Biofouling Pada Industri Bir Kelompok 1 1
6-+*#( )&$%-'<(,&#+"=( >4#;(?( &'0&.(( :&.7((!"#"$%&'&$((!"$)"#*$)&$(!"$))*+*$)&$(!"#",-.&$( /"0&#&.*( 1*#(( 9&$%-'( :&+;( I&0(1*#(( :&+;( 3"#*$)( 6-&7(840( >4#;(<( @&*#&$()-+&( 1'0&.(( 1*#(0&$&.( 23&+4#5(!"$%*$)*$&$(!"$)"'&.&$( %&+&'(64;4+( 6*#(6#*)7;( F&$3(!"$=*'0&$&$( 6*#(!"$=&#*$)&$((!"$%*$)*$&$( 1+3474+(( D"#'"$;&.*(( AB C(!&#G3"+(#&)*(2.3*'5( E&)*((!&.;"-#*.&.*((!"$)"'&.&$( H*.;#*,-.*(( 6*#(.*&0('*$-'( Beer Production 2
Beer Production Perendaman Bulir gandum atau barley sebagai bahan baku bir direndam sampai b e r k e c a m b a h s e h i n g g a menghasilkan gandum yang mengandung enzim amilase yang mampu mengubah karbohidrat menjadi gula, yang terdiri dari α- amilase dan β-amilase. Pengeringan Dengan cara dipanggang, untuk mendapatkan malt kering. Lama pengeringan menentukan warna bir. 3
Beer Production Penumbukan Malt kering kemudian dihancurkan dengan cara digiling untuk mendapatkan ukuran yang lebih kecil sehingga mudah difermentasi. Selama penggilingan, malt dicampur dengan air panas sekitar 62-65 o C, dan mudah menghasilkan mash. 4
Beer Production Pendidihan Mash kemudian direbus selama 1-2 jam, pada suhu 135 o C dan tekanan 80 psi. Setelah menjadi cairan gula, kemudian ditambahkan dengan buah hop. 5
Beer Production Separasi / Pemisahan Disini dilakukan separasi dengan cara filtrasi yang menghasilkan cairan (wort) dan partikel padat yang masih tersisa (ampas). 6
Beer Production Pendinginan Wort didinginkan dari sekitar 90 o C menjadi sekitar 18 o C, sebelum dipompa ke dalam bejana fermentasi. Panas dari wort ditransfer ke air yang mengalir melalui pipa, dan digunakan untuk memanaskan malt ketika proses penggilingan. 7
Beer Production Fermentasi Penambahan ragi. Ragi Saccharomyces cerevisiae bir jenis Ale Ragi Saccharomyces uvarum, Saccharomyces pastorianus, atau Saccharomyces carlsbergensis bir jenis Lager Fermentasi satu hingga tiga minggu. 8
Beer Production Pendinginan Air pendingin dijalankan melalui panel pendingin. Ketika fermentasi selesai, terbentuk skim ragi di atas permukaan. 9
Beer Production Penyaringan Setelah didinginkan, kemudian disaring, dan didapat residu berupa partikel ragi padat/skim dan bir yang telah jadi. Skim ragi hasil saringan ini digunakan lagi nantinya. Penyimpanan Bir disimpan dalam tangki yang ditutup dan disimpan pada 10-15 o C, untuk jangka waktu minimum 5 hari, untuk memungkinkan fermentasi sekunder dilakukan dengan sejumlah kecil ragi yang masih tertinggal. Fermentasi ini cenderung meningkatkan kualitas bir. Pada pembuatan bir tertentu, bir didinginkan kembali sampai suhu 0 o C 10
Beer Production Bir Bright Tank Disini bir dilakukan serangkaian pemeriksaan, antara lain: kandungan CO 2, DO (oksigen terlarut), warna, dan kepahitan. Setiap bir harus memenuhi spesifikasi tertentu untuk masingmasing karakteristik bir, tetapi tidak untuk oksigen. Tingkat oksigen terlarut dalam bir harus rendah, kurang dari 0.3 ppm. Pengemasan Bir-bir dialirkan dari Bir Bright Tank untuk kemudian dimasukkan kedalam botol-botol yang telah disterilkan terlebih dahulu dan kemudian ditutup. 11
