Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur 2015

dokumen-dokumen yang mirip
Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur 2013

BAB II DESKRIPSI OBJEK PENELITIAN. 1. Sejarah Singkat Kabupaten Kutai Timur. Km2 (17%) dari wilayah Kalimantan Timur.

LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI TIMUR TAHUN

DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN

DAFTAR TABEL. Tabel 2.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan dan Desa/Kelurahan... 17

2.1 Gambaran Umum Provinsi Kalimantan Timur A. Letak Geografis dan Administrasi Wilayah

Bupati Murung Raya. Kata Pengantar

DAFTAR ISI. A. Capaian Kinerja Pemerintah Kabupaten Tanggamus B. Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja C. Realisasi anggaran...

PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA KATA PENGANTAR

RANCANGAN RENCANA PEMBANGUNANN JANGKA MENENGAH DAERAH KABUPATEN KOTABARU TAHUN

PERJANJIAN KINERJA TAHUN 2017

BAB II GAMBARAN UMUM DAERAH DAN ISU STRATEGIS... II-1

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 15 TAHUN 2011 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN JEMBRANA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEMBRANA NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA PERANGKAT DAERAH KABUPATEN JEMBRANA

RENCANA KERJA PEMERINTAH DAERAH (RKPD) KABUPATEN PEKALONGAN TAHUN 2016 BAB I PENDAHULUAN

PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 10 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR NOMOR 22 TAHUN 2011 T E N T A N G

BAB I PENDAHULUAN...I.

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS

BAB VIII INDIKASI RENCANA PROGRAM PRIORITAS YANG DISERTAI KEBUTUHAN PENDANAAN

PEMERINTAHAN KABUPATEN BINTAN

PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LANDAK NOMOR 9 TAHUN 2008 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN LANDAK DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI TIMUR KATA PENGANTAR

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 57 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENATAAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 57 TAHUN 2007 TENTANG PETUNJUK TEKNIS PENATAAN ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

PERATURAN DAERAH KABUPATEN KEPAHIANG NOMOR 01 TAHUN 2012 TENTANG

DAFTAR ISI. BAB I PENDAHULUAN... 1 A. Dasar Hukum... 1 B. Gambaran Umum Daerah... 6

BUPATI ASAHAN PROVINSI SUMATERA UTARA PERATURAN BUPATI ASAHAN NOMOR 32 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI MADIUN SALINAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN MADIUN NOMOR 13 TAHUN 2011 TENTANG ORGANISASI PERANGKAT DAERAH KABUPATEN MADIUN

PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI PANDEGLANG DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI PANDEGLANG,

LEMBARAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 1 TAHUN 2012

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 6 TAHUN 2008

GUBERNUR DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH ISTIMEWA DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 3 TAHUN 2015 TENTANG

TaH, Jum RancangaN PERATURAN BUPATI BANDUNG NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG

BAB II DESKRIPSI ORGANISASI

PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT PERATURAN DAERAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 6 TAHUN 2008

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LANDAK NOMOR 3 TAHUN 2012 TENTANG

Lubuklinggau, Mei 2011 BUPATI MUSI RAWAS RIDWAN MUKTI

PERATURAN DAERAH KOTA BALIKPAPAN NOMOR 6 TAHUN 2012 TENTANG

BUPATI BONDOWOSO PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONDOWOSO NOMOR 11 TAHUN 2010 TENTANG

BAB I PENDAHULUAN. Halaman 1

DAFTAR ISI PENGANTAR

PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 06 TAHUN 2005 T E N T A N G

PA Sangatta Rabu, 20 Juli 2011

DAFTAR ISI. BAB II. GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH... II Aspek Geografi Dan Demografi... II-2

BUPATI WONOSOBO PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN DAERAH KABUPATEN WONOSOBO NOMOR 3 TAHUN 2014 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN KETAPANG PERATURAN DAERAH KABUPATEN KETAPANG NOMOR 11 TAHUN 2008 TENTANG ORGANISASI DINAS DAERAH KABUPATEN KETAPANG

B A P P E D A D A N P E N A N A M A N M O D A L P E M E R I N T A H K A B U P A T E N J E M B R A N A. 1.1 Latar Belakang

BUPATI KOTABARU PROVINSI KALIMANTAN SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KOTABARU NOMOR 21 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH

DAFTAR ISI DAFTAR ISI... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

KAJIAN LINGKUNGAN HIDUP STRATEGIS (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Polewali Mandar

BUPATI KULON PROGO PERATURAN BUPATI KULON PROGO NOMOR : 33 TAHUN 2008 TENTANG PEDOMAN KOORDINASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH

PERATURAN BUPATI BREBES NOMOR 102 TAHUN 2016 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN URAIAN TUGAS JABATAN STRUKTURAL PERANGKAT DAERAH KABUPATEN BREBES

PEMERINTAH KABUPATEN BELITUNG LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (LAKIP) KABUPATEN BELITUNG TAHUN ANGGARAN 2013

DAFTAR ISI... KATA PENGANTAR... DAFTAR TABEL... DAFTAR GAMBAR...

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN CIREBON

PEMERINTAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN DAERAH PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA NOMOR 5 TAHUN 2008 TENTANG

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI TRENGGALEK,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR : 03 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DINAS DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR

BAB I PENDAHULUAN I - 1 A. VISI DAN MISI II - 3 B. STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN DAERAH II - 5 C. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH II - 13

LEMBARAN DAERAH PROVINSI KALIMANTAN BARAT NOMOR 10 TAHUN 2008

PERATURAN DAERAH KABUPATEN POLEWALI MANDAR NOMOR 8 TAHUN 2009

GAMBARAN UMUM PROPINSI KALIMANTAN TIMUR. 119º00 Bujur Timur serta diantara 4º24 Lintang Utara dan 2º25 Lintang

PERATURAN GUBERNUR SUMATERA BARAT

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. Pemerintah Nomor 3 tahun 1964 yang kemudian menjadi Undang-undang Nomor

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR NOMOR 03 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS DINAS DAERAH KABUPATEN LUWU TIMUR

BUPATI BANGKA SELATAN PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

KATA PENGANTAR. Atas dukungan dari semua pihak, khususnya Bappeda Kabupaten Serdang Bedagai kami sampaikan terima kasih. Sei Rampah, Desember 2006

Dalam rangka. akuntabel serta. Nama. Jabatan BARAT. lampiran. perjanjiann. ini, tanggungg. jawab kami. Pontianak, Maret 2016 P O N T I A N A K

DAFTAR ISI. Halaman. X-ii. RPJMD Kabupaten Ciamis Tahun

KATA PENGANTAR H. DJOHAN SJAMSU, SH PEMERINTAH KABUPATEN LOMBOK UTARA

Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Sleman Akhir Masa Jabatan Tahun DAFTAR TABEL

BUPATI PANGANDARAN PERATURAN BUPATI PANGANDARAN NOMOR TAHUN 2014 TENTANG TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA UNSUR ORGANISASI KECAMATAN

DAFTAR ISI. Hal. Daftar Isi... i Daftar Tabel... v Daftar Gambar... x Daftar Grafik... xi

PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 6 TAHUN 2008 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 09 TAHUN 2010 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BALANGAN NOMOR 9 TAHUN 2010 TENTANG

KATA PENGANTAR TIM PENYUSUN BAPPEDA KOTA BATU

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 20 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN SUMBAWA

KATA PENGANTAR. Assalamu alaikum Wr. Wb

BUPATI PAMEKASAN S A M B U T A N

PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN LOMBOK BARAT

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BONDOWOSO NOMOR 2 TAHUN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, BUPATI PULANG PISAU,

PERATURAN DAERAH KABUPATEN AGAM NOMOR 7 TAHUN 2008 TENTANG PEMBENTUKAN ORGANISASI DAN TATA KERJA LEMBAGA TEKNIS DAERAH

BAB IV GAMBARAN UMUM KABUPATEN ROKAN HILIR. Rokan Hilir adalah sebuah kabupaten di Provinsi Riau

DIN PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG

PERATURAN DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH NOMOR 9 TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN DAN SUSUNAN PERANGKAT DAERAH PROVINSI JAWA TENGAH

D A F T A R I S I Halaman

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG

PERATURAN BUPATI BERAU NOMOR 5 TAHUN 2013 TENTANG PELIMPAHAN SEBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN DARI BUPATI KEPADA CAMAT DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

QANUN KABUPATEN ACEH BARAT NOMOR : 3 TAHUN 2008 TENTANG

BUPATI KEBUMEN PERATURAN BUPATI KEBUMEN NOMOR 65 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS POKOK, FUNGSI DAN TATA KERJA SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN KEBUMEN

BUPATI CIAMIS PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI CIAMIS NOMOR 63 TAHUN 2016

RUMUSAN RAPAT KOORDINASI PANGAN TERPADU SE KALTIM TAHUN 2015

BUPATI SIGI PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIGI NOMOR 8 TAHUN 2010 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS - DINAS DAERAH KABUPATEN SIGI

IV. GAMBARAN UMUM KOTA DUMAI. Riau. Ditinjau dari letak geografis, Kota Dumai terletak antara 101 o 23'37 -

PERATURAN DAERAH KABUPATEN RAJA AMPAT NOMOR 3 TAHUN 2008 TENTANG

Transkripsi:

Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur 2015 BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Bupati Assalamu alaikum Wr. Wb. Salam Sejahtera untuk kita semua, Dengan memanjatkan Puji dan Syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas Rahmat dan Karunia-Nya, buku Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 ini dapat selesai tersusun. Buku Profil Daerah ini menyajikan data dan informasi mengenai potensi daerah dan kekayaan Kabupaten Kutai Timur. Untuk menunjang terwujudnya perkembangan ekonomi yang kuat, Kabupaten Kutai Timur terus berusaha memperbaiki fasilitas, infrastruktur serta SDM agar pembangunan dapat terlaksana dengan baik di segala aspek. Akhirnya kepada semua pihak yang telah turut membantu dalam rangka penyusunan Profil Daerah ini disampaikan terima kasih semoga Tuhan yang Maha Kuasa senantiasa melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita semua. Wassalamu alaikum Wr. Wb. Sangatta, November 2015 BUPATI KUTAI TIMUR H. ARDIANSYAH SULAIMAN PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 i

Kata Pengantar Buku Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur merupakan publikasi hasil analisis data Sistem Informasi Profil Daerah Yang disusun berdasarkan database profil daerah yang diupayakan dapat menggambarkan seluruh potensi dan sumberdaya yang dimiliki oleh daerah. Data yang tersaji dalam buku ini merupakan data yang terekam sampai dengan akhir tahun 2014 dan sebagian data triwulan II tahun 2015, sehingga secara bertahap selalu diusahakan pembaharuannya serta penyempurnaan kualitas maupun kuantitasnya. Penghargaan dan ucapan terimakasih kami sampaikan atas dukungan dari dinas/instansi vertikal dan otonom di Kabupaten Kutai Timur sehingga publikasi ini dapat terwujud. Kami berharap dukungan ini akan terus berlanjut sehinggal kualitas dan kuantitas data dan informasi yang tersaji dalam publikasi ini akan semakin baik. Tanggapan dan saran akan bermanfaat guna kesempatan publikasi di masa mendatang. Demikian yang dapat disajikan dalam penulisan ini, semoga buku Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur ini dapat bermanfaat. Sangatta, November 2015 KEPALA BAPPEDA Ir. SUPRIHANTO, CES PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 ii

SAMBUTAN BUPATI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR i ii iii vi x BAB I PENDAHULUAN 1 1.1. LATAR BELAKANG 1 1.2. MAKSUD DAN TUJUAN 2 1.3. RUANG LINGKUP 3 1.4. LANDASAN HUKUM 4 1.5. HASIL YANG DIHARAPKAN 5 BAB II GEOGRAFI 6 2.1 POSISI GEOGRAFIS 6 2.2 LUAS WILAYAH 7 2.3 PENGGUNAAN LAHAN 8 2.4 TOPOGRAFI 10 2.5 IKLIM 11 BAB III PEMERINTAH DAERAH 12 3.1. VISI, MISI DAN PROGRAM DAERAH 12 3.2. LAMBANG DAERAH 14 3.3. APARATUR PEMERINTAH 15 3.3.1. Organisasi Daerah 15 3.3.2. Aparatur Daerah (Pegawai Negeri Sipil) 19 3.4. KERJASAMA PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 20 3.4.1. Kerjasama Antar Daerah 20 3.4.2. Kerjasama Dengan Pihak Ketiga 21 3.4.3. Koordinsi Dengan Instansi Vertikal Daerah 23 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 iii

BAB IV SOSIAL BUDAYA 26 4.1. KEPENDUDUKAN 26 4.2. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA 30 4.3. KETENAGAKERJAAN 31 4.3.1. Komoditas Tanaman Pangan 33 4.3.2. Kesmepatan Kerja 34 4.4. JUMLAH PENDUDUK MENURUT AGAMA 34 4.5. SUKU BANGSA DAN BAHASA 37 4.6. SENI BUDAYA DAN OLAHRAGA 38 BAB V SUMBER DAYA ALAM 5.1. KEPENDUDUKAN 40 5.1.1. Komoditas Tanaman Pangan 40 5.1.2. Komoditas Holtikultura 42 5.2. PERKEBUNAN 43 5.3. PETERNAKAN 45 5.4. PERIKANAN DAN KELAUTAN 46 5.5. KEHUTANAN 48 5.6. ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL 49 BAB VI KESEJAHTERAAN MASYARAKAT 52 6.1. PENDIDIKAN 52 6.1.1. Angka Melek Huruf 52 6.1.2. Angka Rata-rata Lama Sekolah 53 6.1.3. Angka Partisipasi Kasar 53 6.2. KESEHATAN 55 6.2.1. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) 55 6.2.2. Rumah Sakit 56 6.2.3. Rasio Dokter dan Tenaga Kesehatan 57 6.3. KEMISKINAN 57 BAB VII INFRASTRUKTUR 59 7.1. AIR BERSIH 59 7.2. LISTRIK 61 iv PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

7.3. POS DAN TELEKOMUNIKASI 62 7.4. KARAKTERISTIK TRANSPORTASI 63 7.4.1. Jaringan Jalan 63 7.4.2. Jumlah dan Perkembangan Kendaraan 63 7.5. SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI 64 7.6. PARIWISATA 65 BAB VIII PEREKONOMIAN DAERAH 70 8.1. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO 70 8.2. STRUKTUR EKONOMI 71 8.3. PDRB PERKAPITA DAN PENDAPATAN REGIONAL PERKAPITA 74 8.4. PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR 75 8.5. INDUSTRI DAN PERDAGANGAN 75 8.6. KOPERASI 77 8.7. INVESTASI 78 BAB IX KEUANGAN DAERAH 80 BAB X POTENSI PENGEMBANGAN WILAYAH 82 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 v

Tabel 2.1. Tabel 3.1. Tabel 3.2. Tabel 3.3. Tabel 3.4. Tabel 3.5. Tabel 4.1. Tabel 4.2. Tabel 4.3. Luas Wilayah Kecamatan dan Jumlah Desa di Kabupaten Kutai Timur 8 Jumlah Aparat Pegawai Negeri di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 20 Jumlah Pegawai Negeri di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 Menurut Tingkat Eselon 20 MOU Kerjasama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Antar Daerah Tahun 2013-2015 21 MOU Kerjasama Pemerintah Kabupaten Kutai Dengan Pihak Ketiga Tahun 2013-2015 22 MOU Kerjasama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Dengan Instansi Vertikal Daerah Tahun 2013-2015 24 Jumlah Penduduk, Pertumbuhan dan Persebaran serta Kepadatan Penduduk Tahun 2013-2015 27 Jumlah dan Perkembangan Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2013-2015 27 Proporsi Penduduk Menurut Kecamatan Timur Tahun 2013-2015 28 Tabel 4.4. Jumlah Penduduk Berdasar Kelompok Umur Tahun 2013-2015 29 Tabel 4.5. Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2012- Tabel 4.6. Tabel 4.7. 2014 31 Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas (Penduduk Usia Kerja) Menurut Kelompok Umur Tahun 2013-2015 32 Tingkat Pengangguran, Jumlah Angkatan Kerja dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tahun 2012-2014 33 Tabel 4.8. Rasio Daya Serap Tenaga Kerja Tahun 2012-2014 33 Tabel 4.9. Jumlah Tenaga Kerja di Kabupaten Kutai Timur Berdasarkan Lapangan Pekerjaan Utama Tahun 2013-2015 34 vi PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Tabel 4.10. Tabel 4.11. Jumlah Pemeluk Agama Menurut Golongan Agama Tahun 2013-2015 35 Jumlah Pemeluk Agama Menurut Golongan Agama di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 36 Tabel 4.12. Jumlah Pondok Pesantren Santri dan Ustadz Tahun 2013-2015 36 Tabel 4.13. Jumlah Jemaah Haji Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 36 Tabel 4.14. Suku Bangsa dan Bahasa di Kabupaten Kutai Timur 37 Tabel 5.1. Luas Lahan dan Produksi hasil Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 40 Tabel 5.2. Luas Lahan, Produktifitas dan Produksi Padi Tahun 2013- Tabel 5.3. 2015 41 Luas Lahan, Produktifitas dan Produksi Ubi Kayu Tahun 2013-2015 42 Tabel 5.4. Luas Lahan, Produktifitas dan Produksi Jagung Tahun 2013-2015 42 Tabel 5.5. Luas Lahan Perkebunan Holtikultura Tahun 2013-2015 43 Tabel 5.6. Luas Lahan Perkebunan Tahn 2013-2015 43 Tabel 5.7. Produksi Perkebunan Tahun 2013-2015 44 Tabel 5.8. Lokasi dan Kapasitas Pabrik Crude Palm Oil (CPO) Tahun Tabel 5.9. Tabel 5.10. 2013-2015 44 Populasi Ternak, Produksi Daging dan Telur Hasil Peternakan Tahun 2013-2015 45 Rumah Tangga, Produksi dan Nilai Produksi Perikanan Tahun 2013-2015 47 Tabel 5.11. Luas Wilayah Hutan Tahun 2013-2015 48 Tabel 5.12. Luas Tata Guna Hutan, Jumlah Perusahaa, Luas HPH dan HTI Tahun 2013-2015 49 Tabel 5.13. Energi dan Sumberdaya Mineral di Kabupaten Kutai Timur 49 Tabel 5.14. Distribusi Persentase Kategori Pertambangan dan Penggalian Terhadap PDRB di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 (Tahun Dasar 2010) 51 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 vii

Tabel 6.1. Persentase Kemampuan Baca/Tulis Penduduk Usia 10 Tahun Keatas Tahun 2013-2015 52 Tabel 6.2. Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Tahun 2012-2014 53 Tabel 6.3. Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Tingkat Tabel 6.4. Tabel 6.5. Pendidikan Tahun 2013-2015 54 Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013-2015 54 Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013-2015 54 Tabel 6.6. Jumlah Posyandu dan Balita Tahun 2013-2015 55 Tabel 6.7. Jumlah Puskesmas, Poliklinik dan Pustu Tahun 2013-2015 56 Tabel 6.8. Rasio Rumah Sakit per Satuan Penduduk Tahun 2013-2015 56 Tabel 6.9. Rasio Dokter, Tenaga Kesehatan per Satuan Penduduk Tahun 2013-2015 57 Tabel 6.10. Persentase Penduduk Diatas Garis Kemiskinan Tahun 2010-2014 58 Tabel 7.1. Cakupan Pelayanan PDAM Tahun 2010-2014 59 Tabel 7.2. Kapasitas Terpasang PDAM Tahun 2010-2014 60 Tabel 7.3. Banyaknya Produksi dan Pelanggan Listrik yang Diproduksi Tabel 7.4. Tabel 7.5. Tabel 7.6. PLN MISIP Sangatta Tahun 2012-2014 61 Banyaknya Listrik (KWh)yang Terjual Menurut Wilayah Tahun 2014 62 Jumlah Menara Telekomunikasi di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 63 Panjang dan Kondisi Jalan di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 64 Tabel 7.7. Jumlah Kendaraan dan Pertumbuhannya Tahun 2012-2014 64 Tabel 7.8. Sarana dan Prasarana Transportasi Tahun 2012-2014 65 Tabel 7.9. Potensi Objek Wisata di Kabupaten Kutai Timur 66 Tabel 7.10. Objek Wisata dan Jumlah Wisatawan Tahun 2012-2014 67 Tabel 7.11. Sarana dan Prasarana Wisata Tahun 2012-2014 68 Tabel 8.1. Perkembangan PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 69 viii PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Tabel 8.2. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2014 70 Tabel 8.3. Kontribusi Sektoral Tanpa Migas dan Batubara Tahun 2012- Tabel 8.4. 2014 72 PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2014 73 Tabel 8.5. Perkembangan Ekspor dan Impor Tahun 2010-2014 74 Tabel 8.6. Industri Kecil dan Menengah Tahun 2012-2014 76 Tabel 8.7. Koperasi Aktif di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 76 Tabel 8.8. Jumlah UKM Non BPR/LKM di Kabupaten Kutai Timur Tabel 8.9. Tahun 2012-2014 77 Jumlah Proyek PMDN/PMA di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 78 Tabel 9.1. Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Tahun 2012-2014 79 Tabel 9.2. Penerimaan Dana Perimbangan Tahun 2012-2014 80 Tabel 10.1. Potensi Kecamatan di Kabupaten Kutai Timur 81 Tabel 10.2. Kawasan Budidaya Non Kehutanan (KBNK) Kabupaten Kutai Timur 85 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 ix

Gambar 2.1. Peta Kabupaten Kutai Timur 7 Gambar 8.1. Rata-rata Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Gambar 8.2. Dengan Migas dan Batubara Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2014 71 Rata-rata Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tanpa Migas dan Batubara Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2014 73 x PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Pendahuluan 1.1. LATAR BELAKANG Penyediaan data dan informasi oleh pemerintah merupakan upaya yang ditempuh untuk mewujudkan akuntabilitas publik serta membangun citra pemerintah yang bersih, berwibawa dan bertanggung jawab. Untuk menindaklanjuti diberlakukannya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 dan Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004, maka dalam pelaksanaan otonomi daerah yang harus nyata dan bertanggung jawab, baik dalam urusan pemerintahan maupun dalam pengelolaan pembangunan termasuk didalamnya upaya menggali sumber-sumber pembiayaan sendiri, maka diperlukan langkah-langkah yang komprehensif untuk merestrukturisasi pemerintahan dan pola pembangunan. Dengan demikian, maka dalam rangka melaksanakan pembangunan daerah yang dapat mengelola potensi dan sumber daya daerah, perlu disusun Profil Daerah yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan informasi yang terus berkembang dalam rangka pengambilan keputusan dan pengembangan kebijakan di tingkat daerah maupun pusat, yang kemudian dapat berimplikasi pada peningkatan kualitas SDM daerah dan pengembangan manajemen pengelolaan data dan informasi di daerah dapat terlaksana dengan baik. Agar dapat memberikan hasil yang optimal terhadap kemampuan daerah dalam mengembangkan wilayahnya, diperlukan suatu gambaran yang komprehensif mengenai wilayahnya sendiri. Melalui gambaran wilayah yang tersusun dengan baik, pemerintah daerah dapat menentukan arah perkembangan dan inventarisasi sumber daya yang tersedia pada wilayahnya. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 1

