Bab 14 Kenyamanan Termal. Kenyaman termal

dokumen-dokumen yang mirip
BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Menurut ASHRAE (American Society of Heating, Refrigerating and

Aspek Perancangan. Ventilasi. Ventilasi Alami. Kelemahan Ventilasi Alami. Menghitung OTTV (Overall Thermal Transfer Value)

LAMPIRAN. = transmitansi termal fenestrasi (W/m 2.K) = beda temperatur perencanaan antara bagian luar dan bagian dalam (diambil

BAB V ANALISIS DAN INTERPRETASI HASIL

BAB IV: KONSEP Pendekatan Konsep Bangunan Hemat Energi

BAB 9. PENGKONDISIAN UDARA

LAPORAN TUGAS MENGHITUNG NILAI OTTV DI LABTEK IXC

BAB III TINJAUAN KHUSUS

BAB II LANDASAN TEORI

BAB IV ANALISIS DAN PERHITUNGAN

LAMPIRAN 1 PERAN ENERGI DALAM ARSITEKTUR

BAB V PENUTUP. 5.1 Kesimpulan

PENGHAWAAN DALAM BANGUNAN. Erick kurniawan Harun cahyono Muhammad faris Roby ardian ipin

Pengaruh Desain Fasade Bangunan terhadap Kondisi Pencahayaan Alami dan Kenyamanan Termal

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

RESORT DENGAN FASILITAS MEDITASI ARSITEKTUR TROPIS BAB III TINJAUAN KHUSUS. 3.1 Latar Belakang Pemilihan Tema. 3.2 Penjelasan Tema

Perbandingan Perhitungan OTTV dan RETV Gedung Residensial Apartement.

BAB II DASAR TEORI. Gambar 2.1 Self Dryer dengan kolektor terpisah. (sumber : L szl Imre, 2006).

BAGIAN II : UTILITAS TERMAL REFRIGERASI, VENTILASI DAN AIR CONDITIONING (RVAC)

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu persyaratan ruangan yang baik adalah ruangan yang memiliki

KALOR. Peristiwa yang melibatkan kalor sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

KALOR. system yang lain; ini merupakan dasar kalorimetri, yang merupakan pengukuran kuantitatif pertukaran kalor.

BAB III DASAR PERANCANGAN INSTALASI AIR CONDITIONING

SMP kelas 9 - FISIKA BAB 9. KALOR DAN PERPINDAHANNYALatihan Soal 9.3

BAB V KESIMPULAN UMUM

BAB II LANDASAN TEORI

besarnya energi panas yang dapat dimanfaatkan atau dihasilkan oleh sistem tungku tersebut. Disamping itu rancangan tungku juga akan dapat menentukan

BAGIAN III PRINSIP-PRINSIP ESTIMASI BEBAN PENDINGIN TATA UDARA

Cut Nuraini/Institut Teknologi Medan/

SMP kelas 7 - FISIKA BAB 4. Kalor dan PerpindahannyaLatihan Soal 4.3

PENERUSAN PANAS PADA DINDING GLAS BLOK LOKAL

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB IV ANALISA STUDI KASUS

RADIASI MATAHARI DAN TEMPERATUR

ATMOSFER I. A. Pengertian, Kandungan Gas, Fungsi, dan Manfaat Penyelidikan Atmosfer 1. Pengertian Atmosfer. Tabel Kandungan Gas dalam Atmosfer

Laporan Tugas Akhir 2012 BAB II DASAR TEORI

SAINS ARSITEKTUR II BANGUNAN ARSITEKTUR YANG RAMAH LINGKUNGAN MENURUT KONSEP ARSITEKTUR TROPIS. Di susun oleh : FERIA ETIKA.A.

