BAB II ANALISIS MASALAH

dokumen-dokumen yang mirip
John Grierson pertama-tama menemukan istilah dokumenter dalam suatu pembahasan mengenai film karya Robert Flaherty, Moana (1925).

Dokumenter Episode ke 3. Menemukan Ide dan Merumuskan Konsep

Referensi DOKUMENTER. dari Ide sampai ProduksI. Gerzon R. Ayawaila 2008 FFTV IKJ PRESS

Pengertian Program Dokumenter Televisi

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. dan pasca produksi seperti penjelasan dari rancangan pra produksi pada bab

BAB II LANDASAN TEORI

PEMBUATAN FILM DOKUMENTER POTRET LUDRUK IRAMA BUDAYA DENGAN PENDEKATAN EKSPOSITORI BERJUDUL BERTAHAN DEMI LESTARINYA BUDAYA BANGSA ABSTRACT

BAB II DASAR PEMIKIRAN. 2.1 Jurnalistik Televisi dan Kriteria Dokumenter

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Pada Bab IV ini membahas tentang bagaimana penerapan elemen-elemen. rancangan karya terhadap pengembangan film pendek ini.

BAB 1 PENDAHULUAN. informasi yang diberikan, karena dalam implementasi pembelajarannya menggunakan

Produksi AUDIO VISUAL

FEATURE-DOKUMENTER. RISET OBSERVASI Pertemuan 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tahapan Proses Pembuatan Animasi / Pipeline

BAB II LANDASAN TEORI

BAB III LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Dalam menyampaikan sebuah informasi, banyak media yang dapat dipakai

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Produksi Iklan Audio _ Visual

BAB I PENDAHULUAN. game berjalan beriringan, dan para desainer saling bersaing secara kreatif. Fakta

LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR ASISTENSI LEMBAR ASITENSI KHUSUS KATA PENGANTAR UCAPAN TERIMA KASIH DAFTAR GAMBAR DAFTAR TABEL DAFTAR ISTILAH DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN. Saat ini perkembangan teknologi tanpa disadari telah mempengaruhi hidup kita.

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

DASAR-DASAR MULTIMEDIA INTERAKTIF (MMI) by: Agus Setiawan

BAB III LANDASAN TEORI

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB III LANDASAN TEORI

Mata Kuliah - Advertising Project Management-

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. telah terencana pada pra-produksi yang tertulis pada bab sebelumnya. Berikut ini

BAB IV TAHAP PRODUKSI DAN PASCA PRODUKSI PROGRAM

BAB I PENDAHULUAN. yang dapat dipadukan dengan adanya perkembangan bidang multimedia

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang. Komunikasi merupakan hal paling mendasar dalam setiap tindakan

BAB IV PENUTUP. sebuah karya film. Tanpa manajemen yang diterapkan pada sebuah produksi

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Penelitian. Kehidupan manusia sehari-hari tidak dapat terpisahkan dengan komunikasi baik

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. menggunakan media audio visual yang lebih dikenal dengan video klip.

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Pada bab ini akan dijelaskan proses produksi dan pasca produksi. Berikut ini

BAB I PENDAHULUAN. Sebuah karya seni tidak terlepas dari pembuatnya, yaitu lebih dikenal dengan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB III LANDASAN TEORI. 1.1 Televisi Sebagai Media Pembelajaran

BAB I PENDAHULUAN. film memiliki realitas tersendiri yang memiliki dampak yang dapat membuat

Bab V PASCA PRODUKSI

II. METODOLOGI. Budaya Lokal Betawi. Ondel-ondel. Bentuk Ondel-ondel. Data. Video, Artikel, Buku dan lain-lain. Macam-macam aplikasi ondel-ondel

SOSIAL MEDIA. Munif Amin Romadhon. munifamin. Munif Amin. munifamin89

Program Dokumenter Drama. Modul ke: 12FIKOM. Fakultas. Andi Fachrudin, M.Si. Program Studi Broadcasting

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. mengenai pelaksanaan produksi dan pasca produksi.

