BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

Ukuran: px
Mulai penontonan dengan halaman:

Download "BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN"

Transkripsi

1 BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN Perancangan suatu sistem diperlukan analisis ng tepat sehingga proses pembuatan sistem dapat berjalan dengan lancar dan sistem ng dibuat sesuai dengan ng diinginkan. Setelah analisis perlu dilakukan desain sistem ng bertujuan untuk memberikan gambaran tentang jalann sistem tersebut. Selain itu, desain sistem juga bertujuan untuk mempermudah programmer dalam mengimplementasikan sistem tersebut. 3.1 Analisis Sistem Dalam mendiagnosis gangguan kecemasan (anxiety disorder), seorang dokter (seorang ahli) harus memahami dengan baik penyebab dan ciri dari gejala gangguan kecemasan tersebut, sehingga dapat menyimpulkan suatu kesimpulan ng akurat serta dapat menentukan cara untuk mengobati gangguan kecemasan ng diderita pasien. Tidak semua gangguan kecemasan dapat disimpulkan secara tepat oleh aplikasi ini, oleh karena itu aplikasi ini digunakan sebagai alat bantu dalam mendiagnosis gejala awal terhadap gangguan kecemasan. Untuk menghasilkan aplikasi diagnosis ng baik diperlukan pengetahuan dan informasi ng diperoleh dari beberapa sumber, itu dari para ahli, serta buku mengenai gangguan kecemasan. Selain itu, diperlukan pembuatan basis pengetahuan dan basis aturan ng lengkap dan baik agar proses inferensi berjalan dengan baik. Mekanisme inferensi pada sistem ini adalah melakukan penalaran maju dengan menggunakan aturan berdasarkan urutan dan pola tertentu. Selama proses konsultasi antar sistem dan pemakai, mekanisme inferensi menguji gejala sesuai dengan aturan satu demi satu untuk memperoleh nilai kepercaan. 35

2 Analisis Kebutuhan Untuk mendukung dalam pembuatan aplikasi diagnosis, kebutuhan akan sebuah sistem informasi sangatlah penting. Demikian pula kemampuan untuk memperoleh, mengumpulkan, menyimpan dan mendapatkan informasi tersebut. Dari hasil analisis, penulis mengambil kesimpulan mengenai informasi ng dibutuhkan antara lain: 1. Informasi data mengenai gangguan kecemasan Digunakan untuk mengetahui jenis-jenis gangguan kecemasan dan deskripsin. 2. Informasi data gejala gangguan kecemasan Digunakan untuk mengetahui gejala-gejala ng dialami oleh pasien. 3. Informasi data solusi pengobatan Digunakan untuk mengetahui bagaimana cara pengobatan (treatment) gangguan kecemasan ng dialami pasien. 3.3 Perancangan Sistem Perancangan sistem merupakan gambaran, sketsa atau pengaturan dan pembuatan dari beberapa aturan ng terpisah kedalam satu kesatuan ng utuh. Tujuan dari perancangan sistem adalah untuk memberikan gambaran kepada pengguna tentang sistem ng akan dibuat serta memberi ilustrasi atau rekasa sistem ng lengkap untuk diimplementasikan ke dalam program tersebut Perancangan Proses Perancangan proses merupakan perancangan proses-proses ng akan terjadi di dalam sistem diagnosis atau aplikasi diagnosisa gangguan kecemasan. Perancangan proses-proses ng akan dilakukan di dalam aplikasi ini menggunakan bagan alir seperti flowchart, DFD (Data Flow Diagram), itu membuat diagram konteks dan diagram level 1, ERD dan menggunakan kamus data (data dictionary).

3 Flowchart Sistem Bagan alir sistem ( flowchart system) merupakan bagan ng menunjukkan arus pekerjaan secara keseluruhan dari aplikasi diagnosis gangguan kecemasan. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur ng ada di dalam aplikasi diagnosis gangguan kecemasan. Bagan alir sistem menunjukkan apa ng dikerjakan di aplikasi diagnosis gangguan kecemasan. Pada tahapan ini akan digambarkan alur proses diagnosis gangguan kecemasan pada aplikasi ng dibuat dengan menggunakan flowchart. Mulai Inisialisasi pertanan Tampilkan pertanan gejala Ambil Jawaban user Tampilkan pesan Anda Belum Menjawab Tidak Pertanan sudah dijawab? Ya Diagnosa ditemukan? Tidak Cari pertanan selanjutn berdasarkan jawaban sebelumn Ya Tampilkan hasil diagnosa Selesai Gambar 3.1 Flowchart Aplikasi Diagnosis Gangguan Kecemasan

4 Diagram Alir Data Diagram Alir Data atau DFD (Data Flow Diagram) merupakan suatu bagan ng menggambarkan bagaimana suatu data akan mengalir pada suatu sistem. Data pertanan gejala User Mendiagnosa gangguan kecemasan Data hasil diagnosa Gambar 3.2 Diagram Konteks level 0 Dalam diagram konteks pada gambar 3.2 han terdapat satu entitas luar ng menunjang proses aplikasi ini itu user sebagai pengguna aplikasi untuk mendiagnosis. Pada gambar 3.2 menjelaskan bahwa user dapat melakukan diagnosis gangguan kecemasan melalui perangkat lunak diagnosis gangguan kecemasan, maka dari itu, entitas user mengirimkan masukan (input) berupa data jawaban pertanan gejala dan menerima keluaran (output) berupa data hasil diagnosis ng terdiri dari jenis gangguan, informasi gangguan, dan solusi pengobatan. Diagram konteks merupakan sebuah proses besar ng akan didekomposisi menjadi proses-proses ng lebih detail. Diagram alir data level 1 merupakan hasil dekomposisi dari proses mendiagnosis gangguan kecemasan. Berikut adalah gambar diagram alir data level 1.

