4. Guru Sebagai Jabatan Profesional

dokumen-dokumen yang mirip
Sasaran dan. Pengembangan Sikap Profesional. Kompetensi Dasar

PEDOMAN PENILAIAN PROFIL KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2015 PUSAT PENGEMBANGAN PPL & PKL STANDAR KOMPETENSI GURU KURIKULUM 2006 (KTSP)

BAB I PENDAHULUAN. Perubahan tersebut menuntut setiap guru untuk terus berupaya melakukan

PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU MELALUI KEGIATAN PPL KEPENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN LESSON STUDY. ( As ari Djohar )

BAB I PENDAHULUAN. I.1.Latar Belakang

SAFRINANDA HARAHAP* DAN ELVI MAILANI**

KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TK

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan dilakukan berdasarkan rancangan yang terencana dan terarah

PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN KONSEP KLASIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LUMUT DENGAN STRATEGI STAD

BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan kerangka dan tujuan organisasi.masalah kompetensi itu menjadi penting,

JENIS-JENIS KOMPETENSI GURU TK

Sasaran dan. Pengembangan Sikap Profesional. Kompetensi Dasar

I. PENDAHULUAN. Untuk mencapai itu semua maka kebijaksanaan pemerintah merupakan tombak utama dalam

2 2. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Le

ANALISIS KORELASI MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU Oleh Dionisius Sihombing dan Mayor Sihombing

Kode Etik Guru Indonesia

Permendiknas No.16 Tahun 2007 Standar Kualifikasi Akademik Dan Kopetensi Guru

SERTIFIKASI GURU MERUPAKAN PERLINDUNGAN PROFESI. Sugeng Muslimin Dosen Pend. Ekonomi FKIP Unswagati ABSTRAK

ANALISIS KOMPETENSI GURU MATEMATIKA BERDASARKAN PERSEPSI SISWA (THE MATH TEACHER COMPETENCY ANALYSIS BASED PERCEPTIONS OF STUDENTS)

Standard Guru Penjas Nasional (Rumusan BSNP)

KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR. Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008

SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU

BAB IV STANDAR KOMPETENSI GURU. Setelah membaca materi ini mahasiswa diharapkan memahami standar

KOMPETENSI GURU DAN PERANAN KEPALA SEKOLAH. Inom Nasution 1 ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru yang

PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU

2 Menetapkan : Negara Republik Indonesia Nomor 4496) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas P

II. KAJIAN PUSTAKA. harus memiliki kemampuan profesional dalam bidang pembelajaran. Dengan

MATA KULIAH PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU. Dr. Ali Mustadi, M. Pd NIP

STANDAR KOMPETENSI GURU (Permendiknas No. 16 Tahun 2007)

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 152 TAHUN 2014 TENTANG STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI PAMONG BELAJAR

BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia kompetensi berarti kewenangan. kuantitatif. Johnson (dalam Usman 2006: 14) menyatakan bahwa

BAB II KAJIAN PUSTAKA

STANDAR KOMPETENSI GURU KELAS SD/MI

menyatakan bahawa Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi,

BAB I PENDAHULUAN. dengan eksistensi pendidikan. Jika pendidikan memiliki kualitas tinggi, maka

BAB I PENDAHULUAN. diharapkan kompetensi setiap individu akan berkembang sesuai dengan jenjang

STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI INSTRUKTUR

kompetensi profesional, dan kompetensi sosial.

PROSEDUR DAN MEKANISME SERTIFIKASI GURU

A. LATAR BELAKANG PENELITIAN

b. Mengedit Mekanik / Teknis Penulisan Setelah melakukan pengeditan isi, pengorganisasian, dan gaya penulisannya, langkah berikutnya adalah melakukan

M. Hamid Anwar, M. Phil.

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007, guru harus memiliki

PROSEDUR SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Oleh BABANG ROBANDI UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA JANUARI 2010

BAB II KAJIAN PUSTAKA

Arif Rahman ( ) Eny Andarningsih ( ) Nurul Hasanah ( ) Rahardhika Adhi Negara ( )

