DALAM URANIUM DIOKSIDA

dokumen-dokumen yang mirip
PENGENALAN DAUR BAHAN BAKAR NUKLIR

PROSES PEMURNIAN YELLOW CAKE DARI LIMBAH PABRIK PUPUK

III. METODOLOGI PENELITIAN. analisis komposisi unsur (EDX) dilakukan di. Laboratorium Pusat Teknologi Bahan Industri Nuklir (PTBIN) Batan Serpong,

ANALISIS KANDVNGAN PENGOTOR DALAM PELET VOz SINTER

ANALISIS KOMPOSISI KIMIA SERBUK HASIL PROSES HYDRIDING-DEHYDRIDING PADUAN U-Zr

PENENTUAN RASIO O/U SERBUK SIMULASI BAHAN BAKAR DUPIC SECARA GRAVIMETRI

PENYIAPAN LARUTAN URANIL NITRAT UNTUK PROSES KONVERSI KIMIA MELALUI EVAPORASI

PENGARU:H SUHU DAN WAKTU PADA KALSINASI AMONIUM DIURANA 1r SECARA FLUIDISASI.5 j ()

PENGARUH KONSENTRASI PELARUT UNTUK MENENTUKAN KADAR ZIRKONIUM DALAM PADUAN U-Zr DENGAN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

ANALISIS KADAR URANIUM DALAM YELLOW CAKE DENGAN TITRASI SECARA POTENSIOMETRI

besarnya polaritas zeolit alam agar dapat (CO) dan hidrokarbon (HC)?

ANALISIS UNSUR PENGOTOR Fe, Cr, DAN Ni DALAM LARUTAN URANIL NITRAT MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM

PENENTUAN KANDUNGAN PENGOTOR DALAM SERBUK UO2 HASIL KONVERSI YELLOW CAKE PETRO KIMIA GRESIK DENGAN AAS

PENENTUAN DENSITAS KETUK SERBUK URANIUM OKSIDA HASIL PROSES OKSIDASI REDUKSI PELET U02 SINTER

BAB III METODE PENELITIAN. Lokasi dalam penelitian ini terdiri dari 4 titik yaitu Titik 1 (Simpang Lima

ANALISIS UNSUR Pb, Ni DAN Cu DALAM LARUTAN URANIUM HASIL STRIPPING EFLUEN URANIUM BIDANG BAHAN BAKAR NUKLIR

ISSN , A'NALISIS ZIRKONI{l

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

ANALISIS UNSUR-UNSUR PENGOTOR DALAM YELLOW CAKE DARI LIMBAH PUPUK FOSFAT SECARA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM

Udara ambien Bagian 2: Cara uji kadar nitrogen dioksida (NO 2 ) dengan metoda Griess Saltzman menggunakan spektrofotometer

VERIFIKASI METODA GRAVIMETRI UNTUK PENENTUAN THORIUM

Logam uranium clan oksida uranium banyak

OPTIMALISASI PROSES PEMEKATAN LARUTAN UNH PADA SEKSI 600 PILOT CONVERSION PLANT

TEKNOLOGI PEMBUATAN BAHAN BAKAR PELET REAKTOR DAYA BERBASIS THORIUM OKSIDA PURWADI KASINO PUTRO

Udara ambien Bagian 4: Cara uji kadar timbal (Pb) dengan metoda dekstruksi basah menggunakan spektrofotometer serapan atom

Emisi gas buang Sumber tidak bergerak Bagian 3: Oksida-oksida sulfur (SO X ) Seksi 2: Cara uji dengan metoda netralisasi titrimetri

Hubungan koefisien dalam persamaan reaksi dengan hitungan

ANALISIS SERBUK UMO UNTUK PEMBUATAN PELAT ELEMEN BAKAR DENGAN TINGKAT MUAT TINGGI

ZAHRA NURI NADA YUDHO JATI PRASETYO

3 Metodologi Penelitian

KUALIFIKASI ALAT POTENSIOMETER METROHM 682 UNTUK PENENTUAN KADAR URANIUM

(~ Prosiding Perlemuan dan Presentasi //miah

KARAKTERISASI SERBUK UO 2 DARI YELLOW CAKE LIMBAH PUPUK FOSFAT MASRIPAH UNIVERSITAS INDONESIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

