LAMPIRAN 1 DAFTAR TABEL

dokumen-dokumen yang mirip
ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DAN DAMPAKNYA TERHADAP LAPORAN LABA / RUGI PADA U.D. TAHU IBU SOPIAH

SESI II Mengidentifikasi pokok-pokok Perencanaan Usaha dan Keuangan Usaha Mikro

ANALISIS PENENTUAN HARGA JUAL KERUPUK PADA PERUSAHAAN DAGANG MASTOGASARI BOGOR DENGAN PENDEKATAN FULL COSTING

BAB V KARAKTERISTIK RESPONDEN

BAB II PERENCANAAN BISNIS TELA-TELA

Analisis Selisih Biaya Produksi sebagai Alat Pengendalian Biaya Pada Usaha Rumahan Kerupuk Barokah

Bisnis Keripik Singkong, Labanya Penuhi Kantong

Bab 5 Aspek Teknis. Bagaimana bentuk tempe yang anda suka? Apa warna tempe yang anda suka? Jenis bahan tempe apa yang anda sukai?

STUDI KELAYAKAN AGROINDUSTRI GETUK GORENG DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS

PENGOLAHAN JAGUNG SEBAGAI BAHAN PANGAN. Agus Sutanto

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Tempe merupakan makanan yang terbuat dari biji kedelai atau beberapa

BAB IV METODE FULL COSTING DALAM PENETAPAN HARGA JUAL PADA USAHA KERUPUK RAMBAK DWIJOYO

ANALISIS BREAK EVEN POINT SEBAGAI ALAT PERENCANAAN LABA PADA PABRIK TEMPE YANTO

BAB I PENDAHULUAN. menjadikan produk tersebut sebagai alternatif tepat untuk menemani waktu santai Anda

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. digunakan yaitu, wajan, kompor, pisau, pengaduk, gilingan daging dan siler.

Nisaa Aqmarina EB10

IMPLEMENTASI SISTEM JUST IN TIME PADA PABRIK TAHU. : Muhammad Rahman Prabowo NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Renny., SE.

BAB V AKSI MEWUJUDKAN KEMBALI HARAPAN MASYARAKAT NELAYAN

NAMA KELOMPOK : PUTRI FEBRIANTANIA M ( ) R

Mengemas Laba Usaha Kacang Mete Di Musim Lebaran

VI. ANALISIS BIAYA DAN PENDAPATAN INDUSTRI RUMAH TANGGA TAHU. A. Analisis Biaya Industri Rumah Tangga Tahu di Desa Karanganayar

TUGAS FIELD STUDY KEWIRAUSAHAAN Kripik Terong Dicabein. Disusun oleh:

BAB I PENDAHULUAN. pengolahan yang memadai (Seto, 2001). pertanian kedalam pembangunan agroindustris. Meunurut Lynn (2003)

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA SANGKUSTI SEBAGAI PELUANG USAHA MAKANAN TRADISIONAL ALTERNATIF KHAS KOTA SEMARANG BIDANG KEGIATAN :

LAMPIRAN. Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN. negatif terhadap lingkungan diantaranya pencemaran lingkungan yang disebabkan

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI UNTUK MENENTUKAN HARGA JUAL PADA PABRIK ROTI DEE- DEE BAKERY DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING

BAB I PENDAHULUAN. A. Judul Program KERIPIK PISANG ANEKA RASA BERBASIS PEMASARAN KOPERASI SISWA SEKOLAH SEBAGAI BENTUK KERJA SAMA MUTUALISME.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

TUGAS AKHIR LINGKUNGAN BISNIS

STMIK AMIKOM YOGYAKARTA

TUGAS PENGANTAR BISNIS Bussines Plan

III. METODE PENELITIAN

Bisnis Warung Kelontong Modal Kecil

I. PENDAHULUAN. sangat penting untuk mencapai beberapa tujuan yaitu : menarik dan mendorong

ANALISIS PROFITABILITAS USAHA PENGOLAHAN KEDELAI PADA IRT TASIK GARUT DI KABUPATEN LEBONG

Keseluruhan lingkungan X merupakan wilayah pemukiman yang padat penduduk. Pada

I. PENDAHULUAN. Indonesia merupakan negara agraris yang memiliki sumber daya melimpah

BAB I PENDAHULUAN. didorong oleh perkembangan bisnis yang sangat pesat di Indonesia.

