BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD

dokumen-dokumen yang mirip
BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PENDIDIKAN KOTA PONTIANAK

BAB II GAMBARAN UMUM BPMPD KAB. SIAK

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

PERATURAN WALIKOTA TASIKMALAYA

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN PROFIL ORGANISASI DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA KOTA SALATIGA TAHUN 2017

PEMERINTAH KABUPATEN MUARO JAMBI

Subbagian kepegawaian.

PENETAPAN KINERJA TAHUN 2013 DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR Manajemen Pendidikan TK / RA 915,000,000

RENCANA STRATEGIS DINAS PENDIDIKAN TAHUN

RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) DINAS PENDIDIKAN PERIODE

-1- GUBERNUR ACEH PERATURAN GUBERNUR ACEH NOMOR 106 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI SUKAMARA PERATURAN BUPATI SUKAMARA NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG

PEMERINTAH KOTA SALATIGA DAFTAR INFORMASI PUBLIK RINGKASAN PROFIL ORGANISASI BAGIAN UMUM SETDA KOTA SALATIGA TAHUN 2017

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA

BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

Penanggung Jawab Pembuatan atau Penerbitan informasi. Waktu dan tempat pembuatan informasi. Banda Aceh, 2012

BUPATI MAGELANG PROVINSI JAWA TENGAH PERATURAN BUPATI MAGELANG NOMOR 6 TAHUN 2018 TENTANG

RENCANA STRATEGIS DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TAHUN

PEMERINTAH KABUPATEN BADUNG PERATURAN BUPATI BADUNG NOMOR 34 TAHUN 2005 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS PENDIDIKAN

LEMBARAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU PERATURAN DAERAH KOTA LUBUKLINGGAU NOMOR 9 TAHUN 2006 T E N T A N G

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA BUPATI KLATEN,

PROFIL DINAS PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET KABUPATEN TANAH DATAR TAHUN 2014

INDIKATOR KINERJA UTAMA TAHUN 2017 (Berdasarkan Format : PERMENPAN Nomor 53 Tahun 2014 dan PERMENPAN & RB Nomor: PER/20/menpan/II/2008)

BUPATI KAPUAS PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI KAPUAS NOMOR 42 TAHUN 2016 TENTANG

Grafik 3.2 Angka Transisi (Angka Melanjutkan)

PEMERINTAH KABUPATEN HUMBANG HASUNDUTAN

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

MEMUTUSKAN : : PERATURAN BUPATI TENTANG KEDUDUKAN, SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI SERTA TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN. BAB I KETENTUAN UMUM

BAB II GAMBARAN PELAYANAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR : 30.E TAHUN 2008

INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) & INDIKATOR KINERJA INDIVIDU (IKI)

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN GARUT

4. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran

BUPATI BANYUASIN PROVINSI SUMATERA SELATAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN BANYUASIN NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 7 TAHUN 2013 PERATURAN DAERAH KABUPATEN LEBAK NOMOR 7 TAHUN 2013 TENTANG

PENETAPAN KINERJA BUPATI TEMANGGUNG TAHUN ANGGARAN 2014 NO SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET (Usia 0-6 Tahun)

BUPATI MAGETAN PERATURAN BUPATI MAGETAN NOMOR 58 TAHUN 2008 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MAGETAN BUPATI MAGETAN,

PEMERINTAH KABUPATEN JEMBER

PERATURAN BUPATI MUSI RAWAS NOMOR 48 TAHUN 2016 TENTANG SUSUNAN ORGANISASI, TUGAS DAN FUNGSI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MUSI RAWAS

PERATURAN BUPATI ACEH TIMUR NOMOR 47 TAHUN 2012 TENTANG

PERATURAN BUPATI SUMBAWA NOMOR 26 TAHUN 2008 TENTANG RINCIAN TUGAS, FUNGSI DAN TATA KERJA BADAN KEPEGAWAIAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KABUPATEN SUMBAWA

