Pengembangan, Pengelolaan, dan Pemanfaatan Basis Data Terpadu (BDT)



dokumen-dokumen yang mirip
Aplikasi Pemanfaatan Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial

Menuju Sistem Registrasi Tunggal Untuk Perlindungan Sosial SEKRETARIAT WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Perangkingan calon penerima manfaat dilakukan dengan metodologi ilmiah, memperhatikan keberagaman antar daerah dan terbuka untuk perbaikan.

UNIFIKASI SISTEM PENETAPAN SASARAN NASIONAL

Sosialisasi dan Pelatihan Petugas Pendaftar Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin

Aplikasi Pemanfaatan Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial

Kesiapan Data Dalam Pemberian Subsidi Listrik Tepat Sasaran

MENETAPKAN SASARAN BERBASIS WILAYAH DAN RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN DATA BDT, PODES, DAN SUSENAS

Kesiapan Data Dalam Pemberian Subsidi Listrik Tepat Sasaran

MENETAPKAN SASARAN BERBASIS WILAYAH DAN RUMAH TANGGA MENGGUNAKAN DATA BDT, PODES, DAN SUSENAS

PENSASARAN PROGRAM BERDASARKAN RUMAH TANGGA DAN WILAYAH

SOLUSI DAN PENANGANAN MASALAH KEPESERTAAN PROGRAM PERCEPATAN DAN PERLUASAN PERLINDUNGAN SOSIAL (P4S)

Upaya Peningkatan Efektifitas Penanggulangan Kemiskinan Melalui Peningkatan Ketepatan Sasaran dan Penajaman Alokasi Anggaran Program di Daerah

BASIS DATA TERPADU UNTUK PROGRAM BANTUAN SOSIAL

PENDATAAN RUMAH TANGGA MISKIN DI WILAYAH PESISIR/NELAYAN

Pengelolaan dan Mekanisme Pemutakhiran Program Penanganan Fakir Miskin untuk Mempertajam Program Pengentasan Kemiskinan

Mendorong Sinergi Program Perlindungan Sosial untuk Penanggulangan Kemiskinan

Pemanfaatan Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial di Kota Tanjung Balai

Pemutakhiran Basis Data Terpadu Tahun 2015 Untuk Program-program Perlindungan Sosial

Mengurangi Kemiskinan Melalui Keterbukaan dan Kerjasama Penyediaan Data

Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar & Program Indonesia Sehat Untuk Membangun Keluarga Produktif

HASIL BASIS DATA TERPADU (BDT) 2015 PROVINSI BALI

MEMBANGUN KELUARGA PRODUKTIF

PEMANFAATAN BASIS DATA TERPADU TAHUN Disampaikan oleh: Kepala BPS Kabupaten Bandung

SIMPADU PENANGGULANGAN KEMISKINAN EVALUSI DAN RENCANA TINDAK LANJUT. Direktorat Penanggulangan Kemiskinan

BERALIH DARI SUBSIDI UMUM MENJADI SUBSIDI TERARAH: PENGALAMAN INDONESIA DALAM BIDANG SUBSIDI BBM DAN REFORMASI PERLINDUNGAN SOSIAL

Penerapan Subsidi Listrik Tepat Sasaran Bagi Konsumen Rumah Tangga Daya 900 VA. Bandung, 12 Januari 2017

KEBIJAKAN SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN RUMAH TANGGA DAYA 900 VA

BASIS DATA TERPADU 1

1. Apa yang dimaksud dengan Basis Data Terpadu? 2. Apa Kegunaan Basis Data Terpadu?

PROFIL PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI OLEH MASYARAKAT

DAFTAR ALAMAT MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TAHUN 2008/2009

BAHAN PAPARAN PERSIAPAN PELAKSANAAN PROGRAM PERCEPATAN DAN PERLUASAN PERLINDUNGAN SOSIAL (P4S) DAN SOSIALISASINYA

BERITA RESMI STATISTIK

P r o f i l K e m i s k i n a n P B D T i

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK SUMATERA UTARA SEPTEMBER 2016 MENURUN

KEBIJAKAN SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN RUMAH TANGGA DAYA 900 VA

Penduduk Lanjut Usia (Lansia) dan Keterjangkauan Program Perlindungan Sosial bagi Lansia. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)

BDT. Pendahuluan BASIS DATA TERPADU

Basis Data Terpadu 2015 Untuk Memilah Penerima Manfaat Program Penanganan Fakir Miskin berdasarkan Kriteria Program

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN KONSUMSI MARET 2017

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK MALUKU SEPTEMBER 2016 MENURUN

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK NUSA TENGGARA BARAT MARET 2017 MENINGKAT

KEBIJAKAN STRATEGIS PNPM MANDIRI KE DEPAN

PENETAPAN SASARAN BSM BERBASIS RUMAH TANGGA UNTUK MELENGKAPI PENETAPAN SASARAN BERBASIS SEKOLAH

Efektivitas Program Bantuan Sosial dalam Pengurangan Kemiskinan dan Ketimpangan

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK BANTEN SEPTEMBER 2016 MENURUN

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2016

Penduduk Lanjut Usia (Lansia) dan Keterjangkauan Program Perlindungan Sosial bagi Lansia. Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)

STRATEGI NASIONAL DALAM PENCAPAIAN TARGET PENGURANGAN KEMISKINAN TAHUN Rahma Iryanti Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK SULAWESI TENGGARA MARET 2017 MENURUN TERHADAP MARET 2016

