BAB VI AUDIT LINGKUNGAN

dokumen-dokumen yang mirip
AUDIT LINGKUNGAN RUMAH SAKIT

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP REPUBLIK INDONESIA NOMOR KEP-42/MENLH/11 /94 TENTANG PEDOMAN UMUM PELAKSANAAN AUDIT LINGKUNGAN,

PENGERTIAN: 1. Audit lingkungan sebagai alat pengelolaan (Management Tool) 2. Audit lingkungan merupakan evaluasi kinerja suatu usaha 3.

Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. 42 Tahun 1994 Tentang : Pedoman Umum Pelaksanaan Audit Lingkungan

Variable X. Audit Operasional

Globalisasi perekonomian menimbulkan pencemaran dan memunculkan kepedulian terhadap lingkungan. ISO mengembangkan standar spesifik lingkungan bagi

SISTEM MANAJEMEN LINGKUNGAN MENURUT ISO 14001

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

H. PEMBAGIAN URUSAN PEMERINTAHAN BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

C. BIDANG LINGKUNGAN HIDUP SUB BIDANG SUB SUB BIDANG URAIAN

Sistem Manajemen Lingkungan Menurut ISO 14001

PERBEDAAN AMDAL DAN ANDAL

AUDIT MANAJEMEN-CB SOAL-SOAL UAS

Sumber: ISO Environmental Management System Self-Assesment Checklist, GEMI (1996)

PELAKSANAAN PROGRAM PEMANTAUAN LINGKUNGAN H M M C J WIRTJES IV ( YANCE ) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Sumatera Utara

Ch.8. Mempertimbangkan Pengendalian Internal

H. URUSAN PEMERINTAHAN DAERAH DI BIDANG LINGKUNGAN HIDUP

Departemen Administrasi & Kebijakan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia

Model Rencana Impelementasi Pengembangan SML-14001

BUPATI BLITAR PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLITAR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG IZIN LINGKUNGAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Mata Ajaran : Manajemen Lingkungan Rumah Sakit Topik : Lingkungan Hidup & Sistem Manajemen Lingkungan RS Minggu Ke : II

STANDAR KOMPETENSI MANAJER PENGENDALIAN PENCEMARAN AIR. 1. Kualifikasi : Penanggung Jawab Pengendalian Pencemaran Air 2. Definisi

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL. Bab I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Tujuan

PT. ADIWARNA ANUGERAH ABADI PROSEDUR IDENTIFIKASI ASPEK DAN BAHAYA

RANCANGAN PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA,

Advance Internal Audit Lingkungan IEA/ 1/Rev-0/HSE-Division Copyrights, Sentral Sistem Feb 07

BUPATI SIDOARJO PROVINSI JAWA TIMUR PERATURAN BUPATI SIDOARJO NOMOR 77 TAHUN 2016 TENTANG

Pengertian dan Prinsip Audit Lingkungan

MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

LEMBARAN DAERAH KABUPATEN BLITAR TAHUN 2015 PERATURAN DAERAH KABUPATEN BLITAR NOMOR 2 TAHUN 2015 TENTANG IZIN LINGKUNGAN

PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2017 TENTANG AUDIT PENYELENGGARAAN SISTEM ELEKTRONIK

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

pemisahan tugas, pengendalian akuntansi juga masih lemah dan biasanya ada kepercayaan yang besar dari pemilik kepada karyawannya. Orang-orang yang mel

PERATURAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU NOMOR : 10 TAHUN 2012 TENTANG PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

RERANGKA KERJA AUDIT SEKTOR PUBLIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penelitian

PERATURAN DAERAH KABUPATEN TASIKMALAYA NOMOR : 7 TAHUN 2009 TENTANG PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP DI KABUPATEN TASIKMALAYA

Struktur Organisasi. PT. Akari Indonesia. Pusat dan Cabang. Dewan Komisaris. Direktur. General Manager. Manajer Sumber Daya Manusia Kepala Cabang

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PENGOLAHAN KEDELAI

BAB I PENDAHULUAN. seperti pada kasus PT Petral, anak perusahaan dari PT Pertamina, yang

WALIKOTA JAMBI PROVINSI JAMBI

MEMUTUSKAN: Menetapkan :PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PENGOLAHAN RUMPUT LAUT.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 50 TAHUN 2012 TENTANG PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

URGENSI AUDIT LINGKUNGAN DALAM PENYELESAIAN SENGKETA LINGKUNGAN

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA No.326, 2010 KEMENTERIAN ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL. Standar Kompetensi. Manajer Energi Bidang Industri.