BAB I PENDAHULUAN. permasalahan yang sama, yaitu persaingan dalam industrinya sehingga perusahaan

: Laila Wahyu R NIM :

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN. Kabupaten Sumenep. Usaha ini terletak di jalan Monumen Kuda sakti No. 97 RT.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan sektor industri tetapi banyak berkembangnya sektor industri kecil

USAHA KECIL MENENGAH KERIPIK UBI HUMOR DI KABUPATEN SUMEDANG. Diajukan untuk Memenuhi Matakuliah Marketing Prodi Desain Komunikasi Visual

PELUANG USAHA JAMUR KRIUK

1. PENDAHULUAN. Indonesia memiliki sektor pertanian yang terus dituntut berperan dalam

III. METODE PENELITIAN. Konsep dasar dan definisi operasional meliputi pengertian yang digunakan

USAHA RUMAH MAKAN. bisnis rumah makan, Sebelum anda menginvestasikan. waktu anda untuk belajar tentang

Modul. Modul 10 BAB I PENDAHULUAN

V. PROFIL INDUSTRI RUMAH TANGGA TAHU. pemilik usaha industri tahu yang ada di Desa Karanganyar Kecamatan Weru

TTL : Boyolali, 07 Mei 1969 : Desa Mayajaya, kecamatan Pamona Selatan Kab.Poso, Provinsi Sulawesi Tengah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Steak berasal dari beef steak yang artinya adalah sepotong daging. Daging yang

BAB I PENDAHULUAN. baik sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai, baik dalam merencanakan


PROPOSAL BISNIS USAHA KUE BROWNIES COKLAT

I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Bisnis Kerupuk Udang, Renyah Menguntungkan

BAB I PENDAHULUAN. kelangsungan hidup dimasa mendatang. Jumlah penduduk yang. sangat tinggi membuat kebutuhan bahan bakar fosil semakin

LAPORAN AKHIR PKM-KEWIRAUSAHAAN

3. Untuk mempermudah bagi mereka mereka yang berminat untuk mendirikan industri rumah tangga yang mengspesialisasikan pembuatan tempe. C.

Nama : Erning Findiani NPM : Jurusan : Akuntansi Pembimbing : Heru Suharjo, SE., MM

PENERAPAN SISTEM JUST IN TIME TERHADAP HARGA POKOK PRODUKSI PADA HOME INDUSTRY RIAN PUSPITA JAYA

I. PENDAHULUAN. karena berpengaruh terhadap eksistensi dan ketahanan hidup setiap manusia,

PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI (HPP) DENGAN METODE FULL COSTING

BAB I PENDAHULUAN. mengandung zat gizi, makanan harus baik, dan aman untuk dikonsumsi.

A. PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang masalah

ALOKASI BIAYA BERSAMA PADA PRODUK SAMPINGAN DALAM MENGHITUNG HARGA POKOK PRODUKSI (Studi Kasus UKM Pembuatan Tahu Bapak Bambang)

SALURAN DISTRIBUSI JAMUR TIRAM PUTIH DI P4S CIJULANG ASRI DALAM MENINGKATKAN KEUNTUNGAN. Annisa Mulyani 1 Sri Nofianti 2 RINGKASAN

BUSINESS PLAN RUMAH PRODUKSI KERUPUK UDANG

VI. ANALISIS LINGKUNGAN DAN PERUMUSAN STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA SATE SOP KAMBING

BAB I PENDAHULUAN. Komunikasi merupakan sebuah bagian penting dari sebuah promosi agar dapat

BAB I PENDAHULUAN. : Jalan Pemuda I, Rawamangun-Jakarta Timur

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

V. HASIL DAN PEMBAHASAN. A. Profil Industri Rumah Tangga olahan Salak Pondoh. Kegiatan pengolahan Salak Pondoh sudah dilakukan oleh warga masyarakat

