MEMBACA LAPORAN KEUANGAN

dokumen-dokumen yang mirip
Catatan 31 Maret Maret 2010

PT MUSTIKA RATU Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

1,111,984, ,724,096 Persediaan 12 8,546,596, f, ,137, ,402,286 2h, 9 3,134,250,000 24,564,101,900

JUMLAH ASET LANCAR

PT TEMPO SCAN PACIFIC Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 31 Maret 2010 dan 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)

AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,2e,4, Penyertaan sementara 2c,2f,

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

30 Juni 31 Desember

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN. Catatan 2009*) Kas dan setara kas 2d,

JUMLAH AKTIVA

LAMPIRAN. 1. Ikhtisar Laporan Keuangan PT. Holcim Indonesia Tbk

PT ASTRA GRAPHIA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasi yang merupakan Bagian yang tidak terpisahkan dari Laporan ini

PT JAYA REAL PROPERTY TBK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN Per 30 Juni 2011 dan 31 Desember 2010 (Dalam Ribuan Rupiah) 31 Desember 2010

PT RICKY PUTRA GLOBALINDO Tbk dan ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI. Pada tanggal 30 Maret 2012 dan 2011 (Tidak Diaudit)

PT JEMBO CABLE COMPANY Tbk NERACA 31 Desember 2003 dan 2002 (dalam Ribuan Rupiah, kecuali di nyatakan lain)

PT Argo Pantes Tbk dan Anak Perusahaan Neraca Konsolidasi Per tanggal 31 Desember 2007, 2006, dan

P.T. SURYA SEMESTA INTERNUSA Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE YANG BERAKHIR 30 JUNI 2008 DAN 2007

1 Januari 2010/ 31 Desember 31 Desember 31 Desember (Disajikan kembali)

30 September 31 Desember Catatan

Lampiran 1. Neraca Konsolidasi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

PT SARASA NUGRAHA Tbk NERACA Per 31 Desember 2004 dan 2003 (Dalam Ribuan Rupiah, Kecuali Data Saham)

PT ASTRA GRAPHIA Tbk

L2

BAB IV. ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT GUDANG GARAM Tbk. modal kerja yang paling tinggi tingkat likuiditasnya. Hal ini berarti bahwa

PT ASTRA GRAPHIA Tbk

PT ASTRA GRAPHIA Tbk

d1/march 28, sign: Catatan terlampir merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian secara keseluruhan

PT GARUDA METALINDO Tbk

LAPORAN KEUANGAN PT ULTRAJAYA MILK TBK AKTIVA AKTIVA LANCAR

ASET ASET LANCAR Kas dan setara kas Rp Penyertaan sementara Rp Piutang usaha

LAPORAN KEUANGAN (Tidak Diaudit) 30 September 2008 dan PT Asahimas Flat Glass Tbk


SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN PERNYATAAN


DAFTAR PUSTAKA. Sartono, Agus Manajemen Keuangan : Teori dan Aplikasi. Edisi Keempat.

DAFTAR PENYUSUTAN DAN AMORTISASI FISKAL TAHUN PAJAK 2 0 NPWP : NAMA WAJIB PAJAK : BULAN / TAHUN PEROLEHAN HARGA PEROLEHAN (US$)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN. Tbk dari tahun 2002 hingga tahun 2004 dengan menggunakan metode analisis horizontal

LAMPIRAN. Laporan Keuangan PT Astra Graphia Tbk

BAB III GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. pada tanggal 16 Januari 1985 berdasarkan akta notaris Ridwan Suselo, S.H., No. 27.

Manajemen Keuangan LAPORAN KEUANGAN. Bentuk Bentuk Laporan Keuangan. Idik Sodikin,SE,MBA,MM. Modul ke: Fakultas EKONOMI DAN BISNIS

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN MODAL KERJA PADA PT. TELEKOMUNIKASI INDONESIA, TBK PERIODE TAHUN

PT SKYBEE Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN

BAB II LANDASAN TEORI. perusahaan yang mengajak orang lain untuk membeli barang dan jasa yang ditawarkan

PT CAHAYA KALBAR Tbk NERACA Periode 30 Juni 2010 Dengan Angka Perbandingan untuk Tahun 2009 (Dinyatakan dalam Rupiah)

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN DENGAN METODE COMMON SIZE PADA PT. HOLCIM INDONESIA Tbk.