Beer Production Pasteurisasi Botol yang telah terisi dipanaskan kembali dengan udara pada suhu 60 o C selama dua puluh menit pada konveyer untuk mempastir botol. Pengemasan Botol bir dikemas pada kotak-kotak dan kemudian diberi label, dll. Distribusi Bir siap dijual dan dipasarkan kepada konsumen melalui distributor 12
Biofouling in Beer Industry 13
Perpipaan 14
Alat Penggilingan 15
Alat Perebusan 16
Fermentor 17
Storage 18
Lantai 19
Control of Biofouling in Beer Industry 20
Strategi Pengontrolan Peningkatan ketahanan bir terhadap serangan mikroba Pencegahan (Minimalisasi) Proses minimalisasi mikroba Control Biofilm Pembersihan dan Sanitasi Disain peralatan produksi yang higienis Monitoring 21
Pencegahan (Minimalisasi) Peningkatan ketahanan bir terhadap mikroba Pengaturan ph Penambahan senyawa an6mikroba Proses minimalisasi mikroba Proses Pencucian yeast dengan asam Tujuan Mengurangi mikroba kontaminan yang terikut dalam yeast pekat Pendinginan Menghambat pertumbuhan mikroba kontaminan selama proses fermentasi dan maturasi Filtrasi Menghilangkan yeast pekat, mengurangi kontaminasi mikroba Pasteurisasi Pengemasan (penyimpanan) higienis (aseptis) Menghilangkan sel vegetatif pada produk bir akhir Mencegah kontaminasi selama proses packaging 22
Pencegahan (Minimalisasi) (Cont d) Disain Peralatan Produksi Higienis 1.Pemilihan material yang sesuai. 2.Faktor kekasaran permukaan peralatan. 3.Minimalisasi Dead Spaces. 4.Pemilihan valve yang tepat untuk bioreaktor : valves dari logam dengan tutup stem atau diafragma dan pinch valve. 5.Konstruksi ruangan pengisian, pipa saluran, kualitas udara pada ruang pengisian, lokasi bo5le washer dan filler. 6.Konstruksi dispensing system. 23
Pembersihan dan Sanitasi Metode Pembersihan Manual: permukaan yang terbuka Clean-in-Place (CIP): tangki, pipa, vessel Tahapan proses Suhu Durasi (Menit) Prerinsing Dingin atau panas 5-10 Alkali cleaning, sodium hidroksida (1.5-4%) Dingin atau panas 10-60 Intermediate rinsing Dingin atau panas 10-30 Acidic cleaning, asam phosphat, asam nitrat atau asam sulfur (1-2%) Dingin 10-30 - Dengan larutan disinfektan - Dengan air panas Disinfeksi Dingin 85-90 O C 10-30 Final rinsing Dingin 5-10 24
Pembersihan dan Sanitasi (Cont d) Tipe Disinfektan Hidrogen peroksida a. Asam peracetik (2.5-15%) b. Dengan asam organik atau non organik dan surfaktan a. Alkalin klorin b. Asam iodofor Halogen Surface active agents a. Senyawa ammonia kuartener ph 4-9 b. Amphoterics Asam karbonat terhalogenasi Brewhouse, tangki fermentasi, storage, dan pompa, pipa distribusi, filler, bottle washer Malthouse, brewhouse, tangki dan perpipaan, selang karet, fitting, bottle washer Pembersihan plant secara umum, mesin mixing, fitting, malthouse, selang karet, filler Tangki dan perpipaan Alkilamina Filler, higienitas lingkungan Biguanida Aldehid Peralatan yang kecil, sanitasi udara, sistem pengolahan air, cooling, pasteurizer, penghangat botol/kaleng Klorin dioksida Bottle washer 25
Monitoring Visual inspection Swab samples Final rinse water sampling Analysis of the next batch 26
THANK YOU 27
Yeast Cell Bacteria Analisis SEM 28