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah adalah merupakan salah satu bentuk Pelaksanaan Kebijakan Desentralisasi dan Otonomi Daerah, yang menggunakan konsep otonomi luas, nyata dan bertanggung jawab. Sebagai konsekuensi Otonomi Daerah tersebut dikonstruksikan dalam sistem Negara Kesatuan, maka laporan penyelenggaraan Pemerintahan Daerah berupa Profil Daerah merupakan salah satu sarana yang sangat penting sebagai perekat hubungan hirarkis antara Pemerintah Pusat dan Daerah. Dalam gambaran Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kabupaten Kutai Timur yang diuraikan dalam Profil Daerah sebagai wujud nyata serta upaya untuk memetakan kondisi potensi dan sumber daya daerah, sehingga dapat dengan mudah untuk ditemukenali adanya peluang pengembangan daerah dalam era persaingan bebas dalam pelaksanaan otonomi daerah. Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 memberikan gambaran umum tentang adanya kondisi fisik, karakteristik sosiodemografis, kondisi sosial politik dan sosial budaya, perekonomian daerah, sarana dan prasarana (infrastruktur), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dan sumber pembiayaan. Untuk penyelenggaraan pemerintahan serta untuk menghasilkan laporan yang akurat dan menghadapi perkembangan kemajuan ke depan penyajian Profil Daerah sangat penting dalam pelaksanaan Otonomi Daerah. 1.2. MAKSUD DAN TUJUAN Maksud dilaksanakannya publikasi Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 antara lain: 1. Untuk menghimpun semua data fisik dan data sosial ekonomi dari kegiatan sektoral di Kabupaten Kutai Timur sebagai upaya penyediaan sarana yang dapat dipakai dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan, monitoring, evaluasi serta pengawasan pembangunan. 2. Memberikan gambaran kondisi wilayah, potensi sumber daya alam maupun hasil-hasil pembangunan daerah yang dapat dijadikan sebagai sumber informasi yang valid dan akurat bagi semua pihak. 3. Sebagai penyempurnaan Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur sebelumnya. 2 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Disamping itu, tujuan dari penyusunan publikasi ini antara lain yaitu: 1. Tersedianya data yang dapat digunakan untuk kebutuhan perencanaan dan penyusunan kebijakan serta memudahkan koordinasi pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi program pembangunan di Kabupaten Kutai Timur secara terpadu. 2. Sebagai informasi untuk pengambilan kebijakan pemerintah dalam rangka pembinaan dan pengembangan pembangunan daerah. 3. Sebagai informasi bagi usaha dan investasi baik dalam maupun luar Kabupaten Kutai Timur. 4. Selain itu dapat dijadikan masukan dalam pengembangan sistem informasi pengelolaan database profil daerah yang baik dan akurat. 1.3. RUANG LINGKUP Adapun ruang lingkup penyusunan Profil Daerah adalah mencakup seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur yang meliputi 18 kecamatan, yaitu: Muara Ancalong, Busang, Long Mesangat, Muara Wahau, Telen, Kongbeng, Muara Bengkal, Batu Ampar, Sangatta Utara, Bengalon, Teluk Pandan, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, Sangkulirang, Kaliorang, Sandaran, Kaubun dan Karangan. Agar dapat menampilkan informasi mengenai potensi Kabupaten Kutai Timur secara keseluruhan, maka aspek yang perlu dimuat dalam profil adalah sebagai berikut: 1. Aspek Fisik dan Lingkungan, antara lain: a. Geografi, topografi, geologi, hidrologi, klimatologi, dll. b. Sumber daya alam (pola ruang) yaitu: kawasan lindung dan budidaya (pertanian, kehutanan, pertambangan/sumber daya mineral, industri, pariwisata, permukiman, konservasi, dll.). 2. Aspek Ekonomi, antara lain: a. Potensi sumber daya lokasi, sumber daya alam dan sumber daya buatan/infrastruktur wilayah. b. Kondisi perekonomian umum (struktur perekonomian/pelaku ekonomi, sektor perekonomian, PDRB, investasi, APBD, pendapatan PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 3

dan pengeluaran daerah/masyarakat, iklim usaha, lembaga keuangan, dll.). 3. Aspek Sosial Budaya a. Pemerintahan umum b. Kependudukan c. Pendidikan d. Ketenagakerjaan e. Kesehatan f. Sosial politik, keamanan, hukum dan sosial ekonomi g. Kelembagaan masyarakat, adat istiadat, warisan budaya, pranata sosial, kondisi gender, dll. h. Sosial budaya lainnya. Data-data tersebut dapat diperoleh baik dari data sekunder yang berasal dari dinas/instansi yang membawahi sektor terkait yang berlokasi di wilayah Kabupaten Kutai Timur dengan melakukan survey lapangan secara langsung ke dinas/instansi, badan usaha dan BUMN. 1.4. LANDASAN HUKUM Landasan hukum yang mendasari penyusunan Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur antara lain adalah sebagai berikut: 1. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN); 2. Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah; 3. Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah; 4. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tatacara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah; 5. Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kutai Timur Tahun 2011-2015. 4 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

1.5. HASIL YANG DIHARAPKAN Penyusunan publikasi Profil Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 ini diharapkan bisa menghasilkan data statistik yang dapat digunakan dan mampu menjadi salah satu rujukan bagi pemerintah maupun masyarakat luas pada umumnya. Melalui ketersediaan data dan informasi daerah Kabupaten Kutai Timur ini diharapkan, untuk pemerintahan dapat menjadi salah satu pendukung bagi pengambilan keputusan dan kebijakan baik di daerah maupun di pusat dan dapat meningkatkan komitmen pemerintah daerah untuk membangun pola kerja berbasis data dan informasi, serta akan meningkatkan komitmen pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan di daerah. Untuk masyarakat luas, diharapkan dengan adanya publikasi ini dapat menggerakkan masuknya investor yang nantinya ikut berkembang dan membangun bersama Kabupaten Kutai Timur. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 5

2.1. POSISI GEOGRAFIS Wilayah administrasi Kabupaten Kutai Timur terletak pada 115 56 26 Bujur Barat - 118 58 19 Bujur Timur dan 1 52 39 Lintang Utara - 0 02 11 Lintang Selatan. Adapun batas wilayah Kabupaten Kutai Timur adalah sebagai berikut: a. Sebelah Utara : Kabupaten Berau (Kecamatan Kelay dan Kecamatan Talisayan) b. Sebelah Selatan : Kota Bontang (Kecamatan Bontang Utara), dan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kecamatan Marang Kayu dan Kecamatan Muara Kaman) c. Sebelah Timur : Berbatasan dengan Selat Makasar d. Sebelah Barat : Kabupaten Kutai Kartanegara (Kecamatan Kembang Janggut dan Kecamatan Tabang) Letak geografis wilayah Kabupaten Kutai Timur memiliki potensi yang cukup strategis untuk mendukung interaksi wilayah Kabupaten Kutai Timur dengan wilayah luar, baik dalam skala nasional maupun internasional, terutama dengan adanya dukungan fasilitas transportasi. Potensi posisi strategis tersebut terlihat dari posisinya dikaitkan dengan wilayah yang lebih luas adalah sebagai berikut: a) Kabupaten Kutai Timur berada pada jalur regional lintas Trans Kalimantan yang menghubungkan jalur Tarakan (Kota Orde II) - Tanjung Redeb ke Samarinda (Kota Orde I - Ibu Kota Provinsi) - Balikpapan (Kota Orde I) - Kabupaten Penajam Pasir Utara - Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Sehingga, dengan posisi tersebut, menjadi potensi yang mendukung kelancaran mobilitas barang dan jasa dari dan ke dalam Kabupaten Kutai Timur. 6 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

b) Wilayah perairan Kabupaten Kutai Timur dengan panjang garis pantai sekitar 200 km, terletak dalam wilayah perairan Selat Makasar dan Laut Sulawesi dan juga bagian Laut Kalimantan Timur yang merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, sehingga posisi Kutai Timur menjadi strategis karena berada pada jalur transportasi laut internasional. Gambar 2.1. Peta Kabupaten Kutai Timur Sumber: BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015, Data diolah 2.2. LUAS WILAYAH Kabupaten Kutai Timur merupakan kabupaten hasil pemekaran berdasarkan Undang-undang Nomor 47 Tahun 1999, yang meliputi 5 kecamatan. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 16 Tahun 1999, Kabupaten Kutai Timur dimekarkan menjadi 11 kecamatan, dan berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Kutai Timur Nomor 12 Tahun 2005 dimekarkan lagi menjadi 18 kecamatan dengan 133 desa dan 2 kelurahan. Luas wilayah Kabupaten Kutai Timur sebesar 35.747,50 km² atau sekitar 17% dari luas wilayah Provinsi Kalimantan Timur. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 7

Luas setiap kecamatan yang ada di Kabupaten Kutai Timur dapat dilihat dari tabel sebagai berikut: Tabel 2.1. Luas Wilayah Kecamatan dan Jumlah Desa di Kabupaten Kutai Timur Banyaknya Luas No. Kecamatan Desa Kelurahan Km² % 1. Muara Ancalong 8 2.739,30 7,66 2. Busang 6 3.721,62 10,41 3. Long Mesangat 7 526,98 1,47 4. Muara Wahau 10 5.724, 32 16,01 5. Telen 7 3.129, 61 8,75 6. Kombeng 7 581,27 1,63 7. Muara Bengkal 7 1.522,80 4,26 8. Batu Ampar 6 204,50 0,57 9. Sangatta Utara 3 1 1.262,59 3,53 10. Bengalon 11 3.196,24 8,94 11. Teluk Pandan 6 831,00 2,32 12. Rantau Pulung 8 1.660,85 4,65 13. Sangatta Selatan 3 1 143,82 0,40 14. Kaliorang 7 3.322,58 9,29 15. Sangkulirang 15 438,91 1,25 16. Sandaran 7 3.419,30 9,57 17. Kaubun 8 257,45 0,72 18. Karangan 7 3.064,36 8,57 Kabupaten Kutai Timur 133 2 35.747,50 100,00 Sumber: Bagian Pemerintahan Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 2.3. PENGGUNAAN LAHAN Penggunaan lahan di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2014 sebanyak 43,08% merupakan kawasan hutan, meliputi Hutan Mangrove, Hutan Primer, Hutan Rawa, Hutan Sekunder dan Hutan Tanaman. Hutan Primer banyak dijumpai pada daerah pegunungan yang tersebar pada bagian barat Kabupaten Kutai Timur, yaitu Kecamatan Muara Wahau, Telen, dan Busang. 8 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Kawasan tidak berhutan di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 56,14% yang didominasi oleh belukar dan belukar rawa, masing-masing sebesar 37,65% dan 5,76%. Kawasan pertanian sebanyak 9,28% atau sekitar 296.119,33 Ha, meliputi perkebunan, sawah dan lahan pekarangan. Sedangkan penggunaan lahan untuk perikanan masih sangat kecil meskipun mempunyai potensi yang sangat besar baik budidaya kolam maupun perairan umum. Penggunaan lainnya adalah pertambangan batubara sebesar 0,70% atau sekitar 22.410,51 Ha. Tabel 2.2. Luas Penutupan Lahan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2014 No Uraian Luas (Ha) (%) No Uraian Luas (Ha) (%) 1. Awan 24.398,11 0,76 10. Hutan 92.985,80 2,92 Tanaman 2. Belukar 1.200.864,08 37,65 11. Pertanian 40.332,70 1,26 Lahan Kering Campur Semak 3. Belukar Rawa 183.741,25 5,76 12. Perkebunan 296.119,33 9,28 4. Hutan Mangrove Primer 5. Hutan Mangrove Sekunder 16.464,70 0,52 13. Permukiman 10.468,87 0,33 10.723,77 0,34 14. Pertanian Lahan Kering Sumber: Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 450,01 0,01 6. Hutan Primer 412.862,52 12,94 15. Rawa 30.776,26 0,96 7. Hutan Rawa Primer 8. Hutan Rawa Sekunder 9. Hutan Sekunder 348,40 0,01 16. Pertambangan 22.410,51 0,70 25.404,56 0,80 17. Tambak 3.175,20 0,10 815.506,97 25,57 18. Transmigrasi 2.833,00 0,09 Jumlah 3.189.866,04 100,00 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 9

2.4. TOPOGRAFI Topografi Kabupaten Kutai Timur bervariasi dari yang berupa dataran, berbukit hingga pegunungan, serta pantai dengan ketinggian tanah bervariasi antara 0-7 m hingga lebih dari 1.000 m dari permukaan laut. Kawasan yang relatif datar dan landai hanya terdapat di Kecamatan Sangatta Utara, Muara Bengkal, Muara Ancalong dan sebagian Muara Wahau dan Sangkulirang. Daerah yang berbatasan dengan Kabupaten Berau pada Kecamatan Sangkulirang, Muara Wahau dan Muara Ancalong merupakan daerah pegunungan kapur dengan kawasan pegunungan dan perbukitan yang paling luas yaitu 1.608.915 Ha dan 1.429.922,5 Ha sedangkan dataran/landai 536.212,5 Ha yang terdiri dari daratan, rawa dan perairan berupa sungai dan danau. Jaringan sungai terdapat di seluruh kecamatan sedangkan danau hanya di Kecamatan Muara Bengkal yaitu Danau Ngayau dan Danau Karang. Wilayah pantai yang berada di sebelah timur kabupaten mempunyai ketinggian antara 0-7 m diatas permukaan laut di mana wilayah ini mempunyai sifat kelerengan yang datar, rawa mudah tergenang dan merupakan daerah endapan. Sebagian besar wilayah Kabupaten Kutai Timur mempunyai kelerengan di atas 15%, wilayah dengan kelerengan di atas 40% mempunyai areal cukup luas, yang tersebar di seluruh wilayah, khususnya terkonsentrasi di bagian barat laut, dimana wilayahnya mempunyai ketinggian diatas 500 m diatas permukaan laut. Wilayah dengan ketinggian 500 m diatas permukaan laut mempunyai sifat berbukit sampai bergunung dengan kelerengan lebih dari 40% dan sangat berpotensi erosi. Di antara variasi yang dimaksud adalah: a. Kawasan yang relatif datar dan landai terdapat di Kecamatan Sangatta, Muara Bengkal, Muara Ancalong dan sebagian Muara Wahau dan Sangkulirang yang sangat sesuai untuk dikembangkan menjadi areal permukiman dan pertanian, industri berat, pengembangan tanaman keras dan kawasan prioritas untuk pengembangan lapangan terbang. b. Kawasan pegunungan kapur terdapat di daerah Kecamatan Sangkulirang, Muara Wahau dan Muara Ancalong yang cocok untuk 10 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

pengembangan pertanian dan perkebunan tertentu seperti jati, karet dan kelapa sawit. c. Jaringan sungai terdapat di seluruh kecamatan diantaranya Sungai Sangatta, Sungai Marah dan Sungai Wahau. Sungai-sungai di daerah ini airnya dimanfaatkan penduduk sekitar sebagai sumber air minum dan jalur transportasi air antara daerah pantai dan daerah pedalaman. Sedangkan danau terdapat di beberapa kecamatan, diantaranya di Kecamatan Muara Bengkal yaitu Danau Ngayau dan Danau Karang. 2.5. IKLIM Kabupaten Kutai Timur beriklim hutan tropika humida dengan suhu udara rata-rata 26 C, dimana perbedaan suhu terendah dengan suhu tertinggi mencapai 5 7 C. Curah hujan di Kabupaten Kutai Timur bervariasi mulai dari wilayah pantai hingga ke pedalaman yang semakin meningkat. Jumlah curah hujan rata-rata di wilayah kabupaten ini berkisar antara 2000 4000 mm/tahun, dengan jumlah hari hujan rata-rata adalah 130-150 hari/tahun. Temperatur ratarata berkisar antara 26 C dengan perbedaan antara siang dan malam antara 5 7 C. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 11

3.1. VISI, MISI DAN PROGRAM DAERAH Sejalan dengan arah pembangunan Kutai Timur Jangka Panjang Kabupaten Kutai Timur, yang diarahkan kepada terwujudnya ekonomi daerah yang berdaya saing dan bertumpu pada pemanfaatan sumber daya lokal menuju kemandirian daerah, maka Visi Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2011-2015 adalah: PEMBANGUNAN DAERAH BERTUMPU PADA AGRIBISNIS MENUJU KUTAI TIMUR MANDIRI Visi pembangunan 2011-2015 yang telah ditetapkan memiliki makna sebagai berikut: 1. Semua gerak pembangunan daerah di berbagai bidang ditujukan dalam rangka mendukung pembangunan agribisnis. 2. Pembangunan agribisnis diharapkan dapat memberikan multiplier effect terhadap perkembangan ekonomi daerah khususnya ekonomi masyarakat yang berdaya saing, baik ditingkat regional, nasional mapun global dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan ketahanan ekonomi daerah. 3. Kemandirian daerah ditandai oleh kemandirian keuangan daerah dalam pembiayaan penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat serta adanya kemampuan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup menuju sejahtera. Untuk mewujudkan Visi Pembangunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2011-2015 ditetapkan Misi Pembangunan Daerah sebagai berikut: 12 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama dan seni budaya daerah. 2. Memantapkan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten yang serasi dan berwawasan lingkungan. 3. Memantapkan kemandirian pangan dan pengembangan komoditi ungulan daerah. 4. Meningkatkan pembangunan infrastruktur dan pemenuhan kebutuhan energi. 5. Pemberdayaan masyarakat dan penurunan angka kemiskinan. 6. Penegakan hukum dan mengoptimalkan peran aparatur pemerintahan daerah yang dinamis dan efisien. 7. Meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat 8. Meningkatkan kualitas pendidikan secara berjenjang. 9. Mendorong peran lembaga keuangan dan perbankkan untuk menjamin kemudahan berusaha dan berinvestasi guna membuka kesempatan kerja yang seluas-luasnya. Sebagaimana tercantum dalam Pasal 1 ayat 5, Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004, tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Program adalah instrumen kebijakan yang berisi satu atau lebih kegiatan yang dilaksanakan oleh instansi pemerintah/lembaga untuk mencapai sasaran dan tujuan serta memperoleh alokasi anggaran, atau kegiatan masyarakat yang dikoordinasikan oleh instansi pemerintah. Penyusunan program pembangunan tersebut diselaraskan pula dengan prioritas pembangunan nasional dan prioritas pembangunan Provinsi Kalimantan Timur. Untuk lebih mengarahkan program SKPD maka disusun prioritas pembangunan jangka menengah daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2011-2015 yang dikemas ke dalam 12 (dua belas) prioritas pembangunan daerah (agenda pembangunan) yaitu; 1. Peningkatan kapasitas pemerintahan (capacity building) 2. Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pendidikan 3. Peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan 4. Penurunan angka kemiskinan dan pengangguran 5. Peningkatan investasi dan ekonomi masyarakat 6. Peningkatan ketahanan pangan dan kemandirian pangan PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 13

7. Peningkatan sarana dan prasarana perhubungan 8. Pemantapan, pemanfaatan, penggunaan dan pengelolaan lahan serta lingkungan hidup 9. Peningkatan infrastruktur dasar kawasan permukiman 10. Peningkatan pembangunan perdesaan 11. Pengelolaan kawasan perbatasan (hinterland) 12. Peningkatan dan pengembangan pemanfaatan teknologi informasi 3.2. LAMBANG DAERAH Simbol warna-warni pada lambang daerah Kabupaten Kutai Timur adalah: 1. Warna Hijau : Kemakmuran, Kesuburan 2. Warna Kuning Emas : Keluhuran, Keagungan 3. Warna Kuning : Kejayaan 4. Warna Merah : Keberanian 5. Warna Putih : Kesucian 6. Warna Hitam : Kesungguhan Lambang Daerah Kabupaten Kubupaten Kutai Timur mengandung makna sebagai berikut: a. Perisai Bersudut Lima : Melambangkan alat pelindung untuk mencapai cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 berdasarkan Pancasila. b. Bintang Bersudut Lima : Melambangkan Ketuhanan dan Pancasila sebagai Falsafah Negara Republik Indonesia. c. Rantai : Melambangkan Pemersatu antara seluruh aparatur dan Masyarakat Kab. Kutai Timur. d. Dua Belas buah Kapas : Melambangkan tanggal 12 (dua belas) yang merupakan Hari Jadi Kabupaten Kutai Timur. e. Sepuluh buah Gigi Roda Pabrik : Melambangkan bulan Oktober yang menjadi bulan Penetapan Kabupaten Kutai Timur. 14 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

f. Lima buah Api Menyala : Melambangkan 5 (lima) Kecamatan yang merupakan Cikal Bakal Kabupaten Kutai Timur. g. Tiga Lembar Daun : Mengandung arti bahwa Kabupaten Kutai Timur adalah daerah yang subur. h. Setumpuk Bahan Tambang : Melambangkan Kandungan Bahan Tambang di Kabupaten Kutai Timur sangat berlimpah. i. Matahari Terbit : Mengandung arti Kabupaten merupakan daerah yang cerah untuk masa yang akan datang lambang Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia digambarkan dengan 17 bunga kapas, 8 daun kapas dan 45 butir padi. j. Sembilan butir Padi pada tangkai kiri dan : Melambangkan Tahun 1999 tahun Penetapan Kabupaten Kutai Timur. Sembilan butir padi pada tangkai kanan k. Kelian, Tombak serta Mandau : Melambangkan Masyarakat Kabupaten Kutai Timur siap melaksanakan dan mengamankan pembangunan Kabupaten Kutai Timur. l. Kalimat TUAH BUMI UNTUNG BENUA : Melambangkan arti bahwa Bumi/daerah Kabupaten Kutai Timur memiliki Tuah dan sekaligus membawa Keberuntungan bagi Kabupaten Kutai Timur. 3.3. APARATUR PEMERINTAH DAERAH 3.3.1. Organisasi Daerah Untuk dapat melaksanakan pemerintahan yang lancar maka diperlukan sistem tata kerja perangkat daerah yang efektif dan efisien sesuai dengan karakteristik dan potensi masing-masing daerah. Semua aparatur negara/pegawai Negeri Sipil (PNS) tersebar dalam 4 asisten, 13 bagian, 17 dinas, 17 kantor/badan dan 18 Kecamatan. Adapun kedudukan dan tugas pokok perangkat administrasi pemerintahan tersebut, antara lain: PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 15

a. Sekretariat Daerah Kabupaten Merupakan unsur pembantu pimpinan daerah, yang dipimpin oleh seorang Sekretariat Daerah yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati dan mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintah, administrasi, organisasi dan tatalaksana serta memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh perangkat daerah kabupaten. Sektretariat Daerah dibantu oleh 4 asisten dan 13 bagian yaitu : I. Asisten Pemerintahan Umum a. Bagian Pemerintahan b. Bagian Otonomi Daerah c. Bagian Hukum II. Asisten Perekonomian dan Pembangunan a. Bagian Perekonomian b. Bagian Pembangunan c. Bagian Sumber Daya Alam III. Asisten Kesejahteraan Rakyat a. Bagian Hubungan Masyarakat b. Bagian Sosial c. Bagian Pengembangan Masyarakat IV. Asisten Administrasi Umum a. Bagian Umum dan Protokol b. Bagian Organisasi dan Tata Laksana c. Bagian Keuangan d. Bagian Perlengkapan dan Aset Daerah b. Sekretariat DPRD Kabupaten Merupakan unsur pelayanan terhadap DPRD Kabupaten yang dipimpin oleh seorang Sekretaris yang bertanggung jawab kepada Pimpinan DPRD dan secara administratif dibina oleh Sekretaris Daerah Kabupaten dan mempunyai tugas memberikan pelayanan administratif kepada anggota DPRD Kabupaten. 16 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

c. Dinas Daerah Kabupaten Merupakan unsur pelaksanaan Pemerintah Kabupaten dipimpin oleh seorang kepala yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui desentralisasi dan dapat ditugaskan untuk melaksanakan penyelenggaraan wewenang yang dilimpahkan oleh pemerintah kepada Bupati selaku wakil pemerintah dalam rangka dekonsentrasi. Organisasi Dinas Kabupaten Kutai Timur terdiri dari: 1. Dinas Penidikan dan Kebudayaan 8. Dinas Pertanian dan Peternakan 9. Dinas Perkebunan 2. Dinas Kesehatan 10. Dinas Kelautan dan Perikanan 3. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil 11. Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata 4. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Komunikasi 12. Dinas Pertambangan dan Energi 13. Dinas Tata Ruang 5. Dinas Pekerjaan Umum 14. Dinas Kehutanan 6. Dinas Perindustrian dan Perdagangan 15. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi 7. Dinas Koperasi,UKM dan Ekonomi Kreatif 16. Dinas Kesejahteraan Sosial 17. Dinas Pendapatan Daerah d. Lembaga Teknis Daerah (Kantor/Badan) Merupakan unsur pelakasana tugas tertentu dipimpin oleh seorang Kepala yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretariat Daerah dan mempunyai tugas melaksanakan tugas tertentu yang sifatnya tidak tercakup oleh Sekretariat Daerah dan Dinas Kabupaten dalam lingkup tugasnya. Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Kutai Timur terdiri dari: 1. Inspektorat Wilayah 5. Badan Lingkungan Hidup 2. Badan Perencanaan Pembangunan Daerah 6. Badan Penelitian dan Pengembangan 3. Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pem. Desa 7. Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB 4. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik 8. Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 17

9. Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah 10. Badan Pendidikan dan Pelatihan 11. Badan Kepegawaian Daerah 12. Rumah Sakit Umum Daerah Sangatta 13. Badan Pelayanan Perijinan Satu Pintu dan Penanaman Modal Daerah e. Lembaga Teknis Lainnya Organisasi Lembaga Teknis Lainnya terdiri dari: 1. Badan Penanggulangan 3. Kantor Kebersihan, Pertamanan Bencana Daerah dan Permakaman 2. Kantor Satpol PP dan Linmas 4. Kantor Layanan Pengadaan (KLP) Lembaga Teknis Daerah yang berbentuk Kantor Satpol PP dan Linmas mempunyai tugas penegakan Peraturan Daerah, ketertiban umum dan ketentraman masyarakat serta perlindungan masyarakat. Kantor Satpol PP dipimpin oleh Kepala Satuan yang selanjutnya disebut Kasat, dimana dalam melaksanakan tugas menyelenggarakan fungsi: - Penyusunan program dan pelaksanaan penegakan Peraturan Daerah, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketertiban masyarakat serta perlindungan masyarakat - Pelaksanaan kebijakan penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati - Pelaksanaan kebijakan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat daerah - Pelaksanaan perlindungan masyarakat - Pelaksanaan koordinasi penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati, penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Daerah, dan atau aparatur lainnya - Pengawasan terhadap masyarakat, aparatur, atau badan hukum agar mematuhi dan menaati Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati - Pelaksanaan tugas lainnya yang diberikan oleh Bupati sesuai tugas dan fungsinya 18 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

f. Kecamatan Kecamatan merupakan perangkat daerah Kabupaten Kutai Timur yang mempunyai wilayah kerja tertentu dan dipimpin oleh seorang Camat, berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Camat memiliki tugas melaksanakan kewenangan pemerintahan yang dilimpahkan Bupati termasuk menangani sebagian urusan otonomi daerah. g. Desa/Kelurahan Desa/Kelurahan merupakan perangkat daerah Kabupaten yang berkedudukan dalam wilayah Kecamatan yang dipimpin oleh seorang Kepala Desa/Lurah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Camat. Mempunyai tugas pokok menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. Selain itu seorang Kepala Desa/Lurah juga melaksanakan urusan pemerintahan yang dilimpahkan oleh Bupati. 3.3.2. Aparatur Daerah (Pegawai Negeri Sipil) Hingga September 2015, jumlah aparatur negara/pegawai Negeri Sipil (PNS) yang ada di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 6.578 orang yang meliputi PNS golongan I sebanyak 91 orang, PNS golongan II sebanyak 2.470 orang, PNS golongan III sebanyak 3.393 orang serta PNS golongan IV sebanyak 624 orang. Sementara apabila ditinjau dari penjabat struktural, maka pada tahun 2015 jumlah PNS dengan Eselon II sebanyak 43 orang, eselon III sebanyak 223 orang, dan eselon IV sebanyak 619 orang. Adapun jumlah aparat Pegawai Negeri di Kabupaten Kutai Timur dapat dilihat pada tabel berikut ini: PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 19

No Golongan Tabel 3.1. Jumlah Aparat Pegawai Negeri di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 Tahun 2013 2014 2015*) L P L P L P 1. I 59 15 63 30 61 30 2. II 1.275 1.117 1.396 1.319 1.328 1.142 3. III 1.670 1.575 1.743 1.621 1.763 1.630 4. IV 475 240 340 147 448 176 Jumlah 3479 2947 3542 3117 3600 2978 Jumlah L + P 6.408 6.659 6.578 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data Triwulan III Tahun 2015 No Tabel 3.2. Jumlah Pegawai Negeri di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 Menurut Tingkat Eselon Eselon Tahun 2013 2014 2015 L P L P L P 1. I - - - - - - 2. II 35 3 40 3 40 3 3. III 153 23 184 27 195 28 4. IV 343 126 427 185 434 185 Jumlah 531 152 651 215 669 216 Jumlah L + P 683 866 885 Sumber: Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data Triwulan III Tahun 2015 3.4. KERJASAMA PEMERINTAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 3.4.1. Kerjasama Antar Daerah Kerjasama antar daerah merupakan suatu isu penting yang perlu di perhatikan oleh pemerintah daerah saat ini mengingat begitu banyak masalah dan kebutuhan masyarakat di daerah yang harus diatasi atau dipenuhi dengan melewati batas-batas wilayah administratif. Untuk mensukseskan kerjasama ini diperlukan suatu kebijakan untuk menentukan model kerjasama yang tepat dengan prinsip-prinsip yang menuntun keberhasilan kerjasama tersebut serta tertuang dalam kegiatan. 20 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Adapun kerjasama yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Timur antar daerah dalam tahun 2013-2015 adalah sebagai berikut: Tabel 3.3. MOU Kerjasama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Antar Daerah Tahun 2013-2015 No Nota Kerjasama Instansi Kerjasama Isi Kerjasama 1. 13/MOU/HK/IX/2013 Gubernur Kalimantan Timur dengan Bupati/Walikota se- Kalimantan Timur 2. 01/MOU/HK/2015 DPRD Kabupaten Kutai Timur 3. 02/MOU/HK/2015 DPRD Kabupaten Kutai Timur 4. 03/MOU/HK/2015 DPRD Kabupaten Kutai Timur 5. 04/MOU/HK/2015 DPRD Kabupaten Kutai Timur 6. 05/MOU/HK/2015 DPRD Kabupaten Kutai Timur Rencana Program Kerjasama Pembangunan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-kalimantan Timur Tahun 2014 Program legislasi daerah tahun anggaran 2015 Kebijakan umum APBD ahun anggaran 2016 Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara TA 2016 Perubahan Kebijakan APBD TA 2016 Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD TA 2016 Perubahan APBD TA 2015 7. 07/MOU/HK/2015 DPRD Kabupaten Kutai Timur 8. 08/MOU/HK/2015 Dinas Pendidikan Penyelenggaraan Pendidikan Sumber: Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 3.4.2. Kerjasama Dengan Pihak Ketiga Sebagaimana diamanatkan dalam BAB XVII Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat, Daerah dapat mengadakan kerja sama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 21

Kerjasama Daerah dengan Pihak Ketiga dikembangkan berdasarkan pemenuhan kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi langsung oleh Pemerintah Daerah, karena berbagai keterbatasan yang dimiliki daerah otonom serta untuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan penyelenggaraan kerjasama daerah dengan pihak ketiga sampai dengan Tahun 2013-2015 adalah sebagai berikut: Tabel 3.4. MOU Kerjasama Pemerintah Kabupaten Kutai Dengan Pihak Ketiga Tahun 2013-2015 No Nota Kerjasama Instansi Kerjasama Isi Kerjasama 1. 04/MOU/HK/I/2013 Universitas Mulawarman Nota Kesepahaman antara Universitas Mulawarman dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Jangka Waktu 1 Tahun 2. 06/MOU/HK/II/2013 Yayasan Surya Institut Peningkatan Kualitas Pendidikan, Jangka Waktu 5 Tahun 3. 07/MOU/HK/I/2013 Fakultas Kedokteran Universitas Hassanuddin Makasar 4. 09/MOU/HK/IV/2013 Universitas Gadjah Mada (UGM) Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan Masyarakat oleh Dokter Spesialis di RSUD Sangatta Kabupaten Kutai Timur Peningkatan Kualitas Pendidikan, Pelatihan dan Pengembangan sumberdaya Manusia, Jangka Waktu 5 Tahun 5. 10/MOU/HK/VI/2013 PT. Kaltim Prima Coal Penggunaan Bandar Udara Khusus Tanjung Bara untuk Pelayanan Penerbangan Umum Sementara 6. 11/MOU/HK/VI/2013 PT. Kaltim Prima Coal Berita Acara Serah Terima Jalan Soekarno Hatta Soewandi, Fly Over Soewandi, Taman Pesawat dan Jalan Soewandi Extantion Sangatta, Kabupaten Kutai Timur 22 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Nota Kerjasama Instansi Kerjasama Isi Kerjasama 7. 17/MOU/HK/X/2013 PT. Taspen (Persero) Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Gaji (SIMGAJI) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Daerah dan Pelayanan Proaktif 8. 03/MOU/HK/III/2014 PT. Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Pemberian Kredit Konsumtif 9. 05/MOU/HK/VI/2014 Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Pemerintah Kabupaten Berau, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dengan PT. PLN (Persero) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Kalimantan Timur 10. 06/MOU/HK/IX/2015 PT Telekomunikasi Selular Kerjasama Kemitraan Dukungan Teknis Investasi PLT Biogas- Pome untuk Listrik Perdesaan di Kalimantan Timur Penyediaan akses telekomunikasi Sumber: Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 3.4.3. Koordinasi Dengan Instansi Vertikal Daerah Koordinasi dengan instansi vertikal dilaksanakan dalam bentuk rapat koordinasi antara Bupati dengan pimpinan penyelenggara pemerintahan daerah didampingi forum pimpinan daerah/muspida yang ada di Kabupaten Kutai Timur, diantaranya Kantor BPN, Kantor BPS, Kantor Kementerian Agama, Kantor Pengadilan Agama, dan BUMN yang ada di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Rapat koordinasi dilaksanakan secara rutin atau insidentil terutama dalam menginventarisir dan menyikapi permasalahan bersifat khusus yang memerlukan koordinasi secara menyeluruh untuk mengantisipasi kemungkinan terjadi permasalahan yang lebih besar. lain adalah: Adapun kegiatan yang telah dilakukan sampai dengan tahun 2015 antara PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 23

Tabel 3.5. MOU Kerjasama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur Dengan Instansi Vertikal Daerah Tahun 2013-2015 No Nota Kerjasama Instansi Kerjasama Isi Kerjasama 1. 02/MOU/HK/I/2013 Kementerian Kehutanan Republik Indonesia 2. 17/MOU/HK/X/2013 Perjanjian Kerja sama antara PT. TASPEN (PERSERO) dengan Pemkab Provinsi Kalimantan Timur 3. 21/MOU/HK/XI/2013 Kantor Wilayah XIII di Sekretariat Jendral Kekayaan Negara 4. 01/MOU/HK/I/2013 DPRD Kabupaten Kutai Timur 5. 13/MOU/HK/IX/2013 DPRD Provinsi Kalimantan Timur 6. 14/MOU/HK/X/2013 DPRD Kabupaten Kutai Timur 7. 15/MOU/HK/X/2013 DPRD Kabupaten Kutai Timur 8. 19/MOU/HK/XI/2013 DPRD Kabupaten Kutai Timur 9. 20/MOU/HK/XI/2013 DPRD Kabupaten Kutai Timur Pengembangan Pariwisata Alam di Taman Nasional Kutai, Jangka Waktu 4 Tahun Penerapan Aplikasi Sistem Informasi Manajemen Gaji (SIMGAJI) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Daerah dan Pelayanan Proaktif, Jangka Waktu 2 Tahun Pelaksanaan Penilaian Barang Milik Daerah, Jangka Waktu 5 Tahun Persetujuan Raperda dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Tahun Anggaran 2013 dan Raperda Inisiatif DPRD dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Tahun Anggaran 2013 Rencana Program Kerjasama Pembangunan Pemerintah Kabupaten/Kota Se-Kalimantan Timur Tahun 2014 Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUPA) Tahun Anggaran 2013 Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2013 Kebijakan Umum Anggaran Sementara Perubahan APBD Tahun Anggaran 2013 Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Tahun Anggaran 2014 24 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Nota Kerjasama Instansi Kerjasama Isi Kerjasama 10. 01/MOU/HK/I/2014 DPRD Kabupaten Kutai Timur 11. 04/MOU/HK/V/2014 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Program Legislasi Daerah (Prolegda) Tahun Anggaran 2014 Pencapaian Kaltim Sehat dan MDG s untuk Mewujudkan Kaltim Maju 2018 12. 06/MOU/HK/VIII/2014 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur 13. 07/MOU/HK/VIII/2014 DPRD Kabupaten Kutai Timur 14. 10/MOU/HK/XI/2014 DPRD Kabupaten Kutai Timur 15. 11/MOU/HK/XI/2014 DPRD Kabupaten Kutai Timur Sumber: Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Kebijakan Umum Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2014 Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun Anggaran 2014 Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggran 2015 Prioritas dan Plafon Anggaran Pemerintah Tahun Anggaran 2015 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 25

4.1. KEPENDUDUKAN Sebagai kabupaten penghasil tambang batu bara dan dengan wilayah yang sangat luas, maka tidak mengherankan jika beragam etnis mendiami Kutai Timur. Kedatangan etnis lain, selain Kutai dan Dayak, selain mengikut program transmigrasi, juga didorong oleh terbukanya daerah ini sebagai tempat yang baik untuk mencari kerja atau mengembangkan usaha yang didorong oleh sektor industri batubara, maupun pengelolaan kayu yang keduanya mendatangkan banyak tenaga kerja dari luar daerah. Sepanjang tahun 2011-2014 jumlah penduduk yang tercatat pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Timur mengalami penurunan sebesar 18.167 jiwa meskipun selama kurun waktu tersebut terdapat lonjakan yang tajam atas jumlah penduduk di Kabupaten Kutai Timur di tahun 2012 yang mencapai 527.723 jiwa. Terdapat hubungan antara jumlah penduduk yang cukup besar ini dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi yaitu sebesar sekitar 12% di tahun 2012. Sedangkan pada tahun 2014 terjadi penyusutan jumlah penduduk menjadi 412.698 jiwa disebabkan karena adanya koreksi dari Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kementerian Dalam Negeri atas akun ganda (double account) pada sejumlah penduduk yang terdaftar/teregister sebagai penduduk Kabupaten Kutai Timur. Sedangkan pada akhir 2014, komposisi jumlah penduduk terdiri dari 55% laki-laki dan 45% perempuan. 26 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Tabel 4.1. Jumlah Penduduk, Pertumbuhan dan Persebaran serta Kepadatan Penduduk Tahun 2013-2015 No Uraian Satuan 2013 2014 2015*) 1. Jumlah Penduduk Jiwa 554.751 412.698 413.097 2. Pertambahan Jumlah Jiwa 27.028-142.053 339 Penduduk 3. Pertumbuhan Penduduk (%) 5,12 (25,61) 0,15 4. Kepadatan Penduduk Jiwa/km 2 15,36 11,54 11,56 Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Semester I Tahun 2015 No Sementara itu jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan dengan penduduk perempuan dengan rasio jenis kelamin antara 119,68 123,94 dalam periode 2013-2015. Tabel 4.2. Jumlah dan Perkembangan Penduduk Menurut Jenis Kelamin Tahun 2013-2015 Kecamatan 2013 2014 2015*) L P L P L P 1. Muara Ancalong 9.908 8.945 8.174 7.296 6.654 6.104 2. Busang 4.200 3.666 3.245 2.821 2.939 2.585 3. Long Mesangat 5.312 4.499 4.018 3.381 3.938 3.365 4. Muara Wahau 20.397 16.739 14.564 12.060 16.388 13.647 5. Telen 7.228 5.752 5.366 4.340 5.543 4.491 6. Kongbeng 16.980 14.354 13.663 11.521 12.255 10.693 7. Muara Bengkal 11.273 9.929 8.824 7.780 8.765 7.860 8. Batu Ampar 4.251 3.600 3.206 2.718 3.185 2.718 9. Sangatta Utara 98.424 76.755 72.216 58.052 70.063 57.666 10. Bengalon 29.651 23.170 21.832 17.389 21.486 17.487 11. Teluk Pandan 16.963 13.328 10.520 8.234 9.612 7.725 12. Sangatta Selatan 24.370 19.794 18.324 15.079 18.904 15.740 13. Rantau Pulung 6.742 5.832 4.849 4.255 5.208 4.846 14. Kaliorang 9.522 8.083 7.068 5.988 7.258 6.224 15. Kaubun 8.749 7.126 6.951 5.644 8.118 6.589 16. Sangkulirang 14.588 12.271 11.052 9.508 11.015 9.522 17. Karangan 10.953 7.956 7.452 5.615 7.529 5.868 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 27

No Kecamatan 2013 2014 2015*) L P L P L P 18. Sandaran 7.522 5.919 5.363 4.330 6.193 4.912 Jumlah 307.033 247.718 226.687 186.011 225.053 188.044 Jumlah L + P 554.751 412.698 413.097 Rasio Jenis Kelamin 123,94 121,87 119,68 Pertumbuhan (%) 5,12 (25,61) 0,15 Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Semester I Tahun 2015 Penyebaran penduduk Kabupaten Kutai Timur belum bisa dikatakan merata di wilayah kecamatan karena masih terdapat 3 kecamatan yang mendominasi (Sangatta Utara, Sangatta Selatan dan Bangalon). Pada tahun 2015, sebaran penduduk terbanyak di Kecamatan Sangatta Utara sebesar 30,92% yang merupakan pusat pemerintahan Kabupaten Kutai Timur. Secara kontras, Kecamatan Busang yang mempunyai luas sebesar 10,47% dari luas wilayah kabupaten Kutai Timur hanya berpenduduk sebesar 1,34% dari total penduduk se-kabupaten. No Tabel 4.3. Proporsi Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 Kecamatan Tahun 2013 2014 2015*) 1. Muara Ancalong 3,40 3,75 3,09 2. Busang 1,42 1,47 1,34 3. Long Mesangat 1,77 1,79 1,77 4. Muara Wahau 6,69 6,45 7,27 5. Telen 2,34 2,35 2,43 6. Kongbeng 5,65 6,10 5,56 7. Muara Bengkal 3,82 4,02 4,02 8. Batu Ampar 1,42 1,44 1,43 9. Sangatta Utara 31,58 31,56 30,92 10. Bengalon 9,52 9,50 9,43 11. Teluk Pandan 5,46 4,54 4,20 12. Sangatta Selatan 7,96 8,09 8,39 13. Rantau Pulung 2,27 2,21 2,43 14. Kaliorang 3,17 3,16 3,26 15. Kaubun 2,86 3,05 3,56 28 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Kecamatan Tahun 2013 2014 2015*) 16. Sangkulirang 4,84 4,98 4,97 17. Karangan 3,41 3,17 3,24 18. Sandaran 2,42 2,35 2,69 Jumlah 100,00 100,00 100,00 Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Semester I Tahun 2015 Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur di Kabupaten Kutai Timur hingga tahun 2015, pada kelompok umur 35-39 tahun sebanyak 36.001 jiwa atau sekitar 8,71%. Kelompok ini merupakan usia produktif dan sangat berpengaruh pada ketersediaan angkatan kerja dalam pembangunan. Dari pembagian penduduk berdasarkan kelompok umur dapat diketahui rasio beban ketergantungan penduduk di Kabupaten Kutai Timur adalah sebesar 50,34%. Secara umum rasio sebesar 50% ini menjelaskan bahwa dari 100 penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan menanggung secara ekonomi 50% jiwa yang tidak/kurang produktif yaitu 0-14 tahun dan 65 tahun ke atas. Dalam perspektif konsep pembangunan, rasio ketergantungan yang semakin tinggi kurang menguntungkan dibandingkan yang lebih rendah. No Tabel 4.4. Jumlah Penduduk Berdasar Kelompok Umur di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 Kelompok Umur Tahun 2013 2014 2015*) 1. 0 4 28.220 20.371 30.006 2. 5 9 52.675 40.301 50.233 3. 10 14 51.850 40.31o 49.937 4. 15 19 43.454 34.784 34.786 5. 20 24 56.832 38.806 36.581 6. 25 29 66.460 43.956 41.907 7. 30 34 65.875 45.176 41.645 8. 35 39 53.648 39.832 36.001 9. 40 44 43.079 32.720 28.937 10. 45 49 32.846 26.096 22.573 11. 50 54 21.930 17.949 15.209 12. 55 59 15.084 13.353 10.781 13. 60 64 10.342 7.996 6.345 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 29