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Produksi merupakan tahap lanjutan dari tahap pembuatan video dokumenter,

MEMBUAT IKLAN TELEVISI

BAB I PENDAHULUAN. sangat mudah ditemukan untuk menjadi media hiburan. Dalam buku Mari Membuat

BAB I PENDAHULUAN. Karya sastra merupakan karya seni kreatif yang menjadikan manusia

Pengertian Multimedia

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. terdahulu ini mengemukakan hasil penelitian lain yang relevan dalam pendekatan

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. diperlukan dalam penyampaian pesan. Salah satu media audio visual yaitu film.

Pengenalan Multimedia

01 Meninjau Narasi 1.1. Analisa bentuk narasi untuk menghasilkan narasi yang siap untuk penulisan bagian berikutnya.

Team project 2017 Dony Pratidana S. Hum Bima Agus Setyawan S. IIP

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Menonton film merupakan kegemaran hampir semua orang dari berbagai

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang


BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Produksi merupakan tahap lanjutan dari tahap pembuatan video feature,

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Komunikasi merupakan hal yang paling mendasar dan paling penting dalam interaksi sosial. Manusia berkomunikasi

BAB III PERANCANGAN KARYA. kemudian berusaha mengembangkan bersama-sama dengan pencipta lagu.

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

Menulis Skenario Drama. Modul ke: 15FIKOM. Fakultas. Andi Fachrudin, M.Si. Program Studi Broadcasting

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

Sistem Mul+media. Pembuatan Produk Mul0media

BAB I PENDAHULUAN. Desain grafis pada awalnya hanya terbatas pada media cetak dwi matra

BAB III KONSEP PERANCANGAN. Tujuan peneliti dalam film dokumenter Creation Of Daniel s ini, peneliti

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB 3 METODE/PROSES PERANCANGAN (METODOLOGI)

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

DASAR KOMPETENSI KEJURUAN DAN KOMPETENSI KEJURUAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN

BAB I PENDAHULUAN. Televisi merupakan sarana hiburan free-to-air yang tidak sedikit masyarakat

BAB II LANDASAN TEORI. Peneliti mengambil penelitian dengan judul Resepsi mahasiswa Jurusan

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA

BAB III KONSEP PERANCANGAN. Tujuan peneliti dalam film dokumenter SENJANG ini, peneliti ingin

II. METODOLOGI. A. Kerangka Berpikir Studi

BAB III KONSEP PERANCANGAN FILM DOKUMENTER PULAU ONRUST

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Proses implementasi karya adalah tahap pembuatan film dokumenter

Pengenalan Multimedia. Mendeskripsikan tentang multimedia

JUDUL UNIT : Membaca dan Menafsirkan Naskah

BAB IV IMPLEMENTASI KARYA. Produksi merupakan tahap lanjutan dari tahap pembuatan film, merupakan

SEMINAR NASIONAL PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK PEMBELAJARAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP PADA ANAK PRASEKOLAH (TAMAN KANAK-KANAK)

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG

BAB 2 DATA DAN ANALISA. Untuk mempelajari perkembangan anak dari usia 2 tahun, ada baiknya

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Musik adalah suatu bentuk ungkapan seni yang berhubungan dengan

BAB II LANDASAN TEORI. ( diakses tanggal 20

Transkripsi:

BAB II ANALISIS MASALAH 2.1 Tinjauan Teori Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media berarti media atau perantara. Multimedia adalah gabungan dari beberapa unsur yaitu teks, grafik, suara, video dan animasi yang menghasilkan presentasi yang menakjubkan. Multimedia juga mempunyai komunikasi interaktif yang tinggi. Bagi pengguna komputer Multimedia dapat diartikan sebagai informasi komputer yang dapat disajikan melalui audio atau video, teks, grafik dan animasi. Multimedia dapat digambarkan sebagai suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik. Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video (Rosch, 1996) atau Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks (McCormick 1996) atau Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002) atau Multimedia merupakan alat yang dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks, grafik, animasi, audio dan gambar video (Robin dan Linda, 2001). Multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggabungkan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link yang memungkinkan pemakai melakukan 8