ANALISIS PROSPEKTIF LAPORAN KEUANGAN PT. GUDANG GARAM Tbk. Tugas Mata Kuliah Analisis Laporan Keuangan

BAB III ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN KAS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN KEUANGAN UNTUK TIGA BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 31 MARET 2011

ASET Catatan 31 Maret Desember 2012

ASET Catatan Januari 2014 Disajikan Kembali- Catatan 6 Rp Rp Rp

LAMPIRAN KHUSUS SPT TAHUNAN PAJAK PENGHASILAN WAJIB PAJAK BADAN

2009 Catatan Piutang pihak yang mempunyai hubungan istimewa d,2g,

BAB 4 ANALISIS DAN BAHASAN

Catatan. 2d,2h,3 2d,2h,4,17 2h,5 2i,6, r,8 2k. 2e 2r,26 2j,9. 21,2m,20,10, 17 2n 2h 2h,21,20,11

BAB III METODE PENELITIAN

LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI PT INDO EVERGREEN. UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2011 dan 2010

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

BAB I LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN

PT BENTOEL INTER LAPORAN POSISI KE 200 KETERANGAN 2009 ASSET ASSET LANCAR kas dan setara kas 84,310,801,719 piutang usaha pihak ketiga

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) DAN LAPORAN ARUS KAS

PT INDOSAT Tbk DAN ANAK PERUSAHAAN NERACA KONSOLIDASI 30 September 2010 dan 2009 (Tidak Diaudit) (Disajikan dalam jutaan rupiah, kecuali data saham)

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN. dan interprestasi terhadap laporan keuangan badan yang bersangkutan.

PEDOMAN PENYUSUNAN LAPORAN BULANAN PERUSAHAAN PENJAMINAN KREDIT

Neraca Konsolidasi PT. GUDANG GARAM, Tbk.

KEPUTUSAN KETUA BADAN PENGAWAS PASAR MODAL NOMOR KEP-06/PM/2000 TENTANG PERUBAHAN PERATURAN NOMOR VIII.G.7 TENTANG PEDOMAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN

Catatan/ Notes Rp dan Rp masingmasing pada 31 Desember 2006 dan 2005) c, 2f,

PT SIANTAR TOP Tbk LAPORAN KEUANGAN UNTUK ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL 30 JUNI 2007 DAN 2006 (TIDAK DIAUDIT)

BAB IV PEMBAHASAN. CV Scala Mandiri akan memperoleh beberapa manfaat, antara lain: 1. Dapat menyusun laporan keuangannya sendiri.

Lampiran 1 DATA ANALISIS RASIO AKTIVITAS. A. Inventory Turnover Periode Tahun (Dalam Jutaan Rupiah) 2007 DESCRIPTION TMS SIK TMS SIK

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

PT PETA DAFTAR JURNAL KOREKSI DAN REKLASIFIKASI TAHUN 2012 No. Keterangan Ref. KK Debit 1 Bank BINI C 13,500,000 Piutang dagang

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 31 Maret 2017

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 28 Februari 2017

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN BANK : PT BANK NEGARA INDONESIA (PERSERO). Tbk TANGGAL LAPORAN : Per 30 September 2016

LAPORAN PUBLIKASI ( BULANAN ) NERACA / BALANCE SHEET (Dalam Jutaan Rupiah)

LAPORAN PUBLIKASI (BULANAN)/CONDENSED FINANCIAL STATEMENT (MONTHLY) LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) /BALANCE SHEET REPORT

LAPORAN PUBLIKASI (BULANAN)/CONDENSED FINANCIAL STATEMENT (MONTHLY) LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) /BALANCE SHEET REPORT

LAPORAN PUBLIKASI (BULANAN)/CONDENSED FINANCIAL STATEMENT (MONTHLY) LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) /BALANCE SHEET REPORT