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN DAERAH KABUPATEN BELITUNG NOMOR 1 TAHUN 2016 TENTANG IZIN LINGKUNGAN

TIN211 - Keselamatan dan Kesehatan Kerja Industri Materi #3 Ganjil 2016/2017. Sistem Manajemen K3

W A L I K O T A Y O G Y A K A R T A

PERTEMUAN 2: CAKUPAN AUDIT

BERITA DAERAH KOTA BOGOR TAHUN 2008 NOMOR 28 SERI D PERATURAN WALIKOTA BOGOR NOMOR 54 TAHUN 2008 WALIKOTA BOGOR,

WALIKOTA PASURUAN SALINAN PERATURAN WALIKOTA NOMOR 69 TAHUN 2011 TENTANG TUGAS POKOK DAN FUNGSI BADAN LINGKUNGAN HIDUP

BUPATI BANTUL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA PERATURAN BUPATI BANTUL NOMOR 116 TAHUN 2016 T E N T A N G

KEPUTUSAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP,

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 76 TAHUN 2009 TENTANG PELAKSANAAN PENGELOLAAN LIMBAH BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN

BERITA DAERAH KOTA CILEGON TAHUN : 2017 NOMOR : 27

PELAKSANAAN PENUGASAN

- 1 - LAMPIRAN SURAT EDARAN OTORITAS JASA KEUANGAN NOMOR 7 /SEOJK.03/2016 TENTANG STANDAR PELAKSANAAN FUNGSI AUDIT INTERN BANK PERKREDITAN RAKYAT

PERATURAN DEPARTEMEN AUDIT INTERNAL

STANDAR PELAKSANAAN AUDIT KINERJA

MANAJEMEN PROYEK PERANGKAT LUNAK. Dosen : Rinci Kembang Hapsari, S.Si., M.Kom

AFLY YESSIE, SE, Msi

MEMUTUSKAN: Menetapkan :PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PENGOLAHAN KELAPA.

A. KRITERIA AUDIT SMK3

PIAGAM KOMITE AUDIT (AUDIT COMMITTEE CHARTER) PT SINAR MAS AGRO RESOURCES & TECHNOLOGY Tbk.

Pendekatan Pengelolaan Lingkungan. Investigasi Kerusakan Lingkungan. PengelolaanLingkunganHidup:

4. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara

DAFTAR ISI. repository.unisba.ac.id

SISTEM PENGELOLAAN KESELAMATAN KERJA KONTRAKTOR

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

AUDIT LINGKUNGAN SALAH SATU INSTRUMEN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN HMMCJ WIRTJES IV ( YANCE )

PERTEMUAN 1: AUDIT DAN STANDAR AUDIT

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 11 TAHUN 2009 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PETERNAKAN SAPI DAN BABI

BAB IV OPERASIONAL AUDIT ATAS FUNGSI PRODUKSI PADA CV ENDANG AJI TRADING

BUPATI BELITUNG PROVINSI KEPULAUAN BANGKA BELITUNG PERATURAN BUPATI BELITUNG NOMOR 54 TAHUN 2016

Jangka waktu penyelesaian : ± 19 hari (pengumuman 5 hari, pemeriksaan 14 hari sejak formulir UKL UPL dinyatakan lengkap secara administrasi)

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KRITERIA HIJAU DAN EMAS

PIAGAM KOMITE AUDIT 2015

PETUNJUK PELAKSANAAN KOMPETENSI LABORATORIUM LINGKUNGAN

BAB V STRATEGI MONITORING DAN EVALUASI

BAB IV AUDIT OPERASIONAL ATAS PENGELOLAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT NORITA MULTIPLASTINDO

Kebijakan BLHD Kota Tangerang Selatan dalam Pengelolaan Limbah. Oleh : DR. RAHMAT SALAM, M.Si

PANDUAN PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI PELAKSANAAN IZIN LINGKUNGAN (SIPIL)

BERITA DAERAH KOTA SUKABUMI TAHUN 2011 NOMOR 9 PERATURAN WALIKOTA SUKABUMI

PERATURAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP NOMOR 15 TAHUN 2008 TENTANG BAKU MUTU AIR LIMBAH BAGI USAHA DAN/ATAU KEGIATAN PENGOLAHAN KEDELAI