Pendataan Program Perlindungan Sosial PPLS 2008

KEADAAN KEMISKINAN DI PROVINSI PAPUA MARET, 2017

KEBIJAKAN SUBSIDI LISTRIK TEPAT SASARAN RUMAH TANGGA DAYA 900 VA

DISPARITAS KEMISKINAN MASIH TINGGI - SEPTEMBER 2012

PERAN TIM KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN (TKPK) DALAM PENDATAAN PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL (PPLS) TAHUN 2011 BAPPEDA PROVINSI SUMATERA SELATAN

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2016

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

Sensus Pertanian 2013 (ST2013) merupakan sensus pertanian keenam yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik

PEMANFAATAN DATA UNTUK PENAJAMAN INTERVENSI KEBIJAKAN

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2010

DATA STATISTIK TENTANG PERKAWINAN DI INDONESIA

Mekanisme Pemutakhiran Mandiri (MPM) Data Terpadu Program Penanganan Fakir Miskin

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2009

Solusi Masalah Kepesertaan & Pemutakhiran Data Penerima Kartu Perlindungan Sosial (KPS)

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK INDONESIA MARET 2017 MENURUN

SURAT PENGESAHAN DAFTAR ISIAN PELAKSANAAN ANGGARAN (SP-DIPA) INDUK TAHUN ANGGARAN 2016 NOMOR : SP DIPA /2016

- 1 - KEPUTUSAN MENTERI SOSIAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5/HUK/2018 TENTANG PENETAPAN PENERIMA BANTUAN IURAN JAMINAN KESEHATAN TAHUN 2018

PERKEMBANGAN RESERTIFIKASI PKH: RESERTIFIKASI PKH KOHOR 2007 DAN KOHOR 2008 SERTA SINERGI ANTAR PROGRAM

Layout Susenas Kor Trw _Individu

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2012

Layout Susenas Kor 2012 Trw 1_Rumah Tangga Variable Position Label

CATATAN ATAS PRIORITAS PENANGGULANGAN KEMISKINAN DALAM RKP Grafik 1. Tingkat Kemiskinan,

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA MARET 2008

PENANGGULANGAN KEMISKINAN DAN PENGUATAN PERAN TKPK

RUMAH KHUSUS TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN TARGET ANGGARAN

PROFIL KEMISKINAN DI INDONESIA SEPTEMBER 2011

DATA STATISTIK TENTANG PERKAWINAN DI INDONESIA

MENINGKATKAN EFEKTIFITAS STRATEGI, KEBIJAKAN DAN PROGRAM PENGENTASAN KEMISKINAN

- 2 - MEMUTUSKAN: BAB I KEDUDUKAN, TUGAS DAN FUNGSI, DAN SUSUNAN ORGANISASI. Bagian Kesatu Kedudukan, Tugas dan Fungsi. Pasal 1

Antar Kerja Antar Daerah (AKAD)

INDEKS TENDENSI BISNIS DAN INDEKS TENDENSI KONSUMEN TRIWULAN I-2013

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK SUMATERA BARAT MARET 2016 MULAI MENURUN

PROGRAM RASKIN 2013 SUBSIDI BERAS BAGI RUMAH TANGGA BERPENDAPATAN RENDAH

RILIS HASIL AWAL PSPK2011

TINGKAT KETIMPANGAN PENGELUARAN PENDUDUK PROVINSI BENGKULU MARET 2016 MULAI MENURUN

PROFIL KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI BARAT MARET 2016

MEKANISME VERIFIKASI DAN VALIDASI DATA PENDUDUK MISKIN

Bahan FGD Antisipasi Penerapan Kebijakan RASTRA Sistem Tunai Oleh : Dirjen Pemberdayaan Sosial

PERAN DAERAH DALAM PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN DI WILAYAH PRIORITAS

Transkripsi:

Pengembangan, Pengelolaan, dan Pemanfaatan Basis Data Terpadu (BDT) SEKRETARIAT TIM NASIONAL PERCEPATAN PENANGGULANGAN KEMISKINAN (TNP2K) APRIL 2015

Proses & Metodologi Pengembangan Basis Data Terpadu 2

Perbedaan Kemiskinan Agregat (SUSENAS) dan Basis Data Terpadu Agregat (Susenas) Susenas digunakan untuk mendapatkan angka/tingkat kemiskinan proporsi jumlah penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan dalam total penduduk. Perhitungan kemiskinan yang digunakan adalah pendekatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Garis kemiskinan dihitung berdasarkan kebutuhan makanan dan bukan makanan. Dari perhitungan ini dapat didefinisikan penduduk sangat miskin (di bawah 0,8xGK), miskin (di bawah GK), dan hampir miskin (antara 1-1,2xGK). Basis Data Terpadu Basis Data Terpadu/ PPLS merupakan data mikro yang diperoleh melalui sensus untuk memperoleh data berdasarkan nama dan alamat dari 40% penduduk dengan status kesejahteraan terendah dan bukanlah basis data kemiskinan. Sebagai contoh Garis Kemiskinan tahun 2011 adalah 11,9% berarti seluruh Rumah Tangga pada desil 1 atau 10% adalah masuk kelompok Rumah Tangga sangat miskin dan miskin. Sementara sebagian desil 2 atau 20% masuk kedalam kelompok rumah tangga hampir miskin. 3