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) BULANAN

Transkripsi:

MEMBACA LAPORAN KEUANGAN Denny S. Halim Jakarta, 31 Juli 2008 1

Outline Pengertian Akuntansi Proses Akuntansi Laporan Keuangan Neraca Laporan Rugi Laba Laporan Arus Kas Pentingnya Laporan Keuangan Keterbatasan Laporan Keuangan 2

Pengertian Akuntansi Akuntansi adalah seni pencatatan, pengklasifikasian, pengikhtisaran transaksi keuangan suatu organisasi/perusahaan dengan cara-cara tertentu yang sistematis serta menginterpretasikan hasilnya. 3

Proses Akuntansi Dokumen Pendukung Dokumen Sumber Jurnal Buku Besar Laporan Keuangan Buku Pembantu 4

Manfaat Akuntansi Interpretasi terhadap laporan keuangan sebagai hasil akhir dari proses akuntansi sangat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan atas laporan keuangan perusahaan. Pihak-pihak yang berkepentingan atas laporan keuangan perusahaan: Internal Manajemen Pemilik perusahaan Karyawan Eksternal Kreditur Investor Pemerintah Pemasok Konsumen 5

Laporan Keuangan Neraca Adalah laporan yang menunjukkan posisi keuangan yang meliputi aktiva, utang dan modal dari suatu perusahaan pada saat tertentu. Laporan Rugi-Laba Adalah suatu laporan yang menunjukkan prestasi perusahaan dalam suatu jangka tertentu. Prestasi perusahaan dapat diukur dengan melihat laba yang diperoleh. 6

Laporan Keuangan Laporan Arus Kas Adalah laporan yang memberikan informasi tentang mutasi/perubahan daripada kas selama periode tertentu dengan menunjukkan sumber-sumber kas dan penggunaan kas. 7

Laporan Keuangan Pentingnya Laporan Keuangan Dengan melakukan analisa terhadap akun/pos-pos laporan keuangan akan diperoleh gambaran posisi keuangan dan perkembangan usaha dari suatu perusahaan. Keterbatasan Laporan Keuangan (Neraca) Tidak mencerminkan nilai sekarang Angka-angka dalam laporan keuangan merupakan nilai buku yang belum tentu sesuai dengan nilai pasar atau nilai gantinya. Satuan moneter (uang) Laporan keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang, misalnya reputasi dan prestasi perusahaan, kemampuan integritas manajemen, dll. 8

Laporan Keuangan Keterbatasan Laporan Keuangan (Neraca) Adanya penggunaan judgement Penilaian terhadap piutang dapat terjadi menggunakan judgement, misalnya tingkat kolektibilitas piutang. Transaksi off balance sheet Transaksi tertentu adakalanya tidak dicantumkan dalam neraca sehingga aset perusahaan lebih kecil dan utangnya juga lebih kecil. 9

Laporan Keuangan Laporan keuangan berkualitas : Tepat waktu Jelas dan dapat dimengerti Dapat diuji kebenarannya, andal (reliable) Dapat diperbandingkan Lengkap 10

Neraca Klasifikasi aktiva Aktiva lancar Aktiva tidak lancar Klasifikasi Utang Utang lancar Utang jangka panjang Ekuitas Modal saham Laba ditahan 11

Neraca Bentuk rekening (account form/t- Account) Bentuk laporan (Report form) 12

Neraca PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Neraca 31 Desember 2007 Aktiva Kewajiban dan Ekuitas Investasi Pendanaan 13

Aktiva Lancar Kas dan setara kas Terdiri dari uang tunai dan bank yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk membiayai operasi perusahaan. Penempatan jangka pendek Terdiri dari invetasi dalam surat-surat berharga dengan maksud untuk memanfaatkan uang kas yang sementara waktu belum dibutuhkan. Piutang usaha Yaitu tagihan kepada pihak ketiga sebagai akibat penjualan secara kredit. Piutang lain-lain Yaitu tagihan kepada pihak ketiga yang bukan merupakan transaksi penjualan. Persediaan Meliputi persediaan barang-barang yang siap dijual, barang setengah jadi maupun bahan baku dan suku cadang. 14

