A. Pengertian Hipotesis Penelitian

dokumen-dokumen yang mirip
HIPOTESIS PENELITIAN

Penentuan hipotesis adalah menjadi bagian yang penting dalam melakukan dan merancang sebuah penelitian. Hipotesis merupakan bagian dari tujuan

MEMFORMULASIKAN HIPOTESIS DAN KERANGKA BERPIKIR

[1] [2]

MEMFORMULASIKAN HIPOTESIS DAN KERANGKA BERPIKIR

KERANGKA PIKIR DAN HIPOTESIS

RESUME PERKULIAHAN MEMFORMULASIKAN HIPOTESIS DAN KERANGKA BERPIKIR

PERTEMUAN 7 HIPOTESIS PENELITIAN

MEMFORMULASIKAN HIPOTESIS DAN KERANGKA BERPIKIR

MEMFORMULASIKAN KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS

RESUME MATAKULIAH METODOLOGI PENELITIAN PENDIDIKAN PASCASARJANA PENDIDIKAN MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

Oleh: Nur Azizah (NIM )

A. Pengertian Hipotesis Setelah menemukan fenomena penelitian kemudian menyusun desain penelitian dan rerangka konseptual penelitian, langkah

Pertemuan 4. Landasan Teori dan Penyusunan Hipotesis

MERUMUSKAN ANGGAPAN DASAR, MERUMUSKAN HIPOTESIS

PENGUJIAN HIPOTESIS. 1. Pengertian Hipotesis

HIPOTESIS PENELITIAN. Intan Silviana Mustikawati, SKM, MPH. Tujuan Pembelajaran

BAB 3 LANDASAN TEORI, KERANGKA BERFIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS A. Pengertian Teori

12/04/2013. Deskriptif. Statistik. Parametris. Inferensial. Non Parametris. Gambar : Macam-macam statistik (Sugiyono, 2003)

1. Variabel Penelitian 2. Landasan Teori 3. Kerangka Pikir 4. Kajian Penelitian yang Relevan 5. Hipotesis

Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA.

PENGUJIAN HIPOTESIS. Wahyu Hidayat, S.Pd., M.Pd

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. anggotanya untuk meningkatkan prestasi dalam rangka pencapaian tujuan

Merumuskan Hipotesis Jurusan Pendidikan Bahasa Jerman Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta 2013

PENGUJIAN HIPOTESIS MAKALAH. (Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliahi Metodologi Penelitian Bidang Studi) Oleh : TINI HENDRAYATI

LANDASAN TEORI KERANGKA BERPIKIR DAN PENGAJUAN HIPOTESIS

Prosedur Penelitian (1)

PENGERTIAN Pertama Kedua Ketiga MACAM MACAM TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan memegang peranan yang penting dalam mempersiapkan

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Proses pembelajaran membutuhkan strategi yang tepat. Kesalahan

KEMENTERIAN KESEHATAN RI POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA 2014

METODE PENELITIAN KUANTITATIF. Imam Gunawan

METODE PENELITIAN. Penelitian dan Ilmu Pengetahuan. MR Alfarabi Istiqlal, SP MSi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

MASALAH PENELITIAN. Masalah adalah perbedaan/kesenjangan/ gap antara harapan dengan kenyataan

UJI RATA-RATA SATU SAMPEL MENGGUNAKAN R UNTUK MENGETAHUI PENGARUH MODEL BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR MATA KULIAH ANALISIS VEKTOR

II. TINJAUAN PUSTAKA. proses berpikir secara kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian jenis quasi eksperimental. Quasi

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. dan tujuan penelitian. penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan. dikumpulkan berbentuk angka-angka dan bermaksud

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. untuk mengetahui seberapa besar minat belajar siswa kelas XII Jurusan Teknik

BAB III METODE PENELITIAN

Pengujian Hipotesis_M. Jainuri, M.Pd

HANDI EKO PRASETYO.SKOM,MM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON

BAB III METODE PENELITIAN. untuk memperoleh faktor-faktor dan prinsip-prinsip dengan sabar, hati-hati, dan

