SAFRINANDA HARAHAP* DAN ELVI MAILANI**
|
|
|
- Susanti Tan
- 9 tahun lalu
- Tontonan:
Transkripsi
1 PENGEMBANGAN KEYAKINAN MAHASISWA TERHADAP DISIPLIN ILMU KEPENDIDIKAN SEBAGAI PANDUAN MELAHIRKAN CALON CALON TENAGA PENDIDIK YANG BERKARAKTER,KOMPETEN DAN PROFESIONAL SAFRINANDA HARAHAP* DAN ELVI MAILANI** *Mahasiswa Pendidikan Teknik bangunan Eks 2011 **Dosen MKDK Mata Kuliah Profesi Kependidikan [email protected] ABSTRAK Permasalahan yang sering timbul adalah : a). apakah disiplin ilmu yang dipilih sesuai dengan yang dicita-citakan, b).apakah yang harus dilakukan ketika seseorang menjalani disiplin ilmu kependidikan sedangkan dalam pikirannya ia ingin menjadi seorang kontraktor bukan seorang guru. c). bagaimana meyakinkan seseorang bahwa yang dijalaninya itu sudah baik untuk melahirkan tenaga pendidik yang berkarakter, kompeten, dan professional. Hasil penelitian yang dilakukan dengan wawancara langsung mendapatkan bahwa mahasiswa yang memiliki kainginan untuk menjadi seorang guru yang professional sebesar 40 % ini menempati peringkat pertama, dengan kondisi ini penulis lebih meyakikkan lagi kepada responden yang ingin menjadi guru yang berkarakter,kompeten dan professional dengan memberikan informasi 4 kompetensi guru dan 8 keterampilan mengajar yang harus dimiliki oleh calon-calon guru agar siap untuk terjun menkadi guru yang berkerakter,kompeten dan professional. Kata Kunci : Ilmu Kependidikan, Guru, Berkarakter, Kompeten, Profesioanal PENDAHULUAN Pendidikan merupakan sebuah program. Program melibatkan sejumlah komponen yang bekerja sama dalam sebuah proses untuk mencapai tujuan yang diprogramkan. Sebagai sebuah program, pendidikan merupakan aktivitas sadar dan sengaja yang diarahkan untuk mencapai tujuan ( Purwanto : 2008 ). pengembangan dibidang pendidikan didasarkan atas falsafah Negara pancasila dan diarahkan untuk membentuk manusia manusia pembangunan yang ber-pancasila dan untuk membentuk manusia Indonesia yang sehat jasmani dan rohaninya memiliki penegetahuan dan keterampilan, dapat mengembangkan kreatifitas dan tanggung jawab, dapat menyuburkan sikap demokrasi dan penuh tenggang rasa, dapat mengembangkan kecerdasan yang tinggi dan disertai budi pekerti yang luhur, mencintai bangsanya dan mencintai sesama manusia sesuai ketentuan termaktub dalam UUD 1945 ( Arikonto : 2012) Upaya meningkatkan kualitas dan esiensi penyelenggaraan pendidikan terus berpacu dengan perkembangan zaman. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, professional, dan memiliki kemampuan kompetitif yang tinggi. Untuk itu diperlukan upaya-upaya peningkatan kualitas SDM, utamanya upaya pembaharuan pada aspek kemampuan. Aspek-aspek kemampuan yang dapat diperbarui adalah keterampilan, keahlian, dan kemauan yang kuat dari bangsa Indonesia. Di pihak lain, untuk meningkatkan nilai tambah SDM tersebut dapat dilakukan lewat upaya peningkatan keterampilan dan keahlian bagi mereka yang sudah bekerja agar tetap selaras 103
2 dengan perkembangan teknologi dan perubahan pasar (Depdikbud, 1997). Setiap orang pasti memiliki citacita dari masa kecilnya, ada yang bercita cita menjadi seorang dokter, polisi, tentara, pilot, arsitek dan juga menjadi seorang guru, untuk mencapai cita- cita tersebut haruslah menjalani proses pendidikan mulai dari TK,SD,SMP,SMU/SMK hingga melanjut keperguruan tinggi sesuai dengan apa yang dicita-citakan. Isu yang diangkat dalam artikel ini adalah adanya kekhawatiran disiplin ilmu yang dijalani sekarang tidak sesuai dengan cita-cita yang ingin dicapai. Maka penulis akan memberikan pandangan pandangan juga apa saja yang harus dilakukan agar mencapai kesuksesan yang diiginkan bisa saja dengan cita-cita dari kecil atau kehidupan terbaik yang dipesembahkan oleh tuhan YME. KAJIAN PUSTAKA Meningkatnya taraf dan mutu kehidupan menyebabkan meningkatnya kebutuhan hidup, yang peda gilirannya menungkatkan usaha untuk menciptakan ragam dan mutu pekerjaan untuk memenuhi kebutuha itu. Pekerjaan yang dulu dapat dikerjakan secara sederhana, mungkin sekarang harus dikerjakan dengan penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang lebih meningkat, bahkan ada yang melibatkan pikiran, emosi, dan perhatian yang lebih mendalam. Dari sedemikian banyaknya jenis pekerjaan ada ahli mencoba menyederhanakan kedalam golongan pekerjaan. Ada yang membuat penggolongan kepemilikannya yaitu (1) pekerja kasar ( manual laborer ), (2) petani atau buruh tani (farmer atau farmlaborer) (3). Pekarja jasa ( service) (4). Manejer ( Managerial) (5). Profesional. Penggolongan tersebut menunjukkan adanya tingkatan dan kesejajaran pekerjaan, mulai dari golongan paling sederhana sampai kegolongan pekerjaan yang paling tinggi. Gologan pekerjaan yang paling tinggi adalah pekerjaan yang berkualifikasi