Metode Pengumpulan Data GENERASI PERTAMA: PSE 2005 Informasi tentang keluarga termiskin dihimpun melalui interview dengan Kepala Desa dan tokoh masyarakat Dilakukan cross-check terhadap sumber informasi kemiskinan lainnya, seperti data BKKBN, survei kemiskinan yang dilakukan oleh provinsi Daftar awal rumah tangga BPS melakukan survei melalui PSE 2005 untuk mengumpulkan data karakteristik ekonomi dan sosial terhadap rumah tangga dalam list. BPS menggunakan Proxy Means Test (PMT) untuk menentukan eligibilitas penerima Daftar akhir rumah tangga miskin 4

Kriteria Rumah Tangga Miskin Dalam PSE 2005 1 Luas lantai rumah kurang dari 8 m 2 2 Jenis lantai rumah tidak permanen 3 Jenis tembok rumah tidak permanen 4 Tidak memiliki sanitasi atau sanitasi bersama 5 Sumber penerangan rumah tidak menggunakan listrik 6 Sumber air minum berasal dari sumur/ sumber air yang tidak terlindungi/air hujan. 7 Konsumsi daging sapi/susu/ayam sekali seminggu 8 Konsumsi makanan lebih dari 80% pendapatan 9 Pendapatan informal kurang dari Rp. 350.000/bulan 10 Tidak memiliki tabungan atau barang yang bernilai diatas Rp. 500.000 5

Persentase penerima bantuan Efektivitas Penargetan Program Perlindungan Sosial Hanya sekitar 30% penduduk miskin yang menerima ketiga program perlindungan sosial (Raskin, BLT, Jamkesmas) Basis Data Terpadu akan meningkatkan efektivitas penargetan Desil konsumsi rumah tangga Sumber: Susenas 2009 7

Perbaikan Metode Pengumpulan Data PPLS 2011 Miskin Tidak miskin Tujuan: menurunkan inclusion dan exclusion error Menerima bantuan Tidak menerima bantuan Penyusunan Daftar Awal Rumah Tangga Pre-List Rumah Tangga (Berdasarkan peta kemiskinan yang berasal dari data Sensus Penduduk 2010) + + + Data individual dari program lain Konsultasi dengan Rumah Tangga Miskin Penyisiran Daftar awal Rumah Tangga Disurvei pada PPLS 2011 8

Proses Pengembangan Basis Data Terpadu Pengumpulan Data (PPLS 2011) BPS Analisis Data & Pengembangan Model PMT TNP2K Basis Data Terpadu Perbaikan Metodologi Pengumpulan Data: Rumah tangga yang disurvei lebih banyak (45% vs. 29% pada tahun 2008). Penggunaan sensus penduduk sebagai starting point. Pelibatan komunitas miskin. Variabel yang dikumpulkan lebih banyak Prediksi rumah tangga miskin lebih baik. Perbaikan Metodologi Pemeringkatan: Perbaikan metode Proxy Mean Testing (PMT). Mengintegrasikan dengan Data Administrasi Kependudukan (ADMINDUK). 9

Sebagian Kelompok Variabel Kriteria Penentu RTS Kelompok kriteria Detail kriteria Deskripsi pilihan pada kriteria 10

Perbandingan Kondisi Hidup Tiap 10 Kepala Rumah Tangga *) dibaca sebagai rata-rata, bukan kondisi tiap 10 kepala rumah tangga 11

Persentase Penduduk Dengan Karakteristik Sosial Ekonomi yang Hampir Sama 60% 40% 35% 25% 11,25% Hampir Miskin/ Rentan Miskin Exclusion Error BASIS DATA TERPADU Mencakup 24,7 juta rumah tangga atau 96,7 juta jiwa PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) JKN Mencakup 21,8 juta rumah tangga atau 86,4 juta jiwa PENERIMA KPS/KKS Mencakup 15,5 juta rumah tangga atau 65,6 juta jiwa Inclusion Error GARIS KEMISKINAN Mencakup 5,7 juta rumah tangga atau 28,6 juta jiwa 12

Rumah Tangga Mana yang Lebih Berhak Menerima KPS? Secara kasat mata terlihat lebih berhak menerima KPS Lebih berhak menerima KPS karena kondisi anggota keluarga lain tidak bekerja, memiliki jumlah tanggungan lebih banyak, dan kondisi pasangan tidak bekerja. 13 13

Jumlah Sasaran BLT 2008 dan BLSM 2013 BLT 2008 BLSM 2013 18,5 juta RTS 18,5 juta RTS Karena jumlah penerima BLSM 2013 lebih sedikit dibandingkan dengan penerima BLT 2008, maka terdapat RTS penerima BLT 2008 tidak lagi menerima BLSM 2013. Tapi jika RTS tersebut tetap dianggap layak menerima BLSM solusinya ditempuh melalui Musdes/Muskel. 14

Pengalaman Internasional Terkait Dengan Tingkat Akurasi Pentargetan Rumah Tangga 83% 80.9% 79.5% 62.4% SUF cash transfer (Chile) RPS conditional cash transfer (Nikaragua) Sumber: Coady et al. 2004 PRAF cash transfer (Honduras) Progresa conditional cash transfer (Mexico) Akurasi pentargetan 40% penduduk dengan status sosial ekonomi terbawah di beberapa negara Akurasi pentargetan KPS 2013 diyakini jauh lebih tinggi dari akurasi program sejenis di negara lain. 15