Penilaian Persediaan Pada Home industri Tempe Pak Nurhadi

BAB VIII STRATEGI DAN PERENCANAAN PROGRAM

BAB III GAMBARAN UMUM INDUSTRI RUMAHAN PRODUK PAK FAIZIN

BAB 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Peningkatan Produktivitas Usaha Briket dan Tungku di Daerah Sleman Guna Mendukung Penyediaan Bahan Bakar Alternatif yang Ramah Lingkungan

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan subsektor peternakan merupakan bagian dari sektor

nilai ekonomis cukup tinggi dalam dunia perdagangan (Ruaw, 2011). Kelapa merupakan komoditi strategis karena perannya yang besar sebagai sumber

BAB II LANDASAN TEORI. Menurut UU No. 20 Tahun 2008 tentang usaha mikro, kecil, dan menengah,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Analisis Biaya, Volume Penjualan dan Laba Sebagai Alat Perencanaan Laba Jangka Pendek pada Toko Pempek SAUDARA. Oleh : Meta Bina Sabila

Peluang Bisnis Gorengan Dengan Modal Kecil

BAB 1 PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

PROPOSAL PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM. KERUPUK RUMPUT LAUT SERASI (Sehat dan Bernutrisi) BIDANG KEGIATAN : PKM KEWIRAUSAHAAN

BAB I PENDAHULUAN. pengangguran, juga akan membantu tercapainya pertumbuhan ekonomi yang. Usaha Kecil Menengah (UKM) mempunyai keunggulan-keunggulan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

BISNIS TELOR ASIN KHAS BREBES

LINGKUNGAN BISNIS KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS

DAFTAR PERTANYAAN RESPONDEN Daftar pertanyaan ini disusun untuk pembuatan skripsi sebagai salah satu syarat kelulusan dari Universitas Lampung

1. RINGKASAN EKSEKUTIF

STRUKTUR PASAR DAN ANALISIS USAHA INDUSTRI TEMPE SKALA RUMAH TANGGA DI KABUPATEN PURWOREJO

BAB I PENDAHULUAN. pembangunan nasional yang dicanangkan oleh pemerintah. Tidak dapat

Transkripsi:

LAMPIRAN 77

78 LAMPIRAN 1 DAFTAR TABEL Tabel 1. Analisis ekonomi sampel 1 Jenis Produk Kuantitas Harga / potong Tahu 1. Mentah (4 kotak) 6600 potong Rp. 1000 2. Goreng Bahan (8 kotak) Baku Kuantitas 26400 potong Harga / Kg Rp. 400 Total Kedelai Total Kuantitas 80033000 kg potong Rp. 6.700 Rp. 17.160.000 Rp. 5.360.000 Tenaga Kerja Langsung Total Biaya 3 orang karyawan Rp. 1.800.000 Biaya Overhead Pabrik Bahan Penolong : - Kayu bakar - Gas lpg - Minyak goreng - Plastik pembungkus - Garam Operasional umum (bensin) Beban listrik dan air Baiya Penyusutan : - Penggilingan (1 unit) - Papan cetak (15 unit) - Penggorengan (3 unit) - Kompor (2 unit) - Wadah ( 5 unit) - Peniris miyak (3 unit) Jumah/umur ekonomis 90 ikat 2 tabung (3kg) 120 liter 25 bungkus 10 bungkus 90 liter 1 unit/ 10 tahun 15 unit/1 tahun 3 unit/5 tahun 2 unit/5 tahun 5 unit/1 tahun 3 unit/2 tahun Biaya Tetap (Rp) Rp. 70.000 Rp. 4.000.000 Rp. 150.000 Rp. 450.000 Rp. 500.000 Rp. 125.000 Rp. 150.000 Biaya Variabel (Rp) Rp. 540.000 Rp. 1.200.000 Rp. 1.200.000 Rp. 450.000 Rp. 300.000 Rp. 720.000 Total BOP Rp. 5.445.000 Rp. 4.410.000