JENIS-JENIS PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

UJI HIPOTESIS. Oleh : Riawan Yudi Purwoko

PROPOSAL TUGAS AKHIR JUDUL PROPOSAL TUGAS AKHIR

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB III METODE PENELITIAN. Menurut Sugiyono (2008 : 2), Metode Penelitian pada dasarnya

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Setelah merumuskan hipotesis yang diturunkan secara deduktif dari landasan

JURUSAN TERAPI WICARA POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA

Penelitian Survey deskriptif

BAB 1 PENDAHULUAN. Manajemen merupakan hal yang sangat penting dalam semua bidang

Pertemuan Keempat Landasan Teori dan Rumusan Hipotesis. Metode Riset Dr. Muhamad Yunanto, MM. Fak. Ekonomi Universitas Gunadarma

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. kata kunci yang perlu diperhatikan yaitu, cara ilmiah, data, tujuan, dan keguanaan. 1

HIPOTESIS. Pertemuan 9. Pengertian Hipotesis

I. PENDAHULUAN. siswa memiliki kemampuan matematis yang baik. Adapun tujuan pembelajaran

BAB III METODE PENELITIAN. Suatu penelitian dikatakan sukses dan berhasil didukung oleh bagaimana

MODUL DASAR PENGUJIAN HIPOTESIS DASAR PENGUJIAN HIPOTESIS

III. METODE PENELITIAN. Berdasarkan tingkat eksplanasinya penelitian ini tergolong penelitian

BAB III OBJEK PENELITIAN DAN METODE PENELITIAN. ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu tentang

BAB III METODE PENELITIAN

PENERAPAN PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VII DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA

DISTRIBUSI SAMPLING besar

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. tindakan kelas bentuk siklus. Dinamakan model siklus, karena model ini lebih

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. gejala atau peristiwa tertentu. Peristiwa atau kejadian yang diteliti adalah suatu

BAB 4 LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II METODE PENELITIAN. dan menggunakan rumus statistik dengan membantu menganalisa data dan fakta

BAB III METODE PENELITIAN. masalah-masalah yang dihadapi serta cara mengatasi permasalahan tersebut

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif. Tika

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Matematika merupakan mata pelajaran yang memiliki peranan penting

OTAK MANUSIA. BELAHAN OTAK KANAN * Berfikir Holistik * Spatial * Sintesis * Intuitif * Elaboratif * Humanistik

Oleh Warniatul Ulfah ABSTRAK

Vol. 4, No. 1, Maret 2017 ISSN:

BAB III PROSEDUR PENELITIAN. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif

DATA DAN VARIABEL PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. 1. Kemampuan Penalaran Matematis. a. Pengertian Penalaran Matematis

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN. Berdasarkan variable yang diteliti maka jenis penelitian ini adalah bersifat

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Matematika sebagai salah satu bidang ilmu dalam dunia pendidikan

Telaah Pustaka dan Hipotesis DOSEN : DIANA MA RIFAH

BAB I PENDAHULUAN. Pembangunan di bidang pendidikan diarahkan kepada pengembangan. SDM yang bermutu tinggi, guna memenuhi kebutuhan dan menghadapi

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. maka dari itu perlu dilakukan peningkatan mutu pendidikan. Negara Kesatuan

mencatat, merumuskan dan menganalisis sampai menyusun laporannya. 1 Jadi metode penelitian ini adalah suatu rangkaian langkah-langkah yang

Transkripsi:

Menurut Sugiyono (2010) perumusan hipotesis penelitian merupakan langkah ketiga dalam penelitian, setelah peneliti mengemukakan landasan teori dan kerangka berfikir. Tetapi perlu diketahui bahwa tidak setiap penelitian harus merumuskan hipotesis. Penelitian bersifat eksploratif dan deskriptif sering tidak perlu merumuskan hipotesis. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif, tidak dirumuskan hipotesis tetapi justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. Selanjutnya hipotesis, tersebut akan diuji oleh peneliti dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. A. Pengertian Hipotesis Penelitian Setelah menemukan dan mengemukakan permasalahan serta memerikasa bahan pustaka yang berkaitan, maka peneliti siap untuk menyusun suatu hipotesis. A hypothesis is a tentative explanation for certain behavior, phenomena, or events that have occurred or will occur (Gay, 1976) Dari arti katanya, hipotesis memang berasal dari 2 penggalan kata, hypo yang artinya di bawah dan thesa yang artinya kebenaran. Secara keseluruhan berarti di bawah kebenaran, kebenaran yang berada di bawah (belum tentu benar), dan baru diangkat menjadi kebenaran kalau sudah disertai bukti-buktinya. Kemudian cara penulisannya disesuaikan dengan Ejaan Bahasa Indonesia menjadi hipotesa, dan berkembang menjadi hipotesis. Menurut McGuigan dalam Wagiran (2010) menyatakan bahwa hipotesis adalah pernyataan yang dapat diuji mengenai hubungan potensial antara dua atau lebih variabel. Menurut Sugiyono (2010) hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara karena jawaban yang diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh melalui pengumpulan data. Jadi hipotesis juga

dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap rumusan masalah penelitian, belum jawaban yang empirik dengan data. Dari keempat pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hipotesis merupakan pernyataan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang belum tentu kebenarannya dan akan menjadi benar apabila sudah ada buktibuktinya. Dalam bentuk sederhana, hipotesis mengemukakan pernyataan tentang harapan peneliti mengenai hubungan antara variabel-variabel dalam suatu persoalan. Hipotesis tersebut kemudian diuji dalam penelitian. Oleh karenanya, hipotesis diajukan sebagai saran pemecahan/penyelesaian bagi masalah itu, dengan pengertian bahwa penyelidikan selanjutnyalah yang akan membenarkan atau menolaknya. Penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian kuantitatif. Tidak harus semua penelitian memiliki hipotesis. Biasanya hipotesis merujuk pada hubungan antara dua variabel atau lebih. Bila peneliti setuju dengan pendapat ini maka mereka hanya perlu berpikir akan menggunakan hipotesis atau tidak dalam penelitiannya jika penelitian tersebut mengandung satu variabel. Ini sebaiknya tidak dibalik dengan berkesimpulan bahwa semua penelitian hanya mengandung satu variabel saja dalam penelitiannya boleh juga mengajukan hipotesis. Hipotesis dibuat karena dua alasan: (1) hipotesis yang mempunyai dasar kuat yang menunjukan bahwa peneliti telah mempunyai pengetahuan yang cukup untuk melakukan penelitian di bidang itu, dan (2) hipotesis memberikan arah pada pengumpulan dan penafsiran data; hipotesis dapat menunjukan prosedur apa yang harus diikuti dan jenis data apa yang harus dikumpulkan. Dalam hal ini perlu dibedakan pengertian hipotesis penelitian dan hipotesis statistik. Pengertian hipotesis penelitian seperti telah dikemukakan sebelumnya. Selanjutnya, hipotesis statistic itu ada, bila penelitian bekerja dengan sampel. Jika penelitian tidak menggunakan sampel, maka tidak ada hipotesis statistic. B. Macam-macam Hipotesis Statistik

