RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) METODA PEMISAHAN Kode/SKS : PAF 333/2

dokumen-dokumen yang mirip
Nama Mata Kuliah : Kromatografi

Analisis Fisiko Kimia

Beberapa keuntungan dari kromatografi planar ini :

KROMATOGRAFI. Kromatografi adalah teknik pemisahan campuran didasarkan atas perbedaan

KROMATOGRAFI. Adelya Desi Kurniawati, STP., MP., M.Sc.

Kelompok 2: Kromatografi Kolom

KROMATOGRAFI FLUIDA SUPERKRITIS

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS MIPA

BAB VII Kromatografi Cairan Kinerja Tinggi (KCKT) (High Performance Liquid Chromatography)HPLC

KROMATOGRAFI PERMIASI GEL. Gel permeation chromatography

SEJARAH. Pertama kali digunakan untuk memisahkan zat warna (chroma) tanaman

Kromatografi Gas-Cair (Gas-Liquid Chromatography)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Fase gerak : dapar fosfat ph 3,5 : asetonitril (80:20) : panjang gelombang 195 nm

BAB I PENDAHULUAN. kuat dilaboratorium kimia. Metode kromatografi, karena pemanfaatannya

Hukum Kesetimbangan Distribusi

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) SINTESIS OBAT No. Kode/SKS : PAF.../ 2,0

BAB 6 RINGKASAN PENELITIAN

OPTIMASI DAN VALIDASI METODE ANALISIS SUKROSA UNTUK MENENTUKAN KEASLIAN MADU PERDAGANGAN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

Cara Pengklasifikasian Kromatografi :

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Ditjen. BKAK (2014), sifat fisikokimia pirasetam adalah : Gambar 2.1 Struktur Pirasetam. : 2-Oxopirolidin 1-Asetamida

PHARMACY, Vol.06 No. 02 Agustus 2009 ISSN Febriyanti Diah Puspita Sari*, Pri Iswati Utami*

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Indah Solihah

BABm METODOLOGI PENELITIAN

BAB I Pengantar kromatografi Sejarah dan perkembangan kromatografi Teknik pemisahan yang sebenarnya dapat dikatagorikan teknik kromatografi adalah

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) SISTEM PENGHANTARAN OBAT

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. mengkompromikan daya pisah kromatografi, beban cuplikan, dan waktu analisis

High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Indah Solihah

Volume retensi dan volume mati berhubungan dengan kecepatan alir fase

BAB I PENDAHULUAN. kembali pada awal tahun 1920-an. Pada tahun 1995-an, metode kromatografi

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Merck, kemudian larutan DHA (oil) yang termetilasi dengan kadar akhir

High Performance Liquid Chromatography (HPLC) Indah Solihah

PENGEMBANGAN METODE PENENTUAN KADAR VALSARTAN DALAM PLASMA DARAH MANUSIA SECARA IN VITRO MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Pemilihan Kondisi Optimum Kromatografi Gas untuk Analisis

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut USP (2007), sifat fisikokimia cefadroxil adalah sebagai berikut:

2. Menentukan kadar berbagai tablet Vitamin C menggunakan metoda HPLC. HPLC(HighPerfomance Liquid Cromatografi)

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

LAPORAN PRAKTIKUM Praktikum HPLC, Analisa Tablet Vitamin C

EFISIENSI KOLOM. Bentuk-bentuk kromatogram

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Obat Generik (Unbranded Drug) adalah obat dengan nama generik, nama

LAPORAN PRAKTIKUM HPLC : ANALISA TABLET VITAMIN C

BAB I PENDAHULUAN. Schraiber pada tahun KLT merupakan bentuk kromatografi planar,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

APLIKASI EFFERVESCENCE-LIQUID PHASE MICROEXTRACTION UNTUK ANALISIS SENYAWA PESTISIDA KLORPIRIFOS DALAM MENTIMUN MENGGUNAKAN HPLC UV-VIS SKRIPSI