professional dan golongan yang paling rendah adalah pekerja kasar atau unskilled laborer. Guru sebagai tenaga pendidik adalah insane atau personal yang sebenarnya ( idealnya) sejak kecil sudah memiliki cita-cita untuk melayani orang lain. Cita-citanya untuk melayani orang lain diwujudkannya dengan mengikuti proses pendidikan dan latihan dilembaga pendidikan tenaga pendidikan dalam waktu yang relatif lama ( hingga tingkat perguruan tinggi ) shingga ia memiliki sejumlah ilmu pengetahuan, keahlian, kererampilan, kecakapan, kemampuan yang siap diabdikan untuk melayani warga pendidikan. Oleh karena itu dalam bahasa lain disebutkan bahwa guru adalah tenaga pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi para peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formalpendididkan dasar,dan pendidikan menengah ( Perber Mendiknas & Ka BKN 2010 ) Guru sebagau tenaga pendidik adalah insan - insan pendidikan yang telah berhasil mengikuti proses pendidikan dan latihan hingga perguruan tinggi dan dengan suara nyaring berkata kepada khalayak saya adalah tenaga pendidik yag professional Istilah kompetensi merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan kemampuan yang dimiliki seseorang. Menurut purwadaerminta dalam kamus umum bahasa Indonesia. Kompetensi 104
3 adalah kewenangan ( kekuasaan ) untuk menentukan atau memutuskan sesuatu hal. Kompetensi yang ada dalam dalam bahasa inggris adalah competency atau competence merupakan kata benda, menurut William D. powell dalam aplikasi linguist version 1.0 (1997) diartiakan : (1). Kecakapan,kemampuan, kompetensi (2). Wewenang. Kata sifat dari competence adalah competent yang berarti cakap, mampu, dan tangkas. Jadi kompetensi guru dapat berarti Sesuatu kewenangan guru dalam menentukan atau memutuskan suatu permasalahan yang ada dalam suatu lingkup pembelajaran atau juga dapat diartikan sebagai kemampuan guru dalam menguasai pekerjaan keguruan yang bersifat operasional dan manajerial. Dengan kompetensi keguruan yang dimaksud sebagai penguasa kecakapan kerja atau keahlian yang dituntut selaras dengan bidang kerja keguruan. Dengan kecakapan dan kehlian itu, guru mempunyai wewenang dalam melakukan pelayanan keguruannya. Dalam bentuk nyata guru yang berkompetensi mampu bekarja dalam bidang pendidikan secara efektif dan efesien. METODE PENELITIAN Penelitian akan memberikan wawasan baru pada ranah penelitian yang berkenaan dengan nilai nilai kompetensi guru dan keterampilan mengajar. Arah penelitian akan menguraikan nilai nilai kompetensi guru dan meningkatkan keterampilan mengajar, sehinggal diperoleh konsep konsep yang dapat melahirkan calon calon guru yang berkarakter, kompeten dan professional. Penalitian dilakukan pada mahasiswa pendidikan teknik bangunan ekstensi 2011, penelitian dilakuakan dengan cara wawancara langsung dengan mahasiswa mengenai ketertarikan nya mengeluti disiplin ilmu kepandidikan, ingin memperoleh pekerjaan apa, dan apakah siap untuk menjadi seorang guru sekarang ini. Responden dalam penelitian ini adalah jumlah mahasiswa pendidikan teknik bangunan ekstensi 2011, dengan menggunakan metode wawancara tidak tersetruktur. PEMBAHASAN Berdasarkan hasil wawancara langsung oleh responden maka data yang didapatkan yaitu 36 % ingin menjadi karyawan bid.konsultan / kontraktor, 20% ingin menjadi guru dibarengi dengan kontraktor, 40% Ingin menjadi guru profesional, dan 4% menyatakan tidak tahu. Berdasarkan data diatas minat untuk menjadi seorang guru yang professional berada di peringkat pertama, walaupun masih banyak juga yang menyatakan ingin menjadi karyawan di perusahaan konsultan / kontraktor. Dalam hal ini penulis ingin memberikan semangat kepada yang memilih ingin menjadi guru yang profesional untuk tetap konsisten pada pilihannya dan memberikan informasi bagaimana menjadi seorang guru yang berkarakter, kompeten, dan professional. Dalam hal ini untuk menjadi seorang guru yang berkarakter,kompeten, dan professional maka harus memiliki 4 kompetensi guru yaitu (1). Kompetensi Pedagogik (2). Kompetensi kepribadian (3). Kompetensi sosial (4). Kompetensi professional (1). Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan 105
