MODUL ADENOMA HIPOFISIS 1. Definisi Adenoma hipofisis adalah tumor jinak yang tumbuh dari sel sel adenohipofisis yang mengisi ruang sella dan suprasella. Tumor disebut fungsional bila menyebabkan peningkatan produksi hormon hipofisis anterior, dan disebut nonfungsional bila tidak terjadi peningkatan hormon hipofisis anterior atau bahkan terjadi penurunan produksi. 2. Waktu Pendidikan TAHAP I TAHAP II TAHAP III S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 PROGRAM MAGISTER (beban dihitung dengan SKS) >=40SKS Program Magister Neurologi Tesis Program Profesi Bedah Saraf Pogram Bedah Dasar Program Bedah Saraf PROGRAM Dasar KEPROFESIAN (beban dihitung berdasarkan kompetensi) GOLONGAN PENYAKIT & LOKALISASI KONGENITAL ICD 10 - Bab XVII INFEKSI ICD 10 - Bab I Kranial Spinal Kranium NEOPLASMA ICD 10 - Bab II Supratentorial Infratentorial Spinal Saraf Tepi TRAUMA ICD 10 - Bab XIX DEGENERASI ICD 10 - Bab VI & XIII VASKULER ICD 10 - Bab IX FUNGSIONAL ICD 10 - Bab VI & XXI Kranial Spinal Saraf Tepi Spinal Saraf Tepi Intrakranial Spinal Pendidikan spesialisasi bedah saraf terdiri dari 3 tahap, yaitu : 1. Tahap Pengayaan (tahap I): 1
a. Lama pendidikan 5 semester yaitu semester 1 sampai semester 5, peserta didik diberi ilmu-ilmu dasar maupun bedah saraf dasar. Dalam tahap ini dapat dipergunakan untuk mengambil program magister. b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen I, yaitu di akhir masa pendidikan tahap I residen baru mencapai Kompetensi tingkat I. Residen sudah harus mengenal kelainan bedah saraf, khususnya semua jenis neoplasma dan 10 jenis kasus penyakit terbanyak. 2. Tahap Magang (tahap II) : a. Lama pendidikan 4 semester, yaitu dari semester 6 s/d 9. Peserta didik mulai dilatih melakukan tindakan bedah saraf. b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen II, yaitu di akhir masa pendidikan tahap II residen telah mencapai Kompetensi tingkat II. Residen sudah harus mampu menangani secara mandiri kasus-kasus adenoma hipofisis, minimal 3 kasus. 3. Tahap Mandiri (tahap III) : a. Lama pendidikan 2 semester, yaitu dari semester 10 s/d 11. Peserta didik menyelesaikan pendidikan sampai kompetensi bedah saraf dasar. b. Peserta didik dalam tahap ini disebut Residen III, yaitu di akhir masa pendidikan tahap III residen telah mencapai kompetensi tingkat III. Residen sudah harus mampu menangani kasus adenoma hipofisis yang tergolong kompetensi bedah saraf dasar, minimal 2 kasus. Kompetensi bedah saraf dasar : 1. Semua jenis penyakit yang diajarkan dalam masa pendidikan sampai mencapai tingkat mandiri (residen boleh mengerjakan operasi sendiri, dengan tetap dalam pengawasan konsulen) 2. Teknik operasi yang diajarkan sebagai target akhir pendidikan adalah terbatas pada tindakan operasi konvensional yang termasuk dalam Indeks Kesulitan 1 dan 2; teknik operasi sulit yang membutuhkan kemampuan motoris lebih tinggi dan/ataupun membutuhkan alat-alat operasi canggih, termasuk dalam Indeks Kesulitan 3 dan 4, diajarkan hanya maksimal sampai tingkat magang. Tindakan operasi dalam kelompok ini merupakan kelanjutan pendidikan yang masuk dalam CPD. JENIS PENYAKIT ICD 10 TAHAP I TAHAP II TAHAP III S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 G M G M G P NEOPLASMA Kranium Granuloma eosinofilik D 76.0 3 5 Plasmositoma C 90.2 Osteoma D 16 Fibrous dysplasia M 85.0 Hamartoma Q 85.9 Tumor metastatik C 79.5 2 2 Neurofibrosarkoma /osteosarkoma C41.0 Supratentorial Glioma C 71.9 Glioma simpel 3 3 Glioma kompleks 3 3 Ependimoma M 93.92 2 IK 1 IK 2 IK 3 IK 4 2
