Pembuatan Purwarupa Alat Peraga Astronomi Untuk Siswa Tunanetra

dokumen-dokumen yang mirip
Pembuatan Modul Astronomi dengan Huruf Braille dan Gambar Tactile untuk Siswa Tunanetra

PENGEMBANGAN PANDUAN PRAKTIKUM HUKUM ARCHIMEDES UNTUK MTs LB/A YAKETUNIS KELAS VIII

PENGEMBANGAN ALAT PERAGA SISTEM TATA SURYA BAGI SISWA TUNANETRA DI SLB-A YAAT KLATEN KELAS IX

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BRAILLE SUBPOKOK BAHASAN PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI KELAS VII SMPLB-A (TUNANETRA)

Pengembangan Modul Fisika Pokok Bahasan Hukum Newton bagi Anak Berkebutuhan Khusus (Tunanetra) Di Kelas Inklusi SMA/MA Kelas X

Siti Nurhayati 21, Didik S. Pambudi 22, Dinawati Trapsilasiwi 23

PENGEMBANGAN LKS FISIKA BERORIENTASI MODEL LEARNING CYCLE 7-E PADA MATERI ELASTISITAS SEBAGAI PENUNJANG PEMBELAJARAN SMA

PENGEMBANGAN MODUL TEKNIK LISTRIK PADA MATA PELAJARAN TEKNIK LISTRIK KELAS X TEKNIK AUDIO VIDEO DI SMK NEGERI 2 YOGYAKARTA

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK POKOK BAHASAN KUBUS DAN BALOK

2 Fakultas keguruan dan ilmu pendidikan, Universitas Pasir Pengaraian

POLA PENERIMAAN SISWA TUNANETRA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SMPLB. Keywords: reception pattern, blind students, mathematics learning

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN. : 1 kali pertemuan 2 35 menit. Memahami matahari sebagai pusat tata surya dan interaksi bumi dalam tata surya

PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN BERBANTUAN WINDOWS MOVIE MAKER

PEMANFAATAN PERANGKAT LUNAK TRACKER PADA RANCANG BANGUN ALAT DAN MODUL PRAKTIKUM FISIKA DASAR

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VISUAL 3D (SKETCH UP ) GAMBAR KONSTRUKSI ATAP DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA

PENGEMBANGAN MODUL BERBASIS POP UP BOOK PADA MATERI ALAT-ALAT OPTIK UNTUK SISWA SMPLB-B (TUNARUNGU) KELAS VIII. Abstrak

Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia, Vol. XIII, No.2, Tahun 2015 Fidya Rizka Anggraeni & Sumarsih 14-22

e-journal PENELITIAN PENDIDIKAN IPA

BAB III METODE PENGEMBANGAN. Sugiono ( 2009 ) penelitian pengembangan adalah penelitian yang digunakan

Pola Interaksi Guru dan Siswa Tunanetra. Rany Widyastuti IAIN Raden Intan; Abstract

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERUPA HANDOUT YANG DILENGKAPI GLOSARIUM PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 TIGO NAGARI KABUPATEN PASAMAN

PENGEMBANGAN MODUL IPA TERPADU TEMA PEMANASAN GLOBAL BERBASIS KOMIK DI SMPN 4 DELANGGU TESIS

Key Words: Developmental Research, Characteristics of deaf students, 4-D model.

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

Info Astronomy JELAJAH SEMESTA. Penerbit Info Astronomy

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Tata Surya, sebuah kerajaan di langit

Pengembangan Modul Dasar (Muhammad Firda Husain) 1

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS ANIMASI FLASH TOPIK BAHASAN USAHA DAN ENERGI

PENGEMBANGAN MODEL E-BOOK INTERAKTIF TERMODIFIKASI MAJALAH PADA MATERI STRUKTUR ATOM

Pengembangan Modul Fisika Berbasis Visual untuk Sekolah Menengah Atas (SMA)

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BIOLOGI DILENGKAPI MIND MAP PADA MATERI POKOK SISTEM RESPIRASI UNTUK SMA

