DESKRIPSI MATA KULIAH

dokumen-dokumen yang mirip
DESKRIPSI MATA KULIAH

DESKRIPSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) KONSTRUKSI BAJA I TB201 2 SKS. Penyusun: DRS. NANDAN SUPRIATNA, MPd.

ANALISIS PLASTIS* TC309

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

SILABUS. TC 307 TEKNIK IRIGASI : D3, 2 sks, semester 2

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP)

MEKANIKA REKAYASA III TC301

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

1. Identitas mata kuliah : Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA)

GARIS GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (RENCANA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR)

GARIS GARIS BESAR PROGRAM PENGAJARAN (RENCANA KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR)

BAHAN KULIAH Struktur Beton II (TC305) KATA PENGANTAR

TEKNIK IRIGASI 1 TC 307

1. Identitas mata kuliah : Pengembangan Sumber Daya Air (PSDA)

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) IRIGASI II TC321

: Bagi mahasiswa Prodi D3 TS telah menempuh kuliah Matematika. : Drs. Sukadi, MPd., MT.

STRUKTUR KAYU I SPL 509

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. untuk Jembatan SNI dan Tata Cara Perencanaan Ketahanan

GARIS GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN ( GBPP )

DESKRIPSI MATA KULIAH SILABUS MATA KULIAH

TEKNIK IRIGASI 1 TS206

TEKNIK IRIGASI (Lanjutan)

SILABUS TC328 GAMBAR KERJA BANGUNAN AIR : D-3, 2 sks,

GARIS GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN ( GBPP )

DESKRIPSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH PRAKTIK PLAMBING DAN SANITER TC SKS

Irigasi dan Bangunan Air 1 CE310


GARIS GARIS BESAR PROGRAM PERKULIAHAN ( GBPP )

DESKRIPSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH PENGANTAR ARSITEKTUR TA SKS

ABSTRAK. Oleh : Wahyu Rifai Dosen Pembimbing : Sapto Budi Wasono, ST, MT

RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN (Juknis, Alokasi Waktu, Sekuensi Materi, SAP, Model Evaluasi)

OPTIMASI BERAT STRUKTUR RANGKA BATANG PADA JEMBATAN BAJA TERHADAP VARIASI BENTANG. Heavy Optimation Of Truss At Steel Bridge To Length Variation

Semester : 4 Kelompok Mata Kuliah : MKKP Program Studi/Program : Pendidikan Teknik Sipil

SILABUS. Kajian Pendidikan Teknologi dan Kejuruan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

MODIFIKASIN PERANCANGAN GEDUNG APARTEMEN THE PAKUBUWONO HOUSE DENGAN BALOK PRATEKAN

SILABUS MATA KULIAH STUDIO IV- TR

CATATAN PENERAPAN KURIKULUM 2016 PRODI TEKNIK SIPIL FT UNS. Contoh penyelesaian kasus-kasus yang muncul dalam penerapan Kurikulum 2016

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. 1. Digunakan pelat atap roof tank tebal 150 mm dengan tulangan arah x, tulangan arah y, dan tulangan susut P

BAB III METODOLOGI PENULISAN

yang optimal sehingga dapat menekan biaya konstruksi namun tetap memenuhi persyaratan. Jenis jembatan rangka yang digunakan penulis dalam penelitian i

SILABUS. 3. Mata Kuliah Prasyarat TS 214 Mekanika Tanah 1 TS Mekanika Tanah 2 TS 407 Penyelidikan Tanah

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. dan perhitungan elemen struktur gedung Condotel Sahid Jogja Lifestyle City. sudah mampu menahan gaya geser.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN TEKNOLOGI BAHAN / 2 SKS

KONTROL ULANG PENULANGAN JEMBATAN PRESTRESSED KOMPLANG II NUSUKAN KOTA SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Modifikasi Jembatan Lemah Ireng-1 Ruas Tol Semarang-Bawen dengan Girder Pratekan Menerus Parsial

RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN (Juknis, Alokasi Waktu, Sekuen Materi, Silabus, SAP, Model Evaluasi, Materi Perkuliahan)

DESKRIPSI MATA KULIAH

RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN (Silabus, Rincian Kegiatan dalam 1 semester, SAP)

BAB V KESIMPULAN. Kedoya Jakarta Barat, dapat diambil beberapa kesimpulan: ganda dengan ukuran 50x50x5 untuk batang tarik dan 60x60x6 untuk batang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. bawah, bangunan pelengkap dan pengaman jembatan serta trotoar.

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS RIAU

SILABUS MATA KULIAH SEMINAR ARSITEKTUR/2010 1

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Setelah dilakukan analisis dan perancangan pada Struktur Atas Gedung

BAB 1 PENDAHULUAN. mulailah orang membuat jembatan dengan teknologi beton prategang.

RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH TEKNIK DEMOGRAFI STATISTIKA 352H1203. Dosen Pengampu Lapodje Talangko Anna Islamiyati

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS) ELEMEN MESIN I. Disusun Oleh: Ir. Masruki Kabib, MT

PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG TAHAN GEMPA PADA GEDUNG TAMBAHAN KAMPUS I UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG TUGAS AKHIR

ABSTRAKSI STUDI EVALUASI DESAIN BANGUNAN BAWAH ( PONDASI TIANG PANCANG ) JEMBATAN WANGKAL - PROBOLINGGO

DESAIN JEMBATAN DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL SINGLE TWIN CELLULAR BOX GIRDER PRESTRESS ABSTRAK

DESKRIPSI SILABUS SATUAN ACARA PERKULIAHAN (SAP) MATA KULIAH PERMASALAHAN ARSITEKTUR TA SKS

RANCANGAN KEGIATAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH ANALISIS DATA 201H1203. Dosen Pengampu Anna Islamiyati Nasrah Sirajang

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS) PROGRAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNI UNIVERSITAS RIAU

Disusun Oleh : ZAINUL ARIFIN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Supriyadi (1997) struktur pokok jembatan antara lain seperti

STKIP KUSUMA NEGARA JAKARTA SILABUS PENDIDIKAN SENI RUPA ANAK USIA DINI. Jam 2 x 50. Usia Dini

STUDI PERENCANAAN STRUKTUR JEMBATAN BETON BOX GIRDER PRATEGANG SEGMENTAL DENGAN METODE KESETIMBANGAN BEBAN (LOAD BALANCING)

MENGGAMBAR TEKNIK TB 102

BAB I PENDAHULUAN. I.1 Latar Belakang

DESAIN DAN METODE KONSTRUKSI JEMBATAN BENTANG 60 METER MENGGUNAKAN BETON BERTULANG DENGAN SISTIM PENYOKONG

ANALISA DINAMIS PADA JEMBATAN PCI GIRDER

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

SILABUS MATEMATIKA DISKRIT. Oleh: Tia Purniati, S.Pd., M.Pd.

BAB III METODOLOGI III-1

RENCANA PROGRAM KEGIATAN PEMBELAJARAN SEMESTER (RPKPS)

: Drs. Rahmat Setiadi, MSc.

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

PERENCANAAN JEMBATAN TUKAD WOS DENGAN BALOK PELENGKUNG BETON BERTULANG.

Oleh : As at Pujianto

DAFTAR ISI HALAMAN PENGESAHAN HALAMAN PERNYATAAN KATA PENGANTAR DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN DAFTAR LAMBANG, NOTASI, DAN SINGKATAN

BAB I PENDAHULUAN. meningkatnya jumlah pemakai jalan yang akan menggunakan sarana tersebut.

