SISTEM PAKAR DIAGNOSA AUTISME PADA ANAK

dokumen-dokumen yang mirip
SISTEM PAKAR DIAGNOSA AUTISME, PADA ANAK

IMPLEMENTASI METODE FRAME UNTUK MENDIAGNOSA GANGGUAN KEPRIBADIAN DRAMATIK MENGGUNAKAN SISTEM PAKAR

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS AUTISME DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS LAINNYA PADA ANAK BERBASIS WEB

IMPLEMENTASI METODE CERTAINTY FACTOR UNTUK MENDETEKSI GANGGUAN PERKEMBANGAN ANAK BERBASIS MOBILE HANDPHONE

PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT TBC (TUBERCULOSIS) PADA ANAK SKRIPSI AGUSTINA ERNARIA MANURUNG

Sistem Pakar untuk Mendiagnosis Autisme

BAB I PENDAHULUAN. Dari hari ke hari istilah autisme semakin banyak diperbincangkan di

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, forward chaining, dempster shafer.

BAB I PENDAHULUAN. komputer adalah internet atau International Networking merupakan sarana

BAB I PENDAHULUAN. pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks.

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR PENYAKIT KULIT PADA ANAK DENGAN METODE EXPERT SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE

Sistem Pakar Analisis Kepribadian Diri dengan Metode Certainty Factor

SISTEM PAKAR DIAGNOSA INFEKSI PENYAKIT TROPIS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING SKRIPSI ELLYS R. SITUMEANG

SKRIPSI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN ANAK PENDERITA AUTIS BERBASIS EXPERT SYSTEM DENGAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING (SAW)

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PERILAKU AUTISME PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

TAKARIR. data atau informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran. Database

IMPLEMENTASI METODE DEMPSTER-SHAFER DALAM SISTEM PAKAR DIAGNOSA ANAK TUNAGRAHITA BERBASIS WEB

SISTEM PAKAR ONLINE MENGGUNAKAN RULE BASE METHOD UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT AYAM SKRIPSI KIKI HENDRA SITEPU

SISTEM PAKAR PENGOBATAN HERBAL

PERANCANGAN SISTEM PAKAR BERBASIS WEB UNTUK MENDIAGNOSIS GEJALA AWAL AUTISME DENGAN METODE KUANTIFIKASI PERTANYAAN DRAFT SKRIPSI

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT CAMPAK PADA ANAK NASKAH PUBLIKASI

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

PENGGUNAAN CERTAINTY FACTOR (CF) DALAM PERANCANGAN SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSIS PENYAKIT ATHEROSKLEROSIS SKRIPSI. Elpa Armi Voni

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM PAKAR PENANGANAN PENYAKIT BALITA DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA UNIVERSITAS TANJUNGPURA Liyan Febrianti

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK KEBUTUHAN GIZI IBU MENYUSUI

BAB I PENDAHULUAN. (intelligent system) adalah sistem yang dibangun dengan menggunakan

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. Agam Krisna Setiaji

PENGGUNAAN METODE CERTAINTY FACTOR PARALEL UNTUK MENDETEKSI HAMA DAN PENYAKIT PADA TANAMAN KAKAO

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK PERTOLONGAN PERTAMA MENDIAGNOSA DEMAM Shela Shelina Universitas Gunadarma Jl. Margonda Raya No. 100 Pondok Cina, Depok 164

SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM

ISSN : STMIK AMIKOM Yogyakarta, 6-8 Februari 2015

PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS AWAL DEMAM BERDARAH

Fenomena-fenomena Anak-anak anak tuna grahita merupakan individu yang utuh dan unik yang pada umumnya juga memiliki potensi atau kekuatan dalam mengim

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA GEJALA DEMAM UTAMA PADA ANAK MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT UMUM YANG SERING DIDERITA BALITA BERBASIS WEB DI DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG

UKDW BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Pendahuluan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Diagnosis Desease of Down Syndrome In Children with Forward Chaining Methods

BAB I PENDAHULUAN. manusia atau bahkan melebihi kemampuan kerja manusia. meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat

SISTEM PAKAR KNOWLEDGE-BASED UNTUK DIAGNOSA SAKIT KEPALA

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE FORWARD CHAINING

Kata Kunci : Sistem Informasi, Android, Barcode, Desktop, Database

TUGAS AKHIR APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN KERUSAKAN PADA PERANGKAT MONITOR DENGAN METODE FORWARD CHAINING OLEH :

Diagnosis Dini Autis Pada Anak Menggunakan Metode Inferensi Fuzzy Mamdani

Pembangunan Aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Tanaman Padi

Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi 2004 Yogyakarta, 19 Juni 2004

EXPERT SYSTEM DENGAN BEBERAPA KNOWLEDGE UNTUK DIAGNOSA DINI PENYAKIT-PENYAKIT HEWAN TERNAK DAN UNGGAS

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, diagnosa penyakit anjing, basis pengetahuan, rule. Universitas Kristen Maranatha

PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA GANGGUAN PENCERNAAN PADA ANAK DENGAN PHP DAN MY SQL SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang dan Permasalahan

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT GINJAL MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA FUZZY LOGIC SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Penjelasan dari individu dengan gejala atau gangguan autisme telah ada

Sistem Pakar Penyakit Kulit Pada Manusia Menggunakan Metode Certainty Factor Berbasis Web

Sistem Pakar Untuk Mendeteksi Kerusakan Pada Sepeda Motor 4-tak Dengan Menggunakan Metode Backward Chaining

Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Asma

Sistem Pakar untuk Pemilihan Obat Non Resep Dokter. Naskah Publikasi

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

SISTEM PAKAR DAIGNOSA MULTIPLE INTELLIGENCES PADA ANAK USIA DINI DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR BERBASIS WEB TUGAS AKHIR

Pembangunan Aplikasi Sistem Pakar untuk Diagnosis Penyakit Gigi dan Mulut Pada Manusia

MERANCANG SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SKRIPSI

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT DAN HAMA PADA TANAMAN SEMANGKA BERBASIS ANDROID

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT KULIT SAPI BERBASIS WEB DENGAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Penyakit Ginjal pada Manusia Berbasis Web

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT KATARAK PADA MANUSIA SKRIPSI ELVOUMAR PASKAHNSEN PURBA

MERANCANG SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SKRIPSI

ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMBINAAN PANTI ASUHAN PADA PANTI ASUHAN MUHAMMADIYAH TEMBILAHAN. Abdur Rahim

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini sangat berkembang pesat

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB I PENDAHULUAN. merupakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Salah

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT VERTIGO DENGAN METODE FORWARD DAN BACKWARD CHAINING SKRIPSI. Oleh : HERU ANDRIAWAN

IMPLEMENTASI METODE DEMPSTER-SHAFER

RANCANG BANGUN APLIKASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENJADWALAN MATA PELAJARAN DI SMK CILEDUG AL-MUSSADADIYAH

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, penyakit gigi, konsultasi, algoritma ID3. vi Universitas Kristen Maranatha

BAB 1 PENDAHULUAN Latar belakang

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

Sistem Informasi Jadwal Perkuliahan dengan Metode Sistem Pakar

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

PENGEMBANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSA AWAL PENYAKIT DALAM INTERNIS BERBASIS ANDROID

Aplikasi Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Gangguan Pernafasan pada Anak Menggunakan Metode CF (Certainty Factor)

TAKARIR. : kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan. secara logika. : penalaran yang dimulai dari fakta menuju konklusi

PERANCANGAN DAN PEMBUATAN APLIKASI SISTEM PAKAR PENANGANAN GANGGUAN HAID MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING SKRIPSI SRI MELVANI HARDI

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS PENYAKIT INFEKSI SALURAN KEMIH DENGAN METODE BACKWARD CHAINING MARIATI BR TARIGAN

BAB I PENDAHULUAN. pesat terutama pada dunia komputer memberikan kita wawasan yang luas

Transkripsi:

