Teguh masih mengintip

dokumen-dokumen yang mirip
Fiction. John! Waktunya untuk bangun!

Yui keluar dari gedung Takamasa Group dengan senyum lebar di wajahnya. Usaha kerasnya ternyata tak sia-sia. Dia diterima berkerja di perusahaan itu

CHAPTER 1. There s nothing left to say but good bye Air Supply

Cinta, bukan satu hal yang patut untuk diperjuangkan. Tapi perjuangan untuk mendapatkan cinta, itulah makna kehidupan. Ya, lalu mengapa...

Anak laki-laki itu segera mengangkat kakinya. Maaf, ujarnya, sementara si anak

Butterfly in the Winter

ketertiban biasakanlah mematuhi tata tertib tata tertib melatih sikap disiplin sejak kecil kita disiplin sudah besar jadi orang berguna

CINTA 2 HATI. Haii...! Tiara terkejut, dan menatap pada pria itu. Pada saat itu, ternyata pria itu juga menatap kearah Tiara. Mereka saling menatap.

Aku menoleh. Disana berdiri seorang pemuda berbadan tinggi yang sedang menenteng kantong belanjaan di tangan kirinya. Wajahnya cukup tampan.

DI BALIK DINDING. Apa ya, yang berada di balik dinding itu?, selalu dan selalu dia bertanya-tanya

Suatu hari, saat liburan semester pertama mereka pergi ke sebuah pantai. Disana mereka menghabiskan waktu hanya bertiga saja. ``Aku mau menuliskan

Sayang berhenti menangis, masuk ke rumah. Tapi...tapi kenapa mama pergi, Pa? Masuk Sayang suatu saat nanti pasti kamu akan tahu kenapa mama harus

SAHABAT PERTAMA. Hari Senin pagi, Lisha masih mandi. Padahal seharusnya ia sudah berangkat sekolah.

My Love Just For You vol1

HANYA KAMU BAB 1 AMANDA

Mungkin mereka tidak akan menemuiku, ujarku dalam hati.

pernah terasa sama lagi setelah kau mengalami hal yang fantastis. Bagiku, pengalaman selama di Vazard adalah hal yang fantastis.

Suzy melangkahkan kaki memasuki lift gedung tempatnya bekerja. Beberapa orang wanita yang tidak ia kenal akrab mengikutinya dari belakang.

2 Our Precious School

Aku sering kali bertanya, Mengapa?

Persahabatan Itu Berharga. Oleh : Harrys Pratama Teguh Sabtu, 24 Juli :36

oooooooo "Park Shinhye!!!!!"

Puzzle-Puzzle Fiksi. Inilah beberapa kisah kehidupan yang diharapkan. menginspirasi pembaca

angkasa. Tidak ada lagi gugusan bintang dan senyuman rembulan. Langit tertutup awan kelam. Dan sesaat kemudian hujan turun dengan deras.

Mengajarkan Budi Pekerti

Belajar Memahami Drama

S a t u DI PAKUAN EXPRESS

Sahabat Terbaik. Semoga lekas sembuh ya, Femii, Aldi memberi salam ramah. Kemarin di kelas sepi nggak ada kamu.

Siang itu terasa sangat terik, kami merasa lelah

"Tapi mimpi itu inspirasi. Aku ragu untuk melangkah tanpa aku tau mimpiku."

Tak Ada Malaikat di Jakarta

UJIAN TENGAH SEMESTER PERANCANGAN FILM KARTUN

Oleh: Windra Yuniarsih

PERANCANGAN FILM KARTUN SINOPSIS DAN NASKAH FILM PENDEK (POLA C.VOLGER) Ujian MID Perancangan film kartun

(Aku Melihatnya & Dia Melihatku)

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

IBU - seorang ibu beranak 1 berumur 30 tahun, berkulit putih, rambut hitam pendek - berjalan menuju sebuah BUKU.


Tentang mereka dan keisengannya

Juli Milik kita. Aku sudah sampai depan RS Margono. siap. menunggu. engga usah kaget, aku bisa. menit aku sampai, tunggu ya mas

Yarica Eryana. Destiny. Penerbit HKS

Seorang gadis sedang berjalan bahagia di

kegiatan sehari hari pelajaran 2

Entahlah, suamiku. Aku juga tidak pernah berbuat jahat dan bahkan selalu rajin beribadah, jawab sang isteri sambil menahan air mata.

