CAUSAL FACTOR ANALYSIS ENDRA KUSTIAWAN

dokumen-dokumen yang mirip
SEQUENTIALLY TIMED AND EVENTS PLOTTING. By :OKTAVIAN DITA KHIRANA

BAB IV ANALISA PEMBAHASAN

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

BAB IV HASIL PENELITIAN. PT DHL Supply Chain Indonesia adalah salah satu perusahaan layanan jasa

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

[di unduh dari bukupaket.com]

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

BAB V ANALISA HASIL 5. 1 Analisa Kecelakaan Kerja Tercatat tahun 2002

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah .

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

REKOMENDASI SEGERA. Nomor : KNKT/ 001/7/XII/REK.KJ/13

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

MODIFIKASI DAN PEMBUATAN SERTA PENGUJIAN SISTEM HANDBRAKE SEMI OTOMATIS SEBAGAI PERANGKAT SAFETY PADA KENDARAAN

BAB I PENDAHULUAN. Kota Sorong merupakan salah satu kota di Provinsi Papua Barat yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. sangat penting, antara lain sebagai sarana pemindahan barang dan jasa.

BAB IV ANALISA DATA. yang ada dapat terpakai secara optimal dalam melayani kendaraan yang

MODUL PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR KONSTRUKSI SUB SEKTOR SIPIL EDISI 2012 MANDOR PERKERASAN JALAN PERSIAPAN PEKERJAAN PERKERASAN JALAN

Pilihlah jawaban yang paling benar!

DINAMIKA GERAK. 2) Apakah yang menyebabkan benda yang sedang bergerak dapat menjadi diam?

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER

ANALISIS KAPASITAS PARKIR KENDARAAN PADA RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH METRO

Gaya dan Tekanan. A. Gaya B. Gerak Dipercepat. Bab 8 Gaya dan Tekanan 213. Sumber:

LANGGAR ATURAN SANKSI MENUNGGU TAHAP II

WALIKOTA PADANG PROVINSI SUMATERA BARAT

PERENCANAAN WAKTU PELAKSANAAN KONSTRUKSI

BAB V PENUTUP. Berdasarkan hasil survey dan analisis parkir yang telah dilakukan pada pusat

BAB III METODELOGI PENELITIAN

PERTEMUAN 5. Teori Himpunan

AUDIT KESELAMATAN TRANSPORTASI JALAN (STUDI KASUS GEOMETRIK JALAN M.T. HARYONO KOTA SAMARINDA)

Multilinear Events Sequencing (MES)

DINAMIKA PARTIKEL KEGIATAN BELAJAR 1. Hukum I Newton. A. Gaya Mempengaruhi Gerak Benda

LAMPIRAN C DAFTAR ISTILAH

ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN BAB I PENDAHULUAN

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Umum. Dalam meningkatkan kemajuan pembangunan di suatu negara sangat

BAB III METODA PENELITIAN

PROGRAM PASCASARJANA PROGRAM STUDI MAGISTER TEKNIK SIPIL

CRITICAL CARE UNIT. Berfikir kritis bagaimana tanda-tanda shock yang selalu kita hadapi dalam kegawatdaruratan medis di Unit Gawat Darurat

BAB III ANALISIS SISTEM REM BELAKANG PADA KIJANG INNOVA TYPE V TAHUN A. Perbaikan Rem Yang Tidak Bekerja Maksimal

KONSTRUKSI JALAN ANGKUT

BAB 1 PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

II. TINJAUAN PUSTAKA. suatu keadaan tidak bergerak dari suatu kendaraan yang tidak bersifat

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Cara menguasai kopling saat mengemudi mobil transmisi manual

CONTOH SOAL TES TORI SIM C (PART 1)

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN TEORITIS. yakni perbandingan terhadap satuan mobil penumpang. Penjelasan tentang jenis. termasuk di dalamnya jeep, sedan dan lain-lain.

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

FINAL KNKT

PERHITUNGAN DAYA TAMPUNG KAWASAN PARKIR BANK SUMSEL BABEL JAKABARING DI KOTA PALEMBANG

BAB I PENDAHULUAN. dikehendaki, yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktivitas dan

BAB III PERANCANGAN SISTEM

Active Steering Assistane For Turned Road Based On Fuzzy Logic

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

BAB 1 PENDAHULUAN. akan berbelok, maka ada dua skenario atau kejadian yang dikenal sebagai understeer

TINJAUAN KAPASITAS PARKIR TERHADAP VOLUME PARKIR PADA AREAL DINAS BINA MARGA DAN CIPTA KARYA KABUPATEN ACEH BARAT.