PEMBUATAN SAMPEL INTI ELEMEN BAKAR U 3 Si 2 -Al

PENGARUH KANDUNGAN URANIUM DALAM UMPAN TERHADAP EFISIENSI PENGENDAPAN URANIUM

KARAKTERISASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR UMPAN PROSES EVAPORASI

OPTIMASI PENENTUAN KONSENTRASI URANIUM DENGAN METODA POTENSIOMETRI

Preparasi Sampel. Disampaikan pada Kuliah Analisis Senyawa Kimia Pertemuan Ke 3.

KARAKTERISASI HASIL PROSES OKSIDASI-REDUKSI SIKLUS I URANIUM OKSIDA

KUALIFIKASI AIR TANGKI REAKTOR (ATR) KARTINI BERDASARKAN DATA DUKUNG METODA NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SSA) DAN ION SELECTIVE ELECTRODE (ISE)

MORFOLOGI SERBUK AMONIUM DIURANAT (ADU) DAN AMONIUM URANIL KARBONAT (AUK) HASIL PEMURNIAN YELLOW CAKE COGEMA

PENENTUAN KADAR BESI DALAM TABLET MULTIVITAMIN MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI SERAPAN ATOM DAN UV-VIS

IDENTIFIKASI LOGAM-LOGAM BERAT Fe, Cr, Mn, Mg, Ca, DAN Na DALAM AIR TANGKI REAKTOR DENGAN METODE NYALA SPEKTROMETRI SERAPAN ATOM (SAA)

LOGO. Stoikiometri. Tim Dosen Pengampu MK. Kimia Dasar

LAMPIRAN. Lampiran I Langkah kerja percobaan adsorpsi logam Cadmium (Cd 2+ ) Mempersiapkan lumpur PDAM

PROSES RE-EKSTRAKSI URANIUM HASIL EKSTRAKSI YELLOW CAKE MENGGUNAKAN AIR HANGAT DAN ASAM NITRAT

PERCOBAAN VII PEMBUATAN KALIUM NITRAT

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PENGARUH KONSENTRASI ELEKTROLIT, TEGANGAN DAN WAKTU TERHADAP KADAR URANIUM PADA ELEKTROLISIS PEB U 3 Si 2 -Al

PREPARASI LIMBAH RADIOAKTIF CAIR EFLUEN PROSES PENGOLAHAN KIMIA UNTUK UMPAN PROSES EVAPORASI

REACTION RESULT PREDICTION OF UO 2 OXIDATION IN THERMOGRAVIMETRIC USE OF REGRESSION POLYNOMIAL

ANALISIS KADAR URANIUM DAN UNSUR PENGOTOR DI DALAM SERBUK AUK DAN UO 2

BAHAN BAKAR KIMIA. Ramadoni Syahputra

BAB IV METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan pada bulan November 2011 sampai dengan Maret 2012 di

BAB IV HASIL dan PEMBAHASAN

BAB III BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan September

SKL 2 RINGKASAN MATERI. 1. Konsep mol dan Bagan Stoikiometri ( kelas X )

BAB I PENDAHULUAN. Krisis energi yang terjadi beberapa dekade akhir ini mengakibatkan bahan

PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PRODUKSI BAHAN BAKAR REAKTOR DAYA

K13 Revisi Antiremed Kelas 10 Kimia

Sulfur dan Asam Sulfat

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tahun 2011 di Laboratorium riset kimia makanan dan material untuk preparasi

PENGARUH UNSUR Al, Mg, DAN Na PADA ANALISIS URANIUM SECARA POTENSIOMETRI

UNJUK KERJA METODE FLAME ATOMIC ABSORPTION SPECTROMETRY (F-AAS) PASCA AKREDITASI

PENGARUH KUAT ARUS PADA ANALISIS LIMBAH CAIR URANIUM MENGGUNAKAN METODA ELEKTRODEPOSISI

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Materi 2.2 Sifat-sifat Materi

