BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Metode Peelitia Metode peelitia meliputi tempat da waktu peelitia, eis peelitia, racaga peelitia, da prosedur peelitia.. Tempat da Waktu Peelitia a. Tempat Peelitia Peelitia dilaksaaka di SD Negeri Hoggosoco kelas V semester tahu pelaara 04/05. Sedagka ui coba istrume dilaksaaka di SD Negeri Mlati Lor kelas V semester tahu pelaara 04/05. b. Waktu Peelitia Peelitia dilaksaaka selama 6 bula yaitu pada bula Agustus 04 sampai bula Februari 05. Sedagka ui coba istrume aka dilaksaaka pada akhir bula Oktober 04.. Jeis Peelitia Peelitia ii adalah merupaka peelitia eksperimetal semu. Alasa diguaka peelitia eksperimetal semu adalah peeliti tidak mugki megotrol semua variabel yag releva. Seperti yag dikemukaka Budiyoo (003:8), Tuua eksperimetal semu adalah utuk memperoleh iformasi yag merupaka perkiraa bagi iformasi yag dapat diperoleh dega eksperime yag sebearya dalam keadaa yag tidak memugkika utuk megotrol da atau memaipulasi semua variable yag releva. Lagkah dalam peelitia ii adalah dega cara megusahaka timbulya variabel-variabel da selautya dikotrol utuk dilihat pegaruhya terhadap prestasi belaar matematika sebagai variable terikat. Sedagka variabel bebas yag dimaksud yaitu metode pembelaara da kecerdasa itrapersoal siswa. Sebelum memulai perlakua, terlebih dahulu dilakuka ui keseimbaga dega megguaka ui-t. Hal ii bertuua utuk megetahui apakah kelas eksperime da kelas kotrol dalam keadaa seimbag atau tidak. Data yag diguaka utuk megui keseimbaga adalah ilai uia semester satu. 6
Pada akhir eksperime, kedua kelas tersebut diukur dega megguaka alat ukur yag sama yaitu soal-soal tes prestasi belaar matematika. Hasil pegukura tersebut diaalisis da dibadigka dega tabel ui statistik yag diguaka. 3. Racaga Peelitia Racaga yag diguaka dalam peelitia ii adalah racaga faktorial 3. Racaga dalam peelitia ii dapat digambarka sebagai berikut: Tabel 3. Racaga Peelitia A B b b b 3 a ab a ab Keteraga : A = Metode pembelaara a = ab ab ab 3 ab 3 Pembelaara dega megguaka NHT a = Pembelaara dega megguaka ekspositori B = Kecerdasa itrapersoal b = Kecerdasa itrapersoal kategori tiggi b = Kecerdasa itrapersoal kategori sedag b 3 = Kecerdasa itrapersoal kategori redah 4. Prosedur Peelitia Pelaksaaa peelitia aka dilakuka secara bertahap da berkesiambuga. Uruta uruta kegiata yag aka dilakuka adalah : a. Melakuka observasi Observasi SD meliputi observasi obek peelitia, pegaara da fasilitas yag dimiliki. b. Memilih kelas maa yag aka diguaka utuk peelitia da kelas utuk ui coba istume. c. Megambil ilai kemampua awal utuk ui keseimbaga. d. Memberika perlakua berupa pegaara dega megguaka peta kosep da kovesioal pada dua kelas yag telah dipilih. e. Memberika tes prestasi belaar utuk megukur hasil belaar siswa. f. Megolah da megaalisis data peelitia. g. Megui hipotesis da mearik kesimpula. 7
