Suryo Dharmono Bag. Psikiatri FKUI/RSCM

dokumen-dokumen yang mirip
Pedologi. Penganiayaan Anak dan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Yenny, M.Psi. Psikolog. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

PENATALAKSANAAN HOLISTIK PADA ANAK KORBAN KEKERASAN. Suryo Dharmono

Gangguan Mental Terkait Trauma. Pusat Kajian Bencana dan Tindak Kekerasan Departemen Psikiatri FKUI/RSCM

BAB I PENDAHULUAN. tidak bisa menangani masalahnya dapat mengakibatkan stres. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menempuh berbagai tahapan, antara lain pendekatan dengan seseorang atau

BAB 1 PSIKIATRI KLINIK

Hamilton Depression Rating Scale (HDRS)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA. Anak-anak yang mengalami kekerasan seksual memiliki gejala gangguan yang lebih

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA. Kedaruratan psikiatri adalah sub bagian dari psikiatri yang. mengalami gangguan alam pikiran, perasaan, atau perilaku yang

PENGANIAYAAN TERHADAP ANAK DALAM KELUARGA

PERSOALAN DEPRESI PADA REMAJA

Kalender Doa Agustus 2015 Berdoa Bagi Wanita Korban Kekerasan Rumah Tangga

BAB III ASSESSMENT DAN DIAGNOSA PSIKOLOGIS PADA REMAJA YANG HAMIL DI LUAR NIKAH

Diagnosis & Tatalaksana Gangguan Depresi & Anxietas di Layanan Kesehatan Primer Dr. Suryo Dharmono, SpKJ(K)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kecemasan dapat dialami oleh para siswa, terutama jika dalam

BAB I PENDAHULUAN. kecacatan. Kesehatan jiwa menurut undang-undang No.3 tahun 1966 adalah

PERAN PEKERJA SOSIAL DALAM UPAYA PELAYANAN KESEHATAN JIWA PARIPURNA

Adhyatman Prabowo, M.Psi

STRATEGI KOPING ANAK DALAM PENGATASAN STRES PASCA TRAUMA AKIBAT PERCERAIAN ORANG TUA

Mengenal Gangguan Stress Pasca Trauma

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia adalah termasuk negara yang memasuki era penduduk

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Filariasis merupakan penyakit zoonosis menular yang banyak

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja merupakan masa peralihan dari usia anak-anak ke usia dewasa.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Dewasa kini banyak pola hidup yang kurang sehat di masyarakat sehingga

TIM CMHN BENCANA DAN INTERVENSI KRISIS

BAB I PENDAHULUAN. riskan pada perkembangan kepribadian yang menyangkut moral,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Anak merupakan amanah sekaligus karunia Tuhan Yang Maha

KEKERASAN PADA ANAK DITINJAU DARI ASPEK MEDIS

BAB II TINJAUAN TEORITIS. atau ancaman atau fenomena yang sangat tidak menyenangkan serta ada

Rekam Medis Penghuni Panti Sosial. Nama : Tn. B Umur : 47 tahun. Jenis kelamin : Laki-laki Status pernikahan : Menikah

LAMPIRAN C SKALA STRES DAN AGRESIFITAS

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang

PEDOMAN WAWANCARA. A. Bagi Pegawai P2TPA Korban Kekerasan Rekso Dyah Utami. 1. Bagaimana sejarah berdirinya P2TPA Rekso Dyah Utami?