PELINDIAN PASIR BESI MENGGUNAKAN METODE ELEKTROLISIS

PERCOBAAN VI. A. JUDUL PERCOBAAN : Reaksi-Reaksi Logam

PEMILIHAN DAN URAIAN PROSES

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Sampel dalam penelitian ini diambil di Instalasi PDAM dan di rumah

KARAKTERISASI PADUAN AlFeNiMg HASIL PELEBURAN DENGAN ARC FURNACE TERHADAP KEKERASAN

Soal Hukum Dasar Kimia Kelas X

PENENTUAN EFISIENSI EKSTRAKSI URANIUM PADA PROSES EKSTRAKSI URANIUM DALAM YELLOW CAKE MENGGUNAKAN TBP-KEROSIN

Tabel 1. Metode pengujian logam dalam air dan air limbah NO PARAMETER UJI METODE SNI SNI

BAB III METODE PENELITIAN

PENENTUAN KADAR URANIUM DALAM PEB U3Siz-AI PASCA IRRADIASI MELALUI PEMISAHAN PENUKAR ANION DENGAN METODA SPEKTROMETER ALPHA

PENGARUH UNSUR AL DAN MO TERHADAP HASIL ANALISIS URANIUM DALAM PELAT ELEMEN BAKAR U-MO/AL DENGAN METODE POTENSIOMETRI

PENETAPAN PARAMETER PROSES PEMBUATAN BAHAN BAKAR UO 2 SERBUK HALUS YANG MEMENUHI SPESIFIKASI BAHAN BAKAR TIPE PHWR

Unjuk Kerja Metode Flame -AAS Page 1 of 10

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni-Juli 2013 di Unit Pelaksanaan

PEMUNGUTAN SERBUK U 3 Si 2 DARI GAGALAN PRODUKSI PEB DISPERSI BERISI U 3 Si 2 -Al SECARA ELEKTROLISIS MENGGUNAKAN ELEKTRODA TEMBAGA

ANALISIS NEODIMIUM MENGGUNAKAN METODA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Kimia

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG

PRAKTIKUM KIMIA DASAR I

UJI KANDUNGAN LOGAM-LOGAM (U, Fe, Mo DAN Ru) DALAM KANDIDAT SRM YELLOW CAKE DENGAN SPEKTROFOTOMETRI

KARAKTERISASI MORFOLOGI DAN STRUKTUR KRISTAL SERBUK UO 2 DARI YELLOW CAKE DENGAN VARIASI TEMPERATUR PENGENDAPAN ADU

PERBAIKAN DAN VJI FVNGSI SVB SISTEM SEKSI 600

ANALISIS KERUSAKAN TABUNG ALUMINA TUNGKU SINTER MINI PADA PROSES PEMANASAN SUHU 1600 O C

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Penelitian yang dilakukan di Kelompok Bidang Bahan Dasar PTNBR-

02. Jika laju fotosintesis (v) digambarkan terhadap suhu (T), maka grafik yang sesuai dengan bacaan di atas adalah (A) (C)

Transkripsi:

~ '" 86 Buku II ANALISIS GAS NITROGEN SECARA TIDAK LANGSUNG ~ Prosiding Pertemuan dan Presentasi llmiah P3TM-Batan, Yogyakarta 14-15 Juli1999 DALAM URANIUM DIOKSIDA Rachmat Pratomo, R.Didiek H, Bambang Suwondo P3TM-Batan,.fl. Babarsari Katak Pas 1008, Yagyakarta 55010 ABSTRAK ANAL/SIS GAS NITROGEN DALAM SERB UK URANIUM DIOKSIDA SECARA TIDAK LANGSUNG. Telah dilakukan analisis gas nitrogen yang telkandung dalam serbuk UO2 secara tidak langsung. Analisis dilakukan dengan menambahkan larutan asam nitrat pekat ke dalam serbuk UO2. Gas NO yang keluar dati reaksi diserap dan dioksidasi oleh larutan KMnO4. Selanjutnya bersama dengan gas NO2 yang ada dalam serbuk, diserap dengan larutan Saltzman dan dianalisis memakai UV-Vis. Hasil menunjukkan bahwa kadar total NO2 dati serbuk UO2 tipe A adalah :0,995,u Ug UO2, tipe B:2,271,u llg UO2, tipe C: 2,850,u Ug UO2 dan tipe D : 4,407,u Ilg UO2. Temyata tinggi kadar N2 pada waktu pembuatan serbuk UO2, akan menunjukkan tinggi kadar NO2 nya. Kesimpulannya, analisis tidak langsung jni dapat digunakan. ABSTRACT, INDIRECT ANAL YSIS OF NITROGEN GAS ON URANIUM DIOXIDE. Analysis of the nitrogen gas concentration in uranium dioxide has been done. The uranium powder was dissolved in a HNO3 solution. The NO gas released from the uranium dioxide, was absorbed and oxidized by KMNO4.The analysis of NO2 product was done by UV-Vis. The experiment proved that the total concentration of N2 gas in UO2 type A was 0,995.u I/g UO2, type B was 2,271.u IIg UO2, type C was 2,850.u I/g UO2, and UO2 type D was 4,407.u IIg.It can be concluded that the higher of N2 concentration in the preparation of UO2 powder the higher the concentration of the NO2, and thus the indirect analysis could be used. PENDAHULUAN V arakteristik serbuk uranium dioksida, meliputi.l""-sifat fisis clan sifat kimia akan mempengaruhi keberhasilan suatu serbuk uranium dioksida untuk dapat dibuat sebagai elemen bahan bakar nuklir. Sifat-sifat fisis tersebut meliputi ukuran butir, distribusi serbuk, densitas clan perbandingan O/U. Sedangkan sifat kimia meliputi jumlah tak murnian, baik yang berupa gas, seperti nitrogen, hidrogen atau oksigen, clan yang berbentuk logam misalnya boron, cadmium, aluminium atau besi. Adanya tak murnian ini dapat terjadi karena kurang sempurnanya proses atau terjadinya tak mumian pengotor selama proses pembuatan serbuk uranium dioksida. Proses pembuatan serbuk terdiri dari beberapa tahap : pelarutan, pemurnian, pengeringan, kalsinasi clan reduksi. Dalam penelitian ini titik berat permasalahanny adalah pada analisis kadar gas nitrogen yang terkandung dalam serbuk uranium dioksida. Proses reduksi merupakan tahapan yang paling besar kemungkinannya untuk menyumbang gas nitrogen. Hal ini disebabkan karena pada proses tersebut banyak digunakan gas nitrogen, baik sebagai campuran gas hidrogen maupun sebagai pendingin. Banyak sedikitnya gas nitrogen yang dikandung dalam serbuk uranium dioksida akan mempengaruhi sifat bahan. Makin banyak gas nitrogen ada dalam serbuk, maka serbuk akan bersifat rapuh, mudah pecah, sebaliknya makin sedikit jumlah gas nitrogen dalam serbuk, maka serbuk akan lebih mampat. Perbedaan jumlah gas yang ada dalam serbuk uranium dioksida dapat dikendalikan pada proses reduksi. Pada proses reduksi akan terjadi reaksi antara serbuk triuranium oktosida dengan gas hidrogen pada suhu tinggi sebagai berikut : U30S + 2 H2 <::> 3 UO2 + 2 H2O (1) Beberapa faktor yang berpengaruh pada reaksi reduksi ini antara lain adalah : 1. Suhu Reduksi Faktor ini berpengaruh terhadap harga konstanta keseimbangan reaksinya, makin tinggi suhu reaksi harga konstantanya makin besar pula. Tetapi faktor ini dibatasi oleh adanya