79 Perhitungan adalah sebagai berikut : Biaya Penyusutan selama 1 ( satu ) Bulan 1. Penggilingan Harga perolehan : Rp. 4.000.000 Masa efektif : 10 tahun Biaya Penggilingan : Rp. 4.000.000 : (10x12) = Rp. 33.333,33 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 33.333 2. Papan cetak Harga perolehan : Rp. 150.000 Masa efektif : 1 tahun Biaya papan cetak : Rp. 150.000 : (1x12) = Rp. 12.500 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 12.500 3. Wajan Penggorengan Harga perolehan : Rp. 450.000 Masa efektif : 5 tahun Biaya Wajan Penggorengan : Rp. 450.000 : (5x12) = Rp. 7.500 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 7.500 4. Kompor Harga perolehan : Rp. 500.000 Masa efektif : 5 tahun Biaya Kompor : Rp. 500.000 : (5x12) = Rp. 8.333,33 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 8.333 5. Wadah Harga perolehan : Rp. 125.000 Masa efektif : 1 tahun Biaya Wadah : Rp. 125.000 : (1x12) = Rp. 10.416,66 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 10.416 6. Peniris minyak Harga perolehan : Rp. 150.000 Masa efektif : 2 tahun Biaya Peniris Minyak : Rp. 150.000 : (2x12) = Rp. 6.250 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 6.250

80 Tabel 2. Analisis ekonomi sampel 2 Jenis Produk Kuantitas Harga / potong Tahu 1. Mentah (4 kotak) 2. Goreng (6 kotak) 6000 potong 19800 potong Rp. 1000 Rp. 400 Total Kuantitas 25800 potong Rp. 13.920.000 Bahan Baku Kuantitas Harga / Kg Total Kedelai 600 kg Rp. 6.700 Rp. 4.020.000 Tenaga Kerja Langsung Total Biaya 3 orang karyawan Rp. 1.800.000 Biaya Overhead Pabrik Bahan Penolong : - Kayu bakar - Gas lpg - Minyak goreng - Plastik pembungkus - Garam Operasional umum (bensin) Beban listrik dan air Baiya Penyusutan : - Penggilingan - Papan cetak - Penggorengan - Kompor - Wadah - Peniris miyak Jumah/umur ekonomis 70 ikat 2 tabung (3kg) 105 liter 20 bungkus 10 bungkus 90 liter 1 unit/ 10 tahun 10 unit/1 tahun 2 unit/5 tahun 2 unit/5 tahun 3 unit/1 tahun 3 unit/2 tahun Biaya Tetap (Rp) Rp. 50.000 Rp. 2.500.000 Rp. 100.000 Rp. 300.000 Rp. 450.000 Rp. 100.000 Rp. 150.000 Biaya Variabel (Rp) Rp. 420.000 Rp. 1.200.000 Rp. 1.050.000 Rp. 360.000 Rp. 300.000 Rp. 720.000 Total BOP Rp. 3.650.000 Rp. 4.050.000 Perhitungan adalah sebagai berikut : Biaya Penyusutan selama 1 ( satu ) Bulan 1. Penggilingan Harga perolehan : Rp. 2.500.000 Masa efektif : 10 tahun Biaya Penggilingan : Rp. 2.500.000 : (10x12) = Rp. 20.833,33 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 20.833 2. Papan cetak

81 Harga perolehan : Rp. 100.000 Masa efektif : 1 tahun Biaya papan cetak : Rp. 100.000 : (1x12) = Rp. 8.333,33 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 8.333 3. Wajan Penggorengan Harga perolehan : Rp. 300.000 Masa efektif : 5 tahun Biaya Wajan Penggorengan : Rp. 300.000 : (5x12) = Rp. 5.000 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 5.000 4. Kompor Harga perolehan : Rp. 450.000 Masa efektif : 5 tahun Biaya Kompor : Rp. 450.000 : (5x12) = Rp. 7.500 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 7.500 5. Wadah Harga perolehan : Rp. 105.000 Masa efektif : 1 tahun Biaya Wadah : Rp. 125.000 : (1x12) = Rp. 8.333,33 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 8.333 6. Peniris minyak Harga perolehan : Rp. 150.000 Masa efektif : 2 tahun Biaya Peniris Minyak : Rp. 150.000 : (2x12) = Rp. 6.250 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 6.250