Jumlah Individu Di Lapangan Pekerjaan Utama Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Menurut Status Pekerjaan Status Pekerjaan Juta Orang Berusaha Sendiri 5,4 Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap 12,9 Berusaha Dibantu Buruh Tetap 1,2 Buruh/Karyawan/Pegawai 3,4 Pekerja Bebas di Pertanian 5,1 Pekerja Keluarga/Tak Dibayar 10,9 Total 38,9 Sumber: Sakernas BPS, Agustus 2014 16

Data Rumah Tangga Usaha Pertanian Rumah Tangga/Petani Juta Rumah Tangga Usaha Pertanian (RT) 26,1 Rumah Tangga Petani Gurem (RT) 14,3 Petani Total (Orang) 31,7 Petani Laki-laki (Orang) 24,4 Petani Perempuan (Orang) 7,3 Rumah Tangga Usaha Pertanian adalah RT yang melakukan kegiatan penggunaan lahan/bukan pengguna lahan yang menghasilkan produk pertanian dengan tujuan dijual sebagian atau seluruh hasil produksi dijual atau ditukar atas risiko usaha Rumah Tangga Petani Gurem adalah RT usaha pertanian pengguna lahan yang menguasai lahan kurang dari 0,5 hektar. Sumber: Sensus Pertanian 2013 17

Definisi Dan Data Nelayan UU No. 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan: Nelayan adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan. Nelayan kecil adalah orang yang mata pencahariannya melakukan penangkapan ikan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jumlah Rumah Tangga Usaha Penangkapan Ikan * 864.495 Di Laut (Rumah Tangga) 610.511 Di Perairan Umum (Rumah Tangga) 257.903 Nelayan Perikanan Tangkap ** 2.730.510 Di Laut (Orang) 2.237.640 Di Perairan Umum (Orang) 492.870 Sumber: * Sensus Pertanian 2013, BPS ** Kelautan dan Perikanan Dalam Angka 2011 18

Peta Desa Pesisir & Lokasi 816 Pusat Pendaratan Ikan 19

Jumlah Pekerja Di Lapangan Pekerjaan Utama Menurut Status Pekerjaan Status Pekerjaan Juta Orang Berusaha Sendiri 20,5 Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap 19,3 Berusaha Dibantu Buruh Tetap 4,2 Buruh/Karyawan/Pegawai 42,4 Pekerja Bebas di Pertanian 5,1 Pekerja Bebas di Non-Pertanian 6,4 Pekerja Keluarga/Tak Dibayar 16,8 Total 114,7 Sumber: Sakernas BPS, Agustus 2014 20

Data Penerima KPS/KKS Berdasarkan Lapangan Pekerjaan Sektor Pekerjaan Penerima KPS KRT Bekerja % ART Bekerja (termasuk KRT) % Total 13,578,802 100.0% 28,364,898 100.0% 1. Pertanian 11. Pertanian (tanaman pangan) 8,500,652 7,475,676 62.6% 55.1% 17,116,414 15,132,325 60.3% 53.3% 12. Perikanan 470,317 3.5% 749,635 2.6% 13. Kehutanan 216,643 1.6% 393,828 1.4% 14. Peternakan 338,016 2.5% 840,626 3.0% 2. Industri pengolahan 3. Bangunan & konstruksi 4. Perdagangan, hotel & rumah makan 706,865 1,249,012 994,521 5.2% 9.2% 7.3% 2,286,178 2,037,018 2,480,679 8.1% 7.2% 8.7% 41. Perdagangan 938,492 6.9% 2,273,796 8.0% 42. Hotel & rumah makan 5. Jasa 56,029 1,407,018 0.4% 10.4% 206,883 2,796,285 0.7% 9.9% 51. Jasa transportasi & komunikasi 565,159 4.2% 821,467 2.9% 52. Jasa komersial 6,951 0.1% 26,190 0.1% 53. Jasa sosial/kemasyarakatan/pemerintahan 6. Lainnya 834,908 552,857 6.1% 4.1% 1,948,628 1,340,585 6.9% 4.7% Sumber: Basis Data Terpadu, TNP2K 21

Pengeluaran Rata-rata Pada Percentiles 25 Provinsi Jumlah rumah tangga Rata-rata jumlah anggota RT Pengeluaran rata-rata Rp/per kapita/bulan Pengeluaran RT/bulan Upah minimum tahun 2012 Aceh 356,720 4.9 407,654 2,007,231 Sumatera Utara 746,220 5.1 327,328 1,658,148 1,200,000 Sumatera Barat 275,431 4.8 384,033 1,856,727 1,150,000 Riau 227,656 5.8 420,964 2,432,675 1,283,000 Jambi 162,779 4.7 369,108 1,732,017 1,142,500 Sumatera Selatan 419,579 4.3 306,891 1,327,721 1,195,220 Bengkulu 121,574 4.3 321,077 1,394,543 930,000 Lampung 573,954 4.1 323,567 1,340,797 Bangka Belitung 41,635 5.8 421,876 2,462,022 1,110,000 Kepulauan Riau 64,732 4.8 468,218 2,251,389 DKI Jakarta 226,462 3.4 502,335 1,721,472 1,529,150 22