JENIS PENYAKIT ICD 10 TAHAP I TAHAP II TAHAP III IK 1 IK 2 IK 3 IK 4 Pleksus papiloma C 71.9 2 Meningioma (simpel) C 70 4 4 Meningioma (kompleks) 3 Hipofisis adenoma /t. sella (simpel) D 26.7 Hipofisis adenoma/t. sella (kompleks) 2 Kraniofaringioma D.35.3 2 Pinealoma /t. korpus pineal C 75.3, D 35.4 2 Tumor metastatik (simpel) C 79.5 2 1 Tumor metastatik (kompleks) C 79.5 2 Angioma (simpel) D 18.0 2 1 Angioma (kompleks) D 18.0 2 Infratentorial Glioma Simpel C 71.9 2 1 Kompleks C 71.9 2 Acoustic neuroma D 33.3 2 Meningioma (simpel) C 70 2 2 Meningioma (kompleks) C 70 2 Medulloblastoma C 71.6 2 Kolesteatoma H 71 1 Ependimoma M 9392, C 71.9 1 Pleksus papiloma C 71.9 1 Angioma (simpel) D.18.5 2 1 Angioma (kompleks) D 18.5 2 Tumor Spinal... Glioma D 33.4 2 Meningioma D 32.1 2 1 Ependimoma D 33.4 2 Schwannoma D 36.1 2 2 Angioma D 18.5 1 Tumor Saraf Tepi... Schwannoma D 36.1 1 1 KETERANGAN Tingkat Pengayaan. Dalam periode ini, tingkat kognisi harus dapat mencapai 6 (K6) Tingkat Magang. Dalam periode ini, di samping K6, Psikomotor harus mencapai 2 (P2) dan Afektif mencapai 3 (A3) Tingkat Mandiri. Semua Kategori Bloom harus mencapai maksimal, K6, P5, A5 S : Semester G : Magang M : Mandiri K : Kognitif : A : Afektif P : Psikomotor 3 2 3. TUJUAN UMUM Setelah menyelesaikan modul adenoma hipofisis peserta didik diharapkan mampu mengenali adenoma hipofisis, mampu mengobati adenoma hipofisis yang diajarkan sampai level mandiri serta mampu mengatasi kegawatan akut adenoma hipofisis. 4. TUJUAN KHUSUS 1. Mampu menerangkan insidens, patogenesis, dan mikrobiologi dari adenoma hipofisis. 3
2. Mengetahui neuroanatomi, dan neurofisiologi susunan saraf dan pembungkusnya. 3. Mengetahui dasar-dasar pemeriksaan klinis maupun pemeriksaan tambahan (neuroradiologi, patologi dan mikrobiologi) dalam menegakkan diagnosis adenoma hipofisis. 4. Mengetahui pengobatan pada berbagai jenis adenoma hipofisis. 5. Mampu menentukan perubahan neurofisiologi yang disebabkan oleh adenoma hipofisis. 6. Mampu menentukan lokasi adenoma hipofisis. 7. Mampu melakukan pemeriksaan klinis neurologik untuk menegakkan diagnosis adenoma hipofisis. 8. Mampu menegakkan diagnosis banding dari adenoma hipofisis. 9. Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologi) dalam menegakkan diagnosis adenoma hipofisis. 10. Mampu melakukan pengobatan medikamentosa pada adenoma hipofisis. 11. Mampu melakukan tindakan operasi pada adenoma hipofisis. 12. Mampu melakukan tindakan pertolongan pertama pada kasus kegawatan akut adenoma hipofisis. 13. Mengenali penyulit tindakan bedah pada kasus adenoma hipofisis. 14. Mengetahui tindak lanjut yang diperlukan 15. Mampu memberi informed consent 5. STRATEGI PEMBELAJARAN a Pengajaran dan Kuliah Pengantar Kuliah tatap muka, 50 menit b Tinjauan Pustaka Presentasi ilmu dasar: 1 kali tiap submodul penyakit Telaah kepustakaan, 1 kali b d e Presentasi kasus: 1 kali tiap jenis submodul penyakit Diskusi Kelompok 2 x 50 menit diskusi kasus tiap submodul penyakit menyangkut diagnosis, operasi dan penyulit Bed-side Teaching Bed-side teaching minimum 3 kali setiap submodul penyakit Bimbingan Operasi operasi magang Presentasi kasus, 1 kali Diskusi kasus, 2 x 50 menit Ronde diikuti bed-side teaching memenuhi minimal 3 kasus adenoma hipofisis sebagai prasyarat untuk instruksi/evaluasi operasi sampai dinyatakan lulus 4
