maksud tersebut, telah didirikan PT Citra Margatama Surabaya dengan pemilikan Perusahaan sebesar 85% dan PT Jasa Marga (Persero) sebesar 15% (lihat Catatan 1c). c. Pada tanggal 27 Februari 1997, Perusahaan mengadakan perjanjian dengan PT Citra Margatama Surabaya (CMS) dimana Perusahaan akan membantu CMS dalam pembangunan ruas jalan tol Simpang Susun Waru -Tanjung Perak di Surabaya. d. Pada tanggal 1 Desember 2000, Perusahaan mengadakan perjanjian pekerjaan penambahan pembangunan gardu tol Rawamangun dan Cempaka Putih dengan PT Hutama Karya (Persero) dengan nilai kontrak sebesar Rp 14.736.784.000 (sudah termasuk PPN) dengan cara pembayaran pertama berupa uang muka sebesar 20% dari nilai kontrak atau sebesar Rp 2.947.356.800 dan kemudian pembayaran kedua dan selanjutnya didasarkan pada hasil opname kemajuan prestasi fisik pekerjaan tiap 2 (dua) minggu sekali dan jangka waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 240 hari kalender. e. Pada tanggal 3 Juli 2001, Perusahaan mengadakan perjanjian penunjukan penasehat keuangan dalam restrukturisasi hutang wesel bayar dengan Credit Suisse First Boston (Singapore) Limited dan PT Ferrier Hodgson senilai US$ 1.650.000. f. Berdasarkan perjanjian pinjaman No. 35/SPJK-CMNP/XI/2000, tanggal 29 November 2000, Perusahaan mengadakan perjanjian dengan Koperasi Citra Marga (KCM) dimana Perusahaan akan memberikan pinjaman modal kepada KCM sebesar Rp 1.000.000.000 dalam rangka untuk membantu pertumbuhan kegiatan usaha KCM dan meningkatkan kesejahteraan para anggota melalui pengembangan kegiatan usaha simpan pinjam. Jangka waktu pinjaman ditetapkan selama 3 (tiga) tahun dengan tingkat bunga sebesar 3,5% per tahun (tetap) yang harus dibayarkan segera oleh KCM setiap akhir bulan berjalan. Pembayaran kembali pokok pinjaman akan dilakukan KCM dengan cara bertahap selama jangka waktu 4 (empat) bulan berturut-turut setelah jangka waktu perjanjian berakhir (lihat Catatan 12). g. Berdasarkan perjanjian pinjaman No. 1300A/SPJK-HK.04/XII/2001, tanggal 3 Desember 2001, Perusahaan mengadakan perjanjian pinjaman dengan KCM tanpa dikenakan bunga untuk pelaksanaan pembangunan program perumahan karyawan sebesar Rp 9.782.395.000. Pelunasan dan pembayaran kembali pinjaman yang diberikan akan dilakukan secara mengangsur yang akan dibayarkan oleh KCM pada saat yang bersamaan ketika KCM menjual setiap unit rumah yang dibangun kepada karyawan Perusahaan (lihat Catatan 12).

- 33 - h. Pada tanggal 19 Februari 2002, Perusahaan telah menandatangani Kesepakatan Bersama No.TEL.26/HK840/UTA-00/2002 dan No. 2/SPJK/HK.04/II/2002 dengan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk sehubungan dengan Pembangunan dan Pengembangan Infrastruktur Fasilitas Telekomunikasi di jalan tol lingkar dalam kota Jakarta. 27. AKTIVA DAN KEWAJIBAN DALAM MATA UANG ASING Pada tanggal-tanggal 30 Juni 2002 dan 2001, Perusahaan dan Anak perusahaan memiliki aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing sebagai berikut: 2002 Ekuivalen Mata Uang Asing Rupiah Aktiva Kas Peso Philippina 403 Rp 69.719 Dolar Amerika Serikat 15.500 171.200.000 Bank Dolar Amerika Serikat 1.345.204 11.729.724.164 Peso Philippina 40.885 7.073.105 Deposito berjangka Dolar Amerika Serikat 2.547.337 22.239.189.262 Penempatan jangka panjang - bersih Dolar Amerika Serikat 15.006.900 156.521.968.565 Jumlah 190.669.224.815 Kewajiban Wesel bayar jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Dolar Amerika Serikat 1.474.690 12.874.043.700 Wesel bayar jangka panjang Dolar Amerika Serikat 52.086.300 454.713.399.000 Jumlah 467.587.442.700 Kewajiban - bersih Rp 276.918.217.885 Mata Uang Asing 2001 Ekuivalen Rupiah Aktiva Kas Peso Philippina 126.248 Rp 27.522.036 Dolar Amerika Serikat 20.000 201.900.000 Bank Dolar Amerika Serikat 285.943 3.268.401.767 Gulden Belanda 139.877 613.920.153 Deposito berjangka Dolar Amerika Serikat 12.881.587 147.365.346.814 Investasi jangka pendek Dolar Amerika Serikat 2.000.000 22.890.000.000 Penempatan jangka panjang Dolar Amerika Serikat 26.672.874 305.137.678.560 Jumlah Rp 479.504.769.330 (Berlanjut)