No. KOMPETENSI INTI GURU KOMPETENSI GURU TK/ PAUD Kompetensi Pedagodik

BAB I PENDAHULUAN. mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia. dan Undang-undang Dasar Tahun Upaya tersebut harus selalu

BAB 1 PENDAHULUAN. kontekstual dan relevan. Peran baru guru ini harus ditemukan karena

BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. kependidikan kompetensi merupakan pengetahuan, sikap-perilaku dan

MANFAAT HASIL PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SEBAGAI KESIAPAN GURU PRODUKTIF

makanan dan penggunaan zat-zat gizi (Almatsier, 2004). Faktorfaktor yang dapat mempengaruhi status gizi adalah penyakit yang

BAB I PENDAHULUAN. mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Hampir

BAB I PENDAHULUAN. dan evaluasi yang perlu dilakukan untuk menentukan tingkat pencapaian

KOMPETENSI PENDIDIK (GURU PAUD, GURU PENDAMPING, GURU PENDAMPING MUDA) 1 KOMPETENSI GURU PAUD

BAB I PENDAHULUAN. kelas, tapi seorang guru juga harus mampu membimbing, mengembangkan

2 Pendapat tersebut sejalan dengan pendapat Degeng (Uno, 2010: 3) Pembelajaran adalah upaya untuk membelajarkan siswa. Secara implisit dapat dipahami

BAB II LANDASAN TEORI. 1. Tinjauan Sikap Mahasiswa Tentang Kompetensi Dosen Dalam

BAB I PENDAHULUAN. ketakwaan, kecerdasan, dan keterampilan. Untuk dapat menghasilkan produk

PENGEMBANGAN PROFESI GURU SD/MI. Udin S. Sa ud, Ph.D

ARAH PEMIKIRAN FILOSOFI, DAN URGENSI KARYA TULIS ILMIAH DALAM UPAYA MENINGKATKAN. (Sutaryat Trisnamansyah, Prof., Dr.,M.A.)

C. Tujuan. D. Profil Lulusan

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana digariskan dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik. RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas).

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan yang berkualitas mampu melahirkan sumber daya. manusia unggul yang dapat menjadi aktor penting di balik semua

Laporan Umpan Balik PBM AKADEMI KESEHATAN JOHN PAUL II PEKANBARU

BAB I PENDAHULUAN. norma-norma yang berlaku. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana secara etis,

PROFESIONALISME GURU DITINJAU DARI KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN DI SMA NEGERI 1 SRAGEN. Untuk Memenuhi Sebagaian Persyaratan

BAB II KAJIAN TEORITIS

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian peranan menurut Soejono Soekanto (2002;234) adalah sebagai berikut:

PEDOMAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH INDONESIA DI LUAR NEGERI (SILN) SECARA ONLINE

BAB l PENDAHULUAN. kinerja guru. Dengan adanya setifikasi guru, kinerja guru menjadi lebih baik

Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior

KEGIATAN BELAJAR 1 KOMPETENSI GURU

BAB I PENDAHULUAN. Guru Sekolah Dasar merupakan ujung tombak keberhasilan dalam. membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas, nampaknya harus

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan merupakan bagian yang paling penting dalam membentuk

BAB I PENDAHULUAN. yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh manusia tersebut maka

SIKAP DAN PANDANGAN GURU MATEMATIKA TERHADAP EFEKTIVITAS PENINGKATAN KOMPETENSINYA MELALUI PENDIDIKAN LATIHAN PROFESI GUR U (PLPG)

SIKAP SOSIAL DAN KINERJA GURU YANG GAGAL MENEMPUH PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PROFESI GURU (Study Kasus di Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga)

PENGEMBANGAN MODEL PPL UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL MAHASISWA. Choirul Huda, Djoko Adi Susilo ABSTRAK

BAB I PENDAHULUA N. pernah tuntas dimanapun, termasuk di Negara yang sudah maju sekalipun.