5 39 User Pertanan gejala 1.0 Identifikasi fakta awal Pertanan gejala Pertanan Gejala ng berkaitan Pertanan_kesimpulan Kaidah aturan 2.0 Identifikasi gejala ng berkaitan Pertanan gejala Gejala gangguan Solusi Solusi pengobatan 3.0 Penyimpulan Jenis gangguan, Informasi gangguan Master_kesimpulan Hasil diagnosa User Gambar 3.3 Diagram alir data level 1 Dalam diagram alir data level 1 entitas user mengirimkan masukan (input) berupa data jawaban pertanan gejala, data tersebut akan mengalir ke dalam proses identifikas fakta awal. Data pertanan gejala tersebut berasal dari penyimpanan pertanan dan disesuaikan dengan data ng ada dalam penyimpanan pertanan. Setelah proses identifikasi fakta awal, didapatlah gejala ng berkaitan. Gejala ng berkaitan tersebut dikirim menuju proses identifikasi gejala ng berkaitan. Didalam proses identifikasi gejala ng berkaitan, gejala tersebut disesuaikan dengan kaidah aturan hingga didapatkan gejala-gejala ng sesuai dengan salah satu jenis gangguan. Kemudian, gejala-gejala tersebut dikirim ke dalam proses penyimpulan.

6 40 Dalam proses penyimpulan, gejala-gejala disesuaikan dengan jenis gangguan, informasi gangguan dan solusi untuk pengobatan, data tersebut berasal dari penyimpanan master_kesimpulan dan penyimpanan solusi hingga didapatkan hasil diagnosis ng lengkap. Setelah didapatkan hasil diagnosis dari proses penyimpulan, maka proses penyimpulan akan mengirimkan keluaran (output) berupa data hasil diagnosis menuju entitas user Entity Relation Diagram Model entitas ng berisi komponen-komponen himpunan entitas dan himpunan relasi ng masing-masing dilengkapi atribut-atribut ng mempresentasikan seluruh fakta. Perhatikan gambar 3.4, gambar dibawah ini merupakan konsep ERD dari aplikasi diagnosis gangguan kecemasan Gambar 3.4 ERD Aplikasi Diagnosis Gangguan Kecemasan

7 Kamus Data Kamus data (data dictionary) merupakan deskripsi formal mengenai seluruh elemen ng tercakup dalam DFD. Kamus data dipergunakan untuk memperjelas aliran data ng digambarkan pada DFD. Kamus data untuk DFD aplikasi diagnosis gangguan kecemasan berbasis web adalah : Tabel 3.1 Kamus Data No. Detail Keterangan 1 Nama Digunakan di Deskripsi Pertanan - Proses identifikasi fakta awal - Proses identifikasi gejala ng berkaitan Pertanan = id_pertanan + pertanan + jika_ + jika_ + status_goal + status_ok 2 3 id_pertanan pertanan jika_ jika_ status_goal status_ok Nama Digunakan di Deskripsi id_pertanan id_master_kesimpulan id_solusi Nama Digunakan di Deskripsi *3 dijit integer* *text* *3 dijit integer* *3 dijit integer* *3 dijit integer* *3 dijit integer* Pertanan_kesimpulan - Proses identifikasi gejala ng berkaitan Pertanan_kesimpulan = id_pertanan + id_master_kesimpulan + id_solusi *3 dijit integer* *3 dijit integer* *3 dijit integer* Master_kesimpulan - Proses penyimpulan Master_kesimpulan = id_ master_kesimpulan + kesimpulan + keterangan id_ master_kesimpulan kesimpulan keterangan *3 dijit integer* *text* *text*

8 42 Tabel 3.1 (Lanjutan) No. Detail Keterangan Nama Solusi Digunakan di - Proses penyimpulan 4 Deskripsi id_solusi terapi_obat terapi_psikologis keterangan_solusi Solusi = id_solusi + terapi_obat + terapi_psikologis + keterangan_solusi *3 dijit integer* *text* *text* *text* Perancangan Database Basis Data Dalam perancangan basis data ini penulis menggunakan MySQL untuk menyimpan data mengenai gejala serta keterkaitann dan ditampilkan berupa table seperti dibawah ini: Tabel 3.2 pertanan Nama Field Tipe Data Keterangan id_pertanan Integer Indeks urutan pertanan pertanan Text Pertanan-pertanan (gejala) ng diajukan kepada user jika_ Integer Sebagai arah pertanan jika jika_ Integer Sebagai arah pertanan jika status_goal Integer Status goal mengarahkan ke pertanan awal dan akhir diagnosis status_ok Integer Status ok berfungsi mengarahkan pada kesimpulan diagnosis

9 43 Tabel 3.3 master_kesimpulan Nama Field Tipe Data Keterangan id_master_kesimpulan Integer Indeks urutan kesimpulan kesimpulan keterangan Text Text Kesimpulan berdasarkan gejalagejala ng telah disediakan Keterangan untuk setiap jenis gangguan kecemasan Tabel 3.4 solusi Nama Field Tipe Data Keterangan id_solusi Integer Indeks urutan solusi terapi_obat Text Solusi pengobatan dengan obat terapi_psikologis Text Solusi pengobatan secara psikologis Keterangan_solusi Varchar Keterangan solusi berdasarkan jenis gangguan kecemasan Tabel 3.5 pertanan_kesimpulan Nama Field Tipe Data Keterangan id_pertanan Integer Indeks urutan pertanan id_master_kesimpulan Integer Indeks urutan kesimpulan id_solusi Integer Indeks urutan solusi Logical Record Structure Penggambaran LRS dimulai dengan mentransformasikan ER ke LR (Logical Structure) kemudian menjadi Logical Record Structure (LRS)..