PROSEDUR PELAKSANAAN PERKULIAHAN SILABUS PERENCANAAN PEMBELAJARAN MUSIK SM502. Drs. Zujadi Ansor, M.Pd. NIP

ANALISIS BANGUNAN ATAS DARI RANGKA BAJA MENJADI BETON PRATEGANG PADA JEMBATAN AWANG DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH

MUHAMMAD SYAHID THONTHOWI NIM.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN. Setelah melakukan analisis dan perancangan pada struktur gedung Apartemen

PROSENTASE DEVIASI BIAYA PADA PERENCANAAN KONSTRUKSI BALOK BETON KONVENSIONAL TERHADAP BALOK BETON PRATEGANG PADA PROYEK TUNJUNGAN PLAZA 5 SURABAYA

PERENCANAAN JEMBATAN KALI TUNTANG DESA PILANGWETAN KABUPATEN GROBOGAN

KAJIAN AWAL PERENCANAAN LENTUR JEMBATAN LALU LINTAS RINGAN MENGGUNAKAN GELAGAR FERRO FOAM CONCRETE

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI PSIKOLOGI. Issue/Revisi : A0 Tanggal : 27 November 2017

KAJIAN EFISIENSI BULB-TEE SHAPE AND HALF SLAB GIRDER DENGAN BLISTER TUNGGAL TERHADAP PC-I GIRDER

SILABUS EVALUASI PEMBELAJARAN BAHASA JERMAN JR 501. Drs. Setiawan, M.Pd Pepen Permana, S.Pd.

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SILABUS, RPP, RPS SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN. Program Studi Informatika FAKULTAS TEKNIK- UNIVERSITAS PGRI SEMARANG

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER

Transkripsi:

DESKRIPSI MATA KULIAH TC 319 STRUKTUR JEMBATAN II (MKP), D3, 2 SKS, SEMESTER V Mata kuliah Struktur Jembatan II (kode TC319) ini merupakan mata kuliah keahlian pilihan (MKKP) yang dapat ditempuh oleh mahasiswa program D3 Teknik Sipil. Materi yang dibahas adalah: Struktur jembatan pratekan meliputi perkembangan teknologi prategang dan tahap-tahap pembebanan, pendekatan prancangan, dan kehilangan pra tegangan. Perhitungan jembatan baja terdiri dari jembatan dinding penuh dan jembatan rangka baja yang dibahas meliputi system pembebanan, penentuan jarak gelagar melintang ekonomis, mendimensi gelagar memanjang, melintang dan gelagar induk. Perhitungan sambungan antar gelagar dan perhitungan pilar jembatan. Teknologi pelakswanaan konstruksi meliputi pekerjaan pengukuran, pekerjaan pondasi, dan pekerjaan Struktur Bangunan Atas Perkuliahan menggunakan strategi pembelajaran tatap muka dan non tatap muka, di mana untuk tatap muka meliputi tiga bagian, yaitu: pendahuluan, inti dan penutup. Sedangkan untuk non tatap muka berupa pemberian tugas (terstruktur dan mandiri) baik kelompok maupun individual. Metode pembelajaran untuk tatap muka dalam bentuk klasikal, sedangkan untuk non tatap muka dalam bentuk problem set (penugasan), responsi, dan asistensi. Media pembelajaran mengunakan buku teks, modul/diktat, LCD untuk power point atau OHP untuk transparency, dan homepage untuk sistem e-learning. Sistem evaluasi pembelajaran meliputi evaluasi formatif dan sumatif. Buku sumber utama : Barker, M.R, A.J 1997 Design of highway Bridges: Based on AASHATO LRFD Bridges Design Spesifikations, John Wiley & Sons, Inc, New York, USA; Supriyadi, B, 1997, Analisis Struktur Jembatan, Biro Penerbit KMTS FT UGM Yogyakarta; Anonim, 1987, Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan jalan raya, Yayasan Badan Penerbit PU, Jakarta; Nawy, E.G 1996, Prestressed Concrete: Pundamental, Prentice Hall, New gersy Australia 1