Siti Masruha 21, Sunardi 22, Arika Indah K 23

Oleh: Asri Setyaningrum dan Yusman Wiyatmo, Prodi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta,

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN DENGAN MEDIA MODUL PADA MATA DIKLAT GAMBAR TEKNIK DI SMK MUHAMMADIYAH 3 YOGYAKARTA

PENGEMBANGAN MODUL PEMESINAN BUBUT PADA MATA PELAJARAN TEKNIK PEMESINAN BUBUT DI SMK MUHAMMADIYAH 1 SALAM

BAB III ANALISA SISTEM

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PADA KOMPETENSI DASAR MEMBACA GAMBAR MENERAPKAN SISTEM KOORDINAT BERBASIS ADOBE FLASH

SOAL PILIHAN GANDA ASTRONOMI 2008/2009 Bobot nilai masing-masing soal : 1

PENGEMBANGAN KIT PRAKTIKUM DAN LEMBAR KEGIATAN PESERTA DIDIK (LKPD) MATERI LAJU REAKSI UNTUK SISWA SMA

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKDP) BERBASIS GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN PRACTICAL SKILLS DAN PEMAHAMAN KONSEP IPA PESERTA DIDIK SMP

Pembuatan Media Pembelajaran Pengenalan Tata Surya dan Exoplanet Dengan Menggunakan Unity untuk Sekolah Menengah Pertama

ABSTRACT. Keywords : Learning media, Video and animation, Learning media result.

ARTIKEL ILMIAH PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) BERBASIS WEBSITE MENGGUNAKAN NOTEPAD++ PADA MATERI PROTOZOA UNTUK KELAS X SMA

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FLIPBOOK FISIKA APLIKASI CORELDRAW X5 DENGAN SIMULASI VIDEO UNTUK SISWA SMA. Skripsi Oleh : Dwi Prihartanto K

PENGEMBANGAN VIDEO TUTORIAL UNTUK PEMBELAJARAN GAMBAR MANUFAKTUR SMK KELAS XI

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SEKOLAH : SMP N 1 Sukorame KELAS / SEMESTER : IX (sembilan) / 2 MATA PELAJARAN : I P A

PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN DAN LEMBAR KERJA SISWA MODEL PEMBELAJARAN CORE DENGAN TEKNIK MIND MAPPING

Antiremed Kelas 9 Fisika

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDRAL PENDIDIKAN DASAR DAN MENENGAH DIREKTORAT PENDIDIKAN MENENGAH UMUM

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL SETTING KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 4. SISTEM TATA SURYALatihan Soal 4.1. (1) Yupiter Berupa gas dan massanya terbesar diantara planet tata surya

PENGEMBANGAN MODUL MERAKIT KOMPUTER UNTUK SISWA KELAS X TEKNIK KOMPUTER DAN JARINGAN SMK NEGERI 1 JOGONALAN

POLA INTERAKSI GURU DAN SISWA TUNANETRA SMPLB A BINA INSANI BANDAR LAMPUNG

ISSN: X 1 PENGEMBANGAN MODUL TRIGONOMETRI BERCIRIKAN OPEN-ENDED PROBLEM

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA MODUL

Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bung Hatta

PENGEMBANGAN MEDIA GAMBAR MENGGUNAKAN APLIKASI MOVIE MAKER PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP UNTUK KELAS VII SMP

PENGEMBANGAN HANDOUT DISERTAI PETA KONSEP BERGAMBAR PADA MATERI SISTEM PERNAPASAN UNTUK SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (SMP) ABSTRACT

seperti sebuah bajak, masyarakat Cina melihatnya seperti kereta raja yang ditarik binatang, dan masyarakat Jawa melihatnya seperti bajak petani.

