RELIGI. Oleh : Firdaus

dokumen-dokumen yang mirip
I.PENDAHULUAN. kebiasaan-kebiasaan tersebut adalah berupa folklor yang hidup dalam masyarakat.

BAB II TELAAH TEORITIS ANIMISME DALAM MASYARAKAT. Nusak Dengka, dan makna perayaan Limbe dalam masyarakat tersebut.

DOSEN PENGASUH DRS. AFRIDA, H.HUM NIP

BAB IV MAKNA PELAKSANAAN UPACARA ADAT ALAWAU AMANO BAGI KEHIDUPAN ORANG NOLLOTH. A. Mendiskripsikan Upacara Adat Kematian Alawau Amano

C. TOPIK :TEORI SOSIAL TENTANG AGAMA

BAB IV ANALISIS. Menurut Budiono Harusatoto dalam bukunya yang berjudul Simbolisme. menurut etimologinya simbol diambil dari kata Yunani.

BAB I PENDAHULUAN. dari beragamnya kebudayaan yang ada di Indonesia. Menurut ilmu. antropologi, (dalam Koentjaraningrat, 2000: 180) kebudayaan adalah

PALANGEHON BORU. ( Ritus Dan Upacara Siklus Hidup Etnis Batak Toba di Desa. Pargarutan, Tapanuli Tengah )

Modul 3 OBYEK DAN METODE PENELITIAN PSIKOLOGI AGAMA

PERGULATAN MANUSIA MENCARI TUHAN

BAB I PENDAHULUAN. yang terdapat pada tujuh unsur kebudayaan universal. Salah satu hal yang dialami

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, salah satu akibat

BAB I PENDAHULUAN. kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan - kemampuan serta

Ota Rabu Malam. Musik Ritual. Disusun oleh Hanefi

BAB II KAJIAN TEORI. Kebudayaan berasal dari kata sansekerta budhayah, yaitu bentuk jamak

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN YANG RELEVAN

BAB IV MAKNA ARUH MENURUT DAYAK PITAP. landasan untuk masuk dalam bagian pembahasan yang disajikan dalam Bab IV.

BAB II AGAMA DALAM PRESPEKTIF FILOSOFIS

Desa Klinting merupakan bagian dari kecamatan Somagede, kabupaten. Banyumas. Secara mayoritas masyarakatnya memeluk agama Islam, dan

BAB I PENDAHULUAN. dengan yang mati sangat berakar pada jiwa manusia yang menimbulkan perasaan

BAB V. Penutup. GKJW Magetan untuk mengungkapkan rasa syukur dan cinta kasih karena Yesus

Kekerabatan dan Keturunan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam suatu suku bangsa mempunyai berbagai macam kebudayaan, tiap

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG. Penulis merasa tertarik untuk meneliti mengenai Upacara Tingkapan karena

BAB I PENDAHULUAN. 1. Latar Belakang

Perkembangan Antropologi: Tokoh, Sejarah dan Metode. Tatap Muka Minggu ke-3

BAB I PENDAHULUAN. universal artinya dapat di temukan pada setiap kebudayaan. Menurut

BAB I PENDAHULUAN. generasi yang telah mendarah daging berurat dan berakar. Kebiasaan ini dilakukan

BAB I PENDAHULUAN. beberapa pulau besar seperti, Pulau Sumatera, Pulau Jawa, Pulau Kalimantan,

BAB I PENDAHULUAN. keseluruhan pengertian, nilai, norma, ilmu pengetahuan serta keseluruhan strukturstruktur

BAB II TEORI-TEORI TENTANG AGAMA

AGAMA: FENOMENA UNIVERSAL

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian

Kepribadian. Oleh : Tine A. Wulandari, S.I.Kom.

PENGERTIAN DASAR SEJARAH KEBUDAYAAN

BAB II AGAMA DAN KEBUDAYAAN DALAM KAITANYA DENGAN ALAM. yang harus dipahami terlebih dahulu. Penulis mengangkat topik mengenai sebuah tradisi

BAB I PENDAHULUAN. berproses. Kepercayaan itu bisa berupa pandangan-pandangan atau

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kebudayaan merupakan corak kehidupan di dalam masyarakat yang

BAB I PENDAHULUAN. yang memiliki lingkungan geografis. Dari lingkungan geografis itulah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Di dunia ini banyak hal yang tidak terbaca karena selalu ada sesuatu

MANUSIA DAN AGAMA KOMPETENSI DASAR

BAB II KAJIAN PUSTAKA, KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. menjadi pusat perhatian (Singarimbun, 1989: 33).