SISTEM PAKAR DIAGNOSA AUTISME PADA ANAK Dwi Aprilia 1, Asahar Johar 2, Pudji Hartuti 3 1,2,3 Program Studi Teknik Infomatika, Fakultas Teknik, Universitas Bengkulu. Jl. WR. Supratman Kandang Limun Bengkulu 38371A INDONESIA (telp: 0736-341022; fax: 0736-341022) 2 asahar.johar@yahoo.com Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk membangun suatu Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak mulai dari tahap inisialisasi sistem sampai dengan tahap implementasi sistem, mengetahui informasi mengenai gejala-gejala autisme yang ada dan referensi terapi untuk gejala tersebut. Permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana membangun suatu sistem pakar yang dapat mendiagnosa gangguan autisme berdasarkan gejala-gejala yang ada serta memberikan referensi terapi untuk gejala tersebut. Sistem dibangun menggunakan pendekatan terstruktur dengan Data Flow Diagram untuk merancang sistem dan Entity Relationship Diagram untuk membuat database Metode pengembangan sistem yang digunakan terdiri dari 6 tahap yaitu inisiasi sistem, analisis dan desain sistem, prototiping cepat, pengembangan sistem, implementasi dan pascaimplementasi. Hasil penelitian ini adalah Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak. Kata Kunci: Sistem Pakar, Diagnosa Autisme. Abstract: This research aims to build an Expert System for autism diagnose in children starting from the initial system until the implementation system, to find out information about the symptoms of the austims and therapy Reference for it. The problem of this research is how to build an expert system that can diagnose autism disturbance based on the existing symptoms and provides therapy reference for it. The system is built by using a stuctured approach to the Data Flow Diagram and Entity Relationship Diagram as a tool for designing system and database. Systems development method used prototyping approach which consists of 6 stages, initiation system, analysis and system design, rapid prototyping, system development, implementation and postimplementation. The result of this research in in expert system for autism diagnose in Children. Keywords: Expert System, Autism Diagnosis I. PENDAHULUAN Anak yang sehat dan normal adalah dambaan setiap orang-tua. Namun jika harus menghadapi kenyataan bahwa anaknya mengalami ketidaknormalan dalam bentuk perilaku, fisik, atau dalam hal mental, tentu setiap orangtua akan merasa sedih bercampur cemas, takut anaknya tidak akan mampu menghadapi kehidupan ini dengan baik. Dalam dunia medis dan psikiatris, gangguan autisme atau biasa disebut ASD (Autistic Spectrum Disorder) merupakan gangguan perkembangan fungsi otak yang kompleks dan sangat bervariasi ejournal.unib.ac.id 92

(spektrum). Biasanya gangguan perkembangan ini meliputi bidang komunikasi, interaksi, perilaku, emosi dan sensoris. Dari data para ahli diketahui penyandang ASD anak lelaki empat kali lebih banyak dibanding penyandang ASD anak perempuan [1]. Seiring dengan kemajuan pesat teknologi komputer saat ini, perkembangan bidang medis dan psikiatris juga mengalami kemajuan yang pesat. Kemajuan bidang medis dan psikiatris akan semakin lengkap jika dapat didukung perkembangan teknologi komputer, terutama teknologi perangkat lunaknya. Ada satu penelitian yang dilakukan oleh Joan Angelina Widians dan Sri Hartati (2008) membangun aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa gangguan autis pada anak. Metode yang digunakan dalam penelitian di atas adalah DSM IV. Diagnostic and Statistical Manual (DSM IV) merupakan aturan klinis yang dapat digunakan untuk mendiagnosa autisme. Aplikasi ini telah berhasil membantu psikolog atau paramedis dalam melakukan diagnosa awal. Dari penelitian tersebut yang dinilai masih memiliki kelemahan, maka dalam penelitian ini akan perlu adanya pengembangan sistem untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat dari sebelumnya. Dari metode DSM IV yang dipadukan dengan ICD 10 dan CHAT akan menghasilkan sebuah kesimpulan yang baik. Dalam American of Pediatrics (2001) dijelaskan bahwa Checklist Autism in Toddlers (CHAT) merupakan instrumen skrining untuk mengidentifikasi anak-anak yang berusia 18 bulan yang beresiko untuk komunikasi sosial-disorders. CHAT berupa kuesioner yang diisi olehorang tua. DSM IV dipadukan dengan ICD 10 saat ini telah menghasilkan sebuah petunjuk manual untuk mewawancara orang tua yaitu Autism Diagnostic Interview Revised (ADI-R) yang diterbitkan oleh Western Psychological Services. Dari penjelasaan di atas, dimanfaatkanlah ilmu dan teknologi yang ada untuk menganalisis dan membuat suatu sistem yang diangkat dalam skripsi ini, dengan judul Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak II. LANDASAN TEORI A. Sistem Pakar Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan meniru kerja dari para ahli. Dengan sistem pakar ini, orang awampun dapat menyelesaikan masalah yang cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli. Bagi para ahli, sistem pakar ini juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten yang sangat berpengalaman [2]. Tiga komponen utama yang tampak secara virtual pada setiap sistem pakar adalah basis pengetahuan, mesin inferensi dan antarmuka pengguna. Sistem pakar dapat pula berisi komponen tambahan sebagai berikut: subsistem akuisisi pengetahuan, blackboard, subsistem penjelasan dan sistem perbaikan pengetahuan. Kebanyakan sistem pakar saat ini tidak berisi komponen perbaikan pengetahuan [3]. Deskripsi singkat tiap komponen sebagai berikut. 93 ejournal.unib.ac.id

