R-188 REKOMENDASI AGEN PENEMPATAN KERJA SWASTA, 1997

dokumen-dokumen yang mirip
R-90 REKOMENDASI PENGUPAHAN SETARA, 1951

R-111 REKOMENDASI DISKRIMINASI (PEKERJAAN DAN JABATAN), 1958

R-166 REKOMENDASI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA, 1982

K177 Konvensi Kerja Rumahan, 1996 (No. 177)

K 158 KONVENSI PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA, 1982

K45 KERJA WANITA DALAM SEGALA MACAM TAMBANG DIBAWAH TANAH

K105 PENGHAPUSAN KERJA PAKSA

K 173 KONVENSI PERLINDUNGAN KLAIM PEKERJA (KEPAILITAN PENGUSAHA), 1992

K111 DISKRIMINASI DALAM PEKERJAAN DAN JABATAN

K 183 KONVENSI PERLINDUNGAN MATERNITAS, 2000

K 95 KONVENSI PERLINDUNGAN UPAH, 1949

K100 UPAH YANG SETARA BAGI PEKERJA LAKI-LAKI DAN PEREMPUAN UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA

K182 PELANGGARAN DAN TINDAKAN SEGERA PENGHAPUSAN BENTUK-BENTUK PEKERJAAN TERBURUK UNTUK ANAK

R-180 REKOMENDASI PERLINDUNGAN KLAIM PEKERJA (KEPAILITAN PENGUSAHA), 1992

K144 KONSULTASI TRIPARTIT UNTUK MENINGKATKAN PELAKSANAAN STANDAR-STANDAR KETENAGAKERJAAN INTERNASIONAL

K143 KONVENSI PEKERJA MIGRAN (KETENTUAN TAMBAHAN), 1975

K19 PERLAKUKAN YANG SAMA BAGI PEKERJA NASIONAL DAN ASING DALAM HAL TUNJANGAN KECELAKAAN KERJA

K106 ISTIRAHAT MINGGUAN DALAM PERDAGANGAN DAN KANTOR- KANTOR

K27 PEMBERIAN TANDA BERAT PADA BARANG-BARANG BESAR YANG DIANGKUT DENGAN KAPAL

K181 Konvensi tentang Penyalur Tenaga Kerja Swasta

K168. Konvensi Promosi Kesempatan Kerja dan Perlindungan terhadap Pengangguran, 1988 (No. 168)

K138 USIA MINIMUM UNTUK DIPERBOLEHKAN BEKERJA

K122 Konvensi mengenai Kebijakan di Bidang Penyediaan Lapangan Kerja

K187. Tahun 2006 tentang Landasan Peningkatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

K98 BERLAKUNYA DASAR-DASAR DARI HAK UNTUK BERORGANISASI DAN UNTUK BERUNDING BERSAMA

K88 LEMBAGA PELAYANAN PENEMPATAN KERJA

K69 SERTIFIKASI BAGI JURU MASAK DI KAPAL

R198 REKOMENDASI MENGENAI HUBUNGAN KERJA

K150 Konvensi mengenai Administrasi Ketenagakerjaan: Peranan, Fungsi dan Organisasi

K87 KEBEBASAN BERSERIKAT DAN PERLINDUNGAN HAK UNTUK BERORGANISASI

K189 Konvensi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Tangga, 2011

15A. Catatan Sementara NASKAH KONVENSI TENTANG PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA. Konferensi Perburuhan Internasional

K120 HYGIENE DALAM PERNIAGAAN DAN KANTOR-KANTOR

K131. Konvensi Penetapan Upah Minimum, 1970

K81 PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DALAM INDUSTRI DAN PERDAGANGAN

K156 Konvensi Pekerja dengan Tanggung Jawab Keluarga, 1981

15B. Catatan Sementara NASKAH REKOMENDASI TENTANG PEKERJAAN YANG LAYAK BAGI PEKERJA RUMAH TANGGA. Konferensi Perburuhan Internasional