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. dengan metode purposive sampling, dimana pengambilan sampel dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. A (retinol) atau disebut juga tretinoin. Bahan ini sering dipakai pada

PERENCANAAN PENGAWASAN MUTU II

VALIDASI METODE ANALISIS TABLET LOSARTAN MERK B YANG DITAMBAH PLASMA MANUSIA DENGAN KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI FASE TERBALIK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bentuk tabung pipih atau siskuler, kedua permukaannya rata atau cembung,

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada Laboratorium Penelitian Fakultas Farmasi

BAB III ALAT, BAHAN, DAN CARA KERJA. Alat kromatografi kinerja tinggi (Shimadzu, LC-10AD VP) yang

DESTILASI SECARA UMUM

BAB I TINJAUAN PUSTAKA

HIGH PERFORMANCE LIQUIDCHROMATOGRAPHY

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. yang diperoleh dari daerah Soreang dan Sumedang. Tempat penelitian menggunakan

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Januari 2012 sampai bulan Juni 2012 di

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Pembuatan larutan induk standar fenobarbital dan diazepam

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISA VITAMIN C METODE HPLC HIGH PERFORMANCE LIQUID CROMATOGRAPHY

ANALISIS KADAR METANOL DAN ETANOL DALAM MINUMAN BERALKOHOL MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS. Abstrak

LAPORAN TETAP KIMIA ANALITIK INSTRUMEN

LAPORANPRAKTIKUM AnalisaTabletVitaminCdenganHPLC (High PerformanceLiquidChromatography)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut British Pharmacopeia (2009), sifat fisikokimia domperidone

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ADLN - Perpustakaan Universitas Airlangga SKRIPSI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kata Kunci : kromatografi gas, nilai oktan, p-xilena, pertamax, pertamax plus.

RINGKASAN. Kata kunci : Optimasi; Fase Gerak; Campuran dalam Sirup; HPLC

HASIL DAN PEMBAHASAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. Metodologi penelitian meliputi aspek- aspek yang berkaitan dengan

Kimia Analisis II. Annisa Fillaeli

PERCOBAAN 04 KROMATOGRAFI KOLOM DAN KROMATOGRAFI LAPIS TIPIS : ISOLASI KURKUMIN DARI KUNYIT (Curcuma longa L.) DAN PEMISAHAN ZAT (KI- 2051)

BAB V KROMATOGRAFI. Pada bab ini akan dijelaskan konsep dasar kromatografi, penggolongan kromatografi,

Kata kunci : deksametason, jamu pegal linu, KCKT

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan April Januari 2013, bertempat di

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini telah dilakukan pada bulan Januari sampai dengan Juli 2014,

ADLN-PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA

BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA

SEMINAR TUGAS AKHIR ANALISA PENGUKURAN KADAR LARUTAN TEMULAWAK MENGGUNAKAN METODE TLC (THIN LAYER CHROMATOGRAPHY)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PHARMACY, Vol.06 No. 03 Desember 2009 ISSN

VALIDASI METODE ANALISIS PENENTUAN KADAR HIDROKINON DALAM SAMPEL KRIM PEMUTIH WAJAH MELALUI KLT-DENSITOMETRI

BAB III PERCOBAAN DAN HASIL

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KANDUNGAN TUMBUHAN OBAT. ANALISIS Etil p-metoksi sinamat DARI RIMPANG KENCUR (Kaempferia galanga L.)

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan September 2015 di

STUDI PEMISAHAN KATION PADA FASA DIAM SILIKA GEL YANG DIMODIFIKASI DENGAN 3- GLYCIDYLOXYPROPYL TRIMETHOXYSILANE DAN TAURIN.