3. Populasi da Sampel Berikut aka diabarka pembahasa megeai populasi da sampel dalam peelitia ii. a. Populasi Meurut Suharsimi Arikuto (00: 5), Populasi adalah keseluruha subyek yag aka diteliti. Populasi dalam peelitia ii adalah semua siswa kelas V SD Negeri Keluraha Hoggosoco Kecamata Jekulo tahu pelaara 04/05. b. Sampel Suharsimi Arikuto (00: 5) megemukaka bahwa, Sampel adalah sebagia atau wakil dari populasi yag aka diteliti. Dalam peelitia, tidak selalu perlu utuk meeliti semua subyek dalam populasi, karea selai membutuhka biaya yag besar uga memerluka waktu yag lama. Utuk itu dega megambil sebagia subyek suatu populasi atau serig disebut dega pegambila sampel diharapka hasil peelitia yag diperoleh, dapat meggambarka populasi yag bersagkuta. Pegambila sampel dilakuka dega cara cluster radom samplig dega cara memadag populasi sebagai kelompok-kelompok. Dari beberapa sekolah aka dipilih sekolah, yag satu sebagai kelas eksperime (SD Negeri Hoggosoco) da yag satu sebagai kelas kotrol (SD Negeri Godagmais). 3.3 Tekik Pegumpula Data Tekik pegumpula data pada peelitia ii meliputi variabel peelitia da metode pegumpula data.. Variabel Peelitia Pada peelitia ii terdapat dua variabel bebas da satu variabel terikat. Variabel variabel tersbut adalah sebagai berikut : a. Variabel Bebas ) Metode Pembelaara (a) Defiisi Operasioal : metode pembelaara adalah cara megaar guru dega megguaka metode NHT pada kelas eksperime, metode kovesioal pada kelas kotrol. (b) Idikator : metode pembelaara dega megguaka metode NHT pada kelas eksperime, metode ekspositori pada kelas kotrol. 8
(c) Skala pegukura : omial dega dua kategori metode NHT da metode kovesioal. ) Kecerdasa Itrapersoal Siswa (a) Defiisi Operasioal Kecerdasa itrapersoal adalah kecerdasa yag berhubuga dega kesadara da pegetahua diri sediri. Kecerdasa ii melibatka kemampua utuk secara akurat da realistis meciptaka gambara megeai diri sediri., yag dituukka dari agket kecerdasa itrapersoal siswa. (b) Idikator : Nilai agket kecerdasa itrapersoal siswa. (c) Skala Pegukura : skala iterval yag diubah dalam skala ordial dalam tiga kategori yaitu tiggi, sedag, da redah. Skala iterval yag diubah ke skala ordial yag terdiri dari tiga kategori yaitu kelompok tiggi dega skor > X + s, kelompok sedag dega X s < skor X + s, sedagka kelompok redah dega skor X s. b. Variabel Terikat ) Prestasi Belaar Siswa a) Defiisi Operasioal Prestasi belaar adalah hasil yag diperoleh siswa sebagai akibat dari aktivitas selama megikuti kegiata belaar megaar matematika. b) Idikator : ilai tes prestasi belaar matematika. c) Skala Pegukura : Iterval. Metode Pegumpula Data Dalam peelitia ii, metode yag diguaka dalam pegambila data adalah sebagai berikut : ) Metode Dokumetasi Meurut Suharsimi Arikuto (00: 34), "..., metode dokumetasi yaitu mecari data megeai hal-hal atau variabel yag berupa catata, traskip, buku, surat kabar, maalah, prasasti, otule rapat, legger, ageda da sebagaiya" 9