SILABUS 1. Identitas mata kuliah : Nama Mata Kuliah : Struktur Jembatan II Nomor Kode : TC 319 Jumlah sks : 2 SKS Kelompok MK : MKP Prodi Program Studi/ Program : D3 Teknik Sipil Status mata kuliah : Pilihan Prasyarat : Struktur Jembatan I Dosen : Drs. HM. Djaelani T.,MT./Drs. Sudjani, MPd 2. Tujuan : Setelah mengikuti mata kuliah ini diharapkan mahasiswa memahami tentang perhitungan struktur jembatan pratekan, jembatan baja, dan perhitungan pilar jembatan dan penggambarannya. 3. Deskripsi isi : Materi Struktur jembatan pratekan meliputi perkembangan teknologi prategang dan tahap-tahap pembebanan, pendekatan prancangan, kehilangan pra tegangan. Perhitungan jembatan baja terdiri dari jembatan dinding penuh dan jembatan rangka baja. Materi yang dibahas meliputi system pembebanan, penentuan jarak gelagar melintang, dan harus ekonomi, mendimensi gelagar memanjang, melintang dan gelagar induk, Perhitungan sambungan gelagar dan perhitungan pilar jembatan. Pekerjaan pengukuran, pekerjaan pondasi, pekerjaan Struktur Bangunan Atas 4. Pendekatan pembelajaran : Metode : Tatap muka (klasikal, kelompok, individual), tugas terstruktur dan tugas mandiri Media : Buku Teks, LCD Projector, Over Head Projector Tugas : Parsial dan terstruktur. 5. Evaluasi : 1. Formatif : Diskusi kelas, Kegiatan kelompok, tugas terstruktur, dan kegiatn mandiri 2. Sumatif (test tertulis) : UTS dan UAS 6. Rincian materi perkuliahan tiap pertemuan : - Pertemuan 1 : Perkembangan dan prinsip dasar pra tegang - Pertemuan 2 : Tahap pembebanan - Pertemuan 3 : Pendekatan Perancangan - Pertemuan 4 : Kehilangan Prategangan - Pertemuan 5 : Dasar-Dasar Perhitungan Jembatan Dinding Penuh - Pertemuan 6 : Perhitungan Pembebanan Jembatan dinding penuh - Pertemuan 7 : Perhitungan dimensi gelagar (memanjang, melintang dan kepala) - Pertemuan 8 : UTS - Pertemuan 9 : Penentuan bentang, lebar jembatn dan tinggi batang tegangan - Pertemuan 10 : Penentuan jarak λ ekonomis dan panjang batang - Pertemuan 11 : Perhitungan dimensi gelagar memanjang. - Pertemuan 12 : Perhitungan dimensi gelagar melintang 2

