Present day mountain (or not) as keys to the past.

dokumen-dokumen yang mirip
Sekumpulan mineral-mineral yang menjadi satu. Bisa terdiri dari satu atau lebih mineral.

BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Proses Pembentukan dan Jenis Batuan

Batuan beku Batuan sediment Batuan metamorf

PETROLOGI. (mineral, batuan dan tanah) Informasi Geoteknik 1/13/2011

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

MEKANIKA TANAH ASAL USUL TERBENTUKNYA TANAH. UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA Jl. Boulevard Bintaro Sektor 7, Bintaro Jaya Tangerang Selatan 15224

Besar butir adalah ukuran (diameter dari fragmen batuan). Skala pembatasan yang dipakai adalah skala Wentworth

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

ACARA IX MINERALOGI OPTIK ASOSIASI MINERAL DALAM BATUAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

hiasan rumah). Batuan beku korok

REKAMAN DATA LAPANGAN

Bab III Geologi Daerah Penelitian

PEDOMAN PRAKTIKUM GEOLOGI UNTUK PENGAMATAN BATUAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Geologi Teknik. Ilmu Geologi, Teknik Geologi,

berukuran antara 0,05-0,2 mm, tekstur granoblastik dan lepidoblastik, dengan struktur slaty oleh kuarsa dan biotit.

Proses metamorfosis meliputi : - Rekristalisasi. - Reorientasi - pembentukan mineral baru dari unsur yang telah ada sebelumnya.

III.1 Morfologi Daerah Penelitian

Umur dan Lingkungan Pengendapan Hubungan dan Kesetaraan Stratigrafi

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB 3 GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB IV GEOMORFOLOGI DAN TATA GUNA LAHAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

What is a rocks? A rock is a naturally formed aggregate composed of one or more mineral

Umur GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

3.2.3 Satuan Batulempung. A. Penyebaran dan Ketebalan

Geologi Daerah Perbukitan Rumu, Buton Selatan 19 Tugas Akhir A - Yashinto Sindhu P /

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

5.1 PETA TOPOGRAFI. 5.2 GARIS KONTUR & KARAKTERISTIKNYA

5.1 Peta Topografi. 5.2 Garis kontur & karakteristiknya

Pandangan Satelit Fault Block Mountain Pennsylvania Appalachian

Subsatuan Punggungan Homoklin

BAB IV GEOMORFOLOGI DAN TATAGUNA LAHAN PERKEBUNAN

Gambar 6. Daur Batuan Beku, Sedimen, dan Metamorf

Foto 3.6 Singkapan perselingan breksi dan batupasir. (Foto diambil di Csp-11, mengarah kehilir).

MENENTUKAN BATAS SATUAN BATUAN. Arie Noor Rakhman

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Kastowo (1973), Silitonga (1975), dan Rosidi (1976) litologi daerah

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB II Geomorfologi. 1. Zona Dataran Pantai Jakarta,

dan Satuan Batulempung diendapkan dalam lingkungan kipas bawah laut model Walker (1978) (Gambar 3.8).

ACARA IV POLA PENGALIRAN

Gambar 3.6 Model progradasi kipas laut dalam (Walker, R. G., 1978).

ANALISA BENTANG ALAM

BAB III TATANAN GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Foto 3.5 Singkapan BR-8 pada Satuan Batupasir Kuarsa Foto diambil kearah N E. Eko Mujiono

BAB II TINJAUAN UMUM

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

GEOLOGI DAERAH KLABANG

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Gambar 1. Chert dalam Ukuran Hand Spicemen. Gambar 2. Chert yang terlipat. Gambar 3. Bedded Chert dan Sayatan Radiolarian Chert

IV. BATUAN METAMORF Faktor lingkungan yang mempengaruhi

BAB III GEOLOGI DAERAH NGAMPEL DAN SEKITARNYA

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Ciri Litologi

batuan, butiran mineral yang tahan terhadap cuaca (terutama kuarsa) dan mineral yang berasal dari dekomposisi kimia yang sudah ada.

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. 1. Letak, Batas, dan Luas Daerah Penelitian. Sungai Oyo. Dalam satuan koordinat Universal Transverse Mercator

3.2.3 Satuan lava basalt Gambar 3-2 Singkapan Lava Basalt di RCH-9

03. Bentangalam Struktural

BAB IV ANALISIS STRUKTUR GEOLOGI

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III Perolehan dan Analisis Data

BAB III STRATIGRAFI 3. 1 Stratigrafi Regional Pegunungan Selatan

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Timur

Hubungan dan Kesebandingan Stratigrafi

Prof. Dr. Ir. Sari Bahagiarti, M.Sc. Teknik Geologi

Buku Ajar : Mekanika Tanah I BAB I PENDAHULUAN

KARAKTERISTIK GEOLOGI DAERAH VOLKANIK KUARTER KAKI TENGGARA GUNUNG SALAK

Geomorfologi Sungai Klawing Daerah Bobotsari, Kabupaten Purbalinggga, Jawa Tengah

BAB II TINJAUAN UMUM

GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Metamorfisme dan Lingkungan Pengendapan

Foto 3.21 Singkapan Batupasir Sisipan Batulempung Karbonan pada Lokasi GD-4 di Daerah Gandasoli

Ash, atau abu volkanik adalah material hasil letusan gunungapi (atau material piroklastik) dengan ukuran butir < 2mm.