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Penelitian Yuniyarti, 2014 Pengaruh Pengelolaan Kelas terhadap Prestasi Belajar Siswa

Drs. Rudi Susilana, M.Si Jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan - FIP - UPI KONSEP DASAR PEMBELAJARAN

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 2009 TENTANG STANDAR PEMBIMBING PADA KURSUS DAN PELATIHAN

MOTIVASI MAHASISWA ANGKATAN JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MALANG TERHADAP PROFESI GURU PKN

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG

TUJUAN PENDIDIKAN. Adapun dalam pembahasan ini, ada beberapa hal yang perlu kita ulas sebagaimana Prof. Ahmad Tafsir uraikan, berikut pembahasannya:

BAB I PENDAHULUAN. Dunia pendidikan semakin banyak menghadapi masalah yang perlu. mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak baik pemerintah,

Transkripsi:

4. Guru Sebagai Jabatan Profesional Para ahli pendidikan pada umumnya memasukkan jabatan guru sebagai pekerjaan professional, yaitu pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan untuk itu dan bukan pekerjaan yang dilakukan oleh mereka yang karena idak dapat memperoleh pekerjaan lain. Sebagaimana telah dikemukakan terdahulu berdasarkan persyaratan umum seperi disebut di atas, jabatan guru memenuhi criteria yang dikemukakan,oleh karena itu jabatan guru digolongkan kepada jabatan professional.dimana kekhususan jabatan guru dari jabatan professional lainnya, dapat disimak dari kompetensi keguruan itu. Isilah kompetensi merupakan isilah yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan yang dimiliki seseorang. Menurut Purwadarminta dalam KBBI (1990), kompetensi adalah kewenangan (kekuasaan) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. Kompetensi yang ada dalam Bahasa Inggris adalah Competency atau competence merupakan kata benda, menurut William D.Powell dalam aplikasi linguist Version 1.0 (1997) diarikan : 1. Kecakapan, kemampuan,kompetnsi. 2. Wewenang. Kata sifat darri competence adalah competent yang berari cakap, mampu,dan tangkas.jadi kompetensi guru dapat berarai suatu kewenangan guru dalam menentukan atau memutuskan suatu permasalahan yang ada dalam suatu lingkup pembelajaran atau juga dapat diarikan sebagai kemampuan guru dalam menguasai pekerjaan keguruan yang bersifat operasional dan manajerial. Dengan kompetensi keguruan dimaksudkan sebagai penguasaan kecakapan atau kealian yang dituntut selaras dengan bidang kerja keguruan. Dengan kecakapan dan keahlian itu,guru mempunyai wewenang dalam melakukan pelayanan keguruannya. Dalam bentuk nyata guru yang berkompetensi mampu pekerjaan dalam bidang pendidikan, secara efekif dan eisien. Kompetensi keguruan menunjukan kualitas serta kuanitas layanan pendidikan yang dilakukan oleh guru secara terstandar.

