KEMUNGKINAN PEMANFAATAN SAGU DALAM SEDIAAN KOSMETIKA

dokumen-dokumen yang mirip
13/09/2016 MASALAH PENGGUNAAN POWDERDALAM SEDIAAN KOSMETIK. Kosmetika. Personal care. Dekorativ. Sediaan bedak dan masker muka dan Sediaan lipstik

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

Sediaan perawatan dan pembersih kulit adalah sediaan yang digunakan untuk maksud

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

3 METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Penelitian

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN. Produk kosmetik sangat diperlukan manusia, baik laki-laki maupun

Kode Bahan Nama Bahan Kegunaan Per wadah Per bets

Tabir surya. kulit terhadap sinar matahari sehingga sinar UV tdk dpt memasuki kulit (mencegah gangguan kulit karena radiasi sinar )

BAB 3 PERCOBAAN. 3.3 Hewan Percobaan 3 ekor Kelinci albino galur New Zealand dengan usia ± 3 bulan, bobot minimal 2,5 kg, dan jenis kelamin jantan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Lobak mulai dikenal bangsa China sekitar tahun 500 SM. Lobak sering

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Tabir surya. kulit terhadap sinar matahari sehingga sinar UV tdk dpt memasuki kulit (mencegah gangguan kulit karena radiasi sinar )

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA

BAB I PENDAHULUAN. Minyak canola (Brasicca napus L.) adalahminyak yang berasal dari biji

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. kecil daripada jaringan kulit lainnya. Dengan demikian, sifat barrier stratum korneum

PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : HK TENTANG BAHAN KOSMETIK

BAB 1 PENDAHULUAN. sesuai jenis kulit, warna kulit, iklim, cuaca, waktu penggunaan, umur dan jumlah

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kulit adalah organ tubuh yang merupakan permukaan luar organisme dan membatasi lingkungan dalam tubuh dengan

Bahan Pemutih (Bleaching Agent)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN BAHASAN

Dalam bidang farmasetika, kata larutan sering mengacu pada suatu larutan dengan pembawa air.

BAB I PENDAHULUAN. Latar Belakang. Salah satu dari sekian banyak kosmetik yang sering digunakan oleh

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Desain formulasi tablet. R/ zat Aktif Zat tambahan (eksipien)

KOSMETOLOGI. = Berasal dari bahasa yunani Cosmein = berias

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian. Munculnya kerutan halus pada wajah, timbul spot-spot hitam, merupakan ciri-ciri

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Selama radiasi sinar UV terjadi pembentukan Reactive Oxygen Species

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bagian luar badan (kulit, rambut, kuku, bibir dan organ kelamin bagian luar), gigi

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Lampiran 1. Surat keterangan hasil identifikasi tumbuhan jahe merah

BAB I PENDAHULUAN. Kulit merupakan jaringan pelindung yang lentur dan elastis, yang

merupakan campuran dari beragam senyawa kimia, beberapa terbuat dari sumbersumber alami dan kebanyakan dari bahan sintetis (BPOM RI, 2003).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1 meter, dapat hidup dengan baik di daerah dingin atau dataran tinggi.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium dengan A. PENENTUAN FORMULA LIPSTIK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PRESENTASI TUGAS AKHIR FINAL PROJECT TK Dosen Pembimbing : Ir. Sri Murwanti, M.T. NIP

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Kosmetika berasal dari kata kosmein (Yunani) yang berarti berhias. meningkatkan kecantikan (Wasitaatmadja, 1997).

BAB I PENDAHULUAN. terkena polusi dan zat zat yang terdapat di lingkungan kita. Kulit merupakan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Seiring dengan bertambahnya usia kulit akan mengalami proses penuaan. Penuaan disebabkan oleh berbagai faktor

Sintesis Nanopartikel ZnO dengan Metode Kopresipitasi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. tetap dalam keadaan baik, memperbaiki bau badan tetapi tidak dimaksudkan untuk

I. PENDAHULUAN. pertahanan tubuh terhadap infeksi dan efek radikal bebas. Radikal bebas dapat. bebas dapat dicegah oleh antioksidan (Nova, 2012).