TATA SURYA Susunan Matahari dan anggota tata surya yang mengitarinya. Anggota Tata Surya:

Dita Oktavia Yudhatami Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang Surabaya ABSTRAK

PENGEMBANGAN MODUL YANG DILENGKAPI PETA KONSEP BERGAMBAR PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP UNTUK SMP

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA (LKS) BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI KAIDAH PENCACAHAN UNTUK SISWA KELAS XI MIA SMAN 7 PADANG

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BIOLOGI BERBASIS GAMBAR PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN UNTUK SMA

Pengembangan E-book Pembelajaran Menggunakan Flipbook Berbasis Web Pada Siswa Kelas X Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ) Di SMK ADZKIA Padang

BIOEDUKASI Jurnal Pendidikan Biologi e ISSN Universitas Muhammadiyah Metro p ISSN

Tersedia online di EDUSAINS Website: EDUSAINS, 8 (2), 2016,

PENGEMBANGAN CHEMISTRY ELECTRONIC MODULE MATERI LARUTAN ASAM BASA KELAS XI SMA/MA

TANGGAPAN SISWA KELAS VII TERHADAP PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMP NEGERI 2 PLERET

PENGEMBANGAN KOMIK AKUNTANSI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN AKUNTANSI PADA MATERI TRANSAKSI PERUSAHAAN DAGANG

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. dikembangkan adalah LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) berbasis

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA BERBASIS MACROMEDIA FLASH DENGAN TAMPILAN SLIDE POWERPOINT PADA MATERI SISTEM PENCERNAAN MAKANAN UNTUK SISWA KELAS XI IPA SMA

NAMA :... NIM :... KELAS :......

PENGEMBANGAN PENUNTUN PRAKTIKUM IPA PADA MATERI SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN UNTUK SMP E-JURNAL

Pengembangan Trainer Audio... (Beni Juniarto R R)1

III. METODOLOGI PENELITIAN. LKS ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO INTERAKTIF FISIKA UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP KELAS VIII PADA MATERI USAHA DAN ENERGI

BAB III METODE PENELITIAN. perangkat pembelajaran. Model ini dikembangkan oleh S. Thiagarajan,

Materi Bumi dan Antariksa)

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS MODEL PROBLEM BASED LEARNING

PENGEMBANGAN KAMUS BERGAMBAR PERALATAN TATA HIDANG UNTUK SISWA JASA BOGA SMK NEGERI 6 YOGYAKARTA

VALIDITY OF THE IMAGE MEDIA WITH MOVIE MAKER APPLICATION ON HUMAN DIGESTIVE SYSTEM TOPIC FOR JUNIOR HIGH SCHOOL

PENGEMBANGAN MONAKO (MONOPOLI ANTI KORUPSI) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANTI KORUPSI BERBASIS PLAY BASED LEARNING PADA SISWA SD

PENYUSUNAN KAMUS ANIMALIA BERBASIS ANDROID SEBAGAI MEDIA BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X SEMESTER II SMA/MA

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN TUMBUHAN KELAS XI SMA.

Abstrak. : Desi Hartinah, Dr. Insih Wilujeng, dan Purwanti Widhy H, M. Pd, FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 05 No. 03, September 2016, ISSN:

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS ICT PADA POKOK BAHASAN LINGKARAN UNTUK SISWA KELAS VIII SMP/MTS

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) BERBASIS KONTEKSTUAL PADA MATERISISTEM EKSKRESI UNTUK SMA

THE DEVELOPMENT OF THE STUDENT ACTIVITIES WORKSHEETS BASED ON CONSTRUCTIVISM ON THE SOLUBILITY AND CONSTANT SOLUBILITY PRODUCT

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS SCIENTIFIC APPROACH PADA POKOK BAHASAN BESARAN DAN SATUAN DI SMA

PENYUSUNAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK FISIKA SMA PADA POKOK BAHASAN TERMODINAMIKA. Skripsi Oleh : Siti Nurrohmah K

Ikhlasul-pgsd-fip-uny/iad. Pluto, Planet?

