BAB IV KONSEP PRANCANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

III. DATA PERANCANGAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANTROPOMETRI TEKNIK TATA CARA KERJA PROGRAM KEAHLIAN PERENCANAAN PRODUKSI MANUFAKTUR DAN JASA

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

B A B III METODOLOGI PENELITIAN

METODE PENGUKURAN DATA ANTROPOMETRI

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Lampiran 1. Daftar pertanyaan wawancara (kuesioner) KUESIONER PENGGUNAAN KNAPSACK SPRAYER

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada Mei hingga Juli 2012, dan Maret 2013 di

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

LAMPIRAN 1 (Tabel Antropometri)

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

PERANCANGAN ALAT PEMBUATAN KOTAK KARDUS YANG ERGONOMIS BERDASARKAN UKURAN ANTROPOMETRI

BAB IV. KONSEP RANCANGAN

Modul ke: Studio Desain II 10FDSK. Lalitya Talitha Pinasthika M.Ds Hapiz Islamsyah, S.Sn. Fakultas. Program Studi Desain Produk


Perancangan ulang alat penekuk pipa untuk mendukung proses produksi pada industri las. Sulistiawan I BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI. tersebut digunakan sebagai dasar dan penunjang pemecahan masalah.

#2 Anthropometry. By : Dewi Hardiningtyas, ST., MT., MBA. Industrial Engineering Dept. University of Brawijaya

BAB 4 PENGUMPULAN, PENGOLAHAN DAN ANALISA DATA

MODUL I DESAIN ERGONOMI

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN. dapat memenuhi kebutuhan siswa karena jika digunakan perabot kelas yang

METHOD ENGINEERING & ANTROPOMETRI PERTEMUAN #10 TKT TAUFIQUR RACHMAN ERGONOMI DAN PERANCANGAN SISTEM KERJA

III. Kerajinan dari Daur Ulang A. Produk Kerajinan dari Kertas Daur Ulang Banyak hal yang dapat diciptakan dari kertas seni (handmade paper).

INSTRUKSI KERJA. Penggunaan Kursi Antropometri Tiger Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Jurusan Teknik Industri

BAB IV HASIL PEMBUATAN DAN PEMBAHASAN. Sebelum melakukan proses pembuatan rangka pada incinerator terlebih

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN. Perencanaan rancangan produk perlu mengetahui karakteristik

BAB IV PROSES PEMBUATAN MESIN

ABSTRAK. vii Universitas Kristen Maranatha

PERANCANGAN STASIUN KERJA YANG ERGONOMIS GUNA MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PEMBUATAN SOUVENIR BERBAHAN LIMBAH LAMPU TL

BAB III METODE PROYEK AKHIR. Motor dengan alamat jalan raya Candimas Natar. Waktu terselesainya pembuatan mesin

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB III PERANCANGAN ALAT. Muiai. Kapasitas: A4 Bahan pola : Lilin Pahat: Gurdi Daya: 1/16HP. Sketsa alat. Desain gambar


BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB II Landasan Teori

Lampiran 1. Format Standard Nordic Quetionnaire

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

PERANCANGAN GERGAJI LOGAM DAN PETA KERJA UNTUK PENGURANGAN KELUHAN FISIK DI BENGKEL LAS SEJATI MULIA JAKARTA SELATAN

Bab 3. Metodologi Penelitian

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

Jurnal Ilmiah Widya Teknik Volume 16 Nomor ISSN

Panduan Survei Data Anthropometri

Dian Kemala Putri Bahan Ajar : Analisis Perancangan Kerja dan Ergonomi Teknik Industri Universitas Gunadarma

INSTRUKSI KERJA. Penggunaan Kursi Antropometri Tiger Laboratorium Perancangan Kerja dan Ergonomi Jurusan Teknik Industri

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB IV PEMBUATAN SISTEM PERPIPAAN UNTUK PENYIRAMAN TANAMAN BUNGA KEBUN VERTIKAL

BAB IV KONSEP PERANCANGAN. kayu olahan berupa tripleks. Dengan menggunakan bahan baku yang sudah mengalami