No Kelompok Umur Tahun 2013 2014 2015*) 14. 65 69 5.758 5.065 3.867 15. 70 74 3.388 2.999 2.263 16. 75 + 3.310 2.984 2.026 Jumlah 554.751 412.698 413.097 Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Semester I Tahun 2015 Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah penduduk Kutai Timur terus mengalami peningkatan. Tingginya pertumbuhan penduduk di Kabupaten Kutai Timur sebagian besar dikarenakan oleh migrasi masuk. Kondisi ini menandakan bahwa Kutai Timur memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi pendatang terutama karena alasan ekonomi. Indikasi ini dapat dilihat dari dependency ratio sebagai daerah terbuka yang terkenal potensi sumber daya alam yang melimpah, menyebabkan mobilitas penduduk yang terjadi cukup tinggi, terutama dari mereka yang datang untuk bekerja/mencari kerja ke daerah ini, dimana sebagian besar berusia antara 16-40 tahun pada usia produktif. 4.2. INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) Tingkat pembangunan manusia suatu wilayah dapat dinilai melalui indikator dari aspek kesehatan, pendidikan dan daya beli, melalui pengukuran keadaan penduduk yang sehat dan berumur panjang, berpendidikan dan berketerampilan serta mempunyai pendapatan yang memungkinkan untuk hidup layak. Oleh karena itu, salah satu wujud keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dalam pembangunan dapat dirincikan dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kutai Timur. Perkembangan IPM Kabupaten Kutai Timur selama kurun waktu 2012-2014 dapat dilihat dari Tabel 4.5. berikut ini: 30 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

NO Tabel 4.5. Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2012-2014 Kelompok Umur Tahun 2012 2013 2014 1. Angka Harapan Hidup (tahun) 68,79 69,17 69,38 2. Angka Melek Huruf (%) 98,23 98,28 98,09 3. Angka Buta Aksara (%) 1,77 1,72 1,91 4. Rata-Rata Lama Sekolah (tahun) 8,10 8,49 8,63 5. Pengeluaran Per Kapita (Rp. Ribu) 632,23 635,61 642,50 6. IPM 73,75 74,23 75,10 7. Jumlah Penduduk Miskin 24.295 27.200 24.514 8. Persentase Penduduk Miskin 6,12 9,06 5,94 Sumber: - Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 - Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 IPM pada dasarnya menggambarkan tingkat kesehatan penduduk yang dipresentasikan melalui Angka Harapan Hidup (AHH), perkembangan dan kemajuan sosial yang ditunjuk melalui Angka Melek Huruf (AMH) dan Ratarata Lama Sekolah serta kemampuan ekonomi penduduk yang diukur dengan pengeluaran riil per kapita atau Indeks Daya Beli (IDB). IPM memberikan beberapa petunjuk untuk melihat hasil pembangunan suatu wilayah. Penggolongan daerah berdasarkan IPM ada 4 kategori: Rendah (IPM dibawah 50), Menengah rendah (IPM antara 51-65), Menengah tinggi (IPM antara 66-70) dan Tinggi (IPM diatas 70). Dan berdasarkan tabel diatas, menunjukkan bahwa IPM Kabupaten Kutai Timur apabila dilihat dari tahun 2012 hingga tahun 2014 trennya cenderung naik, dan selama kurun waktu tersebut termasuk kategori tinggi. 4.3. KETENAGAKERJAAN Salah satu sasaran dalam pembangunan adalah diarahkan pada perluasan kesempatan kerja dan terciptanya lapangan kerja baru dalam jumlah dan kualitas yang seimbang dan memadai untuk dapat menyerap tambahan angkatan kerja yang memasuki pasar kerja setiap tahunnya. Karena itu peningkatan dalam jumlah angkatan kerja bila tidak diimbangi dengan PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 31

penambahan kesempatan kerja akan menimbulkan permasalahan dalam pembangunan. Tabel 4.6. Penduduk Usia 15 Tahun Ke Atas (Penduduk Usia Kerja) Menurut Kelompok Umur Tahun 2013-2015 Kelompok Umur 2013 2014 2015*) L P L+P L P L+P L P L+P 15-24 55.519 46.969 102.488 39.224 43.366 82.590 38.514 32.853 71.367 25-34 72.403 57.618 130.021 48.989 40.143 89.132 45.397 38.155 83.552 35-44 52.904 39.410 92.314 40.778 31.774 72.552 36.212 28.726 64.938 45-54 29.314 21.022 50.336 25.610 18.435 44.045 21.882 15.900 37.782 55-59 8.397 5.371 13.768 7.786 5.567 13.353 6.274 4.507 10.781 60+ 12.466 7.811 20.277 11.723 7.321 19.044 3.985 2.360 6.345 Jumlah 231.003 178.201 409.204 174.110 146.606 320.716 152.264 122.501 274.765 Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Semester I Tahun 2015 Dari tabel di atas terlihat bahwa jumlah penduduk usia kerja dari tahun ke tahun menurun, pada tahun 2014 tercatat sejumlah 320.716 jiwa turun menjadi 274.765 jiwa di tahun 2014. Jika dilihat dari jenis kelamin, tercatat penurunan jumlah penduduk usia kerja laki-laki cenderung lebih besar jika dibandingkan penduduk usia kerja perempuan. Terkait dengan kondisi ketenagakerjaan, Jumlah Angkatan Kerja (AK) pada tahun 2013 mencatat angka sebesar 152.108 jiwa dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai angka 65,64%, Angka Pengangguran (AP) sebesar 4.729 jiwa, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 3,11%. Sedangkan pada tahun 2014 mencatat angka sebesar 235.045 jiwa yang berarti Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai angka 70,85%, Angka Pengangguran (AP) sebesar 3.015 jiwa, dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 1,28%. Dari Tabel 4.7. terlihat bahwa jumlah angka pengangguran menurun sebesar 1.714 jiwa dan angkatan kerja naik sebesar 82.937 jiwa selama kurun waktu 2012-2014. Hal ini menunjukan bahwa serapan tenaga kerja selama periode tersebut sudah baik. 32 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Tabel 4.7. Tingkat Pengangguran, Jumlah Angkatan Kerja dan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Tahun 2012-2014 No Variabel 2012 2013 2014 1. Angka Pengangguran (Jiwa) 5.096 4.729 3.015 2. Angka setengah menganggur (Jiwa) 32.500 22.757 21.029 3. Angkatan Kerja (AK) 130.685 152.108 235.045 4. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) (%) 80,20 65,64 70,85 5. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) (%) 3,90 3,11 1,28 Sumber: Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 4.3.1. Rasio Daya Serap Tenaga Kerja Rasio daya serap tenaga kerja pada perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) dan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencerminkan besar kecilnya daya tampung proyek investasi PMA/PMDN dalam menyerap tenaga kerja di suatu daerah. Semakin besar rasio daya serap PMA/PMDN semakin besar pula jumlah tenaga kerja suatu daerah yang dapat terserap pada perusahaan tersebut. Untuk mengetahui rasio daya serap tenaga kerja yang ada di Kabupaten Kutai Timur kurun waktu 2013-2015 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.8. Rasio Daya Serap Tenaga Kerja Tahun 2012-2014 No Uraian 2013 2014 2015 1. Jumlah tenaga kerja yang berkerja 82.983 76.007 107.153 pada perusahaan PMA/PMDN 2. Jumlah seluruh PMA/PMDN 505 484 625 3. Rasio daya serap tenaga kerja 164,32 157,04 171,44 Sumber: Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 4.3.2. Kesempatan Kerja Pertumbuhan penduduk yang bekerja sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk usia kerja. Tingkat pertumbuhan penduduk usia kerja yang hampir sama dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang bekerja memberikan gambaran bahwa jumlah penduduk yang terserap ke dalam PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 33

No lapangan pekerjaan yang ada relatif lebih sedikit daripada penambahan jumlah penduduk yang siap kerja. Kesempatan kerja dapat menggambarkan ketersediaan pekerjaan (lapangan kerja) untuk para pencari kerja. Untuk mengetahui jumlah penduduk di Kabupaten Kutai Timur yang bekerja menurut lapangan usaha kurun waktu 2013-2015 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4.9. Jumlah Tenaga Kerja di Kabupaten Kutai Timur Berdasarkan Lapangan Pekerjaan Utama Tahun 2013-2015 Sektor/ Lapangan Pekerjaan Utama 2013 2014 2015*) Jumlah % Jumlah % Jumlah % 1. Pertanian 133.163 66,55 158.510 63,23 56.232 39,78 2. Pertambangan 33.076 16,53 26.818 10,70 27.801 19,67 3. Listrik, Gas dan Air Bersih 425 0,21 707 0,28 505 0,36 4. Bangunan 4.789 2,39 5.026 2,00 1.909 1,35 5. Perdagangan, Hotel dan Restoran 5.992 2,99 10.553 4,21 7.435 5,26 6. Pengangkutan dan Komunikasi 5.903 2,95 3.315 1,32 2.780 1,97 7. Keuangan, Persewaan dan Jasa 4.008 2,00 1.565 0,62 522 0,37 Perusahaan 8. Jasa-jasa 12.733 6,36 44.181 17,62 44.181 31,25 Total 200.089 100,00 250.675 100,00 141.365 100,00 Sumber: Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Triwulan II Tahun 2015 4.4. JUMLAH PENDUDUK MENURUT AGAMA Kehidupan beragama di negara Indonesia diatur sesuai Pasal 29 UUD 1945 dan butir-butir Pancasila sila pertama, yang menjamin kebebasan penduduk memeluk suatu agama dan menjalankan ibadah keagamaan sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing. Kehidupan beragama senantiasa dibina dengan tujuan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang serasi, seimbang, dan selaras yang diharapkan dapat mengatasi berbagai masalah sosial budaya sebagai dampak dari globalisasi dunia dewasa ini, yang mungkin dapat merusak mental bangsa 34 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

0,01% beragama Kong Hu-Cu dan Lainnya. dan menghambat kemajuan, di samping untuk membina kerukunan hidup antar umat beragama. Jumlah pemeluk agama di Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2015 sebanyak 413.097 jiwa, dimana 81,32% beragama Islam, selebihnya 10,35% beragama Kristen, 7,65% beragama Katholik, 0,64% beragama Hindu, 0,04% beragama Budha, serta Tabel 4.10. Jumlah Pemeluk Agama Menurut Golongan Agama Tahun 2013-2015 No Uraian 2013 2014 2015*) 1. Islam 455.110 335.639 335.917 2. Katholik 36.420 27.809 31.600 3. Kristen 59.435 46.199 42.760 4. Hindu 3.444 2.868 2.631 5. Budha 281 149 163 6. Kong Hu-Cu 13 12 13 7. Lainnya 44 22 22 Jumlah 554.751 412.698 413.097 Sumber: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Triwulan II Tahun 2015 Perkembangan jumlah rumah ibadah dari tahun ke tahun terus berkembang pada tahun 2013 jumlah Mesjid dan Musholla sebanyak 713 buah dan pada tahun 2015 mengalami kenaikan menjadi 849 buah. Gereja Kristen Khatolik dan Kristen mengalami kenaikan pada tahun 2015, masing-masing menjadi 54 dan 160 buah. Sementara jumlah Pura dan Vihara tidak mengalami kenaikan, masing-masing sebanyak 15 buah dan 1 buah. Tabel 4.11. Jumlah Tempat Ibadah di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 35

No Uraian 2013 2014 2015 1. Masjid/Musholla 713 849 849 2. Gereja Kristen Protestan 138 159 160 3. Gereja Kristen Katholik 53 53 54 4. Pura 15 15 15 5. Vihara 1 1 1 Jumlah 921 1.077 1.079 Sumber: - Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 - Bagian Sosial Sekretariat Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Sementara perkembangan Pondok Pesantren terlihat stabil. Jumlah pondok pesantren pada tahun 2015 adalah sebanyak 16 buah, bertambah 8 buah dari tahun 2013 yang berjumlah 8 pondok pesantren. Diharapkan dengan bertambahnya bangunan pondok pesantren dapat berimbas kepada peningkatan akhlak dan moral masyarakat di lingkungan Kabupaten Kutai Timur. Tabel 4.12. Jumlah Pondok Pesantren, Santri dan Ustadz Tahun 2013-2015 No Uraian 2013 2014 2015 1. Jumlah Pondok 12 16 16 Pesantren 2. Jumlah Santri 314 384 578 3. Jumlah Ustadz 60 60 65 Sumber: Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Disamping itu, jumlah jemaah haji pada tahun 2015 jumlah jemaah haji di Kabupaten Kutai Timur sebanyak 133 jemaah. Tabel 4.13. Jumlah Jemaah Haji Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 No Uraian 2013 2014 2015 1. Jemaah Haji 170 133 133 Sumber: Kementerian Agama Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 4.5. SUKU BANGSA DAB BAHASA 36 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Keragaman budaya, adat istiadat dan agama yang telah berkembang di Kabupaten Kutai Timur, hingga saat ini hidup rukun damai sejahtera, tersebar di seluruh kecamatan dan desa. Penduduk asli Kutai Timur terdiri 3 suku besar yaitu Suku Dayak, Kutai dan Banjar. Seiring dengan perkembangan zaman dengan semakin meningkatnya aktifitas ekonomi di Kutai Timur, yang diikuti dengan semakin maraknya arus mudik masyarakat yang masuk ke Kutai Timur, hingga saat ini Kabupaten Kutai Timur telah dihuni dengan berbagai suku dan adat istiadat. Tabel 4.14. Suku Bangsa dan Bahasa di Kabupaten Kutai Timur No Suku Bangsa Bahasa 1. Suku Dayak a. Dayak Kenyah Umaq Tau b. Dayak Kenyah Umaq Jalan c. Dayak Umaq Alim d. Dayak Umaq Baga e. Dayak Umaq Basan f. Dayak Lapo Kulit g. Dauak Lapo Bakung h. Dayak Lapo Timai i. Dayak Lapo Ke j. Dayak Lapo Ngibun 2. Suku Kutai a. Kutai Sangatta b. Kutai Bengalon c. Kutai Muara Ancalong d. Kutai Muara 3. Suku Banjar a. Banjar Kelua b. Banjar Amuntai c. Banjar Peringin d. Banjar Kandangan e. Banjar Berabai 4. Suku Bugis a. Bugis Pinrang b. Bugis Makassar c. Bugis Bone d. Bugis Wajo e. Toraja f. Manado g. Mandar 5. Suku Pendatang Indonesia a. Suku Jawa Bahasa Dayak dipergunakan untuk komunikasi lokal di daerah pedalaman Kutai Timur menurut etnis masing-masing suku dan untuk berkomunikasi secara nasional menggunakan bahasa Indonesia Bahasa Kutai dipergunakan untuk komunikasi lokal yang berda di daerah menurut etrnis masingmasing. Bahasa Banjar dipergunakan untuk komunikasi lokal menurut masingmasing etnis. Bahasa Bugis digunakan untuk komunikasi lokal sesuai dengan etnis masing-masing kelompok suku. Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa Batak, dan lain-lain sesuai dengan PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 37

No Suku Bangsa Bahasa b. Suku Sunda c. Suku Batak d. Suku Bali e. Suku Madura f. Suku Butun g. Suku Irian h. dll. 6. Suku Pendatang Luar Negeri a. Suku Cina b. Suku Korea c. Suku Amerika d. Suku Perancis e. Suku Jepang f. Suku Arab g. dll. Sumber: SIMREDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013 4.6. SENI BUDAYA DAN OLAHRAGA masing -masing etnis. Bahasa Inggris, Bahasa Cina, Bahasa Arab dan lain-lain sesuai dengan masing -masing suku kebangsaan. Pembangunan kebudayaan di Kabupaten Kutai Timur ditujukan untuk melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah serta mempertahankan jati diri dan nilai-nilai budaya daerah di tengah-tengah semakin derasnya arus informasi dan pengaruh negatif budaya global. Pembangunann seni dan budaya di Kabupaten Kutai Timur sudah mengalami kemajuan yang ditandai dengan meningkatnya pemahaman terhadap nilai budaya. Namun demikian upaya peningkatan jati diri masyarakat Kabupaten Kutai Timur seperti halnya solidaritas sosial, kekeluargaan, budaya dan perilaku positif seperti kerja keras, gotong royong, penghargaan terhadap nilai budaya dan bahasa masih perlu terus ditingkatkan. Kebersamaan dan kemandirian dirasakan makin memudar. Hal ini menunjukkan perlunya mengembalikan dan menggali kearifan lokal dalam kehidupan masyarakat. Kepemudaan dan olahraga pembinaan generasi muda dilaksanakan melalui penyelenggaraan upacara bendera, 38 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

penyelenggaraan pemuda produktif, kegiatan pemuda pelopor. Pembinaan olahraga dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan olahraga pelajar dan pembinaan olahraga masyarakat yang meliputi pengadaan sarana dan prasarana olahraga, penyelenggaraan Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA), kegiatan lomba gerak jalan, bimbingan teknis personal, lomba senam, sepeda santai dan kegiatan senam masal, tes kesegaran jasmani bagi SMP dan SMA, penyelenggaraan gerak jalan santai. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 39

No 5.1. PERTANIAN 5.1.1. Komoditas Tanaman Pangan Persediaan pangan sebagai sumber gizi bagi kelangsungan hidup masyarakat merupakan kebutuhan pokok yang harus dikonsumsi setiap hari. Kebutuhan akan pangan bagi masyarakat merupakan salah satu komoditas yang strategis karena erat kaitannya dengan upaya pemerintah dalam hal stabilitas ketahanan nasional. Pengadaan pangan dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan penduduk sesuai dengan persyaratan gizi selalu menjadi perhatian khusus pemerintah. Komoditas tanaman pangan yang merupakan kebutuhan utama masyarakat terdiri dari: padi, jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi jalar dan ubi kayu. Berikut disajikan tabel mengenai komoditas pangan di Kabupaten Kutai Timur tahun 2013-2015. Uraian Tabel 5.1. Luas Lahan dan Produksi hasil Pertanian Tanaman Pangan di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013-2015 Luas Areal Produksi (Ha) Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data hingga Oktober 2015 Produksi (ton) 2013 2014 2015 2013 2014 2015*) 1. Padi Sawah 5.043 6.071 5.579 22.478 27.435 27.616 2. Padi Ladang 5.047 6.343 6.305 12.719 15.788 15.976 3. Jagung 286 450 196 605 959 420 4. Ubi Kayu 204 479 293 2.870 3.912 4.104 5. Ubi Jalar 94 115 108 1.322 1.609 1.518 6. Kacang Tanah 140 192 108 164 225 127 7. Kedelai 49 90 69 58 105 81 8. Kacang Hijau 12 57 37 13 60 38 40 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Berdasarkan pada Tabel 5.1. di atas terlihat bahwa komoditas tanaman pangan yang paling banyak dihasilkan di Kabupaten Kutai Timur tahun 2015 adalah komoditas padi dengan nilai produksi sebesar 43.592 Ton, Ubi kayu dengan produksi sebesar 4.104 Ton dan Ubi Jalar dengan nilai produksi sebesar 1.518 Ton. Adapun data komoditas tanaman pangan tersebut selama tiga tahun terakhir di Kabupaten Kutai Timur adalah sebagai berikut: A. Komoditas Padi Secara umum komoditas tanaman pangan padi dihasilkan hampir di seluruh wilayah Kabupaten Kutai Timur yang tersebar ke dalam 18 (delapan belas) kecamatan. No Tabel 5.2. Luas Lahan, Produktifitas dan Produksi Padi Tahun 2013-2015 Tahun Luas Lahan (Ha) Tingkat Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton) 1. 2013 10.101 34,87 35.197 2. 2014 12.414 35,19 43.223 3. 2015*) 11.877 36,70 43.592 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data hingga Oktober 2015 Produksi padi terbanyak adalah pada tahun 2015 yakni sebesar 43.592 ton. Produksi padi terendah selama tiga tahun terakhir terjadi pada tahun 2013 dengan nilai produksi sebesar 35.197 ton. B. Komoditas Ubi Kayu Produksi tanaman pangan ubi kayu terbesar pada tahun 2015 yaitu sebesar 4.104ton, meningkat sebesar 192 ton dari 3.912 ton ditahun 2014. Berikut di tunjukkan nilai produksi ubi kayu selama tiga tahun terakhir di wilayah Kabupaten Kutai Timur. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 41

No Tabel 5.3. Luas Lahan, Produktifitas dan Produksi Ubi Kayu Tahun 2013-2015 Tahun Luas Lahan (Ha) Tingkat Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton) 1. 2013 204 140,69 2.870 2. 2014 279 140,22 3.912 3. 2015*) 293 140,22 4.104 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data hingga Oktober 2015 C. Komoditas Jagung Seperti halnya komoditas tanaman pangan padi dan ubi kayu, komoditas tanaman pangan jagung pun hampir dihasilkan merata di 18 (delapan belas) kecamatan yang tersebar di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Pada tahun 2015 produksi jagung menurun sebesar 229 ton menjadi 420 ton dari 649 ton di tahun 2013. No Tabel 5.4. Luas Lahan, Produktifitas dan Produksi Jagung Tahun 2013-2015 Tahun Luas Lahan (Ha) Tingkat Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton) 1. 2013 286 21,15 649 2. 2014 450 21,31 959 3. 2015*) 196 21,44 420 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data hingga Oktober 2015 5.1.2. Komoditas Holtikultura Komoditas sayuran dan buah-buahan semusim, komoditas buah-buahan dan sayuran tahunan, tanaman biofarmaka (tanaman obat) dan tanaman hias termasuk ke dalam komoditas hortikultura. No Tabel 5.5. Luas Lahan, Produktifitas dan Produksi Holtikultura Tahun 2013-2015 Tahun Luas Lahan (Ha) Tingkat Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton) 1. 2013 8.193 55,68 28.368 2. 2014 8.294 56,79 29.386 42 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Tahun Luas Lahan (Ha) Tingkat Produktifitas (Kw/Ha) Produksi (Ton) 3. 2015*) 8.000 55,50 28.500 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data hingga Oktober 2015 5.2. PERKEBUNAN Hasil produksi perkebunan yang mempunyai potensi pengembangan dipandang dari sisi permintaan, baik dilihat dari peluang pasar maupun pesaingnya, serta mempunyai nilai ekonomis tinggi adalah kelapa sawit, karet, coklat, nanas, tanaman serat dan lada. Komoditas unggulan tersebut mempunyai peluang untuk pasar dalam maupun luar negeri. Kegiatan budidaya perkebunan telah dilakukan dengan hasil produksi berupa cengkeh, coklat, lada, kopi, kelapa dan karet. Luas areal perkebunan Kabupaten Kutai Timur dalam periode 2013-2015 mengalami kenaikan sebesar 10,95% yaitu dari 375.934,38 Ha pada tahun 2013 menjadi 422.201,09 Ha pada tahun 2015. NO Perkebunan Tabel 5.6. Luas Lahan Perkebunan Tahun 2013-2015 Luas (Ha) 2013 2014 2015*) 1. Karet 8.779,85 11.168,93 9.324,05 2. Kelapa 1.190,62 1.275,22 1.182,19 3. Kopi 218,54 220,27 211,87 4. Lada 347,88 345,63 243,13 5. Vanili 35,43 35,93 35,93 6. Kakao 4.818,40 4.472,65 4.453,65 7. Kelapa Sawit 360.210,19 404.087,21 406.467,47 8. Aren 270,80 270,80 282,80 9. Kemiri 62,67 62,67 - Luas Total 375.934,38 421.939,31 422.201,09 Sumber: Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data Triwulan II Tahun 2015 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 43

