RAFIKA DIAZ 1, JUFRIZEN 2. Abstract

dokumen-dokumen yang mirip
Oleh: ZULIA HANUM,SE,M.Si

Pengaruh Profitabilitas Terhadap Harga Saham Emiten LQ45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun Nisran, LCA. Robin Jonathan, Suyatin

PENGARUH CURRENT RATIO DAN RETURN ON ASSET (ROA) TERHADAP EARNING PER SHARE (EPS) PADA PT. UNILEVER INDONESIA, Tbk. Yeni Purwati

PENGARUH NET PROFIT MARGIN DAN RETURN ON INVESTMENT TERHADAP STRUKTUR MODAL PADA PERUSAHAAN ASURANSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIVIDEND PER SHARE PADA INDUSTRI BARANG KONSUMSI DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH NET PROFIT MARGIN DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN OTOMOTIF YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Prosiding Manajemen ISSN:

Albinatus Riki Program Studi Akuntansi STIE Widya Dharma Pontianak

PENGARUH VARIABEL RETURN ON ASSETS, RETURN ON EQUITY, NET PROFIT MARGIN DAN EARNING PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM PADA SEKTOR PERBANKAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Prosiding Akuntansi ISSN:

:Anggun Kartika Wati Npm :

ANALISIS PENGARUH RASIO PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM DI PERUSAHAAN MANUFAKTUR

Faizatur Rosyadah Suhadak Darminto Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

Pengaruh Rasio Keuangan Terhadap Earning Per Share (Eps) Pada Perusahaan Transportasi Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

PENGARUH KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN ROKOK YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN

PENGARUH TOTAL ASSET TURNOVER (TAT) DAN NET PROFIT MARGIN (NPM) TERHADAP RETURN ON EQUITY (ROE) PADA PT. INDOFOOD SUKSES MAKMUR, TBK

Prosiding Manajemen ISSN:

[JURNAL ECOBISMA] Vol. 2 No. 1 Jan 2015

III. METODOLOGI PENELITIAN. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yang

PENGARUH LIKUIDITAS, EFEKTIVITAS MODAL KERJA, LEVERAGE TERHADAP ROA DAN ROE PADA KPRI DI KABUPATEN LAMONGAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. saham pada perusahaan food and beverages di BEI periode Pengambilan. Tabel 4.1. Kriteria Sampel Penelitian

PENGARUH FINANCIAL LEVERAGE TERHADAP EARNING PER SHARE PADA PT BUMI SERPONG DAMAI, Tbk DAN ENTITAS ANAK

BAB III METODE PENELITIAN

PENGARUH FAKTOR FUNDAMENTAL INFORMASI KEUANGAN TERHADAP INDEKS HARGA SAHAM INDUSTRI MAKANAN DAN MINUMAN DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN. mereka untuk mengetahui pergerakan saham yang terjadi berapapun besar

Rizki Adriani Pongrangga Moch. Dzulkirom Muhammad Saifi Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS HASIL PENELITIAN Analisis Rasio ROI, ROE, NPM, DAR dan DER pada Perusahaan

SKRIPSI. Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Program Studi Akuntansi. Disusun oleh: Aulatun Nisah NIM:

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH PROFITABILITAS TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR MAKANAN DAN MINUMAN DI BEI TAHUN

BAB IV GAMBARAN SUBYEK PENELITIAN DAN ANALISIS DATA. pengaruh model fundamental dan risiko sistematik terhadap harga saham, dengan

PENGARUH KINERJA PERUSAHAAN TERHADAP RETURN SAHAM PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE DAN PROPERTY YANG TERDAFTAR DI KOMPAS 100 PERIODE

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM DENGAN SENSITIVITAS SUKU BUNGA SEBAGAI VARIABEL MODERASI ARTIKEL ILMIAH

BAB I PENDAHULUAN. nilai investasi di masa yang akan datang. (Jones, 2004). Tujuan kegiatan investasi

Pengaruh Profitabilitas dan Kebijakan Dividen Terhadap Nilai Perusahaan

DINA YULIANI ABSTRAK. Dibawah Bimbingan : H. Beben Bahren H. Nana Sahroni

Disusun oleh : ARUM DESMAWATI MURNI MUSSALAMAH B

PENGARUH EARNING PER SHARE (EPS) TERHADAP HARGA SAHAM LQ-45 DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. sebagai pedoman agar dapat digunakan didalam penelitian ini. Sebagai berikut

BAB I PENDAHULUAN. perusahaan berlomba-lomba untuk dapat menghasilkan keuntungan atau laba yang

Keywords: Debt to Equity Ratio, Inventory Turn Over, Current Ratio, Return On Equity.