Aktiva Lancar Uang muka dan jaminan Uang yang diberikan kepada supplier atau pihak ketiga sehubungan dengan pekerjaan yang akan dilakukan. Pajak dibayar dimuka Pajak dibayar dimuka untuk Pajak Pertambahan Nilai atau Pajak Penghasilan (PPh ps. 22,23). Biaya dibayar dimuka Adalah biaya yang sudah dibayar, tetapi manfaatnya belum dinikmati (akan dinikmati dalam 1 operating cycle yang akan datang, misalnya asuransi, sewa, iklan). 15

Aktiva Tidak Lancar Piutang hubungan istimewa Piutang yang timbul atas transaksi kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Aktiva pajak tangguhan Adalah jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat adanya sisa kompensasi kerugian dan perbedaan temporer yang boleh dikurangkan. Penyertaan jangka panjang dan uang muka kepada perusahaan asosiasi Adalah investasi di perusahaan anak dalam rangka pengendalian di perusahaan anak. 16

Aktiva Lancar Aktiva tetap Adalah aktiva berwujud yang dimiliki perusahaan dan mempunyai masa manfaat lebih dari 1 tahun /mempunyai umur relatif panjang. Kas dan deposito berjangka yang penggunaannya dibatasi Adalah kas dan deposito yang bukan digunakan untuk operasional tetapi untuk tujuan khusus. Aktiva tidak lancar lainnya Meliputi biaya dibayar dimuka jangka panjang, biaya pra-operasi dll. 17

Kewajiban Lancar Hutang usaha-pihak ketiga Adalah kewajiban yang timbul karena pembelian bahan baku, bahan pembantu, spare parts dll dari supplier yang mempunyai jangka waktu kurang dari 1 tahun Hutang usaha-pihak yang mempunyai hubungan istimewa Adalah kewajiban yang timbul karena pembelian atau transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa Hutang lain-lain kepada pihak ketiga Kewajiban yang timbul karena transaksi bukan pembelian bahan baku, bahan pembantu atau spare parts Biaya yang masih harus dibayar Biaya yang sudah dibukukan tetapi masih belum dibayar atau belum jatuh tempo 18

Kewajiban Lancar Bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Adalah hutang bank yang akan segera jatuh tempo Kewajiban lancar lainnya Meliputi deposit yang diterima dari customer dll. 19

Kewajiban Tidak Lancar Hutang hubungan istimewa Hutang yang timbul atas transaksi kepada pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa. Kewajiban pajak tangguhan Adalah jumlah pajak penghasilan terutang untuk periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak. Kewajiban jangka panjang Adalah hutang yang jatuh temponya lebih dari 1 tahun (hutang bank). Laba ditangguhkan atas transaksi penjualan dan penyewaan kembali Keuntungan yang ditimbulkan transaksi leasing dan akan diamortisasi sesuai dengan masa manfaat asset yang bersangkutan 20

Ekuitas Modal saham Nilai saham yang dikeluarkan perusahaan yang dicatat sebesar nilai nominalnya. Agio saham Selisih lebih jumlah yang diterima dari pengeluaran saham diatas nilai nominal. Selisih transaksi perubahan ekuitas anak perusahaan Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 21

Ekuitas Rugi /laba yang belum direalisasi atas efek tersedia untuk dijual Adalah selisih nilai pasar efek dengan nilai buku periode berjalan. Saldo laba 22

Laporan Rugi-Laba Single step Multiple step 23

Laporan Rugi-Laba Pendapatan bersih Beban pokok pendapatan Laba kotor Beban usaha Pengangkutan dan penjualan Umum dan administrasi Penghasilan (Beban) lain-lain Penghasilan bunga Laba atas pembelian kembali pinjaman Laba atas pelepasan aktiva tetap Laba (rugi) kurs Beban bunga Laba atas penyertaan jangka panjang Lain-lain 24