- Pertemuan 13 : Perhitungan sambungan Gelagar memanjang dan melintang - Pertemuan 14 : Perhitungan dimensi gelagar kepala dan penggambaran - Pertemuan 15 : Perhitungan sambungan gelagre melintan dengan gelagar kepala - Pertemuan 16 : UAS 7. Daftar Buku - Buku Utama : Barker, M.R, A.J 1997 Design of highway Bridges: Based on AASHATO LRFD Bridges Design Spesifikations, John Wiley & Sons, Inc, New York, USA; Supriyadi, B, 1997, Analisis Struktur Jembatan, Biro Penerbit KMTS FT UGM Yogyakarta; Anonim, 1987, Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan jalan raya, Yayasan Badan Penerbit PU, Jakarta; Nawy, E.G 1996, Prestressed Concrete: Pundamental, Prentice Hall, New grsy Ausatrail k - Referensi : Bambang Suryoatmono, Beton Prategang Suatu Pendekatan Mendasar. Jakarta, Penerbit Erlangga, 2001. Bowles, E Joseph, Analisa dan Disain Pondasi Jilid I dan II. Jakarta, Erlangga, 1986. Deparemen Pekerjaan Umum, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, Yayasan LPMB, bandung, 1991. Dipohusodo, Istimawan. Struktur Beton Bertulang, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999. D. Johnson, Victor, Essentials Of Bridge Enggineering, Third Edition. New Delhi, 1980. Hadipratomo,Winarni, Ir, Struktur Beton Prategang Teori dan Prinsip Disain. Bandung, Nova,1988. Lin, T.Y, Design Of Presstressed Concrete Strukture. Third Edition, New York, John Willey & Sons, 1982. Muhadi, Ir, Sedikit Gambaran Mengenai Dasar-dasar Metode Weduwen Dalam Menghitung Debit Maksimum. Bandung, Dept. PUTL, Dirjen Pengairan, Dirtektorat Irigasi, 1972. Peraturan Muatan Untuk Jembatan Jalan raya No. 378/KPTS/1987, Dirjen Bina Marga, Dept. PTUL, Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta, 1987. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971, Dept. PTUL, Dirjen Cipta Karya Dirjen Penyelidikan Masalah Bangunan, Bandung, 1978. Penjelasan Peraturan Muatan Untuk Jembatan Jalan Raya No 12/1970. Jakarta, Dirjen Bina Marga, Dept. PTUL, Badan Penerbit Pekerjaan Uum, 1977. Sutami, Ir, Konstruksi Beton Indonesia. Jakarta, Badan Penerbit Pekerjaan Umum, 1987. Supratman Agus dkk, Dasar-dasar Hidrologi Jalan dan Jembatan, IKIP Bandung, 1992. Subarkah, Imam, Hidrologi Untuk Bangunan Air. Bandung, Idea Dharma, 1980. Spesifikasi Bantalan Elastomer, Dept. PTUL, Dirjen Bina Marga, Lembaga Penyelidikan Masalah Tanah dan Jalan. Vis,W. C, Gideon H. Kusuma, Dasar-dasar Perencanaan Beton Bertulang, Universitas Kristen Petra Surabaya,1993. VSL, PT, VSL Indonesia, Jakarta. Wesley, L. D, Mekanika Tanah. Jakarta, Badan Penerbit Pekerjaan Umum,1977. 3

SATUAN ACARA PERKULIAHAN Nama Mata Kuliah : Struktur Jembatan II Kode / SKS : 2 SKS Mata Kuliah Prasyarat : Struktur Jembatan I, Struktur Baja 1 Semester : VI Pokok Bahasan : 1. Perhitungan jembatan beton pratekan 2. Perhitungan jembatan dinding penuh 3. Perhitungan jembatan rangka baja Sub Pokok Bahasan : 1. Perhitungan jembatan beton pratekan 1.1. Perkembangan dan prinsip dasar pra tegang 1.2. Tahap pembebanan 1.3. Pendekatan Perancangan 1.4. Kehilangan Prategangan 2. Perhitungan jembatan dinding penuh 2.1. Dasar-Dasar Perhitungan Jembatan Dinding Penuh 2.2. Perhitungan Pembebanan Jembatan dinding penuh 2.3. Perhitungan dimensi gelagar (memanjang, melintang dan kepala) 3. Perhitungan jembatan rangka baja 3.1. Penentuan bentang, lebar jembatan dan tinggi jemabatan 3.2. Penentuan jarak λ ekonomis dan panjang batang 3.3. Perhitungan dimensi gelagar memanjang. 3.4. Perhitungan dimensi gelagar melintang 3.5. Perhitungan sambungan Gelagar memanjang dan melintang 3.6. Perhitungan dimensi gelagar kepala dan penggambaran 3.7. Perhitungan sambungan gelagar melintang dengan gelagar kepala Waktu/pertemuan : 100 menit Pertemuan Ke : - Pertemuan 1 : Perkembangan dan prinsip dasar pra tegang - Pertemuan 2 : Tahap pembebanan - Pertemuan 3 : Pendekatan Perancangan - Pertemuan 4 : Kehilangan Prategangan - Pertemuan 5 : Dasar-Dasar Perhitungan Jembatan Dinding Penuh - Pertemuan 6 : Perhitungan Pembebanan Jembatan dinding penuh - Pertemuan 7 : Perhitungan dimensi gelagar (memanjang, melintang dan kepala) - Pertemuan 8 : UTS - Pertemuan 9 : Penentuan bentang, lebar jembatan dan tinggi jemabatan - Pertemuan 10 : Penentuan jarak λ ekonomis dan panjang batang - Pertemuan 11 : Perhitungan dimensi gelagar memanjang. - Pertemuan 12 : Perhitungan dimensi gelagar melintang - Pertemuan 13 : Perhitungan sambungan Gelagar memanjang dan melintang - Pertemuan 14 : Perhitungan dimensi gelagar kepala dan penggambaran - Pertemuan 15 : Perhitungan sambungan gelagar melintang dengan gelagar kepala - Pertemuan 16 : UAS Dosen / Asisten : Drs. HM. Djaelani T.,MT./Drs. Sudjani, MPd 4