9 navigasi, berinteraksi, berkreasi dan berkomunikasi. Definisi ini terkandung empat komponen penting Multimedia sebagai berikut. Multimedia harus ada komputer yang mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar. Multimedia, harus ada link yang menghubungkan pemakai dengan informasi. Multimedia, harus ada alat navigasi yang membantu pemakai menjelajah jaringan informasi yang saling terhubung. Multimedia menyediakan tempat kepada pemakai untuk mengumpulkan, memproses, dan mengkomunikasikan informasi dengan ide Jika salah satu komponen tidak ada, maka tidak bisa disebut Multimedia dalam arti luas, Misalnya jika tidak ada komputer untuk berinteraksi, maka itu namanya media campuran, bukan Multimedia. Multimedia Kalau tidak ada alat navigasi yang memungkinkan untuk memilih jalannya suatu tindakan maka itu namanya film, bukan Multimedia. 2.1.1 Film Film adalah rangkaian frame gambar yang di putar dengan cepat. Film terdiri dari masing-masing frame yang merupakan rekaman tahapan-tahapan dari suatu gerakan dan berisikan suatu cerita atau kejadian. Film secara umum dibagi menjadi 3 jenis : 2.1.1.1 Film Dokumenter Film Dokumenter pada dasarnya menyajikan fakta, yang berhubungan dengan tokoh, pristiwa, lokasi secara nyata.

10 Gambar 2.1 Contoh Film Dokumenter Sumber: dhoni-blogspot.com 2.1.1.2 Film Fiksi Film Fiksi terikat dengan plot serta konsep adegan yang telah dirancang sejak awal. Film Fiksi lebih menggunakan imajinasi dan unsur bualan untuk mengemas se-indah mungkin suatu karya film. Gambar 2.2 Contoh Film Fiksi Prometheus Sumber: mikewullems.com

11 2.1.1.3 Film Eksperimental Film Eksperimental umumnya bersifat abstrak atau susah dipahami karena sineasnya mengedepankan insting idealisnya melalui symbolsimbol untuk di mengerti oleh penontonnya. Gambar 2.3 Contoh Film Eksperimental Enemy Sumber: Slate.com 2.1.2 Teori Film Dokumenter Dokumenter adalah sebutan yang diberikan untuk film pertama karya Lumiere bersaudara yang berkisah tentang perjalanan atau travelogues yang dibuat sekitar tahun 1890-an. Tiga puluh enam tahun kemudian, kata Dokumenter kembali digunakan oleh pembuat film dan kritikus film asal Inggris John Grierson untuk film Moana (1926) karya Robert Flaherty. John Grierson berpendapat dokumenter merupakan cara kreatif merepresentasikan realitas, John Grierson mendapat

12 tentangan dari berbagai pihak, namun pendapatnya tetap relevan sampai saat ini. Film dokumenter menyajikan realita melalui berbagai cara dan upaya serta dibuat untuk berbagai macam tujuan. Film Dokumenter tak pernah lepas dari tujuan penyebaran informasi, pendidikan, dan propaganda bagi orang atau kelompok tertentu. Film Dokumenter dapat disimpulkan bahwa Film Dokumenter tetap berpijak pada hal-hal yang bersifat nyata, fakta dan bisa dipertanggung jawabkan keberadaannya. 2.1.2.1 Jenis Film Dokumenter Film Dokumenter cukup banyak jenisnya, setiap berbagai jenis film dokumenter memiliki ciri khas tersendiri diantaranya sebagai berikut : 1. Laporan Perjalanan Film dokumenter ini awalnya adalah dokumentasi antropologi dari para ahli, namun dalam perkembangannya bisa membahas banyak hal dari yang paling penting hingga yang tidak penting, sesuai dengan pesan dan gaya yang dibuat. Istilah lain yang sering digunakan untuk jenis dokumenter ini adalah travelogue, travel film, travel documentary dan adventures film. Film Nanook of the North (1922) karya Robert Flaherty oleh banyak pengamat dianggap sebagai film perjalanan yang awal. Dibuat selama satu tahun penuh oleh Flaherty dibuat walaupun sebenarnya film ini hanya menceritakan aktivitas Nanook dan keluarganya (perdagangan, berburu, memancing dan migrasi dari suatu kelompok hampir tidak tersentuh oleh industri teknologi). Film dokumenter laporan perjalanan di