4 pelaksanaan pembelajaran,evaluasi hasil belajar, dan pengembanga peserta didik untuk mengaktualisasikan sebagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi pedagogik ini dijabarkan atas sejumlah kemampuan yang meliputi: a. pemahaman wawasan atau landasan kependidikan b. Pemahaman tentang peserta didik c. Pengembangan kurikulum / silabus d. Perencanaan pembelajaran e. Pelaksanaan pembelajaran yang mendidik dan dialogis f. Evaluasi hasil belajar g. Perkembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya (2). Kompetensi kepribadian diartikan sebagai kemampuan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Kompetensi ini meliputi : a. Berakhlak mulia b. Mantap,stabil, dan dewasa c. Arif dan bijaksana d. Menjadi teladan e. Mengevaluasi kinerja sendiri f. Mengambangkan diri, dan g. Religius (3). Kompetensi social terkait dengan kemampuan guru sebagai makhluk social dalam berhubungan dengan orang lain, yang diharapkan mampu bekerja sama, mempunyi kesantunan berprilaku mampu berkomunikasi dan mempunyai empati terhadap orang lain. Dengan demikian kompetensi social merupakan kemmpuan guru untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Secara efektif denga peserta didik, sesame tenaga pendidikkan orangtua / wali peserta didik masyarakat sekitar dan lingkungan hidup. Kompetensi ini meliputi : a. Berkomunikasi lisan dan tulisan b. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peseta didik, sesama pendidik dan tenaga kependidikan serta orangtua / wali peserta didik c. Mampu berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan masyarakat dan lingkungan hidup disekitarnya d. Mampu memhami dan mengembangkan jaringan kerja tingkat local,regional, dan nasional untuk menikngkatkan kompetensi. (4). Kompetensi professional diartiakan sebagai kemampuan penguasaan materi pembelajaran ecara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peseta didik memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan dalam standart nasional Indonesia. Kompetensi ini meliputi : a. Peguasaan konsep, struktur, dan metode keilmuan/ teknilogi/seni yang menaugi dengan materi ajar b. Penguasaan materi ajar yang ada dalam kurikulum sekolah c. Penguasaan hubungan konsep antar mata pelajaran terkait d. Penerapan konsep keilmuan dalam kehidupan sehari hari e. Kemampuan secara professional dalam konteks global dengan tetap melestarikan nilai dan budaya nasional Istilah guru sering juga dikatakan sebagai pahlawan tanpa anda jasa, guru memiliki pekerjan yang sangat mulia dapat mencerdaskan anak-anak bangsa untuk menjadi pemimpin pemimpin dimasa 106
5 depan, selama masih bernafas guru tetaplah seorang guru dan dan tidak penah menjadi mantan guru. Untuk dapat menjadi guru yang berkarakter, kompeten dan professional maka ada delapan keterampilan mengajar yang dapat menyalurkan ilmu pengetahuan dengan mudah, adapun delapan keterampilan mengajar itu adalah (1) keterampilan Bertanya (2). Keterampilan Memberi penguatan (3). Keterampilan Mengadakan Variasi (4). Keterampilan menjelaskan (5). Keteramilan Membuka dan Menutup pelajaran (6). Keterampilan membinbing diskusi kelompok kecil (7). Keterampilan Mengelola Kelas (8). Keterampilan Mengajar Kelompok kecil dan Perorangan profesi guru merupakan profesi yang luar biasa tidak hanya menghasilkan materi (uang) tetapi juga menjadikan ladang amal ibadah ketika menyampaikan ilmu yang bermafaat bagi peseta didik, seperti yang diketahui ada tiga amal yang selalu mengalir pahalanya walaupun sudah meninggal dunia yaitu (1) Sedekah jariah (2). Doa anak yan sholeh (3). Ilmu yang bermanfaat. PENUTUP Kesimpulan Guru adalah orang yang omongan dan perilakunya dapat ditiru, guru merupakan profesi yang mulia tidak hanya dapat mengjasilkan materi untuk didunia tetapi juga menjadikan ladang amal ibadah untuk menuju kehidupan di kampung akhirat. Untuk menjadi seorang guru yang berkarakter, kompeten, dan professional harus menguasi 4 kompetensi guru dan 8 keterampilan mengajar. 4 kompetensi guru yaitu (1). Kompetensi Pedagogik (2). Kompetensi kepribadian (3). Kompetensi sosial (4). Kompetensi professional dan 8 keterampilan mengajar yaitu (1) keterampilan Bertanya (2). Keterampilan Memberi penguatan (3). Keterampilan Mengadakan Variasi (4). Keterampilan menjelaskan (5). Keteramilan Membuka dan Menutup pelajaran (6). Keterampilan membinbing diskusi kelompok kecil (7). Keterampilan Mengelola Kelas (8). Keterampilan Mengajar Kelompok kecil dan Perorangan ingatlah saudara saudaraku guru merupakan pekerjaan yang luar bisa dapat membawa kebaikan di dunia dan diakhirat, maka yakinkanlah kepada diri masing-masing yang sedang menjalani program perkuliahan kepandidikan tetaplah semangat, asah terus kemampuan 4 kompetensi guru dan 8 keterampilan mengajar agar siap untuk terjun menjadi seorang guru yang berkarakter,kompeten dan professional. RUJUKAN Purwanto Evaluasi Hasil Belajar. Surakarta : Pustaka Pelajar. Arikunto,Suharsimi Dasar dasar Evaluasi Pendidikan edisi 2. Jakarta : Bumi Aksara Wau, Yasaratodo Profesi Kependidikan Edisi Revisi. Medan : Unimed Press Unimed, Staf UPPL Pembelajaran Microteaching. Medan : Unimed Press 107
4. Guru Sebagai Jabatan Profesional
4. Guru Sebagai Jabatan Profesional Para ahli pendidikan pada umumnya memasukkan jabatan guru sebagai pekerjaan professional, yaitu pekerjaan yang hanya dapat dilakukan oleh mereka yang khusus dipersiapkan