82 Tabel 3. Analisis ekonomi sampel 3 Jenis Produk Kuantitas Harga / potong Tahu 1. Mentah (3 kotak) 4950 potong Rp. 1000 2. Goreng (8 kotak) 26400 potong Rp. 400 Total Kuantitas 31350 potong Rp. 15.510.000 Lampiran 1.3 Analisis ekonomi sampel 3 Bahan Baku Kuantitas Harga / Kg Total Kedelai 650 kg Rp. 6.700 Rp. 4.355.000 Tenaga Kerja Langsung Total Biaya 2 orang karyawan Rp. 1.500.000 Biaya Overhead Pabrik Bahan Penolong : - Kayu bakar - Gas lpg - Minyak goreng - Plastik pembungkus - Garam Operasional umum (bensin) Beban listrik dan air Baiya Penyusutan : - Penggilingan - Papan cetak - Penggorengan - Kompor - Wadah - Peniris miyak Jumah/umur ekonomis 90 ikat 2 tabung (3kg) 120 liter 25 bungkus 10 bungkus 90 liter 1 unit/ 10 tahun 12 unit/1 tahun 3 unit/5 tahun 2 unit/5 tahun 5 unit/1 tahun 3 unit/2 tahun Total BOP Rp. 4.540.000 Rp. 4.110.000 Perhitungan adalah sebagai berikut : Biaya Penyusutan selama 1 ( satu ) Bulan 1. Penggilingan Harga perolehan : Rp. 3.000.000 Masa efektif : 10 tahun Biaya Penggilingan : Rp. 3.000.000 : (10x12) = Rp. 25.000 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 25.000 2. Papan cetak Harga perolehan : Rp. 180.000 Biaya Tetap (Rp) Rp. 80.000 Rp. 3.000.000 Rp. 180.000 Rp. 450.000 Rp. 550.000 Rp. 130.000 Rp. 150.000 Biaya Variabel (Rp) Rp. 495.000 Rp. 1.200.000 Rp. 1.140.000 Rp. 400.000 Rp. 275.000 Rp. 600.000

83 Masa efektif : 1 tahun Biaya papan cetak : Rp. 180.000 : (1x12) = Rp. 15.000 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 15.000 3. Wajan Penggorengan Harga perolehan : Rp. 450.000 Masa efektif : 5 tahun Biaya Wajan Penggorengan : Rp. 450.000 : (5x12) = Rp. 7.500 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 7.500 4. Kompor Harga perolehan : Rp. 550.000 Masa efektif : 5 tahun Biaya Kompor : Rp. 550.000 : (5x12) = Rp. 9.166,66 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 9.166 5. Wadah Harga perolehan : Rp. 130.000 Masa efektif : 1 tahun Biaya Wadah : Rp. 130.000 : (1x12) = Rp. 10.833,33 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 10.833 6. Peniris minyak Harga perolehan : Rp. 150.000 Masa efektif : 2 tahun Biaya Peniris Minyak : Rp. 150.000 : (2x12) = Rp. 6.250 Biaya penyusutan perbulan : Rp. 6.250

84 Tabel 4. Tabel permintaan Tahu selama satu bulan Tahu 1. Mentah 2. Goreng Tahu 1. Mentah 2. Goreng Tahu 1. Mentah 2. Goreng Table 5. Perhitungan Nilai Standart Deviasi Produksi Dan Permintaan Tahu (x) (x rata-rata) (x rata-rata)² n produks i Permintaa n produks i Permintaa n produks i Permintaa n 33000 46200 2950 8702500 39062500 6250 potong potong potong potong potong potong 25800 34050-4250 18062500 34810000-5900 potong potong potong potong potong potong 31350 39600 1300 1690000 122500-350 potong potong potong potong potong potong Σ 90150 119850 28455000 73995000 0 0 potong potong potong potong x 31350 39600 potong potong s 3771,93 6082,55 P1 P2 P3 Sampel 1 penawaran Permintaan 6600 potong 26400 potong 9900 potong 36300 potong Total Kuantitas 33000 potong 46200 potong Sampel 2 penawaran Permintaan 6000 potong 19800 potong 7650 potong 26400 potong Total Kuantitas 25800 potong 34050 potong Sampel 3 penawaran Permintaan 4950 potong 26400 potong 6600 potong 33000 potong Total Kuantitas 31350 potong 39600 potong Rata-rata 30050 potong 39950 potong