BAB I PENDAHULUAN. Renstra Badan Kepegawaian Daerah Kab. Barru Tahun

NOMOR 4 TAHUN 2005 SERI D NOMOR 3 PERATURAN DAERAH KABUPATEN TOJO UNA-UNA NOMOR : 4 TAHUN 2005

BUPATI SIAK PERATURAN DAERAH KABUPATEN SIAK NOMOR 22 TAHUN 2007 TENTANG

BERITA DAERAH KABUPATEN BEKASI

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 4 TAHUN 2008 TENTANG POLA ORGANISASI DAN TATA KERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN BREBES

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR : 01 TAHUN 2004 SERI D PERATURAN DAERAH KABUPATEN TANAH BUMBU NOMOR 1 TAHUN 2004 TENTANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN LAMONGAN NOMOR 23 TAHUN 2007 TENTANG ORGANISASI DAN TATA KERJA DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN LAMONGAN

BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR

PEMERINTAH KABUPATEN REJANG LEBONG

BUPATI PURWOREJO PERATURAN BUPATI PURWOREJO NOMOR : 30.R Tahun 2008

BAB II DESKRIPSI OBYEK PENELITIAN. 1. Sejarah Berdirinya Kabupaten Sleman. Keberadaan Kabupaten Sleman dapat dilacak pada Rijksblad no.

BAB II GAMBARAN UMUM PELAYANAN SKPD Tugas Pokok, Fungsi, dan Struktur Organisasi SKPD

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO

BAB IV GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN. 4.1 Visi dan Misi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kampar

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Misi 4. Mewujudkan Peningkatan Pendidikan yang Berkualitas tanpa Meninggalkan Kearifan Lokal

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS KEPENDUDUKAN DAN PENCATATAN SIPIL KOTA BINJAI

DIN PEMERINTAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU PERATURAN DAERAH PROVINSI KEPULAUAN RIAU NOMOR 4 TAHUN 2011 TENTANG

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN KEPEGAWAIAN DAERAH

BUPATI BANYUWANGI PERATURAN BUPATI BANYUWANGI NOMOR 8 TAHUN 2009 TENTANG

DESKRIPSI KERJA MASING-MASING PADA DINAS PENDIDIKAN KOTA BINJAI

WALIKOTA SOLOK PROVINSI SUMATERA BARAT PERATURAN WALIKOTA SOLOK NOMOR 17 TAHUN 2016 TENTANG

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

PERATURAN DAERAH KABUPATEN JEPARA NOMOR 8 TAHUN 2012 TENTANG

2.1 Tugas Pokok, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

WALIKOTA SURABAYA TENTANG ORGANISASI UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS ALAT BERAT PADA DINAS BINA MARGA DAN PEMATUSAN KOTA SURABAYA WALIKOTA SURABAYA,

BAB VI INDIKATOR KINERJA DINAS PENDIDIKAN PROVINSI JAWA TIMUR YANG MENGACU PADA RPJMD PROVINSI JAWA TIMUR

PERATURAN DAERAH KABUPATEN BREBES NOMOR 8 TAHUN 2008 TENTANG ORAGANISASI DAN TATA KERJA KECAMATAN DAN KELURAHAN KABUPATEN BREBES

PEMERINTAH KABUPATEN SAMPANG

BAB II GAMBARAN PELAYANAN BADAN, PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH KOTA BOGOR

BAB II KONDISI UMUM PENDIDIKAN

Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

LAPORAN PELAKSANAAN TUGAS TAHUNAN KANTOR ARSIP DAERAH KABUPATEN SLEMAN

PEMERINTAH KOTA TANGERANG

BUPATI TABALONG PROVINSI KALIMANTAN SELATAN

SALINAN. Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);

BUPATI KEPULAUAN ANAMBAS

BUPATI GRESIK PROVINSI JAWA TIMUR

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN PURWAKARTA

BUPATI PULANG PISAU PROVINSI KALIMANTAN TENGAH PERATURAN BUPATI PULANG PISAU NOMOR 34 TAHUN 2016 TENTANG

BUPATI ACEH UTARA PROVINSI ACEH PERATURAN BUPATI ACEH UTARA NOMOR 29 TAHUN 2017 TENTANG

PEMERINTAH KABUPATEN BANGKA

MEMUTUSKAN : BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KECAMATAN JOGOROTO. Pada Bab ini memuat informasi tentang peran (tugas pokok dan fungsi)