10 44 Gambar 3.5 Transformasi ER ke LS Gambar 3.6 Logical Record Structure

11 Perancangan Basis Pengetahuan Pengetahuan dan pengembangan ng diperoleh penulis tentang anxiety didapatkan melalui studi kepustakaan, dan wawancara dengan para ahli psikologis untuk mendapatkan pengetahuan (knowledge) mengenai gangguan kecemasan. Knowledge ng diperoleh direpresentasikan kedalam decision tree (pohon keputusan) dan kaidah aturan Pohon Keputusan Sebelum penulis menggambarkan pohon keputusann, terlebih dahulu penulis melampirkan data gejala dan jenis gangguan kecemasan. Tabel 3.6 Daftar Gejala Gangguan Kecemasan Dalam Bentuk Pertanan (American Psychiatric Association, 1994) No Gejala Apakah anda merasakan ketakutan, penghindaran, atau peningkatan ketegangan? Apakah anda memiliki penkit khusus seperti gagal jantung kongestif, hiper atau hipotiroidisme, hipoglikemia, obstruktif kronik penkit paru, pneumonia, porfiria, disfungsi vestibular, neoplasma, dll? Apakah belum lama ini anda mengkonsumsi obat-obatan rekreasional seperti LSD, Mescaline, Psilocybin, Ekstasi, heroin dan semacamn? Apakah anda merasakan serangan panik berulang dan terduga diikuti rasa khawatir mendapat serangan kembali, atau perubahan perilaku? Apakah anda merasa cemas bila ditempatkan disuatu tempat atau situasi ng sulit dihindari atau sulit mendapat bantuan ketika serangan panik terjadi? Apakah anda merasa cemas bila ditempatkan disuatu tempat atau situasi ng sulit dihindari atau sulit mendapat bantuan ketika serangan panik terjadi? 7 Apakah anda merasa cemas ketika terpisah dari orang-orang disangi (keluarga) sejak kecil? 8 Apakah anda merasa takut terhadap penampilan atau situasi ng memalukan atau takut di permalukan di kehidupan sosial?

12 46 Tabel 3.6 (Lanjutan) No Gejala 9 Apakah anda merasa takut oleh suatu benda atau suatu situasi tertentu? Apakah anda memikirkan suatu hal ng mengganggu secara berulang (terus-menerus) dan terpaku pada pikiran tersebut serta merasa adan tekanan atau dorongan? Apakah selama 6 bulan anda mengalami cemas berlebihan dan gelisah ditambah gejala-gelaja ng terkait seperti sakit kepala, sakit perut, gatalgatal, sesak napas, jantung berdebar? Apakah anda mengalami rasa cemas ketika mengingat peristiwa traumatik ng parah? Apakah kecemasan muncul akibat dari situasi atau hal-hal baru ng membuat anda merasa stres atau hal ng menyebabkan anda stres? Apakah gejala-gejala penting secara klinis sesuai dengan kriteria spesifik gangguan kecemasan (anxiety disorder)? 16 disaat ng sama anda merasa depresi seperti halusinasi? 17 Apakah anda mengalami kejadian kembali disertai peningkatan ketegangan dengan menghindari dari hal-hal ng terkait dengan peristiwa traumatik? Tabel 3.7 Jenis Gangguan Kecemasan (American Psychiatric Association, 1994) No Jenis Inisialisasi 1 Gangguan kecemasan ng disebabkan oleh kondisi umum medis atau Anxiety Disorders Due To General Medical Condition 2 Gangguan kecemasan akibat zat induksi K2 3 Gangguan panik disertai agoraphobia K3 4 Gangguan panik disertai agoraphobia K4 5 Agoraphobia tanpa riwat gangguan panik K5 6 Gangguan Kecemasan terhadap perpisahan (Separation Anxiety Disorder) 7 Fobia Sosial (Gangguan kecemasan Sosial) K7 8 Fobia Spesifik K8 K1 K6

13 47 Tabel 3.7 (Lanjutan) No Jenis Inisialisasi Kecemasan terhadap Gangguan pikiran dan tekanan (Obsessive-Compulsive) Generalized Anxiety Disorders (GAD)/Gangguan Kecemasan Menyeluruh Berkaitan dengan mood disorders atau psychotic disorder tree K9 K10 K11 12 Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD) K12 13 Gangguan stres akut K13 14 Adjustment disorder with anxiety K14 15 Anxiety disorder NOS K15 16 No Anxiety disorder K16 Setelah membuat daftar gejala dalam bentuk pertanan dan daftar jenis gangguan kecemasan (anxiety disorder), penulis akan membuat struktur pohon keputusan, pada struktur keputusan tersebut direpresentasikan dengan 2 jenis node, itu node keputusan ng diwakili dengan kotak menunjukan jenis gangguan kecemasan dan node kesempatan ng diwakili oleh lingkaran menunjukan gejala gangguan kecemasan. Tampilann seperti gambar 3.7 dibawah ini:

14 48 start 1 K K1 4 K2 6 5 K5 7 K4 K3 8 K6 K K8 11 K K10 K K14 14 K13 K12 K16 K15 Gambar 3.7 Pohon Keputusan (American Psychiatric Association, 1994)

15 Kaidah Aturan Berdasarkan pada decision tree ng telah dibuat, terdapat 16 kaidah atau aturan mengenai jenis gangguan kecemasan. Himpunan kaidah tersebut sebagai berikut: Kaidah 1 : Gangguan kecemasan ng disebabkan oleh kondisi umum medis atau Anxiety Disorders Due To General Medical Condition ketegangan DAN YA memiliki penkit khusus seperti gagal jantung kongestif, hiper atau hipotiroidisme, hipoglikemia, obstruktif kronik penkit paru, pneumonia, porfiria, disfungsi vestibular, neoplasma, dll. Kaidah 2 : Gangguan kecemasan akibat zat induksi ketegangan DAN YA belum lama ini anda mengkonsumsi obatobatan rekreasional seperti LSD, Mescaline, Psilocybin, Ekstasi, heroin dan semacamn. Kaidah 3 : Gangguan panik disertai agrophobia ketegangan DAN YA merasakan serangan panik berulang dan terduga diikuti rasa khawatir mendapat serangan kembali, atau perubahan perilaku DAN YA merasa cemas bila ditempatkan disuatu tempat atau situasi ng sulit dihindari atau sulit mendapat bantuan ketika serangan panik terjadi. Kaidah 4 : Gangguan panik disertai agoraphobia ketegangan DAN YA merasakan serangan panik berulang dan terduga diikuti rasa khawatir mendapat serangan kembali, atau perubahan perilaku DAN TIDAK merasa cemas bila ditempatkan disuatu tempat atau situasi ng sulit dihindari atau sulit mendapat bantuan ketika serangan panik terjadi. Kaidah 5 : Agoraphobia tanpa riwat gangguan panik