Pengeluaran Rata-rata Pada Percentiles 25 Provinsi Jumlah rumah tangga Rata-rata jumlah anggota RT Pengeluaran rata-rata Rp/per kapita/bulan Pengeluaran RT/bulan Upah minimum tahun 2012 Jawa Barat 2,615,790 3.9 290,242 1,118,233 Jawa Tengah 2,482,157 3.8 261,794 986,387 DI Yogyakarta 288,391 3.7 312,424 1,146,131 892,660 Jawa Timur 2,857,469 3.7 282,203 1,035,106 Banten 526,178 4.5 307,611 1,387,387 1,042,000 Bali 151,924 4.2 320,311 1,339,272 967,500 Nusa Tenggara Barat 471,566 3.8 273,496 1,031,135 1,000,000 Nusa Tenggara Timur 421,799 4.9 312,068 1,529,751 925,000 Kalimantan Barat 233,922 4.8 307,041 1,478,369 Kalimantan Tengah 83,711 4.2 369,512 1,557,907 1,327,459 Kalimantan Timur 161,592 4.7 351,274 1,652,730 1,117,000 23

Pengeluaran Rata-rata Pada Percentiles 25 Provinsi Jumlah rumah tangga Rata-rata jumlah anggota RT Pengeluaran rata-rata Rp/per kapita/bulan Pengeluaran RT/bulan Upah minimum Tahun 2012 Kalimantan Selatan 147,718 5.2 482,491 2,491,395 1,225,000 Sulawesi Utara 161,089 4.7 327,522 1,523,947 1,250,000 Sulawesi Tengah 210,239 4.7 326,300 1,542,091 885,000 Sulawesi Selatan 484,617 4.5 257,591 1,149,533 1,200,000 Sulawesi Tenggara 158,716 4.2 297,324 1,256,949 1,032,300 Gorontalo 89,918 4.6 301,266 1,376,153 837,500 Sulawesi Barat 75,453 5.1 240,211 1,220,668 Maluku 119,825 5.3 335,572 1,776,303 975,000 Maluku Utara 55,531 6.0 417,497 2,495,597 960,498 Papua Barat 90,547 5.4 541,815 2,899,545 1,450,000 Papua 435,003 4.3 473,571 2,049,672 INDONESIA 15,530,897 4.1 352,791 1,449,601 24

Jumlah Kepala Rumah Tangga dan Anggota Rumah Tangga Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama di Lokasi Peluncuran oleh Presiden R.I. Lapangan Pekerjaan TANJUNG PINANG (JAMBI) BARU (BABEL) KAMPUNG MELAYU (DKI JAKARTA) PENJARINGAN (DKI JAKARTA) SRAGEN WETAN (JATENG) TAMAN MARTANI (DI YOGYAKARTA) ASRI- KATON (JATIM) KOTA LAMA (JATIM) TULUNG- REJO (JATIM) LENENG (NTB)* MANOKWARI BARAT (PAPUA) HAMADI (PAPUA BARAT) 11. Pertanian 6 2 4 12 2 226 45 4 154 160 44 8 12. Perikanan 1 102 2 199 0 1 1 68 272 13. Kehutanan 2 10 8 7 0 5 1 2 2 14. Peternakan 1 0 1 6 1 2 21. Pertambangan/Penggalian 2 11 7 0 73 0 1 6 1 22. Listrik & Gas 3 6 50 1 3 1 0 0 3 3 31. Industri Pengolahan 8 3 16 882 33 24 9 7 0 4 3 9 41. Bangunan & Konstruksi 327 10 69 409 40 64 103 41 8 50 137 176 51. Perdagangan 152 21 388 1,501 41 87 4 228 5 18 114 380 52. Hotel & Rumah Makan 1 2 18 401 13 9 1 1 0 10 16 61. Jasa Transportasi & Komunikasi 55 0 103 877 56 30 2 142 2 22 79 211 62. Jasa Komersial 0 3 13 0 0 1 0 63. Jasa Sosial/Kemasyarakatan/ Pemerintahan 29 27 155 1,557 115 247 11 171 4 93 86 92 71. Lainnya 87 6 55 396 33 6 49 145 2 26 16 137 Total 674 184 820 6,320 342 777 225 740 183 376 568 1,307 *) Catatan: Akan disesuaikan dengan lokasi baru yang ditetapkan kemudian 25

Koordinasi dan Sinkronisasi BDT Dengan Data Adminduk 26

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan Pasal 58, Ayat 4 Data Kependudukan yang digunakan untuk semua keperluan adalah Data Kependudukan dari Kementerian yang bertanggung jawab dalam urusan pemerintahan dalam negeri, antara lain untuk pemanfaatan: (1) Pelayanan publik, (2) perencanaan pembangunan; (3) alokasi anggaran; (4) pembangunan demokrasi; dan (5) penegakan hukum dan pencegahan kriminal Pasal 101 (b) Semua instansi pengguna wajib menjadikan NIK sebagai dasar penerbitan dokumen paling lambat 1 (satu) tahun terhitung sejak instansi pengguna mengakses data kependudukan dari Menteri. 27

Hasil Sinkronisasi BDT dan Basis Data SIAK 96.749.760 83.238.293 86% Dengan demikian 83 juta individu dalam BDT memiliki NIK, Nomor Kartu Keluarga, dan data administratif lainnya Jumlah Data BDT Data BDT Yang Cocok Dengan Data Adminduk 28

Temuan dalam proses sinkronisasi data: a) Data ganda: 772.104 (tidak ikut disinkronkan: 390.676) b) Data anomali: 375.280 (seluruhnya tidak ikut disinkronkan) Temuan lain: Temuan Proses Sinkronisasi a) Status meninggal: 110.735 b) Pindah dalam negeri: 231.220 c) Pindah luar negeri: 7.475 Pemutakhiran informasi wilayah (dari 497 menjadi 514 kab/kota) 29