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN PENELITIAN YANG RELEVAN. Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, ialah

PERTEMUAN MINGGU KE 5

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Sehingga terpisah dari satu wilayah dengan wilayah lain. dengan perbedaan itulah

KEBUDAYAAN. Oleh : Firdaus

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Masyarakat Karo memiliki berbagai upacara, tradisi, maupun beragam

SISTEM KEKERABATAN Pengertian kelompok kekerabatan merupakan deskripsi mengenai suku bangsa tertentu Perkawinan merupakan unsur universal yang

TUGAS MATAPELAJARAN AGAMA ISLAM

BAB IV. Makna Slametan Bagi Jemaat GKJW Magetan. 4.1 Pemahaman jemaat GKJW Magetan melakukan slametan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam sejarah kehidupan manusia, kebudayaan selalu ada sebagai upaya dan

Upacara Ngoa Ngi i di Desa Sawu Kecamatan Mauponggo Kabupaten Nagekeo Ntt. *Corresponding Author

Antropologi Psikologi

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA Ciri / Tanda Klien Lanjut Usia Menjelang Kematian. menunjukkan beberapa reflek, serta tidak ada kegiatan otak.

Filsafat Umum. Kontrak Perkuliahan Pengantar ke Alam Filsafat 1. Arie Suciyana S., S.Si., M.Si. Modul ke: Fakultas Psikologi. Program Studi Psikologi

Pendidikan Agama Islam

BAB IV ANALISIS DAN REFLEKSI TRADISI PENGUBURAN MASYARAKAT TRUNYAN DAN CARA MEMPERLAKUKAN JENAZAH

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL JURUSAN PENDIDIKAN SEJARAH

BAB I PENDAHULUAN. sebagai salah satu unsur kebudayaan dan sebagai salah satu perantara sosial

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) 1, mendapat pengaruh yang cukup besar

BAB II TEORI-TEORI ASAL MULA AGAMA. agama. Agama ada pada dasarnya merupakan aktualisasi dari kepercayaan

TEORI MUNCULNYA RELIGI (Tinjaun Antropologis terhadap Unsur Kepercayaan dalam Masyarakat)

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1.Latar belakang Masalah. Kehidupan kelompok masyarakat tidak terlepas dari kebudayaannya sebab kebudayaan ada

BAB I PENDAHULUAN. cukup kaya akan nilai sejarah kebudayaannya.

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Manusia adalah makhluk sosial yang memiliki akal dan pikiran yang mampu

BAB I PENDAHULUAN. Bangsa Indonesia memiliki kebudayaan yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan

BAB II PENDEKATAN TEORITIS

BAB I PENDAHULUAN. bukan sekedar jumlah penduduk saja, melainkan sebagai suatu system yang

PERTAMA HAKIKAT BANGSA DAN NEGARA. MATRIKULASI supentri

BUDAYA MASYARAKAT INDONESIA

dianut oleh sekelompok suku atau sub-suku ataupun gabungan beberapan suku;

Teori Evolusi Kebudayaan

TUGAS. Wawasan Budaya Nusantara. Dosen pembimbing : Ranang Agung S., SPd., M.Sn

BAB 1 PENDAHULUAN. spesifik. Oleh sebab itu, apa yang diperoleh ini sering disebut sebagai

PENYUSUN Indrijati Soerjasih, S.Sos., M.Si. ( PPPPTK PKn DAN IPS )

BAB 1 PENDAHULUAN. Negara Indonesia merupakan Negara yang memiliki keberagaman suku bangsa di

2015 PEWARISAN NILAI-NILAI BUDAYA SUNDA PADA UPACARA ADAT NYANGKU DI KECAMATAN PANJALU KABUPATEN CIAMIS

BAB II AGAMA: PENGERTIAN, SEJARAH, KLASIFIKASI

BAB I PENDAHULUAN. istiadat yang berlaku, akan kesulitan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.

KEPRIBADIAN RITA RAHMAWATI

TINJAUAN PUSTAKA. manusia senantiasa mengalami suatu perubahan-perubahan pada kehidupan. tak terbatas (Muhammad Basrowi dan Soenyono, 2004: 193).