operasi mandiri melakukan operasi mandiri minimal 2 kasus adenoma hipofisis sebagai prasyarat untuk maju ke ujian kompetensi tingkat nasional 6. PERSIAPAN SESI 1. Materi kuliah pengantar berupa kisi-kisi materi yang harus dipelajari dalam mencapai kompetensi, mencakup a. Insidens, patogenesis, dan sitogenesis adenoma hipofisis b. Neuroanatomi, dan neurofisiologisusunan saraf dan pembungkusnya. c. Dasar-dasar pemeriksaan klinis maupun pemeriksaan tambahan (neuroradiologi) dan patologi anatomi dalam menegakkan adenoma hipofisis d. Pengobatan berbagai jenis adenoma hipofisis e. pemeriksaan klinis neurologik untuk menegakkan diagnosis adenoma hipofisis f. Diagnosis banding adenoma hipofisis g. Pemeriksaan tambahan (neuroradiologi) dalam menegakkan adenoma hipofisis h. Pengobatan medikamentosa adenoma hipofisis i. Tindakan operasi adenoma hipofisis j. Penyulit tindakan bedah pada kasus adenoma hipofisis k. Kegawatdaruratan adenoma hipofisis l. Tindak lanjut yang diperlukan m. Informed consent 2. Audio visual 3. Lampu baca x ray 7. REFERENSI a.osborn AG, Blasser SI, Salzman KL, Katzman GL, Provenzale J, Castillo M, et all. Osborn Diagnostic Imaging. Canada : Amirsys/Elsevier. 1 st ed. 2004 b.wilkins RH, Rengachary SS. Neurosurgery. USA : Mc Graw-Hill. 2 nd Ed. 1996 c. Rengachary SS, Wilkins RH. Principles of Neurosurgery. London : Mosby. 1994 d.winn HR. Youman s Neurological Surgery. 5 th ed. USA : Saunders. 1994 8. KOMPETENSI a. b c JENIS KOMPETENSI Mampu menerangkan insidens, patogenesis, dan sitogenesis adenoma hipofisis Mengetahui neuroanatomi, dan neurofisiologi susunan saraf dan pembungkusnya. Mengetahui dasar-dasar pemeriksaan klinis maupun pemeriksaan tambahan (neuroradiologi) dan patologi anatomi dalam menegakkan adenoma hipofisis d Mengetahui pengobatan berbagai jenis adenoma hipofisis 6 Tingkat Kompetensi K P A TAHAP 6 P E N 6 G A Y 6 A A N 5
e Mampu menentukan perubahan neurofisiologi karena adenoma hipofisis 6 2 3 f Mampu menentukan lokasi adenoma hipofisis 6 2 3 g Mampu melakukan pemeriksaan klinis neurologik untuk menegakkan diagnosis adenoma hipofisis 6 2 3 h Mampu mengetahui diagnosis banding adenoma hipofisis 6 2 3 i Mampu melakukan tindakan operasi adenoma hipofisis 6 2 3 j k l Mampu melakukan pemeriksaan tambahan (neuroradiologi) dalam menegakkan adenoma hipofisis Mampu melakukan pengobatan medikamentosa terhadap adenoma hipofisis Mampu mengatasi tindakan pertolongan pertama pada hipofisis adenoma 6 5 5 6 5 5 6 5 5 m Mengenali penyulit tindakan bedah pada kasus adenoma hipofisis 6 5 5 n Mengetahui tindak lanjut yang diperlukan 6 5 5 o Mampu memberi informed consent 6 5 5 M A G A N G M A N D I R I 9. GAMBARAN UMUM Adenoma hipofisis adalah tumor pada kelenjar hipofisis atau hipofisis. Tumor ini menyumbang 15% dari seluruh kasus neoplasma intracranial. Adenoma hipofisis ini diklasifikasikan berdasarkan pewarnaan imunohistokimia yang sesuai dengan sel sel penyusunnya. Gejala klinis yang ditemukan umumnya disebabkan karena gangguan hormonal sesuai dengan tipe sel adenomanya. Jika masa tumor membesar, dapat terjadi terjadi efek lesi desak ruang dan menyebabkan peningkatan tekanan intracranial. Diagnosis adenoma hipofisis ditegakan berdasarkan pemeriksaan klinis dan penunjang. Tatalaksana untuk adenoma hipofisis adalah sesuai dengan kelenjar penghasil hormone yang terganggu dan dengan cara operasi. 