BAB I PENDAHULUAN. I.1.Latar Belakang
I.1.Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Tujuan Pendidikan Nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya, yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan
ANALISIS KORELASI MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU Oleh Dionisius Sihombing dan Mayor Sihombing
ANALISIS KORELASI MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA GURU Oleh Dionisius Sihombing dan Mayor Sihombing Abstract Pendidikan merupakan salah satu bentuk investasi utama peningkatan kualitas Sumber daya manusia
Sasaran dan. Pengembangan Sikap Profesional. Kompetensi Dasar
Sasaran dan Pengembangan Sikap Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu memahami Sasaran dan Pengembangan Sikap Indikator: Pengertian Sikap Guru Pengertian Kinerja Guru Sasaran Sikap Guru Pengembangan Sikap Kinerja
BAB II KAJIAN TEORI. yang siap akan tugas dan tanggung jawabnya. Mahasiswa dibina dengan
BAB II KAJIAN TEORI A. Deskripsi Teori 1. Tinjauan Tentang Kesiapan Menjadi Guru Salah satu tugas pokok Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) adalah menyiapkan mahasiswa calon guru untuk menjadi
BAB I PENDAHULUAN. baik secara langsung atau tidak langsung dipersiapkan untuk menopang dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas setiap individu, baik secara langsung atau tidak langsung dipersiapkan untuk menopang dan mengikuti laju
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
6 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Definisi Pengawas Pengawas sekolah merupakan bagian dari pendidikan yang bertugas untuk membantu kinerja guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TK
KOMPETENSI PROFESIONAL GURU TK Oleh : Rita Mariyana, M.Pd UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA 2010 APA ITU KOMPETENSI? Istilah kompetensi (competence) dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kecakapan atau
BAB I PENDAHULUAN. bersaing secara terbuka di era global sehingga dapat meningkatkan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Perubahan dan perkembangan dalam berbagai aspek kehidupan perlu direspon oleh kinerja pendidikan yang professional dan bermutu tinggi. Mutu pendidikan sangat
BAB I PENDAHULUAN. mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia. dan Undang-undang Dasar Tahun Upaya tersebut harus selalu
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan di bidang pendidikan merupakan upaya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan meningkatkan kualitas manusia Indonesia dalam mewujudkan masyarakat
MOTIVASI MAHASISWA ANGKATAN JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MALANG TERHADAP PROFESI GURU PKN
MOTIVASI MAHASISWA ANGKATAN 2008-2011 JURUSAN HUKUM DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI MALANG TERHADAP PROFESI GURU PKN Dedi Handriyanto Dra. Arbaiyah Prantiasih, M.Si Yuni Astuti,
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan tumpuan harapan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia serta merupakan sebuah proses pengembangan potensi anak bangsa. Melalui pendidikan
PETUNJUK PENYELENGGARAAN POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN
PETUNJUK PENYELENGGARAAN POLA DAN MEKANISME PEMBINAAN KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN UNIVERSITAS PADJADJARAN (HASIL AMANDEMEN MUSYAWARAH MAHASISWA VIII KELUARGA MAHASISWA FAKULTAS
SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2015 PUSAT PENGEMBANGAN PPL & PKL STANDAR KOMPETENSI GURU KURIKULUM 2006 (KTSP)
SERI MATERI PEMBEKALAN PENGAJARAN MIKRO 2015 PUSAT PENGEMBANGAN PPL & PKL STANDAR KOMPETENSI GURU KURIKULUM 2006 (KTSP) UU No. 14/2005 (UUGD) Kompetensi adalah seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
A. Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN Bangsa Indonesia sedang dihadapkan pada fenomena yang sangat dramatis, yakni rendahnya daya saing dalam dunia pendidikan karena belum mampu menghasilkan sumber
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMP NEGERI 3 UNGARAN Disusun Oleh Nama : Nila Puspitasari NIM : 3201409007 Prodi : Pendidikan Geografi JURUSAN GEOGRAFI FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI
BAB 1 PENAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
A. Latar Belakang Masalah BAB 1 PENAHULUAN Pendidikan pada saat ini sudah menjadi hal yang wajib di dapatkan oleh setiap anak di Indonesia, pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan untuk setiap anak
BAB I PENDAHULUAN. Perubahan tersebut menuntut setiap guru untuk terus berupaya melakukan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dunia pendidikan mengalami perubahan yang sangat cepat yang memberikan dampak sangat signifikan terhadap kehidupan masyarakat. Perubahan tersebut menuntut