13 Indonesia cukup banyak salah satu contohnya sebagai berikut : Gambar 2.4 Contoh Film Dokumenter Tapal Batas Sumber: Filmdokumenter.com 2. Sejarah Film documenter sejarah menjadi salah satu yang sangat kental maknanya yang sangat bergantung pada referensi peristiwa sebab keakuratan data sangat dijaga dan hampir tidak boleh ada yang salah baik pemaparan datanya maupun penafsirannya. Film dokumenter sejarah tidak diketahui sejak kapan digunakan, namun pada tahun 1930-an Rezim Adolf Hitler telah menyisipkan unsur sejarah ke dalam film-filmnya yang memang lebih banyak bertipe dokumenter. Khususnya film-film yang disutradarai oleh Leni Refensthal seperti Olympia I : Festival of Nations (1937), Pada film Olympia I : Festival of Nations divisualisasikan tentang bangsa Aria di masa lalu sedang melakukan olah raga seperti lari, lempar lembing, lempar cakram dan sebagainya. Alain Resnais membuat film Night and Fog (1955) yang mencengangkan dunia pada masa itu sebab ia menggambarkan bagaimana terjadinya genosida

14 kaum Yahudi oleh tentara Nazi dalam sebuah kamp konsentrasi. Film dokumenter sejarah di Gambar 2.5 Contoh Film Dokumenter G30 SPKI Sumber: Filmdokumenter.com 3. Potret / Biografi Sesuai dengan namanya, jenis ini lebih berkaitan dengan sosok seseorang. Mereka yang diangkat menjadi tema utama biasanya seseorang yang dikenal luas di dunia atau masyarakat tertentu atau seseorang yang biasa namun memiliki kehebatan, keunikan ataupun aspek lain yang menarik, ada beberapa istilah yang merujuk kepada hal yang sama untuk menggolongkannya. Potret yaitu film dokumenter yang mengupas aspek human interest dari seseorang. Film dokumenter biografi bagian yang diambil biasanya adalah hanya peristiwa peristiwa yang dianggap penting dan krusial dari orang tersebut. Isinya bisa berupa

15 sanjungan, simpati, krtitik pedas atau bahkan pemikiran sang tokoh. Misalnya saja film berikut : Gambar 2.6 Contoh Film Dokumenter Marley Sumber: Filmdokumenter.com 4. Nostalgia Film film jenis ini dekat dengan jenis sejarah, namun biasanya banyak mengetengahkan kilas balik atau bisa dibilang alur mundur kejadian kejadian dari seseorang atau satu kelompok. Film dokumenter nostalgia, Pada tahun 2003, Rithy Panh membuat S21: The Khmer Rouge Death Machine di mana ia mendatangkan beberapa orang yang merupakan dua pihak dari kekejaman Khmer Merah, baik dari pihak korban maupun para penyiksa di masa lalu.

16 Gambar 2.7 Contoh Film Dokumenter S21 Sumber: Filmdokumenter.com 5. Rekontruksi Dokumenter rekontruksi ini mencoba memberi gambaran ulang terhadap peristiwa yang terjadi secara utuh. Film dokumenter rekonstruksi biasanya ada kesulitan tersendiri dalam mempresentasikannya kepada penonton sehingga harus dibantu rekonstruksi peristiwanya. Perisitiwa yang memungkinkan direkonstruksi dalam film-film jenis ini adalah peristiwa kriminal (pembunuhan atau perampokan), bencana (jatuhnya pesawat dan tabrakan kendaraan), dan lain sebagainya. Contoh film jenis ini adalah Jejak Kasus, Derap Hukum dan Fokus. Film dokumenter rekonstruksi yang dilakukan tidak membutuhkan pemain atau bintang film, lokasi, kostum, make-up dan lighting. Film dokumenter rekontruksi menggambil adegan persis dengan kejadiannya, memang membutuhkan keotentikan yang tinggi. Film dokumenter