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Dampak. terhadap anak-anak Reaksi anak-anak terhadap situasi darurat

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. A. Pengertian Kekerasan dalam Rumah Tangga

Rekam Medis Penghuni Panti Sosial. Tanggal masuk panti: 25 Mei 2015 Tanggal wawancara: 29 Mei 2015

INFORMASI PERKEMBANGAN ANAK (Diisi oleh Orang tua)

BAB I PENDAHULUAN. Pengalaman positif maupun negatif tidak dapat dilepaskan dalam. kehidupan seseorang. Berdasarkan pengalaman-pengalaman tersebut

BAB V PENUTUP. terjadi tiga macam kekerasan, meliputi kekerasan psikis, fisik, dan. penelantaran rumah tangga namun kekerasan psikis lebih dominan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 2.1 Kecemasan pada Mahasiswa Tingkat Pertama. Bahasa Latin angustus yang berarti kaku, dan ango, anci yang berarti

MASALAH KELUARGA DAN MEKANISME PENANGGULANGANNYA

DAFTAR KOMPETENSI KLINIK

Pedologi. Review Seluruh Materi. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi.

HAMILTON DEPRESSION RATING SCALE (HDRS)

Saat ini masyarakat mengalami depresi sosial skala tinggi. Depresi ini lahir karena tidak ada pegangan hidup.

ROMANTISME PADA WANITA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL PADA MASA KANAK- KANAK

BAB II TINJAUAN TEORI. Gangguan harga diri rendah digambarkan sebagai perasaan yang negatif

OLEH : Letkol Laut ( K/W) Drg. R Bonasari L Tobing, M.Si INTERVENSI PSIKOSOSIAL PADA BENCANA

Postraumatik stress bisa timbul akibat luka berat atau pengalaman yang menyebabkan organisme menderita kerusakan fisik maupun psikologis

BAB IV ANALISIS BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM TERHADAP PENANGANAN ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DI PPT SERUNI KOTA SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. Stres senantiasa ada dalam kehidupan manusia yang terkadang menjadi

BAB I PENDAHULUAN. mulai bergabung dengan teman seusianya, mempelajari budaya masa kanakkanak,

Penanganan Medis dan Non Medis untuk korban kekerasan. Ova Emilia 3 Juli 2015

Dampak Peliputan Traumatik pada Masyarakat Umum dan Wartawan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB IV ANALISI HASIL. Dalam penelitian ini, peneliti mengambil seluruh Andikpas baru sebanyak 43

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. proses berpikir, perilaku, dan persepsi (penangkapan panca indera). Gangguan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

GANGGUAN PSIKOTIK TERBAGI. Pembimbing: Dr. M. Surya Husada Sp.KJ. disusun oleh: Ade Kurniadi ( )

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB III PENYAJIAN DATA. lokasi penelitian, yaitu di YOGA ATMA CONSULTING PEKANBARU. Counsulting Pekanbaru, penulis mendapatkan informasi bahwasanya :

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010 GAMBARAN POLA ASUH

Pedologi. Penganiayaan Anak dan Kekerasan dalam Rumah Tangga. Maria Ulfah, M.Psi., Psikolog. Modul ke: Fakultas PSIKOLOGI. Program Studi Psikologi

Lex Et Societatis Vol. V/No. 9/Nov/2017

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Sehat adalah suatu keadaan sempurna baik fisik, mental dan sosial serta

LAMPIRAN B DATA SUBJEK DAN KEEMPAT ANAK DI RSJ. SOEHARTO MEERJAN

BAB 2 TINJAUAN KEPUSTAKAAN. respon psikososial (tekanan mental atau beban kehidupan). Sedang kan menurut

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. World Health Organitation (WHO) mendefinisikan kesehatan sebagai

KEKERASAN BERBASIS GENDER: BENTUK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA. Oleh: Khoirul Ihwanudin 1. Abstrak

Rekam Medis Penghuni Panti Sosial

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA KOMUNITAS (CMHN)

FAKTOR PSIKOLOGIS DAN PERILAKU YANG BERHUBUNGAN DENGAN GANGGUAN Pembimbing : dr. Dharmawan Ardi, Sp.KJ

BAB I PENDAHULUAN. dan merupakan salah satu tempat pembentukan kepribadian seseorang. Dalam

harus mengerti juga model-model komunikasi yang ada sehingga kita bisa menilai apakah selama ini sudah berkomunikasi dengan baik atau belum.