KERANGKA BERPIKIR DAN HIPOTESIS PENGARAH

UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2007/2008

BAB I PENDAHULUAN. Iman adalah pekerjaan yang berhubungan dengan perbuatan batin (hati)

AGAMA dan PERUBAHAN SOSIAL. Oleh : Erna Karim

BAB I PENDAHULUAN. Do Tenu Hatu. Ada pula yang menyebutnya dengan nama Nes Do Male atau

Ahli Sejarah menjelaskan agama dalam hubungan kejadian-kejadian yang dihasilkan kepercayaan dari dulu sampai sekarang.

BAB I PENDAHULUAN. Sumatera utamanya di Sumatera Utara, awalnya Gereja Pentakosta Indonesia dibawa orangorang

BAB I PENDAHULUAN. mahluk biologis merupakan individu yang mempunyai potensi-potensi diri yang

BAB 1 PENDAHULUAN. kebudayaan yang berbeda-beda. Hal ini oleh dilambangkan oleh bangsa Indonesia

2. Fungsi tari. a. Fungsi tari primitif

TINJAUAN PUSTAKA Komunikasi dan Perubahan Kebudayaan

I. PENDAHULUAN. agama-agama asli (agama suku) dengan pemisahan negeri, pulau, adat yang

Transkripsi:

RELIGI Oleh : Firdaus

Pertemuan ini akan Membahas : 1. Konsep Religi 2. Komponen sistem Religi 3. Teori Berorintasi Keyakinan Pertanyaan untuk Diskusi Awal: 1. Apa Konsep Religi 2. Apa Komponen Sistem Religi 3. Apa Saja Teori Yang berorientasi Keyakinan 4. Siapa Tokoh-Tokoh Teori Tersebut?

Konsep Religi Suatu sistem berkaitan dari keyakinankeyakinan dan upacara-upacara yang keramat, keyakinan-keyakinan dan upacara berorientasi pada suatu komunitas moral yang disebut umat (E. Durkheim)

Komponen Religi Emosi Keagamaan Sistem Keyakinan Sistem Ritus dan Upacara Peralatan Ritus dan Upacara Umat Agama Suatu getaran yang menggerakkkan jiwa manusia Berwujud fikiran dan gagasan manusia yang menyangkut keyakinan dan konsepsi manusia tentang sifat tuhan, tentang wujud alam gaib (kosmologi), terjadinya alam dan manusia (kosmogini), zaman akhirat (esyatologi), wujud dan ciri-ciri kekuatan sakti, roh nenek moyang, roh alam, dewa-dewa, roh jahat dan lainnya. Aktifitas dan tindakan manusia dalam melaksanakan kebaktiannya terhadap tuhan, dewa-dewa, roh nenek moyang atau makhluk lain dalam upaya berkomunikasi dengan tuhan dan penghuni dunia gaib Segala sesuatu yang berhubungan dengan perlengkapan upacara keagamaan Kesatuan sosial yang menganut sistem keyakinandan yang melaksanakan sistem ritus dan upacara

Sistem Keyakinan Umat Agama Emosi Keagamaan Sistem Ritus dan Upacara Keagamaan Peralatan Ritus dan Upacara

Tiga Teori Religi Teori yang berorientasi pada keyakinan religi Teori yang berorintasi kepada sikap manusia terhadap hal gaib Teori yang berorientasi pada upacara religi

Asal Mula Religi Teori E. B. Tylor Teori Jiwa yang berpusat pada keyakinan religi manusia purba. J. Frazer Teori Batas Kemampuan Ilmu Gaib berpusat kepada sikap manusia purba terhadap kekuatan-kekuatan gaib yang menyebabkan adanya apa yang dikehendaki manusia

Andrew Lang 1. Seorang Sastrawan Inggris 1844-1912 2. Dalam jiwa manusia terdapat kemampuan gaib yang dapat bekerja lebih kuat dengan lemahnya aktifitas berfikir manusia yang rasional 3. Kekuatan gaib pada manusia menyebabkan timbulnya konsep jiwa 4. Memperkenalkan konsep dewa tertinggi, yaitu pencipta alam semesta dan isinya.