NO Perkebunan Tabel 5.7. Produksi Perkebunan Tahun 2013-2015 Produksi (Ton) 2013 2014 2015*) 1. Karet 347,86 764,54 315,95 2. Kelapa 344,03 495,59 616,90 3. Kopi 37,81 40,75 21,03 4. Lada 52,34 99,82 37,32 5. Vanili 5,82 6,53 4,28 6. Kakao 2.419,89 2.522,53 683,18 7. Kelapa Sawit 3.314.956,01 5.203.078,80 2.912.424,16 8. Aren 1.478,28 2.489,68 632,93 9. Kemiri 3,99 5,64 - Luas Total 3.319.646,02 5.209.503,88 2.914.735,75 Sumber: Dinas Perkebunan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data Triwulan II Tahun 2015 Produksi berbagai komoditas perkebunan dalam periode 2013-2015 mengalami penurunan sebesar 13,89% yaitu dari 3.319.646,02 Ton pada tahun 2013 menjadi 2.914.735,75 Ton pada tahun 2015. Disamping itu, perkembangan yang pesat pada perkebunan kelapa sawit di Kutai Timur, telah pula diikuti dengan berkembangnya industri hasil perkebunan kelapa sawit berupa pabrik pengolahan Crude Palm Oil (CPO) di beberapa kecamatan yang menjadi sentra pengembangan perkebunan sawit. Hingga tahun 2015, telah terbangun 22 unit Pabrik CPO di Kutai Timur dengan total kapasitas produksi terpasang 1.135 ton/jam dan kapasitas terpakai 1.105 ton/jam, seperti terlihat pada tabel berikut: NO Tabel 5.8. Lokasi dan Kapasitas Pabrik Crude Palm Oil (CPO) Tahun 2013-2015 Kecamatan Kapasitas Terpasang Kapasitas Terpakai Jumlah (ton/jam) (ton/jam) 2013 2014 2015 2013 2014 2015 2013 2014 2015 1. Muara Wahau 5 5 5 310 310 310 310 310 310 2. Kongbeng 3 3 2 105 105 45 105 105 45 3. Sangkulirang 3 3 3 120 120 120 120 120 120 4. Karangan 3 2 2 90 90 90 90 90 90 5. Telen 1 2 3 135 135 195 135 135 195 44 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

NO Kecamatan Kapasitas Terpasang Kapasitas Terpakai Jumlah (ton/jam) (ton/jam) 2013 2014 2015 2013 2014 2015 2013 2014 2015 6. Muara 1 1 1 60 60 60 45 45 45 Bengkal 7. Kaubun 1 2 2 60 120 105 45 90 90 8. Bengalon 2 2 3 105 105 150 90 90 150 9. Muara Ancalong - - 1 - - 60 - - 60 Luas Total 19 20 22 985 1.045 1.135 940 985 1.105 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Sementara pabrik kernel kelapa sawit yang sudah beroperasi di Kabupaten Kutai Timur sejak tahun 2013 baru ada di Kecamatan Muara Wahau sebanyak 1 unit dengan kapasitas produksi terpasang 100 ton/jam dan kapasitas terpakai 100 ton/jam. 5.3. PETERNAKAN Hasil produksi peternakan, baik peternakan kecil, seperti unggas maupun peternakan besar mempunyai potensi permintaan yang cukup besar. Untuk memenuhi kebutuhan Provinsi Kalimantan Timur yang masih cukup tinggi, Kabupaten Kutai Timur memiliki potensi dalam rangka pemenuhan kebutuhan regional. Hal ini diindikasikan dengan surplus produksi unggas dan daging besar. Tabel 5.9. Populasi Ternak, Produksi Daging dan Telur Hasil Peternakan Tahun 2013-2015 NO Uraian Satuan Populasi Unggas: Tahun 2013 2014 2015*) 1. Sapi Ekor 17.201 17.457 18.500 2. Kerbau Ekor 682 617 617 3. Kambing Ekor 8.320 9.953 9.965 4. Babi Ekor 5.933 6.528 665 Produksi Daging Unggas: 1. Sapi Ton 679,3 563,16 565 2. Kerbau Ton 1,4 6,6 6,6 3. Kambing Ton 3,6 25,7 25,7 4. Babi Ton 196,2 198,6 200 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 45

NO Uraian Satuan Populasi Unggas: Tahun 2013 2014 2015*) 1. Ayam Kampung Ekor 626.591 633.398 643.180 2. Ayam Ras Pedaging Ekor 1.825.000 2.192.083 920.242 3. Ayam Ras Petelur Ekor 29.293 28.166 29.293 4. Itik Ekor 17.199 21.746 18.183 Produksi Daging Unggas: 1. Ayam Kampung Ton 693,90 703,07 703,07 2. Ayam Ras Pedaging Ton 1.691,80 2.124,70 2.125 3. Ayam Ras Petelur Ton 13,20 12,70 13,50 4. Itik Ton 6,90 9 9 Produksi Telur Unggas: 1. Ayam Kampung Ton 443,95 431,71 431,71 2. Ayam Ras Petelur Ton 191,66 33,05 33,05 3. Itik Ton 117,97 83 83 Sumber: Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data Triwulan II Tahun 2015 5.4. PERIKANAN DAN KELAUTAN Perikanan laut, pesisir dan perikanan darat mempunyai potensi pasar yang cukup baik. Hasil produksi perikanan laut mempunyai peluang pasar ekspor dan perikanan darat, meskipun ada peluang ekspor akan tetapi lebih dominan peluang pasar dalam negeri. Meskipun sub sektor perikanan secara umum mempunyai potensi yang besar sebagai andalan pendapatan daerah maupun masyarakat dan terbukti ketangguhaannya dalam menghadapi krisis, namun dalam pengembangan sektor perikanan ke depan masih cukup banyak masalah yang akan dihadapi. Pemanfataan sumberdaya perikanan dan produktifitas pada umumnya masih rendah. Kawasan perikanan di Kabupaten Kutai Timur mencakup perikanan darat, laut dan tambak, dengan orientasi pengembangan pada pemanfaatan potensi, dengan upaya sebagai berikut: - Kawasan darat dikembangkan dengan pola budidaya berbentuk kolam/empang, atau sistem karamba di kali dan waduk 46 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

- Kawasan pesisir dikembangkan pola tambak air tawar, air payau dan air laut dengan tetap mempertimbangkan ekosistem pesisir - Kawasan laut dengan optimalisasi wilayah 0-4 mil laut sebagai outlet dengan pengembangan dermaga ikan, TPI dan pasar ikan. Capaian kinerja bidang perikanan yang dilihat darijumlah rumah tangga perikanan, produksi dan nilai produksi perikanan tahun 2013-2014 adalah sebagaimana pada tabel berikut: Tabel 5.10. Rumah Tangga, Produksi dan Nilai Produksi Perikanan Tahun 2013-2015 NO Uraian Satuan Tahun 2013 2014 2015*) A. Rumah Tangga Perikanan 1. Perikanan Laut RT 4.207 4.125 4130 2. Perikanan Perairan Umum RT 1.172 988 683 3. Tambak RT 414 422 425 4. Kolam RT 246 249 257 5. Keramba RT 300 302 354 6. Budidaya Pantai / Sawah RT 170 177 190 Jumlah RT 6.509 6.263 6039 B. Produksi Hasil Perikanan 1. Perikanan Laut Ton 5.211,0 5.668 2.998,74 2. Perikanan Perairan Umum Ton 1.028,1 1.035 548,60 3. Tambak Ton 684,1 690 371,16 4. Kolam Ton 573,1 587 346,46 5. Keramba Ton 348,5 357 189,16 6. Budidaya Pantai / Sawah Ton 1.604,4 1.669 884,68 Jumlah Ton 9.449,2 10.006 5.338,80 C. Nilai Produksi Hasil Perikanan 1. Perikanan Laut Ribu Rp 132.895.144 133.553.040 70.783.217,20 2. Perikanan Perairan Umum Ribu Rp 31.382.432 30.637.845 16.238.057,85 3. Tambak Ribu Rp 25.915.650 26.174.807 30.498.134,50 4. Kolam Ribu Rp 17.058.240 17.228.822 9.282.035,75 5. Keramba Ribu Rp 13.919.600 14.058.796 7.429.699 6. Budidaya Pantai / Sawah Ribu Rp 16.775.250 17.446.260 8.056.662,50 Jumlah Ribu Rp 237.946.316 239.099.570 142.287.806,80 D. Banyaknya Perahu/Kapal Penangkap Ikan Laut 1. Perahu tanpa motor Unit 1.367 1.400 1.403 2. Perahu motor tempel Unit 833 822 829 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 47

NO Uraian Satuan Tahun 2013 2014 2015*) 3. Kapal Motor Unit 2.067 1.942 1.945 Jumlah Unit 4.267 4.164 4.177 E. Banyaknya Alat Penangkap Ikan Laut 1. Pukat Buah 296 267 268 2. Jaring Insang Buah 1.483 1.418 1.424 3. Jaring Angkat Buah 63 69 70 4. Pancing Buah 1.672 1.589 1.130 5. Perangkap Buah 317 314 845 6. Lainnya Buah 1.112 182 188 Jumlah Buah 4.943 3.839 3.925 Sumber: Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 5.5. KEHUTANAN Kawasan hutan menjadi dua yaitu hutan yang berada dalam pengawasan Unit Hamparan Pengkajian (UHP) serta hutan rakyat. Hutan Produksi dibedakan menjadi 3 macam yaitu: a) Kawasan hutan produksi terbatas, dimana eksploitasinya hanya dapat dengan tebang pilih dan tanam, b) Kawasan hutan produksi tetap, dimana eksploitasinya dapat dengan tebang habis dan tanam, c) Kawasan hutan produksi konversi dimana bilamana diperlukan dapat dialihkan.pengaturan yang berlaku didalam hutan produksi meliputi: a) Hutan produksi yang telah ada berdasarkan peraturan/perundangan yang berlaku tetap dipertahankan, b) Tanaman budidaya lainnya masih diperkenankan di kawasan hutan Produksi tersebut dengan sistem tumpang sari bila tidak mengganggu fungsi hutan tersebut. Berdasarkan hal tersebut maka untuk hutan produksi tetap diperbolehkan melakukan produksi kayunya secara rutin sesuai dengan sifat produksinnya, sedangkan untuk kawasan produksi konversi yaitu kawasan hutan lindung tidak boleh melakukan produksi/ boleh melakukan produksi dengan jumlah terbatas dan dalam pengawasan khusus. Adapun luas kawasan hutan di Kabupaten Kutai Timur berdasarkan SK Nomor 718/Menhut-II/2014 dapat dilihat pada tabel berikut ini: 48 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

NO Perkebunan Satuan Tabel 5.11. Luas Wilayah Hutan Tahun 2013-2015 Tahun 2013 2014 2015 1. Luas Wilayah Ha 3.574.760 3.547.760 3.547.760 2. Luas Hutan Ha 2.205.534 2.268.888,69 2.121.196,74 3. Luas Hutan tanaman Industri Ha 515.315 498.805 498.805 4. Luas Hutan Produksi Ha 1.708.251 1.688.876,71 852.608,73 5. Hutan Produksi Terbatas Ha 787.652 772.520,93 712.550,57 6. Pertumbuhan Luas Hutan % 0 0 0 7. Proporsi Luas Hutan % 61,70 68,34 59,34 Sumber: Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Tabel 5.12. Luas Tata Guna Hutan, Jumlah Perusahaa, Luas HPH dan HTI Tahun 2013-2015 NO Perkebunan Satuan Luas Hutan Menurut Tata Guna Lahan Tahun 2013 2014 2015 1. Hutan Lindung Ha 270.489 382.077,63 318.257,79 2. Hutan Suaka Alam dan Wisata Ha 215.742 197.934,34 197.973,52 3. Hutan Produksi Terbatas Ha 787.652 772.520,93 712.550,57 4. Hutan Produksi Ha 920.599 876.457,12 852.608,73 5. Hutan Produksi Yang Dapat dikonfersi Ha 1.043.716 39.898,66 39.806,13 Jumlah Perusahaan dan Luas HPH dan HTI 1. Jumlah Perusahaan HPH Buah 15 21 21 2. Luas Ha 848.106 973.160 973.160 3. Jumlah Perusahaan HTI Buah 13 13 13 4. Luas Ha 515.315 498.805 498.805 Sumber: Dinas Kehutanan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 5.6. ENERGI DAN SUMBERDAYA MINERAL Kawasan pertambangan yang telah berlangsung lama di Kabupaten Kutai Timur perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut, terutama terkait dengan kawasan lindung, karena potensi kawasan pertambangan yang ada PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 49

kemungkinan dimasa yang akan datang ada di kawasan lindung. Untuk itu mempertahankan kawasan lindung adalah upaya pertama, sedangkan upaya selanjutnya adalah revitalisasi kawasan bekas pertambangan, agar tidak terjadi kerusakan ekologis yang sangat serius dan berdampak fatal dikemudian hari. Gambaran umum kondisi daerah terkait dengan urusan Energi dan Sumberdaya Mineral salah satunya dapat dilihat dari tabel sebagai berikut: No Tabel 5.13. Energi dan Sumberdaya Mineral di Kabupaten Kutai Timur Sumber Alam Lokasi Keterangan 1. Minyak Bumi Kec. Sangatta Kec. Sangkulirang 6.000 Ha 12.000 Ha Cadangan sebesar 3 milyar BoE (Barrels of Oil Equivalent) 2. Gas Kec. Bengalon 20.000 Ha Teluk Golok, Kec. Sangkulirang 11.000 Ha Pulau Miang Besar 8.000 Ha 3. Batubara Kabupaten Kutai Timur Potensi seluruh batubara di Kabupaten Kutai Timur adalah sebesar 5.352.473.000 ton 4. Emas Kec. Muara Wahau: Sungai Pesab, Kec. Muara Ancalong: S.Kelinjau, S. Atan Kec. Busang: disekitar Mekar Baru Kec. Sangatta: Sungai Sangatta Kec. Telen: Sungai Telen, Sungai Marah 5. Besi Kec. Kaliorang, Kec. Sangkulirang, dan Kec. Busang 6. Batu Gamping Kec. Kaliorang: Gunung Sekerat Pengadan (Gunung Mardua) Kec. Muara Ancalong: Long Tasak 7. Gipsum Sungai Sekerat, Sungai Bengalon, dan Kaliorang 8. Pasir Kuarsa Kec. Kaliorang, Kec. Sangkulirang, Kec. Bengalon, Kec. Sandaran, Areal 51.000 ha dan cadangan sekitar 18,6 milyar ton. Cadangan 19 juta ton. Cadangan diperkirakan sebanyak 420 juta m 3 50 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Sumber Alam Lokasi Kec.Sangatta dan Kec. Muara Ancalong 9. Lempung Kec. Sangkulirang dan Kec. Kaliorang 10. Logam Kec. Muara Ancalong dan Kec. Sangkulirang Sumber: SIMREDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 2013, Data diolah Keterangan Terdapat cadangan lempung sebesar 2 milyar ton dengan luas areal 65.300 ha Deposit sebesar 75 juta ton Adapun kontribusi sektor pertambangan dan penggalian terhadap PDRB Kabupaten Kutai Timur dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 5.14. Distribusi Persentase Kategori Pertambangan dan Penggalian Terhadap PDRB di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 (Tahun dasar 2010) No Tahun 2012 2013*) 2014**) 1. Pertambangan Minyak, Gas dan Panas Bumi 2. Pertambangan Batubara dan Lignit 3. Pertambangan dan Penggalian 0,58 0,57 0,58 79,08 79,17 75,17 5,43 5,39 6,02 Total 85,09 85,13 81,77 Sumber: BPS Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka sementara, **) Angka sangat sementara PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 51

6.1. PENDIDIKAN Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aspek yang sangat berperan dalam pembangunan suatu wilayah. Namun SDM yang dimaksud adalah sumber daya yang berkualitas atau SDM yang memiliki pendidikan, skill, maupun kemauan untuk maju demi kesejahteraan hidupnya, masyarakat dan negara. Berkenaan dengan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur mengedepankan peningkatan kualitas SDM melalui program-program pembangunan yang berorientasi pada pendidikan baik formal maupun non formal yang tepat sasaran. 6.1.1. Angka Melek Huruf Peningkatan kualitas SDM ditandai oleh peningkatan IPM. Adapun indikator pendidikan diukur dari Angka Melek Huruf penduduk dewasa serta rata-rata lama sekolah. Faktor lainnya adalah idealnya rasio siswa terhadap guru, rasio siswa terhadap daya tampung sekolah, dan rasio guru terhadap sekolah. Perkembangan Angka Melek Huruf penduduk Kabupaten Kutai Timur tahun 2015, dengan jumlah penduduk hingga Juli 2015, tercatat penduduk usia 15 tahun ke atas yang dapat membaca dan menulis huruf latin dan huruf lainnya sebanyak 277.263 orang atau 98,28% dari total penduduk berumur 15 tahun ke atas yang berjumlah 282.921 orang, yang berarti jumlah buta huruf masih terdapat sebanyak 5.658 orang atau 1,72%. 52 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Tabel 6.1. Persentase Kemampuan Baca/Tulis Penduduk Usia 10 Tahun Keatas Tahun 2013-2015 Kemampuan Membaca/Menulis 2013 2014 2015 1. Buta Huruf 1,72 1,91 1,72 2. Mampu 98,28 98,09 98,28 Jumlah 100,00 100,00 100,00 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Seiring perbaikan perekonomian masyarakat memberikan dampak pada meningkatnya angka partisipasi sekolah sehingga mampu menumbuhkan angka melek huruf atau dengan kata lain tingkat pertumbuhan angka masyarakat buta huruf mampu tereduksi. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin menurunya angka buta huruf pada 3 tahun terakhir. 6.1.2. Angka Rata-Rata Lama Sekolah Sementara itu rata-rata lama sekolah Penduduk Kabupaten Kutai Timur selama 3 tahun terakhir mengalami peningkatan. Pada tahun 2014 adalah 8,63 tahun. Bila angka ini dikonversikan ke jenjang pendidikan, maka dapat dikatakan bahwa secara rata-rata penduduk Kabupaten Kutai Timur sudah menduduki kelas 2 SMP. Tabel 6.2. Rata-rata Lama Sekolah Penduduk Tahun 2012-2014 No Uraian 2012 2013 2014 1. Rata-rata Lama Sekolah (Tahun) 8,10 8,49 8,63 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 6.1.3. Angka Partisipasi Kasar Salah satu indikator pengukur pemerataan akses pendidikan adalah Angka Partisipasi Kasar (APK), indikator ini mengukur proporsi anak sekolah pada suatu jenjang pendidikan tertentu dalam kelompok umur sesuai dengan jenjang pendidikan tersebut. Sedangkan untuk menunjukan proporsi anak sekolah pada suatu kelompok umur tertentu yang bersekolah pada tingkat yang sesuai dengan kelompok umurnya, maka digunakan Angka Partisipasi Murni (APM). Adapun Angka Partisipasi Sekolah (APS) adalah partisipasi PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 53

penduduk usia tersebut yang sekolah terhadap seluruh penduduk usia kelompok tersebut. Tabel 6.3. Angka Partisipasi Kasar (APK) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013-2015 No APK 2013 2014 2015 1. Sekolah Dasar 119,88 118,67 113,83 2. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 101,31 100,94 98,39 3. Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 82,58 72,19 87,38 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Pada jenjang sekolah yang lebih tinggi (SLTP atau SLTA) angka partisipasi kasar penduduk lebih rendah. Hal ini berkaitan dengan kegiatan ekonomi penduduk pada usia tersebut yang sebagian besar membantu orang tua untuk bekerja atau bahkan pada usia tersebut sudah berstatus kawin sehingga mempunyai kewajiban mengurus rumah tangga. Pada tahun 2015 tingkat APK SLTP tercatat sebesar 98,39% sedangkan SLTA sebesar 87,38%. Tabel 6.4. Angka Partisipasi Murni (APM) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013-2015 No APM 2013 2014 2015 1. Sekolah Dasar 99,66 99,03 97,35 2. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 97,01 87,69 97,28 3. Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 60,78 64,82 63,32 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Sedangkan untuk menunjukkan proporsi anak sekolah pada satu kelompok umur tertentu yang bersekolah pada tingkat yang sesuai dengan kelompok umurnya, maka digunakan Angka Partisipasi Sekolah (APS). Sementara Angka Partisipasi Sekolah (APS) SD pada tahun 2015 sebesar 105,08%, SLTP sebesar 71,74%, dan SLTA sebesar 65,12%. Tabel 6.5. Angka Partisipasi Sekolah (APS) Menurut Tingkat Pendidikan Tahun 2013-2015 No APS 2013 2014 2015 1. Sekolah Dasar 107,02 101,22 105,08 2. Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama 94,89 118,82 71,74 3. Sekolah Lanjutan Tingkat Atas 68,63 95,03 65,12 Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 54 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