BDT telah dilengkapi dengan informasi Basis Data Sistem Informasi Adminduk (SIAK). Informasi tersebut antara lain: Nama Lengkap NIK dan Nomor Kartu Keluarga Alamat lengkap Tanggal lahir Agama Pekerjaan Dan lain-lain Pengayaan Informasi BDT Pemutakhiran informasi wilayah (dari 497 menjadi 514 kab/kota) 30

Aplikasi Pencarian Nama, Status Sosial, dan Informasi Kependudukan 31

Kondisi Saat Ini SERVER Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) SERVER Basis Data Terpadu (BDT) Sistem Registrasi Tunggal Program Perlindungan Sosial Terpadu Berisi Data Nama, Alamat, Karakteristik Sosial Ekonomi, NIK, KK, Sidik Jari, Iris Mata, & Data Kependudukan Lainnya JKN PKH BSM Raskin BLSM/SKS Program Lain 32

Aplikasi Pencarian Nama, Status Sosial, dan Informasi Kependudukan 33

BASIS DATA TERPADU Nama Kepala Keluarga Tempat/Tanggal Lahir : Depok 10/12/1932 NIK : 3171061012320001 Ijo No. Kartu Keluarga : 3171060701091802 No. KKS : 373INS10310A05 Desil kesejahteraan : 1 : 3173020001 Tingkat pendidikan : Tidak bersekolah Kode wilayah Pekerjaan: Tidak Bekerja Peserta BPJS PBI: Ya ANGGOTA KELUARGA Memeh (NIK: 3171066406440002) lahir di Tasikmalaya, 24/6/1944 Istri, 70 tahun, menikah, tidak/belum pernah bersekolah, Peserta BPJS PBI Idawati (NIK: 3171064205690003) lahir di Jakarta, 2/5/1969 Anak, 45 tahun, cerai mati, tidak bersekolah lagi, Peserta BPJS PBI KONDISI RUMAH TINGGAL Kepemilikan rumah : Rumah sendiri Tipe dinding : Tembok Kualitas dinding : Jelek Jenis atap : Genteng Kualitas atap : Jelek Sumber air minum Cara memperoleh air minum Penerangan utama Source cooking fuel Sanitasi/tempat BAB Provinsi Kabupaten Kecamatan Desa Alamat : DKI Jakarta : Kota Jakarta Pusat : Menteng : Menteng : Jalan Menteng Jaya RT 001/RW 08 Sidik Jari: Iris Mata: Ketunggalan: Adam Noval (NIK: 3171061506910001) lahir di Jakarta,15/6/1991 Cucu, 23 tahun, belum menikah, tidak bersekolah lagi, Peserta BPJS PBI, Buruh Dwi Fadli (NIK: 3171061809960004) lahir di Jakarta, 18/9/1996 Cucu, 18 tahun, belum menikah, SMP, Peserta BPJS PBI Natasha Caroline (NIK: 3171066808020003) lahir di Jakarta, 28/8/2002 Cucu, 12 tahun, belum menikah, KEPEMILIKAN SD, Peserta ASET BPJS PBI : Sumur bor/pompa Mobil : Tidak membeli Sepeda motor : Listrik PLN Lemari es : Minyak tanah Tabung gas 12 kg : Sendiri HP dalam rumah tangga : Tidak punya : Tidak punya : Tidak punya : Tidak punya : Tidak punya 34

BASIS DATA TERPADU Nama Kepala Keluarga Hadi Prasetyo Desil kesejahteraan : 1 Tingkat pendidikan : Tidak bersekolah Pekerjaan: Tidak Bekerja Peserta BPJS PBI: Ya Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 29/1/1960 NIK : 3171062901600001 No. Kartu Keluarga : 3171060701092801 No. KKS : 373IQ910310A05 : 3173020001 Kode wilayah Provinsi : DKI Jakarta Kabupaten : Kota Jakarta Pusat Kecamatan : Menteng Desa : Menteng Alamat : Jl. Menteng Tenggulun RT 06/10 Sidik Jari: Iris Mata: Ketunggalan: ANGGOTA KELUARGA Patimah (NIK: 3171066505700001) lahir di Bogor, 25/5/1970 Istri, 44 tahun, menikah, tidak bersekolah lagi, Peserta BPJS PBI, Pedagang Wisnu Prasetyo (NIK: 3171061101920002) lahir di Jakarta,11/1/1992 Anak, 23 tahun, belum menikah, tidak bersekolah lagi, Peserta BPJS PBI, Buruh Litania (NIK: 3171065701000003) lahir di Jakarta, 17/1/2000 Anak, 15 tahun, belum menikah, SMP, Peserta BPJS PBI KONDISI RUMAH TINGGAL Kepemilikan rumah : Milik orang tua/sanak/saudara Tipe dinding : Tembok Kualitas dinding : Jelek Jenis atap : Asbes Kualitas atap : Bagus Sumber air minum Cara memperoleh air minum Penerangan utama Source cooking fuel Sanitasi/tempat BAB : Ledeng meteran : Membeli : Listrik PLN : Gas/elpiji : Umum KEPEMILIKAN ASET Mobil : Tidak punya Sepeda motor : Tidak punya Sepeda : Punya Lemari es : Tidak punya Tabung gas 12 kg : Tidak punya HP dalam rumah tangga : Punya 35