Prosiding Pertemuan dan Presenlasi Ilmiah P3TM-Balan, Yogyakarta 14-15 Juli 1999 Buku II 87 peristiwa sintering, sehingga dalam penelitian reduksi dilakukan pada suhu 800 C. 2. Waktu kontak Pengaruh dari faktor ini adalah makin panjang waktu kontak reaksi, maka reduksi akan semakin baik. Hal tersebut disebabkan karena makin panjang waktu kontak akan menyebabkan makin sempurna kontak kedua rase terse but Tetapi faktor inipun dibatasi oleh waktu optimum, dan untuk penelitian ini waktu kontak adalah 3 jam. 3. Ukuran butir serbuk U3Og Serbuk dengan ukuran butir yang lebih kecil akan mempunyai luas bidang kontak yang lebih besar dibandingkan dengan serbuk dengan ukuran butir yang lebihbesar. 4. Kemurnian gas hidrogen yang dipakai Kemurnian atau kadar gas hidrogen yang dipakai akan berpengaruh pada kesempurnaan reaksinya, makin murni gas hidrogen yang dipakai reaksi akan makin sempurna, untuk mengubah kemurnian gas hidrogen ini dapat dilakukan dengan mencampur dengan gas nitrogen dengan perbandingan yang tertentu pula. Seperti telah disebutkan didepan bahwa kadar nitrogen dalam serbuk uranium dioksida dapat dikendalikan dengan proses reduksi, hal terse but dapat dilakukan dengan cara: 1. Memvariasi kadar hirogen dengan mencampur gas nitrogen kedalamnya. Pada penelitian ini variasi dimulai dengan perbandingan sebagai berikut: Ii. % Hz I 20 1 40 150 160 I 12. % Nz I 80 I 60 I 50 I 40 I 2. Waktu pendinginan Pacta proses ini pendinginan dilakukan dengan dua tara yaitu pendinginan dengan udara luar dan dengan mengalirkan gas nitrogen kedalarn reaktor untuk menggantikan gas hidrogen. Pacta penelitian ini pengaruh pendinginan tidak dilakukan. Pergantian gas hidrogen oleh gas nitrogen dilakukan pacta suhu yang sarna yaitu setelah suhu 300 c. tercapai. Dengan proses reduksi diatas kita memperoleh serbuk uranium dioksida dengan kadar nitrogen yang berbeda-beda dan ini kita jadikan cuplikan untuk mencoba mengembangkan analisis kadar gas nitrogen dalam serbuk uranium dioksida. Sebagai hipotesa dapat disebutkan bahwa makin rendah kadar gas hidrogen (berarti kadar gas nitrogen makin besar) yang digunakan untuk mereduksi, akan menyebabkan makin besar pula kandungan gas nitrogen dalam serbuk uranium dioksida. Metode analisis untuk menentukan kandungan gas nitrogen dalam serbuk uranium dioksida dalam penelitian ini merupakan analisis tidak langsung. Artinya basil yang diperoleh tidak secara langsung menunjukkan kadar gas nitrogennya dalam serbuk. Melainkan kadar gas nitrogen ini diperoleh dengan menghitung dari data yang diperoleh. Data yang diperoleh menunjukkan jumlah kandungan gas nitrogen dalam serbuk uranium dioksida (UO2). Hasil ini dapat diperoleh dengan menangkap gas tersebut dengan larutan khusus, yaitu larutan salztman. perhitungan dapat dilakukan dengan adanya harga konstanta keseimbangan gas NO2, yaitu sebesar log Kf = -9,082. Gas N02 yang di analisis merupakan jumlah dati gas N02 yang dikandung oleh serbuk U02 dan gas NO yang terjadi dati proses pelarutan serbuk U02 dengan asam nitrat pekat. Dimana gas tersebut dioksidasi terlebih dahulu menjadi gas N02 dengan KMnO. menjadi gas N02- Reaksi pelarutan serbuk U02 adalah sebagai berikut, 3U02 + 8HN03 ~ 3U02(N03)2 + 2NO + 4H20 (2) Sedangkan untuk menentukan jumlah gas N2, dapat dilakukan melalui persamaan keseimbangan. Reaksi keseimbangannya adalah : 2 N02 <=> N2 + 202. (3) Kandungan gas yang terdapat dalam serbuk U02 terdiri dati beberapa macam : CO2, H2O, CO, N2, O2 dan H2. Dari semua gas tersebut diatas pada waktu analisis akan langsung keluar dati reaktor. Sedangkan gas NO akan terlebih dahulu akan dioksidasi oleh KMnO. menjadi N02. Selanjutnya total gas N02 diserap oleh penyerap khusus yaitu larutan Salztrnan. Untuk menjaga agar semua gas N02 dapat terserap semuanya oleh larutan, maka perlu ditentukan terlebih dahulu kejenuhan larutan penyerap.tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan memakai penyerapan. Demikian juga jumlah larutan salztrnan sendiri dapat divariasi volumenya. TATA Bahan KERJA yang digunakan: Serbuk uranium dioksida sebagai cuplikan buatan BTP P3TM, Asam nitrat pekat pa, Air bebas mineral, Larutan KMnO4 0,1 N, Larutan Salztman, Gas hidrogen teknis, Gas nitrogen teknis, Gas LPG teknis, Gas argon pa Alat-alat yang digunaklan Reduktor Opa/e Furnace, Seperangkat alat analisis, Spektro photometer UV -Vis