6.2. KESEHATAN Tingkat kesehatan masyarakat Kutai Timur dapat dilihat dari beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilannya, yakni lingkungan sehat, pelayanan kesehatan, faktor turunan dan perilaku sehat. Di antara empat faktor tersebut, pelayanan kesehatan memiliki peranan yang sangat strategis karena melalui pelayanan kesehatan ini tidak saja dapat dilakukan pelayanan kesehatan, tetapi juga upaya kesehatan bersifat preventif, rehabilitasi, edukatif yang sangat luas. 6.2.1. Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Posyandu merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) yang dikelola masyarakat dalam rangka penyelenggaraan kesehatan. Yang dimaksudkan untuk memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Adapun gambaran mengenai kondisi rasio Posyandu di Kabupaten Kutai Timur sebagaimana tabel berikut: Tabel 6.6. Jumlah Posyandu dan Balita Tahun 2013-2015 No Uraian 2013 2014 2015*) 1. Jumlah Posyandu 243 273 273 2. Jumlah Balita 34.775 36.766 38.871 3. Rasio 6,99 7,43 7.02 Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data Triwulan III Tahun 2015 Pembangunan di bidang kesehatan bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara mudah, merata dan murah. Meningkatnya pelayanan kesehatan berarti meningkatnya derajat kesehatan masyarakat. Salah satu upaya pemerintah dalam rangka pemerataan pelayanan kesehatan pada masyarakat adalah dengan menyediakan fasilitas kesehatan yang menjangkau semua lapisan masyarakat di berbagai daerah wilayah Kabupaten Kutai Timur. Adapun gambaran mengenai kondisi rasio Puskesmas, Poliklinik dan Pustu per satuan penduduk di Kabupaten Kutai Timur sebagaimana tabel berikut: PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 55

Tabel 6.7. Jumlah Puskesmas, Poliklinik dan Pustu Tahun 2013-2015 No Uraian 2013 2014 2015*) 1. Jumlah Puskesmas 21 21 21 2. Jumlah Poliklinik 15 28 29 3. Jumlah Pustu 105 104 104 4. Jumlah 1 sampai 3 140 153 154 5. Jumlah Penduduk 554.751 412.698 413.097**) 6. Rasio Puskesmas per satuan penduduk 0,0378 0,0509 0,0508 7. Rasio poliklinik per satuan penduduk 0,0270 0,0678 0,0702 8. Rasio pustu per satuan penduduk 0,1893 0,2520 0,2517 9. Rasio Puskesmas, Poliklinik dan Pustu 0,2523 0,3707 0,3728 10. Jumlah Kecamatan 18 18 18 11. Jumlah Desa/Kelurahan 135 135 135 12. Rasio Puskesmas per Kecamatan 1.166,6667 1.166,6667 1.166,6667 Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka sementara, **) Angka Semester I Tahun 2015 6.2.2. Rumah Sakit Rumah Sakit merupakan salah satu sarana kesehatan yang berfungsi menyelenggarakan pelayanan kesehatan rujukan, asuhan keperawatan secara berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit. Semakin banyak jumlah rumah sakit, maka semakin mudah masyarakat mengakses layanan kesehatan. Adapun gambaran mengenai kondisi rasio rumah sakit per satuan penduduk di Kabupaten Kutai Timur sebagaimana tabel berikut: Tabel 6.8. Rasio Rumah Sakit per Satuan Penduduk Tahun 2013-2015 No Uraian 2013 2014 2015*) 1. Rumah Sakit 7 7 7 2. Jumlah Penduduk 554.751 412.698 413.097**) 3. Rasio 0,0126 0,0170 0,0169 Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka sementara, **) Angka Semester I Tahun 2015 56 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

6.2.3. Rasio Dokter dan Tenaga Kesehatan Ketersediaan dokter dan tenaga kesehatan dapat dijadikan sebagai indikator tingkat pelayanan dan standart sistem pelayanan kesehatan yang diberikan pemerintah daerah kepada masyarakat. Besarnya jumlah dokter dan tenaga kesehatan menggambarkan rasio perbandingan terhadap penduduk. Adapun gambaran mengenai rasio dokter, tenaga kesehatan per satuan penduduk di Kabupaten Kutai Timur sebagaimana tabel berikut: Tabel 6.9. Rasio Dokter, Tenaga Kesehatan per Satuan Penduduk Tahun 2013-2015 No Uraian 2013 2014 2015*) 1. Jumlah Dokter Umum 103 109 121 2. Jumlah Dokter Gigi 29 35 35 3. Jumlah Dokter Spesialis 16 28 31 4. Bidan 266 305 339 5. Perawat 454 506 571 6. Tenaga Farmasi 32 74 69 7. Tenaga Sanitarian 11 19 19 8. Kesehatan Masyarakat 69 78 69 9. Tenaga Gizi 10 23 23 10. Tenaga Terapi Fisik 3 6 6 11. Tenaga Keteknisan Medis 36 41 60 12. Jumlah Penduduk 554.751 412.698 413.097**) 13. Rasio dokter terhadap penduduk 0,1857 0,2641 0,2929 Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka sementara, **) Angka Semester I Tahun 2015 6.3. KEMISKINAN Upaya mengatasi masalah kemiskinan baik melalui intervensi langsung maupun tidak langsung, telah menampakkan hasil yang sangat menggembirakan. Secara berangsur-angsur proporsi penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan (tingkat pendapatan kurang dari USD1,00 per kapita per hari) dan proporsi penduduk yang berada di bawah garis konsumsi minimum (2.100 kkal/per kapita/hari) cenderung menurun setiap tahunnya. Jumlah penduduk miskin pada 3 (tiga) tahun terakhir, yaitu dari tahun 2012 sebanyak 24.295 jiwa, tahun 2013 sebanyak 27.200 jiwa dan tahun 2014 sebanyak 24.514 jiwa dengan persentase berturut-turut sebesar 6,12%, 9,06% PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 57

dan 5,94%. Sehingga apabila mengacu pada arah pembangunan jangka menengah daerah maka target penurunan angka kemiskinan dibawah 7% pada tahun 2015 mendatang masih dapat tercapai. Angka kemiskinan Kabupaten Kutai Timur tidak hanya dipengaruhi oleh jumlah angkatan kerja dan jumlah pengangguran, melainkan lebih didominasi oleh penduduk yang bermigrasi ke Kutai Timur, dimana sebagian besar dari mereka tidak memiliki skill dan modal dasar untuk bekerja. Jumlah angkatan kerja pada tahun 2013 mencatat angka sebesar 152.108 jiwa dan naik menjadi 235.045 jiwa ditahun 2014. Sementara angka pengangguran yang tercatat pada tahun 2013 menurun dari 4.729 jiwa menjadi 3.015 jiwa di tahun 2014. Tahun Tabel 6.10. Persentase Penduduk Diatas Garis Kemiskinan Tahun 2010-2014 Jumlah Penduduk Miskin Penduduk Miskin (%) Penduduk Diatas Garis Kemiskinan (%) 2010 29.200 7,95 92,05 2011 27.432 6,37 93,63 2012 24.295 6,12 93,88 2013 27.200 9,06 90,94 2014*) 24.514 5,94 94,06 Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2015, Data diolah Keterangan: *) Data sementara BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 58 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

7.1. AIR BERSIH Pemerintah, baik Pemerintah Daerah, Pemerintah Propinsi, maupun Pemerintah Pusat, terus membangun pelayanan air bersih secara bertahap di semua Kecamatan se-kabupaten Kutai Timur. Pada tahun 2013, dari 18 Kecamatan, sudah 16 Kecamatan yang mendapat pelayanan air bersih dari PDAM. Hanya 2 (dua) Kecamatan yang belum mendapat pelayanan air bersih dari PDAM, yaitu Kecamatan Sangkulirang dan Kecamatan Kaliorang, hal ini disebabkan kendala sumber air baku. Saat ini Pemerintah telah selesai merencanakan sumber air baku untuk melayani kebutuhan air di kedua kecamatan. Berikut cakupan pelayanan PDAM dari tahun 2010 hingga 2014 berdasarkan jumlah penduduk Kabupaten Kutai Timur: Tabel 7.1. Cakupan Pelayanan PDAM Tahun 2010-2014 Cakupan Pelayanan 2010 2011 2012 2013 2014 Wilayah Kabupaten (%) 12,67 13,34 14,11 15,21 24,38 Wilayah Teknis (%) 25,89 24,86 24,50 19,17 39,63 Sumber: PDAM Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Menurunnya cakupan pelayanan PDAM dari tahun ke tahun hingga 2013 disebabkan tingginya pertambahan jumlah penduduk pencari kerja di Kabupaten Kutai Timur khususnya di Kecamatan Sangatta Utara sehingga mengakibatkan peningkatan pertumbuhan penduduk tidak sebanding dengan tersedianya pelayanan penyediaan air bersih. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 59

Dalam rangka meningkatkan cakupan pelayanan, Pemerintah Daerah terus berupaya melaksanakan kegiatan air bersih terutama wilayah Kecamatan Sangatta Utara dan Bengalon, terlihat pada tahun 2013 dan 2014 cakupan pelayanan mulai meningkat. Secara rinci, kapasitas terpasang PDAM Tirta Tuah Benua Kutai Timur, disajikan dalam tabel sebagai berikut: No Cabang/IPA 1. PDAM Pusat Tabel 7.2. Kapasitas Terpasang PDAM Tahun 2010-2014 Kapasitas Terpasang (L/Detik) 2010 2011 2012 2013 2014 IPA Kabo 135 150 150 190 230 Unit Sandaran - - - 5 5 2. Cabang Sangatta IPA Agus Salim (Relokasi ke Kabo) 55 55 55 55 - IPA Pinang Dalam (Relokasi ke Kabo) 40 40 40 - - IPA Sangatta Selatan 10 10 10 10 20 3. Cabang Bengalon 10 10 10 10 20 4. Cabang Muara Bengkal 5 5 5 5 5 5. Cabang Muara Ancalong IPA Kelinjau Ilir (Unit I) 5 5 5 5 5 IPA Kelinjau Ulu (UnitII) - - - - 10 6. Cabang Muara Wahau IPA Muara Wahau (Unit I) 5 5 5 5 5 IPA Nehes Liah Bing (Unit II) 10 10 10 10 10 7. Cabang Kongbeng 5 5 5 5 5 8. Cabang Teluk Pandan - - 5 5 5 9. Cabang Rantau Pulung - - - 5 5 10. Cabang Batu Ampar - - 5 5 5 11. Cabang Long Masengat - - 10 10 10 12. Cabang Kaubun - - - 5 5 13. Cabang Karangan - - 5 5 5 14. Cabang Busang - - - 10 10 15. Cabang Telen - - 5 5 5 Jumlah 280 295 325 350 370 Sumber: PDAM Tirta Tuah Benua Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 60 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Penambahan kapasitas produksi terkadang masih tidak dibarengi dengan peningkatan jaringan distribusi sehingga untuk mengoperasikan IPA baru, harus menunggu selesainya pemasangan jaringan distribusi. Sejak tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mengupayakan agar pembangunan IPA dapat sejalan dengan pembangunan jaringan distribusi sehingga permasalahan tersebut kedepan tidak terjadi lagi sehingga dapat mempercepat peningkatan cakupan pelayanan air bersih. 7.2. LISTRIK Listrik merupakan salah satu penunjang pelaksanaan pembangunan di suatu daerah. Semakin bagus dan mudah masyarakat dalam menikmati pelayanan listrik akan menumbuhkan geliat ekonomi masyarakat sehingga secara tidak langsung akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi daerah. Secara umum pelayanan listrik di Kabupaten Kutai Timur sudah cukup memuaskan. Penyebaran dan pendistribusian aliran listrik sudah cukup dapat dirasakan oleh semua golongan masyarakat. Setiap tahun jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Kutai Timur mengalami peningkatan, demikian pula dengan jumlah daya tersambung. Berikut disajikan jumlah pelanggan listrik di pada tahun 2012-2015. Tabel 7.3. Banyaknya Pelanggan Listrik yang Diproduksi PLN MISIP Sangatta Tahun 2012-2014 No Tahun Banyaknya Pelanggan 1. 2012 23.311 2. 2013 31.128 3. 2014 33.402 4. 2015*) 33.495 Sumber: PLN Ranting Sangatta Tahun 2015 Keterangan: *) Data hingga Oktober 2015 Jumlah pelanggan listrik untuk wilayah Sangatta hingga tahun 2015 meningkat sebesar 30,4% menjadi 33.495 pelanggan, dari 23.311 pelanggan di tahun 2012. Sedangkan untuk banyaknya tenaga listrik yang terjual menurut wilayah (KWh) untuk tahun 2013-2015 akan disajikan dalam tabel 7.4. berikut ini: PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 61

Tabel 7.4. Banyaknya Listrik (KWh) Terjual Ranting Sangatta Tahun 2013-2015 No Tahun KWh 1. 2013 97.472.992 2. 2014 112.333.918 3. 2015*) 97.668.882 Sumber: PLN Ranting Sangatta Tahun 2015 Keterangan: *) Data hingga Oktober 2015 7.3. POS DAN TELEKOMUNIKASI Dalam kehidupan masyarakat, kebutuhan akan media informasi menjadi mutlak diperlukan. Dengan adanya media informasi, maka berita/informasi dalam berbagai aspek kehidupan dalam masyarakat akan dapat tersampaikan dengan cepat. Melalui media, informasi yang akan disampaikan akan lebih efektif dan lebih cepat. Informasi yang didapat oleh masyarakat tidak hanya melalui media cetak, namun juga melalui televisi. Dalam era modern ini, masyarakat juga mendapatkan informasi melalui internet, yang bisa menampilkan berbagai informasi tanpa mengenal jarak, ruang dan waktu. Terlebih internet sekarang sudah bisa diakses dengan menggunakan Hand Phone atau telepon genggam yang memungkinkan perkembangan informasi lebih pesat. Di ibukota Kabupaten Kutai Timur, Sangatta, telah terpasang Sentral Telepon Otomat (STO) untuk melayani kebutuhan dasar telekomunikasi, bisnis dan aktifitas lainnya. Selain itu juga dapat dilakukan komunikasi jarak jauh dengan jaringan komunikasi selular: Telkomsel, Indosat, XL Axiata serta jaringan lainnya. Adapun jumlah menara telekomunikasi tahun 2015 di Kutai Timur yang tercatat pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Timur dapat dilihat pada tabel berikut: 62 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Tabel 7.5. Jumlah Menara Telekomunikasi di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 No Pemilik Jumlah Menara 1. PT. XL-Axiata, Tbk 8 2. PT. Indosat, Tbk 30 3. PT. Protelindo 13 4. PT. Daya Mitra Telekomunikasi (Mitratel) 9 5. PT. Tower Bersama Group (TBG) 20 6. PT. Telkomsel, Tbk 50 7. PT. Solusi Tunas Pratama 14 Jumlah Total 144 Sumber: Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 7.4. KARAKTERISTIK TRANSPORTASI Sistem transportasi yang memadai juga sangat berperan dalam pembangunan perekonomian suatu daerah/wilayah. Dengan sitem transportasi yang baik, maka kehidupan masyarakat akan berjalan dengan lancar. Hubungan antar wilayah pun juga akan menjadi lebih mudah sehingga roda perekonomian bisa berjalan dengan lancar. Sistem transportasi yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Timur meliputi transportasi darat dan transportasi air. Beberapa wilayah/kecamatan di Kabupaten Kutai Timur yang menggunakan transportasi air (speed) antara lain Sangkulirang, Busang, Batu Ampar dan Sandaran. 7.4.1. Jaringan Jalan Prasarana jaringan jalan yang ada di Kabupaten Kutai Timur kondisinya terus mengalami perbaikan menuju kondisi jalanan yang lebih bagus dan memberi kenyamanan bagi para pemakai jalan sehingga diharapkan mampu menunjang kegiatan perekonomian masyarakat dan daerah. Prasarana jalan di Kabupaten Kutai Timur dapat diklasifikasikan berdasarkan fungsi jalan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut: PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 63

Tabel 7.6. Panjang dan Kondisi Jalan di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 No Uraian Satuan Tahun 2012 2013 2014 1. Kondisi baik Km 784,9 931 1000,98 2. Kondisi rusak ringan Km 167 220 199,02 3. Kondisi rusak berat Km 153,86 102 92 4. Total jalan kabupaten Km 1.105,76 1.253 1.292 Sumber: Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 7.4.2. Jumlah dan Perkembangan Kendaraan Jumlah kendaraan bermotor yang terdaftar di Kabupaten Kutai Timur terus mengalami peningkatan jumlahnya. Data selengkapnya mengenai peningkatan jumlah kendaraan bermotor ditampilkan pada tabel berikut ini: No Tabel 7.7. Jumlah Kendaraan dan Pertumbuhannya Tahun 2012-2014 Uraian Tahun 2012 2013 2014 1. Sedan 109 119 121 2. Jeep 564 584 623 3. Mini Bus 4.742 5.586 6.582 4. Bus/Micro 220 194 206 5. Pick Up 2.071 2.332 2.771 6. Light Truck 0 0 0 7. Truck 1.813 2.133 2.399 8. Sepeda Motor 45.368 51.263 54.408 Jumlah 54.887 62.193 67.110 Pertumbuhan (%) 16,18 13,31 7,90 Sumber: Dinas Pendapatan Provinsi Kalimantan Timur UPTD Kutai Timur Tahun 2015 7.5. SARANA DAN PRASARANA TRANSPORTASI Selain transportasi darat yang sering digunakan oleh kebanyakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, sarana transportasi laut dan sungai pun cukup menjadi andalan bagi masyarakat. Sedangkan data sarana dan prasarana transporasi akan disajikan dalam tabel berikut: 64 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Tabel 7.8. Sarana dan Prasarana Transportasi Tahun 2012-2014 Uraian Tahun 2012 2013 2014 A. Perhubungan Darat 1. Terminal 12 12 13 2. Trayek Sangkulirang 14 12 12 3. Trayek Wahau, Telen, Kongbeng 125 30 30 4. Trayek Sangatta Utara 80 60 60 5. Trayek Rantau Pulung 12 6 6 6. Trayek Sangatta Selatan 10 - - 7. Dermaga Penyeberangan 1 4 4 8. Dermaga Sungai 23 34 39 9. Kapal Penyeberangan/LCT 5 10 26 10. Kapal Nelayan 112 53 19 11. Speed Boat 57 23 22 12. Kapal Barang 23 25 16 13. Ces 7 - - B. Perhubungan Laut 1. Pelabuhan Laut 2 2 3 2. Dermaga 13 13 14 C. Perhubungan Udara Bandara Khusus 12 12 12 1. Sangkimah (900 x 23 m) 2. Tanjung Bara (800 x 18 m) 3. Uyang Lahai/Kongbeng/MAF (800 x 30 m) 4. Muara Wahau/PT. Kiani Group (700x 30 m) 5. Muara Wahau/PT. Kiani Avedego (700 x 20m) 6. Sangkulirang/PT. Sangkulirang (800 x 33 m) 7. Batu Ampar/PT. Kiani/GPI (600 x 18 m) 8. Muara Bengkal/PT. Kiani/GPI (600 x 18 m) 9. Muara Ancalong /LG. Long Lees (400 x 20 m) 10. Gemar Baru/MAF (440 x 20 m) 11. Muara Ancalong/PT. Pertamina (450 x 18 m) 12. Muara Kangan/Sandaran/MBA (950 x 60 m) Sumber: Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 7.6. PARIWISATA Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial memberikan masukan bagi pendapatan asli daerah (PAD) serta mampu memberikan multiplier effect bagi berkembangnya sektor-sektor yang terkait, seperti pertanian (bunga, buah, perikanan), industri kerajinan, perdagangan (misalnya PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 65

rumah makan), dan jasa (penginapan, pemandu wisata, transportasi, dan sebagainya). Sehingga berkembangnya sektor ini, taraf kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan wisata dapat meningkat. Kabupaten Kutai Timur memiliki Obyek Wisata yang beragam, baik wisata alam, agrowisata, maupun wisata budaya. Wisata alam di daerah ini antara lain berupa keindahan laut dan pegunungan yang terbentang luas, wisata hutan tropis yang lebat, dengan keankaragaman jenis flora dan fauna yang terdapat di Kawasan Taman Nasional Kutai serta wisata budaya meliputi peninggalan sejarah dan keanekaragaman tradisi, kesenian lokal yang menarik. Wisata Alam yang terdiri dari Wisata Bahari, Pantai, Petualangan dan Wisata Alam Buatan. Wisata ini terdapat disepanjang pesisir Kabupaten Kutai Timur, dan Khusus untuk wisata bahari yang sudah akan dikembangkan adalah di Kecamatan Sangkulirang (pulau birah-birahan). Dan untuk Wisata pantai yang menjadi tujuan wisatawan adalah Pantai Teluk Lombok dan Aquatik. Wisata Budaya yang terdiri dari Tari Tradisional, Seni Teater, Band, Drama, Orkes Melayu, Musik Tingkilan, Rebana, Hadrah dan Kesenian dari masyarakat pendatang yang berkembang di daerah Kabupaten Kutai Timur antara lain: Kuda Kepang, Ludruk, Ketoprak, Wayang Kulit, Barongsai, Tari dan Modeling, Sandur, Karawitan, Reog, Sinden, Obyek Wisata ini berkembang di daerah Kabupaten Kutai Timur dan tersebar di semua Kabupaten dan Kota. Tabel 7.9. Potensi Objek Wisata di Kabupaten Kutai Timur No Kecamatan Objek Wisata 1. Sangatta Utara 1. Pantai Aquatik 2. Bukit Pandang Pelangi 3. Telaga Batu Arang 2. Sangatta Selatan 4. Prevav Mentoko 5. Taman Nasional Kutai 6. Pantai Teluk Lombok 7. Pantai Teluk Perancis 3. Teluk Pandan 8. Teluk Kaba 9. Telaga Bening 4. Rantau Pulung 10. Agrowisata 11. Air Terjun KM.SP8 5. Bengalon 12. Pantai Sekerat 13. Pegunungan Karst 6. Kaliorang 14. Pantai Jepu-Jepu 66 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Kecamatan Objek Wisata 7. Sangkulirang 15. Desa Bual-Bual 16. Selangkau 17. Pulau Minang 18. Air Terjun Desa Saka 8. Sandaran 19. Pulau Birah-Birahan 20. Air Terjun Tanjung Mangkaliat 9. Karangan 21. Sumber Mata Air Ampenas dan Goa 22. Pemandian Air Panas Batu Lepoq 10. Kongbeng 23. Gunug Kongbeng 11. Telen 24. Lamin Adat dan Seni Budaya Suku Kayan 12. Muara Bengkal 25. Danau Gelombang Muara Begkal Ulu 26. Batu Tija Sara Muara Bengkal Ilir 27. Danau Padang Api Desa Sanaba 28. Makam Raden Bangkok Batu Balai 13. Muara Ancalong 29. Lamin Adat dan Seni budaya Suku Dayak Kenyah Lepo Tau 14. Muara Wahau 30. Hutan Lindung Wahea 31. Desa Wisata Miau Baru Sumber: Dinas Pemuda, Olahraga danpariwisata Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Jumlah wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke Kabupaten Kutai Timur setiap tahunnya mengalami peningkatan. Hingga tahun 2014 jumlah wisatawan yang masuk ke Kutai Timur mencapai 28.254 orang, mengalami penurunan sebanyak 17.620 orang dibandingkan tahun 2013 yaitu sebanyak 45.874 orang. No Jenis Objek Wisata Tabel 7.10. Objek Wisata dan Jumlah Wisatawan Tahun 2012-2014 Lokasi 1. Pantai 1. Teluk Lombok Kec. Sangatta Selatan 2. Sekrat Kec. Bengalon 3. Aquatik Kec. Sangatta Utara 2. Pegunungan 4. Pegunungan Kongbeng Kec. Kongbeng. Tahun 2012 2013 2014 Wisnu Wisman Wisnu Wisman Wisnu Wisman 29.289-17.464-14.910-9.750-7.516-576 - 1.225 180 2.510 156 2.523-4.850 30 2.275 45 278 16 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 67