KAJIAN KONSERVASI ENERGI PADA BANGUNAN KAMPUS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG (UNNES) DITINJAU DARI ASPEK PENCAHAYAAN DAN PENGHAWAAN ALAMI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SAINS ARSITEKTUR II Iklim (Tropis Basah) & Problematika Arsitektur

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. khatulistiwa, maka wilayah Indonesia akan selalu disinari matahari selama jam

Air dalam atmosfer hanya merupakan sebagian kecil air yang ada di bumi (0.001%) dari seluruh air.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

Matahari dan Kehidupan Kita

T P = T C+10 = 8 10 T C +10 = 4 5 T C+10. Pembahasan Soal Suhu dan Kalor Fisika SMA Kelas X. Contoh soal kalibrasi termometer

SOLUSI VENTILASI VERTIKAL DALAM MENDUKUNG KENYAMANAN TERMAL PADA RUMAH DI PERKOTAAN

I. PENDAHULUAN. Kaca merupakan salah satu produk industri kimia yang banyak digunakan dalam

- TEMPERATUR - Temperatur inti tubuh manusia berada pada kisaran nilai 37 o C (khususnya bagian otak dan rongga dada) 30/10/2011

BAB II LANDASAN TEORITIS. Kenyamanan dan perasaan nyaman adalah penilaian komprehensif

Pengantar Sistem Tata Udara

OPTIMASI PENGGUNAAN PENCAHAYAAN ALAMI PADA RUANG KERJA DENGAN MENGATUR PERBANDINGAN LUAS JENDELA TERHADAP DINDING

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB III PERANCANGAN.

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Skema proses penerimaan radiasi matahari oleh bumi

Rumah Sehat. edited by Ratna Farida

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Soal Suhu dan Kalor. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

9/17/ KALOR 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Dalam buku karangan Ellsworth Huntington (1951) yang berjudul principles

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang

Transfer Termal pada Selubung Bangunan SMPN 1 Plandaan Jombang

BAB III PERENCANAAN, PERHITUNGAN BEBAN PENDINGIN, DAN PEMILIHAN UNIT AC

SUHU DAN KALOR DEPARTEMEN FISIKA IPB

PEMANASAN BUMI BAB. Suhu dan Perpindahan Panas. Skala Suhu

BAB IV: KONSEP Konsep Dasar WARNA HEALING ENVIRONMENT. lingkungan yang. mampu menyembuhkan. Gambar 4. 1 Konsep Dasar

III. METODELOGI PENELITIAN. Penelitian ini berlangsung dalam 2 (dua) tahap pelaksanaan. Tahap pertama

MARDIANA LADAYNA TAWALANI M.K.

Pemanasan Bumi. Suhu dan Perpindahan Panas

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB IV: KONSEP Konsep Dasar Arsitektur Bioklimatik.

ANALISA KEBUTUHAN BEBAN PENDINGIN DAN DAYA ALAT PENDINGIN AC UNTUK AULA KAMPUS 2 UM METRO. Abstrak

BAB II KAJIAN PUSTAKA. untuk membuat agar bahan makanan menjadi awet. Prinsip dasar dari pengeringan

SAINS ARSITEKTUR II BANGUNAN ARSITEKTUR YANG RAMAH LINGKUNGAN MENURUT KONSEP ARSITEKTUR TROPIS. Di Susun Oleh : AHMAD NIDLOM ( )

SUHU UDARA DAN KEHIDUPAN

Pathologi Bangunan dan Gas Radon Salah satu faktor paling populer penyebab terganggunya kesehatan manusia yang berdiam

Grafik tegangan (chanel 1) terhadap suhu

BAB V PROGRAM PERENCANAAN DAN PERANCANGAN ARSITEKTUR

Suhu Udara dan Kehidupan. Meteorologi

SAINS ARSITEKTUR II GRAHA WONOKOYO SEBAGAI BANGUNAN BERWAWASAN LINGKUNGAN DI IKLIM TROPIS. Di susun oleh : ROMI RIZALI ( )

Perbandingan Perhitungan OTTV dan ETTV Gedung Komersial - Kantor

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

LAMPIRAN I. Tes Hasil Belajar Observasi Awal

TOPIK: PANAS DAN HUKUM PERTAMA TERMODINAMIKA. 1. Berikanlah perbedaan antara temperatur, panas (kalor) dan energi dalam!