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

Gladys Dorothy Program Studi Akuntansi STIE Widya Dharma Pontianak

Disusun Oleh: NURUL FAJRINA B

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. variabel dependen yang digunakan dalam model analisis regresi linear berganda.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. investor untuk menanggung risiko atas investasi yang dilakukannya. Tanpa

BAB V PENUTUP. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan Price Earning Ratio (PER),

BAB I PENDAHULUAN. menanamkan modalnya, tanpa melihat return perusahaan maupun

BAB I PENDAHULUAN. dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan yang memerlukan dana dalam jumlah

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN

PENGARUH RASIO PROFITABILITAS DAN RASIO LIKUIDITAS TERHADAP HARGA SAHAM PERUSAHAAN LQ45 MUHAMAD YASIN MARASABESSY

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dunia usaha semakin memicu persaingan antar. perusahaan untuk mencapai suatu keberhasilan. Indikator keberhasilan

BAB I PENDAHULUAN. Bursa Efek Jakarta (BEJ) atau Jakarta Stock Exchange (JSX) adalah sebuah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan sektor pertambangan yang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Pada dasarnya perusahaan membutuhkan dana dalam jumlah tertentu

PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. perolehan sampel dan data tentang Capital Adequacy Ratio (CAR), Loan to

PENGARUH LIKUIDITAS DAN STRUKTUR MODAL TERHADAP PROFITABILITAS PADA PERUSAHAAN PLASTIK DAN KEMASAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. maksimum. Penelitian ini menggunakan current ratio (CR), debt to equity ratio

ANALISIS FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN LQ45 YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH PERPUTARAN MODAL KERJA DAN PERPUTARAN AKTIVA TETAP TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT MAYORA INDAH TBK

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Jogianto (2003:109), return merupakan hasil yang diperoleh dari

PENGARUH LIKUIDITAS, EFEKTIVITAS MODAL KERJA, LEVERAGE TERHADAP ROA DAN ROE PADA KPRI DI KABUPATEN LAMONGAN

PENGARUH DEBT TO EQUITY RATIO

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PENGARUH ROE (RETURN ON EQUITY) TERHADAP HARGA SAHAM PADA PT. XL AXIATA, TBK Nurlaila Kasim Jurusan Manajemen Program Studi S1 Manajemen

PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PERUBAHAN LABA PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

Pengaruh Leverage dan Profitabilitas terhadap Dividend Payout Ratio pada Perusahaan Otomotif dan Komponen di Bursa Efek Indonesia

ANALISIS PENGARUH KINERJA KEUANGAN TERHADAP HARGA SAHAM (Studi Kasus Pada PT. Indosat Tbk Periode )

ANALISIS PENGARUH ROA, ROE, NPM DAN EPS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN SEKTOR MANUFAKTUR DI BURSA EFEK INDONESIA

PENGARUH RETURN ON ASSETS

PENGARUH RASIO KINERJA KEUANGAN TERHADAP RETURN SAHAM SEKTOR PERBANKAN YANG TERDAFTAR DI BEI PADA TAHUN NASKAH PUBLIKASI

BAB I PENDAHULUAN. maksimal seperti yang telah ditargetkan, perusahaan dapat berbuat banyak bagi

PENGARUH RETURN ON EQUITY, RETURN ON INVESTMENT DAN EARNING PER SHARE TERHADAP HARGA SAHAM PT FORTUNE INDONESIA, Tbk NENY HERAWATI

PENGARUH ROE (RETURN ON EQUITY)