Hari masih pagi di saat pertama kalinya Reandra mulai masuk sekolah setelah dua minggu lamanya libur kenaikan kelas. Hari ini adalah hari yang

TUGAS PERANCANGAN FILM KARTUN. Naskah Film Dan Sinopsis. Ber Ibu Seekor KUCING

Rambut sepunggungnya dibiarkan tergerai, hanya disisir sedemikian rupa agar tidak terlihat kusut. Aku berangkat! Gadis itu tiba di kampus tempat ia

Cila Aulia. Altocumulus. Aulia Publishing

Wonderheart ditinggali oleh manusia-manusia yang memiliki kepribadian baik. Tidak hanya itu, hampir semua dari mereka nampak cantik dan

Sore yang indah bergerak memasuki malam. Langit yang bertabur warna keemasan mulai menghitam dengan taburan bintang-bintang. Aku masih duduk di kursi

PAGI itu Tahir dengan terburu-buru menuju

Xen.. aku tutup mata kamu sebentar ya oke? ujar Ican dengan hati-hati menutupi maksudnya. Kalau aku tidak mau bagaimana? jawab Xena santai.

SINOPSIS MENGGAPAI CINTA PANDANGAN PERTAMA

dengan penuh hormat. rumah. mata.

MUARA HATI. Sedikit rasa curiga yang sempat terlihat dari matanya, kini hilang tak bersisa. Terlebih saat

Pergi Tak Kembali. Oleh: Firmansyah

Kehidupan itu terlalu penuh dengan kebahagian bagi orang yang menyadarinya Tommy membaca kalimat terakhir dari sebuah novel yang diterbitkan melalui

Tidak, sayang. Nanti kau sakit, tegas Maya sambil mengusap rambut Amanda yang panjang terurai.

Antara keingin- an dan hasrat serta pengorbanan Ber- bagi

Damar, apakah pada akhirnya mereka ini bisa benar-benar pulang?

Cermin. Luklukul Maknun

Ah sial aku selingkuh!

Perlu waktu bagi anak anak itu untuk menjadi bagian dari kegelapan sebelum pohon pohon terlihat lebih jelas. Sebelum semak semak tinggi terlihat

Seseorang yang sedang di landa kebingungan itu mendadak tak dapat lagi mengungkapkan kata dalam hati ketika menyadari betapa ia sedang merasakan

hijau tuanya, jam tangannya dan topinya. Ia sempat melihat Widya masih sedang membuat sarapan di dapur dekat kamar mandi. Dan pada saat kembali ke

[Fanfic] Sebuah gambar aneh menarik perhatianmu. Gambar itu jelek, tapi memiliki sesuatu yang membuatmu penasaran. Cast : Kalian yang membaca~

Maaf, Ki. Kamu salah paham selama ini. Kiama benar-benar tidak paham kalimat yang diucapkan Rifan. Bagaimana mungkin dia salah paham, jika perhatian

Buah Kejujuran Putri Amanda Karimatullah LL

Buku BI 2 (9 des).indd 1 11/12/ :46:33

Jangan berteriak, bila ingin selamat! Dan ikuti segala apa yang kami perintahkan! Selamat malam Non! ucap satpam.

Biografi Pengarang. Adapun karya-karyanya yaitu:

.satu. yang selalu mengirim surat

Cinta itu bukan tentang diri sendiri tapi tentang dia, yang kau sayangi Cinta itu bukan cinta sebelum kau berani mengungkapkannya

Awal yang Tak Terduga

Ketika mimpi menjadi sebuah bayangan, aku menanyakan "kapan ini akan terwujud?" Mungkin nanti, ketika aku telah siap dalam segalagalanya

BAB I MANUSIA BISA TUMBUH SAYAP

berjalan mengiringi. Pulang kerja, ya? tanya pemuda itu basa-basi. Memang nggak tahu, atau pura-pura nggak tahu, nih? Aku kan masih pakai seragam,

Satu Hari Bersama Ayah

Ya sudah aku mau makan mie saja deh hari ini, kebetulan aku lagi pengen makan mie pakai telur ceplok.

