P e r a n g dengan Kata-kata mengenali inti pergumulan dalam komunikasi anda Paul David Tripp Penerbit Momentum 2004
Perang dengan Kata-kata: Mengenali Inti Pergumulan dalam Komunikasi Anda (War of Words: Getting to the Heart of Your Communication Struggles) Oleh: Paul David Tripp Penerjemah: Peter Ivan Ho Editor: Irwan Tjulianto Pengoreksi: Irenaeus Herwindo dan Faradinie Tata Letak: Djeffry Desain Sampul: Ricky Setiawan Editor Umum: Solomon Yo Originally published in English under the title, War of Words: Getting to the Heart of Your Communication Struggles 2000 by Paul David Tripp. Translated and printed by permission of Presbyterian and Reformed Publishing Co. P.O. Box 817, Phillipsburg, New Jersey 08865, USA. All rights reserved Doa-doa di halaman bagian pemisah diambil dari Prayers for Troubled Times oleh Jay E. Adams (Phillipsburg, N.J.: P & R Publishing, 1979). Digunakan dengan izin. Hak cipta terbitan bahasa Indonesia pada Penerbit Momentum (Momentum Christian Literature) Andhika Plaza C/5-7, Jl. Simpang Dukuh 38-40, Surabaya 60275, Indonesia. Copyright 2003 Telp.: +62-31-5472422; Faks.: +62-31-5459275 e-mail: momentum-cl@indo.net.id Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT) Tripp, Paul David, 1950- Perang dengan kata-kata: mengenali inti pergumulan dalam komunikasi anda/paul David Tripp, terj. Peter Ivan Ho cet. 1 Surabaya: Momentum, 2004. xii + 332 hlm.; 14 cm. ISBN 979-8131-89-4 1. Komunikasi Interpersonal Aspek-aspek Religius Kekristenan 2. Komunikasi Oral Aspek-aspek Religius Kekristenan 2004 241.672 dc21 Cetakan pertama: Oktober 2004 Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang. Dilarang mengutip, menerbitkan kembali, atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apa pun dan dengan cara apa pun untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari penerbit, kecuali kutipan untuk keperluan akademis, resensi, publikasi, atau kebutuhan nonkomersial dengan jumlah tidak sampai satu bab.
10 Daftar Isi Prakata Penerbit Kata Pengantar ix xi Bagian Pertama: Percakapan Itu Tidak Murah 1 1. Allah Berbicara 3 2. Iblis Berbicara 23 3. Firman Menjadi Daging 43 4. Kata kata Berhala 67 Bagian Kedua: Agenda Baru bagi Pembicaraan Kita 87 5. Dialah Raja! 89 6. Mengikuti Sang Raja dengan Alasan yang Salah 115 7. Berbicara bagi Sang Raja 141
PERANG DENGAN KATA-KATA ; 8. Mencapai Tujuan 167 9. Warga yang Membutuhkan Bantuan 183 10. Dalam Misi Sang Raja 213 Bagian Ketiga: Memenangkan Perang dengan Kata kata 237 11. Dahulukan yang Utama 239 12. Memenangkan Perang dengan Kata kata 267 13. Memilih Kata kata Anda 297 viii
10 prakata Penerbit KATA KATA begitu penting dalam kehidupan kita. Setiap hari dan di mana saja kita selalu berurusan dengan kata kata. Sadarkah kita bahwa kata kata pertama yang didengar oleh manusia pertama (Adam) ialah kata kata Allah. Dan karena mendengarkan kata kata Iblis, manusia telah jatuh ke dalam dosa, dan sejak itu, kita semua memiliki masalah besar dengan kata kata. Kata kata yang dimaksudkan untuk mengomunikasikan kasih dan damai sejahtera, kini justru mendatangkan banyak luka dan kehancuran. Siapa yang tidak pernah menyesali kata kata yang telah ia ucapkan atau dengarkan? Kita semua bersalah dengan kata kata kita. Itulah sebabnya, kita bergumul untuk dapat berkata kata dengan benar. Adakah harapan bagi kata kata kita untuk mengalami pembaruan? Penulis menunjukkan bahwa yang akan mendatangkan perubahan positif pada kata kata kita bukanlah teknik komunikasi. Ia menunjukkan bahwa di balik perang kita dengan kata kata terdapat suatu perang yang lebih mendasar, yaitu perang yang berusaha memperebutkan hati kita: siapa yang