Laporan Rugi-Laba Bagian atas laba bersih perusahaan asosiasi Beban pajak penghasilan Laba bersih per saham 25

Perhitungan Harga Pokok Harga pokok penjualan : Persediaan awal barang jadi +/+ Harga pokok produksi -/- Persediaan akhir barang jadi Harga pokok produksi : Persediaan awal barang setengah jadi +/+ Bahan baku yang dipakai +/+ Upah langsung +/+ Biaya umum pabrik -/- Persediaan akhir barang setengah jadi 26

Perhitungan Harga Pokok Bahan baku yang dipakai : Persediaan awal bahan baku +/+ Pembelian bahan baku -/- Persediaan akhir bahan baku 27

Laporan Arus Kas Arus kas dari aktivitas operasi Penerimaan dari pelanggan Pembayaran untuk pemasok dan kontraktor Hasil dari restitusi pajak Penerimaan dari penghasilan bunga Pembayaran pajak Penerimaan bersih dari aktivitas operasi lainnya 28

Laporan Arus Kas Arus kas dari aktivitas investasi Penerimaan dari dividen kas Penerimaan dari penjualan aktiva tetap Akuisisi anak perusahaan Hasil penjualan surat berharga Penerimaan dari transaksi penjualan dan penyewaan kembali Penerimaan dari pengembalian penyertaan pada perusahaan asosiasi Penerimaan dari aktivitas investasi lainnya 29

Laporan Arus Kas Arus kas dari aktivitas pendanaan Penerimaan (pembayaran) dari transaksi derivatif Pembayaran hutang sewa guna usaha Penerbitan dari penerbitan saham melalui pelaksanaan waran oleh pemegang saham Hasil penjualan surat berharga Penerimaan dari transaksi penjualan dan penyewaan kembali Penerimaan dari pengembalian penyertaan pada perusahaan asosiasi Penerimaan dari aktivitas investasi lainnya 30