16 50 ketegangan DAN YA merasa cemas bila ditempatkan disuatu tempat atau situasi ng sulit dihindari atau sulit mendapat bantuan ketika serangan panik terjadi. Kaidah 6 : Gangguan Kecemasan terhadap perpisahan (Separation Anxiety Disorder) ketegangan DAN YA merasa cemas ketika terpisah dari orang-orang disangi (keluarga) sejak kecil. Kaidah 7 : Fobia Sosial ketegangan DAN YA merasa takut terhadap penampilan atau situasi ng memalukan atau takut di permalukan di kehidupan sosial. Kaidah 8 : Fobia Spesifik ketegangan DAN YA merasa takut oleh suatu benda atau suatu situasi tertentu. Kaidah 9 : Kecemasan terhadap Gangguan pikiran dan tekanan (Obsessive- Compulsive) ketegangan DAN YA memikirkan suatu hal ng mengganggu secara berulang (terus-menerus) dan terpaku pada pikiran tersebut serta merasa adan tekanan atau dorongan. Kaidah 10 : Generalized Anxiety Disorders (GAD)/Gangguan Kecemasan Menyeluruh ketegangan DAN YA selama 6 bulan anda mengalami cemas berlebihan dan gelisah ditambah gejala-gelaja ng terkait seperti sakit kepala, sakit perut, gatal-gatal, sesak napas, jantung berdebar DAN TIDAK disaat ng sama merasa depresi seperti halusinasi. Kaidah 11 : Berkaitan dengan mood disorder atau psikotic disorder

17 51 ketegangan DAN YA selama 6 bulan anda mengalami cemas berlebihan dan gelisah ditambah gejala-gelaja ng terkait seperti sakit kepala, sakit perut, gatal-gatal, sesak napas, jantung berdebar DAN YA disaat ng sama merasa depresi seperti halusinasi. Kaidah 12 : Gangguan Stres Pasca Trauma (PTSD) ketegangan DAN YA mengalami rasa cemas ketika mengingat peristiwa traumatik ng parah DAN YA mengalami kejadian kembali disertai peningkatan ketegangan dengan menghindari dari hal-hal ng terkait dengan peristiwa traumatik DAN YA terjadi dalam waktu lebih dari 1 bulan. Kaidah 13 : Gangguan stres akut ketegangan DAN YA mengalami rasa cemas ketika mengingat peristiwa traumatik ng parah DAN mengalami kejadian kembali disertai peningkatan ketegangan dengan menghindari dari hal-hal ng terkait dengan peristiwa traumatik DAN TIDAK terjadi dalam waktu lebih dari 1 bulan. Kaidah 14 : Adjustment disorder with anxiety ketegangan DAN YA kecemasan muncul akibat dari situasi atau halhal baru ng membuat merasa stres atau suatu hal ng menyebabkan stres. Kaidah 15 : Anxiety disorder NOS ketegangan DAN YA gejala-gejala penting secara klinis sesuai dengan kriteria spesifik gangguan kecemasan. Kaidah 16 : No Anxiety disorder JIKA YA ketakutan, penghindaran, atau peningkatan ketegangan DAN TIDAK gejala-gejala penting secara klinis sesuai dengan kriteria spesifik gangguan kecemasan.

18 Pemilihan Mekanisme Inferensi Mekanisme inferensi adalah bagian dari sistem pakar ng melakukan penelusuran dengan menggunakan isi daftar aturan berdasarkan urutan pola tertentu. Selama proses konsultasi antar sistem dan pengguna, mekanisme inferensi menguji aturan satu demi satu sampai kondisi aturan itu benar. Dalam aplikasi ini, metode inferensi ng digunakan adalah forward chaining karena pelacakan diawali dengan keadaan awal berupa (informasi atau fakta ng ada) berupa gejala ng dialami oleh user, kemudian dicocokkan dengan aturan kaidah-kaidah ng terdapat pada basis pengetahuan sehingga didapat hasil ng diharapkan. Pada proses ini, pertama-tama user (pengguna) akan diberi pertanan. Pengguna dapat menjawab pertanan tersebut dengan atau. Dari jawaban tersebut, maka sistem akan menerima nomor gejala sesuai jawaban ng dipilih oleh user, nomor gejala tersebut merupakan id_pertanan pada setiap jawaban ng dipilih, selanjutn sistem akan melakukan pengecekan, apabila sesuai dengan database dan aturan ng ada, maka sistem akan menampilkan gejala berikutn. Tentun gejala ng tampil merupakan gejala ng berkaitan dan mengarah pada satu jenis gangguan kecemasan tertentu. Begitu seterusn sistem akan berjalan hingga didapatkan hasil diagnosis gangguan kecemasan ng sesuai dengan kaidah atau aturan ng ada Perancangan Struktur Navigasi Navigasi ng ada pada aplikasi web menunjukan sesuatu ng penting dan menjadi kata kunci usabilitas (usability) aplikasi. Usability adalah tingkat kualitas dari sistem ng mudah dipelajari, mudah digunakan dan mendorong pengguna untuk menggunakan sistem sebagai alat bantu positif dalam menyelesaikan tugas. Dalam konteks ini, ng dimaksud sebagai sistem adalah perangkat lunak atau halaman web. Jadi, navigasi dalam suatu aplikasi memegang peranan ng sangat penting terhadap keberhasilan suatu aplikasi. Dengan adan navigasi ng baik dan mudah dimengerti, user dapat menelusuri suatu aplikasi dengan nman.