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN KONSEP KLASIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LUMUT DENGAN STRATEGI STAD
PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN KONSEP KLASIFIKASI DAN KEANEKARAGAMAN TUMBUHAN LUMUT DENGAN STRATEGI STAD (Student Team Achievement Division) PADA SISWA KELAS VII SMP MUHAMMADIYAH 8 SURAKARTA TAHUN AJARAN
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 SMP NEGERI 3 UNGARAN. Disusun Oleh Dyah Ayu Kusuma W
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 SMP NEGERI 3 UNGARAN Disusun Oleh Dyah Ayu Kusuma W 2601409102 PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA JAWA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012 i LEMBAR
PEDOMAN PENILAIAN PROFIL KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR
MAKALAH PEDOMAN PENILAIAN PROFIL KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR OLEH: MUHAMMAD NURSA BAN FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 13-17 OKTOBER, 2011 Makalah disampaikan dalam Bimbingan Teknis
MANFAAT HASIL PROGRAM PENGALAMAN LAPANGAN (PPL) SEBAGAI KESIAPAN GURU PRODUKTIF
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Salah satu upaya peningkatan sumber daya manusia, yakni masalah pendidikan, sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 tahun 2003
Sasaran dan. Pengembangan Sikap Profesional. Kompetensi Dasar
Sasaran dan Pengembangan Sikap Kompetensi Dasar Mahasiswa mampu memahami Sasaran dan Pengembangan Sikap Indikator: Pengertian Sikap Guru Pengertian Kinerja Guru Sasaran Sikap Guru Pengembangan Sikap Kinerja
BAB I PENDAHULUAN. mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Hampir
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Pendidikan adalah investasi sumber daya manusia jangka panjang yang mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Hampir semua negara
I. PENDAHULUAN. Untuk mencapai itu semua maka kebijaksanaan pemerintah merupakan tombak utama dalam
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sarana meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan yang memadai akan membuat manusia mempunyai kesempatan memperbaiki kehidupannya.
BAB I PENDAHULUAN. dalam menjalankan kerangka dan tujuan organisasi.masalah kompetensi itu menjadi penting,
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Masalah Kompetensi atau competency adalah kemampuan untuk melaksanakan suatu tugas/pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai dengan
KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR. Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008
KOMPETENSI GURU SEKOLAH DASAR Oleh: Anik Ghufron FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2008 RASIONAL 1. Jabatan guru sebagai jabatan yang berkaitan dengan pengembangan SDM 2. Era informasi
A. LATAR BELAKANG PENELITIAN
BAB I PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG PENELITIAN Kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh pelbagai faktor, dan salah satu yang paling menentukan ialah pendidikan. Kualitas pendidikan sangat berpengaruh terhadap
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori 1. Guru Profesional a. Pengertian Guru Definisi guru menurut Undang-Undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1 ayat (1) bahwa Guru adalah pendidik profesional
BAB I PENDAHULUAN. manusia -manusia pembangunan yang ber-pancasila serta untuk membentuk
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah segala usaha orang dewasa dalam pergaulannya dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan (Ngalim Purwanto,
BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN. kependidikan kompetensi merupakan pengetahuan, sikap-perilaku dan
BAB II KAJIAN TEORI DAN KERANGKA PEMIKIRAN 2.1 Kajian Teori 2.1.1 Kompetensi Guru Istilah kompetensi merupakan istilah turunan dari bahasa inggris competence yang berarti kecakapan, kemampuan dan wewenang.
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan selalu diarahkan untuk pengembengkan nilai-nilai
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan selalu diarahkan untuk pengembengkan nilai-nilai kehidupan manusia. Di dalam pengembangan nilai Ini, tersirat pengertian manfaat yang ingin dicapai
I. PENDAHULUAN. seharusnya dicapai melalui proses pendidikan dan latihan. mendidik, melatih dan mengembangkan kemampuan peserta didik guna
I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang utama bagi setiap bangsa, bahkan dapat dikatakan bahwa kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari kemajuan pendidikan serta
BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana digariskan dalam Pasal 3 Undang-Undang Republik. RI No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas).