Jumlah Rumah Tangga Penerima PSKS dan KIS tahun 2015 Dan Jumlah Anak Usia 6-21 Tahun di Lokasi Peluncuran oleh Bapak Presiden R.I. Keterangan: Untuk penerima KIS adalah mereka yang telah terdaftar dan memiliki Nomor Kartu Anggota BPJS Kesehatan *) Catatan: Akan disesuaikan dengan lokasi baru yang ditetapkan kemudian 36

Usulan Penyempurnaan SERVER Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) SERVER Basis Data Terpadu (BDT) SERVER Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial (KEMENSOS) Sistem Registrasi Tunggal Program Perlindungan Sosial Berisi Data yang telah divalidasi dan diverifikasi yang meliputi Nama, Alamat, Karakteristik Sosial Ekonomi, NIK, KK, Sidik Jari, Iris Mata, Data Kependudukan Lainnya, dan Data PMKS. JKN PKH BSM Raskin BLSM/SKS Program Lain 37

PAGU PENERIMA KARTU INDONESIA SEHAT (KIS) 2015: 86,4 Juta + 1,8 Juta Bayi PBI 2015 Perubahan 2013/2014 Anggota Keluarga PKH Panti Sosial Verifikasi/Validasi Kemensos 2015 Usulan Pemda PBI 2014 (BDT): 86,4 Juta NIK: 62,2 Juta Panti Asuhan Narapidana PMKS Lainnya 38

PAGU PENERIMA KARTU INDONESIA PINTAR (KIP) 2015: 20,3 Juta Anak Penerima BSM KPS Kemdikbud-Kemenag 2014 Anak* dari Keluarga PKH ANAK USIA SEKOLAH Dalam BDT (25% terbawah) Siswa Sekolah Keagamaan Kristen/Katolik Santri dari Pondok Pesantren Anak* dari Panti Asuhan/ Sosial Penerima BSM FUS Kemendikbud- Kemenag 2014 PMKS Lainnya 39

Perubahan dan Pemutakhiran Basis Data Terpadu 40

Mekanisme Perubahan Interim PPLS 2011 KPS 2013 KKS 2014 P-BDT 2015 Musdes/Muskel Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 54/3150/SJ Tentang pelaksanaan pembagian Kartu Perlindungan Sosial (KPS) dan Penanganan Pengaduan Masyarakat Hasil Perubahan Melalui Musdes/Muskel 402.000 33.000 201 3 2014 41

Mekanisme Perubahan Basis Data Terpadu Melalui Musdes/Muskel 42

Integrasi Proses Pemutakhiran Basis Data Terpadu 2015 DAFTAR PPLS11 PPLS11 Daftar RT sementara Distribusi daftar rumah tangga sementara DESA Konsultasi publik daftar rumah tangga sementara Pengesahan oleh Bupati/Walik ota DAFTAR PPLS11 PPLS11 Basis Data Terpadu Daftar RT hasil konsultasi publik yang telah disahkan Bupati/Walikota Daftar rumah tangga yang telah disahkan oleh Bupati/Walikota Pengolahan dan perangkingan Pendataan 43

Peran Penting Pemerintah Daerah 1 Tahap penyusunan daftar rumah tangga sasaran pendataan melalui konsultasi publik Pemerintah daerah menjadi penanggungjawab pelaksanaan konsultasi publik di wilayah masing-masing. Membentuk unit kerja pemutakhiran basis data terpadu yang melakukan supervisi, koordinasi, sosialisasi dan advokasi kepada jajaran pemerintahan di bawahnya Memastikan satuan lingkungan terkecil (RT/RW/Dusun) menerima daftar rumah tangga sementara dan memastikan terselenggaranya konsultasi publik di masing-masing wilayah tersebut. Menetapkan daftar rumah tangga hasil konsultasi publik dan mengirimkan daftar ke tersebut ke unit kerja di atasnya. 2 Tahap pendataan rumah tangga hasil konsultasi public Pengawasan dalam proses pelaksanaan pendataan bersama melalui unit kerja pemutakhiran basis data terpadu. Menetapkan daftar rumah tangga hasil pendataan. Dapat merekomendasikan tenaga pencacah lapangan dan petugas monitoring lapangan. 44

Pengelolaan dan Pemanfaatan BDT 45

Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial Kriteria kepesertaan program perlindungan sosial Ditetapkan oleh K/L atau Pemerintah aerah penyelenggara program Basis Data Terpadu untuk Program Perlindungan Sosial Kriteria diterapkan kepada Basis Data Terpadu JKN/PBI Bantuan Siswa Miskin Program Keluarga Harapan Raskin Program perlindungan sosial lainnya dengan sasaran individu/keluarga/rumah tangga Daftar nama dan alamat individu/ keluarga/rumah tangga sasaran masing-masing program 46

Basis Data Terpadu Untuk Program Perlindungan Sosial Dikelola oleh UNIT PENETAPAN SASARAN NASIONAL, di bawah Sekretariat TNP2K dengan 3 (tiga) tugas utama: 1 Menyediakan layanan program Memastikan Basis Data Terpadu dapat dimanfaatkan oleh program perlindungan sosial, dengan bekerja sama dengan penyelenggara program Memberi dukungan teknis kepada pengguna Basis Data Terpadu 2 Melakukan riset 3 Membangun sistem informasi Memastikan kesahihan berbagai studi untuk memperbaiki kualitas penetapan sasaran program Melakukan pemantauan dan evaluasi pemanfaatan Basis Data Terpadu Manajemen Basis Data Terpadu berbasis teknologi informasi Penyajian beragam informasi dari basis data terpadu melalui media berbasis teknologi informasi 47