10. CONTOH KASUS Contoh kasus dibuat sesuai dengan jenis penyakit pada submodul. 11. TUJUAN PEMBELAJARAN Proses, materi dan metode pembelajaran yang telah disiapkan bertujuan untuk alih pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang terkait dengan pencapaian kompetensi dan keterampilan yang diperlukan dalam mengenali dan menatalaksana kelainan adenoma hipofisis. 12. METODE Metode Pembelajaran 1. Tinjauan Pustaka 2. Diskusi Kelompok 3. Bed side teaching 4. Tindakan Operasi Mandiri 6
a. Peserta didik harus terlebih dahulu melakukan asistensi operasi (magang) sampai mencapai jumlah yang ditentukan, dan kemudian melakukan instruksi pada spesialis pembimbing. Setelah dinyatakan lulus instruksi, baru diijinkan melakukan operasi mandiri. b. Operasi mandiri oleh asisten harus selalu ada spesialis supervisor yang akan menilai keseluruhan aspek yang harus dilakukan oleh asisten terhadap pasien secara mandiri. c. Residen yang memiliki level tertinggi dalam suatu operasi harus membuat laporan operasi dengan berpedoman pada daftar tilik, selanjutnya konsulen/supervisor operasi ini akan memeriksa laporan operasi sesuai daftar tilik dan memberi nilai berdasarkan kelengkapan yang ditetapkan daam daftar tilik. Metode Diagnostik 1. Pemeriksaan klinis neurologik 2. Alat bantu diagnostik a. Pemeriksaan X ray, b. EMG / EEG c. Alat neuroradiologi lain : CT Scan, MRI, MRS, Angiografi 3. Metode diagnostik yang diajarkan mencakup metode diagnostik konvensional sesuai ketersediaannya di daerah perifer, tidak semata-mata berorientasi pada alat-alat dianostik canggih. 13. RANGKUMAN Adenoma hipofisis adalah tumor pada kelenjar hipofisis atau hipofisis. Tumor ini menyumbang 15% dari seluruh kasus neoplasma intracranial. Adenoma hipofisis ini diklasifikasikan berdasarkan pewarnaan imunohistokimia yang sesuai dengan sel sel penyusunnya. Gejala klinis yang ditemukan umumnya disebabkan karena gangguan hormonal sesuai dengan tipe sel adenomanya. Jika massa tumor membesar, dapat terjadi terjadi efek lesi desak ruang dan menyebabkan peningkatan tekanan intracranial. Diagnosis adenoma hipofisis ditegakan berdasarkan pemeriksaan klinis dan penunjang. Tatalaksana adenoma hipofisis dikerjakan menurut kelenjar penghasil hormon yang terganggu dan dengan cara operasi. 14. EVALUASI Organisasi Evaluasi 1. Evaluasi dilaksanakan di IPDS Bedah Saraf 2. Evaluasi dilakukan minimal oleh Pembimbing di IPDS Bedah Saraf 3. Evaluasi untuk peserta PPDS Bedah Saraf dilakukan sbb a. Untuk penguasaan ilmu dasar (pengayaan) dilakukan pada akhir setiap semester b. Kemampuan menegakkan diagnosis c. Untuk penguasaan kasus dan teknis operasi dilakukan pada setiap akan dilakukan tindakan / operasi. 4. Untuk dokter spesialis bedah lain yang akan mengambil modul-modul bedah saraf tertentu untuk kepentingan penigkatan kompetensi dalam program CPD, waktu disesuaikan pada kodisi yang ada dari modul ini, 7