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (20) (RPKPS) (20)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. a. Pemilihan komposisi fase gerak untuk analisis levofloksasin secara KCKT

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

HASIL DAN PEMBAHASAN. Kadar air = Ekstraksi

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai Juni 2010 di Laboratorium

(RPKPS) METODOLOGI PENELITIAN & BIOSTATISTIKA

Validasi metode analisa penetapan kadar.(nining Sugihartini, dkk) 111

Transkripsi:

RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) METODA PEMISAHAN Kode/SKS : PAF 333/2 Prof. Dr. Adek Zambrud Adnan, MS. Apt. Prof. Dr. Dedi Primaputra, DEA, Apt Dra. Fithriani Armyn, MSi. Apt. Fakultas Farmasi Universitas Andalas Padang, 2012 1

A. PERENCANAAN PEMBELAJARAN 1. Deskripsi singkat mata kuliah Metoda Pemisahan Mata kuliah ini secara terintegrasi membahas berbagai metoda pemisahan, meliputi teori, konsep, instrumentasi dan aplikasi untuk mendapatkan senyawa muni (solut) ataupun data kualitatitif dan kuantitatif analit dari campuran matriks biologis, matriks alam dan matriks sediaan obat. 2. Tujuan Pembelajaran Setelah menyelesaikan mata kuliah ini mahasiswa diharapkan dapat menjelaskan teori, konsep dan aplikasi berbagai metoda pemisahan, seperti destilasi, kromatografi gas, kromatografi cair dengan berbagai dasar pemisahan, seperti adsorpsi (fasa normal dan fasa terbalik), partisi (fasa normal dan fasa terbalik, permeasi gel/eksklusi, khiralitas dan afinitas. Menjelaskan pemilihan metoda pemisahan yang sesuai, berdasarkan kompleksitas campuran solut, sifat solut dan matriksnya serta konsentrasi solut dalam campuran. 3. Tujuan Instruksional Khusus 1. Menjelaskan teori destilasi sederhana, rektifikasi dan destilasi uap. Menjelaskan instrumentasi destilasi, rektifikasi dan destilasi uap, serta destilasi vakum. Teori fisika destilasi Destilasi sederhana, rektifikasi dan destilasi uap Instrumentasi destilasi sederhana, rektifikasi dan destilasi uap Menjelaskan cara bekerja dan penggunaan destilasi sederhana, rektifikasi dan destilasi uap Menjelaskan cara bekerja dengan destilasi dan rotary evaporator. 2. Menguraikan teori partisi dan adsorpsi yang mendasari metoda KG. Menjelaskan instrumentasi serta fasa diam dan fasa gerak yang digunakan pada KG. Menjelaskan penggunaan KG dalam analisis kualitatif dan kuantitatif. Menjelaskan variable kecepatan gas linir, waktu retensi, volume retensi dalam analisis kromatogram. Menjelaskan variable pemisan 2 puncak, seperti factor pemisaha, efisiensi solvent, factor kapasitas dan resolusi. Menjelaskan optimasi metoda menggunakan Rate Theory dan Hukum Van Deemter. 3. Menjelaskan definisi KLT kualitatif, kuantitatif dan preparatif. Menjelaskan Instrumentasi KLT serta fasa diam dan fasa gerak yang digunakan. 2