Fugsi dari metode dokumetasi pada peelitia ii adalah utuk medapatka ilai Ulaga kelas V semester tahu pelaara 04/05 mata pelaara matematika yag diguaka utuk ui keseimbaga. ) Metode Agket Metode agket merupaka metode pegumpula data yag dilaksaaka dega cara megauka seumlah daftar pertayaa yag harus diawab oleh respode. Metode agket diguaka utuk memperoleh data ilmiah. Data yag diperoleh berupa skor hasil pegisia agket dari respode. Sebelum diguaka utuk megambil data peelitia, istrume tersebut diui terlebih dahulu dega ui validitas da reliabilitas utk megetahui kualitas item agket. Sedagka utuk megui butir istrume diguaka ui kosistesi iteral. a) Aalisis Istrume. Reliabilitas Diguaka utuk megetahui seauh maa pegukura tersebut dapat memberika hasil relatif tidak berbeda bila dilakuka kembali kepada subyek yag sama. Utuk megetahui tigkat reliabilitas diguaka rumus Alpha (diguaka utuk mecari reliabilitas yag skorya buka haya atau 0) yaitu sebagai berikut : dega : si st r = ideks reliabilitas istrume = cacah butir istrume r s i = variasi skor butir ke-i, i =,, 3,..., s t = variasi total (Budiyoo, 003 : 69) Dalam peelitia ii disebut reliabel apabila ideks reliabilitas yag diperoleh telah melebihi 0,70 ( r 0.70). Ui Validitas Isi Berdasarka pada tuua diadakaya tes hasil belaar yaitu utuk megetahui apakah prestasi belaar yag ditampakka secara idividual dapat pula ditampakka pada keseluruha (uiverse) situasi, maka ui validitas yag 0
dilakuka pada metode tes ii adalah ui validitas isi dega lagkah-lagkah seperti yag dikemukaka Crocker da Algia dalam Budiyoo (003:60) sebagai berikut : a. Medefiisika domai kera yag aka diukur (pada tes prestasi dapat berupa seragkai tuua pembelaara atau pokok-pokok bahasa yag diwuudka dalam kisi-kisi), b. Membetuk sebuah pael yag ahli (qualified) dalam domai-domai tersebut, c. Meyediaka keragka terstruktur utuk proses pecocoka butir-butir soal dega domai performas yag terkait. d. Megumpulka data da meyimpulka berdasar data yag diperoleh dari proses pecocoka pada lagkah c). Dalam peelitia ii disebut valid ika pada keragka terstruktur (lembar validasi ) tada ( ) lebih dari 3. b) Aalisis Butir Soal. Kosistesi Iteral Utuk megetahui korelasi mome produk Karl Pearso r xy Keteraga : korelasi butir soal agket diguaka rumus XY X Y X X Y Y r xy = ideks kosistesi iteral utuk butir ke-i = cacah subek yag dikeai tes (istrume) X = skor utuk butir ke-i Y = skor total ( dari subyek ui coba) (Budiyoo, 003: 65) Jika ideks kosistesi iteral utuk butir ke-i kurag dari 0,3 maka butir tersebut harus dibuag. 3) Metode Observasi Pegertia observasi meurut Arikuto (007: 30) adalah suatu tekik yag dilakuka dega cara megadaka pegamata secara teliti serta pecatata secara sistematis. Sedagka meurut Saaya (0: 86) observasi merupaka
tekik megumpulka data dega cara megamati setiap keadia yag sedag berlagsug da mecatatya dega alat observasi tetag hal-hal yag aka diamati atau diteliti. Disampig itu meurut Sudaryoo (03: 38) observasi yaitu melakuka pegamata secara lagsug ke obek peelitia utuk melihat dari dekat kegiata yag dilakuka. Sehigga dapat disimpulka bahwa observasi adalah tekik pegumpula data dega megamati secara lagsug suatu keadia da mecatatya secara sistematis dalam alat observasi. Saaya (0: 9) da Sudaryoo (03: 39) meelaska ada macam observasi yaitu observasi partisipatif da observasi opartisipatif. Observasi