penyandang autism sejak usia 18 bulan sering dipakai di adalah CHAT (Checklist Autism in Toddlers). CHAT dikembangkan di Inggris dan telah digunakan untuk penjaringan lebih dari 16.000 balita. Pertanyaan berjumlah 14 buah meliputi aspek-aspek: imitation, pretend play, and joint attention [4]. III. METODOLOGI Penggunaan pendekatan prototiping untuk mengembangkan sistem pakar melibatkan enam tahap pokok [3]. Gambar 1 Struktur Sistem Pakar. [3] B. Autisme Gangguan autisme atau biasa disebut ASD (Autistic Spectrum Disorder) merupakan gangguan perkembangan fungsi otak yang komplex dan sangat bervariasi (spektrum). Biasanya gangguan perkembangan ini meliputi bidang komunikasi, interaksi, perilaku, emosi dan sensoris [1]. C. Diagnosis Autisme Untuk menetapkan diagnosis gangguan autisme para klinisi sering menggunakan pedoman DSM IV (Diagnostic and Statistic Manual IV), ICD 10 (International Classification of Disease) dan CHAT (Checklist Autism in Toddlers). 1) DSM IV (Diagnostic and Statistic Manual IV) dan ICD 10 (International Classification of Disease): dalam bahasa Indonesia yang sederhana isi DSM IV dan ICD 10 adalah sebagai berikut: Harus ada total 6 gejala dari tiga gejala pertama, dengan minimal dua gejala dari gelaja kesatu dan masing-masing satu gejala dari gejala kedua dan ketiga [1]. 2) CHAT (Checklist Autism in Toddlers, di atas usia 18 bulan): terdapat beberapa perangkat diagnosis untuk screening (uji terapis) pada Gambar 2 Skema siklus hidup pengembangan sistem pakar [3] a. Inisiasi Sistem Tugas Utama dalam fase inisiasi sistem adalah : 1) Definisi Masalah: mengidentifikasi masalah yang sesuai dengan pengembangan sistem. 2) Penilaian kebutuhan: menentukan kebutuhan yang akan digunakan dalam pengembangan sistem pakar diagnosa autisme. 3) Analisis manfaat: mengidentifikasi dan mengestimasi potensi kerugian dan manfaat dari sistem yang akan dibuat. ejournal.unib.ac.id 94