LEMBAR PENGAMATAN PENGUKURAN DIMENSI TUBUH

III. METODE PEMBUATAN. Tempat pembuatan mesin pengaduk adonan kerupuk ini di bengkel las dan bubut

BAB IV PEMBUATAN DAN PENGUJIAN

BAB I PENDAHULUAN. 1-1 Universitas Kristen Maranatha

Analisa Ergonomi Fasilitas Duduk Ruang Kuliah Bagi Pengguna dengan Kelebihan Berat Badan


USULAN PERBAIKAN FASILITAS KERJA PADA STASIUN PEMOTONGAN UNTUK MENGURANGI KELUHAN MUSCULOSKELETAL DI CV. XYZ

A. KELOMPOK DATA BERKAITAN FUNGSI PRODUK RANCANGAN

BAB V ANALISA HASIL. 5.1 Hasil Perhitungan Seluruh Tahapan Menggunakan Metode REBA, REBA, OWAS & QEC

MANUAL PROSEDUR PENGGUNAAN KURSI ANTROPOMETRI

III. METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni 2014 sampai dengan bulan Juli 2014

PERANCANGAN ELEMEN-ELEMEN RUMAH TINGGAL DENGAN MEMPERTIMBANGKAN DATA ANTHROPOMETRI

basah, kelembaban relatif serta gerakan angin pada desain interior lama dan ergodesain

ANALISIS KESESUAIAN KURSI PEMBATIK TERHADAP KONDISI ANTROPOMETRI PEKERJA BATIK TULIS

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB II METODOLOGI PERANCANGAN. ruangan yang bersifat modern simple untuk menghemat suatu ruangan.

IV. KONSEP PERANCANGAN

Perbaikan Fasilitas Kerja Divisi Decal Preparation pada Perusahaan Sepeda di Sidoarjo

Debri Haryndia Putri

I. PENDAHULUAN. 2. Latar Belakang Perancangan

Lampiran 1. A. Kuesioner Nordic Body Map Nama : Umur : Pendidikan terakhir : Masa kerja :...tahun

Keywords: children anthropometry, learning facility for school, percentile. Tabel 1. Penelitian Anthropometry Anak di Beberapa Negara

dari permainan egrang. Seperti yang kita ketahui permainan egrang kini sudah sangat

Planning of the Ergonomic Seat for Four Wheel Tractor Based on Anthropometry

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN MEJA KERJA PENJUAL KOPI, ES, TEH DAN ROKOK KELILING YANG MENGGUNAKAN SEPEDA

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN A. KELOMPOK DATA BERKAITAN DENGAN ASPEK FUNGSI PRODUK RANCANGAN

Concept Scoring Tempat Gantungan Baju Jadi dan Baju Siap Fitting Perancangan Tata Letak Fasilitas Fisik

DESAIN YANG BAIK DAN BENAR oleh: Dwi Retno SA, M.Sn.

Angkat kedua dumbbell ke depan dengan memutar pergelangan tangan (twist) hingga bertemu satu sama lain.

BAB III METODELOGI PELAKSANAAN 3.1 DIAGRAM ALIR PERANCANGAN ALAT PENGEPRES GERAM SAMPAH MESIN PERKAKAS

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

DAFTAR ISI. 2.2 Teori Domino Penyebab Langsung Kecelakaan Penyebab Dasar... 16

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV KONSEP PERANCANGAN

BAB II METODE PERANCANGAN

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III DATA DAN ANALISA PERANCANGAN. No. Data Fungsi Produk Rancangan Kegunaan Data Analisis. Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

USULAN PERBAIKAN RANCANGAN MEJA-KURSI SEKOLAH DASAR BERDASARKAN PENDEKATAN ERGONOMI PADA SISWA/I DI SDN MERUYUNG

BAB III PERANCANGAN SISTEM ATAP LOUVRE OTOMATIS

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM PERANCANGAN SISTEM KERJA DAN ERGONOMI PENGUKURAN DIMENSI TUBUH MANUSIA (ANTROPOMETRI)

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Transkripsi:

BAB IV KONSEP PRANCANGAN A. Tataran lingkungan atau komunitas Pada produk furniture yang dibuat penulis menggunakan barang barang recyle atau kegiatan mengolah kembali (mendaur ulang). Reuse adalah salah satu bagian dari 3R (reuse, reduce, dan recycle) maupun 4R (3R + replace) dan 5R (4R + replant). Secara singkat, recycle dapat diartikan sebagai daur ulang. Pengertian ini berarti merupakan sebuah proses menggunakan kembali sampah atau benda-benda bekas menjadi barang atau produk baru yang memiliki nilai manfaat. Kegiatan reuse bersama dengan recyle (mengolah kembali) dan reduce (mengurangi penyebab sampah) menjadi solusi terbaik dalam menghadapi sampah. Bahkan hingga sekarang tetap menjadi cara terbaik dalam pengelolaan sampah dengan berbagai permasalahan yang ditimbulkannya. Dengan melakukan reude atau menggunakan kembali, benda-benda yang sebelumnya tidak bermanfaat dan menjadi sampah bisa diolah menjadi barang-barang baru yang memiliki manfaat dan kegunaan baru. Fungsi barang pada saat sebelum dan sesudah melalui proses reuse bisa jadi akan berbeda. Sebagai contoh, semisal sebuah botol air kemasan yang semula menjadi wadah air minum, setelah di-reuse berubah menjadi pot sebagai tempat menanam tanaman hias atau diubah menjadi wadah pencil dan lain-lain. Pada prinsipnya, kegiatan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lanjut atau memanfaatkan barang bekas untuk dibuat kerajinan, dan lain lain. Sehingga benda yang dihasilkan pun ramah lingkungan dan tidak mengganggu dari ekosistem yang ada. Sebagian besar dari produk furniture ini menggunakan kaca bekas sehingga mengurangi terjadinya pemanasan global. 28

B. Tataran sistem Produk yang akan dihasilkan ialah furniture dan aksesoris interior. Furniture ini dapat bermanfaat dalam membantu kegiatan serta aktifitas yang akan dilakukan oleh pengguna. Dalam sistem pembuatan penulis masih membuat dengan tangan sendiri sehingga penulis mengetahui dengan baik proses pembuatan dan cara kerja produk yang akan dibuat. Serta dalam pembuatan produk penulis tidak meninggalkan nilai nilai ergonomi dan antropometri. Ergonomi memfokuskan pada bagaimana sesuatu diciptakan supaya menghasilkan suatu integrasi antara keterbatasan badan manusia dan aktifitas. Ergonomi tidak memaksakan manusia yang disesuaikan pada pekerjaan atau ruang, tetapi pekerjaan atau ruang yang disesuaikan dengan keterbatasan manusia. Tujuan ergonomi adalah menciptakan desain yang bermanfaat dan praktis bagi manusia dengan mempertimbangkan keterbatasan manusia aspek fisikal maupun psikologis. Selain ergonomi dalam menciptakan sebuah produk furniture dibutuhkan juga pengukuran antropometri. Secara definisi antropometri dapat dinyatakan suatu studi yang berkaitan dengan pengukuran suatu dimensi tubuh manusia. Dalam perancangan furniture bentuk, ukuran dan dimensi yang berkaitan dengan produk yang berhubungan langsung dengan manusia harus disesuakan dengan data antropometri manusia. Dan data antropometri pada dasarnya memiliki variasi yang sangat besar, maka perancangan produk harus mampu mengakomodasikan dimensi tubuh dari populasi terbesar yang menggunakan produk hasil rancangan tersebut. Pengukuran Data Antropometri Variasi dalam ukuran tubuh manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, jenis kelamin, suku bangsa dan posisi tubuh. Berdasarkan posisi tubuh, terdapat dua cara pengukuran antropometri, yaitu: 29

a. Pengukuran dimensi struktur tubuh (structural body dimension atau static antrhopometry). Pada pengukuran ini tubuh diukur dengan berbagai posisi standar dan tidak bergerak. Dimensi yang diukur pada posisi ini antara lai berat badan, tinggi tubuh dalam posisi berdiri maupun posisi duduk, ukuran kepala, tinggi/ panjang lutut pada saat berdiri/ duduk dan sebagainya. b. Pengkuran dimensi fungsional tubuh (fungtional body dimensions atau dynamic antrhopometri). Pengukura dilakukan pada posisi tubuh pada saat berfungsi melakukan gerakan-gerakan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan yang harus diselesaikan. Dimensi Tubuh Manusia Berikut adalah gambar yang merupakan bagian-bagian tubuh manusia yang pada umumnya perlu diukur dimensinya untuk applikasi sebuah perancangan desain furniture. 30