88 Buku II Prosiding Perlemuan dan Presentasi llmiah P3TM-Batan, Yogyakarla 14-15 Juli 1999 Cara kerja Membuat serbuk UO2 dari serbuk UaOs dengan variasi H2/N2 1. Serbuk U02 basil variasi H2/N2 dimasukkan dalam reaktor 2. Larutan HN03 pekat ditambahkan perlahanlahan kedalam reaktor 3. Pemanas dan pengadukan dijalankan 4. Subu operasi dipertahankan sekitar 80 c. 5. Alirkan gas argon kedalam reaktor untuk mengusir gas yang terjadi :. h Tunggu sampai waktu kontaknya 3 jam (pada T 80 c.) 7 Pemanas dimatikan v. R Gas NO yang terjadi akan dioksidasi oleh KMn04 menjadi N02 dan akan diserap larutan salztman J. 0 Analisis kadar gas N02 dengan UV-Vis dalam tiap-tiap tingkat penyerapan HASIL DAN PEMBAHASAN Pada awal dati penelitian ini dimana belum ada penambahan gas argon kedalam reaktor dialami beberapa kesulitan dalam pelaksanaannya. Kesulitan tersebut terjadi pada akhir penelitian, dimana saat pemanas dimatikan dan mulai terjadi pendinginan. Pada waktu tersebut, akan terjadi arus balik baik larutan Salztman maupun larutan KMn04 masuk kedalam reaktor. Kesulitan tersebut dapat diatasi dengan jalan pendinginan secara bertahap. Artinya pemanas tidak lagsung dimatikan, tetapi suhunya diturunkan perlahan lahan dengan mengatur skala dati pemanasnya. Tetapi untuk pelaksanaan ini diperlukan waktu yang cukup lama, selain itu dapat pula dibantu dengan membuka kran 'atas yang menghubungkan reaktor dengan udara luar. Karena adanya kesulitan ini, beberapa percobaan mengalami kegagalan. Tabell. Penentuan kejenuhan penyerapan larutan Salztman dengan berat 4 gram 002 dan volume 100 ml HN03o No. 1 2 3 4 5 Kadar NO2, (1.11 tiap 9 UO2) penyerapl 0,0007 0,0028 0,0552 0,0688 0,0703 penyerap II 0,0009 0,0106 0,0071 0.0065 Keterangan gagal Sebagai percobaan pendilhuluan akan ditentukan dahulu sampai sejauh mana kejenuhan penyerapan gas NO2 oleh larutan Salztman. Untuk itu percobaan hanya dilakukan untuk satu macam serbuk UO2 saja. Dalam hat ini dipakai serbuk uranium dioksida yang dalam pembuatannya memakai perbandingan N2: H2 = 1 : 4 dan pemakaian gas argon yang ditambahkan ke dalam reaktor belum dilakukan. Data dari percobaan pendahuluan ini dapat dilihat pada tabel 1. Dari tabel 1 tersebut terlihat bahwa pada percobaan yang pertama mengalami kegagalan total. Sedangkan untuk percobaan yang kedua kesulitan sedikit dapat diatasi. Pada percobaan selanjutnya kesulitan barulah dapat diatasi, sehingga dapat memperoleh basil. Melihat basil analisis, temyata kadar gas N02 yang terserap dalam penyerap ke dua cukup kecil, yaitu 0,006 ~Vgram. Dengan kenyataan ini dapat diambil kesimpulan bahwa kejenuhan larutan penyerap ada pada penyerap pertama, yaitu sebesar 0,070 ~Vgram 002. Alat analisis dapat bekerja dengan baik pada panjang gelombang antara 190 sampai 900 nano meter. Sedangkan untuk percobaan dipakai panjang gelombang 545 nano meter. Hasil menunjukkan besamya simpangan baku 0,07284,0,09135 clan 0,00206 (TabeI2). Tabel 2 dan Tabel 3 menunjukkan data analisis penyerapan gas NO2 oleh larutan Salztman, dimana pelaksanaan percobaan dilakukan dengan menambahkan aliran gas argon dari luar. Temyata fungsi dari aliran gas argon tersebut, selain untuk menanggulangi kesulitan karena adanya arus balik juga berfungsi untuk mendorong gas yang ada dalam reaktor dan pipa atau slang menuju ketempat penyerapan. Hal..ini mengakibatkan jumlah gas yang terserap akan bertambah clan ini akan merubah harga kejenuhan gas N02 seperti yang tertera dalam tabel 1. Ontuk itu perlu adanya penambahan jumlah tingkat yang tadinya dua menjadi tiga atau bahkan lebih. Tabel2. Hasil penyerapan NO2 ol.eh larutan Salztman. Dengan berat 4 gram 002 dan 100 ml HN03 No. 1 2 3 4 5 0,316 0,411 0,473 0,519 0.495 0,248 0,367 0,452 0,491 0.483 penyerap III 0,0031 0,0015 0,0013 0,0026 0,0018 Pacta percobaan ini temyata kecepatan aliran gas argon berpengaruh terhadap jumlah gas NOz.Makin besar kecepatan aliran gas argon, jumlah gas NOz yang dapat diserap akan bertambah pula. Hal ini dapat terlihat pacta percobaan pertama, dim ana jika dibandingkan dengan yang kedua, ketiga dad selanjutnya jumlahnya paling kecil. Pacta percobaan kedua kecepatan aliran kita tambah sedikit dan pacta percobaan ketiga kita tambah lagi. Sedangkan untuk percobaan keempat dad kelima