17 rekonstruksi yang hendak dicapai dari rekonstruksi di sini adalah sekedar proses terjadinya peristiwa yang terjadi. a m b a r G 2. Gambar 2.8 Contoh Film Dokumenter Sumber: wordpress.com 6. Investigasi Dokumenter ini memang kepanjangan dari investigasi jurnalistik. Film dokumenter investigasi biasanya aspek visualnya yang lebih ditonjolkan. Peristiwa yang diangkat merupakan peristiwa yang ingin diketahui lebih mendalam, baik diketahui oleh publik ataupun tidak. Umpamanya korupsi dalam penanganan bencana, jaringan kartel atau mafia di sebuah negara. Peristiwa seperti itu ada yang sudah terpublikasikan dan ada pula yan belum, namun persisnya seperti apa, bisa jadi tidak banyak orang yang mengetahui. Dokumenter investigasi membutuhkan rekonstruksi untuk membantu memperjelas proses terjadinya peristiwa. Bahkan di beberapa film aspek rekonstruksinya digunakan untuk menggambarkan dugaan-dugaan para subjek

18 di dalamnya. Misalnya yang dilakukan oleh Errol Morris dalam filmnya The Thin Blue Line, rekonstruksi digunakan untuk memperlihatkan seluruh kemungkinan dan detil peristiwa yang terjadi saat itu, misalnya merk mobil, bentuk lampu, jarak pandang. Gambar 2.9 Contoh Film Dokumenter The Thin Blue Line Sumber: Filmdokumenter.com 7. Perbandingan dan Kontradiksi Dokumenter ini mengetengahkan sebuah perbandingan, baik-buruk, kaya-miskin, bagusjelek, sehingga melibatkan pemikiran penonton yang akan menimbulkan pro dan kontra. Dokumenter perbandingan dan kontradiksi bisa mengambil kehidupan dari seseorang atau dari lingkungan seperti pada film Michael Moore dalam Sicko (2007) membandingkan kebijakan dan

19 pelayanan kesehatan di Amerika dengan pelayanan kesehatan tiga negara maju lainnya, yaitu Kanada, Inggris dan Perancis serta satu negara berkembang yang justru tetangga Amerika Serikat sendiri yaitu Kuba. Hasilnya ternyata Amerika Serikat sangat jauh tertinggal dalam pelayanan kesehatan. Gambar 2.10 Contoh Film Dokumenter Sicko Sumber: Filmdokumenter.com 8. Ilmu Pengetahuan Film dokumenter ilmu pengetahuan ini biasanya ditujukan untuk publik umum, yang menjelaskan tentang suatu ilmu pengetahuan tertentu misalnya dunia binatang, dunia teknologi, dunia kebudayaan, dunia tata kota, dunia lingkungan, dunia kuliner dan sebagainya. Dokumenter ilmu pengetahuan Pada beberapa televisi berbayar telah dibuatkan saluran khusus

20 seperti National Geographic Wild atau Animal Planet yang tentu saja membahas tentang dunia binatang, Asian Food Channel yang banyak mengetengahkan film instruksional dan dokumenter tentang makanan serta dunia di sekitarnya, Home and Health yang membahas masalah kesehatan dalam kehidupan kita, bahkan ada saluran khusus yang membahas tentang dunia mobil, kapal dan pesawat yaitu Discovery Turbo. Gambar 2.11 Contoh Film Dokumenter Sumber: Wrodpress.com 9. Buku Harian (DIARY) Film dokumenter diary seperti halnya sebuah buku harian, maka film dokumenter diary ini juga mengacu pada catatan perjalanan kehidupan seseorang yang diceritakan kepada orang lain. Tentu saja sudut pandangnya menjadi sangat subjektif