Menjelaskan Pembuatan pelat KLT dan cara bekerja dengan KLT. Menjelaskan Penilaian suatu kromatogram KLT. 4. Menjelaskan dasar teori kromatografi kolom konvensional serta aplikasi Hukum Van Deemter pada kromatografi cair. Menjelaskan instrumentasi, fasa diam dan fasa gerak yang digunakan. Menjelaskan pengerjaan kromatografi kolom, meliputi aktivasi fasa diam, mempak kolom, aplikasi sampe l, elusi dan step gradient elution serta monitoring fraksi dengan lampu UV/ reagensia dan KLT. 5. Menjelaskan dasar teori kromatografi eksklusi/permeasi dan tujuan penggunaannya. Menjelaskan koofisien distribusi, kurfa kalibrasi system kolom. Menjelaskan Fasa diam meliputi gel lunak (soft gel), gel semi rigid dan sel rigid. Menjelaskan Fasa gerak meliputi fasa gerak air dan fasa gerak pelarut organik, serta kompatiblilitas fasa gerak dan fasa diam. Menjelaskan Instrumentasi dan kelengkapan instrument. Menjelaskan Pengerjaan dan monitoring fraksi. Menjelaskan kromatogram hasil pemisahan. 6. Menjelaskan teori DCCC dan aplikasinya. Menjelaskan Sistem fasa diam dan fasa gerak untuk solut lipofil, solut polar dan sangat polar. Menjelaskan penjajakan sistem yang sesuai utuk pemisahan campuran solute dengan prinsip kelarutan dan KLT. Menjelaskan Instrumentasi, sistem pengembangan menaik dan menurun. Menjelaskan evaluasi fraksi dengan KLT dan kromatogram. 7. Menjelaskan teori partisi yang mendasari kromatografi kertas dan KLT-partisi. Menjelaskan fasa diam dan fasa gerak yang digunakan untuk kromatografi kertas dan KLTpartisi. Menjelaskan instrumentasi dan cara pengerjaan, meliputi penyiapan fasa gerak, penjenuhan bejana kromatografi (chamber), aplikasi sampel, pengembangan (menaik dan menurun) dan deteksi/visualisasi. 8. Menjelaskan teori dasar kromatografi radial, konsep elusi dan pengembangan. Menjelaskan instrumentasi, fasa diam dan fasa gerak yang digunakan. 3

Menjelaskan cara pengerjaan, meliputi penyiapan pelat radial, aplikasi sampel dan proses elusi. Menjelaskan elusi dan evaluasi pemisahan. 9. Menjelaskan prinsip pemisahan senyawa khiral dengan metoda kromatografi. Menjelaskan 3 sistem kromatografi yang biasa digunakan dalam pemisahan senyawa khiral, yakni system fasa gerak khiral, system fasa diam likuid khiral dan system fasa diam solid yang khiral. Menjelaskan fasa diam dan fasa gerak yang digunakan. 10. Menjelaskan teori kromatografi penukar ion. Menjelaskan penukar anion dan penukar kation. Menjelaskan fasa diam dan fasa gerak penukar ion. Menjelaskan instrumentasi dan pengerjaan. 11. Menjelaskan teori dan tujuan penggunaan tekanan medium. Menjelaskan instrumentasi Pompa Duramat dengan kolom Lobar dan Pharmacia serta Pompa Buechi dengan kolom khusus. Menjelaskan fasa diam dan fasa gerak yang digunakan. Menjelaskan pengerjaan, meliputi penyiapan kolom, aplikasi sampel, elusi, penampungan fraksi dan monitor fraksi. 12. Menjelaskan dasar teori HPLC. Menjelaskan penggunaan HPLC untuk analisis kualitatif dan kuantitatif serta tujuan preparative. Menjelaskan instrumentasi, fasa diam dan fasa gerak. Menjelaskan cara pengerjaan, penyiapan kolom, elusi. Menjelaskan analisis kromatogram. Menjelaskan Analisis kualitatif, analisis cemaran (trace analysis), dan analisis kuantitatif. Menjelaskan Internal dan eksternal standard untuk referensi. Menjelaskan pembuatan kurva kalibrasi. Menjelaskan pengukuran Tinggi puncak (peak-hight) dan Luas puncak (peak-area) dalam analisis kuantitatif. Menjelaskan variabel statistik pada HPLC, seperti akurasi, presisi, selektivitas, LOD dan LOQ. 4