Hipotesis statistik dipergunakan jika peneliti melakukan analisis dengan hanya menggunakan sebagian dari keseluruhan data yang ada. Sedangkan teknik statistik yang menggambarkan pengambilan data keseluruhan ke arah sebagian populasi disebut sebagai proses inferensi. Teknik statistik dalam menganalisis sampel ini sering juga disebut sebagai statistik inferensial. Jika hasil analisis dari sampel tersebut kemudian dipergunakan untuk menyimpulkan hasil analisis keseluruhan, maka proses tersebut dinamakan generalisasi. Bila peneliti langsung menggunakan populasi sebagai dasar analisis, apakah ia masih perlu hipotesis? Jawabannya adalah: hipotesis penelitian tetap perlu diajukan sebagai arah dalam melakukan kegiatan di lapangan, sedangkan hipotesis statistik kurang diperlukan. Peneliti langsung dapat menganalisis data kemudian langsung memperoleh hasilnya yang menggambarkan apa yang diteliti saat ini. Hipotesis dapat dibedakan berdasarkan bagaimana mendapatkannya (induktif vs deduktif), atau bagaimana mereka merumuskannya (deklaratif vs nol hipotesis). Hipotesis induktif merupakan sebuah generalisasi yang didasarkan dari suatu observasi. Hipotesis deduktif diturunkan dari teori yang ada dan memotivasi melakukan penelitian lanjutan. Menurut Suharsimi Arikunto hipotesis statistik secara umum dapat dibedakan menjadi dua, yaitu: hipotesis kerja, hipotesis nol/nihil. 1. Hipotesis kerja Hipotesis kerja atau hipotesis alternatif, disingkat Ha. Hipotesis kerja menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y, atau adanya perbedaan antara dua kelompok dan sering dinyatakan dalam kalimat positif. Rumusan hipotesis kerja: a. Jika.maka.. Contoh: Jika siswa rajin belajar maka hasil belajar siswa akan meningkat b. Ada perbedaan antara..dan.. Contoh: Ada perbedaan antara siswa yang belajar matematika dengan model pembelajaran STAD dan Problem Based Learning (PBL) c. Ada pengaruh terhadap...

Contoh: Ada pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi siswa Contoh penggunaan hipotesis kerja/alternatif dari hipotesis statistik: Hipotesis statistik perbedaan: H a : μ 1 > μ 2 Hipotesis alternatif menyatakan bahwa rata-rata kelompok 1 lebih besar dari rata-rata kelompok 2. 2. Hipotesis Nol Hipotesis nol sering disebut hipotesis statistik, karena biasanya digunakan dalam penelitian yang bersifat statistik, yaitu diuji dengan perhitungan statistic dan sering dinyatakan dalam kalimat negatif. Hipotesis nol menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel, atau tidak adanya pengaruh antara variabel X dan Y. Pemberian nama hipotesis nol atau hipotesis nihil dapat dimengerti dengan mudah karena tidak ada perbedaan antara dua variabel. Dengan kata lain, selisih variabel pertama dengan variabel kedua adalah nol atau nihil. Rumusan hipotesis nol: a. Tidak ada perbedaan antara...dengan... Contoh: tidak ada perbedaan antara kemampuan verbal dan penyesuaian diri terhadap prestasi belajar matematika b. Tidak ada pengaruh...terhadap... Contoh: tidak ada pengaruh pendekatan edukatif terhadap hasil belajar matematika siswa Contoh penggunaan hipotesis nol dari hipotesis statistik: Hipotesis statistik perbedaan: H 0 : X 1= X 2

Hipotesis nol menyatakan bahwa rata-rata kelompok 1 adalah sama dengan rata-rata kelompok 2. Pada dasarnya, kedua jenis perumusan itu dapat dilakukan. Namun, dalam kenyataannya kebanyakan penelitian ilmiah merumuskan hipotesis penelitiannya dalam bentuk hipotesis alternatif. Hal yang demikian ini terjadi dalam penelitian eksperimental; dalam penelitian eksperimental, peneliti bermaksud mengetahui perbedaan gejala pada kelompok yang satu dan pada kelompok yang lain, sebagai akibat adanya perbedaan perlakuan. C. Cara Merumuskan Hipotesis 1. Hipotesis harus dirumuskan dengan singkat dan jelas. 2. Hipotesis dinyatakan dalam kalimat deklaratif. 3. Hipotesis harus dengan nyata menunjukan adanya hubungan antara dua atau lebih variabel 4. Hipotesis harus didukung dengan teori-teori yang dikemukakan oleh para ahli atau hasil penelitian yang relevan. 5. Dapat diuji D. Bentuk-bentuk Hipotesis Penelitian Menurut Sugiyono (2010:100-106), bentuk-bentuk hipotesis sangat terkait dengan rumusan masalah penelitian. Wagiran (2013:115-119), menjelaskan bahwa bentuk rumusan hipotesis penelitian akan sangat tergantung dari rumusan masalah. Sugiyono (2010:100-106), menyatakan bahwa bila dilihat dari tingkat eksplanasinya, maka bentuk rumusan masalah penelitian dibedakan menjadi tiga yaitu rumusan masalah deskriptif (variabel mandiri), komparatif (perbandingan) dan asosiatif (hubungan). Oleh karena itu, maka bentuk hipotesis penelitian juga dibedakan menjadi tiga, yaitu hipotesis deskriptif, komparatif, dan asosiatif hubungan.