BAB II GAMBARAN PELAYANAN KANTOR LINGKUNGAN HIDUP KOTA MADIUN

Transkripsi:

BAB II GAMBARAN PELAYANAN SKPD 2.1. Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi Sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi Kabupaten Barru, pendidikan adalah unsur pelaksana Pemerintah Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Bupati melalui Sekretaris Daerah. Dalam pelaksanaan tugas sehari-hari Kepala dibantu oleh Kepala Bagian tata Usaha, Kepala Bidang dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPTD) serta Kelompok Jabatan Fungsional. A. Tugas pokok dan fungsi (1) mempunyai tugas pokok melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan azas otonomi dan tugas pembantuan di bidang pendidikan; (2) pendidikan dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di atas meyelenggarakan fungsi: a. Perumusan kebijakan teknis penyelenggaraan di bidang pendidikan; b. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum di bidang pendidikan; c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas penyelenggaraan di bidang pendidikan; d. Pelaksanaan urusan tata usaha dinas; e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati. Tugas dan fungsi jabatan-jabatan dalam struktur organisasi Kabupaten Barru, sebagai berikut: a. Tugas pokok dan fungsi Sekretariat Sekretariat mempunyai tugas membantu Kepala dalam melakukan koordinasi penyusunan program pelayanan administrasi serta pengelolaan keuangan baik dalam satuan oragnisasi dinas maupun dalam lembaga antar dinas/perangkat daerah lainnya. Sekretariat dalam melaksanakan tugasnya mempunyai fungsi: (a) pengkoordinasian penyusunan program, (b) pengelolaan keuangan, (c) pelayanan adminiastrasi yang meliputi surat menyurat, kepegawaian, 6

perlengkapan dan rumah tangga dan, (d) melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh Kepala. b. Tugas Pokok dan Fungsi Bidang Dasar: Bidang pendidikan Dasar mempunyai tugas membantu Kepala dalam melakukan kegiatan dalam menyusun kebijakan teknis, menyelenggarakan dan melayani urusan pemerintahan serta pembinaan di bidang pendidikan dasar. Bidang pendidikan dasar dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi: (a) penyusunan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidikan dasar; (b) penyelenggaraan dan pelayanan urusan pemerintahan di bidang pendidian dasar, (c) pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan dasar, dan (d) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala. c. Tugas Pokok dan Fungsi Bidang Menengah Bidang pendidikan menengah mempunyai tugas membantu Kepala dalam melakukan kegiatan dalam menyusun kebijakan teknis, menyelenggarakan dan melayani urusan pemerintahan serta pembinaan di bidang pendidikan menengah. Bidang pendidikan menengah dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi: (a) penyusunan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidian menengah; (b) penyelenggaraan dan pelayanan urusan pemerintahan di bidang pendidikan menengah, (c) pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan menengah, dan (d) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala. d. Tugas Pokok dan Fungsi Bidang Luar Sekolah Bidang pendidikan luar sekolah mempunyai tugas membantu Kepala dalam melakukan kegiatan dalam menyusun kebijakan teknis, menyelenggarakan dan melayani urusan pemerintahan serta pembinaan di bidang pendidikan luar sekolah. Bidang pendidikan luar sekolah dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi: (a) penyusunan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidian luar sekolah; (b) penyelenggaraan dan pelayanan urusan pemerintahan di bidang pendidikan luar sekolah, (c) pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendidikan luar sekolah, dan (d) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala. 2010-2015 7