Geologi Daerah Sirnajaya dan Sekitarnya, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat 27

BAB II GEOLOGI REGIONAL

Geologi dan Studi Fasies Karbonat Gunung Sekerat, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

BAB III GEOLOGI DAERAH BANTARGADUNG

Gambar 2.1 Lapis Perkerasan Jalan

Prosiding Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) GUNUNG API PURBA PULAU NUNUKAN, KABUPATEN NUNUKAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA

BAB III TEORI DASAR. Hidrogeologi adalah bagian dari hidrologi (sub-surface hydrology) yang

ALBUM PETROGRAFI BATUAN METAMORF MARMER

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

Gambar 3.5 Klasifikasi Batugamping berdasarkan Dunham, 1964 ( Loucks et. Al, 2003)

BAB III GEOLOGI DAERAH PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Transkripsi:

Rock Cycle

Present day mountain (or not) as keys to the past. dari FU dapat dikenali adanya daerah yang berbatuan keras/kompak, batuan lunak kedap air dan batuan lunak yang tinggi kesarangannya. Struktur geologi penting

1. Karakteristik umum/kunci interpretasi : rona, pola, tekstur, bentuk, ukuran, bayangan, dan lokasi topografik 2. Karakteristik khusus : Ekspresi topografi/morfologi, pola dan kerapatan aliran, vegetasi dan budaya

a. Ekspresi Topografi/morfologi Ekspresi dari tipe/komposisi dan struktur batuan yang mencerminkan daya tahan (resistance) batuan terhadap tenaga eksogenik. Relief tinggi menunjukkan bahwa batuan mempunyai daya tahan yang bervariasi dalam suatu satuan batuan. Konglomerat Breksi Aglomerat Breksi volkanik Batuan beku intrusif Batuan metamorf Batugamping Batu pasir batulempung serpih batu lanau tuff napal

Morfologi secara langsung juga dapat menginformasikan genetik dari batuan. Misal : morfologi gunungapi Morfologi plato dan mesa Morfologi dome Batuan beku Sedimen dengan perlapisan horisontal sedimen dengan dip ke segala arah (radial)

1. Batuan Beku: Terjadi dari pembekuan magma 2. Batuan Sedimen: Terjadi dari proses pengendapan 3. Batuan Malihan: Terjadi dari proses ubahan oleh pengaruh T dan atau P

The Earth s crust, continental and oceanic, is composed mainly of sedimentary, metamorphic and igneous rock

Igneous rocks Understanding the evolution of geologic features, generically or on a site specific basis, can give insight into watershed processes, hence water-related decisions.

Igneous rocks

Igneous rocks Batholiths

Intrusive igneous rocks

Extrusive igneous rocks

Granit berwarna cerah/terang tersusun oleh mineral kuarsa, felspar dan mika berukuran besar. Basalt berwarna lebih gelap dan mengandung kristal-kristal berukuran kecil dari mineral olivin, piroksen dan felspar.

Batuan Beku

surface volcanic landforms

Sedimentary rocks

Sedimentary rocks Understanding the evolution of geologic features, generically or on a site specific basis, can give insight into watershed processes, hence water-related decisions.

KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN KLASTIK Tekstur Ukuran Butir Komposisi Nama Batuan Gravel > 2 mm Fragmen batuan membundar Konglomerat Fragmen batuan menyudut Breksi Mineral kuarsa dominan Batupasir Kuarsa 1/16-2 mm Klastik Kuarsa dan felspar Batupasir Arkose Kuarsa, felspar, lempung dan fragmen batuan Batupasir Graywacke < 1/256 mm Laminasi masif Serpih Lempung

KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN NON-KLASTIK Kelompok Tekstur Komposisi Nama Batuan Klastik atau Non-klastik Calcite, CaCO 3 Batugamping Klastik An-organik Klastik atau Non-klastik Dolomite, CaMg(CO 3 ) 2 Dolomite Non-klastik Mikrokristalin quartz, SiO 2 Rijang (Chert) Non-klastik Halite, NaCl Batu Garam Non-klastik Gypsum, CaSO 4-2H 2 O Batu Gypsum Klastik atau Non-klastik Calcite, CaCO 3 Batugamping Terumbu Biokimia Non-klastik Mikrokristalin Quartz Rijang (Chert) Non-klastik Sisa Tumbuhan yang terubah Batubara