Menurut Sugiyono (2010:100-106), hipotesis deskriptif adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah deskriptif; hipotesis komparatif merupakan jawaban sementara terhadap masalah komparatif, dan hipotesis asosiatif adalah merupakan jawaban sementara terhadap masalah asosiatif. a. Hipotesis Deskriptif Adalah jawaban sementara terhadap masalah deskriptif, yaitu yang berkenaan dengan variabel mandiri. Pada umumnya hipotesis deskriptif tidak dituliskan. Contoh: 1) Hipotesis penelitian H 0 : Semangat belajar mahasiswa perguruan tinggi negeri paling sedikit 75% dari kriteria yang ditetapkan (paling sedikit berarti lebih dari atau sama dengan ). H a : Semangat belajar mahasiswa perguruan tinggi negeri < 75% dari kriteria yang ditetapkan. 2) Hipotesis statistic H 0 = ρ 75% H a = ρ < 75% b. Hipotesis Komparatif Adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah komparatif. Pada rumusan ini variabelnya sama tetapi populasi atau sampelnya yang berbeda, atau keadaan itu terjadi pada waktu yang berbeda. Contoh: 1) Hipotesis penelitian Bentuk hipotesis komparatifnya dapat dikemukakan dalam bentuk hipotesis nol dan hipotesis alternative sebagai berikut. H 0 : Hasil belajar siswa SMA X lebih dari atau sama dengan ( ) SMA Y. H a : Hasil belajar siswa SMA X lebih kecil dari (<) SMA Y.

2) Hipotesis statistik H 0 = μ 1 μ 2 H a = μ 1 < μ 2 Dimana ; μ 1 = rata-rata (populasi) hasil belajar siswa SMA X μ 2 = rata-rata (populasi) hasil belajar siswa SMA Y c. Hipotesis Asosiatif Hubungan Adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah asosiatif, yaitu yang menanyakan antara dua variabel atau lebih. Contoh: 1) Hipotesis penelitian Ada hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan iklim kerja sekolah. 2) Hipotesis statistik H a ρ 0 (ρ 0 berarti menandakan ada hubungan antara variabel kepemimpinan kepala sekolah dengan iklim kerja sekolah). E. Perbedaan Hipotesis Kualitatif dan Hipotesis Kuantitatif 1. Hipotesis kuantitatif a. Dirumuskan diawal sebelum penelitian 2. Hipotesis kuantitatif a. Merupakan apa yang diharapkan ditemukan setelah penelitian F. Kegunaan Hipotesis Menurut Wagiran (2010) beberapa kegunaan hipotesis antara lain :