Neraca Konsolidasi 30 Juni 2008 (Jumlah dalam Rupiah) KEWAJIBAN DAN EKUITAS Catatan 2008 2007 A K T I V A Catatan 2008 2007 AKTIVA LANCAR Kas dan setara kas 2c,3 612.803.105.789 194.115.312.674 Deposito berjangka 2c 4.475.592.996 7.349.397.564 Penempatan jangka pendek 2d - 5.729.300.000 Piutang usaha 2e,4 Pihak yang mempunyai hubungan istimewa 2f,22 29.239.460.739 60.663.379.289 Pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp12.904.975.199 pada tahun 2008 dan Rp11.347.612.391 pada tahun 2007 23l 939.690.358.412 620.637.523.119 Piutang lain-lain dari pihak ketiga - setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp5.672.157.875 pada tahun 2008 dan Rp7.271.980.358 pada tahun 2007 2e,5,10 8.268.964.974 8.248.102.445 Aktiva derivatif - bersih 2q - 450.345.236 Persediaan - bersih 2g,6 1.328.999.912.134 1.002.554.831.808 Uang muka dan jaminan 6,23a,23e 141.203.011.264 82.085.460.533 Pajak dibayar dimuka 10 11.928.707.040 8.447.704.973 Biaya dibayar dimuka 2h 18.736.953.669 17.651.023.496 JUMLAH AKTIVA LANCAR 3.095.346.067.017 2.007.932.381.137 AKTIVA TIDAK LANCAR Piutang hubungan istimewa 2f,22 32.772.451.831 44.728.276.350 Aktiva pajak tangguhan - bersih 2r,10 14.049.096.855 7.007.392.393 Penyertaan jangka panjang dan uang muka kepada perusahaan asosiasi - setelah dikurangi penyisihan uang muka sebesar Rp13.720.944.026 pada tahun 2008 dan 2007 2b,2f,7,22 53.848.182.389 54.075.051.094 Aktiva tetap - setelah dikurangi akumulasi penyusutan, amortisasi dan deplesi sebesar Rp5.137.322.330.683 pada tahun 2008 dan Rp4.585.366.107.978 2i,2j,2k, pada tahun 2007 2l,8 7.461.630.368.096 7.605.657.521.102 Kas dan deposito berjangka yang penggunaannya dibatasi 12-479.000.000 Aktiva tidak lancar lainnya 2h,2m,8 92.625.606.239 64.767.494.894 JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 7.654.925.705.410 7.776.714.735.833 JUMLAH AKTIVA 10.750.271.772.427 9.784.647.116.970 KEWAJIBAN LANCAR Hutang usaha kepada pihak ketiga 9 212.745.101.715 118.901.076.618 Hutang lain-lain kepada pihak ketiga 8,23k 198.830.370.170 129.737.668.628 Biaya masih harus dibayar 19 176.740.335.842 168.783.650.753 Hutang pajak 2r,10 255.980.501.112 83.818.935.114 Hutang dividen 16-110.436.950.970 Bagian hutang jangka panjang yang jatuh tempo dalam satu tahun Hutang bank dan lembaga keuangan 2f,11,22 1.383.750.000.000 249.715.897.913 Hutang sewa guna usaha 2k,8,12 52.490.133.617 2.913.721.228 JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 2.280.536.442.456 864.307.901.224 KEWAJIBAN TIDAK LANCAR Hutang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun Hutang bank dan lembaga keuangan 2f,11,22-1.850.115.293.919 Hutang sewa guna usaha 2k,8,12 62.846.601.518 4.475.593.001 Kewajiban derivatif jangka panjang 2q,24 34.029.180.000 65.588.479.776 Hutang hubungan istimewa 2f,22 6.032.002.515 2.101.806.220 Kewajiban pajak tangguhan - bersih 2r,10 686.656.488.448 619.414.843.334 Kewajiban diestimasi untuk imbalan kerja 2o,21 64.930.331.317 57.542.537.808 Kewajiban diestimasi untuk imbalan kesehatan pasca kerja 2o,21 11.307.733.315 8.898.788.182 Penyisihan untuk restorasi lahan bekas tambang 23s 27.944.325.626 17.513.616.688 Laba ditangguhkan atas transaksi penjualan dan penyewaan kembali - bersih 2k 5.457.904.416 6.601.172.072 JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 899.204.567.155 2.632.252.131.000 HAK MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH ANAK PERUSAHAAN 2b 22.241.939.660 - EKUITAS Modal saham - nilai nominal Rp500 per saham Modal dasar - 8.000.000.000 saham Modal ditempatkan dan disetor penuh - 3.681.231.699 saham 13 1.840.615.849.500 1.840.615.849.500 Agio saham 2t,14 1.194.236.402.048 1.194.236.402.048 Agio saham lainnya 15 338.250.000.000 338.250.000.000 Selisih penilaian kembali aktiva tetap 2i 229.970.296.236 229.970.296.236 Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas sepengendali 2b 1.165.715.376.569 1.165.715.376.569 Selisih transaksi perubahan ekuitas Anak Perusahaan 2b 19.755.254.175 6.590.439.301 Saldo laba Telah ditentukan penggunaannya 17 200.000.000.000 175.000.000.000 Belum ditentukan penggunaannya 2.559.745.644.628 1.337.708.721.092 JUMLAH EKUITAS 7.548.288.823.156 6.288.087.084.746 JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 10.750.271.772.427 9.784.647.116.970 31