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III METODE PENELITIAN (BAHAN DAN METODE) keperluan. Prinsip kerja kolektor pemanas udara yaitu : pelat absorber menyerap

RUMAH SEHAT. Oleh : SUYAMDI, S.H, M.M Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Karanganyar

BAB III TINJAUAN KHUSUS

berfungsi sebagai tempat pertukaran udara dan masuknya cahaya matahari. 2) Cross Ventilation, yang diterapkan pada kedua studi kasus, merupakan sistem

LEMBAR KERJA (LAPORAN ) PRAKTIKUM IPA SD PDGK 4107 MODUL 5. KALOR PERUBAHAN WUJUD ZAT dan PERPINDAHANNYA PADA SUATU ZAT

PENDEKATAN PEMBENTUKAN IKLIM-MIKRO DAN PEMANFAATAN ENERGI ALTERNATIF SEBAGAI USAHA TERCAPAINYA MODEL PENDIDIKAN LINGKUNGAN BINAAN YANG HEMAT ENERGI

BAB I PENDAHULUAN. Dari latar belakang diatas, ada masalah-masalah terkait kenyamanan yang akan dibahas dalam laporan ini yaitu

SMK NEGERI I CIREBON 2011 Visit us on : ptu.smkn1-cirebon.sch.id

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

Transkripsi:

Bab 14 Kenyamanan Termal Dr. Yeffry Handoko Putra, S.T, M.T E-mail: yeffry@unikom.ac.id 172 Kenyaman termal Kenyaman termal adalah suatu kondisi yang dinikmati oleh manusia. Faktor-faktor kenyamanan termal (4 faktor lingkungan dan 3 faktur manusia): - Suhu udara - Kecepatan angin - Kelembaban udara - Rata-rata suhu radian permukaan ruang - Aktivitas manusia - Usia - Pakaian 173 1

Mekanisme pengontrol kenyamanan termal Secara Internal (pada tubuh manusia): - Proses keringat (Sweating) dan Pengerutan pori (Dilation) - Pemancaran panas tubuh secara radiasi Secara Eksternal (kondisi lingkungan) - Ventilasi - Kenaikan dan penurunan temperatur udara - Sinar matahari - Adanya bahan-bahan penyerap dan penangkal panas pada pakaian, bahan bangunan, kaca 174 Kenyamanan termal manusia 175 2

Fungsi Jendela Fungsi Tujuan Resiko Memandang Kontak keluar Kehilangan privasi Ventilasi Udara segar Kehilangan panas/dingin Pencahayaan PASH Silau Perolehan Panas Solar gain Overheat 176 Cara Perpindahan Panas Konduksi : Perpindahan panas dengan cara penjalaran di dalam suatu bahan atau antara permukaan dua bahan yang saling bersentuhan. Misal antara kaki kita tanpa sepatu dan permukaan lantai. Dinding yang tebal memerlukan waktu lama untuk penjalaran panas, karena itu dinding tebal sering dipakai di bangunan tropis Konveksi Perpindahan panas karena adanya aliran udara. Misal saat angin mengenai permukaan kulit kita, maka kita akan merasa sejuk karena panas kulit kita terbawa angin Radiasi Perpindahan panas secara pancaran, misal panas dari alat elektronik, lampu, sinar matahari 177 3

Mengatasinya Konduksi Pindahkan materialnya Konveksi Buat vakum Radiasi Gunakan permukaan opaque atau mudah memantulkan Evapotranspirasi Pilih material kering 178 Hubungan antara kelembaban dan temperatur Temperatur udara dinyatakan dengan : - Temperatur bola basah (Wet Bulb Temperatur) - Temperatur bola kering (Dry Bulb Temperatur) Temperatur bola basah adalah temperatur udara yang berisi uap air sedangkan temperatur udara kering adalah temperatur udara tanpa uap air. Kedua temperatur ini dipakai untuk menentukan kondisi saturasi (jenuh) dari uap air serta temperatur pengembunan udara. Termometer bola basah adalah termometer yang dilengkapi dengan bahan basah berupa sepon yang diberi air. Cara menggunakannya dengan memutar termometer tersebut 179 4