1. Hipotesis memberikan penjelasan sementara tentang gejala-gejala serta mempermudah perluasan pengetahuan dalam suatu bidang. 2. Hipotesis memberikan suatu pernyataan hubungan yang langsung dapat diuji dalam penelitian. 3. Hipotesis memberikan arah kepada penelitian. 4. Hipotesis memberikan kerangka untuk melaporkan kesimpulan penyelidikan. G. Apakah Hipotesis Harus Terbukti? Dalam hal ini, setelah melakukan pengujian hipotesis peneliti akan menemukan salah satu dari tiga hal berikut: 1. Semua hipotesis yang diuji diterima 2. Tidak ada satupun hipotesis yang diuji diterima 3. Beberapa hipotesis diterima dan beberapa hipotesis yang lain tidak diterima Jika demikian halnya, peneliti akan membuat keputusan dan penafsiran sebagai berikut, (Wagiran, 2013:120): a) Semua hipotesis yang diuji diterima, bagi peneliti teori shahih karna diperkuat oleh hasil b) Tidak ada satupun hipotesis yang diuji diterima, bagi peneliti teori tidak shahih atau tidak memadai dalam beberapa hal c) Beberapa hipotesis diterima dan beberapa hipotesis yang lain tidak diterima. 1) Peneliti sering tidak mampu mentapkan penafsiran apa yang harus dibuat. 2) Suatu bagian dari teori terdukung dan sebagian lainnya tidak terdukung 3) Study lanjutan perlu dilakukan Hal yang harus diingat dalam hal ini adalah apapun dari hasil pengujian suatu hipotesis atas beberapa hipotesis, peneliti perlu mengemukakan pertanyaan-

pertenyaan menyangkut teori, sampling, pengukuran, pengumpulan data, analisis statistic, maupun keterlibatan partisipan. H. Apakah Semua Penelitian Harus Berhipotesis? Berikut beberapa pendapat tentang apakah semua penelitian harus berhipotesis: 1) Wagiran (2013, 101), tidak harus semua penelitian menggunakan hipotesis. Biasanya hipotesis merujuk pada hubungan antara dua variable atau lebih. Bila peneliti setuju dengan pendapat ini, maka mereka hanya perlu berpikir akan menggunakan hipotesis atau tidak dalam penelitiannya. Menurut beliau dari pengertian tersebut, sebaiknya jangan berkesimpulan bahwa penelitian yang hanya mengajukan satu variable saja dalam penelitiannya boleh juga menggunakan hipotesis. 2) Suharsimi Arikunto (Edisi Revisi 2010), untuk menjawab atas pertanyaan ini kita tidak boleh berpikir pada hal yang benar secara mutlak dan tidak benar secara mutlak. Pendapat pertama, semua penelitian itu harus berhipotesis, pendapat kedua, hipotesis hanya dibuat jika yang dipermasalahkan menunjukan hubungan antara dua variable atau lebih. 3) Sugiyono (2010), penelitian yang merumuskan hipotesis adalah penelitian yang menggunakan pendekatan kuantitatif. Pada penelitian kualitatif, tidak dirumuskan hipotesis justru diharapkan dapat ditemukan hipotesis. 4) Maxwell (1996) dalam A. Chaedar Alwasilah (2003,132) mengemukakan sebenarnya, ada yang lebih prinsipil ketimbang penamaan, yakni karakteristik kualitatif, yaitu bahwa hipotesis itu pada umumnya diformulasikan setelah peneliti memulai penelitian; hipotesis itu dilandaskan pada data dan dikembangkan melalui interaksi dengan data, bukannya sebagai gagasan atau jawaban jawaban pendahuluan yang di tes lewat data.

I. Bagaimana Ciri-Ciri Hipotesis yang Baik? Dalam merumuskan hipotesis, hendaknya hipotesis tersbut dapat memberikan arah pada pengumpulan dan penafsiran data. Berikut ciri-ciri hipotesis yang baik: 1) Wagiran (2010), a) Hipotesis yang baik adalah yang rumusannya mudah dipahami paling tidak memuat variable-variabel permasalahan penelitian b) Hipotesis hendaknya memuat nilai prediktif dan bersifat konsisten c) Hipotesis harus dapat diuji 2) Sugiyono (2010), a) Merupakan dugaan terhadap keaadaan variable mandiri, perbandingan keadaan variable pada berbagai sampel, dan merupakan dugaan terhadap hubungan antara dua variable atau lebih b) Dinyatakan dalam kalimat yang jelas, sehingga tidak menimbulkan berbagai penafsiran c) Dapat diuju dengan data yang dikumpulkan dengan metode-metode ilmiah