Subjek I T10 T11 T12

HUBUNGAN ANTARA ASERTIFITAS DENGAN KECENDERUNGAN MENGALAMI KEKERASAN EMOSIONAL PADA PEREMPUAN YANG BERPACARAN SKRIPSI

BAB V PENUTUP. sebelumnya, dapat penulis ketengahkan beberapa kesimpulan sebagai berikut:

2015 KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS PEREMPUAN KORBAN KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. ibu NN, ibu SS dan ibu HT mendapatkan kekerasan dari suami. lain yaitu kakak kandung dan kakak iparnya.

Proses Adaptasi Psikologi Ibu Dalam Masa Nifas

BAB I PENDAHULUAN. Pelayanan kesehatan yang menjadi pintu layanan terdepan dalam. hubungan dengan masyarakat adalah di rumah sakit.

Sinonim : - gangguan mood - gangguan afektif Definisi : suatu kelompok ggn jiwa dengan gambaran utama tdptnya ggn mood yg disertai dengan sindroma man

BAB I PENDAHULUAN. Remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. menyebut seseorang yang pergi dari kampung halamannya untuk menetap serta

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Anak mempunyai hak yang bersifat asasi sebagaimana yang dimiliki

LAMPIRAN A-1 SKALA DEPRESI PADA REMAJA

Transkripsi:

Suryo Dharmono Bag. Psikiatri FKUI/RSCM

Istilah kekerasan dalam rumah tangga ( KDRT ) dalam tulisan ini merujuk pada segala bentuk kekerasan berbasis gender yang terjadi dalam konteks kehidupan berkeluarga. Fokus bahasan adalah kajian terhadap aspek kesehatan jiwa pada KDRT

Kekerasan dilakukan antara orang sedarah atau mempunyai hubungan dekat Pelaku kekerasan mempunyai akses yang terus menerus pada korban dan mengulangi tindakannya berulang kali Pelaku kekerasan mengontrol banyak aspek dari kehidupan korban Tindakan kekerasan berakar dari norma tentang bagaimana orang orang tertentu harus berlaku satu terhadap lainnya (suami istri orang tua anak)

Kemiskinan, frustasi sosial dan ketidak adilan dalam sistem kehidupan masyarakat Lingkungan hidup yang sarat kekerasan Disfungsi kehidupan berkeluarga Anggota keluarga pengguna Narkoba Anggota keluarga menjadi beban kronis Anggota keluarga menderita gangguan jiwa atau gangguan kepribadian

DAMPAK TERHADAP KORBAN Trauma fisik berulang dapat menyebabkan penyakit fisik, kecacatan hingga kematian Problem kejiwaan ; depresi, gangguan panik, fobia, insomnia, psikosomatis, PTSD DAMPAK THD ANAK DLM KELUARGA Gangguan perkembangan mental ; kelambatan psikomotor & intelektual Problem perilaku dan emosi ; psikosomatis, mengompol, kesulitan belajar, perilaku agresif

Korban KDRT berada dalam siklus kekerasan berulang dan kronis Korban KDRT ditempatkan pada situasi membingungkan antara ketakutan, benci, kasih sayang, kewajiban dan norma sosial Korban KDRT sering harus menghadapi persoalan/penderitaannya sendirian, sulit mengakses pertolongan Problem kejiwaan pada korban KDRT menjadi masalah serius ( AMA ; 50% korban KDRT menderita problem mental serius )

Merupakan sindroma psikologik yang ditemukan pada perempuan hidup dalam siklus KDRT Dicirikan dengan perilaku tak berdaya, menyalahkan diri, ketakutan akan keselamatan diri dan anaknya, ketidakberdayaan untuk menghindar dari pelaku kekerasan.

