BAB III PROSES PENGECATAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

DAFTAR PUSTAKA. Feigenbaum (terjemahan Kendahjaya Hudaya), Erlangga, Jakarta. Grant Eugene (terjemahan Kendahjaya Hudaya), Erlangga, Jakarta

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ENGINE STAND. yang diharapkan. Tahap terakhir ini termasuk dalam tahap pengetesan stand

BAB 1 PENDAHULUAN. Belum pulihnya kondisi perekonomian yang melanda bangsa Indonesia

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ENGINE STAND. hasilnya optimal dan efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga. Dalam metode

PENGECATAN ULANG MOBIL DAIHATSU CHARADE TAHUN 1986 SISI ATAS DAN BELAKANG

TEKNIK FINISHING PERABOT DENGAN BAHAN MELAMINE

Upaya Penurunan Kecacatan Painting Line 1 PT. Astra Komponen Indonesia

BUKU PANDUAN PROSES PENGECATAN MOBIL & PROBLEM SOLVING

BAB III. Proses Pembuatan Velg

3 SKS (2 P, 1 T) Dosen Pengampu : Tim

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Literatur. Penyedian Alat dan Bahan. Pengambilan Data Awal, Berat Awal Kendaraan Dan Handling. Proses Development

PENGECATAN. Oleh: Riswan Dwi Djatmiko

BAB III BAHAN DAN METODE

III.METODOLOGI PENELITIAN. Tempat penelitian ini dilakukan adalah: 1. Persiapan serat dan pembuatan komposit epoxy berpenguat serat ijuk di

BAB III METODOLOGI RANCANGAN

III. METODOLOGI PENELITIAN. 1. Pemilihan panjang serat rami di Laboratorium Material Teknik Jurusan

BAB III METODE PENELITIAN

III.METODOLOGI PENELITIAN. 1. Persiapan serat dan pembuatan komposit epoxy berpenguat serat ijuk di

PENGECATAN ULANG MOBIL MITSUBISHI GALANT II TAHUN 1981 BAGIAN SAMPING KANAN PROYEK AKHIR

UPAYA PENINGKATAN KUALITAS PART UPPER COVER DENGAN METODE PDCA DI PT ASTRA KOMPONEN INDONESIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Kayu jati (JA1) dan Mahoni (MaA1) yang difinishing dengan penambahan air 10% untuk sealer dan 30% air untuk top coat.

BAB IV PEMBAHASAN 4.1. Pembentukan Lapisan Film dengan Teknik Batik

OXYFLOOR Epoxy Floor Coating

BAB II PROSES BISNIS PERUSAHAAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1-1

PENGECATAN MOBIL HONDA LIFE 1974 SISI DEPAN DAN BELAKANG. Oleh: Awang Kurniawan NIM

BAB 2 LANDASAN TEORI. Yang dimaksud dengan proyek adalah suatu keseluruhan kegiatan yang

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. suatu saat mungkin mengalami kerusakan, misalnya pada cat, kerusakan itu bisa

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB XIII PENGECATAN A.

3M Detailing System. Selamet Ricardo (Ado) Technical Service Engineer Automotive Aftermarket Division Hp

RSU KASIH IBU - EXTENSION ARSITEKTUR - BAB - 12 DAFTAR ISI PEKERJAAN PENGECATAN

TUGAS AKHIR METALURGI PENGUJIAN KETAHANAN PROTEKSI KOROSI CAT ANTI KARAT JENIS RUST CONVERTER, WATER DISPLACING, DAN RUBBER PAINT

BAB III METODE PERANCANGAN. Mulai. Merancang Desain dan Study Literatur. Quality Control. Hasil Analisis. Kesimpulan. Selesai

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

TUJUAN DAN METODE PERSIAPAN PERMUKAAN

Created by Training Department Edition : April 2007

BAB I PENDAHULUAN. berusaha untuk memberikan kepuasan yang terbaik bagi para konsumennya, dengan

PROSES INJECTION MOLDING PADA PEMBUATAN FRONT FENDER SPIN 125 DI PT. SUZUKI INDOMOBIL MOTOR. : Achmad Muttaqin NPM :

BAB IV PELAKSANAAN DAN PEMBAHASAN

BAB II METODE PERANCANGAN

III. DATA PERANCANGAN. Kesiapan Data Rincian Data. Pedoman Membuat Dining chair. Sumber Inspirasi Refrensi Model. Dalam Menciptakan Dining Chair

BAB IV PEMBAHASAN 4.1 Proses Finishing Bumper

ANALISIS HIDROMETER ASTM D (98)

MORTAR NUSANTARA PLASTERAN DAN ADUKAN PASANGAN BATA MDU-100

BAB I PENDAHULUAN. alat transportasi yang menjawab kebutuhan seseorang untuk melakukan aktifitas

BAB II STUDI LITERATUR

Jurnal PrintPack Vol. 1 No. 1 Februari 2017

Anti Gores Hidofobik & Pelindung UV. SIO3 Wetlook Gloss. SIBC Gorilla Basecoat Permanen. SIO5 Diamond Gloss

BAB V HASIL DAN ANALISIS

III.METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilaksanakan di empat tempat, yaitu sebagai berikut : Laboratorium Material Universitas Lampung.