5. Goa Kelelawar Kec. Kongbeng 3. Hutan 6. Taman Nasional Kutai (TNK) Sangkima dan Prevav Mentoko 13.891 634 15.253 655 9.641 310 Jumlah 59.005 844 45.018 856 27.928 326 Sumber: Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Dengan banyaknya wisatawan yang datang ke Kutai Timur, maka diperlukan sarana penunjang seperti penginapan/hotel. Pada tahun 2014, jumlah penginapan/hotel di Kutai Timur mencapai 95 buah, yang terdiri dari hotel bintang tiga sebanyak 1 buah, dan sisanya sebanyak 94 buah merupakan hotel non bintang. No Tabel 7.11. Sarana dan Prasarana Wisata Tahun 2012-2014 Uraian Tahun 2012 2013 2014 1. Akomodasi - Hotel 91 91 95 - Jumlah Kamar 1.460 1.460 1.750 - Jumlah Tempat Tidur 2.240 2.240 2.631 2. Objek Wisata Alam: Pantai Teluk Lombok, Pantai Teluk Kaba, Pantai Aquatic, Pantai Sekerat, Pantai Jepu-jepu, Teluk Kaba, Telaga Batu Arang, Sumber Mata Air Ampenas, Kolam Pemandian Air Panas, Pulau Birah-birahan 12 12 12 3. Objek Wisata Budaya: Gunung Kongbeng, Desa Budaya Miau Baru, Desa Budaya Wehea, Galery Cagar Budaya, Situs Kutai Purba (Gua Karst seluas 200 km 2 ) 5 5 5 4. Event Budaya: Upacara Adat Lomplai di Kec. Muara Wahau, Erau di Kec. Bengalon, HUT Kutim di Sangatta, Pesta Panen Padi di Kec. Busang dan di Desa 5 5 6 Miau Baru Kec. Kongbeng, dan Festival Teluk Lombok di Kec. Sangatta Selatan 5. Peninggalan Sejarah dan Purbakala (Situs) 38 38 38 6. Art Galeri 1 1 1 7. Desa Kerajinan Tradisional: Desa Budaya Miau Bari di Kec. Kongbeng dan Desa Budaya Wehea di Kec. 2 2 2 Muara Wahau 8. Taman Nasional 1 1 1 9. Taman Wisata Laut: Pantai Teluk Lombok, Teluk Perancis, Jepu-jepu, Aquatic dan Sekerat 5 5 5 68 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Uraian Tahun 2012 2013 2014 10. Hutan Manggrove: Pulau Miang di Kec. Sangkulirang, Aquatic di Kec. Sangatta Utara, Kec. Bengalon, Pulau Birah-birahan di Kec. Sandaran, dan 5 5 5 Kenyamukan di Kec. Sangatta Utara 11. Bukit Pandang Pelangi 2 2 2 12. Agrowisata: Desa Kabo Jaya di Kec. Sangatta Utara dan Kec. Rantau Pulung 2 2 2 13. Danau/Telaga: Telaga Bening, Telaga Batu Arang, Telaga Gelombang, dan Telaga Padang Api 4 4 4 14. Objek Wisata Buatan: Taman Pesawat Bukit Pelangi dan Monumen Kudungga 1 2 2 Sumber: Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 69

No 8.1. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB) Perkembangan perekonomian Kabupaten Kutai Timur tidak terlepas dari kontribusi sektor sektor ekonomi yang mendukungnya. Sektor pertambangan dan penggalian terutama subsektor pertambangan non migas (batubara) masih merupakan pendukung utama perekonomian Kabupaten Kutai Timur. Dominasi subsektor ini ditandai dengan masih tingginya peranan pertambangan batubara tahun 2012-2014 antara 86,77% sampai 87,86% dari total PDRB Kabupaten Kutai Timur dengan Migas. Nilai PDRB Kabupaten Kutai Timur atas dasar harga berlaku dengan migas pada tahun 2012-2014 cenderung meningkat dari Rp. 50.173.447,91 juta di tahun 2012 menjadi Rp 61.668.229,14 juta pada tahun 2014. Laju Pertumbuhan ekonomi dengan migas tahun 2012-2014 antara 3,43 sampai 12,68%, tanpa migas antara 3,48 sampai 12,81%, serta tanpa migas dan batubara antara 3,97 sampai 11,33%. Tabel 8.1. Perkembangan PDRB dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 Uraian Tahun 2012 2013 2014*) 1. Dengan Migas (Juta Rp) Harga Berlaku 50.173.447,91 54.584.879,79 61.668.229,14 Harga Konstan 2000 21.227.122,19 22.050.860,92 23.757.361,21 2. Tanpa Migas (Juta Rp) Harga Berlaku 49.212.005,10 53.567.544,17 60.568.917,30 Harga Konstan 2000 21.071.592,15 21.899.737,51 23.647.974,76 3. Tanpa Migas & Batubara (Juta Rp) Harga Berlaku 6.379.800,64 7.422.322,06 8.539.209,34 Harga Konstan 2000 2.462.611,44 2.656.044,53 2.827.828,03 70 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Uraian Tahun 2012 2013 2014*) 4. Laju Pertumbuhan (%) Dengan Migas 12,68 3,43 7,92 Tanpa Migas 12,81 3,48 7,98 Tanpa Migas & Batubara 11,33 3,97 6,47 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Sementara BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 No 8.2. STRUKTUR EKONOMI Besarnya peranan suatu sektor terhadap sektor lainnya di Kabupaten Kutai Timur dapat dilihat dari distribusi persentase suatu sektor terhadap total seluruh sektor dalam membentuk PDRB Kutai Timur. Sektor yang kontribusinya cukup besar setelah sektor Pertambangan dan Penggalian adalah sektor Pertanian. Seiring dengan masih dominannya peran sektor Pertambangan dan Penggalian dalam beberapa tahun terakhir, peranan sektor Pertanian relatif stabil antara 3,49%-3,60%, sedangkan sumbangan sektorsektor lainnya masih dibawah 4%. Sektor Usaha Tabel 8.2. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2014 Harga berlaku (Juta Rp) 2012 2013 2014*) % Harga berlaku (Juta Rp) % Harga berlaku (Juta Rp) % Ratarata (%) 1. Pertanian 1.752.385,65 3,49 1.966.877,26 3,60 2.180.391,08 3,53 3,54 2. Pertambangan dan Penggalian 44.089.901,16 87,86 47.499.219,20 87,02 53.528.935,46 86,77 87,22 3. Industri Pengolahan 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 5. Bangunan dan Konstruksi 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 7. Pengangkutan dan Komunikasi 112.805,68 0,22 122.922,38 023 133.880,86 0,22 0,22 40.490,51 0,08 44.360,23 0,08 49.438,75 0,08 0,08 869.461,02 1,73 1.031.582,73 1,89 1.139.703,14 1,85 1,82 1.727.152,66 3,44 2.062.218,37 3,78 2.476.222,29 4,01 3,74 849.551,09 1,69 1.007.665,64 1,85 1.200.331,64 1,95 1,83 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 71

No Sektor Usaha Harga berlaku (Juta Rp) 2012 2013 2014*) % Harga berlaku (Juta Rp) % Harga berlaku (Juta Rp) % Ratarata (%) 8. Keuangan, 332.176,37 0,66 356.737,15 0,65 391.225,47 0,63 0,65 Persewaan Dan Jasa Perusahaan 9. Jasa jasa 410.523,76 0,82 493.296,95 0,90 588.100,45 0,95 0,89 Jumlah 50.184.447,90 100,00 54.584.879,79 100,00 61.688.229,14 100,00 100,00 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Sementara BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Gambar 8.1. Rata-rata Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Dengan Migas dan Batubara Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2014 0,65% 3,74% 0,89% 1,83% 1,82% 3,54% 0,08% 0,22% Pertanian Pertambangan dan Penggalian Industri Pengolahan Listrik, Gas dan Air Bersih Bangunan dan Konstruksi Perdagangan, Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi 87,22% Keuangan, Persewaan Dan Jasa Perusahaan Jasa jasa Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015, Data diolah Kabupaten Kutai Timur adalah salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) berupa batubara, migas dan bahan tambang lainnya, akan tetapi komoditi-komoditi tersebut adalah komoditi SDA yang tidak dapat terbaharui (unrenewable). Perubahan yang terjadi pada komoditi tambang tersebut khususnya batubara baik pada produksi maupun harga, pasti berpengaruh terhadap besarnya sumbangan sektor-sektor lainnya seperti pertanian dan bangunan. Jika komoditi batubara 72 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

dan migas ini dikeluarkan dari PDRB Kutai Timur maka peranan sektor-sektor lainnya akan lebih nyata terlihat pengaruh dan andilnya. Berdasarkan PDRB tanpa migas dan batubara tahun 2012-2014, sektor pertanian merupakan yang paling dominan dalam pembentukan PDRB dengan kontribusi antara 25,53%-27,42%. Urutan terbesar kedua adalah sektor perdagangan, hotel, dan restoran dengan share antara 27,03%-29,00%, kemudian disusul sektor bangunan sebesar antara 13,35%-13,90%. Sedangkan sektor-sektor lainnya, dibawah 14%. No Tabel 8.3. Kontribusi Sektoral Tanpa Migas dan Batubara Tahun 2012-2014 Sektor Usaha 2012 2013 2014 *) Rata-rata % % % (%) 1. Pertanian 27,42 26,50 25,53 26,48 2. Pertambangan dan Penggalian 4,64 4,54 4,45 4,54 3. Industri Pengolahan 1,77 1,66 1,57 1,67 4. Listrik, Gas dan Air Bersih 0,63 0,60 0,58 0,60 5. Bangunan dan Konstruksi 13,60 13,90 13,35 13,62 6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 27,03 27,78 29,00 27,94 7. Pengangkutan dan Komunikasi 13,29 13,58 14,06 13,64 8. Keuangan, Persewaan Dan Jasa 5,20 4,81 4,58 4,86 Perusahaan 9. Jasa jasa 6,42 6,65 6,89 6,65 Jumlah 100,00 100,00 100,00 100,00 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Sementara BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 73

Gambar 8.2. Rata-rata Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Tanpa Migas dan Batubara Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2014 PERTANIAN PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN INDUSTRI PENGOLAHAN LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH BANGUNAN DAN KONSTRUKSI PERDAGANGAN, HOTEL DAN RESTORAN PENGANGKUTAN DAN KOMUNIKASI KEUANGAN, PERSEWAAN DAN JASA PERUSAHAAN JASA-JASA 0,6 1,64 4,54 4,86 6,65 13,62 13,64 26,48 27,94 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015, Data diolah 8.3. PDRB PERKAPITA DAN PENDAPATAN REGIONAL PERKAPITA PDRB perkapita pada tahun 2012-2014 cenderung meningkat pada setiap tahunnya, demikian pula halnya dengan pendapatan regional per kapita. Sejalan dengan distribusi PDRB yang dipisahkan antara PDRB dengan migas dan PDRB tanpa migas dan batubara, maka akan terlihat besaran PDRB perkapita dan pendapatan regional perkapita apabila unsur migas dan batubara dikeluarkan dari perhitungan. Tahun Tabel 8.4. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha Tahun 2012-2014 Dengan Migas (Rp) PDRB Perkapita Pendapatan Regional Perkapita Tanpa Migas (Rp) PDRB Perkapita Pendapatan Regional Perkapita Tanpa Migas dan Batubara (Rp) Pendapatan PDRB Regional Perkapita Perkapita 2012 177.017.453 129.786.430 173.626.121 127.896.519 22.542.507 16.750.531 2013 184.346.099 129.414.079 180.910.315 131.216.211 25.066.944 18.733.651 2014 *) 200.938.857 139.232.557 197.292.890 143.611.604 27.815.014 20.768.681 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Sementara BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 74 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Berdasarkan tabel diatas, PDRB Perkapita dengan migas dalam tahun 2014 meningkat sebesar Rp 16.592.758,00 dari tahun 2013 sebesar Rp 184.346.099,00 menjadi Rp 200.938.857,00. PDRB Perkapita tanpa Migas meningkat Rp 16.382.575,00 dari tahun 2013 sebesar Rp 180.910.315,00 menjadi Rp 197.292.890,00 dan PDRB tanpa Migas dan Batubara meningkat sebesar Rp 2.748.070,00 dari tahun 2013 sebesar Rp 25.066.944,00 menjadi Rp 27.815.014,00 pada tahun 2014. Data terkait Pendapatan Regional Perkapita untuk Tahun 2014 masih belum tersedia dari BPS. Namun, melihat pola peningkatan yang terjadi pada PDRB Perkapita maka dapat diperkirakan Pendapatan Regional Perkapita pun cenderung meningkat dibandingkan tahun 2013. Walaupun besaran absolutnya belum dapat diperhitungkan secara tepat. 8.4. PERKEMBANGAN EKSPOR DAN IMPOR Perkembangan ekspor dan impor di Kabupaten Kutai Timur cukup fluktuatif. Selama kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir, nilai ekspor tertinggi terjadi pada tahun 2013 sebesar 3,6 juta US$, sementara nilai impor tertinggi terjadi ada tahun 2012 sebesar 969 juta US$. Adapun perkembangan ekspor dan impor dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 8.5. Perkembangan Ekspor dan Impor Tahun 2010-2014 Tahun Nilai Ekspor (US$) Nilai Impor (US$) 2011 3.209.138.170 444.975.450 2012 3.049.675.000 969.657.000 2013 3.609.304.000 789.734.000 2014 3.218.273.400 674.595.560 2015*) 1.707.112.750 244.597.890 Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Angka Triwulan II Tahun 2015 8.5. INDUSTRI DAN PERDAGANGAN Kabupaten Kutai Timur memiliki 1,3 juta ha lahan potensial yang cocok dan siap dikembangkan untuk komoditas pertanian bernilai tinggi sebagai basis agribisnis berikut agroindustrinya. Selain itu Kabupaten Kutai Timur PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 75

memiliki wilayah perairan pantai kurang lebih sepanjang 250 km dan 4 mil dari garis pantai ke arah laut yang siap dikelola untuk pengembangan agribisnis perikanan berwawasan lingkungan. Beberapa komoditas agribisnis seperti kelapa sawit, coklat, karet, lada, nenas, dan udang memiliki prospek pasar internasional yang sangat baik. Agribisnis memiliki dampak pengganda (multiplier effect) yang besar dalam perekonomian dan menjamin kesinambungan pembangunan jika dikelola secara baik, karena pembangunan ekonomi didasarkan pada SDA yang dapat diperbaharui. Mengingat tingginya resiko yang harus ditanggung oleh penduduk Kabupaten Kutai Timur karena ketergantungan yang besar terhadap sektor yang bertumpu pada sumberdaya alam non lestari maka perlu segera mengembangkan alternatif lain sektor ekonomi yang akan dijadikan sebagai leading sector dalam perekonomian Kabupaten Kutai Timur. Sektor ekonomi terpilih yang akan dijadikan leading sector tersebut mulai dikembangkan sedini mungkin. Sehingga pada saat industri batubara kehabisan bahan baku, maka sektor ekonomi yang terpilih tersebut sudah berkembang dengan mantap dan mampu menggantikan posisi industri batubara sebagai penggerak utama perekonomian Kabupaten Kutai Timur. Industri pendukung agrobisnis dan agroindustri mempunyai peluang pasar yang sangat besar. Peluang pasar yang tercermin dari adanya potensi permintaan akan produk hasil kegiatan sektor ekonomi tersebut di pasaran lokal, regional dan internasional. Potensi permintaan lokal dapat dilihat dari kemungkinan semakin meningkatnya jumlah penduduk Kabupaten Kutai Timur. Potensi permintaan regional terutama berasal dari daerah-daerah Kalimantan Bagian Timur yang mempunyai rencana untuk mengembangkan agrobisnis dan agroindustri untuk pembangunan daerahnya. Industri pendukung agrobisnis dan agroindustri mempunyai keterkaitan yang tinggi baik ke belakang maupun ke depan dengan sektor ekonomi yang lain. Tingginya keterkaitan tersebut secara langsung dan tidak langsung akan mengembangkan dan menggerakan sektor-sektor ekonomi yang lain. Meningkatnya berbagai aktivitas sektor-sektor ekonomi tersebut akan meningkatkan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat, sehingga pada 76 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

akhirnya akan meningkatkan kemampuan ekonomi Kabupaten Kutai Timur secara keseluruhan. Adapun industri kecil maupun menengah di Kabupaten Kutai Timur dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 8.6. Industri Kecil dan Menengah Tahun 2013-2015 No Sektor Usaha 2013 2014 2015 *) 1. Industri Pangan Agro Jumlah 257 453 560 2. Industri Sandang Jumlah 96 147 151 3. Industri Logam. Mesin dan Alat Angkutan Jumlah 6 13 16 4. Industri Kerajinan Jumlah 16 42 62 Sumber: Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Data Triwulan II Tahun 2015 8.6. KOPERASI Koperasi merupakan salah satu usaha dalam rangka pemberdayaan ekonomi rakyat, menurunkan kemiskinan dan memperluas lapangan pekerjaan. Semakin banyak jumlah koperasi yang aktif, diharapkan semakin berdaya ekonomi kerakyatan, menurun jumlah kemiskinan dan menurun jumlah pengangguran. Untuk mengetahui jumlah koperasi, dan persentase koperasi aktif di Kabupaten Kutai Timur kurun waktu 2010-2012 dapat dilihat pada tabel di bawah ini Tabel 8.7. Koperasi Aktif di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 No Uraian 2012 2013 2014*) 1. Jumlah koperasi aktif 563 605 652 2. Jumlah koperasi 950 978 1.006 3. Persentase koperasi aktif (%) 59,26 61,86 64,81 Sumber: Dinas Koperasi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Keterangan: *) Pelaksanaan RAT menentukan status aktif unit koperasi pada tahun berikutnya PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 77

Usaha kecil dan menengah merupakan suatu peluang usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha dalam rangka meningkatkan pendapatan. Untuk mengetahui jumlah UKM dan BPR di Kabupaten Kutai Timur kurun waktu 2011-2012 dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 8.8. Jumlah UKM Non BPR/LKM di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 No Uraian 2012 2013 2014 1. Jumlah seluruh UKM 5.080 5.080 5.454 2. Jumlah BPR 1 9 11 Sumber: Dinas Koperasi Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 BPR merupakan lembaga keuangan bank yang menerima simpanan hanya dalam bentuk deposito berjangka, tabungan, dan/atau bentuk lainnya yang dipersamakan dengan itu. Sedangkan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) merupakan lembaga yang menyediakan jasa penyimpanan (deposits), kredit (loan), pembayaran sebagai transaksi jasa (payment service) serta money transfer. BPR dan LKM memiliki fungsi sebagai lembaga yang memberikan berbagai jasa keuangan bagi masyarakat miskin dan pengusaha kecil. Semakin banyak jumlah BPR dan LKM, memudahkan masyarakat miskin dan pengusaha kecil dapat mengakses keuangan dalam rangka meningkatkan perekonomiannya. 8.7. INVESTASI Hampir semua kabupaten/kota membutuhkan modal dalam negeri maupun modal asing dalam rangka melaksanakan program/kegiatan pembangunan. Kehadiran investor asing diharapkan dapat meningkatkan potensi ekspor dan substitusi impor, juga agar terjadi alih teknologi yang dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan nasional Indonesia, khususnya di Kabupaten Kutai Timur. Namun hadirnya investor asing sangat dipengaruhi oleh kondisi internal negara, seperti stabilitas ekonomi, politik, penegakan hukum dan lain sebagainya. Untuk mengetahui jumlah proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) di Kabupaten Kutai Timur dalam kurun waktu tahun 2012-2014 dapat dilihat pada tabel berikut ini. 78 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Tabel 8.9. Jumlah Proyek PMDN/PMA di Kabupaten Kutai Timur Tahun 2012-2014 No Uraian 2012 2013 2014 1. Jumlah Proyek PMDN 10 15 10 2. PMDN (Triliun Rp) 1,80 5,19 2,02 3. Jumlah Proyek PMA 21 25 33 4. PMA (Juta US$ ) 69,30 94,80 406,71 Sumber: Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Penanaman Modal Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Ketersediaan pelayanan penunjang yang dimililiki daerah dapat mengundang ketertarikan investor untuk menanamkan investasinya di daerah tersebut. Semakin banyak realisasi proyek maka menggambarkan keberhasilan daerah dalam memberi fasilitas penunjang pada investor untuk merealisasikan investasi yang telah direncanakan. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 79

Pendahuluan Keadaan sektor keuangan kita hingga saat ini tampaknya menunjukkan kinerja yang relatif stabil dan baik. Sesuai dengan peraturan dan data tentang sektor keuangan kita, maka lembaga keuangan di Indonesia yang memainkan fungsinya dalam pembangunan, terdiri dari dua sektor keuangan yaitu sektor perbankan yang meliputi bank umum dan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan sektor non perbankan yang meliputi sektor asuransi (jiwa, umum, reasuransi dan asuransi sosial), kemudian lembaga dana pensiun, perusahaan pembiayaan (multi finance), pegadaian dan pasar modal. Dan masing masing lembaga keuangan diatas mempunyai pangsa pasar tersendiri. Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) selalu meningkat baik dari retribusi, retribusi daerah, laba Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan lainlain pendapatan yang sah. Untuk pos lain-lain pendapatan yang sah setiap tahunnya memberikan sumbangan yang terbesar pada PAD sebagaimana Tabel 9.1. berikut: No Tabel 9.1. Penerimaan Pendapatan Asli Daerah Tahun 2012-2014 Uraian 1. Pendapatan Pajak Daerah 2. Pendapatan Retribusi Daerah 3. Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan 4. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Nilai PAD Yang Diterima 2012 2013 2014 26.395.611.314,60 36.776.099.319,12 65.161.883.391,93 8.640.080.843,00 7.509.174.846,00 8.091.210.280,00 2.919.390.893,65 5.358.832.331,07 8.166.838.659,99 27.924.020.974,78 30.389.494.752,64 132.455.551.017,68 Jumlah 65.879.104.026,03 80.033.601.248,83 213.875.483.349,60 Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2014 80 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Sedangkan Penerimaan Dana Perimbangan Kabupaten Kutai Timur pada tahun 2012-2014 dapat dilihat pada tabel berikut ini: No Uraian Tabel 9.2. Penerimaan Dana Perimbangan Tahun 2012-2014 Nilai Dana Perimbangan Yang Diterima 2012 2013 2014 1. Dana Bagi Hasil Pajak 217.427.282.728 214.784.646.833 192.919.141.214 2. Dana Bagi Hasil Bukan Pajak (Sumber Daya 1.480.614.496.711 1.742.261.010.547 1.825.266.080.444 Alam) 3. Dana Alokasi Umum 452.003.282.000 506.528.289.000 565.746.999.000 4. Dana Alokasi Khusus 14.289.630.000 12.067.290.000 15.432.190.000 5. Dana Penyesuaian 33.284.458.000 37.964.392.000 43.173.974.000 6. Pendapatan Bagi Hasil Pajak 278.371.483.000 332.200.404.800 378.457.072.550 Jumlah 2.475.990.632.439 2.845.806.033.180 3.020.995.457.208 Sumber: Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 81