19 53 Berikut adalah struktur navigasi pada aplikasi diagnosis gangguan kecemasan perhatikan gambar 3.8. Beranda Mulai Diagnosa Apa Itu Anxiety Penyebab Anxiety Profile Jawab Pertanan Hasil Diagnosa Gambar 3.8 Struktur Navigasi Struktur navigasi ini merupakan stuktur navigasi campuran ng merupakan gabungan antara struktur navigasi linier dan non linier. Struktur navigasi linier dapat dilihat pada bagian halaman mulai diagnosa, mulai dari proses menjawab pertanan sampai proses hasil diagnosis, ng merupakan suatu rangkaian dimana apabila user telah memilih halaman tersebut dan menjawab pertanan maka secara berurut akan diproses hingga menuju halaman hasil diagnosis, user dapat langsung ke halaman hasil diagnosis tanpa menjawab pertanan hingga selesai. Sedangkan struktur navigasi non-linear dapat dilihat dari hubungan antara beranda, mulai diagnosa, apa itu anxiety,

20 54 penyebab anxiety dan profile. Dimana pada halaman ini merupakan perjejakan bercabang ng berkedudukan sama Perancangan Interface Program Perancangan user interface merupakan perancangan halaman tampilan dalam aplikasi diagnosis ng akan dibuat. Perancangan user interface ini, merancang halaman dalam proses input maupun output dalam aplikasi diagnosis. Pada saat pertama kali user menjalankan aplikasi diagnosis gangguan kecemasan maka halaman pertama ng mereka jumpai adalah halaman beranda ng berisi informasi singkat mengenai aplikasi diagnosis gangguan kecemasan. Rancangan halamann dapat dilihat pada gambar 3.9. Gambar 3.9 Rancangan Halaman Menu Utama Pada halaman beranda terdapat menu-menu ng dapat dipilih oleh user (pengguna) untuk menampilkan halaman lain ng disediakan pada aplikasi diagnosis ini. Berikut ini penjelasan untuk setiap menun.

21 55 a. Mulai Diagnosa Halaman ini disediakan untuk user ng ingin mendiagnosis jenis gangguan kecemasan dengan menjawab pertanan-pertanan ng tertera pada antarmuka aplikasi. Gambar 3.10 Rancangan Halaman Mulai Diagnosa Setelah user memilih semua gejala ng dialamin, sesuai dengan aturan/kaidah pada basis pengetahuan maka user akan memperoleh hasil diagnosis mengenai gangguan kecemasan berupa nama jenis gangguan kecemasan, keterangan mengenai penjelasan singkat jenis gangguan tersebut, serta solusi pengobatan (treatment) baik terapi obat maupun terapi psikologis.

22 56 Gambar 3.11 Rancangan Halaman Hasil Diagnosis b. Apa Itu Anxiety Halaman ini berisi mengenai penjelasan anxiety beserta jenis-jenis ng termasuk dalam gangguan kecemasan (anxiety), informasi ng tertera pada aplikasi berdasarkan panduan DSM-IV atau Diagnostic and Statistic Manual Fourth Edition dan berdasarkan buku ng berkaitan. Gambar 3.12 Rancangan Halaman Apa Itu Anxiety

23 57 c. PenyebabAnxiety Halaman ini berisi mengenai hal-hal ng dapat menyebabkan terjadin gangguan kecemasan pada setiap individu. Gambar 3.13 Rancangan Halaman Penyebab Anxiety d. Profile Halaman ini berisi mengenai penjelasan singkat profile penulis beserta narasumber ng terkait. Gambar 3.14 Rancangan Halaman Profile

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Ansietas (anxiety) atau kecemasan adalah suatu keadaan emosional yang tidak menyenangkan yang ditandai oleh rasa ketakutan dan gejala fisik yang menegangkan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISA DAN PERANCANGAN SISTEM III.1 Analisa Analisa merupakan tahap awal yang harus dilakukan untuk memecahkan permasalahan yang sedang dihadapi. Tahap ini sangat penting karena dengan proses

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam

BAB IV PERANCANGAN SISTEM. dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 PERANCANGAN SISTEM Perancangan Sistem dapat didefenisikan sebagai penggambaran, perencanaan, dan pembuatan sketsa atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam

Lebih terperinci

APLIKASI DIAGNOSIS GANGGUAN KECEMASAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB DENGAN PHP DAN MYSQL

APLIKASI DIAGNOSIS GANGGUAN KECEMASAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB DENGAN PHP DAN MYSQL APLIKASI DIAGNOSIS GANGGUAN KECEMASAN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB DENGAN PHP DAN MYSQL Raka Yusuf 1, Harni Kusniyati 2, Yurike Nuramelia 3 Teknik Informatika, Fakultas Ilmu Komputer,

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Pengetahuan Alam dan Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas

BAB III METODE PENELITIAN. Pengetahuan Alam dan Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam dan Jurusan Budidaya Perairan Fakultas Pertanian

Lebih terperinci

TAKARIR. data atau informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran. Database

TAKARIR. data atau informasi dan transformasi data yang bergerak dari pemasukan data hingga ke keluaran. Database TAKARIR artificial intelligence backward chaining Data Flow Diagram (DFD) Database Decision Tree expert system forward chaining Flowchart Hardware Input Interface knowladge base Login Logout Output kecerdasan

Lebih terperinci

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilakukan di Jurusan Ilmu Komputer Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Lampung. Waktu penelitian dilakukan

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. Agam Krisna Setiaji

SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING. Agam Krisna Setiaji 1 SISTEM PAKAR UNTUK MENENTUKAN TIPE AUTISME PADA ANAK USIA 7-10 TAHUN MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Agam Krisna Setiaji Program Studi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Dian Nuswantoro,

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING SISTEM PAKAR ANALISIS PENYAKIT LUPUS ERITEMATOSIS SISTEMIK PADA IBU HAMIL MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING Sry Yunarti Program Studi Sistem Informasi STMIK Profesional Makassar [email protected]

Lebih terperinci

BAB III PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Rancangan Sistem Pakar Diagnosis Trafo Tenaga

BAB III PERANCANGAN SISTEM. 3.1 Rancangan Sistem Pakar Diagnosis Trafo Tenaga BAB III PERANCANGAN SISEM 3.1 Rancangan Sistem Pakar Diagnosis rafo enaga Perancangan sistem pada perangkat lunak untuk mendiagnosis trafo tenaga ini membutuhkan data gejala kerusakan, pertanyaan pengetahuan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejak dilahirkan hingga tumbuh dewasa manusia diciptakan dengan kecerdasan yang luar biasa, kecerdasan juga akan berkembang dengan pesat. Kecerdasan tersebut yang dapat

Lebih terperinci

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN 3.1 Analisis Untuk menghasilkan sistem pakar penyakit pada lambung antara lain adalah sakit maag (Gastritis), Dispepsia dan Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) yang baik

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER

APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT GINJAL DENGAN METODE DEMPSTER-SHAFER Aprilia Sulistyohati, Taufiq Hidayat Laboratorium Sistem Informasi dan Perangkat Lunak Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknologi

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan akan dimulai setelah tahap analisis terhadap sistem selesai dilakukan. Perancangan dapat didenifisikan sebagai penggambaran, perencanaan dan pembuatan sketsa atau

Lebih terperinci

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan Dan Manfaat

PENDAHULUAN 1. Latar Belakang 2. Rumusan Masalah 3. Tujuan Dan Manfaat PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Perkembangan ilmu kedokteran mengalami kemajuan pesat yang ditandai dengan ditemukannya penyakit-penyakit tropis baru yang belum teridentifikasi sebelumnya. Para dokter ahli

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS AUTISME DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS LAINNYA PADA ANAK BERBASIS WEB

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS AUTISME DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS LAINNYA PADA ANAK BERBASIS WEB SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSIS AUTISME DAN GANGGUAN PSIKOLOGIS LAINNYA PADA ANAK BERBASIS WEB TUGAS AKHIR OLEH : ARIK NUR ADITYA 0634010149 JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI UNIVERSITAS

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Untuk menghasilkan aplikasi sistem pakar yang baik diperlukan

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM. Untuk menghasilkan aplikasi sistem pakar yang baik diperlukan BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISEM 3.1 Analisis Untuk menghasilkan aplikasi sistem pakar yang baik diperlukan pembuatan knowledge base (basis pengetahuan) dan rule base (basis aturan) yang lengkap

Lebih terperinci

MERANCANG SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SKRIPSI

MERANCANG SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SKRIPSI MERANCANG SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Jenjang Strata Satu (S1) Pada Program

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM BAB IV PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan ini dibuat untuk

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. ABSTRAK... iv. MOTTO... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI... ix. DAFTAR GAMBAR...

DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL... i. LEMBAR PENGESAHAN... ii. ABSTRAK... iv. MOTTO... vi. KATA PENGANTAR... vii. DAFTAR ISI... ix. DAFTAR GAMBAR... DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL... i LEMBAR PENGESAHAN... ii ABSTRAK... iv MOTTO... vi KATA PENGANTAR... vii DAFTAR ISI... ix DAFTAR GAMBAR... xv DAFTAR TABEL... xix BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah...

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1 Analisa Sistem Kendala-kendala yang dihadapi pada sistem yang sedang berjalan yaitu : 1. Sebagian besar masyarakat tidak perduli akan penyakit yang dideritanya.

Lebih terperinci

SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM

SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM SISTEM CERDAS DIAGNOSA PENYAKIT AYAM PRASETYO ADHY PRABOWO Program Studi Ilmu Komputer, FIK Universitas Dian Nuswantoro Jl. Nakula I No. 5-11, Semarang, 50131 Abstrak : Seiring perkembangan tekhnologi,

Lebih terperinci

BAB I Pendahuluan. dirasakan meningkat pesat, terlebih lagi perkembangan di bidang teknologi. khususnya dalam menunjang kegiatan sehari-hari.

BAB I Pendahuluan. dirasakan meningkat pesat, terlebih lagi perkembangan di bidang teknologi. khususnya dalam menunjang kegiatan sehari-hari. BAB I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Pada masa sekarang ini perkembangan teknologi dan komunikasi dirasakan meningkat pesat, terlebih lagi perkembangan di bidang teknologi komputer yang mendorong penggunaan

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini akan dibahas mengenai sistem pakar mendiagnosa penyakit paru-paru berbasis client server yang meliputi analisa sistem yang sedang berjalan dan desain sistem.

Lebih terperinci

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN SISTEM PAKAR

BAB III ANALISA MASALAH DAN RANCANGAN SISTEM PAKAR BAB III AALISA MASALAH DA RACAGA SISTEM PAKAR 1.1 Sejarah Singkat Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk merupakan sarana kesehatan yang lahir berdasarkan peraturan pemerintah Republik Indonesia nomor 7 tahun

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. komputer adalah internet atau International Networking merupakan sarana

BAB I PENDAHULUAN. komputer adalah internet atau International Networking merupakan sarana 1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Dewasa ini, perkembangan teknologi komputer mengalami kemajuan yang sangat pesat. Salah satu sarana pendukung dalam kemajuan teknologi komputer adalah internet

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit THT merupakan salah satu jenis penyakit yang sering ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit THT merupakan salah satu jenis penyakit yang sering ditemukan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Teknologi semakin berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan setiap individu di berbagai bidang, seperti di bidang bisnis, pendidikan, psikologi, dan tentu saja

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Alur Metodologi Penelitian Adapun alur metodologi penelitian yang akan dipakai dalam menyelesaikan penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut: Gambar 3.1 Alur Metodologi

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar belakang

BAB 1 PENDAHULUAN Latar belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar belakang Perkembangan komputer dewasa ini telah mengalami banyak perubahan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Komputer yang

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR ASPHYXPERT UNTUK DIFERENSIAL DIAGNOSA DAN TATALAKSANA PENANGANAN DINI UNTUK PENYAKIT SESAK NAPAS. KHAIRUNNISA, S.Pd., M.

SISTEM PAKAR ASPHYXPERT UNTUK DIFERENSIAL DIAGNOSA DAN TATALAKSANA PENANGANAN DINI UNTUK PENYAKIT SESAK NAPAS. KHAIRUNNISA, S.Pd., M. SISTEM PAKAR ASPHYXPERT UNTUK DIFERENSIAL DIAGNOSA DAN TATALAKSANA PENANGANAN DINI UNTUK PENYAKIT SESAK NAPAS KHAIRUNNISA, S.Pd., M.Cs Abstrak. Sistem pakar adalah suatu program komputer yang dibuat berdasarkan

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM 24 BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Yang Berjalan Analisa sistem pada ng berjalan bertujuan untuk mengidentifikasi serta melakukan evaluasi terhadap sistem pakar mendiagnosa kanker

Lebih terperinci

(hiperglisemia) yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Sedangkan terapi dalam bidang farmakologi kedokteran mempelajari bagaimana penggunaan