partisipatif adalah pegamat ikut serta pada kegiata yag sedag berlagsug. Sedagka observasi opartisipatif adalah pegamat tidak ikut serta pada kegiata yag sedag berlagsug. Arikuto (007: 30) meelaska ada 3 macam observasi yaitu sebagai berikut. a. Observasi pertisipa, yaitu observasi yag dilakuka oleh pegamat, tetapi dalam pada itu pegamat memasuki da megikuti kegiata kelompok yag sedag diamati. Observasi partisipa dilaksaaka sepeuhya ika pegamat betul-betul megikuti kegiata kelompok, buka haya purapura. Dega demikia, ia dapat meghayati da merasaka seperti apa yag dirasaka orag-orag dalam kelompok yag diamati. b. Observasi sistematik, yaitu observasi dimaa faktor-faktor yag diamati sudah didaftar secara sisteatis da sudah diatur meurut kategoriya. Pada observasi sistematik pegamat berada di luar kelompok. Dega demikia, pegamat tidak dibigugka oleh situasi yag meligkugi diriya. c. Obek eksperimetal, yaitu pegamat tidak berpartisipasi dalam kelompok. Dalam hal ii ia dapat megedalika usur-usur petig dalam situasi sedemikia rupa sehigga situasi itu dapat diatur sesuai dega tuua evaluasi. Dari uraia di atas dapat disimpulka bahwa macam-macam observasi adalah observasi partisipatif, observasi opartisipatif, observasi sistematik da obek eksperimetal. Dalam peelitia ii megguaka eis observasi partisapa karea dega observasi partisipa dapat megetahui da merasaka secara lagsug aktivitas belaar siswa da pegelolaa pembelaara guru yag sedag berlagsug di kelas. 4) Metode Tes Metode tes dalam peelitia ii diguaka utuk megumpulka data megeai prestasi belaar siswa. Tes yag diguaka berupa tes obektif berbetuk
piliha gada. Sebelum diguaka utuk megambil data peelitia, istrume tersebut dui terlebih dahulu dega ui validitas da reliabilitas utuk megetahui kualitas item agket. Sedagka utuk megui butir istrume diguaka ui daya pembeda, da tigkat kesukara. a) Aalisis Istrume. Ui Validitas Isi Berdasarka pada tuua diadakaya tes hasil belaar yaitu utuk megetahui apakah prestasi belaar yag ditampakka secara idividual dapat pula ditampakka pada keseluruha (uiverse) situasi, maka ui validitas yag dilakuka pada metode tes ii adalah ui validitas isi dega lagkah-lagkah seperti yag dikemukaka Crocker da Algia dalam Budiyoo (003:60) sebagai berikut : a. Medefiisika domai kera yag aka diukur (pada tes prestasi dapat berupa seragkai tuua pembelaara atau pokok-pokok bahasa yag diwuudka dalam kisi-kisi), b. Membetuk sebuah pael yag ahli (qualified) dalam domaidomai tersebut, c. Meyediaka keragka terstruktur utuk proses pecocoka butirbutir soal dega domai performas yag terkait. d. Megumpulka data da meyimpulka berdasar data yag diperoleh dari proses pecocoka pada lagkah c). Dalam peelitia ii disebut valid ika pada keragka terstruktur (lembar validasi ) tada ( ) lebih dari 3.. Reliabilitas Utuk meghitug reliabilitas diguaka rumus Alpha (diguaka utuk mecari reliabilitas yag skorya buka haya atau 0) yaitu sebagai berikut : dega : si st r = ideks reliabilitas istrume r 3