b. Analisis dan desain sistem Setelah konsep sistem disetujui, analisis sistem detail harus dijalankan untuk memperkirakan fungsionalitas sistem. Tugas utama dalam fase ini meliputi : desain dan rencana konseptual, pengembangan strategi dan sumber pengetahuan. Setelah Fase I selesai maka dilakukan tahap analisis dan desain sistem yang marupakan tahap fase II. Tugas utama dalam fase ini adalah : 1) Akuisisi Pengetahuan: tahap akuisisi pengetahuan merupakan tahapan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan dari seorang pakar. Pada tahap ini penulis menggunakan metode wawancara untuk mendapatkan informasi kepakaran pakar yang nantinya akan diubah menjadi bentuk basis pengetahuan. Sumber pengetahuan yang akan digunakan dalam pembuatan sistem pakar diagnosa autisme adalah seorang pakar diagnosa autisme. Selain itu pengetahuan yang akan dibuat menjadi basis pengetahuan sistem didapat dari buku-buku tentang diagnosa autisme. 2) Representasi Pengetahuan: pada tahap representasi pengetahuan, data dan informasi yang telah didapatkan penulis dari hasil wawancara dengan pakar akan diubah dalam bentuk representasi pengetahuan. 3) Desain Detail: dalam menentukan dan membangun desain detail Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak ini digunakan proses DFD (Data Flow Diagram). DFD terdiri dari DFD level 0, DFD level1, dan DFD level 2 dari sistem pakar diagnosa autisme yang akan dibangun. c. Prototiping cepat Tugas yang dilakukan pada tahap ini meliputi: membangun prototipe kecil, menguji, mengembangkan, mendemonstrasikan dan menganalisis kelayakan serta melengkapi desain. d. Pengembangan sistem Setelah proses prototipe inisial siap, pengembangan sistem dimulai. Dalam fase ini, basis pengetahuan dikembangkan dan dilakukan pengujian, peninjauan, dan perbaikan yang terusmenerus. Aktifitas lainnya meliputi pembuatan antarmuka (misalnya dengan database, dokumen, dan objek multimedia), pembuatan dan pengujian antar muka pengguna. e. Implementasi Tugas pokok dalam fase ini meliputi: penerimaan oleh pengguna, pendekatan intalasi dan pemilihan waktu, dokumentasi dan keamanan, integrasi dan pengujian lapangan. Pengguna yang dimaksud adalah orang tua yang anaknya memiliki gejala gangguan autisme. f. Pascaimplementasi Yang paling penting dari aktivitas ini adalah operasi, pemeliharaan, upgrade, perluasan, dan evaluasi sistem. IV. ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM A. Analisis Sistem Sistem yang berlaku di tempat penelitian merupakan sistem manual yang digunakan untuk mendiagnosa gangguan autisme. Sistem manual tersebut menggunakan data-data yang ada pada buku SCQ (The Social Communication Questionnaire). Selain itu, digunakan pula buku Autisma yang berisi petunjuk-petunjuk terapi yang dapat dilakukan untuk anak yang terdiagnosa autisme. Penulis menggunakan data-data tersebut dalam proses pembuatan system 95 ejournal.unib.ac.id

B. Sumber Pengetahuan Jurnal Rekursif, Vol. 2 No. 2 November 2014, ISSN 2303-0755 1) Akuisisi Pengetahuan: akuisisi pengetahuan merupakan tahap pengumpulan pengetahuan dari pakar diagnosa autisme yang kemudian akan dibuat dalam bentuk basis pengetahuan. Pengetahuan yang didapat dari pakar juga ditambahkan dengan pengetahuan yang didapat dari buku yang digunakan. Salah satu buku yang digunakan sebagai pengetahuan tambahan untuk sistem pakar diagnosa autisme pada anak adalah buku SCQ (The Social Communication Questionnaire) dan pengetahuan yang telah didapat dari pakar diagnosa autism 2) Representasi Pengetahuan: ada beberapa jenis representasi pengetahuan. Salah satunya adalah dengan representasi aturan produksi. Pengetahuan yang ada disusun dalam bentuk 12 aturan dengan teknik penelusuran DFS. C. Membangun Data Flow Diagram (DFD) Proses pembangunan DFD pada Sistem Pakar Diagnosa Autisme pada Anak menggunakan simbol versi Gane/Sarson. Sedangkan jenis DFD yang dibangun adalah DFD logik. 1) DFD Konteks (level 0): DFD Level Konteks merupakan tingkatan yang paling awal dan menggambarkan hubungan antara sistem luar dengan sistem pakar. Pada level ini sistem berinteraksi dengan 2 entitas yaitu pengguna dan pakar. Pada level ini pakar akan memilih gejala yang terjadi pada anak sampai semua gejala telah terpilih dan setelah selesai sistem akan memberikan kesimpulan kepada user. DFD Level Konteks pada sistem ini dapat dilihat pada gambar 3 berikut ini. Gambar 3 DFD Konteks (level 0) 2) DFD (Data Flow Diagram) level 1: DFD level 1 merupakan penjabaran dari proses DFD level 0. Pada DFD level 1 ini mempunyai dua proses yaitu proses pada menu pengguna dan proses pada menu pakar. Menu pengguna ditujukan untuk pengguna biasa agar dapat melakukan proses konsultasi. Sedangkan menu pakar ditujukan untuk seorang pakar yang memiliki data nama dan password yang sesuai dengan yang ada di database sehingga dapat mengedit dan menambah pengetahuan pada sistem. DFD level 1 ditunjukkan pada gambar 4. Gambar 4 DFD level 1 V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Implementasi Pada tahap implementasi sistem, rancangan dan desain sistem diimplementasikan pada bahasa pemrograman. Pada pembuatan skripsi ini, sistem ejournal.unib.ac.id 96