Menjelaskan derivatisasi untuk meningkatkan kepekaan detektor terhadap senyawa. 13. Menjelaskan teori kromatografi afinitas. Menjelaskan fasa diam dan fasa gerak yang digunakan. Menjelaskan penyiapan kolom dan aplikasi sampel. Menjelaskan proses elusi. 14. Menjelaskan proses penyarian obat dari matriks sediaan obat. Menjelaskan pemisahan bahan berkhasiat dari matriks serbuk, tablet, solutio/lotio, suspensi, injeksi, salf, supositoria dll. Menjelaskan fraksinasi senyawa obat berdasarkan sifat netral, asam lemah, asam kuat, basa lemah dan basa kuat. 15. Menjelaskan pemilihan sistem kromatografi berdasarkan sifat fisika dan kima senyawa. Menjelaskan pemilihan metoda pemisahan atas dasar sifat kimia dan fisika analit, konsentrasi analit dan kerumitan campuran atau matriks. Menjelaskan fasa diam dan fasa gerak yang digunakan berdasarkan sifat senyawa obat, fasa diam dan fasa gerak. Menjelaskan pelaksanaan kromatografi. B. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 1. Jadwal Kegiatan Mingguan Minggu Topik Substansi Metode Fasilitas 1 Pengantar Metoda Definisi, beda pemisahan dengan Pemisahan analisis. Peranan metoda pemisahan. dalam kimia farmasi, farmakologi dan life sciences yang lain. 2 Destilasi Destilasi sederhana, Rektifikasi dan Destilasi Uap. Teori fisika yang mendasari destilasi dan instrumen yang berdasarkan penguapan dan kondensasi.. 3 gas GLC dan GSC, kolom konvensional dan kolom kapiler, fasa diam dan fasa gerak. Variabel tr, vr, α, SP, k, HETP, n. Hukum Van Deemter 4 kolom konvensional Fasa diam dan fasa gerak, menyiapkan kolom, aplikasi sampel dan elusi. Monitoring fraksi dengan 5

KLT dan lampu UV/reagensia. 5 eksklusi/permeasi gel. Fasa diam dan fasa gerak, dasar pemisahan, pembuatan kurfa kalibrasi. Variabel void volume, volume pori, Va dan koofisienpartisi. Kompatibilitas solut dengan fasa gerak dan fasa diam.. 6 DCCC Sistem fasa diam dan fasa gerak untuk solut lipofil, solut polar dan sangat polar. Penjajakan sistem yang sesuai utuk pemisahan campuran solute dengan prinsip kelarutan dan KLT.Instrumentasi, sistem pengembangan menaik dan menurun. Evaluasi fraksi dengan KLT dan kromatogram. 7 kertas dan KLT partisi Teori partisi yang mendasari kromatografi kertas dan KLT-partisi. Fasa diam dan fasa gerak yang digunakan untuk kromatografi kertas dan KLT-partisi. Instrumentasi dan cara pengerjaan, meliputi penyiapan fasa gerak, penjenuhan bejana kromatografi (chamber), aplikasi sampel, pengembangan (menaik dan menurun) dan deteksi/visualisasi. 8. 9 radial Pemisahan senyawa khiral Teori dasar kromatografi radial, konsep elusi dan pengembangan. Instrumentasi, fasa diam dan fasa gerak yang digunakan. Cara pengerjaan, meliputi penyiapan pelat radial, aplikasi sampel dan proses elusi serta evaluasi pemisahan. Sistem kromatografi yang biasa digunakan dalam pemisahan senyawa khiral, yakni system fasa gerak khiral, system fasa diam likuid khiral dan system fasa diam solid yang khiral. Fasa diam dan fasa gerak yang digunakan, pengerjaan dan deteksi. 10 Penukar Ion Teori penukar ion, penukar anion dan penukar kation, fasa diam dan fasa gerak penukar ion, 6