BAR II TINJAUAN PUSTAKA

ELEMEN MESIN II REM Disusun oleh : Swardi L. Sibarani PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN 2015

BAB 1 PENDAHULUAN. waktu penyelesaian proyek bisa dipercepat dari kurun waktu normal dengan

BAB I PENDAHULUAN. tentang perkembangan Mobil Nasional Indonesia ESEMKA SANG. SURYA, yang berupa prototipe mobil jenis niaga (mini truk)

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

BAB III LANDASAN TEORI. baik investasi kecil maupun besar dalam skala proyek memerlukan suatu

Spesifikasi kereb beton untuk jalan

EVALUASI GEOMETRIK DAN PENGATURAN LAMPU LALU LINTAS PADA SIMPANG EMPAT POLDA PONTIANAK

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

UKK MATEMATIKA KELAS 7 SEMESTER 2

BAB II KAJIAN PUSTAKA. adalah berbuat, berbuat untuk mengubah tingkah laku, jadi melakukan. dapat menunjang hasil belajar (Sadirman, 1994: 99).

BAB 1 PENDAHULUAN. Seiring perkembangan zaman, pembangunan dalam bidang infrastruktur

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB V ANALISIS DATA. A. Deskripsi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1.Latar Belakang. Kota Dili sebagai Ibukota Negara Timor Leste yang terus mengalami

: Jl. Perjuangan No. 22, Kebon Jeruk, Jakarta Barat

PERTEMUAN 9 JARINGAN KERJA (NETWORK)

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENYAJIAN DATA

Antiremed Kelas 8 Fisika

PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS ATMA JAYA YOGYAKARTA

PERENCANAAN JEMBATAN LAYANG UNTUK PERTEMUAN JALAN MAYOR ALIANYANG DENGAN JALAN SOEKARNO-HATTA KABUPATEN KUBU RAYA

KAJIAN KARAKTERISTIK RUANG PARKIR SEPEDA MOTOR RODA DUA UNISKA MAB BANJARMASIN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. adalah untuk mempermudah pelaksanaan dalam melakukan pekerjaan guna

ANALISIS KESTABILAN KENDARAAN MINI TRUCK SANG SURYA PADA SAAT PENGEREMAN

KOMITE NASIONAL KESELAMATAN TRANSPORTASI

BAB III METODOLOGI. Adapun yang termasuk dalam tahap persiapan ini meliputi:

MATERI PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI SEKTOR JASA KONSTRUKSI BIDANG PEKERJAAN MEKANIKAL JABATAN KERJA OPERATOR BACKHOE LOADER

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1. Masuk ke dalam file explorer atau file commander pada smartphone. 2. Cari file Mojo.apk kemudian pilih file Mojo.apk.

BAB I PENDAHULUAN. perhitungan dan pengukuran yang dinyatakan dengan angka-angka atau

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Operations Management

BAB 1 PENDAHULUAN. Faktor-faktor yang..., Yuda Rizky, FKM UI, Universitas Indonesia

ABSTRAK. Universitas Kristen Maranatha

機車標誌 標線 號誌選擇題 印尼文 第 1 頁 / 共 12 頁 題號答案題目圖示題目. (1) Tikungan ke kanan (2) Tikungan ke kiri (3) Tikungan beruntun, ke kanan dahulu

Transkripsi:

CAUSAL FACTOR ANALYSIS ENDRA KUSTIAWAN 6505.040.0009

PENDAHULUAN Causal Factor Merupakan sebuah kejadian atau kondisi dalam tahapan kecelakaan yang dapat mengahsilkan atau berkontribusi pada hasil yang tidak di inginkan. (DOE, 1997) Causal Factor Analysis Merupakan aplikasi dari metode analisa kecelakaan untuk menentukan faktor penyebab dengan mengidentifikasi kejadian-kejadian dan kondisikondisi yang signifikan yang dapat menyebabkan terjadinya suatu kecelakaan. (DOE, 1997) Causal Factor Analisys Diagram Grafik yang menggambarkan suatu rangkaian logis dari kejadian dan kondisi-kondisi terkait yang mendahului suatu kecelakaan. (DOE, 1997)