21 sebab sangat berkaitan dengan apa yang dirasakan subjek pada lingkungan tempat dia tinggal, peristiwa yang dialami atau bahkan perlakuan kawan kawannya terhadap dirinya. Dari segi pendekatan film dokumenter diary ini memiliki beberapa ciri, yang pada akhirnya banyak beranggapan struktur ceritanya cenderung datar serta kronologis, narasi menjadi unsur suara lebih banyak digunakan serta seringkali mencantumkan ruang dan waktu kejadian yang cukup detil. Gambar 2.12 Contoh Film Dokumenter Diary Of A Decade Sumber: Filmdokumenter.com

22 10. Musik Film dokumenter musik memang tidak setua jenis dokumenter yang lain, namun pada masa 1980 hingga sekarang, Film dokumenter musik ini sangat banyak diproduksi. Film dokumenter musik ini menceritakan seseorang atau suatu band dari awal berdirinya atau awal ketenarannya sampai sekarang. Film dokumenter musik awalnya muncul ketika Donn Alan Pannebaker membuat film film yang sebenarnya hanya mendokumentasikan pertunjukkan musik. Misalnya ketika membuat Don t Look Back yang menggambarkan seorang seniman muda berusia 23 tahun bernama Bob Dylan. Gambar 2.13 Contoh Film Dokumenter Bob Dylan Sumber: Filmdokumenter.com

23 11. Association Picture Story Film dokumenter Association Picture Story ini dipengaruhi oleh film eksperimental. Film dokumenter Association Picture Story Sesuai dengan namanya, film ini mengandalkan gambaran potongan-potongan video kemudian di setting sedemikian rupa sesuai makna yang di inginkan secara tidak berhubungan, namun ketika disatukan secara keseluruhan, maka makna yang muncul dapat ditangkap penonton melalui imaginasi dan pemikiran yang terbentuk di benak mereka. Tahun 1980-an Geodfrey Reggio memproduksi dua film yang sangat bergantung pada kekuatan gambarnya, yaitu Koyaanisqatsi (1982) dan Powaqqatsi (1988). Pada film pertama, tagline dari filmnya sudah sangat tegas yaitu Life out of Balance sehingga gambar gambar yang dibuat memang menuntun untuk penontonnya menjadi sangat tenang karena keseimbangan hidupnya. Film dokumenter Association Picture Story yang cukup terkenal adalah Baraka (1992) yang dibuat oleh Ron Fricke.

24 Gambar 2.14 Contoh Film Dokumenter Baraka Sumber: Filmdokumenter 12. Dokudrama Film dokudrama juga merupakan salah satu dari jenis dokumenter. Film documenter ini merupakan penafsiran ulang terhadap kejadian nyata, hampir seluruh aspek filmnya (tokoh, ruang dan waktu) cenderung direkontruksi. Ruang (tempat) disesuaikan dengan kejadian aslinya bahkan kalau memungkinkan dibangun lagi hanya untuk keperluan film tersebut, begitu pula dengan tokoh, pastinya akan dimainkan oleh aktor yang sebisa mungkin dibuat mirip dengan tokoh aslinya. Contoh dari film dokudrama adalah All The President s Men (Alan J. Pakula)

25 Gambar 2.15 Contoh Film Dokumenter Sumber: wordpress.com 2.1.2.2 Unsur Film Dokumenter Film dokumenter sebagai suatu kategori tersendiri, karena film dokumenter didalamnya lebih kepada peran seorang pembuat film dalam menentukan interpretasi materi. Film dokumenter lebih menimbulkan kekhasan tersendiri karena didalamnya ada pandangan dari seorang pembuat film. Perkembangan dokumenter dan jenisnya saat ini sudah sangat pesat dan beragam, ada beberapa unsur yang tetap dalam penggunaannya, yakni unsurunsur visual dan verbal yang biasa dan sering digunakan dalam pembuatan film dokumenter.