Jauh sebelum ada kebijakan nasional, Guru sebagai jabatan dituntut memiliki iga kompetensi: Kompetensi personal, Kompetensi sosial, dan Kompetensi profesional. Kompetensi personal, yaitu kecakapan pribadi dalam mengadakan komunikasi antar personal, yang bersifat psikologis terhadap siswa-siswa dan teman sejawatnya. Dengan kompetensi ini, dari seorang guru dituntut keutuhan dan integritas pribadi, dimana di dalam komunikasinya dengan pribadipribadi lainnya, idak terombang ambing dibawa arus,tetapi tetap mantapdengan sikap yang tegas yang tegas yang sudah dibentuk dengan didasari nilai-nilai luhur yang diyakininya. Kompetensi sosial, yaitu kemampuan berkomunikasi sosial baik dengan siswa,dengan sesama teman guru, kepala sekolah, maupun dengan masyarakat luas : kemampuan memberikan layanan sebaik -baiknya, berari ia dapat mengutamakan nilai kemanusiaan dari pada nilai kebendaan (material). Juga te masuk dalam kemampuan untuk diri dengan lingkungan sekitar pada waktu membawakan tugasnya sebagai guru. Dan kemampuan profesional, yaitu kemampuan (a) melaksanakan tugas,dan (b) mengenai batas-batas kemampuannya, serta kesiapan dan kemampuan menemukan sumber yang dapat membantu mengatasi keterbatasan pelaksanaan tugas tersebut. Pada gilirannya kemampuan melaksanaka tugas itu dapat dirinci menjadi penguasaan terhadap bahan ajar serta sistem penyampaianya, disamping pemahaman mengenai rasional dari pelaksanaan tugas tersebut. Dengan perkataan lain disamping mampu melaksanakan tugasnya dengan baik, guru yang profesional juga memahami alasan- alasan serta memperkirakan dampak jangka panjang indakan yang diambilnya dalam rangka pelaksanaan tugasnya. Tanpa kesadaran penuh mengenai kemengapaan pelaksanaan tugas akan mensejajarkan pekerjan guru sebagai pekerjaan tukan yang dalam melaksanakan tugasnya sebatas mengikui petunjuk pelaksanaan yang telah disiapkan pihak lain. Dikaitkan dengan kebijakan nasional, Pemerintah Republik Indonesia telah merumuskan empat jenis kompetensi guru yang profesional. Keempat kompetensi tersebut telah dicantumkan dalam peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 tentang standar Pendidikan Nasional, dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (terlampir), yakni kompetensi pedagogic, kepribadian, profesional, dan sosial. Dengan adanya peraturan

pemerintahtersebut diharapkan guru di Indonesia dapat menjalankan tugas dan kewajibannya secarara profesional. Kompetensi pedagogic adalah kemampuan mengelola pembelajarn peserta didik yang melipui pemahaman terhadap peserta didik, perancanan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi pedagogik ini dijabarkan atas sejumlah kemampuan yang melipui : a. Pemahaman Wawasan ataun Landasan Kependidikan b. Pemahaman tentang Peserta Didik c. Pengembangan Kurikulum /Silabus d. perancangan Pembelajaran e. Pelaksanaan Pembelajaran yang mendidik dan dialogis f. Evaluasi hasil belajar g. Pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi-kompetensi kepribadian diariakan sebagai kemampuan kepribadian yang mantap,stabil,dewasa,arif,dan beribawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Kompetensi ini mengandung sejumlah kemampuan yang melipui ( BNSP,2006 ): a. Berakhlak mulia b. Mantap, stabi,dan dewasa c. Arif dan bijaksana d. Menjadi teladan e. Mengevaluasi kinerja sendiri f. Mengebangakan diri, dan

g. religious Kompetensi profesional diarikan sebagai kemampuan penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standar nasional pendidikan. Kompetensi ini dijabarkan dalam sejumlah kemampuan yang melipui : a. Penguasaan konsep, struktur,dan metode keilmuan /teknologi/seni yang menaungi/ koheran dengan materi ajar b. Penguasaan materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah, c. Penguasaan hubungan konsep antara mata pelajaran terkait d. Penerapan konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari, dan e. Kemampuan secara profesional dalam konteks global dengan tetap melestariakan nilai dan budaya nasional. Kompetesi sosial adalah kemampuan pendidik sebagai bagian dari masyarakat untuk berkomunkasi dan bergaul secara efekif dengan peserta didik, sesamapendidik, tenaga kependidikan, orang tua / wali peserta didik, dan masyarakat sekitar. Kompetensi ini di jabarkan atas kemampuan (BNSP,2006 ): a. Berkomunikasi lisan tulisan b. Menggunakan teknologi komunikasi dan organisasi secara fungsional c. Bergaul secara efekif deangan peserta didik,sesame pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan d. Bergaul secara santun dengan masyarakat sekitar. Berdasarkan pemaparan sebelumnya dapat disimak bahwa profesional adalah kata sifat yang berarai orang yang menyandang/ memegang profesi ( jabatan )tertentu atau pernyataan tentang kerja atau performance seseorang dalam melakukan pekerjaan atau

Please download full document at www.docfoc.com Thanks