BAB 9 Pekerjaan Pertama

Segera jemput dia di bandara! Dan bawa kemari! Awas, jika dia melarikan diri! Siap, Pak! ~1~ Bandara Soekarno Hatta, am. Pesawat dari Singapura

FAIRA FA. Sakura In The Fall. Diterbitkan secara mandiri. melalui Nulisbuku.com

Part 1 : Aku Menghajar Nenek-Nenek Dengan Cangkul

membentak-bentak mereka apabila mereka tidak melakukan hal-hal yang Riani inginkan. Semua pelampiasan amarahnya kepada semua orang selalu dia tujukan

*Satu Jam Saja* -satu-

Pertama Kali Aku Mengenalnya

Marwan. Ditulis oleh Peter Purwanegara Rabu, 01 Juni :25

It s a long story Part I

Setelah para penyamun pergi, Alibaba memberanikan diri keluar dari tempat

LIBURAN BIMO DI YOGYAKARTA

Loyalitas Tak Terbatas

Kau Tetap Indonesiaku

Soedjono-Tresno Private High School (STPHS) (I)

berada dan segera sadar kalau dia tanpa sengaja tertidur di lantai dua. Semua masih sama pada posisinya, sofa-sofa itu masih ada di sana,

BUKAN KISAH RAMA SINTA. Oleh: Irahayuni

Berlari. Nurlaeli Umar

BAB II RINGKASAN CERITA. sakit dan mengantarkan adik-adiknya ke sekolah. Karena sejak kecil Lina

Bagian 1 : Tak Kan Kubiarkan Kau Merebutnya Dariku!

"ne..cheonmaneyo" jawab Yunho mewakili DBSK sambil sedikit membungkuk.

Transkripsi:

NINGRUM Teguh masih mengintip di balik tembok, bekas gudang penyimpanan mebel itu, kebiasaannya 8 tahun terakhir. Ia lakukan setelah bel terakhir sekolahnya berbunyi, mengayuh sepeda bututnya secepat mungkin, kemudian duduk takzim memerhatikan rumah paling ujung di Kompleks Kakap IV, kompleks perumahan tempat ia mengantar koran pagi. Teguh selalu menunggu seseorang di balik tembok itu, tembok yang diyakini Teguh sebagai tempat paling strategis untuk mengincar seorang gadis 16 tahun, bukan gadis biasa, gadis itu selalu menggunakan masker, tentu saja Teguh sangat penasaran wajah di balik masker itu. Seperti pukul 14.00 hari-hari sebelumnya, seharusnya gadis itu sudah pulang dari sekolah. Ah, apa ia tiba-tiba ikut les, tapi itu tidak mungkin, gadis itu seharusnya les di hari Selasa bukan hari Kamis, pikir Teguh. Tak lama kemudian, sebuah Chevrolet Cruze hitam lewat di depan Teguh dan menghampiri rumah paling ujung di Flying in Love 13

Kompleks Kakap IV, tidak salah lagi pasti gadis itu. Tidak ada bedanya apa yang dilakukan Teguh kemarin atau hari ini, tetap sama, ia hanya tersenyum bahagia melihat Ningrum dari balik persembunyiannya bagaimana ia tahu namanya? Orang jatuh cinta tahu segala tentang pujaan hatinya meski ia tak pernah menyapanya. Sejujurnya ia ingin sekali sekadar bertanya kabarnya, jika pun ia tak sanggup, sungguh dengan berkata hai itu sudah cukup membuatnya tak bisa tidur semalaman. Masih saja memerhatikan gadis itu? tanya seseorang dari balik punggung Teguh. Hampir saja Teguh melompat, sungguh ia terkejut bukan kepalang. Orang itu ikut berdiri di samping Teguh, ikut memerhatikan apa yang sedang Teguh perhatikan. Kau membuat jantungku hampir pindah ke kaki, kata Teguh berlebihan. Gadis itu bernama Nurmala, teman dekatnya di Anak- Anak Langit, panti asuhan tempat tingggalnya. Bertahun-tahun hanya segini kemampuan kau, sindir Nurmala, ia masih ikut membungkuk di samping Teguh. Teguh diam saja, sungguh ia tak akan menghilangkan kesempatan melihat Ningrum keluar dari mobilnya. Aku bisa membuat kau bertemu dengan gadis itu, tapi dengan syarat uang saku kau tiga hari untukku. Kalau hanya bertemu aku juga bisa, ujar Teguh tak peduli dengan kesepakatan yang dibuat Nurmala, gadis tomboi itu. Aku buat sampai kau bisa berkenalan dengannya, Nurmala tetap ngotot dengan penawarannya, jika bukan karena perkumpulan sepeda subuhnya, ia tak mungkin mau bernegosiasi seperti ini. 14 Nanik HI