BAB I PENDAHULUAN. xerosis yang akan menyebabkan berkurangnya elastisitas kulit sehingga lapisan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

PENGERTIAN KOSMETIKA. PENGERTIAN : Sediaan/paduan bahan yang siap digunakan pada bagian luar badan

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Ultra Violet/UV (λ nm), sinar tampak (λ nm) dan sinar

FRANSISKUS X DHIAS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. merupakan cermin kesehatan dan kehidupan. Sebagai pelindung utama tubuh dari kerusakan fisika, kimia dan

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN BAHASAN

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : HK TENTANG

Laboratorium Farmasetika

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

FORMULASI SABUN MANDI CAIR DENGAN LENDIR DAUN LIDAH BUAYA (Aloe vera Linn.)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

RONAL SIMANJUNTAK DIFUSI VITAMIN C DARI SEDIAAN GEL DAN KRIM PADA BERBAGAI ph PROGRAM STUDI SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN. Tabel 4.1 Karakterisasi Fisik Vitamin C


GAMBARAN ZAT WARNA RHODAMIN B PADA KOSMETIK PEMERAH BIBIR YANG BEREDAR DIPASAR BERINGHARJO YOGYAKARTA

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

Iklim tropis di Indonesia menjadikan negara kita ini memperoleh sinar. matahari sepanjang tahun. Pengaruh menguntungkan dari sinar matahari adalah

BAB I PENDAHULUAN. Kosmetik memiliki sejarah panjang dalam kehidupan manusia. Berdasarkan hasil penggalian arkeologi, diketahui bahwa kosmetik telah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak jagung dan sirup, sedangkan di

HASIL DAN PEMBAHASAN

terbatas, modifikasi yang sesuai hendaknya dilakukan pada desain formula untuk meningkatkan kelarutannya (Karmarkar et al., 2009).

FORMULASI LOTION EKSTRAK BUAH RASPBERRY(Rubus rosifolius) DENGAN VARIASI KONSENTRASI TRIETANOLAMIN SEBAGAI EMULGATOR SERTA UJI HEDONIK TERHADAP LOTION

C3H5 (COOR)3 + 3 NaOH C3H5(OH)3 + 3 RCOONa

SEDIAAN RIAS WAJAH Dra. Fat Aminah, M.Sc. Apt.

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB 4 HASIL PERCOBAAN DAN PEMBAHASAN

GEL & AEROSOL Perbedaan gel dan jeli Formulasi dan evaluasi Jenis aerosol kosmetik Formulasi Aerosol Contoh-contoh formula

IDA FARIDA SEKOLAH FARMASI INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG PROGRAM STUDI SAINS DAN TEKNOLOGI FARMASI

Cara Membuat Pembersih Kaca Untuk Keperluan Sendiri

FORMULASI SEDIAAN TABIR SURYA EKSTRAK AIR WORTEL (DAUCUS CAROTA L.) DALAM BENTUK SEDIAAN KRIM FANNY KUSUMA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. lingkungan luar, baik berupa sinar matahari, iklim maupun faktor-faktor kimiawi

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Indonesia. Acara Serta Kendala Implementasinya. Cet.1(Jakarta: Kencana 2008). Hal.1.

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Pembuatan Basis Krim VCO (Virgin Coconut Oil) Menggunakan Microwave Oven

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara. 1.Permono. Ajar Membuat detergen bubuk, Penebar swadaya. Jakarta.