= cacah butir istrume s i = variasi skor butir ke-i, i =,, 3,..., s t = variasi total Dalam peelitia ii disebut reliabel apabila ideks reliabilitas yag diperoleh telah melebihi 0.70 (r >0.70) b) Aalisis Butir Soal. Daya Pembeda (Budiyoo, 003:69) Suatu butir soal dikataka mempuyai daya pembeda ika kelompok siswa yag padai meawab bear lebih bayak dari kelompok siswa yag kurag padai. Utuk megetahui korelasi mome produk Karl Pearso r xy Keteraga : daya beda suatu butir soal diguaka rumus XY X Y X X Y Y r xy = ideks daya pembeda utuk butir ke-i = cacah subek yag dikeai tes (istrume) X = skor utuk butir ke-i Y = skor total ( dari subyek ui coba) (Budiyoo, 003: 65) Jika ideks daya pembeda utuk butir ke-i kurag dari 0,3 maka butir tersebut harus dibuag. 3.4 Tekik Aalisis Data Data yag diperoleh dalam peelitia ii diperoleh dega cara statistik megguaka aalisis ui t. Utuk megui hipotesis dega ui t ii, sebelumya dilakuka ui prasyarat aalisis yaitu ui ormalitas da ui homogeitas. 4
a. Ui Keseimbaga Ui ii dilakuka pada saat kedua kelompok belum dikeai perlakua bertuua utuk megetahui apakah kedua kelompok tersebut seimbag. Secara statistik, apakah terdapat perbedaa mea yag berarti dari dua sampel yag idepede. Lagkah lagkahya sebagai berikut: a. Hipotesis H 0 : μ μ (kedua kelompok memiliki kemampua awal sama) H : μ μ (kedua kelompok memiliki kemampua awal berbeda) b. Taraf sigifikasi = 0,05 c. Statistik ui yag diguaka : X X t s p Keteraga : ~ t( + -) t = t hitug, t( + -) X X = mea dari sampel kelompok eksperime = mea dari sampel kelompok kotrol = ukura sampel kelompok eksperime = ukura sampel kelompok kotrol s P = variasi : d. Daerah Kritik s p DK = { t t < -t α/ atau t > t α/ } e. Keputusa ui H 0 ditolak ika t DK f. Kesimpula ( ) s ( ) s ) Kedua kelompok memiliki kemampua awal sama ika H 0 diterima. ) Kedua kelompok memiliki kemampua awal berbeda ika H 0 ditolak. (Budiyoo,004: 5) 5
b. Ui Prasyarat Ui prasyarat yag dilakuka adalah megguaka ui ormalitas (metode Lilliefors) da ui homogeitas variasi (ui Chi kuadrat) ) Ui Normalitas Ui ii diguaka utuk megetahui apakah sampel peelitia ii dari populasi distribusi ormal atau tidak. Utuk megui ormalitas ii diguaka metode Lilliefors dega prosedur :. Hipotesis H 0 : sampel berasal dari populasi yag berdistribusi ormal H : sampel tidak berasal dari populasi yag berditribusi ormal. Statistik Ui L = Maks F(z i ) S(z i ) dega : F(z i ) = P(Z Z i ) ; Z ~ N(0,) Z i = skor stadar ; ( Xi X ) Zi s s = variasi S(z i ) = proporsi cacah Z Z i terhadap seluruh cacah Z i X i = skor item 3. Taraf Sigifikasi 0, 05 4. Daerah Kritik (DK) DK = { L L L α ; } 5. Keputusa Ui H 0 ditolak ika L terletak di daerah kritik 6. Kesimpula a) Sampel berasal dari populasi yag berdistribusi ormal ika H 0 diterima b) Sampel tidak berasal dari populasi yag berdistribusi ormal ika H 0 ditolak (Budiyoo, 004:7) 6