R201 Rekomendasi tentang Pekerjaan Yang Layak bagi Pekerja Rumah Rangga, 2011

K102. Konvensi ILO No. 102 Tahun 1952 mengenai (Standar Minimal) Jaminan Sosial

R197 REKOMENDASI MENGENAI KERANGKA PROMOTIONAL UNTUK KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA

Konvensi tentang Penyalur Tenaga Kerja Swasta

K185 PERUBAHAN DOKUMEN IDENTITAS PELAUT, 2003

K89 Konvensi tentang Kerja Malam bagi Wanita yang dipekerjakan di Industri. (Hasil Revisi tahun 1948)

K29 KERJA PAKSA ATAU WAJIB KERJA

K159 Konvensi Rehabilitasi Vokasional dan Lapangan Kerja (Difabel), 1990

R184 Rekomendasi Kerja Rumahan, 1996 (No. 184)

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

KONVENSI KETENAKERJAAN INTERNASIONAL KONVENSI 182 MENGENAI PELARANGAN DAN TINDAKAN SEGERA PENGHAPUSAN BENTUK-BENTUK PEKERJAAN TERBURUK UNTUK ANAK

KONVENSI NO. 138 MENGENAI USIA MINIMUM UNTUK DIPERBOLEHKAN BEKERJA

4. Metoda penerapan Konvensi No.111

LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

KONVENSI MENGENAI DISKRIMINASI DALAM PEKERJAAN DAN JABATAN

Konvensi 183 Tahun 2000 KONVENSI TENTANG REVISI TERHADAP KONVENSI TENTANG PERLINDUNGAN MATERNITAS (REVISI), 1952

K155 Konvensi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, 1981

K171 Konvensi Kerja Malam, 1990

Naskah Rekomendasi mengenai Landasan Nasional untuk Perlindungan Sosial

dengan pilihan mereka sendiri dan hak perundingan bersama. 2.2 Pihak perusahaan menerapkan sikap terbuka terhadap aktivitas-aktivitas serikat

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Standar Ketenagakerjaan Internasional tentang Kesetaraan dan Non Diskriminasi

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

Kode Etik Pemasok. Pendahuluan

KONVENSI MENGENAI USIA MINIMUM UNTUK DIPERBOLEHKAN BEKERJA

BAB II PENGATURAN PEKERJA RUMAHANMENURUT KONVENSI ILO N A. Konvensi Sebagai Produk ILO dan daya Ikatnya Bagi Negara-negara

KONVENSI-KONVENSI ILO TENTANG KESETARAAN GENDER DI DUNIA KERJA

KONVENSI NOMOR 81 MENGENAI PENGAWASAN KETENAGAKERJAAN DALAM INDUSTRI DAN PERDAGANGAN

Sekilas tentang Konvensi No. 189 dan Rekomendasi No Catatan konsep

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 21 TAHUN 1999 TENTANG

Pekerjaan rumah tangga adalah pekerjaan. Pekerja rumah tangga, seperti juga pekerja-pekerja lainya, berhak atas kerja layak.

PENYUSUNAN STANDAR INTERNASIONAL UNTUK PEKERJA RUMAH TANGGA. Organisasi Perburuhan Internasional

2. Konsep dan prinsip

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

Discrimination and Equality of Employment

Prinsip-prinsip dan Hak-hak Mendasar di Tempat kerja. Lusiani Julia Program Officer ILO Jakarta April 2017

KONVENSI MENGENAI PENGUPAHAN BAGI LAKI-LAKI DAN WANITA UNTUK PEKERJAAN YANG SAMA NILAINYA

LAMPIRAN II UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 1961 TENTANG PERSETUJUAN ATAS TIGA KONVENSI JENEWA TAHUN 1958 MENGENAI HUKUM LAUT

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 1999 TENTANG

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 1999 TENTANG

2016, No c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu menetapkan Peraturan Menteri Ketenagaker

Mengatasi diskriminasi etnis, agama dan asal muasal: Persoalan dan strategi penting

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Komponen Kebutuhan Hidup Layak

UNDANG - UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 20 TAHUN 1999 TENTANG PENGESAHAN KONVENSI ILO NO. 138 MENGENAI

KEBIJAKAN DAN PROGRAM AKSI

K102. Konvensi ILO No. 102 Tahun 1952 mengenai (Standar Minimal) Jaminan Sosial

Proposal LRCT tentang Rancangan Perjanjian ASEAN untuk Promosi dan Perlindungan Hak-Hak Pekerja. Law Reform Commission of Thailand (LRCT)