BAB I PENDAHULUAN. pendapatan negara dalam hal menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. penting dilakukan untuk menekan penggunaan energi.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

STRATEGI TEKNOLOGI PRODUKSI BERSIH MELALUI TATA KELOLA YANG APIK (GHK)

BAB I PENDAHULUAN. Perkembangan dan kemajuan dalam berbagai bidang, khususnya bidang

BERITA DAERAH KABUPATEN KULON PROGO

BAB 4 PEMBAHASAN. dimulai dengan survei pendahuluan. Tahap ini merupakan langkah awal

BAB IV PEMBAHASAN. bersumber dari beberapa pemasok yang mempunyai merk berbeda. mengenai latar belakang perusahaan dan mengumpulkan informasi yang

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

BAB VI AUDIT LINGKUNGAN DEFINISI (US EPA) Suatu pemeriksaan yang sistematis, terdokumentasi, periodic dan obyektif berdasarkan aturan yang tersedia terhadap fasilitas operasi dan praktek yang berkaitan dengan pentaatan kebutuhan lingkungan. TUJUANNYA : 1. Perolehan jaminan pentaatan 2. Pertanggungjawaban keuangan 3. Perlindungan terhadap pertanggungjawaban pegawai 4. Penemuan fakta dalam hal pendapatan dan pengeluaran 5. Pengawasan dan pelaporan adanya biaya pentaatan 6. Pengiriman informasi diantara beberapa unit operasi 7. Peningkatan kesadaran lingkungan 8. Pengawasan terhadap tanggungjawab manager PERBEDAAN SISTEM AUDIT KEUANGAN DAN AUDIT LINGKUNGAN: Pola Audit Keuangan: 1. Menampilkan neraca yang menunjukkan kekayaan/ barang milik tetap clan keadaannya yang terakhir. 2. Menampilkan perhitungan untung-rugi, dengan mencatat aliran dana selama tahun anggaran. 3. Merupakan laporan yang menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan ke dua hal di atas dan memberikan gambaran yang menyeluruh tentang situasi umum dan prospek perusahaan. Sebelum dipublikasikan laporan akuntansi tahunan akan diuji oleh seorang akuntan yang bersertifikat. Pola audit lingkungan: 1. Merupakan analisis potensi kecelakaan dan risiko di suatu tempat 2. Merupakan analisis masukan-keluaran aliran material. 3. Untuk keperluan publikasi, laporan dapat disyahkan oleh lembaga penilai lingkungan yang mandiri, yang juga menguji rangga organisasi dan penerapan program lingkungannya Fungsi 1. Fungsi audit lingkungan adalah sebagai berikut: 2. Upaya peningkatan pentaatan suatu usaha atau kegiatan terhadap peraturan perundang-undangan lingkungan, misalnya : standar emisi udara, limbah cair, penanganan limbah dan standar operasi lainnya; 3. Dokumen suatu usaha atau kegiatan pelaksanaan standar operasi, tata laksana pengelolaan dan pemantauan lingkungan termasuk rencana tanggap darurat, pemantauan dan pelaporan serta rencana perubahan pada proses dan peraturan; 4. Jaminan untuk menghindari perusakan atau kecenderungan perusakan Jingkungan; 37

