BAB VI AUDIT LINGKUNGAN DEFINISI (US EPA) Suatu pemeriksaan yang sistematis, terdokumentasi, periodic dan obyektif berdasarkan aturan yang tersedia terhadap fasilitas operasi dan praktek yang berkaitan dengan pentaatan kebutuhan lingkungan. TUJUANNYA : 1. Perolehan jaminan pentaatan 2. Pertanggungjawaban keuangan 3. Perlindungan terhadap pertanggungjawaban pegawai 4. Penemuan fakta dalam hal pendapatan dan pengeluaran 5. Pengawasan dan pelaporan adanya biaya pentaatan 6. Pengiriman informasi diantara beberapa unit operasi 7. Peningkatan kesadaran lingkungan 8. Pengawasan terhadap tanggungjawab manager PERBEDAAN SISTEM AUDIT KEUANGAN DAN AUDIT LINGKUNGAN: Pola Audit Keuangan: 1. Menampilkan neraca yang menunjukkan kekayaan/ barang milik tetap clan keadaannya yang terakhir. 2. Menampilkan perhitungan untung-rugi, dengan mencatat aliran dana selama tahun anggaran. 3. Merupakan laporan yang menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan ke dua hal di atas dan memberikan gambaran yang menyeluruh tentang situasi umum dan prospek perusahaan. Sebelum dipublikasikan laporan akuntansi tahunan akan diuji oleh seorang akuntan yang bersertifikat. Pola audit lingkungan: 1. Merupakan analisis potensi kecelakaan dan risiko di suatu tempat 2. Merupakan analisis masukan-keluaran aliran material. 3. Untuk keperluan publikasi, laporan dapat disyahkan oleh lembaga penilai lingkungan yang mandiri, yang juga menguji rangga organisasi dan penerapan program lingkungannya Fungsi 1. Fungsi audit lingkungan adalah sebagai berikut: 2. Upaya peningkatan pentaatan suatu usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan lingkungan, misalnya : standar emisi udara, limbah cair, penanganan limbah dan standar operasi lainnya; 3. Dokumen suatu usaha atau kegiatan pelaksanaan standar operasi, tata laksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan termasuk rencana tanggap darurat, pemantauan dan pelaporan serta rencana perubahan pada proses dan peraturan; 4. Jaminan untuk menghindari perusakan atau kecenderungan perusakan Jingkungan; 37
5. Bukti keabsahan prakiraan dampak dan penerapan rekomendasi yang tercantum dalam dokumen AMDAL, yang berguna dalam penyempurnaan proses AMDAL; 6. Upaya perbaikan penggunaan sumber daya melalui penghematan penggunaan bahan, minimisasi limbah dan identifikasi kemungkinan proses daur ulang; 7. Upaya untuk meningkatkan tindakan yang telah dilaksanakan oleh suatu usaha atau kegiatan untuk memenuhi kepentingan lingkungan, misalnya pembangunan yang berlanjut, proses daur ulang dan efisiensi penggunaan sumber daya. Keuntungan dan Manfaat Audit Lingkungan Program audit dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. Pada sisi yang positif, program audit dapat menghasilkan sejumlah keuntungan yang berarti, termasuk diantaranya : Menimbulkan pentaatan yang lebih baik; dengan melakukan audit lingkungan maka manajer perusahaan akan menjadi lebih taat akan peraturan dan standar yang berlaku. Menimbulkan lebih sedikit kejutan; dengan adanya audit lingkungan ini maka segala sesuatu yang ada di lokasi perusahaan terpantau secara baik sehingga jika ada hal yang menyimpang atau kurang tepat dapat diketahui sedini