KOMPETENSI DAN MODEL PEMBELAJARAN A. KOMPETENSI 1. Perhitungan jembatan beton pratekan 2. Perhitungan jembatan dinding penuh 3. Perhitungan jembatan rangka baja B. INDIKATOR - Memahami Tahap pembebanan - Memahami Pendekatan Perancangan - Memahami Kehilangan Prategangan - Memahami Dasar-Dasar Perhitungan Jembatan Dinding Penuh - Memahami Perhitungan Pembebanan Jembatan dinding penuh - Memahami Perhitungan dimensi gelagar (memanjang, melintang dan kepala) - Memahami Penentuan bentang, lebar jembatn dan tinggi batang tegangan - Memahami Penentuan jarak λ ekonomis dan panjang batang - Memahami Perhitungan dimensi gelagar memanjang. - Memahami Perhitungan dimensi gelagar melintang - Memahami Perhitungan sambungan Gelagar memanjang dan melintang - Memahami Perhitungan dimensi gelagar kepala dan penggambaran - Memahami Perhitungan sambungan gelagar melintang dengan gelagar kepala C. MODEL PEMBELAJARAN Tatap muka (klasikal, kelompok, individual), tugas terstruktur dan tugas mandiri D. SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN TAHAP KEGIATAN PERSIAPAN (Tatap muka) KEGIATAN DOSEN KEGIATAN MAHASISWA WAKTU Orientasi dan penggalian ide (prakonsepsi mahasiswa) Memperhatikan penjelasan dan merespon pertanyaan dosen 5 menit PELAKSANAAN (Tatap muka) AKHIR PERTEMUAN (Tatap muka) Menjelaskan Materi Dan contoh soal Memberikan kesempatan Tanya Jawab Memperhatikan penjelasan serta mencatat materi yang perlu, dan merespon pertanyaan dari dosen Mengajukan Pertanyaan yang belum dimengerti 80 menit 15 menit E. MEDIA, ALAT DAN BAHAN PEMBELAJARAN Media : Buku Teks, LCD Projector, Over Head Projector F. EVALUASI 1. Kehadiran 2. Tugas Terstrukur, Tugas perorangan dan Tugas kelompok 3. UTS 4. UAS 5