dibangun dengan bahasa pemrograman Delphi 7, Crystal Report dan photoshop CS 3. 1) Halaman konsultasi: halaman ini digunakan oleh user untuk memilih jenis gejala yang dialami. Pada saat pengguna mengakses halaman konsultasi, user harus mengisi data pasien terlebih dahulu sebelum melakukan konsultasi. Setelah data pasien diisi, maka langsung menuju halaman 2) Halaman Hasil diagnose: halaman hasil diagnosa merupakan halaman yang memberikan hasil diagnosa dari konsultasi yang telah dilakukan user berdasarkan gejala-gejala yang dipilih seperti gambar 7. Pada halaman hasil user tidak hanya diberikan diagnosa awal, tetapi juga diberikan penjelasan terapi yang dapat dilakukan apabila hasil diagnosa gejala autis dan autis. konsultasi. Pada halaman pengisian data user pada gambar 5, terdapat kode program yang digunakan untuk menyimpan data diri user. Gambar 7. Halaman Hasil Diagnosa Gambar 5. Halaman Data user Jika user telah mengisi data dirinya, maka selanjutnya sistem akan menyajikan halaman konsultasi seperti gambar 6. Pada halaman konsultasi ini, user akan memilih jenis perkembangan terlebih dahulu, lalu dilanjutkan dengan memilih jenis gejala. Proses ini akan terus berlangsung hingga user memasukkan semua jenis gejala yang dirasakan. B. Hasil Pengujian Uji kelayakan sistem pakar menggunakan angket yang diberikan kepada sampel yang telah ditentukan, Wali Siswa Sekolah Alam Mahira yang berjumlah 250 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 10% dari jumlah populasi yang ada, yaitu 25 orang. Dari penilaian keempat aspek yang ada, yaitu tampilan, kemudahan penggunan, kinerja sistem dan isi (content), Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak termasuk kategori baik. Hal itu dapat dilihat secara keseluruhan dari hasil perhitungan angket, yang menunjukkan persentase dari setiap kategori, yaitu jawaban Tidak Baik (TB) sebesar 0,27%, Kurang Baik (KB) sebesar 7,2%, Baik (B) sebesar 68% dan Sangat Baik sebesar 24,53%. Dari persentase tersebut dapat dilihat bahwa kategori Baik (B) memiliki nilai persentase paling Gambar 6 Halaman Konsultasi 97 ejournal.unib.ac.id

besar yaitu 68%. Maka dapat disimpulkan bahwa Sistem Pakar Diagnosa Autisme Pada Anak termasuk ke dalam kategori yang baik dan layak untuk digunakan lebih lanjut oleh pengguna. VI. KESIMPULAN Dari hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: Setelah melakukan analisis dan perancangan sistem serta uji-coba dengan memasukkan contoh gejala autisme, Sistem Pakar Diagnosa Autisme pada Anak yang telah dibangun ini telah dianggap cukup layak untuk digunakan oleh pengguna sebagai media konsultasi diagnosa autisme pada anak. REFERENSI [1] [1] http://puterakembara.org/archives8/00000009.shtml [dikunjungi tanggal 5 April 2009]. [2] [2] Kusumadewi, Sri. 2003. Artificial Intelegence. Yogyakarta: Graha Ilmu. [3] [3] Turban, Efraim. 2005. Decision Suport Systems and Intelligent Systems Jilid 2. Yogyakarta:ANDI. [4] [4] American Psychiatric. 2002. Association: Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-IV-TR) 4th ed. Washington DC: American Psychiatric Association. ejournal.unib.ac.id 98