85 LAMPIRAN 2 DAFTAR PERTANYAAN PENGGALIAN DATA, INDUSTRI PEMBUATAN TAHU DESA GELANGLOR. 1. Barapa jumlah tahu yang dihasilkan perusahaan dalam satu bulan? - dalam kegiatan produksinya, pengusaha tahu di desa gelanglor mampu memproduksi tahu sebanyak 4950 sampai 6600 potong untuk yang mentah, dan sebanyak 19000 sampai 26400 potong tahu goring setiap bulannya. 2. Berapa harga jual per unit tahu yang dipasarkan? - Penentuan harga sudah menjadi kesepakatan para pengusaha tahu di desa gelanglor, sehingga di pasaran mereka menetapkan harga yang seragam yaitu Rp. 1000-/potong tahu mentah. Dan Rp. 400-/ potong untuk tahu mentah. 3. Apa sajakah bahan baku dalam pembuatan tahu? - Bahan baku menggunakan kedelai yang dipasok dari petani disekitar dan juga kedelai kuning yang didatangkan dari Negara Amerika melalui pemasok di daerah sekitar perusahaan. 4. Berapa jumlah masing-masing bahan baku yang dibutuhkan untuk produksi Tahu selama 1 bulan? - Dalam satu bulan produksi, pengusaha mampu mengolah 600 sampai 800 kg kedelai untuk di jadikan tahu. 5. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk masing-masing bahan baku untuk produksi Tahu selama 1 bulan? - Harga kedelai pada saat dilakukan penelitian mencapai Rp. 6.700- per Kg. dalam satu bulan pengusaha mengeluarkan biaya sebesar Rp. 4.020.000- sampai Rp. 5.360.000-6. Apa sajakah bahan penolong (bahan tambahan) dalam pembuatan tahu? - Adapun bahan penolong dalam pembuatan tahu antara lain : minyak goreng, kayu bakar, gas lpg, plastic pembungkus, garam, dll. 7. Berapa biaya yang dikeluarkan untuk masing-masing bahan penolong untuk produksi Tahu selama 1 bulan? - Untuk biaya bahan penolong dalam satu bulan pengusaha mengeluarkan biaya sebesar Rp.600.000 sampai Rp. 750.00-. 8. Apa sajakah peralatan dalam pembuatan tahu? - Peralatan dalam pembuatan tahu terdiri dari : penggilingan kedelai, papan cetak, tungku rebus, penggorengan, kompor, wadah/ember, dan peniris.

86 IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PERUSAHAAN 1. Bagaimanakah kondisi SDM pengusaha tahu di desa gelanglor? - Dari segi pendidikan, Tingkat pendidikan pengusaha tahu beragam, mulai dari lulusan Sekolah Dasar hingga lulusan Sekolah Menengah Atas. Namun ada beberapa pengusaha tahu yang tidak menamatkan pendidikannya dibangku sekolah dasar. Rata-rata tingkat pendidikan pengusaha tahu yang berada di sentra industri tahu Desa Gelanglor Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo ialah lulusan Sekolah Dasar. Tingkat pendidikan yang rendah berpengaruh pada keterampilan dan pengetahuan untuk memproduksi dan memasarkan produk tahu dengan baik. - Dari segi pengalaman, Lamanya pengalaman dalam memproduksi tahu menjadi kekuatan bagi pengusaha tahu karena pengalaman yang cukup lama membuat pengusaha tahu mengetahui bagaimana cara membuat tahu yang berkualitas dan sesuai dengan permintaan konsumen. Pengusaha tahu akan lebih mahir menentukan sikap apa yang harus diambil ketika kondisi perekonomian berubah atau ada hambatan dari lingkunga sekitar. 2. Apakah tahu masih mempunyai potensi untuk tetap ditawarkan kepada konsumen? - Sampai saat ini potensi tahu untuk tetap ditawarkan pada masyarakat masih ada, ini dapat dilihat dari jumlah permintaan terhadap tahu masih lebih tinggi dibanding kemampuan produksi perusahaan.