dengan evaluasi dan tahap penguasaan materi yang dievaluasi sama ketentuan yang berlaku. Tahap Evaluasi 5. Evaluasi tahap pengayaan dilakukan setelah peseta didik menyelesaikan aspek kognitif di tahap pengayaan. 6. Evaluasi tahap magang dilakukan setelah peserta didik melakukan sejumlah tindakan operasi Sebagai Asisten I sebagai prasyarat evaluasi sesuai dengan jenis penyakit pada submodul 7. Evaluasi tahap mandiri dilakukan setelah peserta didik melakukan sejumlah tindakan operasi mandiri sebagai prasyarat evaluasi sesuai dengan jenis penyakit pada submodul Metode dan Materi Evaluasi 1. Ujian Tulis dan Lisan 2. Kemampuan menegakkan diagnosis di poliklinik maupun ruang rawat 3. Penilaian kemampuan melakukan tindakan 4. Penilaian kemampuan penanganan penderita secara menyeluruh Hasil Penilaian IPDS 1. Penyelesaian modul harus dapat dicapai dalam kurun waktu yang telah ditetapkan 2. Penilaian disesuaikan dengan kompetensi akhir yang harus dicapai pada setiap sum modul ( pengayaan, magang, mandiri ) 3. Kegagalan dalam 1 aspek harus diulang dalam masa selama stase di Bagian/Departemen Bedah Saraf. 15. INSTRUMEN PENILAIAN 1 Kemampuan Inform Concent Instruksi & Bimbingan 2 Penilaian Ilmiah a. Teori & Penyakit Diskusi dan Ujian b. Instrument & Penyakit Diskusi dan Ujian 3 Penilaian Kecakapan Poliklinik, Bedside teaching & Kamar Operasi 4 Penilaian Rehabilitasi Instruksi & Bimbingan 16. PENUNTUN BELAJAR 1. Kisi-kisi materi dan buku referensi 2. Kisi-kisi materi Neoplasma susunan saraf : a. Insidens, patogenesis, dan sitogenesis adenoma hipofisis susunan saraf b. Neuroanatomi, dan neurofisiologi susunan saraf dan pembungkusnya. c. Dasar-dasar pemeriksaan klinis maupun pemeriksaan tambahan (neuroradiologi)dan patologi anatomi dalam menegakkan adenoma hipofisis susunan saraf pusat d. Pengobatan berbagai jenis adenoma hipofisis susunan saraf e. Perubahan neurofisiologikarena adenoma hipofisis susunan saraf f. Lokasi adenoma hipofisis susunan saraf g. Pemeriksaan klinis neurologik untuk menegakkan diagnosis adenoma hipofisis susunan saraf h. Diagnosis banding adenoma hipofisis susunan saraf 8
i. Pemeriksaan tambahan (neu roradiologi) dalam menegakkan adenoma hipofisis susunan saraf j. Pengobatan medikamentosa adenoma hipofisis susunan saraf k. Tindakan operasi adenoma hipofisis susunan saraf l. Penyulit tindakan bedah pada kasus adenoma hipofisis susunan saraf m. Tindak lanjut yang diperlukan n. Informed consent 17. DAFTAR TILIK RINCIAN DAFTAR TILIK Menentukan indikasi bedah saraf 1 Uraian atau keluhan tentang gejala utama 2 Cara datang (sendiri/rujukan) Kelengkapan riwayat penyakit 1 2 Alasan pertama kali (bila pernah berobat) dan sekarang membawa ke dokter Edit Pengobatan dan tindakan yang pernah diberikan(tempat, waktu, oleh, siapa), serta hasilnya Deskripsi keadaan kulit 1 Bekas luka operasi (bila pernah operasi) dan lokalisasi 2 Daerah yang akan dioperasi Deskripsi kelainan saraf yang dijumpai Pemeriksaan penunjang 1 X-Ray, CT scan, MRI 2 Laboratorium darah Hasil konsultasi persiapan operasi Catatan status gizi Obat-obatan yang masih diberikan Inform consent 1 Kelainan yang dijumpai 2 Apa yang dilakukan, lama perawatan, biaya yang dibutuhkan 3 Peraturan rumah sakit untuk pasien maupun keluarga / penunggu 4 Prognose penyakit dan apa yang perlu dilakukan setelah pulang Surat pengantar rawat inap 1 Lampiran daftar tilik 2 Instruksi untuk perawat 3 Nama konsulen dan asisten Admission ADA TA TL L 9