Jika di udara kadar uap airnya sudah sama dengan kadar uap air jenuh maka tidak ada lagi uap air yang bisa menguap dan keringat tidak bisa terlepas dari kulit. Hubungan antara temperatur udara kering, temperatur udara basah dan kelembaban jenuh disusun dalam suatu diagram (karta) yang disebut dengan psikometrik Psikometrik ini digunakan untuk menentukan temperatur pengembunan yaitu temperatur pada saat kelembaban jenuh (saturasi) 100% 180 Sifat Termal Bahan Konduktivitas (Conductiviy, k) Sifat bahan dalam mengantarkan panas secara konduksi. Konduktivitas dinyatakan dengan satuan W/m 2 C Resistivitas (Resistivity, R) Sifat bahan sebagai isolator panas yang dinyatakan sebagai kebalikan dari konduktivitas (1/k) Transmitansi Adalah jumlah panas yang diteruskan oleh dinding dinyatakan dengan : U=1/Ra 181 5

Ra = Resistansi total dinding Ra = 1/fo + Rb + 1/fi f0 = konduktansi udara pada permukaan luar dinding Rb = Resistansi total dinding fi = konduktansi udara pada permukaan dalam dinding Panas yang menembus dinding secara konduksi: Q = A.U. T dengan A = luas dinding U = Transmitansi T= selisih suhu udara di dekat permukaan dinding luar dan dinding dalam 182 Konduktivitas pada dinding Analogi rangkaian listrik 183 6

184 Konveksi pada dinding 185 7

Radiasi pada dinding 186 Radiasi matahari 187 8

Efek rumah kaca Sinar matahari yang masuk melalui kaca selain membawa cahaya juga membawa gelombang pendek. Gelombang pendek ini dapat menembus kaca. Kemudian diserap oleh permukaan di dalam ruangan. Permukaan ruangan melepaskan panas ke ruangan dengan cara meradiasikan gelombang panjang yang tidak dapat melewati kaca. Sehingga kaca menjadi penahan panas dan ruangan semakin panas. Efek pemanasan rumah kaca ini sering dipakai pada atmosfer dengan kacanya berupa lapisan CO 2 yang terbawa dan berkumpul di atmosfer 188 Panas yang menembus kaca Q = A. I. θ. W A = luas jendela, m2 I = Intensitas radiasi matahari, W/m 2 θ = solar gain factor dari kaca Absorbsi Kemampuan benda untuk menyerap panas yang dipancarkan secara radiasi. Baik dari matahari maupun dari benda-benda lain yang memancarkan panas secara radiasi (misal atap seng). Absorbsi dinyatakan dengan koefisien absorbsi α yang nilainya antara 0 dan 1. Sedangkan kemampuan memancarkan radiasi dinyatakan dengan koefisien emisivitas ε 189 9

Iluminasi yang baik Meneruskan warna dengan baik (color rendering) Solar gain yang tinggi (High Solar gain) 190 Di beri warna abu-abu, perak, hijau buruk untuk pencahayaan siang hari (daylight) color rendering tidak adaptif solar gain yang rendah di saat dingin overheat di saat panas 191 10

Di beri lapisan - pemantul infra merah - tembus cahaya - emisivitas rendah pengontrolan solar gain yang baik adaptif pemilihan warna yang diteruskan (color rendering) 192 Panas yang dihasilkan tubuh manusia dan pengaruh pakaian Manusia menghasilkan panas akibat adanya proses metabolisme dan aktivitas manusia. Metabolisme akibat aktivitas manusia dinyatakan dengan satuan met Berikut ini contoh panas dari metabolisme Aktivitas Met watt/m 2 Berbaring 0,8 46 Duduk tenang 1,0 58 Berdiri 1,2 70 Berjalan (2km/jam) 1,9 110 Mencuci piring 2,5 145 193 11