Beauty From Nature

Transkripsi:

KEMUNGKINAN PEMANFAATAN SAGU DALAM SEDIAAN KOSMETIKA Dr. Sasanti T. Darijanto, MS Staf Kelompok Keilmuan Farmasetika Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung Seminar Ilmiah dan Lokakarya Nasional 2016 Pusat Penelitian dan pengembangan Perkebunan Bogor, 9 Nopember 2016

Kosmetik

DEFINISI KOSMETIKA KOSMETIKA : adalah bahan atau sediaan yang dimaksudkan untuk digunakan pada bagian luar tubuh manusia (epidermis, rambut, kuku,bibir, dan organ genital bagian luar), atau gigi dan membran mukosa mulut TUJUAN : untuk membersihkan, mewangikan, mengubah penampilan, dan/atau memperbaiki bau badan atau melindungi atau memelihara tubuh pada kondisi baik

TEMPAT BEKERJANYA KOSMETIK DAN BAHAN KIMIA Permukaan kulit i.e., Tabir surya Dalam Stratum corneum (sc) i.e., Humektan Lapisan epidermis i.e., Pemutih Dermis i.e., Anti kerut Permeasi melalui kulit dan distribusi di dalam kulit harus dipisahkan tergantung fungsi kosmetik

EFEK/TOKSISITAS BAHAN KIMIA PADA PEMAKAIAN TOPIKAL BAHAN KIMIA Permeasi kulit dan efek/toksisitas TIPE Permeasi kulit Efek/toksisitas A B C A Tidak terjadi permeasi kulit Tidak perlu dievaluasi efek/toksisitas B Tidak terjadi absorpsi sistemik Distribusi pada kulit tinggi Perlu dilakukan evaluasi efek/toksisitas pada kulit C Terjadi absorpsi sistemik tinggi Distribusi pada kulit tinggi Perlu evaluasi efek/toksisitas sistemik dan efek/toksisitas pada kulit

Herbal nutrikosmetik Bahan aktif alam yang bekerja sinergis untuk mencegah, memperlambat dan mengurangi efek penuaan dini pada kulit. Keuntungan bahan aktif dari tanaman dapat mempromosikan kecantikan, kesehatan kulit yang merupakan bagian tradisi dan legenda Asia 6

DERMIS GEL PATI SAGU JARINGAN KOLAGEN Sebagai pelincir JARINGAN ELASTIN Jaringan penghubung MUKOPOLISAKARIDA Network atau jaringan dasar pada dermis terdiri dari : air, protein dan mukopolisakarida Degradasi network perubahan kulit 7

Produk preventif untuk kulit kering Emolien atau Moisturiser Emolien melembutkan kulit, mencegah kehilangan air Moisturiser menahan fleksibilitas dengan adanya humektan Mekanisme memutuskan siklus pengeringan pada kulit dan memelihara kehalusan kulit meningkatkan kandungan air dan penambahan humektan 8

Kosmetik Personal care Dekorativ 9

SEDIAAN DEKORATIV Sediaan untuk pewarna mata dan pipi 10

Sediaan bedak dan masker muka dan Sediaan lipstik Sediaan untuk pewarna bibir dan bedak 11

PERSONAL CARE 1.Pelembab 2.Pemutih 3.Tabir surya 4.Deodorant 5.Sabun 6.Pembersih 7.Tonik/astringent 8.Shampo 9.Obat jerawat

Mutu produk tergantung dari 1.bahan awal 2.proses produksi 3.pengawasan mutu, bangunan, peralatan dan personalia terkait dengan aspek produksi dan pemeriksaan mutu TEPUNG SAGU SNI 3729 :2008 13

PENGEMBANGAN PATI SAGU SEBAGAI BAHAN BAKU KOSMETIK 1. Tanaman sagu (Metroxylon spp) potensi sebagai bahan baku farmasi 2. Bahan tabir surya sebagai penutup wajah secara fisik untuk menahan pemaparan radiasi sinar matahari 3. Pengganti pati beras sebagai sediaan tabir surya tradisional yang mudah ditumbuhi mikroorganisme, 4. Dapat digunakan zat pembawa sediaan dekorativ pengganti kaolin atau talk dengan ukuran partikel tertentu 5. Dapat digunakan sebagai masker pembersih wajah 6. Sebagai insect repellant