1 Kelengkapan administrasi 2 Kelengkapan dokumen sesuai daftar tilik poliklinik * Status poliklinik * Hasil pemeriksaan neuroradiologi * Hasil pemeriksaan laboratorium * Hasil konsultasi persiapan operasi Buat status Rekam medis Cek ulang hasil pemeriksaan di poliklinik 1 Riwayat penyakit 2 Deskripsi keadaan kulit 3 Hasil pemeriksaan klinis neurologis 4 Status gizi Buat rencana perawatan 1 Instruksi perawatan dan pengobatan Persiapan Operasi 1 Assesment rencana tindakan, operator dan asisten 2 Persiapan alat 3 Konsul toleransi operasi 4 Buat daftar operasi Pra bedah 1 Konsul anestesi 2 Asisten lapor pada operator 3 Persiapan menjelang operasi * Pasang infuse * Cukur gundul * Cuci daerah yang akan dioperasi dengan sabun * Puasa * Klisma menjelang ke kamar operasi * Cek kelengkapan status * Cek dokumen pendukung * Sediakan alat Kamar operasi 1 Dokumen yang disertakan bersama pasien 2 Keadaan pasien * Terpasang infuse * Cukur gundul 3 Persiapan pasien 10
4 Dilakukan narkose umum 5 Dipasang kateter 6 Posisi pasien diatur sesuai standard 7 Persiapan daerah operasi * Cuci ulang dengan sabun * Dibuat marking * Dilakukan tindakan a dan antiseptik * Dilakukan penyuntikan anestesi lokal 8 Dipasang plat diatermi 9 Persiapan alat Tindakan operasi 1 Memasang Head Frame Dan Navigasi Intra Operatif 2 Insisi kulit kepala 3 Kraniotomi dan drilling tulang 4 Gantung duramater 5 Membuka Duramater 6 Identifikasi tumor 7 Removal Tumor secara makroskopis dan mikroskopis 8 Ambil spesimen tumor untuk pemeriksaan histopatologis 9 Hemostasis 10 Tutup Dura, duraraph, duraplasy 11 Pasang drain bila perlu 12 Fiksasi tulang 13 Jahit otot, Fasia dan kulit 14 Dressing luka 12 Jumlah perdarahan tercatat 13 Jumlah urin tercatat 14 Jumlah kassa yang dipakai tercatat 15 Jumlah dan jenis instrumen sesuai prosedur Pasca Bedah 1 Dokumentasi * Status dan hasil pemeriksaan penunjang dari OK diterima lengkap * Laporan operasi * Laporan Anestesi 2 Catatan perawatan 11
* Pemantauan luka operasi * Pemantauan efek samping * Pemantauan KU rutin * Catatan pengobatan Pemulangan 1 Catatan keadaan pasien 2 Inform concernt pada yang merawat 3 Jadwal kontrol dan konsultasi 4 Kelengkapan status dan diagnosis 5 Catatan administrasi & keuangan 18. MATERI BAKU Definisi Tumor jinak yang tumbuh dari sel sel adenohipofisis yang mengisi ruang sella dan suprasella. Tumor ini dikategorikan sebagai fungsional bila menyebabkan peningkatan produksi hormon hipofisis anterior. Sebaliknya disebut non fungsional bila tidak terjadi peningkatan hormon hipofisis anterior atau bahkan terjadi penurunan produksi. Anatomi Glandula hipofisis berada pada area konkaf berbentuk sadel pada tulang sphenoid yang disebut sebagai sella tursica. Bagian superior sella tursica dibatasi oleh diaphragma sella dan tepat diatas diaphragma sella berjalan nervus optikus, chiasma optikus, dan traktus optikus. Bagian lateral dari sella tursica berbatasan dengan sinus cavernosus yang didalamnya berjalan nervus III, IV,VI, V1, dan arteri Carotis Interna. Glandula Hipofisis terbagi menjadi dua, yaitu adenohipofisis pada sisi anterior dan neurohipofisis pada sisi posterior. Adenohipofisis memproduksi 6 jenis hormon dan