) Ui Homogeitas Variasi Ui ii diguaka utuk megetahui apakah populasi peelitia mempuyai variasi yag sama atau tidak. Utuk megui homogeitas ii diguaka metode Bartlett dega statistik ui Chi kuadrat dega prosedur sebagai berikut :. Hipotesis H 0 :... k (variasi populasi homoge) k = ; k : metode pembelaara, k = 3 ; k : kecerdasa itrapersoal H : tidak semua variasi sama (variasi populasi tidak homoge). Statistik Ui yag diguaka : dega : k,03 (f logrkg - c f log s ) ~ ( k ) c 3(k ) f f ; SS RKG ; f SS X X k f N = bayakya populasi k = ; k : metode pembelaara, k = 3 ; k : kecerdasa itrapersoal = deraad kebebasa RKG = N k = cacah semua pegukura f = deraad kebebasa utuk s : =,,,k = cacah pegukura pada sampel ke- 3. Taraf sigifikasi 0. 05 4. Daerah Kritik (DK) DK= 5. Keputusa ui H 0 ditolak ika : k hitug terletak di daerah kritik 7
6. Kesimpula Populasi-populasi homoge ika H 0 diterima Populasi-populasi tidak homoge ika H 0 ditolak c. Peguia Hipotesis (Budiyoo, 004: 76-77) Utuk peguia hipotesis diguaka aalisis variasi dua ala dega sel tak sama, dega model sebagai berikut : dega : X ik ( ) i i X ik = data amata ke-k pada baris ke-i da kolom ke- ik μ i = rerata dari seluruh data (rerata besar, grad mea) = efek baris ke-i pada variabel terikat i = efek baris ke- pada variabel terikat = kombiasi efek baris ke-i da kolom ke- pada variabel terikat = deviasi data amata terhadap rataa populasiya i k ik ormal rataa 0 da variasi μ yag berdistribusi =,; = metode pembelaara Numbered Heads Together (NHT) = metode pembelaara kovesioal =,,3: = kecerdasa itrapersoal tiggi = kecerdasa itrapersoal sedag 3= kecerdasa itrapersoal redah =,,..., i : i : cacah data amata pada setiap sel i i (Budiyoo, 003:8) Prosedur dalam peguia dega megguaka aalisis variasi dua ala dega ala sel tak sama, yaitu : a. Hipotesis H 0A : α i = 0 utuk setiap i =, (tidak ada perbedaa efek atara baris terhadap variabel terikat) 8
H A H 0B H B : palig sedikit ada satu α i yag tidak ol (ada perbedaa efek atara baris terhadap variabel terikat) : β = 0 utuk setiap =,,3 (tidak ada perbedaa efek atar kolom terhadap variabel terikat) : palig sedikit ada satu β yag tidak ol (ada perbedaa efek atar H 0AB : i kolom terhadap variabel terikat) = 0 utuk setiap i =, da =,,3 (tidak ada iteraksi baris da kolom terhadap variabel terikat) H AB : palig sedikit ada satu i yag tidak ol (ada iteraksi baris da b. Komputasi kolom terhadap variabel terikat) (Budiyoo,004:) ) Pada aalisis variasi dua ala dega sel tak sama didefiisika otasiotasi sebagai berikut. i = ukura sel i (sel pada baris ke-i kolom ke-) = cacah data amata pada sel i = frekuasi sel i h = rataa harmoik frekuesi seluruh sel = N i i, = bayakya seluruh data amata i, pq i SS i k X ik k X i ik AB i = umlah kuadrat deviasi data amata pada sel i = rataa pada sel i A i ABi = umlah rataa pada baris ke-i i B ABi = umlah rataa pada baris ke- 9
G ABi = umlah rataa semua sel i, Utuk memudahka perhituga, didefiisika besara-besara (), (), (3), (4), da (5) sebagai berikut: G pq ; SS i ; B 4 ; 5 p i, i, AB i Ai 3 ; q ) Pada aalisis variasi dua ala dega sel tak sama terdapat lima umlah kuadrat, yaitu: JKA = h { (3) () } JKG = () JKB = h { (4) () } JKT = JKA + JKB + JKAB + JKG JKAB = dega: JKA JKB h { () + (5) (3) (4) } = umlah kuadrat baris = umlah kuadrat kolom JKAB = umlah kuadrat iteraksi atara baris da kolom JKG JKT = umlah kuadrat galat = umlah kuadrat total 3) Deraat kebebasa utuk masig-masig umlah kuadrat tersebut adalah dka = p dkb = q dkab = (p ) (q ) dkt = N 4) Rataa kuadrat JKA RKA dka JKB RKB dkb 5) Statistik Ui a) Utuk H 0A adalah dkg = N pq JKAB RKAB dkab JKG RKG dkg RKA F a yag merupaka ilai dari variabel radom RKG yag berdistribusi F dega deraat kebebasa p da N pq. i 30