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

PENGARUH EARNING PER SHARE DAN RETURN ON ASSETS TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN PROPERTI YANG TERDAFTAR DI LQ-45

BAB 1 PENDAHULUAN. profitabilitas yang tinggi. Profitabilitas adalah kemampuan perusahaan

PENGARUH PERTUMBUHAN LABA, DIVIDEND PAYOUT RATIO, DEBT TO EQUITY RATIO DAN RETURN ON EQUITY TERHADAP PRICE EARNING RATIO

BAB I PENDAHULUAN. Untuk melakukan sebuah investasi, sebaiknya investor melakukan analisis

ANALISIS PENGARUH RASIO KEUANGAN TERHADAP PERTUMBUHAN LABA PADA INDUSTRI ROKOK YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

ANALISIS KEBIJAKAN DIVIDEN PERUSAHAAN YANG TERDAFTAR DI BEI SUB SEKTOR TEKSTIL DAN GARMEN TAHUN

BAB IV ANALISIS HASIL DAN PEMBAHASAN. yang telah diperoleh dan dapat dilihat dalam tabel 4.1 sebagai berikut : Tabel 4.1 Descriptive Statistics

PENGARUH FIRM SIZE, ROE, ROI, GROWTH DAN NPM TERHADAP DPR. Arif Siswanto ABSTRAK

Sudarmono Program Studi Manajemen STIE Widya Dharma Pontianak

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. periode dan dipilih dengan cara purposive sampling artinya metode

PENGARUH ROA, ROE, DAN PER TERHADAP HARGA SAHAM PT MANDOM INDONESIA, Tbk.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS PENGARUH PENGELOLAAN MODAL KERJA TERHADAP KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2012

BAB II TEORI DAN PERUMUSAN HIPOTESIS. tentang pengaruh kinerja keuangan terhadap harga saham.

PENGARUH NON PERFORMING LOAN (NPL) DAN LIKUIDITAS TERHADAP PROFITABILITAS PADA PT BANK RAKYAT INDONESIA, TBK YANG TERCATAT DI BURSA EFEK INDONESIA

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Berdirinya suatu perusahaan harus memiliki suatu tujuan yang

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. data dari perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (penawaran saham

DEWI JUNIARTI HONDRO JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MARITIM RAJA ALI HAJI (UMRAH)

Transkripsi:

PENGARUH RETURN ON ASSETS (ROA) DAN RETURN ON EQUITY (ROE) TERHADAP EARNING PER SHARE (EPS) PADA PERUSAHAAN ASURANSI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA RAFIKA DIAZ 1, JUFRIZEN 2 1 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara 2 Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara jufrizenumsu@gmail.com Abstract This study aims to determine the effect of Return On Assets (ROA) of the Earning Per Share (EPS), the influence of Return On Equity (ROE) to Earning Per Share (EPS) and to determine the effect of Return On Assets (ROA) and Return on Equity (ROE) to Earning Per Share (EPS) on insurance companies listed on the Indonesia Stock Exchange. The results of this study indicate that the Return On Assets partially do not have significant effect on Earning Per Share. Same thing with Return On Equity is partially no significant effect on Earning Per Share. However, Return on Assets and Return on Equity simultaneous significant effect on Earning Per Share. Keywords: return on assets (ROA), return on equity (ROE), earning per share (EPS). PENDAHULUAN Selain pemerintah, swasta juga punya andil dalam pembangunan dan pertumbuhan perekonomian suatu Negara. Peran swasta yaitu dengan investasi dan membuka lapangan kerja. Selain itu perkembangan zaman juga telah menempatkan pasar modal pada peranan yang semakin penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional dan merupakan salah satu sarana terbesar dalam pembentukan modal dan tempat mengalokasikan dana yang dapat diarahkan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat guna menunjang pembiayaan untuk pembangunan nasional. Pasar modal juga menyediakan alternatif investasi jangka pendek maupun jangka panjang bagi pemilik modal. Berdasarkan kondisi tersebut di atas, pasar modal saat ini sangat menarik perhatian para calon investor dan pemilik modal untuk berinvestasi di pasar modal. Mereka perlu memperoleh sejumlah informasi yang berkaitan dengan pendapatan perusahaan dari segala segi agar bisa mengambil keputusan tentang saham perusahaan yang layak dimiliki. Sebab berinvestasi saham merupakan jenis investasi yang beresiko tinggi meskipun menjanjikan keuntungan yang relatif besar. Dalam pasar modal, laba per saham (Earning Per Share) menunjukkan jumlah laba yang menjadi hak setiap pemegang saham. Laba per saham (EPS) sangat penting karena merupakan pendapatan bagi perusahaan untuk investor dan menjadi tolak ukur investor untuk menanamkan modalnya pada perusahaan. Tingginya jumlah EPS akan meningkatkan kepercayaan investor untuk menambah investasinya yang mana sangat dibutuhkan oleh pihak perusahaan. EPS yang JURNAL MANAJEMEN & BISNIS VOL 14 NO. 02 OKTOBER 2014 ISSN 1693-7619 127