instrumentasi dan pengerjaan. Aplikasi dalam farmasi. 11 tekanan medium Teori dan tujuan penggunaan tekanan medium, instrumentasi Pompa Duramat dengan kolom Lobar dan Pharmacia serta Pompa Buechi dengan kolom khusus. Fasa diam dan fasa gerak yang digunakan. Cara pengerjaan, meliputi penyiapan kolom, aplikasi sampel, elusi, penampungan fraksi dan monitor fraksi. 12, 13 HPLC/KCKT Teori HPLC, penggunaan HPLC untuk analisis kualitatif dan kuantitatif serta tujuan preparative, instrumentasi, fasa diam dan fasa gerak. Cara pengerjaan, penyiapan kolom, fasa gerak dan elusi analisis kromatogram. Internal dan eksternal standard untuk referensi. Pembuatan kurva kalibrasi, pengukuran Tinggi puncak (peakhight) dan Luas puncak (peak-area) dalam analisis kuantitatif. Variabel statistik pada HPLC, seperti akurasi, presisi, selektivitas, LOD dan LOQ. Derivatisasi untuk meningkatkan kepekaan detektor terhadap senyawa. 14 15 afinitas Penyarian obat dari matriks sediaan Teori pemisahan kromatografi afinitas, fasa diam dan fasa gerak yang digunakan, penyiapan kolom dan aplikasi sampel, proses elusi dan deteksi solut. Teori proses penyarian obat dari matriks sediaan obat, pemisahan bahan berkhasiat dari matriks serbuk, tablet, solutio/lotio, suspensi, injeksi, salf, supositoria dll. Fraksinasi senyawa obat berdasarkan sifat netral, asam lemah, asam kuat, basa lemah dan basa kuat. Cermah dan 16 Pemilihan metoda Pemilihan sistem kromatografi berdasarkan sifat fisika dan kima senyawa, pemilihan metoda Cermah dan 7

pemisahan atas dasar sifat kimia dan fisika analit, konsentrasi analit dan kerumitan campuran atau matriks. Fasa diam dan fasa gerak yang digunakan berdasarkan sifat senyawa obat, fasa diam dan fasa gerak. 8

2. Metoda Pembelajaran dan Bentuk Kegiatan C. PERENCANAAN EVALUASI PEMBELAJARAN 1. Hasil Pembelajaran 2. Penilaian (Assessment) Aspek penilaian meliputi: Aspek Penilaian Unsur Penilaian Skor Maks Persentase Pemahaman Skor tengah Semester (STS) 100 40 Skor Akhir Semester (SAS) 100 60 Jumlah 100 100 Hasil akhir ditentukan sebagai berikut: Nilai Huruf Nilai Angka Keterangan A+ 90 100 Sangat cemerlang A 85 - <90 Cemerlang A- 80 - <85 Hampir cemerlang B+ 75 - <80 Sangat baik B 70 -<75 Baik B- 65 - <70 Hampir baik C+ 60 - <65 Lebih dari cukup C 55 - <60 Cukup C- 50 - <55 Hampir cukup D 40 - <50 Kurang E 0 - <40 Gagal 9

Referensi: 1. Becker, H.G.O., Organikum, 15 Auflage, Veb Deutscher Verlag der Wissenschaft, 1981. 2. Heftmann E, Chromatography 5th Edition, Journal of Chromatography Library, Voleme 51A, Elsevier, 1992 3. Hostettmann K, M. Hostetmann, A. Marston, Preparative Chromatography Techniques, Springer Verlag, 1986. 4. Johnson, E.L., R. Stevenson, Basic Liquid Chromatography, Varian, 1978. 5. Meyer, H.M., Practical High-Liquid Chromatography, John Willey & Sons, 1988. 6. Quanyun A and Lawrence A. Trissel, Stability-Indicating, HPLC Methods for Drug Analysis, Second Edition, Pharmaceutical Press, London, UK, 2003. 7. Reiner Westermeier, Electrophoresis in Practice, Third Edition, Willey-VCH, 1993. 8. Snyder Lloyd R., Joseph J. Kirkland, Joseph L. Glajch, Practical HPLC Method Development, 2 nd Edition, John Willey & Sons, New York, 1997. 10