mungkin. Menimbulkan lebih sedikit denda dan gugatan; dengan adanya program audit maka diharapkan bahwa perusahaan berjalan/ dioperasikan sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku sehingga dapat menghindari denda akibat kelalaian pengoperasian dan gugatan dari pihak yang bersengketa. Menimbulkan persepsi yang lebih baik kepada masyarakat dan pembuat peraturan; dengan melakukan program audit maka masyarakat akan mengetahui keadaan perusahaan tersebut dan dapat menilainya sehingga dapat menimbulkan persepsi yang lebih baik, khususnya yang berkaitan dengan kesadaran akan lingkungan. Mengakibatkan penghematan biaya yang potensial; dengan adanya program audit maka dapat diketahui efisiensi pengoperasian perusahaan mulai dari penyimpanan bahan baku sampai dengan penyimpanan barang jadi, sehingga jika terjadi ketidakefisienan dapat segera diketahui dan dicarikan jalan keluarnya, hal ini memungkinkan dilakukan penghematan. Meningkatkan pengalihan informasi; dengan melakukan audit lingkungan maka informasi tentang kebijakan yang berkaitan dengan peraturan dan standar yang sebelumnya kemungkin belum diketahui dapat segera diperoleh melalui konsultan pelaksana audit. Meningkatkan kesadaran akan lingkungan; dengan melakukan audit lingkungan maka dapat diketahui secara tepat apakah proses produksi dan limbah yang dihasilkan akan menimbulkan pencemaran lingkungan atau tidak, sehingga hal ini dapat meningktakan kesadaran akan lingkungan bagi pemilik dan karyawan perusahaan tersebut. 38
Sedangkan kerugiannya adalah : Hanya memberi gambaran pengamatan yang sepintas dari pengoperasian proyek pada waktu tertentu sehingga tidak dapat menggambarkan atau mewakili pengoperasian yang sebenarnya secara keseluruhan; Tidak termasuk dalam sistem pengelolaan lingkungan Audit lingkungan masih belum merupakan kewajiban bagi sebuah perusahaan. Audit lingkungan ini hanya merupakan salah satu piranti pemantauan lingkungan dari sebuah kegiatan. Belum adanya format yang seragam dalam melaksanakan audit dan sistem penulisan laporan sehingga sulit memperbandingkan antara audit yang satu dengan yang lain; Karena kurangnya peraturan dan pedoman yang tersedia, audit lingkungan banyak dilakukan berdasarkan kriteria yang subyektif dan lebih banyak dipengaruhi oleh pendapat dari si penyusun berdasarkan pengalamannya; Hasil dari audit lingkungan dapat digunakan untuk menuntut perusahaan, jika ada issue yang kritis atau meresahkan; Tanggung jawab terhadap sumber daya untuk menjalankan program; perusahaan yang telah membuat laporan audit lingkungan wajib melaksanakan program yang disarankan di dalamnya; Selama proses audit kemungkinan terjadi penghentian sementara pengoperasian pabrik; selama proses audit akan dilakukan peninjauan lapangan dan wawancara yang melibatkan segenap pegawai dari perusahaan/pabrik tersebut sehingga akan dapat menyebabkan penghentian proses produksi sementara; Meningkatkan biaya untuk pengatur; biaya tersebut adalah untuk menjalankan program yang telah disarankan di dalam laporan audit lingkungan; Meningkatkan tanggung jawab yang salah satunya tidak dapat ditanggapi oleh rekomendasi audit, termasuk di dalamnya adalah pembayaran modal yang berarti. 39