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan merupakan hal pokok yang dapat menunjang kecerdasan serta keterampilan anak dalam mengembangkan kemampuannya. Pendidikan merupakan sarana yang paling tepat
KOMPETENSI GURU DAN PERANAN KEPALA SEKOLAH. Inom Nasution 1 ABSTRAK
KOMPETENSI GURU DAN PERANAN KEPALA SEKOLAH Inom Nasution 1 ABSTRAK Dalam upaya meningkatan mutu pendidikan, kompetensi guru merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Kompetensi guru tersebut meliputi
BAB I PENDAHULUAN. Dunia pendidikan semakin banyak menghadapi masalah yang perlu. mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak baik pemerintah,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Dunia pendidikan semakin banyak menghadapi masalah yang perlu mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak baik pemerintah, masyarakat, maupun orang tua
BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007, guru harus memiliki
BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Berdasarkan Permendiknas No. 16 Tahun 2007, guru harus memiliki empat kompetensi yaitu pertama kompetensi paedagogik yaitu menguasai karakteristik peserta didik
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU
PENGEMBANGAN PROFESIONALISME GURU OLEH : WAWAN PURNAMA, DRS, MSI (ASESSOR SERTIFIKASI GURU DALAM JABATAN) Kompetensi dan Profesionalisme Guru Menurut kamus besar bahasa Indonesia (WJS.Purwadarminta) kompetensi
BAB I PENDAHULUAN. dengan eksistensi pendidikan. Jika pendidikan memiliki kualitas tinggi, maka
BAB I PENDAHULUAN A. Konteks Penelitian Perkembangan dan kemajuan suatu bangsa salah satunya ditentukan dengan eksistensi pendidikan. Jika pendidikan memiliki kualitas tinggi, maka akan memberikan output
JENIS-JENIS KOMPETENSI GURU TK
JENIS-JENIS KOMPETENSI GURU TK NO KOMPETENSI SUB KOMPETENSI INDIKATOR 1. Kompetensi a. Memahami wawasan dan landasan 1) Mengetahui wawasan kependidikan TK Pedagogik kependidikan. 2) Mengetahui landasan
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan dilakukan berdasarkan rancangan yang terencana dan terarah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan dilakukan berdasarkan rancangan yang terencana dan terarah berdasarkan kurikulum yang disusun oleh lembaga pendidikan. Menurut undang-undang sistem pendidikan
PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU MELALUI KEGIATAN PPL KEPENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN LESSON STUDY. ( As ari Djohar )
PEMBINAAN PROFESIONALISME GURU MELALUI KEGIATAN PPL KEPENDIDIKAN DENGAN PENDEKATAN LESSON STUDY. ( As ari Djohar ) 1. Permasalahan Guru Permasalahan yang dihadapi guru pada umumnya : a. Tingkat kesejahteraan
SERTIFIKASI GURU MERUPAKAN PERLINDUNGAN PROFESI. Sugeng Muslimin Dosen Pend. Ekonomi FKIP Unswagati ABSTRAK
SERTIFIKASI GURU MERUPAKAN PERLINDUNGAN PROFESI Sugeng Muslimin 1 1. Dosen Pend. Ekonomi FKIP Unswagati ABSTRAK Profesi guru adalah profesi yang terhormat, tidak semua orang dapat menjadi guru. Untuk menjadi
ANALISIS KOMPETENSI GURU MATEMATIKA BERDASARKAN PERSEPSI SISWA (THE MATH TEACHER COMPETENCY ANALYSIS BASED PERCEPTIONS OF STUDENTS)
ANALISIS KOMPETENSI GURU MATEMATIKA BERDASARKAN PERSEPSI SISWA (THE MATH TEACHER COMPETENCY ANALYSIS BASED PERCEPTIONS OF STUDENTS) Khoirotul Ummah ([email protected]) Aunillah Lambang Kurniawan Program
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Salah satu faktor yang sangat strategis dan substansial dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) suatu bangsa adalah pendidikan. Pada saat
Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior
Jurnal Riset Pendidikan ISSN: 2460-1470 Profil Keterampilan Mengajar Mahasiswa Calon Guru Melalui Kegiatan Induksi Guru Senior STKIP Al Hikmah Surabaya e-mail: [email protected] Abstrak Guru
Standard Guru Penjas Nasional (Rumusan BSNP)
Standar Guru Penjas Standard Guru Penjas Nasional (Rumusan BSNP) 1. Kompetensi Pedagogik 2. Kompetensi Kepribadian 3. Kompetensi Sosial 4. Kompetensi Profesional Kompetensi Pedagogik Menguasai karakteristik
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Guru sebagai teladan bagi peserta didik harus memiliki sikap dan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Guru sebagai teladan bagi peserta didik harus memiliki sikap dan kepribadian utuh yang dapat dijadikan tokoh panutan dan idola dalam seluruh segi kehidupannya.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Pelaksanaan pendidikan di Indonesia belum bisa dikatakan berhasil. Hal ini dikarenakan masih banyaknya lembaga pendidikan yang tenaga pengajarnya masih belum
II. TINJAUAN PUSTAKA. diharapkan. Pelaksanaan berasal dari kata laksana yang berarti bautan, sifat, dan
1 II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Pelaksanaan Untuk mewujudkan suatu tujuan atau target, maka haruslah ada pelaksanaan yang merupakan proses kegiatan yang berkesinambungan sehingga tercapai tujuan
BAB II KAJIAN PUSTAKA
BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1 Kompetensi Guru Guru memiliki peran penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Pendapat Slameto (2012) bahwa kualitas pendidikan, terutama ditentukan oleh proses belajar mengajar
BAB l PENDAHULUAN. kinerja guru. Dengan adanya setifikasi guru, kinerja guru menjadi lebih baik
BAB l PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Sertifikasi guru banyak dibicarakan oleh masyarakat Indonesia saat ini, banyak yang menulis tentang bagaimana pengaruh sertifikasi guru terhadap kinerja guru.