IDENTIFIKASI PROSES BERPIKIR BERDASARKAN ASIMILASI DAN AKOMODASI DALAM MEMECAHKAN MASALAH GEOMETRI PADA SISWA SMP PENYANDANG TUNANETRA

PENGEMBANGAN JOB SHEET SEBAGAI SUMBER BELAJAR PRAKTIK TEKNIK PENGUKURAN KELAS X TEKNIK PEMESINAN DI SMK MUHAMMADIYAH 1 SALAM

PENGEMBANGAN LEMBAR KEGIATAN SISWA GUIDED DISCOVERY UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS

E-journal Prodi Edisi 1

Jurnal Inovasi Pendidikan Fisika (JIPF) Vol. 04 No. 03, September 2015, 7-11 ISSN:

PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERKARAKTER BERBASIS QUANTUM TEACHING PADA POKOK BAHASAN ARITMATIKA SOSIAL KELAS VII SMP

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA (LKS) PENDAMPING IPA UNTUK SMP KELAS VII SEMESTER 2 BERDASARKAN KURIKULUM 2013 NASKAH PUBLIKASI

Transkripsi:

Fitri Nur Hikmah / Pembuatan Purwarupa Alat Peraga Astronomi Untuk Siswa Tunanetra 5 Pembuatan Purwarupa Alat Peraga Astronomi Untuk Siswa Tunanetra Fitri Nur Hikmah, Yudhiakto Pramudya Magister Pendidikan Fisika Universitas Ahmad Dahlan Jl. Pramuka 4, Sidikan, Umbulharjo,Yogyakarta 556 fitri_nuhi@yahoo.com Abstrak Siswa tunanetra memiliki keterbatasan dalam penglihatan sehingga mendapat hambatan dalam kegiatan pembelajaran konsep Astronomi dalam pengenalan benda langit yang menuntut peran aktif visual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk purwarupa alat peraga Astronomi untuk siswa tunanetra ditinjau dari kelayakannya serta respon siswa tunanetra terhadap purwarupa alat peraga Astronomi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan R & D dengan desain penelitian model 4-D (Four D Models) yang memiliki 4 tahap, yaitu: define, design, develop serta disseminate. Tahapan yang dilakukan hanya sampai pada tahap develop dengan uji coba terbatas yang melibatkan empat orang siswa tunanetra SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta, seorang guru SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta dan seorang ahli media. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan kuesioner melalui angket. Metode analisis data yang digunakan adalah diskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produk purwarupa alat peraga Astronomi untuk anak tunanetra layak digunakan dan produk purwarupa mendapat respon baik dari siswa tunanetra. Kata kunci: pengembangan, purwarupa, sistem tata surya, gerhana, astronomi, tunanetra Abstract Students with visual impairments have limitations in vision that challenged the concept of learning activities Astronomy in the introduction of celestial bodies active visually demanding role. This study aims to develop a prototype product props Astronomy for blind students in terms of their feasibility and visually impaired students' responses to the prototype props Astronomy. This research is the development of R & D to design the research model of 4 - D ( Four D Models ) which has a 4 -step process: define, design, develop and disseminate. Steps being taken only to the extent to develop limited trial involving four blind students of SMA Muhammadiyah Yogyakarta 4, a high school teacher and a 4 Yogyakarta Muhammadiyah media expert. The technique of collecting data using interviews and questionnaires through questionnaires. Data analysis method used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that the product prototype props Astronomy for blind children fit for use and product prototypes received good response from the students with visual impairments. Key words: development, prototype, solar system, eclipses, astronomy, blind I. PENDAHULUAN Anak berkelainan atau anak luar biasa adalah anak yang memiliki kelainan atau penyimpangan dari rata-rata anak normal dalam aspek fisik, mental, dan sosial, sehingga untuk pengembangan potensinya perlu layanan pendidikan khusus sesuai dengan karakteristiknya []. Berdasarkan pengertian tersebut anak berkelainan pada pendidikan Indonesia meliputi anak tunanetra, anak tunarungu, anak tunawicara, anak tunadaksa (kelainan aspek fisik), anak tunagrahita (kelainan aspek mental), dan anak tunalaras (kelainan sosial emosi). Definisi tunanetra dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah tidak dapat melihat. Pada proses belajar membaca dan menulis anak tunanetra menggunakan cara yang khusus yaitu menggunakan huruf. Strategi pembelajaran anak tunanetra pada dasarnya sama dengan orang yang awas, hanya dalam pelaksanaannya memerlukan modifikasi sehingga pesan atau materi pelajaran yang disampaikan dapat diterima oleh tunanetra melalui indera-indera yang masih berfungsi. Pada pembelajaran Fisika, anak tunanetra kehilangan fungsi persepsi visual dalam belajar. Fisika merupakan pelajaran yang membutuhkan penalaran dan pemahaman. Oleh karena itu, diperlukan suatu media untuk mempermudah bagi siswa tunanetra dalam memahami konsep yang dimaksud. Salah satu konsep Fisika yang banyak memerlukan persepsi visual adalah konsep Astronomi. Astronomi adalah ilmu yang mempelajari benda-benda langit seperti bintang, komet, planet, dan galaksi serta fenomena-fenomena alam yang terjadi di luar atmosfer Bumi seperti radiasi latar belakang kosmik []. Keindahan obyek langit biasanya ditampilkan pada gambar-gambar dan video. Tampilan gambar dapat mendukung pembelajaran untuk memberikan ruang visualisasi, pemahaman, dan penggunaan representasi mental []. Keindahan obyek langit tersebut akan menjadi tidak menarik bagi orang yang tidak dapat menikmatinya secara langsung karena memiliki keterbatasan, seperti keterbatasan indera penglihatan seperti anak tunanetra. Berdasarkan keterbatasan dari anak tunanetra dalam menikmati keindahan obyek langit pada ilmu astronomi, maka diperlukan model pembelajaran yang mampu menggunakan indera selain indera penglihatan, misal indera peraba dan indera pendengaran. Dari hasil wawancara dengan siswa tunanetra, peneliti memperoleh informasi bahwa ketertarikan siswa tunanetra terhadap ilmu pengetahuan alam sangat besar. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVIII HFI Jateng & DIY, Yogyakarta, 6 April 04