e. Tugas Pokok dan Fungsi Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bidang pendidikan luar sekolah mempunyai tugas membantu Kepala dalam melakukan kegiatan dalam menyusun kebijakan teknis, menyelenggarakan dan melayani urusan pemerintahan serta pembinaan di bidang pendidik dan tenaga kependidikan. Bidang pendidik dan tenaga kependidikan dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi: (a) penyusunan perumusan kebijakan teknis di bidang pendidik dan tenaga kependidikan; (b) penyelenggaraan dan pelayanan urusan pemerintahan di bidang pendidik dan tenaga kependidikan, (c) pembinaan dan pelaksanaan tugas di bidang pendidik dan tenaga kependidikan, dan (d) pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala. 2010-2015 B. Susunan Organisasi Susunan Organisasi sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pembentukan Organisasi pendidikan Kabupaten Barru terdiri dari : a. Kepala b. Sekretariat, terdiri dari : 1. Subbagian Penyusunan Program; 2. Subbagian Keuangan; 3. Subbagian Umum. c. Bidang Dasar, terdiri dari : 1. Seksi Kesiswaan; 2. Seksi Kurikulum; 3. Sarana dan Prasarana d. Bidang Menengah, terdiri dari : 1. Seksi Kesiswaan; 2. Seksi Kurikulum; 3. Seksi Sarana dan Prasarana. e. Bidang pendidikan Luar Sekolah, terdiri dari : 1. Seksi Anak Usia Dini; 2. Seksi Kesetaraan; 3. Masyarakat dan Kelembagaan; f. Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, terdiri dari : 1. Seksi Pengembangan dan Pembinaan; 8

2. Seksi Kesejahteraan; g. Unit Pelaksana Teknis (UPTD); h. Kelompok Jabatan Fungsional. Bagan Struktur organisasi Kabupaten Barru KEPALA DINAS SEKRETARIAT KLP JABATAN FUNGSIONAL SUBBAG PENYUSUNAN PROGRAM SUBBAG KEUANGAN SUBBAG UMUM BIDANG PENDIDIKAN DASAR BIDANG PENDIDIKAN MENENGAH BIDANG PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH BIDANG PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN KESISWAAN KESISWAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI PENGEMBANGAN DAN PEMBINAAN KURIKULUM KURIKULUM KESETARAAN KESEJAHTERAAN SARANA DAN PRASARANA SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN MASYARAKAT DAN KELEMBAGAAN UPTD 9

2.2. Sumber Daya SKPD Sumber daya aparatur memiliki peranan yang sangat penting dalam pembangunan, tidak hanya dari segi kuantitasnya tetapi juga kualitasnya dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi program-pogram yang menjadi tugas pokok dan fungsinya. Pendidik an Tabel 2.1. Keadaan Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan tingkat Jumlah Persentase 1. S2 13 8,28 2. S1 79 50,32 3. D2/D3 8 5,1 0 1. 3. D2/D3 8 5,10 4. SLTA 55 35, 03 5. SLTP 5. SL TP 2 2, 27 To Din Sumber:, 2010 Berdasarkan tabel di atas, diketahui bahwa pegawai pada umumnya didominasi oleh PNS yang berpendidikan S1 yaitu sebanyak 78 orang atau sebesar 50,32%, sedangkan yang paling sedikit adalah PNS yang berpendidikan SLTP yaitu sebanyak 2 orang atau hanya sebesar 2,27%. Hal ini berarti bahwa sebagian besar pegawai ditunjang oleh tingkat pendidikan yang memadai dalam memberikan pelayanan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Kabupaten Barru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya dibantu oleh Unit Pelaksana Teknik (UPTD) di masingmasing kecamatan dan UPTD Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Tabel 2.2. Jumlah Pegawai Berdasarkan Jabatan Lingkup Kabupaten Barru Nama Jabatan Struktural Fungsional Jumlah Kepala Seksi/Kasubag 1-11 Kepala UPTD 7-7 Staf Kabupaten 49-49 Staf UPTD 39-39 Pamong Belajar - 20 20 Pengawas SLTP/SLTA - 3 3 Pengawas TK/SD - 15 15 10