BAB I PENDAHULUAN. Sebagai Negara yang berkembang dengan jumlah penduduk besar, wilayah
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Sebagai Negara yang berkembang dengan jumlah penduduk besar, wilayah yang luas dan komplek, Indonesia harus bisa menentukan prioritas atau pilihan pembangunan
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan merupakan hal penting dalam komunikasi sosial. Manusia sebagai
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Sejak sejarah manusia lahir mewarnai rutinitas kegiatan dunia ini, pendidikan merupakan hal penting dalam komunikasi sosial. Manusia sebagai khalifah yang menjadi pemimpin
BAB I PENDAHULUAN. yang berkaitan dengan eksistensi guru itu sendiri. meningkatkan pendidikan nasional ternyata masih banyak yang harus di
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pada ranah dunia pendidikan, keberadaan peran dan fungsi guru merupakan salah satu faktor yang sangat signifikan. Guru merupakan bagian terpenting dalam proses
PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN Jalan Dr. Radjiman No. 6 Tlp fax Bandung 40171
PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN Jalan Dr. Radjiman No. 6 Tlp. 022-426481112 fax. 022-4264881 Bandung 40171 PEMILIHAN GURU BERPRESTASI PROVINSI JAWA BARAT TAHUN 2006 Materi : Wawasan Pendidikan
BAB II LANDASAN TEORI. 1. Tinjauan Sikap Mahasiswa Tentang Kompetensi Dosen Dalam
BAB II LANDASAN TEORI A. Tinjauan Pustaka 1. Tinjauan Sikap Mahasiswa Tentang Kompetensi Dosen Dalam Mengajar a. Pengertian Sikap Sikap atau pandangan adalah proses yang digunakan individu mengelola dan
PERAN PENDIDIK DALAM SISTEM PENDIDIKAN
PERAN PENDIDIK DALAM SISTEM PENDIDIKAN Fahmawati Isnita Rahma dan Ma arif Jamuin Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, Jl. Ahmad Yani, Tromol Pos I, Pabelan Kartasura, Surakarta 57102
BAB I PENDAHULUAN. pengembangan aktivitas dalam bidang-bidang pendidikan. Pembangunan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pembangunan Nasional yang bertujuan untuk meningkatkan martabat manusia Indonesia dapat dilaksanakan secara berhasil bila upaya pembangunan tersebut dapat meningkatkan
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 23 SERI E
LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2013 NOMOR 23 SERI E PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANJARNEGARA NOMOR 20 TAHUN 2013 TENTANG PENDIDIKAN MUATAN LOKAL KABUPATEN BANJARNEGARA DENGAN RAHMAT TUHAN
Seminar Internasional, ISSN Peran LPTK Dalam Pengembangan Pendidikan Vokasi di Indonesia
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU SMK MELALUI KEBIJAKAN SERTIFIKASI Oleh: Louisa Nicolina Kandoli Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Fakultas TeknikUNIMA ABSTRAK Guru adalah suatu jabatan professional
BAB I PENDAHULUAN. peradaban yang lebih sempurna. Sebagaimana Undang Undang Dasar Negara
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dewasa ini memiliki andil penting dalam kemajuan bangsa. Andil tersebut tentunya menuntun manusia sebagai pelaku pendidikan menuju peradaban yang
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Era informasi dan globalisasi yang terjadi saat ini, menimbulkan
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Era informasi dan globalisasi yang terjadi saat ini, menimbulkan tantangan bagi bangsa Indonesia. Tantangan tersebut bukan hanya dalam menghadapi dampak tranformasi
BAB II KAJIAN PUSTAKA. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia kompetensi berarti kewenangan. kuantitatif. Johnson (dalam Usman 2006: 14) menyatakan bahwa
8 BAB II KAJIAN PUSTAKA A. Kompetensi Guru 1. Pengertian Kompetensi Guru Sebagai pendidik seorang guru harus dibekali kompetensi. Kompetensi dapat diartikan sebagai kemampuan melaksanakan tugas. Menurut
BAB I PENDAHULUAN. belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk
BAB I PENDAHULUAN. menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru yang
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa di lakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian
PEDOMAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH INDONESIA DI LUAR NEGERI (SILN) SECARA ONLINE
PEDOMAN PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SEKOLAH INDONESIA DI LUAR NEGERI (SILN) SECARA ONLINE DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN DIREKTORAT
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. suatu masyarakat karena dapat menjadi suatu rambu-rambu dalam kehidupan serta
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Moral merupakan suatu peraturan yang sangat penting ditegakkan pada suatu masyarakat karena dapat menjadi suatu rambu-rambu dalam kehidupan serta pelindung bagi
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENDIDIKAN DINIYAH DI KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PERATURAN DAERAH KOTA TASIKMALAYA NOMOR 2 TAHUN 2011 TENTANG PENDIDIKAN DINIYAH DI KOTA TASIKMALAYA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA WALIKOTA TASIKMALAYA, Menimbang : a. bahwa tujuan pendidikan keagamaan
MENJADI KONSELOR PROFESIONAL : SUATU PENGHARAPAN Oleh : Eva Imania Eliasa, M.Pd
MENJADI KONSELOR PROFESIONAL : SUATU PENGHARAPAN Oleh : Eva Imania Eliasa, M.Pd A. PENDAHULUAN Banyak pertanyaan dari mahasiswa tentang, bagaimana menjadi konselor professional? Apa yang harus disiapkan
Arif Rahman ( ) Eny Andarningsih ( ) Nurul Hasanah ( ) Rahardhika Adhi Negara ( )
Arif Rahman (14144600180) Eny Andarningsih (14144600179) Nurul Hasanah (14144600202) Rahardhika Adhi Negara (14144600182) SISTEM PENDIDIKAN DI INDONESIA DALAM UU No. 20 TAHUN 2003 DAN UU No 14 TAHUN 2005
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan dapat diartikan secara umum sebagai usaha proses pembentukan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dapat diartikan secara umum sebagai usaha proses pembentukan budi-pekerti dan akhlak-iman manusia secara sistematis, baik aspek ekspresifnya yaitu