G. SUMBER PUSTAKA/PEMBELAJARAN - Buku utama : Barker, M.R, A.J 1997 Design of highway Bridges: Based on AASHATO LRFD Bridges Design Spesifikations, John Wiley & Sons, Inc, New York, USA; Supriyadi, B, 1997, Analisis Struktur Jembatan, Biro Penerbit KMTS FT UGM Yogyakarta; Anonim, 1987, Pedoman Perencanaan Pembebanan Jembatan jalan raya, Yayasan Badan Penerbit PU, Jakarta; Nawy, E.G 1996, Prestressed Concrete: Pundamental, Prentice Hall, New grsy Ausatrail k - Referensi : Bambang Suryoatmono, Beton Prategang Suatu Pendekatan Mendasar. Jakarta, Penerbit Erlangga, 2001. Bowles, E Joseph, Analisa dan Disain Pondasi Jilid I dan II. Jakarta, Erlangga, 1986. Deparemen Pekerjaan Umum, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung, Yayasan LPMB, bandung, 1991. Dipohusodo, Istimawan. Struktur Beton Bertulang, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1999. D. Johnson, Victor, Essentials Of Bridge Enggineering, Third Edition. New Delhi, 1980. Hadipratomo,Winarni, Ir, Struktur Beton Prategang Teori dan Prinsip Disain. Bandung, Nova,1988. Lin, T.Y, Design Of Presstressed Concrete Strukture. Third Edition, New York, John Willey & Sons, 1982. Muhadi, Ir, Sedikit Gambaran Mengenai Dasar-dasar Metode Weduwen Dalam Menghitung Debit Maksimum. Bandung, Dept. PUTL, Dirjen Pengairan, Dirtektorat Irigasi, 1972. Peraturan Muatan Untuk Jembatan Jalan raya No. 378/KPTS/1987, Dirjen Bina Marga, Dept. PTUL, Badan Penerbit Pekerjaan Umum, Jakarta, 1987. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971, Dept. PTUL, Dirjen Cipta Karya Dirjen Penyelidikan Masalah Bangunan, Bandung, 1978. Penjelasan Peraturan Muatan Untuk Jembatan Jalan Raya No 12/1970. Jakarta, Dirjen Bina Marga, Dept. PTUL, Badan Penerbit Pekerjaan Uum, 1977. Sutami, Ir, Konstruksi Beton Indonesia. Jakarta, Badan Penerbit Pekerjaan Umum, 1987. Supratman Agus dkk, Dasar-dasar Hidrologi Jalan dan Jembatan, IKIP Bandung, 1992. Subarkah, Imam, Hidrologi Untuk Bangunan Air. Bandung, Idea Dharma, 1980. Spesifikasi Bantalan Elastomer, Dept. PTUL, Dirjen Bina Marga, Lembaga Penyelidikan Masalah Tanah dan Jalan. 6

MODEL EVALUASI A. Syarat Mengikuti Ujian : 1. Kehadiran minimal 80% dari jumlah pertemuan 2. Mengumpulkan tugas terstruktur dan tugas individu serta Tugas Kelompok B. Aspek Penilaian : 1. Kehadiran bobot 10 % 2. Nilai rata-rata tugas bobot 30% 3. UTS bobot 20% 4. UAS bobot 40% C. Format Kisi-kisi Ujian : UTS Indikator bobot No Soal Keterangan Pertemuan 1 : Perkembangan dan prinsip dasar pra tegang Tahap pembebanan 10 10 1; 2 3; 4 Min 45 / D Min 60 / C Min 75 / B Pendekatan Perancangan 10 5; 6 Min 90 / A Kehilangan Prategangan 10 7; 8 Dasar-Dasar Perhitungan Jembatan Dinding 10 9; 10 Penuh Perhitungan Pembebanan Jembatan dinding 10 11; 12 penuh Perhitungan dimensi gelagar (memanjang, melintang dan kepala) 40 13;14 Indikator bobot No Soal Keterangan UAS Penentuan bentang, lebar jembatn dan tinggi batang tegangan 1 Penentuan jarak λ ekonomis dan panjang batang 2 Perhitungan dimensi gelagar memanjang 3 Perhitungan dimensi gelagar melintang 4 Perhitungan sambungan Gelagar memanjang dan melintang 5 Perhitungan dimensi gelagar kepala dan penggambaran 6 Perhitungan sambungan gelagar melintang dengan gelagar kepala 7 Score/nilai: Score/nilai: Min 45 / D Min 60 / C Min 75 / B Min 90 / A D. Contoh Soal UTS dan UAS 7