54 Fitri Nur Hikmah / Pembuatan Purwarupa Alat Peraga Astronomi Untuk Siswa Tunanetra Namun, ketersediaan sumber belajar sangat minim. Hal ini membuat peneliti merasa perlu membuat perangkat pembelajaran yang dapat menjelaskan konsep Astronomi untuk anak tunanetra. Perangkat yang dibuat diharapkan dapat membantu meningkatkan persepsi visual siswa tunanetra terhadap konsep Astronomi. Define, Design, Develop, dan Disseminate yang terdapat pada Gambar. II. LANDASAN TEORI A. Purwarupa Purwarupa juga disebut prototype atau arketipe adalah bentuk awal (contoh) atau standar ukuran dari sebuah model [4]. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia pengertian purwarupa adalah rupa yang pertama atau rupa awal. Sehingga, purwarupa dapat disebut sebagai rupa awal yang dibuat untuk mewakili skala sebenarnya sebelum dikembangkan atau justru dibuat khusus untuk pengembangan sebelum dibuat dalam skala sebenarnya. B. Anak Tunanetra Dalam pendidikan luar biasa, anak dengan gangguan penglihatan lebih akrab disebut dengan anak tunanetra. Pengertian tunanetra tidak saja mereka yang buta, tetapi mencakup juga mereka yang mampu melihat, tetapi terbatas sekali dan kurang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan hidup sehari-hari terutama dalam belajar. Jadi anak-anak dengan kondisi penglihatan yang termasuk setengah melihat, low vision, atau rabun adalah bagian dari kelompok anak tunanetra. Berdasarkan uraian diatas, pengertian anak tunanetra adalah individu yang indera penglihatannya (keduaduanya) tidak berfungsi sebagai saluran penerima informasi dalam kegiatan sehari-hari seperti halnya orang awas [5]. Anak tunanetra belajar membaca dan menulis menggunakan cara khusus yaitu menggunakan huruf. Pusat membaca tunanetra ada pada jari, yaitu dengan cara meraba huruf menggunakan jari mereka. Huruf-huruf hanya menggunakan kombinasi antara titik dan ruang kosong atau spasi [6]. Sedangkan untuk menulis mereka menggunakan alat yang disebut reglet. Pada penelitian ini, peneliti mengembangkan produk purwarupa alat peraga Astronomi untuk siswa tunanetra yang dilengkapi dengan keterangan huruf pada alat peraga dan Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS ini berisi tentang materi dan petunjuk penggunaan alat peraga sistem tata surya dan gerhana. Hal ini ditujukan agar mudah digunakan oleh siswa tunanetra. III. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta (Sekolah Inklusi). Penelitian yang dilakukan adalah penelitian pengembangan atau Research and Development (R&D) yang hasilnya berupa purwarupa alat peraga Astronomi. Penelitian R&D adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut [7]. Prosedur dalam penelitian ini mengadaptasi pada pengembangan model 4-D (Four D Models) yang dikemukakan oleh Thiagarajan dan Semmel (974) [8]. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu Gambar. Alur Penelitian Model 4-D Dalam penelitian ini data diambil dengan menggunakan angket. Ada jenis angket, yaitu angket kelayakan media perangkat yang dinilai oleh guru dan ahli media serta angket respon dari siswa tunanetra. Jawaban angket pada penelitian ini menggunakan skala Guttman berupa data interval atau rasio dikotomi (dua alternatif). Jawaban dibuat skor tertinggi dan terendah 0. Analisa dilakukan seperti pada skala Likert []. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut: ) Menghitung skor rata-rata dari setiap kriteria yang dinilai dengan rumus sebagai berikut [9]: Keterangan: = rata-rata = jumlah seluruh data = banyaknya data ) Menghitung. Data yang diperoleh juga dihitung dengan menggunakan persentase. Rumus untuk menghitung persentase yaitu: Keterangan: NP : persentase R : skor yang diperoleh SM : skor maksimal dari aspek yang diharapkan Jika dari analisis tersebut diperoleh hasil baik, maka produk berupa purwarupa alat peraga Astronomi siap digunakan sebagai media pembelajaran sistem tata surya dan gerhana. Namun, jika belum memenuhi kualitas baik, maka produk direvisi sehingga memenuhi kualitas dan layak digunakan sebagai media pembelajaran sistem tata surya dan gerhana. () () Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVIII HFI Jateng & DIY, Yogyakarta, 6 April 04