Pakaian dan Clothing value Deskripsi Clo Resistan, m2 C/W Pakaian dalam, celana Celana dalam Pendek 0,03 0,005 Celana dalam berkaki 0,1 0,016 Pakain dalam, baju Bra 0,01 0,002 Oblong 0,09 0,014 Baju Tube top 0,06 0,009 Lengan pendek 0,09 0,029 Baju ringan, lengan panjang 0,20 0,031 Lengan panjang, blus kerah tinggi 0,34 0,053 Celana Celana Pendek 0,06 0,09 Celana Panjang ringan 0,20 0,031 Celana Panjang flanel 0,28 0,043 Sweater Tanpa lengan 0,12 0,019 Sweater tebal 0,35 0,054 Standar Temperatur efektif Kelembaban relatif : 30% - 60% WBT: 20-30 DBT : 20-28 195 12

Menghitung OTTV (Overall Thermal Transfer Value) OTTV adalah angka yang menunjukkan perolehan panas akibat radiasi matahari yang melewati per meter persegi luas selubung bangunan. OTTV digunakan sebagai pedoman perancangan desain bangunan hemat energi. Semakin kecil OTTV, berarti semakin kecil panas matahari yang masuk ke dalam bangunan Berdasarkan Standar Tata Cara Perancangan Konversi Energi yang dikeluarkan Departemen Pekerjaan umum, OTTV tidak boleh lebih dari 45 W/m 2 196 Komponen OTTV Konduksi panas melalui dinding opaque (Qwc) Konduksi panas melalui jendela kaca (Qgc) Radiasi matahari melalui jendela kaca (Qgs) 197 13

OTTV = Qwc + Qgc + Qgs = α{u w (1-WWR)} Teq + (WWR)(U f ) Teq + (SC)(WWR)(SF) α U w U f WWR Teq SF SC = absorpsi dinding terhadap radiasi matahari = Transmitansi panas dinding = Transmitansi panas untuk jendela = window to wall ratio atau perbandingan luas jendela dan luas seluruh permukaan pada dinding yang sama = perbedaan suhu ekuivalen antara sisi luar dan dalam = Solar Factor = Shading Coefficient atau koefisien peneduh 198 Ventilasi Ventilasi merupakan bukaan yang menyediakan terjadinya aliran udara dan pertukaran udara. Ventilasi merupakan salah satu pengendali faktor kenyamanan termal dan kenyaman udara. Kenyamanan udara berupa udara yang bersih, sehat dan tidak berbau Berdasarkan terbentuknya ventilasi dapat dibedakan menjadi : - Ventilasi alami yang tidak menggunakan alat - Ventilasi buatan yang menggunakan alat bantu seperti kipas, AC, 199 14

Prinsip ventilasi 200 Perancangan Ventilasi Alami Dalam merancang ventilasi alami diperlukan syarat: Tersedianya udara luar yang sehat dan bersih (bebas dari bau, asap, debu dan polutan pengganggu) Suhu udara luar tidak terlalu tinggi (maksimal 28 C) Tidak ada bangunan sekitar yang akan menghalangi angin Lingkungan tidak bising 201 15

Perancangan ventilasi pada puncak rumah 202 203 16

Kelemahan Ventilasi Alami Suhu udara di dalam ruangan tidak mudah diatur Kecepatan angin tidak mudah diatur Kelembaban udara tidak mudah diatur Kualitas udara apa adanya sesuai dengan udara yang masuk Mengeluarkan udara yang kotor tidak dapat sesegera mungkin Gangguan serangga dan kebisingan suara sulit dicegah 204 Aspek Perancangan Beberapa ide perancangan yang berkaitan dengan kondisi termal dan ventilasi Pilihlah lahan rumah yang berada di daerah sejuk dan sehat. Gunakan pepohonan sebagai penahan alami sinar matahari atau gunakan overhang Sumbu bangunan sejajar dengan sumbu barat-timur Usahakan ventilasi dapat berlangsung 24 jam meskipun pada malam hari diperlukan kassa nyamuk. Hindari pembuatan ruangan dengan partisi berlebihan karena akan menghalangi aliran udara Kelompokkan ruangan yang berpotensi menambah beban panas dan kelembaban seperti dapur dan kamar mandi. Pasanglah cerobong di atas dapur Jangan menemapatkan ruangan tidur yang menghadap matahari terbenam Aturlah bukaan agar terjadi aliran udara 205 17