tinggi merupakan tolak ukur kemampuan perusahaan memperoleh pendapatan bersih. Selain faktor eksternal, ada juga faktor internal yang mempengaruhi laba dan laba per saham. Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam perusahaan yang dapat dikendalikan oleh manajemen perusahaan. Yang termasuk faktor internal yaitu analisis laporan keuangan perusahaan. Dengan analisis rasio pada laporan keuangan ini dapat diketahui kekuatan serta kelemahan yang dimiliki perusahaan. Maka, laporan keuangan yang diterbitkan suatu perusahaaan harus dapat mengungkapkan kondisi perusahaan yang sebenarnya, sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat umum dan bagi pengambilan keputusan. Di samping EPS, terdapat rasio lain yang digunakan untuk mengetahui efektifitas penggunaan dana perusahaan untuk mengasilkan laba. Dana yang diolah oleh perusahaan tersebut terbagi atas beberapa sumber, dua di antaranya berasal dari total investasi atau asset yang dimilikinya dan dari modal atau ekuitas yang tertanam dalam perusahaan. Kedua rasio tersebut menunjukkan perolehan laba atas pengelolaan aktiva dan ekuitas perusahaan sehingga dapat mempengaruhi keputusan investor dalam berinvestasi. ROA (Return On Assets) merupakan tingkat pengembalian atau laba yang dihasilkan dari pengelolaan asset maupun investasi perusahaan. Rasio ini biasa dipakai sebagai indikator akan profitabilitas perusahaan dengan membandingkan antara laba bersih dengan keseluruhan total aktiva pada perusahaan. ROA dapat memberikan pengukuran yang memadai atas efektifitas keseluruhan perusahaan karena ROA memperhitungkan penggunaan aktiva dan profitabilitas dalam penjualan. Dengan demikian, ROA dapat dijadikan salah satu indicator dalam pengambilan keputusan investor dalam memilih perusahaan untuk berinvestasi. Maka semakin tinggi rasio ini maka akan semkin tinggi pula kepercayaan dan minat investor untuk berinvestasi. ROE (Return On Equity) merupakan rasio yang menunjukkan seberapa besar perusahan dapat menghasilkan laba atau keuntungan dari hasil pengelolaan modal yang dimiliknya, baik modal sendiri maupun modal dari investor. Rasio ini sering kali mencerminkan penerimaan perusahaan atas peluang investasi yang baik dan manajemen biaya yang efektif. Jika ROE tinggi, maka perusahaan telah efektif dalam mengelola modalnya sehingga akan mengundang minat dan kepercayaan investor untuk berinvestasi. Fenomena yang terjadi adalah total asset dan total ekuitas yang meningkat disertai laba bersih mengalami peningkatan pula, berarti semakin tinggi asset (aktiva) maka akan menunjukkan seberapa kaya perusahaan. Hal ini akan berpengaruh kepada kelancaran/kemudahan proses manajemen perusahaan untuk memperoleh pinjaman/utang dari perusahaan lain. Sedangan pada laba bersih per sahamnya mengalami penurunan. Hal ini berdampak negative bagi perusahaan karena laba tersebut merupakan alat ukur untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan, sehingga akan mengurangi kepercayaan investor terhadap perusahaan. KAJIAN TEORITIS Lukman Syamsuddin (2009) mengatakan bahwa pada umumnya manajemen perusahaan, pemegang saham biasa dan calon pemegang saham sangat tertarik akan Earning Per Share (EPS), karena hal ini menggambarkan jumlah rupiah JURNAL MANAJEMEN & BISNIS VOL 14 NO. 02 OKTOBER 2014 ISSN 1693-7619 128

yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa. Para calon pemegang saham tertarik dengan EPS yang besar, karena hal ini merupakan salah satu indicator keberhasilan suatu perusahaan. Menurut Wild dan Subramanyam, Halsey (2005) EPS sangat banyak digunakan dalam mengevaluasi kinerja operasi dan profitabilitas suatu perusahaan. EPS menjabarkan prinsip yang mendasari perhitungan dan interpretasi laba per saham. Menurut Haryono Jusuf (2006) nilai laba per saham dapat diketahui dengan menghitung perbandingan antara laba bersih dengan jumlah saham yang beredar. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa laba per saham adalah jumlah pendapatan yang diperoleh dalam satu periode untuk tiap lembar saham yang beredar, dan akan dipakai oleh pimpinan perusahaan untuk menentukan besarnya dividen yang akan dibagikan. Salah satu alasan investor membeli saham adalah untuk mendapatkan deviden maupun capital gain, jika nilai laba per saham kecil maka kecil pula deviden yang akan dibagikan perusahaan. Maka dapat dikatakan investor akan lebih meminati saham yang memiliki EPS tinggi dibandingkan saham yang memiliki earning per share rendah. Munawir (2007) mengemukakan bahwa Return On Assets (ROA) adalah bentuk dari ratio profitabilitas yang dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva dan digunakan untuk operasi perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Menurut Kasmir (2012) hasil pengembangan investasi atau lebih dikenal dengan nama Return On Investment merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaaan. ROI juga merupakan suatu ukuran tentang aktivitas manajemen dalam mengelola investasinya. Selanjutnya Agus Sartono (2010) mengatakan bahwa Return On Assets menunjukkan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari aktiva yang dipergunakan. Dari pendapat beberapa ahli di atas dapat disimpulkan bahwa ROA adalah rasio profitabilitas yang menunjukkan seberapa besar kemampuan perusahaan dalam mengelola aktiva yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan. Apabila ROA memiliki nilai yang tinggi, maka kinerja perusahaan dalam mengelola asset menjadi laba bagi perusahaan sangat baik. Kemampuan perusahaan ini akan dilihat oleh investor, makin baik kemampuan perusahaan tersebut maka semakin tertarik investor untuk menanamkan modal di perusahaan tersebut. ROA memiliki tujuan dan manfaat tidak hanya bagi pihak pemilik usaha atau manajemen saja, tetapi juga bagi pihak luar perusahaan, terutama pihak-pihak yang memiliki hubungan atau kepentingan dengan perusahaan. Dalam kaitan dengan EPS, maka semakin tinggi ROA, laba yang akan dibagikan kepada para pemegang saham juga akan semakan tinggi pula, begitu juga sebalikya. Hal ini dikarenakan ROA merupakan pengembalian yang dihasilkan dari pengelolaan aset yang dimiliki perusahaan, baik aset sendiri maupun aset yang berasal dari investor. Besarnya rasio pengembalian atas pengelolaan aset ini dapat diketahui melalui hasil perhitungan antara besarnya laba bersih dibagikan dengan besarnya total aset/total aktiva perusahaan dalam satu periode tertentu. Berikutnya mengenai Return On Equity (ROE), Kasmir (2012) menyatakan bahwa hasil pengembalian Ekuitas atau Return On Equity atau rentabilitas modal sendiri merupakan rasio untuk mengukur laba bersih setelah pajak dengan modal JURNAL MANAJEMEN & BISNIS VOL 14 NO. 02 OKTOBER 2014 ISSN 1693-7619 129

sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi pengguna modal sendiri. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik. Artinya posisi pemilik perusahaan semakin kuat, demikian pula sebaliknya. Selanjutnya Lukman Syamsuddin (2009) menyatakan bahwa Return On Equity (ROE) merupakan suatu pengukuran dari penghasilan (income) yang tersedia bagi para pemilik perusahaan (baik pemegang saham biasa maupun pemegang saham preferen) atas besarnya modal yang mereka investasikan di dalam perusahaan. Agus Sartono (2010) menyatakan bahwa Return On Equity atau Return On Net Worth mengukur kemampuan perusahaan memperoleh laba yang tersedia bagi pemegang saham perusahaan. Rasio ini juga dipengaruhi oleh besar-kecilnya utang perusahaan, apabila proporsi utang makin besar maka rasio ini juga akan makin besar. Menurut Harmono (2009) besarnya rasio pengembalian atas pengelolaan modal perusaaan/roe dapat diketahui melalui hasil perhitungan antara besarnya laba bersih dibagikan dengan besarnya total modal/total ekuitas perusahaan. Dalam kaitannya dengan EPS, maka secara umum semakin tinggi return atau penghasilan/pengembalian atas penginvestasian modal yang diperoleh maka semakin baik kedudukan pemilik perusahaan karena menujukkan efektifitas manajemen dalam menggunakan modal yang mereka miliki. Pengembalian ekuitas yang tinggi pada perusahaan memungkinkan menarik investor untuk menginvestasikan modal mereka kepada perusahaan untuk dikelola dan menghasilkan laba. Kerangka Konseptual Dan Hipotesis Return On Assets (ROA) Return On Equity (ROE) Earning Per Share (EPS) Gambar 1. Kerangka Konseptual Berdasarkan kerangka teoritis dan kerangka berfikir sebagaimana telah diuraikan sebelumnya maka dapat disusun hipotesis penelitian sebagai berikut: H 1 : Terdapat hubungan positif antara Return On Assets (ROA) dengan Earning Per Share (EPS) pada perusahaan Asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. H 2 : Terdapat hubungan positif antara Return On Equity (ROE) dengan Earning Per Share (EPS) pada perusahaan Asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. H 3 : Terdapat hubungan postif antara Return On Assets (ROA) dan Return On Equity (ROE) secara bersama-sama dengan Earning Per Share (EPS) pada perusahaan Asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data dari laporan keuangan seluruh perusahaan Asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan mengakses situs resmi BEI www.idx.co.id. JURNAL MANAJEMEN & BISNIS VOL 14 NO. 02 OKTOBER 2014 ISSN 1693-7619 130