Landforms Associated with Sedimentary Rocks Mesa Flat-topped hill capped with hard hock Cuesta Gently-tilted layer of hard rock: Door Peninsula. The gentle upper slope, on top of the layer is called the dip slope Hogback A sharp ridge of hard rock, edge of a steeplydipping layer

Metamorphic Environments

Metamorphic rocks

Metamorphic rocks Understanding the evolution of geologic features, generically or on a site specific basis, can give insight into watershed processes, hence water-related decisions.

Major Metamorphic Rock Types Temp C Temp F Coal Limestone Sandstone Basalt Shale Index Minerals Lignite Bituminous 500 Anthracite 300 600 Graphite Marble Slate Chlorite 700 Quartzite 800 Greenstone Phyllite Biotite 500 900 Schist Garnet 1000 Amphibolite Staurolite 600 1100 Gneiss Kyanite 700 1200 Sillimanite Melting Begins

The different rocks and minerals that form during metamorphism indicate different temperature and pressure conditions. Depth\Temp 300 C 400 C 500 C 600 C 700 C 800 C 5 km 10 km -3 kb Zeolite Contact Metamorphism - Andalusite forms 15 km 20 km -6 kb 25 km 30 km -9 kb Blueschist Greenschist Chlorite, Biotite formslate Greenstone Quartzite Marble Amphibolite Garnet, Staurolite, Kyanite Granulite formschist Sillimanite forms Amphibolite Muscovite breaks down to Quartzite K-feldspar Marble Partial MeltingGneiss Gneiss 35 km 40 km -12 kb Eclogite(Mantle)

b. Pola Aliran dan Kerapatan aliran Pola aliran merupakan cerminan dari struktur dan tipe/ komposisi batuan. Sedangkan kerapatan aliran mencerminkan resistensi dan kekedapan batuan. Misal : Pola aliran Batuan miring Batuan yang landai dan homogen Batuan dengan struktur kekar dan sesar intensif Struktur lipatan pola aliran pararel pola aliran dendritik pola aliran rektanguler pola aliran trellis Kerapatan aliran Batuan kompak dan permeabel Batuan lunak dan impermeabel Kerapatan aliran jarang Kerapatan aliran rapat

Classification of Drainage Patterns Pattern Significance Dendritic Horizontal sediments or uniformly resistentcrystalline rocks; gentle regional slope at present or at time of drainage inception Parallel Moderate to steep slopes; also in aeasof parallel elongate landforms Trellis Dipping or folded sedimentary, volcanic, or low-grade metasedimentary rocks; areas of parellel fractures Rectangu lar Joints and/or faults at right angles; streams and divides lack regional continuity Radial Volcanoes, domes, and residual erosion features Annular Structural domes and basins, diatremes, and possibly stocks

Perhatikan bentuk Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, mana yang lebih aktif? Dapatkah dilihat dari kehalusannya? Semakin tua gunung apinya maka semakin keriput bentuknya. Semakin sering diguyur air dan digerus yang akhirnya tertoreh-toreh.

Davis, William Morris: proposed geomorphic cycle

c. Vegetasi dan Budaya Mencerminkan kelembaban tanah yang secara tidak langsung mencerminkan sifat/jenis batuan. Kelembaban Tinggi Kelembaban Rendah batuan bertekstur halus dan impermeabel batuan impermeable yang bertekstur kasar atau mempunyai kekar yang sangat intensif

Vegetasi Pohon jati subur di daerah batugamping Pohon karet subur di daerah volkanik Padi di dataran aluvial, dataran kaki gunung api, dan tanah sisa (residual soil) Alang-alang biasa terdapat di batuan napal dan batupasir yang berbatang tinggi pada lapukan granit Vegetasi berpola lurus biasa terdapat pada kekar dan sesar Vegetasi berpola melengkung terdapat pada batuan sedimen klastik berstruktur antiklin atau sinklin Vegetasi dapat tumbuh pada zone kontak antara batuan lulus air dan batuan tidak lulus air

Budaya Sawah di dataran alluvial, residual soil, dan dataran kaki gunungapi Waduk biasa dibangun di batuan tidak lulus air Permukiman biasa berkembang di daerah yang mengandung air cukup, di daerah yang berair tanah dangkal atau sumber mata air Hutan buatan biasanya di daerah yang memiliki tanah tebal dengan Hutan buatan biasanya di daerah yang memiliki tanah tebal dengan lereng agak terjal hingga terjal, sehingga erosi dan gerakan massa dapat dicegah atau dikurangi