AUDIT LIMBAH ANALISIS RINCI SECARA METODOLOGIS TERHADAP PROSES PERUSAHAAN YANG BERTUJUAN UNTUK MEMINIMISASI ATAU BAHKAN MENGHILANGKAN LIMBAH BUANGAN DARI UNIT PROSES. AKTIVITASNYA MELIPUTI: PENGAMATAN (OBERVASI) PENGUKURAN (MEASURING) PEREKAMAN (RECORDING), DAN ANALISIS SAMPEL LIMBAH (ANALYZING) AUDIT LIMBAH YANG BAIK, MEMPUNYAI CIRI-CIRI SBB.: MENGINDENTIFIKASI SUMBER, KUANTITAS DAN JENIS LIMBAH YANG DIHASILKAN MENGUMPULKAN SELURUH DATA DARI UNIT PROSES, PRODUK, BAHAN BAKU, PENGGUNAAN AIR DAN TIMBULAN LIMBAH MENITIKBERATKAN PADA EFISIENSI DAN INEFISIENSI PROSES MENGIDENTIFIKASI LUASAN LIMBAH, KEHILANGAN DAN MASALAHNYA MENGIDENTIFIKASI KONSTITUEN LIMBAH MENYUSUN TARGET UNTUK REDUKSI LIMBAH MENDUKUNG PEMBENTUKAN STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH YANG EFEKTIF SECARA EKONOMIS MENINGKATKAN PEMAHAMAN PEKERJA ATAS PROSES PRODUKSI DAN PENGHARGAAN ATAS KEUNTUNGAN DARI PROSES REDUKSI LIMBAH. LANGKAH AWAL: PERLUNYA KETERLIBATAN SELURUH MANAGEMENT DAN PEKERJA. KETERLIBATAN INI BISA TERJADI APABILA MEREKA MEMAHAMI KEUNTUNGAN YANG DAPAT DIPEROLEH DARI: PENURUNAN TIMBULAN LIMBAH PENURUNAN KONSUMSI BAHAN BAKU PENURUNAN BIAYA PENGOLAHAN LIMBAH PENURUNAN TINGKAT PERTANGGUNGJAWABAN PENINGKATAN HUBUNGAN MASYARAKAT PENINGKATAN EFISIENSI PROSES SEHINGGA MENINGKATKAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN PROSES AUDIT ADALAH PROSES YANG DIDASARKAN PADA KEJADIAN PADA WAKTU TERTENTU (SNAPSHOT IN TIME), SEHINGGA MERUPAKAN FUNGSI WAKTU. KARENANYA AUDIT HARUS DILAKUKAN SETIAP ADA PERUBAHAN BESAR, TERMASUK: 40
PERUBAHAN BIAYA BAHAN BAKU PERUBAHAN PERATURAN PERUBAHAN BIAYA PEMBUANGAN LIMBAH PERUBAHAN PROSES BIASANYA DATA AUDIT DAPAT DIKUMPULKAN DALAM WAKTU KURANG DARI DUA MINGGU, YANG BIASANYA TERDIRI DARI 3-4 ORANG AUDITOR TERGANTUNG DARI BESARNYA UNIT PERUSAHAAN. PENDEKATAN PROSES AUDIT LIMBAH ADA ENAM FASE: FASE I : PEMAHAMAN PROSES DALAM PABRIK Langkah 1: Membuat list unit-unit proses Langkah 2: Membuat diagram alir proses FASE II : PEMBATASAN MASUKAN DALAM PROSES Langkah 3: Menetapkan penggunaan sumber Langkah 4: Menginvestigasi penyimpanan bahan baku dan kehilangan saat penanganannya. Langkah 5: Merekam penggunaan air Langkah 6: Menetapkan level penggunaan kembali limbah FASE III : PEMBATASAN KELUARAN DARI PROSES Langkah 7: Mengkuantifikasi keluaran proses Langkah 8: Menghitung aliran air limbah Langkah 9: Mendokumentasi limbah yang disimpan dan dibuang ke tempat pembuangan akhir FASE IV : PENGUASAAN KESETIMBANGAN MASSA Langkah 10: Merangkum informasi masukan dan keluaran proses Langkah 11: Menurunkan kesetimbangan massa awal untuk unit proses Langkah 12: Mengevaluasi ketidakseimbangan massa Langkah 13: Menyempurnakan kesetimbangan massa FASE V : PENGIDENTIFIKASIAN ALTERNATIF REDUKSI LIMBAH Langkah 14: Mengkaji cara-cara yang digunakan dalam mereduksi limbah Langkah 15: Menargetkan masalah aliran limbah Langkah 16: Membuat alternatif reduksi limbah jangka panjang FASE VI : ANALISIS C/B DAN PELAKSANAAN RENCANA AKSI Langkah 17: Melaksanakan analsis cost/benefit untuk pengolahan dan reduksi limbah Langkah 18: Melaksanakan rencana implementasi, mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi produksi. 41
42