MANFAAT ( DOE,1999) 1. Menunjukkan hubungan kejadian-kejadian dan kondisi-kondisi yang relevan yang berkaitan pada saat terjadi kecelakaan. 2. Menggambarkan dan mensahihkan urutan peristiwa yang mendorong ke arah terjadinya kecelakaan dan kondisi-kondisi yang mempengaruhi peristiwa ini. 3. Menghubungkan fakta dan faktor penyebab pada organisasi dan sistem manajemen. 4. Mensahihkan hasil dari teknik analisa yang lain. 5. Dapat memberikan informasi tentang kemungkinan berbagai penyebab 6. Menyediakan suatu metoda berkelanjutan untuk mengorganisir dan mempresentasikan data untuk memudahkan komunikasi di antara penyelidik. 7. Dengan jelas mempresentasikan informasi mengenai kecelakaan yang dapat digunakan untukpanduan penulisan laporan. 8. Menyediakan suatu bantuan visual efektif yang meringkas informasi kunci mengenai kecelakaan dan penyebabnya di dalam laporan penyelidikan. 9. Membuktikan dan menjelaskan penyebab khusus dari suatu kecelakaan

PETUNJUK & SIMBOL (DOE,1999)

* Events atau kejadian dilambangkan dengan persegi panjang dan conditions atau kondisi dilambangkan dengan ovals. CONDITIONS Events dan Condition dapat dikoneksikan dengan anak panah dengan garis tebal. CONDITIONS CONDITIONS

* Masing-masing events dan conditions dapat didasarkan pada keadaan yang sebenarnya atau dengan menggunakan asumsi awal terhadap events maupun conditions yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Dimana hal ini dapat dilambangkan dengan garis terputus CONDITIONS * Susunan atau urutan kejadian utama yang menyebabkan terjadinya suatu kecelakaan dapat digambarkan dengan menggunakan garis-garis horizontal yang ditebalkan dan dihubungkan dengan anak-anak panah.. Susunan atau urutan kejadian pendukung, faktor pendukung dan faktor faktor lain yang berada dalam suatu sistem yang saling terkait dapat digambarkan dengan garis horizontal pada level atau tingkatan yang berbeda, yang terletak di bawah atau di atas urutan kejadian utama. (Lihat Gambar Bentuk Umum Diagram CFA)

* Event harus digambarkan secara kronologi dari kiri ke kanan 1 2 3 Bentuk Umum Diagram Causal Faktor Analysis

CONTOH KASUS Perusahaan konstruksi Ajax memenangkan kontrak membangun suatu bangunan. Perusahaan ini memprioritaskan safety secara komprehensif yang dilakukan pada semua aspek di perusahaan tersebut selama pelaksanaan proyek. Kegiatan konstruksi dimulai pada hari Senin tanggal 7 oktober 1991 dan berlangsung tanpa insiden sampai hari Jum at tanggal 11 Oktober dimana pada saat itu perusahaan melakukan shutdown karena keesokan harinya libur. Pada waktu yang sama, beberapa kendaraan perusahaan termasuk 2,5 ton Dump truk diparkirkan di tempat konstruksi

Pada hari sabtu tanggal 12 Oktober, seorang anak laki-laki yang berumur 9 tahun, yang tinggalnya 400 yard dari lokasi perusahaan, menaiki bukit dan bermain di sekitar perusahaan. Karena menemukan dump truk yang tidak terkunci, ia meloncat masuk ke dalam truk dan mulai memainkan segala kendali disana. Hingga pada akhirnya ia melepas handbrake dan dump truk melaju turun dari atas bukit. Dump truk turun dengan kecepatan yang semakin tinggi, sedangkan anak yang berada didalamnya takut untuk meloncat keluar dan tidak tau bagaimana mengerem, hingga dump truk tersebut menabrak mobil yang diparkir di bawah bukit. Anak kecil ini selamat namun ia mengalami luka terpotong yang serius dan rusaknya lengan tangan.

Kontrol Manajeman LTA Komunikasi Internal LTA Wajib mengunci pintu Peraturan Tidak terdapat K3 telah Dibuat peraturan untuk keselamatan pada Kendaraan yang tidak kendaraan yang tidak terkendali diawasi Peraturan tidak dikomunikasikan kepada supir Wajib mengganjal roda Ajax memulai proyek dipuncak bukit Proyek di Shut Down pada akhir minggu Driver memarkir truk diatas bukit Truk tidak dikunci Roda tidak diganjal Anak berumur 9 thn menaiki bukit Anak tersebut masuk kedalam truk Bermain alat kontrol pada truk Secara kebetulan melepas rem Truk meluncur kebawah bukit Anak tersebut tetap berada didalam truk Truk menbrak area parkir Anak tersebut menderita serius injuri Pengawasan terhadap anak LTA Takut untuk melompat Tidak bisa mengendalikan truk Tidak tau harus bagaimana

SEKIAN TERIMA KASIH