P3TM-Batan, Prosiding Pertemuan Yogyakarta dan Presentasi 14-15 Juli 1999 llmiah ' Buku 11 89 dipakai kecepatan yang sarna dengan percobaan tiga. Pacta percobaan pendahuluan ini digunakan uranium dioksida yang tidak divariasi, karena disini kita baru akan mencari kejenuhan penyerapan larutan Salztman. Setelah kita ketahui berapa kebutuhan penyerapan, kecepatan aliran gas argon dan teknis pelaksanaannya, barulah kita menggunakan serbuk uranium yang divariasi kadar gas nitrogennya. Tabel 3. Hubungan antara kadar NO2 yang diserap larutan SaIztman dengan tipe serbuk VO2 berat 4 gram. Keterangan : ripe A = Perbandingan N2iHz = 200;0/80% ripe B = Perbandingan Nz/Hz = 400;0160% ripe C = Perbandingan Nz/Hz = 500;0150% Tipe 0 = Perbandingan NzlHz = 600;0140% penyerap III I 0,008 0,003 0,005 0,002 0,003.0,007 0,006 0.008 Penelitian dilanjutkan dengan variasi serbuk uranium dioksidanya. Untuk memperoleh bahan ini dilakukan dengan mengubah kadar hidrogennya, dengan mencampur gas nitrogen. Perbandingan ini dimulai dati 20% : 80%, 40% : 60, 50% : 50% dan60% : 40%. Dengan mengubah perbandingan ini diharapkan kadar nitrogen dalam serbuk uranium dioksida akan berbeda pula. Hal ini terbukti dari tabel 3, bahwa makin naiknya harga kadar N2 dalam serbuk, maka jumlah kadar NO2 yang terserap oleh larutan Salztman pun bertambah pula, pada penelitian ini tidak dibandingkan dengan SRM. KESIMPULAN DAN SARAN. Dengan melihat data yang diperoleh dari awal hingga akhir penelitian dapat disimpulkan bahwa analisis tidak langsung kadar N2 dalarn serbuk UO2 dengan metode penyerapan gas NO2 ini dapat digunakan. Hal ini terbukti dengan makin besarnya kadar N2 dalarn serbuk UO2, maka jumlah NO2 dalarn serbuk juga akan bertambah besar pula. Untuk tipe A diperoleh kadar NO2 total adalah 0,535 illig, tipe B = 2,271 illig, tipe C = 2,850 illig dan tipe D = 4,407 illig. Walaupun anal is is ini sudah dapat memberikan hasil yang cukup baik, tetapi masih ada kekurangannya. Untuk itu masih diperlukan adanya perbaikan dengan mencoba metoda lain. Antara lain untuk melepaskan gas NO2 dari serbuk tidak ditambahkan larutan asam nitrat, tetapi dengan memanaskan serbuk