Fitri Nur Hikmah / Pembuatan Purwarupa Alat Peraga Astronomi Untuk Siswa Tunanetra 55 IV. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk mendapatkan gambaran hasil penelitian yang telah dilakukan, akan diuraikan data hasil penelitian dari proses awal hingga dihasilkan produk berupa purwarupa alat peraga Astronomi untuk anak tunanetra. Pelaksanaan pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan penelitian Four D Models dengan tahap-tahap berikut ini:. Tahap Pendefinisian (Define) Pada tahap ini, peneliti melakukan wawancara kepada empat siswa tunanetra di SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta mengenai konsep Astronomi khususnya tentang Sistem Tata Surya. Data hasil wawancara dapat dilihat pada Tabel. Tabel. Hasil Wawancara Pertanyaan Siswa A B C D Σ (%) Apa yang dimaksud dengan 0 0 0 5 Apa susunan dari sistem tata surya? Apa pusat dari sistem tata surya? 4 Ada berapa planet yang ada di dalam tata surya dan 0 0 0 5 sebutkan? 5 Diplanet mana kita tinggal dan berada diurutan keberapa dalam 6 Apa satelit alami dari bumi? 7 Disebut apa orang yang pergi ke luar angkasa? 8 Siapakah orang yang pertama kali menginjakkan kakinya di 0 0 50 bulan? 9 Apa planet terbesar dari 0 75 0 Apa planet terkecil dari 0 0 0 0 0 0 Apa nama planet yang sudah tidak diakui sebagai planet dalam tata surya kita? Apa nama planet yang disebut planet bercincin? 0 75 Apa yang mengakibatkan terjadinya siang dan malam? 4 Berapa lama bumi berotasi terhadap matahari? 5 Apa yang dimaksud dengan revolusi bumi? 6 Berapa lama bumi berevolusi terhadap matahari? 7 Ada berapa macam gerhana? Jelaskan! 0 75 Dari hasil wawancara tentang konsep Astronomi dengan siswa tunanetra, dapat diidentifikasi bahwa pemahaman mereka tentang konsep Sistem Tata Surya dan Gerhana masih belum maksimal. Hal ini terlihat dari persentase yang telah disajikan pada tabel. Dimana nilainya kurang dari 00% pada butir pertanyaan, 4, 8, 9, 0,, dan 7. Oleh sebab itu, peneliti memutuskan untuk mengembangkan perangkat purwarupa alat peraga Astronomi yang terdiri dari Sistem Tata Surya dan Gerhana.. Tahap Perancangan (Design) Pada tahap ini peneliti menentukan bahan dan ukuran yang tepat untuk membuat purwarupa astronomi yang cocok untuk anak tunanetra. Bahan yang digunakan adalah bahan dari kayu dan untuk ukuran miniatur matahari, bulan dan planet lainnya dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat memiliki ukuran yang proposional. Sedangkan untuk asteroid, umbra, dan panumbra dibuat dari kertas amplas yang berbeda tingkat kekasarannya. Adapun rancang awal dari peraga terlihat pada Gambar. Gambar. Rancang awal peraga Astronomi. Tahap Pengembangan (Develope) Rancang perangkat awal sudah disempurnakan sampai mencapai bentuk yang paling sesuai. Peneliti mendapat pengarahan dari pembimbing bahwa agar purwarupa mudah digunakan maka dilengkapi dengan petunjuk penggunaannya yang terdapat di Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam bentuk. Produk akhir purwarupa dari kotak Sistem Tata Surya berdimensi 60cm x 0cm x 0cm dan kotak Gerhana berdimensi 48cm x 0cm x 8cm. Adapun bentuk akhir dari purwarupa peraga Astronomi seperti yang ditampilkan pada Gambar. (b) Gambar. Bentuk akhir purwarupa (a) Sistem Tata Surya dan (b) Gerhana (a) Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVIII HFI Jateng & DIY, Yogyakarta, 6 April 04