PENGECATAN ULANG MOBIL CHEVROLET TROOPER BAGIAN BODI KANAN PROYEK AKHIR

- Rakel dengan lebar sesuai kebutuhan. - Penggaris pendek atau busur mika untuk meratakan emulsi afdruk;

III. METODOLOGI PENELITIAN. a. Persiapan dan perlakuan serat ijuk di Laboratorium Material Teknik Jurusan

PROSES PENGECATAN (PAINTING) Dosen : Agus Solehudin, Ir., MT

PAINTING DAN COATING BLASTING/SURFACE PREPARATION

SILABUS DAN RENCANA PELAKSANAAN PERKULIAHAN (RPP) : STM 337 (1 SKS TEORI + 2 SKS PRAKTIK)

PENGECATAN MOBIL HONDA LIFE H SISI SAMPING KANAN PROYEK AKHIR

DECORATIVE PAINT PT. MEKAR PERDANA

PENGECATAN ULANG MOBIL MITSUBISHI MINI CAB 55 TAHUN 1983 SISI ATAS

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PEMBUATAN BRACKET PADA DUDUKAN CALIPER. NAMA : BUDI RIYONO NPM : KELAS : 4ic03

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB 4 PENGUMPULAN DAN ANALISA DATA. General Assy. Stay Body Cover. Permanent 1. Permanent 2. Permanent 3. Permanent 4. Inspeksi. Repair.

Company Profile... Technical Data Permacoat Matte Finish... Permacoat Exterior... Decolith... Decoplus... Permasol... Permaproof...

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

No.IN V1. KPS DIR Instruksi Kerja Lab Teknik Elektro : Pembuatan Larutan Kimia Pada Proses pembuatan PCB

BAB 3 METODOLOGI 3.1 Pendekatan Penelitian

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA. Dalam rangka peran serta mewujudkan Pembangunan Nasional, khususnya

Perlindungan kayu. perabotan. Produk Wood Care Putramataram

MEMPERSIAPKAN KOMPONEN KENDARAAN UNTUK PERBAIKKAN PENGECATAN KECIL

LAPORAN PRODUKSI BULAN JANUARI - APRIL 2008

III. METODOLOGI PENELITIAN

PENGECATAN ULANG MOBIL MITSUBISHI GALANT TAHUN 1981 AB 8164 GE BAGIAN SAMPING KIRI PROYEK AKHIR

BAB V ANALISA HASIL. sebelumnya telah dibahas pada bab sebelumnya (Bab IV). Dimana cacat yang terjadi

BAB IV PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH. Permasalahan agar lebih mudah diselesaikan apabila dilakukan

KISI-KISI MATERI PLPG MATA PELAJARAN TEKNIK PERBAIKAN BODI OTOMOTIF

Epoxy Floor Coating :

LAKUKAN SENDIRI APLIKASI PEREDAM SUARA MOBIL ACOURETE PAINT

Oleh : Wahyu Jayanto Dosen Pembimbing : Dr. Rr. Sri Poernomo Sari ST., MT.

BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN

Secrets to a Show Car Shine : 3 HAL sebelum 5 HAL (patented by Meguiar's Indonesia)

MATA PELAJARAN : Teknik Perbaikan Bodi Otomotif JENJANG PENDIDIKAN : SMK

BAB V ANALISA HASIL. 5.1 Analisa Produk Cacat Part PH 031 Tahun mayor dan minor penyebab terjadinya produk cacat untuk part PH 031 pada tahun

STUDI PERBANDINGAN METODE PENGECATAN RUANG MUAT KAPAL SESUAI ATURAN IMO

UNIVERSITAS GUNADARMA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENGUJIAN

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN. PT. Mewah Indah Jaya merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di

Modul ini terdiri atas tiga kegiatan belajar. Kegiatan belajar 1 membahas tentang penggunaan perlengkapan peralatan mencampur warna (colour

BAB II PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH

MODUL PRAKTIKUM. Rekayasa Model II (DPK 211) Topik. Rekayasa Model I. Penyusun: Oskar Judianto. SSn., MM., MDs.