- 34 - Mata Uang Asing 2001 Ekuivalen Rupiah Kewajiban Wesel bayar jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun Dolar Amerika Serikat 1.597.375 Rp 18.273.970.000 Wesel bayar jangka panjang Dolar Amerika Serikat 97.800.000 1.121.486.834.702 Jumlah 1.139.760.804.702 Kewajiban - bersih Rp 660.256.035.372 28. PERISTIWA SETELAH TANGGAL NERACA a. Pada tanggal 8 Juli 2002, Perusahaan dan PT Jasa Marga (Persero) (JM) mengadakan perjanjian dengan Kantor Akuntan Publik Drs. Hadi Sutanto dan Rekan (PricewaterhouseCoopers) mengenai Kajian (review) dan Penilaian (assessment) Atas Ruas Jalan Tol Cawang Tanjung Priok Ancol Timur Jembatan Tiga Pluit dengan nilai kontrak sebesar US$ 772.000. Adapun tujuan utama perjanjian tersebut dilakukan untuk melaksanakan pengkajian ulang secara menyeluruh kelayakan proyek jalan tol ruas Cawang Tanjung Priok Ancol Timur Jembatan Tiga Pluit sesuai dengan Keputusan Bersama Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah dan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 213/KPTS/M/2002 dan No. 218/KMK.01/2002 tanggal 8 Mei 2002 (lihat Catatan 1a). b. Pada tanggal 12 Juli 2002, berdasarkan surat PT Bank Niaga selaku waliamanat Obligasi PT Barito Pacific Timber Tbk II Tahun 1997 No. 303/CTD-ISG/2002 disebutkan bahwa waliamanat akan segera menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Obligasi dengan tujuan untuk meminta persetujuan pemegang obligasi untuk melanjutkan kesepakatan restrukturisasi obligasi dan penyelesaian kupon bunga tertunggak. c. Pada tanggal 15 Juli 2002, Perusahaan telah menerima dari PT CTPI sebesar Rp 1.000.000.000 atas pembayaran cicilan sesuai dengan kesepakatan sementara yang telah disetujui (Catatan 5) 29. KEADAAN EKONOMI SEKARANG Sejak pertengahan tahun 1997, Indonesia mengalami dampak kondisi ekonomi terutama disebabkan oleh depresiasi mata uang di kawasan Asia Pasifik. Akibat utamanya adalah sangat langkanya likuiditas dan tingginya fluktuasi mata uang dan suku bunga. Kondisi ekonomi ini juga ditandai dengan menurunnya harga saham di bursa saham di Indonesia, ketatnya penyaluran kredit, meningkatnya harga komoditas dan jasa serta penurunan aktivitas perekonomian. Kondisi ekonomi Indonesia akan terus dipengaruhi oleh ketidakpastian situasi sosial dan politik, rekapitalisasi industri perbankan yang masih berlangsung dan restrukturisasi kredit macet para debitur korporat. Operasi Perusahaan telah dipengaruhi dan akan terus dipengaruhi di masa mendatang oleh kondisi ekonomi. Terdapatnya ketidakpastian atas keadaan ekonomi di masa mendatang dan perkembangan non-ekonomi di Indonesia akan mempengaruhi kegiatan usaha

- 35 - Perusahaan dan hasilnya. Akibatnya, terdapat ketidakpastian yang signifikan yang dapat mempengaruhi operasi Perusahaan masa mendatang. Fluktuasi mata uang dan suku bunga telah mempengaruhi pendanaan Perusahaan dan kemampuannya di dalam menyelesaikan kewajiban-kewajibannya, dimana kewajiban Perusahaan sebagian besar dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Apabila posisi aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 30 Juni 2002 (lihat Catatan 27) direfleksikan dengan menggunakan nilai kurs tengah pada tanggal 17 Juli 2002, saldo bersih kewajiban akan meningkat sekitar Rp 18 miliar. Dalam menghadapi dampak kondisi ekonomi, Perusahaan dan Anak perusahaan merencanakan, antara lain, untuk memperketat persyaratan pengeluaran untuk pengadaan barang modal dan investasi serta mencari peluang bisnis lain di luar usaha jalan tol untuk meningkatkan pendapatan usaha di masa yang akan datang. Untuk meminimalkan pengaruh fluktuasi mata uang asing atas kegiatan usaha, Perusahaan telah melunasi sebagian dari kewajiban dalam mata uang dolar Amerika Serikat. Walaupun depresiasi mata uang Rupiah telah berkurang dan menurunnya tingkat bunga dengan signifikan pada tahun 2002 dan 2001 bila dibandingkan dengan keadaan pada tahun 1997 sampai dengan tahun 2000, penyelesaian untuk memperbaiki kondisi ekonomi tergantung pada kebijakan fiskal, moneter dan tindakan lainnya yang telah dan akan diambil oleh Pemerintah Indonesia, suatu tindakan yang berada di luar kendali Perusahaan, untuk mencapai pemulihan ekonomi. Tidaklah mungkin untuk menentukan dampak masa depan atas kondisi ekonomi terhadap likuiditas dan pendapatan Perusahaan, termasuk pengaruh terhadap pemegang saham, pelanggan dan kreditur. 30. REKLASIFIKASI AKUN Piutang lain-lain sebesar Rp 1.347.747.227 dan piutang koperasi sebesar Rp 2.189.309.565 dalam laporan keuangan konsolidasi tanggal 30 Juni 2001, telah direklasifikasi ke akun piutang kepada pihak yang mempunyai hubungan istimewa agar sesuai dengan penyajian laporan keuangan konsolidasi tanggal 30 Juni 2002 yang sesuai dengan penyajian transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa berdasarkan Peraturan Bapepam No. VIII.G.7 tanggal 13 Maret 2000 mengenai pedoman penyajian laporan keuangan.