neurohipofisis memproduksi 2 jenis hormon. Adenohipofisis menghasilkan hormon : Adrenocorticotrophic Hormone (ACTH), Growth Hormones (GH), Prolactin (PRL), Th y- roid Stimulating hormone (TSH), dan Hormon hormon gonadothropin ( FSH dan LH ). Adanya tumor pada glandula hipofisis ini akan menyebabkan gangguan produksi hormon, penekanan struktur sekitar oleh lesi massa, dan gangguan suplai darah ke hipofisis. Gambaran Umum dan Klasifikasi Adenoma hipofisis dapat diklasifikasikan berdasarkan ukurannya, kriteria radiologis, fungsi endokrin, morfologi, dan sitogenesis. Berdasarkan ukurannya adenoma dibagi menjadi 2 jenis, yaitu mikroadenoma bila ukuran tumornya < 1 cm dan makroadenoma bila ukurannya 1 cm. Kriteria radiologis membagi tumor ini berdasarkan sifat invasivitasnya. Grade 0 = adenoma intrahipofisis, diameter < 1cm, sella normal Grade 1 = adenoma intrahipofisis, diameter < 1 cm, gambaran minor perubahan sella Grade 2 = adenoma intrasellar, diameter > 1 cm, sella melebar, erosi (-) 12
Grade 3 Grade 4 = adenoma diffuse, diameter > 1 cm, sella melebar, erosi (+) fokal = adenoma invasive, diameter > 1 cm, ghost sella, destruksi luas struktur tulang. Grade ini dapat disubklasifikasikan menjadi : A : Ekstensi ke sisterna suprasellar saja B : Ekstensi tumor suprasellar sampai ke recessus ventrikel ketiga C : Ekstensi tumor suprasellar melibatkan seluruh bagian anterior ventrikel ketiga D : Ekstensi sampai ke parasellar E : Ekstensi parasellar mencapai sinus cavernous Berdasarkan fungsi endokrin, adenoma hipofisis dibagi menjadi 2, yaitu : 1. Adenoma hipofisis non-fungsional 2. Adenoma hipofisis fungsional a. Adenoma dengan hipersekresi GH b. Adenoma dengan hipersekresi Prolaktin c. Adenoma dengan hipersekresi ACTH d. Adenoma dengan hipersekresi TSH e. Adenoma dengan hipersekresi FSH / LH f. Plurihormonal adenoma Berdasarkan morfologi pewarnaan patologi adenoma dibagi menjadi 3 tipe, yaitu : 1. Adenoma Chromophobic Tumor ini secara endokrinologi bersifat inaktif atau tumor tumor yang menghasilkan hormon TSH, FSH, dan LH. 2. Adenoma Acidophilic Tumor ini memproduksi hormon GH dan Prolaktin. 3. Adenoma Basophilic Tumor ini memproduksi hormon ACTH Patogenesis Penyebab dan mekanisme terjadinya adenoma hipofisis hingga saat ini masih belum jelas, namun ada beberapa teori yang mengemukakan terjadinya adenoma hipofisis ini, yaitu : 1. Merupakan kelainan yang diturunkan dan bersifat autosomal dominan. Dikatakan berhubungan dengan MEN 1 ( Multiple Endocrine Neoplasia ). Teori ini ditinggalkan karena kenyataanya hanya 3 % dari seluruh adenoma hipofisis yang berhubungan dengan MEN-1 2. Merupakan akibat dari efek induksi dari pengaruh faktor tropik hypothalamus yang berlebihan. Teori ini juga tidak terbukti karena fakta menunjukan bahwa banyak adenoma hipofisis dapat disembuhkan oleh tindakan operasi. 3. Merupakan mekanisme tumorigenik tersendiri yang yang terjadi pada level sel adenohipofisis dan tidak dipengaruhi oleh factor eksternal seperti hypothalamus. Teori ini saat ini banyak diterima karena banyak studi klinis menunjukan bahwa jarang sekali ditemukan hyperplasia peritumoral pada adenoma yang menandakan bahwa tumor ini tumbuh intrinsik dari dalam adenohipofisis. ADENOMA HIPOFISIS NON FUNGSIONAL Tumor ini unik, karena memiliki tipe sel yang berbeda beda dengan ekspresi hormon yang berbeda beda pula. Tipikalnya, tumor ini berukuran relatif besar dan umumnya menyebabkan hiohipofisissm. Gejala dan tanda klinis tumor ini biasanya diakibatkan 13