Data individu DENGAN nama dan alamat Penggunaan Basis Data Terpadu 3 Jenis Data yang Tersedia Digunakan hanya untuk program-program penanggulangan kemiskinan dan jaminan sosial. Pengguna: kementerian/lembaga pelaksana program baik pusat maupun daerah. Dibutuhkan surat permohonan dari pengguna yang berisi tentang deskripsi dan sasaran program dapat berdiskusi dengan staf teknis TNP2K. Data individu TANPA nama dan alamat Data agregat/distribusi tingkat kecamatan Untuk tujuan perencanaan yang dilakukan oleh baik pemerintah pusat maupun daerah. Pengguna: Pemerintah pusat & daerah, lembaga penelitian, NGO, dll. Dibutuhkan surat permohonan dari pengguna. Untuk tujuan perencanaan yang dilakukan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah. Dapat diakses melalui website TNP2K. 22

Website Basis Data Terpadu www.bdt.tnp2k.go.id 49

Pemanfaatan Basis Data Terpadu (BDT) http://bdt.tnp2k.go.id Daftar nama dan alamat Masyarakat luas 56 65 513 Permintaan dari 21 Kementerian dan Lembaga Permintaan dari 31 Provinsi Permintaan dari 308 Kabupaten/Kota Data tidak untuk kepentingan politik dan komersial 50

Kartu Perlindungan Sosial Diberikan kepada 25% rumah tangga dengan status sosial ekonomi terendah atau 15,5 juta rumah tangga miskin dan rentan dan berlaku sampai dengan Desember 2014 51

Mekanisme Simpanan Keluarga Sejahtera Tahap Awal (November & Desember 2014) Rekening Bank dan Layanan Keuangan Digital 1 Juta 15,5 juta 14,5 Juta Simpanan Giro Pos Disertai pembagian: Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) menggantikan KPS SIM card berisi e-money Kartu Indonesia Pintar Kartu Indonesia Sehat Tetap menggunakan Kartu Perlindungan Sosial dan mendapatkan manfaat: Program Indonesia Pintar Program Indonesia Sehat 52

Jenis Kartu & Jumlah Kartu * Tahap Awal (November & Desember 2014) 1.030.028 157.943 1.030.028 4.451.508 *) Tambahan setelah kunjungan Bapak Presiden ke Sinabung, Kabupaten Karo tanggal 29 Oktober 2014 53

Basis Data Terpadu (BDT) Sebagai Sumber Data Tunggal Program Perlindungan Sosial BDT dibangun dari hasil registrasi PPLS 2011 40% keluarga dengan status sosial ekonomi (SSE) terendah Basis Data Terpadu berisi + 25 juta rumah tangga atau + 96,7 juta jiwa PBI untuk JKN : + 86,4 juta jiwa atau +21,8 juta keluarga (35% keluarga dengan SSE terendah) KPS, KKS, BSM: +15,5 juta RT (25% keluarga dengan SSE terendah) Garis kemiskinan 11,25% (28,3 juta jiwa) PKH: + 2,8 juta RT (8% dengan SSE terendah) Keluarga diurutkan berdasarkan kondisi sosial ekonomi 54

Basis Data Terpadu Sebagai Sumber Data Tunggal Program Perlindungan Sosial 55

Dampak Penggunaan BDT Untuk Ketepatan Sasaran 56

Persentase Manfaat Total Poin Persen Persentase Manfaat Total Poin Persen Penggunaan Basis Data Terpadu (BDT) Sejak 2012 Memperbaiki Ketepatan Sasaran Program Perlindungan Sosial Bidang Pendidikan Ketepatan Sasaran BSM Mengalami Perbaikan 30% Kesalahan Penentuan Sasaran Berkurang 0 25% 20% -5-2,86 15% 10% -10 5% 0% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10-15 -12,16 Exclusion Error Inclusion Error Desil Pengeluaran Perkapita SD 2013 SD 2009 25% 0-2 20% 15% -4-6 -3,98-3,76 10% 5% -8-10 -12 0% 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10-14 Exclusion Error Inclusion Error Desil Pengeluaran Perkapita SMP 2013 SMP 2009 Sumber: Susenas, 2009 dan 2013 57

Persentase (%) usia 6-25 tahun Persentase (%) usia6-25 tahun Keberlanjutan Pendidikan Anak Usia Sekolah Pada Rumah Tangga 40% Termiskin 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 90 90 80 80 70 71,1 70,5 70 73,3 72,7 60 50 55,5 60 50 58,2 40 30 20 10 40,6 40,3 40 2013 30 2014 20,7 20 10 45,0 42,6 23,2 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Lama Menempuh Pendidikan 0,8 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Lama Menempuh Pendidikan 1,1 Kuantil 1 Kuantil 2 Kuantil 1 Kuantil 2 Sumber: Analisis data Susenas Maret 2013 dan Maret 2014 58

Persentase Penerima Manfaat Poin Persen Penggunaan Basis Data Terpadu (BDT) Sejak 2012 Memperbaiki Ketepatan Sasaran Program Perlindungan Sosial Bidang Kesehatan 25 Ketepatan Sasaran Jamkesmas Mengalami Perbaikan 0 Kesalahan Penentuan Sasaran Berkurang 20-2 15 10-4 -6-8 - 3.91 5-10 0-12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Desil Pengeluaran Perkapita -14-13.93 2012 2014 Sumber: Susenas, 2012 dan 2014-16 Exclusion Error Inclusion Error 59

Terima Kasih