Diadaptasi oleh Dewan Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tanggal 18 Januari 2002

2016, No Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2003 tentang Pengesahan ILO Convention Nomor 81 Concerning Labour Inspection in Industry and Commerce

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB II FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT DALAM PELAKSANAAN PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP TENAGA KERJA PEREMPUAN YANG BERKERJA DI MALAM HARI

Kode Etik Bisnis Pemasok Smiths

Konvensi ILO No. 189 & Rekomendasi No. 201

Menilai Pekerjaan Layak di Indonesia

Administrative Policy Bahasa Indonesian translation from English original

Transkripsi:

R-188 REKOMENDASI AGEN PENEMPATAN KERJA SWASTA, 1997

2 R-188 Rekomendasi Agen Penempatan kerja Swasta, 1997

Pengantar Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) merupakan merupakan badan PBB yang bertugas memajukan kesempatan bagi laki-laki dan perempuan untuk memperoleh pekerjaan yang layak dan produktif dalam kondisi yang merdeka, setara, aman, bermartabat. Tujuan-tujuan utama ILO ialah mempromosikan hak-hak kerja, memperluas kesempatan kerja yang layak, meningkatkan perlindungan sosial, dan memperkuat dialog dalam menangani berbagai masalah terkait dengan dunia kerja. Organisasi ini memiliki 183 negara anggota dan bersifat unik di antara badan-badan PBB lainnya karena struktur tripartit yang dimilikinya menempatkan pemerintah, organisasi pengusaha dan serikat pekerja/buruh pada posisi yang setara dalam menentukan program dan proses pengambilan kebijakan. Standar-standar ILO berbentuk Konvensi dan Rekomendasi ketenagakerjaan internasional. Konvensi ILO merupakan perjanjian-perjanjian internasional, tunduk pada ratifikasi negara-negara anggota. Rekomendasi tidak bersifat mengikat kerapkali membahas masalah yang sama dengan Konvensi yang memberikan pola pedoman bagi kebijakan dan tindakan nasional. Hingga akhir 2009, ILO telah mengadopsi 188 Konvensi dan 199 Rekomendasi yang meliputi beragam subyek: kebebasan berserikat dan perundingan bersama, kesetaraan perlakuan dan kesempatan, penghapusan kerja paksa dan pekerja anak, promosi ketenagakerjaan dan pelatihan kerja, jaminan sosial, kondisi kerja, administrasi dan pengawasan ketenagakerjaan, pencegahan kecelakaan kerja, perlindungan kehamilan dan perlindungan terhadap pekerja migran serta kategori pekerja lainnya seperti para pelaut, perawat dan pekerja perkebunan. Lebih dari 7.300 ratifikasi Konvensi-konvensi ini telah terdaftar. Standar ketenagakerjaan internasional memainkan peranan penting dalam penyusunan peraturan, kebijakan dan keputusan nasional. 3

4 R-188 Rekomendasi Agen Penempatan kerja Swasta, 1997

R-188 Rekomendasi Agen Penempatan kerja Swasta, 1997 Rekomendasi tentang Agen Penempatan Kerja Swasta Rekomendasi: R188 Tempat: Jenewa Sesi Konferensi: 85 Tanggal adopsi = 19:06:1997 Klasifikasi Subyek: Jasa Pekerjaan Penempatan Kerja Subyek: Kebijakan dan Promosi Pekerjaan Menampilkan dokumen dalam: Bahasa Spanyol Bahasa Perancis Status: Instrumen up-to-date Rekomendasi ini diadopsi setelah tahun 1985 dan dianggap up to date. Konferensi Umum Organisasi Perburuhan Internasional, Setelah diadakan sidang di Jenewa oleh Badan Pimpinan Kantor Perburuhan Internasional, dan setelah bertemu dalam Sesinya yang Kedelapan puluh lima pada tanggal 3 Juni 1997, dan Setelah memutuskan untuk mengadopsi usulan-usulan tertentu berkenaan dengan revisi Konvensi Agen Penempatan Kerja yang Mengenakan Biaya (Revisi), 1949, yang merupakan item keempat pada agenda sesi, dan Setelah menetapkan bahwa usulan ini akan berbentuk Rekomendasi yang melengkapi Konvensi Agen Penempatan Kerja Swasta, 1997; Mengadopsi, pada hari ini tanggal sembilan belas Juni tahun seribu sembilan ratus Sembilan puluh tujuh, Rekomendasi berikut, yang dapat disebut sebagai Rekomendasi Agen Penempatan Kerja Swasta, 1997: 5