56 Fitri Nur Hikmah / Pembuatan Purwarupa Alat Peraga Astronomi Untuk Siswa Tunanetra Setelah itu, dilakukan uji kelayakan produk melalui angket penilaian oleh Guru SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta dan Ahli Media. Adapun hasil dari penilaian kelayakan produk tersaji dalam Tabel dan Tabel Tabel. Validitas Purwarupa Sistem Tata Surya No. penilaian (00%) 6 6 00% Baik (B) 6 6 00% Baik (B) 00% Baik (B) Jumlah 4 4 00% Baik (B) Tabel.. Validitas Purwarupa Gerhana penilaian (00%) 6 6 00% Baik (B) 6 6 00% Baik (B) 00% Baik (B) Jumlah 4 4 00% Baik (B) Berdasarkan Tabel dan, hasil penilaian kevalidan produk purwarupa bernilai 00% yang dinyatakan dalam kategori baik. Dari hasil angket tersebut dinyatakan bahwa produk purwarupa alat peraga Astronomi sudah layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran bagi siswa tunanetra. Setelah produk dinyatakan layak, produk purwarupa diuji coba terbatas kepada siswa tunanetra kelas XII SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta. Hasil dari uji coba yang dilakukan menunjukkan bahwa siswa tunanetra dapat meletakkan dengan tepat dan benar miniatur matahari, planet, dan bulan sehingga membentuk susunan Sistem Tata Surya dan Gerhana. Hal ini menunjukkan bahwa siswa tunanetra juga dapat membedakan ukuran-ukuran dari setiap miniatur tersebut. Setelah uji coba dilaksanakan, siswa tunanetra mengisi angket respon terhadap penggunaan purwarupa alat peraga Astronomi. Hasil respon siswa tersaji dalam Tabel 4 dan 5. Berdasarkan Tabel 4 dan 5, hasil dari respon siswa tunanetra menyatakan bahwa purwarupa Sistem Tata Surya bernilai 97,9% dengan kategori baik dan purwarupa Gerhana bernilai 00% dengan kategori baik. Dari hasil penilaian tersebut dapat disimpulkan bahwa respon siswa tunanetra terhadap penggunaan purwarupa alat peraga Astronomi dinilai baik. 4. Tahap Penerapan (Dessiminate) Penelitian ini menggunakan uji coba terbatas sehingga produk yang dihasilkan hingga tahap pengembangan. Purwarupa alat peraga Astronomi belum diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah inklusi ataupun SMA Luar Biasa. Tabel 4. Respon Siswa Terhadap Purwarupa Sistem Tata Surya No Tanggapan (%) 6 6 00% Baik 9 0 95% Baik 00% Baik Jumlah 47 48 97.9% Baik Tabel 5. Respon Siswa Terhadap Purwarupa Gerhana Tanggapan (%) 6 6 00% Baik 8 8 00% Baik 00% Baik Jumlah 56 56 00% Baik V. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan terhadap temuan-temuan selama uji coba kelayakan produk purwarupa alat peraga Astronomi yang telah dikembangkan dapat disimpulkan sebgai berikut:. Produk purwarupa alat peraga Astronomi untuk anak tunanetra layak digunakan.. Respon siswa tunanetra terhadap penggunaan purwarupa alat peraga Astronomi baik UCAPAN TERIMA KASIH. Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPP) UAD Yogyakarta karena telah mendanai penelitian ini melalui Dr. Yudhiakto Pramudya.. SMA Muhammadiyah 4 Yogyakarta karena memberikan ijin untuk melakukan penelitian. PUSTAKA [] Efendi, Mohammad. 006. Pengantar Psikopedadogik Anak Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara. [] Anonim, Astronomi, 04. Website: http://id.wikipedia.org/wiki/astronomi diakses tanggal Januari 04. [] Pena, B.M, Gil Quilez, M.J. (00). The Importance of images in astronomy education, International Journal of Science Education. Vol., 5-5. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVIII HFI Jateng & DIY, Yogyakarta, 6 April 04