b) Utuk H 0B adalah RKB F b yag merupaka ilai dari variabel radom RKG yag berdistribusi F dega deraat kebebasa q da N pq. c) Utuk H 0AB adalah RKAB F ab yag merupaka ilai dari variabel RKG radom yag berdistribusi F dega deraat kebebasa (p ) (q ) da N pq. 6) Taraf Sigifikasi = 0,05 7) Daerah Kritik a) Daerah kritik utuk F a adalah DK = { F a F a > F α; p, N pq } b) Daerah kritik utuk F b adalah DK = { F b F b > F α; q, N pq } c) Daerah kritik utuk F ab adalah DK = { F ab F ab > F α; (p )(q ), N pq} 8) Keputusa Ui H 0 ditolak ika F hitug terletak di daerah kritik. 9) Ragkuma Aalisis Sumber JK Dk RK F hit F tabel Baris (A) JKA p RKA F a F tabel Kolom (B) JKB q RKB F b F tabel Iteraksi (AB) JKAB (p ) (q ) RKAB F ab F tabel Galat (G) JKG N pq RKG - - Total JKT N - - - (Budiyoo, 004: 9-33) c. Utuk ui laut pasca aava, diguaka metode schefe utuk aava dua ala. berikut. Lagkah-lagkah dalam megguaka Metode Sceffe adalah sebagai ) Megidetifikasi semua pasaga komparasi rerata. ) Merumuska hipotesis yag bersesuaiadega komparasi tersebut. 3) Meetuka taraf sigifikasi = 0,05. 4) Mecari harga statistik ui F dega rumus sebagai berikut. a) Komparasi rataa atar baris Ui Sceffe utuk komparasi rataa atar baris adalah: 3
F i.. X i. RKG X i... dega: F = ilai F obs pada pembadiga baris ke-i da baris ke- i.. X i. X. = rataa pada baris ke-i = rataa pada baris ke- RKG = rataa kuadrat galat yag diperoleh dari perhituga i. aalisis variasi = ukura sampel baris ke-i. = ukura sampel baris ke- Daerah kritik utuk ui itu ialah: DK = { F F > (p )F α; p, N pq } b) Komparasi rataa atar kolom Ui Sceffe utuk komparasi rataa atar kolom adalah: F.i. X.i X. RKG.i. Daerah kritik utuk ui itu ialah: DK = { F F > (q )F α; q, N pq } Maka dari lambag-lambag pada komparasi gada rataa atar kolom ii mirip dega maka lambag-lambag komparasi gada rataa atar baris haya dega meggati baris meadi kolom. c) Komparasi rataa atar sel pada kolom yag sama Ui Sceffe utuk komparasi rataa atar sel pada kolom yag sama adalah sebagai berikut. dega: F ik X i X RKG i k k 3
F = ilai F obs pada pembadiga rataa pada sel i da rataa i k pada sel k X i X k = rataa pada sel i = rataa pada sel k RKG = rataa kuadrat galat yag diperoleh dari perhituga aalisis i variasi = ukura sel i k = ukura sel k Daerah kritik utuk ui itu ialah: DK = { F F > (pq )F α; pq, N pq } d) Komparasi rataa atar sel pada baris yag sama Ui Sceffe utuk komparasi rataa atar sel pada baris yag sama adalah sebagai berikut. F iik X i X RKG i ik Daerah kritik utuk ui itu ialah: DK = { F F > (pq )F α; pq, N pq }. 5) Meetuka keputusa ui utuk masig komparasi gada. 6) Meetuka kesimpula dari keputusa ui yag sudah ada. ik (Budiyoo, 004:4-) 33