R-188 Rekomendasi Agen Penempatan kerja Swasta, 1997 I. Ketentuan Umum 1. Ketentuan-ketentuan Rekomendasi ini melengkapi ketentuan-ketentuan Konvensi Agen Penempatan Kerja Swasta, 1997, (disebut sebagai Konvensi ) dan harus diterapkan bersama dengan ketentuan-ketentuan tersebut. 2. (1) badan Tripartit atau organisasi pengusaha dan pekerja harus dilibatkan sejauh mungkin dalam perumusan dan pelaksanaan ketentuan-ketentuan untuk memberlakukan Konvensi. (2) Apabila diperlukan, undang-undang dan peraturan nasional yang diberlakukan untuk agen penempatan kerja swasta harus dilengkapi dengan standar teknis, pedoman, kode etik, mekanisme pengaturan diri atau sarana lain yang sesuai dengan praktik nasional. 3. Anggota harus, bila sesuai dan memungkinkan, bertukar informasi dan pengalaman mengenai kontribusi agen penempatan kerja swasta pada keberfungsian pasar tenaga kerja dan mengkomunikasikan hal ini kepada Kantor Perburuhan Internasional. II. Perlindungan pekerja 4. Anggota harus mengambil semua langkah yang diperlukan dan sesuai untuk mencegah dan untuk menghapuskan praktik tidak etis oleh lembaga penempatan kerja swasta. Langkah-langkah ini dapat mencakup undang-undang atau peraturan yang memberikan sanksi, termasuk pelarangan agen penempatan kerja swasta yang terlibat dalam praktik tidak etis. 5. Pekerja yang dipekerjakan oleh Agen Penempatan Kerja Swasta sebagaimana dimaksud di Pasal 1.1(b) Konvensi harus, bila sesuai, memiliki kontrak kerja tertulis yang mengatur syaratan dan ketentuan kerja. Sebagai persyaratan minimum, pekerja ini harus diberitahu mengenai kondisi kerjanya sebelum mulai melaksanakan tugas. 6. Agen penempatan kerja swasta tidak boleh menyediakan pekerja untuk sebuah perusahaan pengguna untuk menggantikan pekerja perusahaan tersebut yang sedang melakukan pemogokan. 7. Otoritas berwenang harus memberantas praktek-praktek pengiklanan yang tidak adil dan iklan yang menyesatkan, termasuk iklan untuk pekerjaan yang tidak ada. 8. Agen penempatan kerja swasta harus: (a) tidak dengan sengaja merekrut, menempatkan atau mempekerjakan pekerja untuk pekerjaan yang melibatkan bahaya atau resiko yang tidak dapat diterima atau di mana mereka mungkin menjadi sasaran pelecehan atau perlakuan diskriminatif dalam bentuk apapun; (b) menginformasikan kepada pekerja migran, sejauh mungkin dalam bahasa mereka sendiri atau dalam bahasa yang mereka pahami, sifat posisi yang ditawarkan dan syarat dan ketentuan kerja. 9. Agen penempatan kerja swasta harus dilarang, atau dengan sarana lain dicegah, membuat dan mempublikasikan pemberitahuan lowongan kerja atau tawaran kerja dengan cara yang secara langsung atau tidak langsung menyebabkan diskriminasi atas dasar misalnya ras, warna kulit, jenis kelamin, usia, agama, pendapat politik, asal kebangsaan, asal sosial, asal etnis, kecacatan, status perkawinan atau keluarga, orientasi seksual atau keanggotaan pada sebuah organisasi pekerja. 6