Karateristik Penelitian Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, maka diperoleh diskripsi datapenelitian yang terlihat pada tabel 1. Hasil statistik deskriptif menyatakan bahwa EPS, ROA, dan ROE berada diatas nilai rata-rata dengan nilai masingmasing, EPS91.5780, ROA6.9885, dan ROE16.1122. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara simultan ROA dan ROE berpengaruh terhadap EPS karena berada diatas nilai rata-rata dan secara parsial yang paling baik adalah ROE dengan nilai rata-rata 16.1122. Tabel 1. Deskripsi Statistik Mean Std. Deviation N EPS 91.5780 93.34415 40 ROA 6.9885 3.49008 40 ROE 16.1122 8.97765 40 Berdasarkan hasil pengujian asumsi klasik di atas tersebut maka dapat dikatakan bahwa model analisis berganda tersebut sudah memenuhi seluruh asumsi klasik OLS (Ordinary Least Square) karena terbebas dari gejala asumsi klasik. Dengan menggunakan bantuan komputer program SPSSversion 16,00 for windows sebagai alat bantuan dalam analisis diperoleh hasil yang dapat dilihat pada tabel sebagai berikut : Tabel 2. Hasil Analisis Regresi Pengaruh Return On Asstes (ROA), Return On Equity (ROE) Terhadap Earning Per Share (EPS) Pada Perusahaan Asurasi yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Variabel Independen Koefisien Standard & Konstanta Regresi of Error T hitung Significance Constant 32,576 31,315 1,040 0,305 ROA -4,883 7,723-0,632 0,531 ROE 5,780 3,002 1,925 0,062 R(square) R 2 Adjuster R 2 F Sig.F = 0,169 = 0,124 = 3,758 = 0,033 Berdasarkan tabel di atas maka dapat disusun persamaan regresi setelah perbaikan model sebagai berikut: Y = 32,576 4,883X 1 + 5,780X 2 + e Dari persamaan regresi linier tersebut dapat dilihat bahwa besarnya konstanta adalah 32,576, berarti bahwa dengan asumsi variabel independen bernilai nol maka EPS berada pada posisi 32,576. Sementara itu koefisien X 1 (ROA) diperoleh sebesar -4,883, dan koefisien X 2 (ROE) diperoleh sebesar 5,780. Artinya apabila X 1 naik sebesar satu unit maka EPS juga naik sebesar -4,883 (dengan kata lain mengalami penurunan sebesar 488,3%) bila variabel independen lainnya dianggap konstan. Apabila variabel X 2 naik sebesar satu unit maka EPS akan naik sebesar 5,780 (atau sebesar 578%) jika variabel independen lainnya dianggap konstan. Dari persamaan regresi tersebut di atas dapat dilihat bahwa variabel variabel independen (Return On Assets dan Return On Equity) mempunyai arah yang berbeda terhadap Earning Per Share. Hal ini menunjukan apabila variabel- JURNAL MANAJEMEN & BISNIS VOL 14 NO. 02 OKTOBER 2014 ISSN 1693-7619 131

variabel independen memiliki tingkat yang tinggi maka laba per saham akan tinggi juga. Begitu juga dengan keadaan sebaliknya. Untuk mengetahui sejauh mana tingkat signifikansi pengaruh Return On Assets dan Return On Equity terhadap Earning Per Share pada perusahaan sektor Asuransi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia baik secara simultan dan parsial maka dilakukan pengujian terhadap persamaan regresi tersebut melalui pengujian hipotesis penelitian. Untuk menguji Return On Assets dan Return On Equity secara simultan berpengaruh terhadap Earning Per Share dilakukan pengujian dengan menggunakan statistik uji F. Pengujian hipotesis tersebut dilakukan dengan uji dua arah dengan menggunakan tingkat signifikansi = 0,05 dan derajat bebas (k) dan (n-k). Pengujian dilakukan dengan cara membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel dengan kriteria keputusan adalah: Jika F hitung < F tabel : H 0 diterima atau H a ditolak Jika F hitung > F tabel : H a diterima atau H 0 ditolak Tabel 3. Hasil Analisis Uji F Terhadap Return On Asstes (ROA), Return On Equity (ROE) Secara Simultan Terhadap Earning Per Share (EPS) Pada Perusahaan Asurasi yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 57379.553 2 28689.777 3.758.033 a Residual 282432.556 37 7633.312 Total 339812.109 39 Berdasarkan hasil analisis regresi yang diikhtisarkan pada tabel menunjukkan nilai F hitung adalah 3,758 dan nilai F tabel pada = 0.05 (40-2-1) adalah 3,25. Jadi F hitung =3,758 > F tabel = 3,25. Hal ini berarti bahwa H 0 ditolak dan H a diterima pada tingkat signifikansi =0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Return On Assets dan Return On Equity secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Earning Per Share. Sama halnya dengan pengujian hipotesis di atas maka untuk menguji hipotesis secara parsial juga dilakukan sama dengan rancangan uji hipotesis yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, yaitu dengan menggunakan uji t. Pengujian ini juga dilakukan dengan uji dua arah, menggunakan tingkat signifikansi =0,05 dan derajat bebas (n-k). Pengujian hipotesis dilakukan dengan membandingkan antara nilai t hitung dengan nilai t tabel dengan kriteria keputusan adalah: Jika t hitung < t tabel : H 0 diterima atau H a ditolak Jika t hitung > t tabel : H a diterima atau H 0 ditolak Nilai t hitung dari setiap koefisien regresi hasil analisi regresi adalah sebagaimana yang diikhtisarkan pada table 2. Nilai t tabel pada = 0,05 berdasarkan uji dua pihak (two tailed test) dengan derajat bebas 2 dan 38 adalah 2,024. Perbandingan antara nilai t hitung dengan t tabel untuk setiap koefisien regresi masing-masing variabel disajikan pada tabel berikut: JURNAL MANAJEMEN & BISNIS VOL 14 NO. 02 OKTOBER 2014 ISSN 1693-7619 132