26 1. Unsur Visual Observasionalisme Reaktif Film dokumenter dibuat dengan bahan yang sebisa mungkin diambil langsung dari subyek yang difilmkan. Hal ini berhubungan dengan ketepatan pengamatan oleh pengarah kamera atau sutradara. Observasionalisme Proaktif Film dokumenter dibuat dengan memilih materi film secara khusus sehubungan dengan pengamatan sebelumnya oleh pengarah kamera atau sutradara. Mode Ilustratif Film dokumenter dengan melakukan pendekatan terhadap dokumenter yang berusaha menggambarkan secara langsung tentang apa yang dikatakan oleh narator (yang direkam suaranya sebagai voice). Mode Asosiatif Film dokumenter yang berusaha menggunakan potongan-potongan gambar dengan berbagai cara. Dengan demikian, diharapkan arti metafora dan simbolis yang ada pada informasi harafiah dalam film itu, dapat terwakili.

27 2. Unsur Verbal Overheard Exchange Rekaman pembicaraan antara dua sumber atau lebih yang terkesan direkam secara tidak sengaja dan secara langsung. Kesaksian Rekaman pengamatan, pendapat atau informasi, yang diungkapkan secara jujur oleh saksi mata, pakar, dan sumber lain yang berhubungan dengan subjek dokumenter. Hal ini merupakan tujuan utama dari wawancara. Eksposisi Penggunaan voice over atau orang yang langsung berhadapan dengan kamera, secara khusus mengarahkan penonton yang menerima informasi dan argumen-argumennya. 2.1.2.3 Tahap Pembuatan Film Dokumenter Film Dokumenter memiliki tahapan dalam proses pembuatannya, tahapan ini dibuat agar perancangan Film Dokumenter lebih tersusun dengan baik dan proses pembuatan dapat sesuai dengan sasaran yang direncanakan. Tahapan dalam pembuatan Film Dokumenter dijelaskan sebagai berikut: 1. Riset dan Analisis Analisis dan riset bisa disebut juga pematangan gagasan dengan cara pengumpulan data dan pengolahan data yang berbentuk permasalahan, keunikan, kelebihan, kekurangan, situasi, dan kondisi, riset dan analisis sangat

28 berperan penting didalam pembuatan film khususnya film dokumenter. 2. Film Statement Film statement adalah ringkasan jalannya cerita dibuat dengan kata yang tidak bertele-tele dan disusun secara berurutan sehingga mudah dipahami maksud dan tujuan film, film statement ini bisa disebut juga sinopsis. 3. Treatment Treatment bisa diartikan sebuah naskah kotor yang berisikan arahan bagi kameramen, tokoh, dialog, pengatur cahaya, dan pengisi suara secara garis besarnya saja tidak serinci pada naskah. 4. Shooting List Shooting list atau pengambilan gambar adalah catatan yang berisi perkiraan apa saja gambar yang dibutuhkan untuk pembuatan film. Contohnya: (shoot1) Medium shoot karakter, (shoot2) close up karakter, (shoot3) full shoot karakter. 5. Storyboard Storyboard adalah sketsa gambar dengan diiringi penjelasan adegan yang disusun secara berurutan sesuai dengan film statement atau sesuai dengan alur cerita yang akan dibuat. Storyboard sebagai acuan dalam proses pembuatan film karena didalam storyboard terdapat rancangan dalam pengngambilan gambar. 6. Editing

29 Editing adalah proses menggerakan dan menata hasil rekaman gambar menjadi suatu tatanan baru dengan menambahkan atau memindahkan klip video atau klip audio, menerapkan colour correction, filter, transisi antar gambar, dan visual effect. 7. Finishing Finishing atau penyelesayan akhir dengan cara rendering. Rendering adalah proses akhir dalam editing yang bertujuan menyatukan seluruh hasil tatanan baru menjadi klip utuh yang tidak bisa di susun kembali atau dirubah kembali dengan format yang di inginkan seperti: AVI, WMP, MOV, MPEG, MKV, VOB, FLV, 3GP.