87 Sebagai contoh, tidak jarang perusahaan sudah kehabisan stok produk sedangkan masih ada konsumen yang datang untuk membeli. 3. Bagaimaknakah strategi pemasaran yang dilakukan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar? - pengusaha tahu lebih memilih mempromosikan produknya dengan personal selling dimana pengusaha tahu akan menjelaskan secara lisan mengenai produknya. Dan biasanya, beberapa konsumen yang sudah mengenal produk tahu juga akan membantu pengusaha tahu memasarkan produknya dengan cara promosi mulut ke mulut. Promosi dengan cara ini dinilai efektif dan tidak mengeluarkan banyak biaya kelemahannya adalah produk dikenal hanya sebatas daerah sekitar usaha dan belum menjangkau pasar yang lebih luas lagi. Saluran distribusi tahu di sentra industri tahu Desa Gelanglor Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo merupakan saluran distribusi yang pendek. Hal ini sesuai dengan sifat dari produk tahu itu sendiri yang mudah rusak sehingga dengan saluran distribusi yang pendek, tahu dapat sampai ke tangan konsumen dengan kondisi yang tidak rusak. Jika saluran distribusi tahu cukup panjang maka dapat dipastikan bahwa tahu yang akan sampai ke tangan konsumen berada dalam kondisi yang sudah rusak atau tidak baik untuk dikonsumsi. Semakin dekat jarak antara produsen dan konsumen mengakibatkan relatif pendeknya saluran pemasaran sehingga harga beli yang harus dibayar oleh konsumen akhir tidak terlalu tinggi. Saluran yang lebih sering

88 digunakan adalah saluran dari produsen melalui pengecer hingga akhirnya sampai ke tangan konsumen. 4. apa dampak keberadaan usaha pembuatan tahu terhadap kehidupan masyarakat, kebiasaan adat setempat, dan lain-lain.? - Pada aspek sosial, lingkungan industri menjadi ramai. Sarana dan prasarana masyarakatpun telah terdukung dengan baik seiring dengan lalu lintas industri.seperti penerangan dan perbaikan jalan. Hubungan yang terjalin antar pengusaha tahu di desa gelanglor sangat baik. Hal ini merupakan salah satu kekuatan dalam usaha pemasaran tahu di Kota Ponorogo khusunya di daerah penelitian. Antar pengusaha tahu menjalin hubungan yang tidak merugikan masingmasing pihak. Hubungan baik ini tercermin dari beberapa kegiatan, misalnya adalah kegiatan arisan produsen tahu yang diadakan setiap satu bulan sekali, sekaligus untuk sekedar bertukar informasi maupun membahas masalah-masalah yang dihadapi oleh pengusaha tahu. Kegiatan diskusi antar pengusaha tahu bermanfaat bagi pelaku usaha karena dengan kegiatan ini, pengusaha tahu mengetahui akan informasi yang terbaru dan dapat memperluas jaringan yang lebih baik. Pada aspek ekonomi, pengaruh dari keberadaan perusahaan ini dapat memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat selain bertani. Dengan demikian, pengembangan usaha direncanakan dapat berperan dalam menyediakan lapangan pekerjaan baru.