Penilik PLS - 11 11 TLD - 6 6 Jumlah 102 55 157 Sumber:, 2010 Dari tabel di atas diketahui komposisi pegawai pada Kabupaten Barru sebanyak 157 orang terdiri dari jabatan struktural 102 orang dan jabatan fungsional 55 orang. Tabel 2.3 Diklat Penjenjangan Struktural dan Teknis Fungsional yang Diikuti PNS Kabupaten Barru tahun 2010 2010-2015 Jenis Diklat Jumlah yang Ikut Penjenjangan Teknis/ Fungsional Latpim III 8 - Diklatpim IV 17 - Bimtek Perencanaan - 9 Pelatihan Kurikulum - 3 Pengelola Data Kependidikan - 5 Bimtek Pengadaan Barang & Jasa - 2 Penataan Arsip - 2 Kursus Komputer - 18 Pelatihan/Bimtek Bendahara - 7 Pelatihan Internet (ICT) - 3 Pelatihan Senam - 3 Pengelola Data Kesiswaan - 4 Jumlah 25 56 Sumber:, 2010 Keterangan Tabel 2.3 di atas menunjukkan diklat yang banyak diikuti aparat adalah kursus komputer dan bimtek perencanaan pendidikan. penjenjangan dan diklat teknis/fungsional bagi Pegawai Negeri Sipil merupakan kemampuan yang membawa PNS ke tingkat yang lebih berkualitas. Namun bagi pendidikan penjenjangan tidaklah semua aparat berhak mengikutinya. Sedangkan diklat teknis fungsional seharusnya diikuti semua aparat. Tabel 2.4. Formasi Jabatan Berdasarkan Eselon Lingkup Kabupaten Barru Formasi Jabatan Eselon Tersedia Terisi Belum Terisi I - - - 11

II 1 1 - III 5 5 - IV 22 19 3 Jumlah 28 25 3 Sumber: Sekretariat, 2011 Dari tabel di atas diketahui bahwa, formasi jabatan yang tersedia pada Kabupaten Barru sebagian besar telah terisi. Namun, dari 27 formasi jabatan yang tersedia masih terdapat 3 eselon IV yang belum terisi. Selain sumber daya manusia yang telah diuraikan di atas, hal yang tidak kalah pentingnya dalam pencapaian kinerja organisasi adalah sarana dan prasarana yang digunakan dalam melaksanakan tugas-tugas dan fungsinya. Sarana dan Prasarana yang difungsikan sebagai unit pelayanan Kabupaten Barru, dapat dilihat pada tabel 2.4 berikut ini: Tabel 2.4. Sarana dan Prasarana Kabupaten Barru NO URAIAN JUMLAH (UNIT) KETERANGAN 1 Gedung Kantor 1 Rusak Sedang 2 Kantor UPTD 8 7 Kecamatan + 1 SKB 3 Gedung Aula 2 4 Gudang 1 5 Kendaraan Roda 4 5 1, 3 untuk pengawas, 1 SKB 6 Kendaraan Roda 2 53 6 Kabupaten 7 Janringan ICT 1 8 Meja kerja 99 9 rusak 9 Kursi kerja 99 12 rusak 10 Meja Panjang 5 11 Meja Kaca/Panjang 1 12 Scanner 1 13 Filling Cabinet 4 14 Almari 23 15 Laptop 6 16 Komputer 11 3 set rusak 17 Printer 8 18 Mesin ketik 5 3 rusak 19 LCD projector 1 20 Faximile 2 1 rusak 21 AC 2 22 Kompor gas 1 Sumber: Sekretariat, 2011 Tabel di atas menunjukkan bahwa sarana dan prasarana pada kantor Kabupaten Barru masih perlu mendapat perhatian, baik dari kondisi kualitas maupun kuantitasnya. 12