Persyaratan spesifik serbuk untuk kosmetik dekorative

Sebagai fungsi covering Sifat serbuk dipengaruhi oleh ukuran partikel serbuk, (untuk Zn oksida 0,25 u) Sifat serbuk penutup yang baik adalah : 1. Serbuk dikelilingi oleh udara, dibandingkan terhadap serbuk yang dapat menarik lembab 2. Serbuk yang berlemak. : paling lemah efek penutupnya Zn oksida dan logam oksida yang lain mempunyai sifat mendinginkan kulit sebagai konduktivitas panas 16

COVERING POWDER Perhitungan warna untuk Covering Powder Pigmen Indeks refraksi Dalam udara (n = 1.00) TiO 2 Zn oksida Kapur Talk 2.52 2.008 1.658 1.589 Kekuatan relativ covering powder 166 100 55 46 Dalam udara (n = 1.33) 232 100 29 19 Dalam parafin (n = 1.475) 292 100 15 6 Kekuatan relativ covering powder setelah pembasahan pigmen pewarna Pigmen Dengan udara (%) Dengan parafin (%) TiO 2 Zinc oxide Chalk Talc 51 37 20 15 37 21 5 3 17

Karakterisasi transmisi ultra violet dari pada pigmen Panjang gelombang yang ditransmisikan (%) Pigmen 435.8 404.7 365.5 334.2 313.1 302.3 nm Zink oksida TiO 2 Lumpur China Kapur Talk 46 35 63 87 90 40 32 61 86 90 0 18 59 84 90 0 6 57 82 89 0 0.5 55 80 88 0 0 54 79 87 18

Sebagai fungsi absorbans Pada umumnya digunakan : kaolin koloidal : serbuk halus, lembut, berwarna putih, mengandung alumunium hidrosilikat, kemampuan absorbsi baik terhadap lemak dan air. Digunakan sampai 50 %. Penggunaan dalam formulasi bedak bayi, bedak sesudah mandi, deodorant, bedak khusus kaki dan serbuk untuk penyembuhan luka Bahan lain untuk absorbans : bentonit, calsium carbonat, magnesium carbonat, amilum, ultra amilopektin dan asam silikat koloidal. 19

Kemampuan absorpsi minyak Bahan Oracid (busa urea formaldehida) Aerosil Magnesium karbonat Magnesium oksida Kieselguhr Kaolin Talk Tepung beras Zink stearat Absorpsi minyak ml per 1 g bahan 11.11 6.00 5.40 3.30 2.80 2.70 2.50 2.10 0.40 Waktu jenuh (menit) 15 15 15 15 15 15 15 15 15 20

Kemampuan absorpsi air Bahan Oracid (busa urea formaldehida) Aerosil Magnesium karbonat Kieselguhr Magnesium oksida Titanium dioksida Kaolin Talk Zing oksida Tepung beras Zing stearat Absorpsi air ml per 1 g bahan 16.60 8.70 4.03 3.20 2.60 2.30 1.50 1.40 1.10 0.75 0.05 Waktu jenuh (menit) 30 45 28 12 20 30 5 10 18 15-21

Beberapa penelitian mengenai pati sagu

Karakterisasi kimia fisika amilum sago 1. Permukaan partikel 2. Ukuran partikel 3. Sudut istirahat ( sifat aliran ) 4. ph 10 % W/v ( air ) 5. Iritasi kulit 6. Sifat spesific TIS 443-2525 (Thai Industrial Standards Committee, 1982) Pengembangan sediaan Kosmetik Telah dikembangkan beberapa formula sebagai : Bedak wangi utk badan Bedak pendingin Bedak untuk menghindari nyamuk ( serangga) Konsentrasi Sago sekitar 60 % dengan ukuran 150 mikron 2nd ASEAN Sago Symposium 2012, UNIMAS, Kota Samarahan Advances in Sago Research and Development