(hiperglisemia) yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Sedangkan terapi dalam bidang farmakologi kedokteran mempelajari bagaimana penggunaan (hiperglisemia) yang disebabkan oleh kekurangan hormon insulin. Sedangkan terapi dalam bidang farmakologi kedokteran mempelajari bagaimana penggunaan dan interaksi obat yang benar yaitu meliputi cara pemberian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. fisik, kesehatan mental haruslah mendapat perhatian yang sama. Bahkan gangguan

BAB 1 PENDAHULUAN. fisik, kesehatan mental haruslah mendapat perhatian yang sama. Bahkan gangguan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kesehatan adalah hal berharga bagi kehidupan manusia, oleh karenanya setiap orang hendaknya menjaga kesehatan dari berbagai macam penyakit. Tidak hanya kesehatan

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pada saat ini teknologi dan pengetahuan kemajuannya sangat pesat,kemajuan teknologi dan pengetahuan juga berkembang pesat di bidang kesehatan, selain itu hal ini juga

Lebih terperinci

LAPORAN SKRIPSI SISTEM PAKAR PENDIAGNOSA PENYAKIT SYARAF PUSAT. Oleh : Adistia Pradika Saputra

LAPORAN SKRIPSI SISTEM PAKAR PENDIAGNOSA PENYAKIT SYARAF PUSAT. Oleh : Adistia Pradika Saputra LAPORAN SKRIPSI SISTEM PAKAR PENDIAGNOSA PENYAKIT SYARAF PUSAT Oleh : Adistia Pradika Saputra 2009-51-142 PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MURIA KUDUS 2012 UNIVERSITAS MURIA

Lebih terperinci

CARA MENGGUNAKAN APLIKASI

CARA MENGGUNAKAN APLIKASI CARA MENGGUNAKAN APLIKASI Untuk menjalankan aplikasi sistem pakar untuk melakukan diagnosis penyakit jantung dengan teorema bayes, yaitu : Jalankan aplikasi sistem pakar dengan memilih toolbar start pada

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT UMUM YANG SERING DIDERITA BALITA BERBASIS WEB DI DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG

SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT UMUM YANG SERING DIDERITA BALITA BERBASIS WEB DI DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG Jurnal Komputer dan Informatika (KOMPUTA) 65 SISTEM PAKAR MENDIAGNOSA PENYAKIT UMUM YANG SERING DIDERITA BALITA BERBASIS WEB DI DINAS KESEHATAN KOTA BANDUNG Tati Harihayati 1, Luthfi Kurnia 2 1,2 Program

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Hal ini yang

BAB I PENDAHULUAN. seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Hal ini yang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan komputer dewasa ini mengalami perkembangan yang sangat pesat, seiring dengan kebutuhan manusia yang semakin banyak dan kompleks. Hal ini yang

Lebih terperinci

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pada metode forward chaining ini ada 2 cara yang dapat dilakukan untuk melakukan pencarian, yaitu, Ignizio Dalam (Kusrini, 2006) 1. Dengan memasukan semua data yang tersedia kedalam

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. diagnosa penyakit pada Kanker Rahim dengan menggunakan metode certainty

BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM. diagnosa penyakit pada Kanker Rahim dengan menggunakan metode certainty BAB III ANALISIS DAN DESAIN SISTEM Pada bab ini penulis akan membahas mengenai perancangan sistem pakar diagnosa penyakit pada Kanker Rahim dengan menggunakan metode certainty Factor yang meliputi analisa

Lebih terperinci

MERANCANG SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SKRIPSI

MERANCANG SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SKRIPSI MERANCANG SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SKRIPSI Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Jenjang Strata Satu (S1) Pada Program

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini sangat berkembang pesat

BAB 1 PENDAHULUAN. Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini sangat berkembang pesat BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini sangat berkembang pesat sehingga memberikan kemudahan bagi semua kalangan. Dengan adanya kemajuan teknologi

Lebih terperinci

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM

BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM BAB III ANALISA DAN DESAIN SISTEM III.1. Analisa Sistem Analisa sistem pada penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan sistem yang sedang berjalan yang terdiri dari input, proses, dan output sistem sehingga

Lebih terperinci

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis

STIKOM SURABAYA BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah. Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia.

Lebih terperinci

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING

APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING APLIKASI SISTEM PAKAR UNTUK MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT DALAM PADA MANUSIA MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING 1 Diah Malis Oktaviani (0089), 2 Tita Puspitasari (0365) Program Studi Teknik Informatika Universitas

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang 1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Penerapan ilmu komputer semakin meluas ke berbagai bidang, salah satunya di bidang kesehatan. Hal ini mendorong para ahli untuk semakin mengembangkan komputer agar

Lebih terperinci

TAKARIR. : kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan. secara logika. : penalaran yang dimulai dari fakta menuju konklusi

TAKARIR. : kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan. secara logika. : penalaran yang dimulai dari fakta menuju konklusi TAKARIR Admin Analysis Database : administrator : analisis : kumpulan file atau tabel yang saling berhubungan yang disimpan dalam media penyimpanan elektronis Data flow diagram Delete Design Edit Expert

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. akut, TBC, diare dan malaria (pidato pengukuhan guru besar fakultas

BAB I PENDAHULUAN. akut, TBC, diare dan malaria (pidato pengukuhan guru besar fakultas BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Di negara yang sedang berkembang, khususnya di puskesmas sangat sulit dijumpai tenaga ahli kesehatan (spesialis), padahal orang tua sangat membutuhkan dokter spesialis

Lebih terperinci

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada bab analisis dan perancangan sistem, akan dijelaskan proses analisis dan perancangan sistem yang hendak dibangun. Proses analisis sistem, tahapan yang harus

Lebih terperinci

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. berkaitan dan berinteraksi yang bertanggung jawab dalam memproses input

BAB 3 PERANCANGAN SISTEM. berkaitan dan berinteraksi yang bertanggung jawab dalam memproses input BAB 3 PERANCANGAN SISTEM Perancangan sistem merupakan kumpulan dari beberapa elemen yang saling berkaitan dan berinteraksi yang bertanggung jawab dalam memproses input sehingga menghasilkan sebuah output

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. dan akurat. Untuk itu komputer dijadikan sebagai salah satu alat yang mendukung

BAB I PENDAHULUAN. dan akurat. Untuk itu komputer dijadikan sebagai salah satu alat yang mendukung BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Kemajuan teknologi komputer saat ini sangat pesat, pada sisi lain persoalan yang dihadapi manusia semakin banyak dan memerlukan penyelesaian yang cepat dan akurat.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. serta terkadang sulit untuk menemui seorang ahli/pakar dalam keadaan

BAB I PENDAHULUAN. serta terkadang sulit untuk menemui seorang ahli/pakar dalam keadaan 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN Penyakit pada kucing, seringkali membuat pemiliknya merasa bingung karena kurangnya pengetahuan pemilik tentang penyakit binatang tersebut. Permasalahan yang sering

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM 50 BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1. Perancangan Sistem Perancangan Sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah kedalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi.