Merupakan problem mental serius yang terjadi pada korban yg mengalami penganiayaan luar biasa ( perkosaan, penyiksaan, ancaman pembunuhan ). Ciri khas dari PTSD adalah ; Penderita tampak selalu tegang dan ketakutan, menghindari situasi-2 tertentu, gelisah, tidak bisa diam, takut tidur, takut sendirian, mimpi buruk seperti mengalami kembali peristiwa traumatisnya

Merupakan problem kejiwaan yang paling sering ditemukan pada korban KDRT Gejala yang khas adalah ; perasaan murung, kehilangan gairah hidup, putus asa, perasaan bersalah dan berdosa, pikiran bunuh diri sampai usaha bunuh diri. Gejala depresi sering terselubung dalam wujud keluhan fisik seperti kelelahan kronis, problem seksual, kehilangan nafsu makan (atau sebaliknya) dan gangguan tidur.

Perempuan korban KDRT seringkali datang ke fasilitas kesehatan dengan keluhan-2 fisik kronis seperti, sakit kepala, gangguan pencernaan, sesak nafas, jantung berdebar. Namun pada pemeriksaan medis tidak ditemukan penyakit fisik. Kondisi ini disebut sebagai gangguan psikosomatis. Keluhan psikosomatis bukan gangguan buatan atau sekedar upaya mencari perhatian, tapi merupakan penderitaan yang sungguh dirasakan oleh penderita, merupakan konversi dari problem psikis yang tak mampu diungkapkan.

Penderita mengalami serangan ketakutan katastrofik bahwa dirinya akan mati atau menjadi gila ( biasanya didahului keluhan subyektif ; sesak nafas, perasaan tercekik, berdebar-debar, atau perasaan derealisasi ) Gangguan Panik yang tidak ditangani benar akan berkembang menjadi Agorafobia, takut keramaian, dan cenderung menghindar dari kehidupan sosial.

Histeria Konversi Perilaku agresif impulsif thd anak Perilaku merusak diri ( self mutilation ) Gangguan Mental Organik ( akibat trauma serius pada otak ) Gangguan Psikosis ( jarang ; bila ditemukan perlu dikaji faktor predisposisi sebelumnya)

Korban KDRT dengan Depresi Berat dan kecenderungan bunuh diri ( ide bunuh diri sangat kuat, tanda-2 percobaan bunuh diri, halusinasi yg menyuruh bunuh diri ) Korban KDRT dengan kecenderungan merusak diri ( self mutilation ) Korban KDRT dengan PTSD berat atau krisis psikologik serius Korban KDRT dengan gangguan kesadaran dan fungsi kognitif ( sindroma otak organik )

Sedapat mungkin korban dijauhkan dari pelaku kekerasan Identifikasi kondisi krisis psikologik, bila korban memperlihatkan psikopatologi serius segera rujuk ke Ahli ( Psikolog, Psikiater ) Lakukan pendampingan dan konseling secara intensif

Evaluasi terhadap dinamika keluarga dan siklus kekerasan di dalamnya Bila terdapat anak dalam keluarga, harus dievaluasi kemungkinan anak juga menjadi korban baik langsung maupun tak langsung

Bila mungkin lakukan evaluasi psikologik terhadap pelaku dan bila memungkinkan dilanjutkan dengan proses terapi ( kerjasama dengan ahli ) Apabila korban akan kembali ke keluarganya, pastikan siklus kekerasan sudah berakhir. Selanjutnya kehidupan berkeluarga masih dalam proses terapi dan pengawasan ( lembaga khusus )

DAMPAK PSIKOLOGIK : 1. Battered Child Syndrome 2. Gangguan tumbuh kembang anak 3. PTSD pada anak 4. Depresi pada anak 5. Gangguan Cemas 6. Gangguan Perilaku Agresif-Impulsif 7. Gangguan perilaku lainnya ( ggn perilaku sexual, drug abuse, dll )

FAKTOR RISIKO : 1. Relasi antar anggota keluarga diwarnai kekerasan 2. Kepribadian labil/impulsif pada salah satu atau kedua orang tua 3. Perilaku dan kondisi mental anak rentan untuk menjadi korban KDRT ( Hiperaktif, Retardasi Mental, Autisme dll ) 4. Tekanan kehidupan yang berat ( komunitas urban miskin, pengungsi, dll )