Gambar 4. 22. Dimensi Bagian Tubuh Manusia (Sumber: Manusia Dan Ergonomi) Keterangan: 1) Stature, tinggi tubuh dalam posisi tegak (dari lantai sampai ujung kepala). 2) Eye height, tinggi mata dalam posisi berdiri tegak. 3) Shoulder height, tinggi bahu dalam posisi tegak. 4) Elbow height, tinggi siku dalam posisi tegak. 5) Hip height, tinggi pinggul dalam posisi berdiri tegak. 6) Knuckle height, tinggi kepalan tangan terjulur lepas dalam posisi tegak. 7) Fingertip height, tinggi ujung jari terbuka kebawah dalam posisi tegak. 8) Sitting height, tinggi tubuh dalam posisi duduk (diukur dari alas empat duduk/ pantat sampai dengan kepala) 9) Sitting eye height, tinggi mata dalam posisi dudu 10) Sitting shoulder height, tinggi bahu dalam posisi duduk. 11) Sitting elbow height, tinggi siku dalam posisi duduk. 12) Thigh thickness, tebal atau lebar paha 31

13) Buttock-knee lenght, panjang paha yang diukur dari pantat hingga ujung lutut. 14) Buttock-popliteal lenght, panjang paha yang diukur dari pantat hingga bagia belakang dari lutut/ betis. 15) Knee height, tinggi lutut (diukur baik dalam posisi duduk maupun berdiri). 16) Popliteal height, tinggi tubuh pada posisi duduk yang diukur dari lantai samai dengan dasar paha. 17) Shoulder breadth (bideltoid), lebar bahu terluar. 18) Shoulder breadth (biocromial), lebar bahu dalam. 19) Hip breadth, lebar pinggul/ pantat. 20) Chest, tebal dada dalam keadaan membusung. 21) Abdminal depth, tebal perut. 22) Shoulder-elbow length, panjang siku dari bahu dalam keadaan tegak lurus. 23) Elbow-fingertrip length, panjang siku dari ujung jari-jari pada posisi tegak lurus. 24) Upper limb lenght, panjang lengan dari bahu sampai ujung jari tengah. 25) Shoulder-grip lenght, panjang lengan dari bahu sampai kepalan. 26) Head lenght, tebal kepala. 27) Head breadht, lebar kepala. 28) Hend lenght, panjang tangan. 29) Hand breadht, lebar tangan. 30) Foot lenght, panjang kaki. 31) Foot breadht, lebar kaki. 32) Span, lebar antara ujung jari kanan dan jari kiri pada saat lengan terbuka paling lebar. 32

33) Elbow span, lebar antara ujung siku kanan dan jari kanan pada saat kedua siku terbuka kesamping. 34) Vertical grip reach (berdiri), panjang jangkauan tangan keatas pada saat berdiri. 35) Vertical grip reach (duduk), panjang jangkauan tangan keatas pada saat duduk. 36) Forward grip reach (berdiri), panjang jangkauan tangan pada saat berdiri dari ujung belakang punggung sampai kepalan. 37) Body weight, masa badan (kg). Dalam penjualan produk nantinya penulis akan melakukan secara online dan bertempat pada suatu wilayah sehingga akan mempermudah dalam mempromosikan produk furniture yang dibuat. Pada saat ini penulis hanya membuat beberapa benda furniture, tidak menutup kemungkinan nantinya penulis akan membuat beberapa inovasi inovasi furniture lainya dengan menggunakan bahan baku kaca. 33

C. Tataran produk Dalam tataran ini penulis akan menjelaskan secara rinci produk yang akan dibuat dan gambaran kerja. Adapun beberapa produk furniture dan aksesoris interior yang akan dibuat. Produk pertama Iron Vase of Flower Material Pecahan Kaca Besi ulir Plat ornament bunga Bunga hias 34

Proses Kerja 1. Menyiapkan pecahan kaca Langkah pertama, Siapkan kaca kemudian dipotong dengan menggunakan pemotong kaca. Ukuran : 3 x 1 cm Ketebalan : 0,2 cm 2. Penyusunan Pecahan kaca Langkah kedua, siapkan ukuran atau mal yang akan digunakan sebagai bentuk vas tersebut, kemudian potongan kaca yang telah dipotong sesuai ukuran tersebut disusun bertumpuk dan ditempel mengunakan lem kaca dengan mengikuti bentuk dari mal tersebut. 35