BAB I PENDAHULUAN. mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan. bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Menurut Undang-Undang Sisdiknas No. 20 Tahun 2003 yang dimaksud dengan pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
PPL dilaksanakan dalam dua tahap secara simultan, yaitu:
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Universitas Negeri Semarang (Unnes) merupakan sebuah Lembaga Pendidikan Tinggi Keguruan (LPTK) yang menyiapkan tenaga-tenaga dan ahli pendidikan yang kompeten dibidangnya
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah Salah satu tujuan pembangunan nasional negara kita adalah pembangunan di bidang pendidikan. Pendidikan nasional sebagai salah satu sistem dari supra sistem
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Melalui penelitian tersebut penulis menarik kesimpulan dari data dan fakta yang diperoleh, serta memberikan saran/rekomendasi yang diharapkan bisa menjadi bahan
BAB I PENDAHULUAN. norma-norma yang berlaku. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana secara etis,
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan adalah hal terpenting dalam kehidupan seseorang. Melalui pendidikan, seseorang dapat dipandang terhormat, memiliki karir yang baik serta dapat bertingkah
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU
SALINAN LAMPIRAN PERATURAN MENTERI RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI REPUBLIK INDONESIA NOMOR 55 TAHUN 2017 TENTANG STANDAR PENDIDIKAN GURU A. Rumusan Capaian Pembelajaran Lulusan Program Sarjana
BAB IV STANDAR KOMPETENSI GURU. Setelah membaca materi ini mahasiswa diharapkan memahami standar
Profesi Keguruan Rulam Ahmadi BAB IV STANDAR KOMPETENSI GURU A. Kompetensi Dasar Setelah membaca materi ini mahasiswa diharapkan memahami standar kompetensi guru yang meliputi guru PAUD/TK/RA, guru SD/MI,
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 4 SEMARANG. Disusun oleh : Nama : Rizal Akhmad Prasetyo NIM : Jurusan/Prodi : HKn/PPKn
LAPORAN PRAKTIK PENGALAMAN LAPANGAN 2 DI SMA NEGERI 4 SEMARANG Disusun oleh : Nama : Rizal Akhmad Prasetyo NIM : 3301409100 Jurusan/Prodi : HKn/PPKn FAKULTAS ILMU SOSIAL UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2012
BAB V PENUTUP A. Simpulan Agustinus Tanggu Daga, 2014
BAB V PENUTUP Bagian ini mengemukakan dua pokok pembahasan yaitu simpulan hasil penelitian, dan saran kepada pihak-pihak terkait. A. Simpulan Mengacu pada hasil evaluasi kurikulum mata kuliah Pendidikan
BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Pengertian peranan menurut Soejono Soekanto (2002;234) adalah sebagai berikut:
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Peranan Pengertian peranan menurut Soejono Soekanto (2002;234) adalah sebagai berikut: Peranan merupakan aspek dinamis kedudukan (status). Apabila seseorang melaksanakan
A. KUALIFIKASI PEMBIMBING
LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 41 TAHUN 2009 TANGGAL 30 JULI 2009 A. KUALIFIKASI PEMBIMBING STANDAR PEMBIMBING PADA KURSUS DAN PELATIHAN Standar kualifikasi pembimbing pada kursus
BAB I PENDAHULUAN. dan evaluasi yang perlu dilakukan untuk menentukan tingkat pencapaian
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Kurikulum dalam sistem pendidikan memegang peranan yang sangat penting. Kurikulum adalah rencana tertulis tentang kemampuan yang harus dimiliki berdasarkan standar nasional,
BAB I PENDAHULUAN. pendidikan dan metode pengajaran yang tepat. diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan mempunyai peranan penting dalam kehidupan karena pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Salah
M. Hamid Anwar, M. Phil.
M. Hamid Anwar, M. Phil. Email: [email protected] Objek material Objek Formal : Pendidikan : Filsafat Philein/ Philos : Cinta Shopos/ Shopia : Kebijaksanaan Sebuah Upaya untuk mencapai kebijaksanaan dengan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan nasional memiliki peranan yang sangat penting bagi warga negara. Pendidikan nasional bertujuan untk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan
BAB I PENDAHULUAN. mencapai suatu tujuan cita-cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan sebuah upaya yang dilakukan negara untuk mencapai suatu tujuan cita-cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa. Tujuan pendidikan adalah untuk
BAB I PENDAHULUAN. berbagai pihak sebagai alat ampuh untuk melakukan perubahan terhadap
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan merupakan satu istilah yang sering dilontarkan oleh berbagai pihak sebagai alat ampuh untuk melakukan perubahan terhadap kehidupan suatu masyarakat
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin perkembangan serta kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana
BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan terdiri dari tiga definisi yaitu secara luas, sempit dan umum.
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan terdiri dari tiga definisi yaitu secara luas, sempit dan umum. Definisi pendidikan secara luas (hidup) adalah segala pengalaman belajar yang berlangsung dalam
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah investasi sumber daya manusia jangka panjang yang mempunyai nilai strategis bagi kelangsungan peradaban manusia di dunia. Hampir semua negara
BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Ketamansiswaan merupakan kekhususan pendidikan di lingkungan
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ketamansiswaan merupakan kekhususan pendidikan di lingkungan Tamansiswa, yaitu melaksanakan sepenuhnya ketentuan dari sistem pendidikan nasional dengan tetap mengamalkan