PENATALAKSANAAN : 1. Jauhkan anak dari pelaku kekerasan 2. Evaluasi psikologik identifikasi problem mental rujukan ke Ahli 3. Pendampingan oleh konselor anak terlatih 4. Evaluasi keluarga & terapi 5. Anak kembali pada keluarga harus masih dalam pengwasan ( lembaga khusus )

KDRT berdampak problem kejiwaan yang serius terhadap perempuan dan anak sebagai korban. Penatalaksanaan korban KDRT harus melibatkan keluarga dalam proses terapi Harus ada lembaga khusus yang ditugasi untuk melakukan pengawasan dan memfasilitasi proses terapi terhadap keluarga yang SAKIT Sebaiknya ada program penyediaan orang tua pengganti untuk anak korban KDRT yang terpaksa dipisahkan dari keluarganya.

Ny T, 30 th, guru sebuah SMA Swasta di Jakarta. Datang ke Klinik Jiwa RSCM mengeluh sering diserang ketakutan luar biasa, jantung berdebar, sesak nafas, keringat dingin dan perasaan seperti mau pingsan. Dalam wawancara Ny T menceriterakan tentang suaminya yang sangat pencemburu, setiap hari pulang kerja ia selalu dicecar dengan pertanyaan-2 yang menyakitkan seputar hubungannya dengan teman-2 kerja laki-laki. Suami Ny T juga seorang yang sangat emosionil, bila sedang marah ia selalu membanting benda-2 disekitarnya. Perilaku suaminya membuat Ny T selalu berada dalam ketakutan, meskipun selama ini belum pernah suami sampai memukulnya. Ny. T tidak pernah datang berobat lagi karena dilarang oleh suaminya yg merasa cemburu terhadap dokternya. Ny T menghubungi Hot Line Mitra. * Apa tindakan anda untuk menolongnya?

BO seorang anak laki-2 berusia 4 tahun, dibawa ke Klinik Jiwa RSCM karena sejak 2 minggu yl menunjukan perubahan perilaku, yi ; malam hari sering terbangun, menangis berteriak-teriak, selain itu seringmemperlihatkan kegiatan aneh seperti orang yang sedang bermain seks dengan bantal dan guling, dilakukan berulang-ulang. Dari wawancara dan pemeriksaan fisik dan berbagai evaluasi lewat gambar dan permainan, diketahui bahwa BO diperkosa oleh pamannya yang tinggal serumah dan sangat dipercaya untuk mengasuhnya. *Problem kejiwaan apa yg diderita BO? *Apa tindakan anda untuk menolongnya?

Ny S, 29 th, dirujuk ke Klinik Jiwa RSCM oleh sebuah Rumah Aman LSM Perempuan. Ny S dan seorang anaknya berusia 5 th sudah 2 minggu tinggal di Rumah Aman untuk menghindari penganiayaan dari suaminya. Selama tinggal di Rumah Aman Ny S selalu ketakutan, meyakini bahwa suaminya sudah mengetahui tempat tinggalnya, curiga terhadap para pekerja di situ, emosinya sangat labil, sering marah dan memukul anaknya oleh sebab sepele. Anak Ny S juga tampak bermasalah, yaitu mulai mengompol lagi, dan malam hari sering terbangun berteriak ketakutan. * Apa analisis anda tentang kasus ini?

Ny D, 35 th, dibawa ke RS oleh suaminya karena berusaha bunuh diri. Suaminya mengeluh bahwa istrinya telah berulangkali melakukan percobaan bunuh diri. Menurutnya, Ny D hanya ingin cari perhatian saja. Pada wawancara Ny D mengeluh bahwa suaminya sering memaksa untuk melayani anal seks dan perilaku seks lain yang menyakitkan dan menjijikan. Selain itu suaminya juga sangat pencemburu, ia dilarang bergaul dan keluar rumah tanpa ijin. Kondisi ini membuat Ny D merasa hidupnya tak berarti, lebih baik mati saja.