Hasil penelitian 1. Organoleptik : serbuk halus, berbentuk oval dengan ukuran partikel 25.09 to 30.14 microns 2. Sudut istirahat dalam rentang f37.93-0.12. Dapat mengalir dengan baik 3. ph dalam rentang 6.97 to 7.09. Aman untuk ph kulit 5,5 6,5 4. Sifat spesifik antara lain : covering power, adhesiveness, absorbency, bloom and spreading power, according to TIS 443-2525, kemampuan mengalir berada pada cukup sampai baik 5. Tidak terjadi iritasi kulit 2nd ASEAN Sago Symposium 2012, UNIMAS, Kota Samarahan Advances in Sago Research and Development

Perlakuan pada tepung sago dapat menyebabkan perubahan sifat kemampuan mengembangnya sagu di dalam air dibandingkan dengan beberapa pati tumbuhan yang lain. Pati sagu dipakai sebagai dasar untuk proses hidroksi propilasi dan terbentuknya crosslink yang dapat meningkatkan kemampuan swelling atau mengembangnya pati sagu di dalam air. Dengan demikian viskositasnya meningkat Suitability of sago starch as a base for dual-modification Wattanachant, S., et al. Songklanakarin J. Sci. Technol. Vol. 24 No. 3 Jul.-Sep. 2002

Molekular : Cyclodextrin inklusi stabilitas, kelarutan zat aktif dan peningkat penetrasi Struktur Cyclodextrine Zat aktif yang terjerat 26

Particulat : Microcapsules, matrix particles Microspheres SEM photographs of microcapsules a. PVA microcapsules surface b. PVA cross section SEM photographs of microcapsules c. Gelatin surface d. Gelatin cross section 27

FORMULA SERBUK TABUR persen Talk 80.0 Zn oksida 5.0 Zn stearat 5.0 Amilum beras 10.0 Parfum, warna q.s. persen Talk 30.0 Zn oksida 24.0 Zn stearat 6.0 Kapur halus 40.0 Parfum, warna q.s. Amilum beras diharapkan dapat digantikan dg sagu 28

SERBUK KOMPAK persen Talk 61.25 Natrium lauril sulfat 0.75 Titanium dioksida 7.50 Zn stearat 11.25 Pigmen anorganik 1.00 Minyak mineral 4.50 Spermaceti 3.00 Setil alkohol 1.50 Lanolin 1.00 Gliserin 7.50 Heksaklorofen 0.25 Alkil dimetil bensil NH 4 Cl 50% 0,20 Metil-p-hidroksibensoat 0.09 Propil-p-hidroksibensoat 0.09 Parfum 0.12 persen Kaolin 20.0 Zn oksida 15.0 Kapur halus 25.0 Talk 32.0 Pengikat kompak (sabun) 8.0 Parfum dan warna q.s 29

MAKE-UP BENTUK KRIM bagian Gliserol mono- and distearat (murni) 2.0 PEG 400 monostearat 1.0 Asam stearat 11.5 Setil alkohol 0.5 Isopropil miristat atau palmitat 2.0 Propilen glikol 12.0 Sorbitol sirup 2.5 Pengawet 0.1 Titanium dioksi 2.2 Talk 8.0 Pigmen warna 1.0 Air 57.4 30

Issue Globalization cosmetics 1. Popularization of products amongst the people, relation to historical contexts, influenced by a colonial past Asian : Whitening skin cosmetics Western : anti aging,improve active delivery 31

2. Nano technology improve delivery : regulation, efficacy, efficiency and toxicity, diffusion.grey area : Cosmeceutical ASEAN Cosmetics Documents Agreement on the ASEAN Harmonized Cosmetics Regulatory (2008) : labelling, claim, registration,import/export 32

3. Herbal cosmetics : especially for Asian cosmetics productions herbal biodiversity Stability, composition effect of active agent, standardization 33

34