2.3. Kinerja Pelayanan SKPD Kondisi layanan pendidikan di Kabupaten Barru diuraikan melalui angka melek huruf, rata-rata lama sekolah, angka partisipasi kasar, angka partisipasi murni, dan angka pendidikan yang ditamatkan. Uraian mengenai perkembangan angka melek huruf di Kabupaten Barru dapat diamati dalam tabel 2.5 berikut ini: No 1 2 Tabel 2.5 Perkembangan Angka Melek Huruf di Kabupaten Barru Tahun 2005 s.d Tahun 2009 Uraian T A H U N 2005 2006 2007 2008 2009 Jumlah penduduk usia diatas 15 Tahun yang bisa membaca dan menulis 93.072 96.026 99.509 97.534 101.255 Jumlah penduduk usia 15 Tahun keatas 109.239 109.494 114.037 113.875 114.542 3 Angka Melek Huruf 85,20 87,70 87,26 85,65 88,40 Sumber : Kabupaten Barru, 2010 Tabel 2.5 menunjukkan bahwa angka melek huruf selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan yang signifikan dari 85,20% tahun 2009 menjadi 88,80% di akhir tahun 2009, atau meningkat sebesar 3,2%. Tabel 2.6. Rata-Rata Lama Sekolah (MYS) di Kabupaten Barru Tahun 2005 s.d Tahun 2009 No Kabupaten/Kota/Kecamatan*) T a h u n 2005 2006 2007 2008 2009 1 Rata-Rata Lama Sekolah (MYS) 6,8 7,2 7,2 7,2 7,2 Layanan pendidikan ditinjau dari rata-rata lama sekolah mengalami peningkatan sebesar 0,4 tahun. Namun, selama empat tahun terakhir perkembangannya cenderung tetap. Tabel 2.7 Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kabupaten Barru Tahun 2005 s.d Tahun 2009 No Jenjang T A H U N 2005 2006 2007 2008 2009 13

1 APK SD / MI 107,20 107,45 108,05 108,67 109,79 2 APK SMP / MTs 61,88 66,00 87,48 97,81 99,74 3 APK SMA / SMK / MA 30,39 37,97 44,31 55,94 61 Sumber: Kabupaten Barru, 2010 Gambaran mengenai angka partisipasi kasar berdasarkan tabel 2.7 di atas menunjukkan bahwa selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan berarti. Khususnya Sedangkan pada jenjang SMP/MTs mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 31,51%. Demikian pula pada jenjang SMA/SMK/MA mengalami peningkatan yang signifikan dari 22,43%. Tabel 2.8 Angka Partisipasi Murni (APM) di Kabupaten Barru Tahun 2005 s.d Tahun 2009 No Jenjang T A H U N 2005 2006 2007 2008 2009 1 APM SD / MI 94,39 94,67 94,89 95,06 95,18 2 APM SMP / MTs 39,77 50,30 60,83 67,32 71,28 3 APM SMA / SMK / MA 23,57 26,66 29,75 39,95 43,00 Sumber : Kabupaten Barru, 2010 Berdasarkan tabel 2.8 di atas menunjukkan bahwa angka partisipasi murni (APM) jenjang SD/MI meningkat sebesar 0,79% selama lima tahun terakhir. Sedangkan pada jenjang SMP/MTs mengalami peningkatan yang signifikan sebesar 31,51%. Demikian pula pada jenjang SMA/SMK/MA mengalami peningkatan yang signifikan dari 22,43%. Namun demikian, angka tersebut masih di bawah standar nasional. Tabel 2.9 Angka Yang Ditamatkan di Kabupaten Barru Tahun 2005 s.d Tahun 2009 No Jenjang T A H U N 2005 2006 2007 2008 2009 L P L P L P L P L P 1 SD/MI 1.188 1.169 1.699 1.678 1.802 1.886 1.790 1.861 1.722 1.749 2 SMP/MTs 1.068 1.100 1.121 1.138 725 867 1.102 1.230 1.312 1.334 3 SMA/SMK/MA 583 598 450 475 441 484 801 786 688 787 Jumlah 2.838 2.867 3.270 3.291 2.968 3.237 3.693 3.877 3.722 3.870 Sumber data: Kabupaten Barru, 2010 14

Angka pendidikan yang ditamatkan di Kabupaten Barru sesuai Tabel 2.9 di atas selama lima tahun terakhir mengalami peningkatan dari tahun 2005 sebanyak 5707 siswa menjadi 7592 siswa pada tahun 2009, atau meningkat sebanyak 1887 siswa. 15