Tabel 4. Perbandingan t hitung Dengan t tabel Dari Koefisien Masing-Masing Variabel Koefisien Regresi ( ) t hitung t table Signifikansi Kesimpulan ROA -0,632 2,024 0,531 Tidak Signifikan ROE 1,925 2,024 0,062 TidakSignifikan Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bagaimana pengaruh masingmasing variabel terhadap kinerja usaha, yaitu: 1. Return On Assets(X 1 ) Berdasarkan hasil penelitian yang diikhtisarkan pada tabel menunjukkan bahwa t hitung = -0,632 < t tabel = 2,024. Dengan demikian H 0 diterima dan H a ditolak, dengan kata lain bahwa variabel ROA tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Earning Per Share. 2. Return On Equity (X 2 ) Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai t hitung =1,925 < t tabel =2,024 Dengan demikian H 0 diterima dan H a ditolak, dengan kata lain bahwa variabel Return On Equity tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap Earning Per Share. Berdasarkan data-data di atas maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis yaitu Return On Assets dan Return On Equity tidak dapat dapat diterima atau H 0 diterima, dengan kata lain bahwa secara parsial variabel Return On Assets (X 1 ) dan Return On Equity (X 2 ) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Earning Per Share. Selanjutnya secara simultan Return On Assets (X 1 ) dan Return On Equity (X 2 ) mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Earning Per Share dan pengaruh yang diberikan yaitu sebesar 41,1% sedangkan sisanya sebesar 58,9% dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak dimasukkan dalam penelitian ini. PENUTUP Peningkatan laba per saham (EPS) pada Perusahaan Asuransi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia meliputi: peningkatan pada seluruh instrument keuangan dan pada keseluruhan rasio keuangan. Peningkatan diharapkan terealisasi dalam jumlah ataupun persentase yang besar, karena dalam penelitian ini peningkatan persentase dalam jumlah kecil tidak terlalu terlihat pengaruhnya terhadap laba per saham. Perusahaan juga sebaiknya memperhatikan kinerja manajemen perusahaan dalam hal peningkatan laba perushaan demi pencapaian tujuan perusahaan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara merekrut tenaga kerja keuangan yang ahli dan terampil serta memiliki dedikasi dan loyalitas yang tinggi terhadap perusahaan. DAFTAR PUSTAKA Harmono (2009).Manajemen Keuangan Berbasis Balance Scorecard (Cetakan Pertama). Jakarta: PT. Bumi Aksara. Jusuf, Haryono (2006). Dasar-Dasar Akuntansi. Edisi Kedua. Yogyakarta: Liberty. Kasmir (2012).Analisis Laporan Keuangan (Cetakan Kelima). Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. JURNAL MANAJEMEN & BISNIS VOL 14 NO. 02 OKTOBER 2014 ISSN 1693-7619 133

Munawir (2007).Analisis Laporan Keuangan (Edisi Keempat). Yogyakarta: Liberty. 2006). Pasar Modal danmanajemen Portofolio.Surabaya: Erlangga. Sartono, Agus (2010). Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi (Edisi Keempat). Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta. Syamsuddin, Lukman (2009). Manajemen Keuangan Perusahaan. Edisi Baru. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. Wild, John J., K.R. Subramanyam dan Robert F. Helsey (2005).Analisis Laporan Keuangan.Edisi ke-8.buku 1. Jakarta: Salemba Empat. JURNAL MANAJEMEN & BISNIS VOL 14 NO. 02 OKTOBER 2014 ISSN 1693-7619 134