89 Kemudian dari segi budaya, usaha ini tidak merugikan budaya setempat. Justru dengan adanya usaha ini bisa mempopulerkan kembali mengkonsumsi Tahu sebagai makanan sehat. 5. Apakah perusahaan sudah memiliki legalitas atau surat-surat izin usaha sesuai ketentuan hukum yang berlaku? - Untuk saat ini perusahaan belum mempunyai izin berupa surat atau keterangan tertulis lainnya namun pemerintah desa dan warga sekitar memahami keberadaan usaha ini yang sudah berusia puluhan tahun dan sampai saat ini permasalahan eksternal terkait dengan ligkungan usaha hampir tidak pernah ada. Sehingga pemerintah Desa serta masyarakat pun mendukung dengan keberadaan usaha ini. Hal ini dapat mengurangi risiko adanya persengketaan dengan warga sekitar yang merasa keberatan atas berdirinya perusahaan tersebut. 6. Apakah pemilihan lokasi, alat-alat, serta pemilihan teknologi sudah sesuai dengan kebutuhan usaha? - Pelaku usaha memilih lokasi di sekitar tempat tinggal sebagai pendirian tempat usaha, hal ini dikarena usaha pembuatan tahu masih dalam skala home industri. Pekerjaan dilakukan oleh anggota keluarga dan tenaga dari masyarakat sekitar. Semua tahapan pembuatan tahu dilakukan di lingkungan rumah. Akan tetapi pemilihan alat produksi sudah mengikuti perkembangan jaman, artinya selain menggunakan alat-alat tradisional seperti kompor tanah liat atau tungku, sebagian

90 juga sudah menggunakan alat yang lebih modern dan efisien seperti penggunaan kopor gas untuk mempercepat proses penggorengan. 7. Bagaimanakah pengelolalaan manajemen perusahaan terkait dengan pengorganisasian dan pembagian kerja? - Dalam menjalani kegiatan usahanya perusahaan memang belum mampu untuk melaksanakan tahapan dari prinsip manajemen secara baik akan tetapi industri ini sudah mampu menerapkan prinsip manajemen dalam mengelola usahanya walaupun tidak secara sempurna. Mereka melakukan kegiatan pengawasan hanya sebatas pada pengawasan stok bahan baku dan berfokus pada hasil produksi yang sebanyak-banyaknya. 8. Bagaimanakah perusahaan mendapatkan modal serta seperti apa pengelolaannya agar mencapai hasil yang maksimal? - Pengusaha tahu yang berada di sentra industri tahu Desa Gelanglor menggunakan modal pribadi untuk usahanya namun ada juga yang berasal dari pinjaman dari bank. Pengelolaan keuangan dilakukan sendiri oleh pengusaha tahu sehingga sistem akuntansi dan pembukuan keuangan masih sangat sederhana. Hal ini dapat dilihat dari sistem pencatatan keuangannya yang kurang baik, terkadang ada yang tidak tercatat bahkan sering tercampur antara keuangan rumah tangga dan kebutuhan usaha. pengusaha tahu jarang sekali mendapatkan pinjaman modal dengan berbagai alasan seperti usaha

91 yang tidak layak dan tidak berprospek. Alasan lain pengusaha tahu tidak meminjam modal dari Dinas Koperasi adalah proses yang berbelit-belit dan membutuhkan waktu yang cukup lama agar proposal disetujui dan pinjaman dapat dicairkan. 9. Adakah perhatian dari pemerintah terkait dukungan dalam usaha pembuatan tahu di desa gelanglor? - Bentuk perhatian pemerintah daerah antara lain pernah memberikan bantuan peralatan produksi secara gratis kepada para pengusaha tahu. Namun karena kurangnya pengawasan dari pemerintah mengakibatkan pengusaha tidak mampu memanfaatkan bantuan yang telah diterima, sehingga pada akhirnya alat tersebut tidak terpakai, pengusaha lebih memilih menggunakan tehnologi yang sudah mereka pakai sebelumnya. 10. Bagaimana kondisi persaingan yang ada di dalam pasar? - Persaingan antara produk sejenis di luar sentra industri tahu dan sekitarnya dapat menjadi ancaman jika produk yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik atau harga yang lebih murah. Selain pesaing sejenis, pesaing produk yang tidak sejenis juga menjadi ancaman seperti pesaing yang menjual produk yang juga berbahan baku kedelai seperti tempe.

92 Lampiran 3 Foto-Foto pendukung 1. Foto kondisi perusahaan tahu di desa gelanglor

93

94 2. perkembangan tehnologi pengolahan pangan khususnya industry pembuatan tahu yang mulai beredar di pasaran