10. Agen penempatan kerja swasta harus didorong untuk mempromosikan kesetaraan dalam pekerjaan melalui program aksi afirmatif. 11. Agen penempatan kerja swasta harus dilarang membuat catatan, dalam berkas atau buku register, data pribadi yang tidak diperlukan untuk menilai kemampuan pelamar untuk pekerjaan yang mereka sedang atau dapat dipertimbangkan untuknya. 12. (1) Agen penempatan kerja swasta harus menyimpan data pribadi seorang pekerja hanya selama dibenarkan oleh tujuan-tujuan tertentu data tersebut dikumpulkan, atau selama pekerja ingin tetap berada di dalam daftar kandidat potensial untuk suatu bidang pekerjaan. (2) Langkah-langkah harus diambil untuk memastikan bahwa pekerja memiliki akses ke semua data pribadi mereka sebagaimana yang diproses oleh sistem otomatis atau elektronik, atau disimpan di dalam berkas manual. Langkah-langkah ini harus mencakup hak pekerja untuk mendapatkan dan memeriksa salinan setiap data dan hak untuk menuntut agar data yang tidak benar atau tidak lengkap dihapus atau diperbaiki. (3) Kecuali secara langsung relevan dengan persyaratan suatu pekerjaan tertentu dan dengan ijin dari pekerja terkait, agen penempatan kerja swasta tidak boleh meminta, menyimpan atau menggunakan informasi tentang status kesehatan seorang pekerja, atau menggunakan informasi semacam itu untuk menentukan kelayakan seorang pekerja untuk bekerja. 13. Agen penempatn kerja swasta dan otoritas berwenang harus mengambil langkah-langkah untuk mempromosikan penggunaan metode seleksi yang tepat, adil dan efisien. 14. Agen penempatan kerja swasta harus memiliki staf yang berkualifikasi dan dilatih dengan tepat. 15. Setelah memperhatikan hak dan kewajiban yang diatur di dalam undang-undang nasional tentang pemutusan kontrak kerja, agen penempatan kerja swasta yang menyediakan layanan sebagaimana dimaksud di paragraf 1(b) Pasal 1 Konvensi tidak boleh: (a) mencegah perusahaan pengguna mempekerjakan seorang pekerja agen tersebut yang ditugaskan untuk itu; (b) membatasi mobilitas kerja seorang pekerja; (c) mengenakan sanksi terhadap seorang pekerja yang menerima pekerjaan di perusahaan lain. III. Hubungan antara layanan penempatan kerja publik dan agen penempatan kerja swasta 16. Kerjasama antara layanan penempatan kerja publik dan Agen Penempatan Kerja Swasta terkait dengan pelaksanaan sebuah kebijakan nasional tentang pengaturan pasar tenaga kerja harus didorong; untuk tujuan ini, badan-badan bisa dibentuk yang mencakup perwakilan layanan penempatan kerja publik dan agen penempatan kerja swasta, serta organisasi pengusaha dan pekerja yang paling representatif. 17. Langkah-langkah untuk mendorong kerjasama antara layanan penempatan kerja publik dan agen penempatan kerja swasta dapat meliputi: 7

R-188 Rekomendasi Agen Penempatan kerja Swasta, 1997 (a) penyatuan informasi dan penggunaan istilah umum sehingga dapat meningkatkan transparansi keberfungsian pasar tenaga kerja; (b) bertukar pemberitahuan lowongan kerja; (c) meluncurkan proyek bersama, misalnya dalam bidang pelatihan; (d) mengikat kesepakatan antara layanan penempatan kerja publik dan agen penempatan kerja swasta mengenai pelaksanaan kegiatan tertentu, misalnya proyek-proyek untuk integrasi pengangguran jangka panjang; (e) pelatihan staf; (f) konsultasi secara teratur dengan maksud untuk meningkatkan praktik profesional. Rujukan Silang Konvensi: C096 Biaya-Pengisian Konvensi Kerja Agen (Revisi), 1949 Dilengkapi: C181 Pelengkap pada Konvensi Agen Penempatan Kerja Swasta, 1997 Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Departemen Standar Perburuhan Internasional (NORMES) melalui email: infonorm@ilo.org Copyright 2006 Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) Penolakan: webinfo@ilo.org 8