Kecamatan pemekaran yang menjadi wilayah perencanaan merupakan kawasan yang berkembang berdasarkan karakteristiknya masing-masing, seperti Kecamatan Muara Ancalong dan Muara Bengkal yang dulunya berkembang di sepanjang Sungai Kelinjau. Sedangkan, Kecamatan Sangkulirang merupakan kecamatan yang lebih dikenal terlebih dahulu dari pada Ibukota Kabupaten Sangatta karena posisi geografisnya di kawasan pesisir pantai yang memudahkan transaksi barang dan jasa lebih mudah. Tetapi seiring dengan perkembangan sistem ekonomi dan perubahan sistem kegiatan di Kabupaten Kutai Timur, karakteristik yang ada tersebut mengalami penggeseran sehingga menciptakan klaster-klaster perkembangan. Potensi masing-masing kawasan perencanan di 18 kecamatan pemekaran Kabupaten Kutai Timur dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 10.1. Potensi Kecamatan di Kabupaten Kutai Timur No Uraian Potensi 1. Muara Ancalong (Ibukota Kecamatan: Kelinjau Ulu dan Kelinjau Ilir) Terdapat potensi perkebunan sawit yang saat ini dikelola oleh PT. 3 S (Sawit Sukses Sejahtera). 2. Busang Memiliki potensi pertanian tanaman pangan dengan komoditas padi lading Sektor Perkebunan dengan komoditas utama coklat, jeruk, dan pisang Terdapat potensi bahan galian dan tambang berupa emas dan besi 3. Long Mesangat (Ibukota Kecamatan: Sumber Sari) Sebagian besar masyarakat di wilayah ini adalah petani, dengan komoditi pada umumnya adalah: Padi, Kacang, Jagung. 82 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Uraian Potensi Pada umumnya masyarakat transmigrasi terdiri dari suku yang berasal dari Indonesia Timur, Bali, Jawa, dan Sunda yang memiliki budaya bertani dan bercocok tanam. Potensi perikanan yang terdapat di desa Melan dan Sumber sari (komoditi ikan Patin) di Sungai Long Mesangat bantuan merupakan salah satu program dari Pemkab. 4. Muara Wahau Terdapat perkebunan dengan komoditas kelapa sawit, coklat Memiliki hamparan dominan yang landai (0-7%) dengan ketinggian yang variatif antara 0 1000 dpl dan pegunungan kapur sehingga sangat kondusif untuk pengembangan perkebunan jati dan karet. 5. Telen Memiliki perkebunan produktif dengan komoditas utama kelapa sawit dan coklat Teridentifikasi sebagai salah satu wilayah memiliki kandungan logam mulia berupa emas yang 6. Kongbeng Terdapat pertanian tanaman pangan dengan komoditas utama padi 7. Muara Bengkal (Ibukota Kecamatan: Muara Bengkal Ulu) 8. Batu Ampar (Ibukota Kecamatan: Batu Timbau) Memiliki sektor perkebunan yang cukup potensial berupa perkebunan kelapa, coklat, lada, karet, kelapa sawit Sektor Peternakan dengan komoditas sapi Danau kecil di Benua Baru sebagai potensi sumber air baku dan sudah terdapat jaringan air bersih yang intake PDAM-nya berasal dari danau tersebut. Potensi perkebunan yang besar mengundang investasi seperti Telen Prima Sawit (milik Haji Gunung putra daerah yang berasal dari Muara Bengkal). Potensi perikanan dengan jenis komoditi Ikan: Pipija, Baong, Saleh, Patin, Jelawat, Ikan Betutu (orientasi ekspor berdasarkan survei wawancara). Potensi HTI (Hutan Tanaman Industri) yang cukup luas untuk sentra produksi hutan. 9. Sangatta Utara KPC (Kaltim Prima Coal) sebagai perusahaan tambang terbesar di Kabupaten Kutai Timur yang memiliki kawasan kota mandiri di Kawasan Perkotaan Sangatta merupakan potensi sebagai pusat pertumbuhan khususnya dalam sektor perdagangan dan jasa. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 83

No Uraian Potensi Memiliki kawasan pariwisata lokal di Tanjung Sangatta yang dapat dikembangkan sebagai wisata pantai dan wisata pesisir. Sungai Sangatta sebagai sumber air baku untuk memenuhi kebutuhan air bersih di kawasan perkotaan. 10. Bengalon Potensi perkebunan sawit di Desa Tepian Langsat dan Keraitan serta perkebunan Kakao di Desa Sekerat 11. Teluk Pandan (Ibukota Kecamatan: Teluk Pandan) 12. Rantau Pulung (Ibukota Kecamatan: Margo Mulyo) 13. Sangatta Selatan (Ibukota Kecamatan: Sangatta Selatan) Memiliki potensi pertanian dengan komoditi padi sawah, pisang, dan cokelat. Komoditi unggulan yang sedang dan akan dikembangkan oleh kecamatan ini adalah: Jeruk Martadinata, Pinili, Nenas, Salak Memiliki potensi pertanian karena pada umumnya masyarakatnya adalah transmigran yang sudah terlatih untuk membudidayakan lahan pertaniannya (sawah tadah hujan dan buah-buahan) Memiliki kandungan tambang batu bara. Potensi sektor pertanian yaitu sayur-sayuran dan produksi ikan segar khususnya ikan bandeng dan ikan kakap. Potensi perikanan tersebut lebih banyak dibudidayakan di tambak dan sebagian lagi dari hasil tangkap nelayan laut. Memiliki potensi wisata lokal di Teluk Lombok maupun Teluk Kabak. Pusat pertumbuhan di kecamatan ini adalah pasar ikan yang terdapat di Desa Sangatta Selatan. 14. Kaliorang Terdapat perkebunan dengan komoditas andalan kelapa, coklat, kopi dan pisang 15. Sangkulirang (Ibukota Kecamatan: Benua Baru Ulu) Berada di sepanjang garis pantai, sektor perikanan menjadi salah satu sektor yang tumbuh dan berkembang dengan baik dengan komoditas perikanan tangkap Peternakan sapi sebagai penopang kebutuhan daging Kabupaten Kutai Timur Terdapat potensi bahan galian berupa besi, gipsum serta pasir kuarsa Letak geografis kecamatan ini bisa menjadi potensi untuk produksi perikanan laut dan outlet barang sekabupaten. 84 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

No Uraian Potensi Potensi perikanan laut saat ini yang cukup besar dengan komoditi adalah udang lobster. 16. Sandaran Memiliki potensi perkebunan dengan komoditas utama kelapa, pisang, coklat, lada Menjadi salah satu wilayah sentra produksi sayur mayur Dengan posisi wilayah yang terletak di pesisir, potensi perikanan menjadi potensi yang cukup potensial baik tambak, kolam ataupun perikanan tangkap 17. Kaubun (Ibukota Kecamatan: Bumi Etam) 18. Karangan (Ibukota Kecamatan: Karangan Dalam) Potensi perkebunan sawit saat ini pengelolaannya masih didominasi oleh perusahaan-perusahaan besar. Didominasi oleh masyarakat transmigrasi yang terlatih untuk bertani dan berkebun sehingga memudahkan untuk pengembangan program pertanian. Sungai sebagai potensi air baku untuk keperluan sehari-hari. Memiliki lahan hutan dan perkebunan yang cukup luas yang dimanfaatkan untuk perkebunan rakyat dan milik perusahaan. Potensi unggulan untuk perkebunannya yaitu perkebunan kelapa sawit, tambang batu bara yang saat ini sudah mulai eksplorasi, pariwisatanya yaitu wisata air panas (desa mukti lestari) dan goa kelelawar, walet serta terdapat air panas dan air terjun (desa pangadan dan karangan hilir). Sumber: BAPPEDA Kabupaten Kutai Timur Tahun 2015 Berdasarkan pertimbangan potensi permintaan hasil produksi wilayah Kabupaten Kutai Timur, baik internal maupun eksternal, khususnya produksi yang berbasis sumberdaya yang dapat diperbaharui, adalah hasil produksi tanaman pangan, perkebunan, perikanan dan peternakan yang berada di kawasan budidaya. Kawasan budidaya mencakup kawasan pemukiman perkotaan dan perdesaan, pertanian tanaman pangan, perikanan, peternakan, perkebunan, hutan produksi perindustrian, pertambangan, pariwisata, kawasan Hankam dan kawasan lainnya. Kabupaten Kutai Timur memiliki potensi pengembangan beberapa kawasan yang meliputi: PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 85

1. Kawasan Pertanian Tanaman Pangan Kawasan pertanian tanaman pangan di Kabupaten Kutai Timur terbagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu tanaman pangan lahan basah dan tanaman pangan lahan kering. Berdasarkan beberapa kriteria yaitu kelerengan lahan, jenis tanah, kedalaman solum, tekstur tanah, dan tingkat erosi, maka kesesuaian lahan untuk kawaan budidaya tanaman pangan lahan kering di wilayah Kabupaten Kutai Timur dapat diidentifikasi bahwa lahan yang sesuai untuk kegiatan tanaman pertanian lahan kering berada di sebagian besar wilayah Kabupaten Kutai Timur dan tersebar di semua kecamatan yang ada. Sedangkan kesesuaian lahan budidaya tanaman pangan lahan basah di wilayah Kabupaten Kutai Timur dapat didiidentifikasi bahwa yang sesuai untuk kegiatan tanaman pertanian lahan basah adalah di sebagian kecil dari wilayah yang ada di Kabupaten Kutai Timur dengan luas yang cukup signifikan di Kecamatan Muara Bengkal dan Muara Ancalong. Kegiatan budidaya pertanian lahan basah dan food estate merupakan lahan sawah, baik yang beririgasi teknis, setengah teknis, maupun irigasi perdesaan yang telah diusahakan secara intensif. Kawasan lahan pertanian diharapkan dapat tetap dipertahankan dalam rangka ketahanan pangan dan ketahanan budaya. Kawasan budidaya pertanian lahan basah di wilayah perencanaan selain dikembangkan untuk produksi pangan juga diarahkan sebagai kawasan penyangga (buffer zone) untuk menjaga kualitas lingkungan dalam bentuk jalur hijau atau ruang terbuka hijau. Kawasan budidaya pertanian lahan basah terutama yang telah terlayani jaringan irigasi merupakan kawasan yang tetap dipertahankan dengan meminimasi alih fungsi ke kegiatan budidaya lainnya. Lahan food estate yang merupakan areal lahan pertanian pangan berkelanjutan dicadangkan di 4 (empat) kecamatan yaitu Busang, Karangan, Muara Ancalong dan Sandaran dengan luas 63.202,78 Ha, sementara itu lahan pertanian pangan direncanakan seluas lebih kurang 107.755,37 Ha yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur merupakan lahan yang dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pangan semusim dan atau tanaman tahunan yang dicirikan pengelolaannya relatif tidak memerlukan air irigasi. 86 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Sedangkan pemanfaatan pertanian lahan kering adalah untuk tegalan, tanaman sayur mayur (holtikultura), dan kebun campuran. Pertanian lahan kering yang tidak intensif merupakan cadangan pengembangan kawasan perkotaan. Setiap tahun penggunaan tanah untuk pertanian khususnya tanah sawah mengalami penyusutan luasan atau alih fungsi. Karenanya perlu dilakukan berbagai upaya pencegahan alih fungsi yang menghambat pembangunan sektor pertanian dimasa akan datang seperti berkurangnya jumlah produksi dan produktivitas padi yang berpotensi mengakibatkan hambatan dalam mewujudkan swasembada pangan. Upaya yang harus dilakukan adalah mengembangkan dan mengoptimalkan area pertanian tanaman pangan melalui penyusunan strategi pengelolaan sumberdaya lahan pertanian secara berkelanjutan dan pencegahan berkurangnya lahan sawah produktif serta lahan produktif lainnya, terutama untuk lahan beririgasi teknis yang sudah dikembangkan. Hasil produksi tanaman pangan di Kabupaten Kutai Timur, berpotensi turut berkontribusi untuk memenuhi permintaan di dalam negeri, terutama kebutuhan lokal kabupaten dan Provinsi Kalimantan Timur. Sementara, komoditas unggulan terutama kedelai dan jagung berpeluang untuk pemenuhan kebutuhan dalam lingkup nasional. 2. Kawasan Perkebunan Pembangunan perkebunan di Kabupaten Kutai Timur dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan pertumbuhan cukup signifikan, antara lain ditandai dengan semakin meningkatnya luas area produksi dan produktivitas. Komoditas yang banyak dikembangkan dalam perkebunan rakyat antara lain kakao, karet, lada, dan kelapa sawit. Secara khusus, sektor perkebunan kelapa sawit menjadi primadona bagi masyarakat Kutai Timur, terutama para petani yang berada di pedalaman. Perkebunan kelapa sawit berkembang seiring dengan pertumbuhan koperasi yang terus menunjukkan kemajuan, dan bahkan perkembangan perkebunan kelapa sawit Kutai Timur diantara yang terbaik di wilayah Indonesia. Perencanaan kawasan perkebunan dengan menggunakan kebijakan pengelolaan kawasan perkebunan meliputi: a) Pengembangan kegiatan lahan PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 87

perkebunan diupayakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman yang ada saat ini, b) Pemanfaatan lahan perkebunan untuk sistem tumpang sari dengan kegiatan budidaya pertanian lahan kering, c) Pemilihan jenis komoditi unggulan sesuai dengan potensi lahan, d) Pengembangan lahan perkebunan pada lahan-lahan yang memiliki kesesuaian lahan sebagai lahan perkebunan melalui intensifikasi dan pemilihan teknologi tepat guna. Kawasan perkebunan di Kabupaten Kutai Timur tersebar pada 16 kecamatan yaitu Kecamatan Sangatta Utara, Rantau Pulung, Bengalon, Muara Bengkal, Muara Ancalong, Long Mesangat, Busang, Muara Wahau, Kongbeng, Telen, Batu Ampar, Kaliorang, Sangkulirang, Kaubun, Karangan dan Sandaran. 3. Kawasan Peternakan Hasil produksi peternakan di Kabupaten Kutai Timur, baik peternakan kecil (seperti unggas) maupun peternakan besar (seperti: kambing, sapi, dan lain lain). Beberapa lokasi wilayah perencanaan terdapat usaha kegiatan peternakan dalam skala kecil terutama peternakan ayam. Kebijakan pengelolaan kawasan budidaya peternakan diarahkan untuk: a) Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani ternak, b) Peningkatan teknologi, produktivitas, dan kualitas ternak, c) Pengendalian limbah peternakan agar tidak mengganggu lingkungan permukiman dan sumber air, serta d) Pengembangan sinergi antara kegiatan peternakan dan usaha pertanian lainnya. 4. Kawasan Perikanan Kawasan perikanan tangkap adalah kawasan bagi kegiatan memperoleh ikan di perairan yang tidak dalam keadaan dibudidayakan dengan alat atau cara apapun, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan atau mengawetkannya. Kawasan pengembangan perikanan tangkap di Kabupaten Kutai Timur diarahkan dan dibagi dalam tiga jalur dengan klasifikasi area dan peralatan. Sementara itu kawasan perikanan budidaya adalah kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan memelihara, membesarkan, dan atau membiakkan ikan seta memanen hasilnya dalam lingkungan terkontrol, termasuk kegiatan yang menggunakan kapal untuk memuat, mengangkut, 88 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

menyimpan, mendinginkan, menangani, mengolah, dan atau mengawetkannya. Kriteria penetapan kawasan perikanan budidaya meliputi : a) Perairan laut pasang surut yang terlindung pasir, kerakal dan atau berbatu, b) Perairan lautyang semi terlindung dan atau perairan yang terlindung dari aksi gelombang ekstrim, c) Di luar kawasan pelabuhan dan atau jalur pelayaran, d) Salinitas air relatif konstan dalam kisaran normal air laut, e) Aksesibilitas kawasan mudah dicapai, dekat pemukiman masyarakat pesisir dan tidak dalam pengaruh oeh air limbah, f) Perairan laut di luar zona inti kawasan perlindungan, g) Perairan laut di luar areal terumbu karang dan Padang Lamun, h) Kualitas air memenuhi baku mutu air laut untuk budidaya ikan. Sedangkan kawasan budidaya laut yang direncanakan dikembangkan berada di perairan laut Kecamatan Sangatta Selatan berupa budidaya perikanan tangkap laut dan budidaya rumput laut. 5. Kawasan Pertambangan Kawasan pertambangan memiliki peran penting dalam peningkatan perekonomian Kabupaten Kutai Timur. Produksi tambang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan lokal, nasional dan internasional diharapkan mampu menjadi penggerak utama (prime mover) bagi perekonomian Kabupaten Kutai Timur. Berdasarkan RTRW Kabupaten Kutai Timur tahun 2013-2032, ijin konsesi pertambangan sebagai kawasan tambang sebagian besar masih dalam proses Feasibility Study yang lebih lanjut untuk kesesuaian lahannya. Ijin konsesi kawasan yang memiliki potensi pertambangan di Kabupaten Kutai Timur memiliki luas sebesar lebih kurang 1.602.653 Ha. Sedangkan kawasan bekas pertambangan yang ada saat ini sangat dimungkinkan menjadi kawasan lindung dimasa yang akan datang. Oleh karena itu upaya rehabilitasi dan revitalisasi kawasan bekas pertambangan menjadi keharusan agar tidak terjadi kerusakan ekologis yang sangat serius dan berdampak fatal dikemudian hari. Pemerintah Kabupaten Kutai Timur harus PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 89

berupaya secara berkelanjutan untuk mempertahankan kawasan lindung yang telah ada dan menambah kawasan lindung baru dari kawasan bekas pertambangan. 6. Kawasan Pariwisata Sektor pariwisata merupakan sektor yang potensial menciptakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mampu memberikan multiplier effect bagi berkembangnya sektor-sektor terkait, seperti pertanian (bunga, buah, perikanan), industri kerajinan, perdagangan (misalnya rumah makan), dan jasa (penginapan, pemandu wisata, transportasi, dan sebagainya). Sehingga berkembangnya sektor ini diharapkan dapat meningkatkan taraf kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar kawasan wisata. Kekayaan alami di Kabupaten Kutai Timur seperti hutan, pantai, goa merupakan aset berharga yang potensial untuk pengembangan kawasan wisata yang berkelanjutan. Kondisi alam Kabupaten Kutai Timur menawarkan ragam produk wisata yang dapat dikembangkan, antara lain Geowisata (lokasi Karst Sangkulirang-Gua Pengadan), Wisata Pantai (beberapa lokasi yang berada di zona Sangatta), Wisata Bahari (pulau Birah-Birahan), Ekowisata (berbagai lokasi di Taman Nasional Kutai), Wisata Budaya Tradisional (desa tempat suku Dayak Wehea bermukim), Wisata Pendidikan dan Penelitian (Gua Pengadan, Desa Adat, Penelitian Orang Utan di Mentoko), Keunggulan daya tarik wisata, lukisan-lukisan berupa gambar negatif cap tangan tiga susun, perhiasan, peralatan, patung bahkan guci-guci China dan hewan yang ditemukan pada lokasi gua di Kawasan Pengadan sejauh ini merupakan satu-satunya gua alami di Indonesia yang memiliki peninggalan pra sejarah. 90 PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015

Kawasan Karst ini bahkan menyimpan cerita manusia-manusia pertama Kalimantan, jauh lebih tua dari kebudayaan Kutai, yang berpotensi menjadi salah satu warisan dunia (World Heritage). Kawasan karst ini merupakan pembeda utama dengan wilayah lain yang tidak bergunung karst, dimana merupakan sumber dari mata air utama sungai-sungai besar di semenanjung Mangkalihat dan Sangkulirang yang menyangga kehidupan masyarakat Berau dan Kutai Timur. Kegiatan yang dikembangkan dengan fungsi untuk mendukung kegiatan pariwisata ini adalah: a) Peningkatan program sadar wisata kepada masyarakat melalui penerangan dan penyuluhan, b) Peningkatan promosi obyek wisata, penataan dan pengembangan terhadap obyek-obyek wisata yang ada sehingga lebih representatif. 7. Kawasan Permukiman Kawasan permukiman di Kabupaten Kutai Timur mencakup kawasan permukiman perkotaan dan kawasan permukiman perdesaan. Kebijakan pengembangan permukiman pedesaan dilakukan dengan menciptakan sentrasentra produksi yang prospektif dalam penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan. Sejalan dengan itu perlu diciptakan saling keterhubungan antara sentra produksi dengan pusat pemasarannya sehingga dapat saling menunjang sistem perwilayahan. Kawasan permukiman pedesaan direncanakan lebih kurang 70.588,63 Ha yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Kutai Timur. Kawasan permukiman perkotaan terletak di 3 (tiga) kecamatan antara lain: Kecamatan Sangatta Utara sebagai pusat kegiatan wilayah dan sentra pemerintahan di Kabupaten Kutai Timur dengan tingkat pertumbuhan penduduk yang cukup besar dialokasikan ruang lebih kurang 9.766,6 Ha. Sedangkan Kecamatan Sangatta Selatan yang juga merupakan bagian dari pusat kegiatan wilayah, perencanaan permukiman perkotaan lebih kurang 1.755,28 ha cukup relevan mengingat Kecamatan Sangatta Selatan didalamnya meliputi areal Taman Nasional Kutai. Permukiman perkotaan lainnya yang direncanakan di Kabupaten Kutai Timur berada di Kecamatan Kaliorang sebagai perwujudan dari konsep Kota Terpadu Mandiri (KTM), yang dialokasikan seluas lebih kurang 126,04 Ha. PROFIL DAERAH KABUPATEN KUTAI TIMUR 2015 91