3. Menyiapkan kaki besi Vas bunga Langkah ketiga, siapkan besi ulir akan digunakan sebagai bentuk kaki vas tersebut, kemudian besi ulir tersebut disatukan dengan bentuk yang diinginkan dengan cara di las. 4. Menyatukan setiap bagian Langkah keempat, setelah setiap bagian dibuat, barulah ditahap ini semua bagian disatukan menjadi satu kesatuan sehingga menghasilkan vas bunga yang diinginkan seperti gambar di samping. Setelah itu barulah bunga dapat dimasukan dan dihias kedalam vas bunga yang telah dibuat agar estetikanya lebih terlihat. 36

Produk kedua Gear Glass Table Material Kaca Gear Pipa besi Besi panggangan 4 Plat besi Proses Kerja 1. Menyiapkan kaca Langkah pertama, pada langkah ini penulis menyiapkan beberapa bentuk dan warna kaca untuk dapat membuat furniture ini. 37

Pertama, menyiapkan kaca yang di potong dengan ukuran 3,5 x 4,5 cm dengan ketebalan 4 mm. Pada potongan kaca ini penulis menggunakan 2 warna yaitu bening dan hitam. Kedua, menyiapkan kaca yang membentuk lingkaran dengan diameter 55 cm dengan ketebalan 8 mm berwarna bening dan di bempel sekelilingnya dengan kedalaman 3 cm. 2. Menyiapkan bahan bahan pendukung Langkah kedua, dengan menyiapkan beberapa bahan pendukung yaitu, gear, pipa besi, besi panggangan, dan plat besi. Bahan bahan kemudian disatukan menjadi satu kesatuan dengan cara di las. Ukuran bahan bahan pendukung : Gear : - Diameter = 22 cm - Tingi = 11 cm Pipa besi : - Diameter = 6 cm - Tinggi = 58 cm 38

Plat besi : - Panjang = 17,5 cm - Lebar = 3 cm - Tinggi = 2 cm Besi Panggangan - Diameter = 45 cm - Tinggi = 5 mm 3. Pengecatan bahan bahan pendukung Langkah ketiga, proses pengecatan bahan bahan pendukung dengan menggunakan pewarna pilox. Pengecatan dilakukan agar furniture terlihat lebih indah dan berwarna. 4. Penyusunan pecahan kaca Langkah keempat, Penyusun pecahan kaca dengan cara ditumpuk dan juga mengikuti alur diameter dari pipa besi yang sudah di cat. 39

5. Finishing dari meja Langkah kelima, setelah tahapan tahapan sebelumnya telah dilakukan, kemudian barulah di letakan kaca dengan diameter 55 cm diatasnya. Barulah didapatkan hasil furniture meja bundar dengan bentuk seperti disamping. Produk ketiga Box Glass Table Material Kaca Kayu Pallet 3 besi holo 3 pasang Breket 40

Proses kerja 1. Menyiapkan kaca Langkah pertama, pada langkah ini penulis menyiapkan beberapa ukuran pada potongan kaca, dengan menyiapkan kaca bening dengan ketebalan 8 mm yang di potong dengan ukuran : 15 x 2 cm 11 x 2 cm 2 x 2 cm 2. Menyiapkan bahan bahan pendukung Langkah pertama, dengan menyiapkan beberapa bahan pendukung yaitu, kayu pallet, pipa besi, dan breket. Ukuran bahan bahan pendukung : Kayu Pallet : Kayu ini akan digunakan sebagai mal untuk kaki meja yang akan dibuat. Penulis akan membuat satu pasang kaki meja.adapun ukuran dari kaki meja tersebut ialah : - Panjang = 44 cm - Lebar = 8 cm - Tinggi = 34 cm 41

Proses yang akan dilakukan yaitu dengan menyerut kayu dengan mesin serut agar tekstur kayu lebih indah dan rata, kemudian memotong kayu pallet tersebut menjadi potongan potongan, setelah itu potongan tersebut disatukan menggunakan lem fox dan paku sehingga akan jauh lebih kuat yang dapat membentuk mal untuk kaki meja. Setelah kaki meja tersebut disatukan berbentuk box. Kemudian ditambakan atas dan bawah dari box tersebut atau sebagai penutup dengan ukuran : - Panjang = 56 cm - Lebar = 16 cm - Tinggi = 2 cm Agar tampilan lebih terlihat indah penulis memprofil penutup box kaki meja tersebut. Besi holo Penulis mengunakan 3 pipa besi dengan diameter 2cm dan panjang 75 cm untuk menghubungkan dua kaki meja tersebut sehingga satu kesatuan. 42