PERANG DENGAN KATA-KATA ; akan bertakhta di sana? Selama hati kita diisi oleh hal hal di luar Kristus, tidak akan ada perubahan yang mendasar dengan kata kata kita. Hanya setelah Kristus sungguh sungguh menjadi Raja di dalam hati kita, dan kepada Nya kita mempersembahkan setiap kata kita untuk melayani Dia, kata kata kita baru dapat dipakai untuk memuliakan Dia dan berguna untuk menjadi alat penebusan di tangan Allah. Penulis telah memberikan pemaparan yang sangat baik tentang komunikasi yang dikehendaki Allah bagi kita. Buku ini telah ditulis secara sangat alkitabiah, jelas, dan praktis. Ini merupakan salah satu buku komunikasi yang paling dibutuhkan oleh setiap orang Kristen. Kiranya Allah memakai buku ini untuk mendatangkan pembaruan dalam hati dan kata kata kita, sehingga kita dapat memuliakan nama Nya dan menjadi berkat bagi sesama. Soli Deo Gloria! Penerbit Momentum x
10 Kata pengantar APA yang membuat seseorang menulis sebuah buku? Adakalanya seorang penulis menulis karena keahlian. Melalui pendidikan dan pengalaman mereka telah memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang khusus tentang topik tertentu. Tulisan mereka memungkinkan pembaca mereka bertumbuh dalam bidang yang sama tanpa melalui pelatihan atau pengalaman itu sendiri. Seorang penulis juga mungkin menulis karena keputusasaan. Ada kelemahan atau pergumulan dalam hidupnya yang perlu dia hadapi. Dia menyelidiki, mempelajari, merenungkan, dan menerapkan apa yang telah dia pelajari untuk membantu dirinya bertumbuh. Kemudian dia memindahkan buah pekerjaannya ke atas kertas dengan harapan orang lain juga akan memperoleh manfaat seperti yang dia peroleh. Saya menulis buku ini bukan karena keahlian, tetapi karena keputusasaan. Dalam proses penulisan, saya telah memberitahukan kepada banyak orang bahwa saya tidak menulis buku ini, tetapi buku ini yang menulis tentang saya!
PERANG DENGAN KATA-KATA ; Ketika saya berumur 16 tahun, pada suatu Sabtu pagi saya berlatih untuk perlombaan pidato tingkat negara bagian. Ibu saya mendengar dari kamarnya di sebelah. Dia bangun, masuk ke kamar saya dan bertanya, Bolehkah saya bicara sebentar? Saya tidak keberatan karena saya juga mau beristirahat. Kemudian dia mengatakan sesuatu yang bagaikan sebuah nubuat. Paul, katanya, Allah telah memberikan kepadamu kemampuan khusus untuk berkomunikasi, tetapi hati hati, ini juga akan menjadi pergumulanmu yang paling berat. Hari ini kata kata itu semakin mendekati kebenaran daripada pagi ketika dia mengatakannya. Memang benar bahwa kekuatan kita yang terbesar juga adalah kelemahan kita yang terbesar. Buku ini ditulis karena kelemahan kelemahan saya. Tetapi ini adalah kelemahan yang telah diperbaiki dengan intervensi anugerah Allah yang ajaib dan pemahaman akan Alkitab yang berkuasa. Dalam halaman halaman berikut, kita akan menyelidiki sesuatu yang membedakan kita dari ciptaan lainnya, sesuatu yang kita lakukan berulang kali setiap hari: kita berbicara. Namun buku ini berbeda dari kebanyakan buku dengan topik yang sama. Buku ini bukan pembahasan tentang teknik dan kemampuan berkomunikasi secara efektif. Buku ini adalah kisah tentang perang besar untuk menguasai hati kita yang menjadi alasan terjadinya pergumulan kita dengan kata kata. Akan tetapi, buku ini juga bukan sekadar penyelidikan tentang perang itu. Kita juga akan memahami rencana Allah bagi percakapan kita dan merayakan anugerah Nya yang memampukan kita. Terima kasih kepada semua orang yang perkataannya telah Allah pakai untuk mengubah hati saya. Kiranya Allah juga mengubah hati Anda melalui halaman halaman buku ini. Terima kasih juga kepada Sue Lutz, yang menjadikan buku ini lebih baik melalui kemampuannya dengan kata kata. xii