Aku sudah tahu namanya, kata Teguh lagi, ia semakin tak tertarik. Kau yakin dia juga tahu nama kau? tanya Nurmala pura-pura serius. Setuju. Tak disangka tiba-tiba Teguh menjabat tangan gadis tomboi itu mantap. Aku beri waktu kau 2 hari untuk memikirkan caranya, lanjut Teguh sambil berjalan meninggalkan Nurmala, gadis itu hanya termangu dibuatnya. ooooo Seperti pagi-pagi sebelumnya, Teguh selalu melempar koran-korannya melewati pagar rumah setiap pelanggannya dan saat ia melewati rumah paling ujung di Kompleks Kakap IV, berarti itulah saat baginya untuk memperlambat laju sepedanya, bahkan ia rela untuk berjalan kaki seraya menuntun sepeda butut miliknya demi untuk melihat gadis bermasker itu. Kemarin Teguh malah sengaja berpura-pura menjadi korban tabrak lari, kemudian berteriak histeris minta tolong, padahal sepagi itu tak ada satu orang pun di komlpeks itu yang mengendarai, bahkan hanya untuk mengendarai sepeda roda tiga, selanjutnya tentu saja Teguh justru diseret oleh satpam kompleks. Teguh, ayo cepat! teriak Nurmala, seketika semua orang yang sedang berjejer mengantre sarapan memandanginya, hanya Teguh yang tidak terkejut dengan teriakan gadis itu. Ada apa? Bukannya menjawab, Nurmala malah menarik tangan Teguh keluar dari antrean. Flying in Love 15

Kau ini kenapa? Aku sudah lama mengantre. Teguh hampir saja kembali ke barisan jika Nurmala tak membawanya berlari. Nurmala masih menarik tangan Teguh dalam larinya, napas Teguh terdengar tersengal-sengal, mungkin sudah hampir putus jika saja napas adalah buatan manusia, tapi bagi Nurmala sudah tak ada waktu lagi untuk memerhatikan temannya yang hampir sekarat itu, ia terus berlari menelusuri gang demi gang. T tunggu, kata Teguh sudah tak sanggup berlari. Dasar payah, gadis itu sudah menunggu. Gadis apa? tanya Teguh masih tersengal-sengal. Ningrum, dia sedang berjalan menuju sekolahnya. Ningrum? Lalu kenapa kalau dia berjalan ke sekolah? tanya Teguh masih tidak mengerti kalimat Nurmala. Berjalan? Belum lagi Nurmala sempat mengangguk, Teguh sudah berlari meninggalkannya, bukan berlari menuju Ningrum, ia justru kembali ke Anak-Anak Langit, mengambil sepeda bututnya, beberapa saat kemudian ia telah ngebut melewati Nurmala yang terbengong, lagi. Sungguh Teguh lupa menanyakan bagaimana Nurmala melakukan semua ini. Teguh melihat seorang gadis dengan rambut diikat kuda, meski masih 10 meter jaraknya dengan gadis itu, meski gadis itu berjalan membelakanginya, ia tahu itu pasti Ningrum, kalian pasti tahu bagaimana cara hati membisikkan insting ke telinga kita saat kita sedang jatuh cinta, ya benar, seperti yang sedang terjadi pada Teguh. Sekarang jarak Teguh berjalan dengan gadis itu hanya tiga meter, tapi tetap tak mudah baginya untuk menegur lebih dulu, ia terus berpikir sesekali pikirannya buyar 16 Nanik HI