oleh penekanan struktur sekitar oleh massa tumor. Tumor ini biasanya bersifat padat, walaupun terkadang dapat ditemui konsistensi padat dan kistik pada tumor ini. Gejala Klinis : - Disfungsi satu atau lebih hormon hipofisis anterior, umumnya yang terkena adalah gonadotroph ( FSH dan LH ), diikuti oleh TSH, GH, dan ACTH. o Gangguan gonadotropin : Laki laki : penurunan libido dan disfungsi ereksi Perempuan : amenorrhea dan penurunan libido o Gangguan Hipotiroid : Nyeri kepala, konstipasi, intoleransi dingin, perubahan mood. o Gangguan Produksi GH : Gangguan pertumbuhan Anxiety Perubahan mood o Gangguan produksi ACTH : Kelemahan umum Anorexia Gejala gastrointestinal Myalgia arthralgia ADENOMA HIPOFISIS FUNGSIONAL Perjalanan penyakit dan presentasi klinis pada adenoma hipofisis fungsional bermacam - macam tergantung pada jenis tumornya. Saat ini dapat dibedakan 4 jenis adenoma hipofisis fungsional, yaitu: 1. Adenoma prolaktin Adenoma tipe ini merupakan yang paling banyak ditemui ( 40% dari seluruh adenoma). Umumnya terjadi pada wanita dan memberikan keluhan berupa amenorrhea, galactorrhea, osteoporosis, Pada laki laki jenis tumor ini akan menyebabkan penurunan gairah seksual, impotensi, atau pada beberapa kasus asimptomatik. Dalam menegakkan diagnosis adenoma ini, penyebab hiperprolaktinemia lain seperti kondisi stress, kehamilan, gangguan sistemik, dan pengaruh obat-obatan harus bias disingkirkan. 2. Adenoma GH Gambaran akromegali menjadi ciri khas adenoma tipe ini. Bila adenoma terjadi pada masa kanak kanak akan menyebabkan terjadinya gigantisme. 3. Adenoma glikoprotein (TSH, FSH, LH) Adenoma TSH akan memberikan gambaran hyperthyroidisme yang menyerupai penyakit Graves, namun berbeda dalam dalam beberapa hal yakni pada adenoma hipofisis tidak ditemui adanya ophtalmopathy, pretibial edema, kecenderungan wanita, dan serum Imunoglobulin serum TSH. Adenoma FSH dan LH akan menyebabkan terjadinya disfungsi seksual. 4. Adenoma ACTH 14
Adenoma ACTH sering disebut sebagai penyakit Cushing. Pasien umumnya wanita, dengan distribusi umur terbanyak adalah pada dekade 4. Gejala dan tanda klinis meliputi obesitas, hipertensi, abdominal stria, moon face, kelemahan otot dan lelah secara umum, dan kesulitan dalam pengendalian emosi. Hiperkortisolemia yang timbul pada adenoma ACTH akan resisten terhadap dexamethason. Hal ini dapat dibedakan dengan hipercortisolemia yang disebabkan oleh sumber adrenal atau sumber lain yang bersifat sensitif pada tes dengan dexamethasone. 19. ALGORITME 20. KEPUSTAKAAN a.osborn AG, Blasser SI, Salzman KL, Katzman GL, Provenzale J, Castillo M, et all. Osborn Diagnostic Imaging. Canada : Amirsys/Elsevier. 1 st ed. 2004 b.wilkins RH, Rengachary SS. Neurosurgery. USA : Mc Graw-Hill. 2 nd Ed. 1996 c. Rengachary SS, Wilkins RH. Principles of Neurosurgery. London : Mosby. 1994 d.winn HR. Youman s Neurological Surgery. 5 th ed. USA : Saunders. 1994 15
21. PRESENTASI Materi presentasi menggunakan materi dalam bentuk Power Point sesuai dengan materi modul adenoma hipofisis. 22. MODEL Model pembelajaran dapat menggunakan diseksi kadaver. 16