Fitri Nur Hikmah / Pembuatan Purwarupa Alat Peraga Astronomi Untuk Siswa Tunanetra 57 [4] Anonim, Purwarupa, 0. Website: http://id.wikipedia.org/wiki/purwarupa diakses tanggal 0 Januari 04. [5] Somantri, Sutjihati. 007. Psikologi Anak Luar Biasa. Bandung: Refika Aditama. [6] Anonim,, 0. Website: http://id.wikipedia.org/wiki/ diakses tanggal Januari 04. [7] Sugiyono. 009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta. [8] Trianto. 00. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara. [9] Subana, Rahadi dan Sudrajat. 000. Statistik Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia. TANYA JAWAB Emy Kustinah, UAD? Urutan planet dalam gambar? Mengapa tidak dibuat melingkar agar dapat melihat revolusinya? Apakah tidak menimbulkan miss komunikasi dalam pembelajaran? Fitri Nur Hikmah, UAD @ Purwarupa sistem tata surya hanya untuk menjelaskan /mendeskripsikan bahwa susunan dari tata surya diawali dari merkurius, venus, bumi, mars, jupiter, saturnus, neptunus, dan uranus yang semua berpusat di matahari, untuk penjelasan revolusi planet dijelaskan dalam modul pembelajaran. Berdasarkan wawancara mengenai konsep tata surya para tunanetra sudah mengetahui bahwa planet itu melakukan revolusi terhadap matahari. Prosiding Pertemuan Ilmiah XXVIII HFI Jateng & DIY, Yogyakarta, 6 April 04