Laporan Laba-Rugi Konsolidasi 30 Juni 2008 (Jumlah dalam Rupiah) Catatan 2008 2007 PENDAPATAN BERSIH 2f,2n,18, 22,23l,23n 4.489.191.076.712 3.157.153.412.642 BEBAN POKOK PENDAPATAN 2f,2n,19,22, 23g,23o, 23p,23q 2.644.940.312.029 2.055.115.060.749 LABA KOTOR 1.844.250.764.683 1.102.038.351.893 BEBAN USAHA 2f,2n,20,21, 22,23k,23m Pengangkutan dan penjualan 611.571.614.579 424.510.452.534 Umum dan administrasi 113.023.664.380 97.200.057.929 Jumlah Beban Usaha 724.595.278.959 521.710.510.463 LABA USAHA 1.119.655.485.724 580.327.841.430 PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN Laba kurs - bersih 2p,2q,24 16.950.627.532 11.131.791.499 Penghasilan bunga 14.783.735.808 4.018.675.769 Beban bunga dan beban keuangan lainnya 11,12,22 (71.378.424.016) (104.121.959.556) Lain-lain - bersih 2d,2f,2i,2m, 2n,22,23d 15.916.290.617 22.406.808.847 Beban Lain-lain - Bersih (23.727.770.059) (66.564.683.441) BAGIAN ATAS LABA BERSIH PERUSAHAAN ASOSIASI - BERSIH 2b,7 5.168.268.159 4.773.282.113 LABA SEBELUM BEBAN PAJAK PENGHASILAN BADAN 1.101.095.983.824 518.536.440.102 BEBAN PAJAK PENGHASILAN BADAN 2r,10 Kini 325.882.833.300 146.357.677.200 Tangguhan 3.683.960.504 12.033.564.271 Jumlah Beban Pajak Penghasilan Badan 329.566.793.804 158.391.241.471 LABA SEBELUM HAK MINORITAS 771.529.190.020 360.145.198.631 HAK MINORITAS 2b (786.244.393) - LABA BERSIH 770.742.945.627 360.145.198.631 LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 2u 209,37 97,83 32

Laporan Arus Kas Konsolidasi 30 Juni 2008 (Jumlah dalam Rupiah) Catatan 2008 2007 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI Penerimaan dari pelanggan 4.728.477.714.300 3.374.731.786.208 Pembayaran untuk pemasok dan kontraktor, serta gaji dan kesejahteraan karyawan (3.506.763.881.652) (2.534.775.540.004 Kas yang diperoleh dari operasi 1.221.713.832.648 839.956.246.204 Penerimaan dari penghasilan bunga 13.481.724.326 2.452.505.017 Penerimaan dari restitusi pajak 10 2.998.251.227 6.710.309.372 Pembayaran pajak (643.366.141.668) (331.829.239.304 Pembayaran beban bunga dan beban keuangan lainnya (70.811.729.270) (119.388.826.266 Penerimaan bersih dari aktivitas operasi lainnya 9.939.991.650 37.715.369.791 Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 533.955.928.913 435.616.364.814 ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI Penerimaan dari transaksi penjualan dan penyewaan kembali 10.509.090.900 - Pencairan bersih deposito berjangka 1.436.902.284 1.436.902.284 Penerimaan dari penjualan aktiva tetap 942.295.350 7.269.600.000 Perolehan aktiva tetap (103.831.560.120) (116.890.580.332 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (90.943.271.586) (108.184.078.048 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN Penerimaan bersih dari (pembayaran untuk) transaksi derivatif 292.000.000 (4.075.890.000 Pembayaran dividen kas 16 (129.936.666.884) (15.019.500 Pembayaran hutang sewa guna usaha (26.583.147.054) (1.891.315.924 Penerimaan dari pinjaman jangka pendek - 45.450.000.000 Pembayaran hutang jangka pendek dan jangka panjang - (217.248.706.076 Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (156.227.813.938) (177.780.931.500) PENGARUH BERSIH PERUBAHAN KURS PADA KAS DAN SETARA KAS 18.259.506.698 1.077.692.661 KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 305.044.350.087 150.729.047.927 KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 3 307.758.755.702 43.386.264.747 KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 3 612.803.105.789 194.115.312.674 33

Akuntansi Pajak Tangguhan (PSAK 46) Aset Pajak Tangguhan (deferred tax assets) adalah jumlah pajak penghasilan terpulihkan (recoverable) pada periode mendatang sebagai akibat adanya: perbedaan temporer yang boleh dikurangkan sisa kompensasi kerugian Kewajiban Pajak Tangguhan (deferred tax liabilities) adalah jumlah pajak penghasilan terutang (payable) untuk periode mendatang sebagai akibat adanya perbedaan temporer kena pajak. 34

Terima kasih 35