5. Bukti keabsahan prakiraan dampak dan penerapan rekomendasi yang tercantum dalam dokumen AMDAL, yang berguna dalam penyempurnaan proses AMDAL; 6. Upaya perbaikan penggunaan sumber daya melalui penghematan penggunaan bahan, minimisasi limbah dan identifikasi kemungkinan proses daur ulang; 7. Upaya untuk meningkatkan tindakan yang telah dilaksanakan oleh suatu usaha atau kegiatan untuk memenuhi kepentingan lingkungan, misalnya pembangunan yang berlanjut, proses daur ulang dan efisiensi penggunaan sumber daya. Keuntungan dan Manfaat Audit Lingkungan Program audit dapat bersifat menguntungkan dan merugikan. Pada sisi yang positif, program audit dapat menghasilkan sejumlah keuntungan yang berarti, termasuk diantaranya : Menimbulkan pentaatan yang lebih baik; dengan melakukan audit lingkungan maka manajer perusahaan akan menjadi lebih taat akan peraturan dan standar yang berlaku. Menimbulkan lebih sedikit kejutan; dengan adanya audit lingkungan ini maka segala sesuatu yang ada di lokasi perusahaan terpantau secara baik sehingga jika ada hal yang menyimpang atau kurang tepat dapat diketahui sedini mungkin. Menimbulkan lebih sedikit denda dan gugatan; dengan adanya program audit maka diharapkan bahwa perusahaan berjalan/ dioperasikan sesuai dengan peraturan dan standar yang berlaku sehingga dapat menghindari denda akibat kelalaian pengoperasian dan gugatan dari pihak yang bersengketa. Menimbulkan persepsi yang lebih baik kepada masyarakat dan pembuat peraturan; dengan melakukan program audit maka masyarakat akan mengetahui keadaan perusahaan tersebut dan dapat menilainya sehingga dapat menimbulkan persepsi yang lebih baik, khususnya yang berkaitan dengan kesadaran akan lingkungan. Mengakibatkan penghematan biaya yang potensial; dengan adanya program audit maka dapat diketahui efisiensi pengoperasian perusahaan mulai dari penyimpanan bahan baku sampai dengan penyimpanan barang jadi, sehingga jika terjadi ketidakefisienan dapat segera diketahui dan dicarikan jalan keluarnya, hal ini memungkinkan dilakukan penghematan. Meningkatkan pengalihan informasi; dengan melakukan audit lingkungan maka informasi tentang kebijakan yang berkaitan dengan peraturan dan standar yang sebelumnya kemungkin belum diketahui dapat segera diperoleh melalui konsultan pelaksana audit. Meningkatkan kesadaran akan lingkungan; dengan melakukan audit lingkungan maka dapat diketahui secara tepat apakah proses produksi dan limbah yang dihasilkan akan menimbulkan pencemaran lingkungan atau tidak, sehingga hal ini dapat meningktakan kesadaran akan lingkungan bagi pemilik dan karyawan perusahaan tersebut. 38

Sedangkan kerugiannya adalah : Hanya memberi gambaran pengamatan yang sepintas dari pengoperasian proyek pada waktu tertentu sehingga tidak dapat menggambarkan atau mewakili pengoperasian yang sebenarnya secara keseluruhan; Tidak termasuk dalam sistem pengelolaan lingkungan Audit lingkungan masih belum merupakan kewajiban bagi sebuah perusahaan. Audit lingkungan ini hanya merupakan salah satu piranti pemantauan lingkungan dari sebuah kegiatan. Belum adanya format yang seragam dalam melaksanakan audit dan sistem penulisan laporan sehingga sulit memperbandingkan antara audit yang satu dengan yang lain; Karena kurangnya peraturan dan pedoman yang tersedia, audit lingkungan banyak dilakukan berdasarkan kriteria yang subyektif dan lebih banyak dipengaruhi oleh pendapat dari si penyusun berdasarkan pengalamannya; Hasil dari audit lingkungan dapat digunakan untuk menuntut perusahaan, jika ada issue yang kritis atau meresahkan; Tanggung jawab terhadap sumber daya untuk menjalankan program; perusahaan yang telah membuat laporan audit lingkungan wajib melaksanakan program yang disarankan di dalamnya; Selama proses audit kemungkinan terjadi penghentian sementara pengoperasian pabrik; selama proses audit akan dilakukan peninjauan lapangan dan wawancara yang melibatkan segenap pegawai dari perusahaan/pabrik tersebut sehingga akan dapat menyebabkan penghentian proses produksi sementara; Meningkatkan biaya untuk pengatur; biaya tersebut adalah untuk menjalankan program yang telah disarankan di dalam laporan audit lingkungan; Meningkatkan tanggung jawab yang salah satunya tidak dapat ditanggapi oleh rekomendasi audit, termasuk di dalamnya adalah pembayaran modal yang berarti. 39