R. R. Marett 1. Ahli kesusatraan Yunani 1866-1940) 2. Religi tertua adalah keyakinan manusia akan adanya kekuatan gaib dalam hal-hal biasa 3. Memperkenalkan konsep Mana, yaitu suatu kekuatan gaib yang ada pada semua manusia, binatang dan tumbuhan 4. Pangkal religi adalah suatu emosi atau getaran jiwa karena kekaguman terhadap hal-hal yang luar biasa

A. C. Kruyt 1. Pendeta Belanda (1869-1949) 2. Bentuk religi manusia primitif berpusat pada kekuatan gaib seperti Mana dan Supernatural 3. Meperkenalkan konsep zielestof, yaitu zat halus yang memberikan kekuatan hidup dan gerak kepada banyak hal dalam alam semesta. 4. Keyakinan terhadap zielestof disebut oleh Kruyt dengan istilah Animisme. 5. Memperkenalkan konsep Spritisme, yaitu keyakinan terhadap makhluk halus, baik yang baik maupun yang jahat.

TERIMA KASIH Topik Minggu Depan : 1. Teori berorientasi pada sikap manusia terhadap yang gaib 2. Teori berorientasi pada upacara religi

Pertemuan ini akan Membahas : 1. Teori Berorintasi Kepada Sikap Manusia Terhadap Yang Gaib 2. Teori Berorintasi Kepada Upacara Religi Pertanyaan untuk Diskusi Awal: 1. Teori Berorintasi Kepada Sikap Manusia Terhadap Yang Gaib 2. Teori Berorintasi Kepada Upacara Religi

Rudolf Otto 1. Seorang Ahli Teologi 2. Semua Religi, kepercayaan dan agama berpusat hal yang gaib (mysterium) yang dianggap maha dahsyat (termendum) dan keramat (sacer) 3. Yang keramat bersifat maha abadi, maha dahsyat, maha baik, maha adil, maha bijaksana, tak terlihat, tak berobah dan sebagainya. 4. Sistem religi pada masyarakat bersahaja adalah pendahuluan dari sistem agama yang berkembang.

Teori W. Robertson Smith 1. Seorang ahli teologi, ahli ilmu pasti dan ahli bahasa dan kesusasteraan Semit (1846-1894) 2. Mengembangkan teori tentang upacara bersaji 3. Tiga konsep : 1. Di samping keyakinan dan doktrin, sistem upacara juga merupakan suatu perwujudan dari religi atau agama. 2. Upacara religi dan agama mempunyai fungsi sosial untuk mengintensifkan solidaritas masyarakat 3. Fungsi upacara bersaji untuk solidaritas dengan dewa

K. T. Preuzs 1. Ahli antopologi museum Jerman (1869-1938) 2. Menawarkan tiga konsep: 1. Religi tertua merupakan tindakan manusia untuk mengadakan keperluan hidup yang tidak tercapai melalui naluri dan akal. 2. Pusat dari tiap sistem religi dan kepercayaan di dunia adalah ritus dan upacara 3. Ritus yang paling penting dalam banyak religi di dunia adalah ritus kematian 3. Ritus atau upacara religi akan menjadi kosong dan tidak bermakna apabila tingkah laku manusia dipengaruhi oleh akal dan logika.

R. Hertz 1. Seorang antropolog Prancis 2. Upacara kematian, selalu dilakukan menusia dalam rangka adat istiadat dan struktur sosial 3. Kematian adalah proses peralihan dari status sosial tertentu ke status sosial lainnya 4. Lima anggapan tentang kematian 1. Proses peralihan adalah masa krisis 2. Jenazah dan yang berhubungan dengannya adalah keramat 3. Peralihan status orang mati berlangsung secara bertahap 4. Inisiasi melalui tiga tahap (melepaskan objek dari masyarakat lamapersiapan untuk kedudukan yang baru-mengangkat ke kedudukan yang baru) 5. Pada masa persiapan, individu adalah makhluk lemah yang perlu dikuatkan 5. Tiga tahap Upacara kematian 1. Sepulture provisoire (pemakaman sementara) 2. Intermediaire (masa kerabat menjalani pantangan dan memeilihara roh) 3. Ceremonie finale (upacara pemakaman akhir).

A. Van Gennep 1. Ahli foklore Perancis (1873-1957) 2. Ritus dan upacara religi berfungsi untuk menimbulkan kembali semangat kehidupan sosial di antara masyarakat 3. Kehidupan sosial masyarakat memerlukan regenerasi 4. Ritus upacara dalam life cycle rites 1. Perpisahan adalah proses manusia dipisahkan dari kehidupannya 2. Peralihan (marge) adalah proses manusia dianggap mati atau tidak ada lagi 3. Integrasi kembali (agregation) adalah proses manusia diresmikan sebagai bagian dari lingkungan yang baru

TERIMA KASIH Topik Minggu Depan : 1. Sistem perkawinan 2. Keluarga 3. Kekerabatan