UO2 menjadi U3Og atau pelarut lainnya. UCAP AN TERIMA KASIH Ucapan ini disampaikan kepada semua pihak yang telah turnt membantu jalannya penelitian ini sehingga terselesaikan penenlitian ini. DAFT AR PUST AKA 1. "Characterization of Uranium Dioxide II Oak Ridge National Laboratory, December 12-13, 1961 TID 7637 2. "Fuel Elements Conference" Paris, November 18-23, 1957. United States Atomic Energy Till 7546 Book 2. 3. "Fuel Elements Conference" Paris, November 18-23,1957, United States Atomic Energy Till 7546 Book 1. 4. "Hand Book of Chemistry and Physics" Robert C. Weast, Ph.D., 51 st Edition. TANYA JAWAB Sumijanto > Pada penyerapan NO2 dengan larutan Saltzman I dan II untuk 002 tipe A didapat basil :!: sarna. Sedangkan pada Saltzman III turun drastis. Apa perbedaan larutan Saltzman I, II, dan III sehingga dapat demikian. Rachmat P. -<:>- Maksud adanya tiga buah tabung adalah untuk menjaga kalau adanya gas NO2 yang cukup banyak, sehingga tabung I akan menangkap NO2 sampai jenuh. Dan NO2 yang masih lolos dapat ditangkap oleh tingkat ke II. Pada percobaan, pada I hampir sarna dengan IL disebabkan karena ko'1sentrasi larutan Saltzman sarna. Sahat Simbolon > Bagaimana reaksi larutan Saltzman dengan N02? > Berapa panjang gelombang yang digunakan? > Bagaimana kurva kalibrasi yang digunakan?..

90 Buku II Prosiding Perlemuan dan Presentasi llmiah P3TM-Batan, Yogyakarla 14-15 Juli 1999» Bagaimana reaksi pengusiran gas nitrogen? Rachmat p. ~ Pertanyaan ini, sl!yang saar ini belum dapat dijawab, karena belum sl!ya pelajari. ~ Panjang gelombang alar ini antara 190-900 nano. Pada penelitian dipakai 545 nanometer. ~ Pada percobaan ini kilo secara langsung memakai panjang gelombang 545 nanometer. ~ Reaksi pengusiran gas nitrogen adalah dengan melarutkan UO] dengan HNOj. Supriyanto ~ Dari judul penelitian yang dianalisis adalah gas nitrogen sedang dalam kesimpulan diperoleh gas NO2o Apakah sudah dilakukan konversi? Mohon penjelasan. Rachmat P. -.t>- Pada makalah ini diketahui harga besaran log Kf = -9,082, sehingga untuk menghitung besarnya gas N] adalah dengan reaksi : 2NO] ~ N] + 20]0 Percobaan ini adalah analisis tidak langsung.