AUDIT LIMBAH ANALISIS RINCI SECARA METODOLOGIS TERHADAP PROSES PERUSAHAAN YANG BERTUJUAN UNTUK MEMINIMISASI ATAU BAHKAN MENGHILANGKAN LIMBAH BUANGAN DARI UNIT PROSES. AKTIVITASNYA MELIPUTI: PENGAMATAN (OBERVASI) PENGUKURAN (MEASURING) PEREKAMAN (RECORDING), DAN ANALISIS SAMPEL LIMBAH (ANALYZING) AUDIT LIMBAH YANG BAIK, MEMPUNYAI CIRI-CIRI SBB.: MENGINDENTIFIKASI SUMBER, KUANTITAS DAN JENIS LIMBAH YANG DIHASILKAN MENGUMPULKAN SELURUH DATA DARI UNIT PROSES, PRODUK, BAHAN BAKU, PENGGUNAAN AIR DAN TIMBULAN LIMBAH MENITIKBERATKAN PADA EFISIENSI DAN INEFISIENSI PROSES MENGIDENTIFIKASI LUASAN LIMBAH, KEHILANGAN DAN MASALAHNYA MENGIDENTIFIKASI KONSTITUEN LIMBAH MENYUSUN TARGET UNTUK REDUKSI LIMBAH MENDUKUNG PEMBENTUKAN STRATEGI PENGELOLAAN LIMBAH YANG EFEKTIF SECARA EKONOMIS MENINGKATKAN PEMAHAMAN PEKERJA ATAS PROSES PRODUKSI DAN PENGHARGAAN ATAS KEUNTUNGAN DARI PROSES REDUKSI LIMBAH. LANGKAH AWAL: PERLUNYA KETERLIBATAN SELURUH MANAGEMENT DAN PEKERJA. KETERLIBATAN INI BISA TERJADI APABILA MEREKA MEMAHAMI KEUNTUNGAN YANG DAPAT DIPEROLEH DARI: PENURUNAN TIMBULAN LIMBAH PENURUNAN KONSUMSI BAHAN BAKU PENURUNAN BIAYA PENGOLAHAN LIMBAH PENURUNAN TINGKAT PERTANGGUNGJAWABAN PENINGKATAN HUBUNGAN MASYARAKAT PENINGKATAN EFISIENSI PROSES SEHINGGA MENINGKATKAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN PROSES AUDIT ADALAH PROSES YANG DIDASARKAN PADA KEJADIAN PADA WAKTU TERTENTU (SNAPSHOT IN TIME), SEHINGGA MERUPAKAN FUNGSI WAKTU. KARENANYA AUDIT HARUS DILAKUKAN SETIAP ADA PERUBAHAN BESAR, TERMASUK: 40

PERUBAHAN BIAYA BAHAN BAKU PERUBAHAN PERATURAN PERUBAHAN BIAYA PEMBUANGAN LIMBAH PERUBAHAN PROSES BIASANYA DATA AUDIT DAPAT DIKUMPULKAN DALAM WAKTU KURANG DARI DUA MINGGU, YANG BIASANYA TERDIRI DARI 3-4 ORANG AUDITOR TERGANTUNG DARI BESARNYA UNIT PERUSAHAAN. PENDEKATAN PROSES AUDIT LIMBAH ADA ENAM FASE: FASE I : PEMAHAMAN PROSES DALAM PABRIK Langkah 1: Membuat list unit-unit proses Langkah 2: Membuat diagram alir proses FASE II : PEMBATASAN MASUKAN DALAM PROSES Langkah 3: Menetapkan penggunaan sumber Langkah 4: Menginvestigasi penyimpanan bahan baku dan kehilangan saat penanganannya. Langkah 5: Merekam penggunaan air Langkah 6: Menetapkan level penggunaan kembali limbah FASE III : PEMBATASAN KELUARAN DARI PROSES Langkah 7: Mengkuantifikasi keluaran proses Langkah 8: Menghitung aliran air limbah Langkah 9: Mendokumentasi limbah yang disimpan dan dibuang ke tempat pembuangan akhir FASE IV : PENGUASAAN KESETIMBANGAN MASSA Langkah 10: Merangkum informasi masukan dan keluaran proses Langkah 11: Menurunkan kesetimbangan massa awal untuk unit proses Langkah 12: Mengevaluasi ketidakseimbangan massa Langkah 13: Menyempurnakan kesetimbangan massa FASE V : PENGIDENTIFIKASIAN ALTERNATIF REDUKSI LIMBAH Langkah 14: Mengkaji cara-cara yang digunakan dalam mereduksi limbah Langkah 15: Menargetkan masalah aliran limbah Langkah 16: Membuat alternatif reduksi limbah jangka panjang FASE VI : ANALISIS C/B DAN PELAKSANAAN RENCANA AKSI Langkah 17: Melaksanakan analsis cost/benefit untuk pengolahan dan reduksi limbah Langkah 18: Melaksanakan rencana implementasi, mengurangi limbah dan meningkatkan efisiensi produksi. 41

42