karena bunyi rantai sepeda yang dituntunnya, juga karena detak jantungnya. Ehem, ini sudah hampir masuk, bagaimana kalau kau ikut denganku? tanya Teguh. Maksudku aku bonceng dengan sepedaku, sambung Teguh, ia berusaha memperbaiki cara bicaranya yang kaku. Ningrum menghentikan langkahnya, kemudian menoleh ke belakang, ia memerhatikan laki-laki di depannya agak lama, Teguh yang dipandangi seperti itu tentu saja jadi salah tingkah. Tidak disangka, Ningrum menghampiri sepeda butut milik Teguh, kemudian duduk di boncengannya. Ah, tentu saja Teguh tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, ia mengayuh sepedanya, kemudian sedikit mengurangi kecepatannya saat ia sadar sekolah Ningrum sudah beberapa meter di depan matanya. Terima kasih, ucap Ningrum di depan gerbang sekolahnya, meski Teguh tak tahu bagaimana bibir itu bergerak bicara padanya, tapi ia tahu Ningrum tersenyum kepadanya. Ah, orang jatuh cinta seperti Teguh, memang selalu membenarkan perasaannya, meski hanya melihat mata Ningrum yang berkerjap-kerjap. Teguh hanya mengangguk sambil terus memandangi gadis bermasker pujaan hatinya. Kau tidak sekolah? tanya Ningrum, sambil memerhatikan seragam sekolah Teguh. Teguh hanya kebingungan, kemudian memutar balik sepedanya, tanpa bicara sepatah kata pun ia mengayuh sepeda bututnya cepat. Kalian pasti tahu, orang jatuh cinta selalu bertindak bodoh. Nurmala yang dari tadi mengekor Teguh hanya tersenyum melihat tingkah laku sahabatnya itu. Flying in Love 17

ooooo Pagi itu Nurmala sudah bangun dari tempat tidurnya. Ia mengerjapkan matanya, memahami apa yang sedang ingin ia lakukan hingga ia menyetel alarm sepagi itu, tak lama setelah itu ia bergerak menuju kamar mandi, mencuci wajahnya. Nurmala masih berjalan terhuyung-huyung saat tiba-tiba ia sudah berdiri di depan kamar laki-laki yang pintunya terbuka, baru saja ia ingin kembali ke kamarnya, wajah lelap Teguh mengganggu pikirannya. Nurmala membuka pintu ruang tamu sepelan mungkin, berjalan berjinjit selambat-lambatnya, ia tak ingin perbuatannya menyelinap di pagi buta kali ini diketahui Bu Asih, kemudian dihukum mengepel seluruh lantai Anak- Anak Langit seperti minggu lalu, saat ia berusaha menemui teman-teman anggota klub sepeda subuhnya. Nurmala mengayuh sepedanya menyusuri tiap gang, melewati lampu-lampu jalan yang masih menyala, menghirup udara subuh yang masih menyegarkan. Ini memang bukan yang pertama baginya. Bersama dengan klub sepeda subuhnya ia pernah menghirup udara dingin lebih pagi dari ini. Nurmala berhenti di depan gapura bertuliskan KOMPLEKS KAKAP IV, berjinjit melihat keadaan di pos satpam, terlihat dua orang satpam yang tengah tertidur pulas dengan papan catur dan dua gelas kopi yang tinggal secelupan jari di depan mereka. Nurmala meletakkan sepedanya di dekat pos satpam itu, kemudian mengendapendap memasuki jalan kompleks, hingga pada akhirnya ia mendapati mobil di depan rumah paling ujung di kompleks itu, rumah Ningrum. Rumah-rumah di kompleks itu 18 Nanik HI

adalah tipe 45/96, dengan taman yang lebih luas daripada halaman parkirnya, hingga mengharuskan pemilik rumah memarkir mobilnya di depan pagar rumah mereka. Tentu saja ini keuntungan bagi Nurmala subuh ini, tak lama baginya untuk menemukan paku di dalam saku celana jeans-nya, hanya dengan meletakkannya berdiri di antara ban depan dan belakang Chevrolet Cruze itu sudah cukup membuat Ningrum jalan kaki hari ini. Nurmala tersenyum memikirkan uang saku tiga hari milik Teguh yang sebentar lagi akan menjadi miliknya. ooooo Kau seperti orang gila, umpat Nurmala. Ia berdiri tepat di belakang Teguh saat mengantre makan malam hari ini. Teguh tak peduli, bahkan menengok ke belakang pun tidak ia lakukan, laki-laki itu seharian ini hanya tersenyum sendiri. Terima kasih ya, Nurmala, kata Teguh sambil merogoh saku celananya, mengambil bayaran Ningrum. Seharusnya kau bilang kalau kau bisa jemput dia pulang sekolah. Aku ke sana, tapi Ningrum sudah terlanjur masuk ke mobil. Nurmala langsung ingat dengan mobil itu. L, lalu, kau sudah bilang siapa nama kau? Teguh menggeleng lemas, ia baru ingat tujuan sebenarnya. Dasar bodoh. Aku memang bodoh, batin Teguh. Flying in Love 19