Breket Bereket ini digunakan untuk mengencangkan pipa besi dengan kaki meja agar lebih kuat dan berkesan lebih indah. 3. Menyusun pecahan kaca Langkah ketiga, kaca yang sudah dipotong sesuai ukuran, kemudian kaca kaca tersebut disusun menumpuk agar menjadi satu kesatuan dengan membungkus kaki meja yang telah dibuat. 4. Menyatukan pipa besi dan breket dengan kaki meja yang telah dibungkus kaca Langkah keempat, kaki meja sudah terbungkus kaca kemudian barulah pipa besi dan breket dapat disatukan dengan kak meja. Ini dilakukan agar kaki meja menjadi semakin kuah dan kokoh. 5. Meletakkan Kaca besar Langkah kelima, setelah tahapan tahapan sebelumnya telah dilakukan, kemudian barulah di letakan kaca dengan ukuran 120 cm x 76 cm diatasnya. Barulah didapatkan hasil furniture meja box dengan bentuk seperti disamping. 43

A. Tataran Elemen Dalam tataran elemen ini penulis akan menjelaskan secara rinci elemen elemen yang terdapat pada produk yang akan dibuat. 1. Produk pertama Iron Vase of Flower Bentuk Bentuk karya ini ialah vas bunga. Material Material yang digunakan bukan hanya kaca akan tetapi penulis menggunakan material besi untuk bagian bawahnya. Ini agar dapat menggambarkan kekuatan dan kekokohan akan karya yang dibuat. Warna Pada produk ini penulis menggunakan kaca warna bening agar karya dapat terlihat lebih bersih dan minimalis. Dan pada kerangka besi bawahnya penulis menggunakan warna hitam dan gold, karena warana tersebut akan menjadikan karya terlihat lebih mewah walaupun terbuat dari barang bekas. 2. Produk kedua Gear Glass Table Bentuk Bentuk karya ini ialah coffee table atau meja bundar. Material Adapun material yang digunakan ialah kaca, besi panggangan, pipa besi, dan gear motor. Penggunaan material tambahan pada karya furniture ini berguna untuk kekuatan pada meja tersebut dan memberikan bentuk serta estetika yang baik pada karya. Penggunaan kaca dengan dua warna 44

yaitu, kaca bening dan kaca rayben warna hitam. Ini dilakukan agar karya lebih terlihat varatif dan tidak terlihat monoton. Penggunaan gear motor pada karya ini agar karya lerlihat keren dan unik. Warna Pada produk ini penulis menggunakan kaca warna bening agar karya dapat terlihat lebih bersih dan minimalis. o Hitam Melambangkan perlindungan, mengikat, kekuatan, formalitas, misteri, kekayaan, perasaan yang dalam, kesedihan, modern, dan harga diri. Dan warna hitam pada kaca dan besi agar karya dapat terlihat lebih jelas dan terlihat lebih modern. o Emas Mencerminkan Prestis (kedudukan), kesehatan, kegembiraan, kebijakan, arti, tujuan, pencarian kedalam hati, kekuatan mists, ilmu pengetahuan, dan perasaan kagum 3. Produk ketiga Box glass table Bentuk Bentuk karya in ialah meja kotak atau meja ruang tamu. Material Adapun material yang digunakan ialah kaca, breket, pipa besi ulir, dan kayu. Penggunaan kayu ini agar karya lebih terlihat kokoh dan lebih minimalis. 45

Warna Adapun warna warna yang digunakan ialah, o Natural Warna yang digunakan pada kayu ialah natural agar serat pada kayu lebih terlhat natural dan berkesan minimalis. Ini dilakukan agar warna kaca pada meja juga lebih terlihat dan tidak meninggalkan kesan naturalnya. o Abu-abu Warna yang digunkan pada Mencerminkan keamanan, kepandaian, tenang dan serius, kesederhanaan, kedewasaaan, konservatif, praktis, kesedihan, bosan, profesional, kualitas, diam, tenang. 46

Penempatan Produk 47

48