Transkripsi:

BAB III PROSES PENGECATAN 3.1 JENIS PRODUK Adapun jenis produk yang akan dicat yaitu pada bagian depan motor YAMAHA JUPITER MX (front fender), dan untuk proses pengecatan dilakukan hanya pada permukaan yang halus (bukan etching). Gbr. 3.1 Front Fender Jupiter MX 4130411-080 32

3.2 KAPASITAS PRODUKSI 4130411-080 33

Sebelum dilakukan proses pengecatan, prinsip pencampuran cat (cat dengan thinner) sangat memegang peranan penting, baik atau buruknya hasil pengecatan. Prinsip dasarnya adalah : A. Selalu siap dengan informasi warna (color chart) yang terbaru. B. Pencampuran, selalu diawali dengan pengadukan secara manual sebelum pengadukan dengan mesin. C. Selama pencampuran, dengan diaduk secara manual (pada saat dituangkannya thinner) supaya tidak terjadi penggumpalan. D. Pengadukan dengan mesin dilakukan minimal 15 menit (bila dilakukan pada siang hari) dan 10 menit (bila dilakukan pada sore hari). E. Pengadukan memakai system volumetric. Perbandingannya antara cat dengan thinner dan hardener 10 : 6 : 1 (contoh, 10cc cat dicampur dengan 6cc thinner dan 1cc hardener). F. Untuk melihat apakah pencampuran telah sempurna, dicat dengan papan skala (scale pan). G. Tempat dilakukannya pengadukan harus pada ruang tertutup dan steril dari debu, dimana cenderung tidak terjadi perubahan suhu (konstan) karena akan berpengaruh pada hasil adukan. Proses pengecatan dapat dibagi kedalam beberapa urutan kerja (tingkatan), yaitu : 4130411-080 34

3.3 PERSIAPAN PERMUKAAN Persiapan permukaan sangat penting dalam pengecatan body motor. Pada prinsipnya persiapan ini mempunyai tujuan supaya permukaan body bebas dari karat, minyak (grease), zat-zat kimia serta kotoran-kotoran yang menempel pada permukaan body (karena proses yang dilakukan sebelumnya, missal pada proses perakitan body/cabin). Persiapan yang dilakukan, adalah sebagai berikut : 3.3.1 Water Rinse Dilakukan dengan air bersih dengan standar ph 7-7,5 untuk melarutkan / menghilangkan kimia alkali / fine cleaner yang melekat pada part akibat proses injection. Proses ini dilakukan dengan sekali celup (memakai bak pencucian). 3.3.2 Pre Masking Dilakukan dengan nichiban tape dan kertas minayak. Hal ini dilakukan untuk membatasi agar area part tertentu agar tidak terkena cat (spray). 3.3.3 Wipping Hal ini dilakukan untuk membersihkan area part yang mengandung minyak dengan menggunakan canebo agar permukaan part merata secara keseluruhan. 4130411-080 35

3.3.4 Air Blow 1 Menggunakan air blow bertekanan 10-15 psi dilakukan dengan cara menyemprotkan angin pada permukaan part agar terbebas dari debu dan kotoran. 3.3.5 Air Blow 2 Air blow 2 digunakan setelah air blow 1 dan part dalam kondisi sudah terpasang pada hanger, proses ini dilakukan agar terbebas dari debu dan kotoran yang masih melekat pada part dan hanger. 3.4 PROSES CAT DASAR 3.4.1 Under Coat Pada proses ini yaitu pengecatan pada permukaan dasar, dengan menggunakan alat spray gun, paint pump, dan test cup RK-2. Dalam proses ini juga perlu diperhatikan cara pencampuran cat (komposisi). Pencampuran cat dengan menggunakan metode perbandingan (weight balance) yaitu 10 : 6 : 1 (10 lt cat, 6 lt thinner dan 1 lt hardener) dengan viscocity 12 13. Agar mempercepat pengeringan (semi), pada proses under coat ini memerlukan interval 7-8 menit untuk proses selanjutnya. 4130411-080 36

3.5 PROSES PENGECATAN TERAKHIR 3.5.1 Top Coat Pada proses ini yaitu pengecatan pada lapisan kedua pada part, pada proses ini dilakukan sama halnya dengan under coat, baik proses, maupun perbandingan catnya yaitu 10 : 6 : 1, tetapi pada proses ini sedikit berbeda, yaitu menggunakan cat bening (clear) dengan viscocity 11 12. Agar mempercepat pengeringan (finish), pada proses top coat ini memerlukan interval 15 17 menit dan kemudian ke proses selanjutnya yaitu baking oven dengan temperature 70 80 C dengan interval waktu 30 menit. 3.5.2 Inspection Sesudah proses pengecatan selesai, dilakukan penelitian kembali oleh operator untuk melihat ada tidaknya defect. 3.5.3 Repair dan Finishing Proses pemolesan (polishing) permukaan cat dengan menggunakan compound solar dan minute wax, bila pada body terdapat cacat, dilakukan perbaikan. 4130411-080 37

3.6 FLOW CHART PROSES PENGECATAN PART RECEIVING FROM INJECTION INCOMING INSPECTION NO YES PAINTING PROCESS SURFACE PREPARATION PRE MASKING UNDER COAT PROCESS TOP COAT PROCESS BAKING OVEN INSPECTION NO REPAIR YES NEXT PROCESS 4130411-080 38