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSURATAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA JAKARTA

PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSURATAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA JAKARTA Konferensi Nasional Ilmu Sosial & Teknologi (KNiST) Maret 2016, pp. 161~166 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PERSURATAN PADA BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA JAKARTA Irza asrita 1, Oky Irnawati 2 1 AMIK BSI Jakarta

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN BAB III METODOLOGI PENELITIAN Bab ini berisikan tentang metodologi penelitian yang dilakukan dalam pelaksanaan penelitian agar hasil yang dicapai tidak meyimpang dari tujuannya. Adapun metodologi penelitian

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah 12 BAB 1 PENDAHULUAN 1. 1 Latar Belakang Masalah Komputer telah berkembang sebagai alat pengolah data, penghasil informasi dan turut berperan dalam pengambilan keputusan. Bahkan para ahli komputer masih

Lebih terperinci

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN

BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN BAB III DESAIN DAN PERANCANGAN 3.1 Perancangan Aplikasi Dalam perancangan aplikasi Sistem Konsultasi Kerusakan Komputer, terdapat beberapa perangkat lunak dan perangkat keras yang digunakan penulis guna

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara

BAB 1 PENDAHULUAN. Universitas Sumatera Utara BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah Sistem Pakar adalah salah satu cabang dari kecerdasan buatan yang membuat penggunaan secara luas knowledge yang khusus untuk penyelesaian masalah tingkat manusia

Lebih terperinci

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Penjelasaan Tentang Arti Sistem Sistem dapat diartikan sesuatu jaringan kerja yang terdiri dari prosedur-prosedur untuk saling berhubungan, saat melakukan suatu kegiatan agar

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot

BAB I PENDAHULUAN. tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot BAB I PENDAHULUAN I.1. Latar Belakang Penyakit Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA MANUSIA

PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA MANUSIA PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING DAN CERTAINTY FACTOR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT MATA MANUSIA Meilisa Roslina Simamora Jurusan Sistem Informasi STMIK PalComTech Palembang Abstrak Mata sebagai jendela dunia

Lebih terperinci

APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT ANAKMELALUI SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION YOSEPHIN ERLITA KRISTANTI

APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT ANAKMELALUI SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION YOSEPHIN ERLITA KRISTANTI APLIKASI DIAGNOSA PENYAKIT ANAKMELALUI SISTEM PAKAR MENGGUNAKAN JAVA 2 MICRO EDITION YOSEPHIN ERLITA KRISTANTI Fakultas Teknologi Industri Universitas Gunadarma ABSTRAK Hampir tidak ada penyakit anak yang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Rumusan Masalah BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Diagnosis penyakit yang diderita oleh seorang penderita harus dapat dilakukan dengan tepat dan akurat, karena kesalahan diagnosis berakibat fatal dan bisa membahayakan

Lebih terperinci

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, forward chaining, dempster shafer.

ABSTRAK. Kata kunci : sistem pakar, forward chaining, dempster shafer. ABSTRAK Sistem pakar merupakan sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang

Lebih terperinci

Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Backward Chaining

Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Backward Chaining Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit Kucing Menggunakan Metode Backward Chaining Mardiah Fadhli Politeknik Caltex Riau Jl. Umbansari No.1, telp/fax: 0761 53939/0761 554224 e-mail: [email protected] Abstrak

Lebih terperinci

BAB IV HASIL DAN UJI COBA

BAB IV HASIL DAN UJI COBA 107 BAB IV HASIL DAN UJI COBA IV.1. Tampilan Hasil Berikut ini dijelaskan tentang tampilan hasil dari analisa dan rancang bangun aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa gangguan menstruasi dengan metode

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Obat merupakan substansi yang dapat mengurangi gejala hingga menyembuhkan penyakit. Obat-obatan banyak yang beredar dan dijual bebas di pasaran. Ada yang bebas dibeli,

Lebih terperinci

Sistem Pakar Perkembangan Anak Usia 0-12 Bulan Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining

Sistem Pakar Perkembangan Anak Usia 0-12 Bulan Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining Sistem Pakar Perkembangan Anak Usia 0-12 Bulan Berbasis Web Dengan Metode Forward Chaining M. Rosidi Zamroni, Choirul Anggun Cahyanti, Ahmad Jalaluddin 1) Program Studi Teknik Informatika Universitas Islam

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sejarah internet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. pesat terutama pada dunia komputer memberikan kita wawasan yang luas

BAB I PENDAHULUAN. pesat terutama pada dunia komputer memberikan kita wawasan yang luas BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Seiring perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat dan pesat terutama pada dunia komputer memberikan kita wawasan yang luas sehingga kita dapat memperoleh

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Thyroid adalah kelenjar endokrin manusia berbentuk menyerupai kupu-kupu yang terletak di bagian leher. Namun, kelenjar kecil yang memiliki fungsi yang signifikan bagi

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Perancangan Sistem Perancangan sistem adalah suatu gambaran sketsa sistem atau pengaturan dari beberapa elemen yang terpisah ke dalam kesatuan yang utuh dan berfungsi. Perancangan

Lebih terperinci

PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS AWAL DEMAM BERDARAH

PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS AWAL DEMAM BERDARAH PENERAPAN METODE FORWARD CHAINING PADA PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS AWAL DEMAM BERDARAH [1] Sri Lestanti, [2] Sabitul Kirom, dan [3] Dini Kustiari [1],[2,[3] Universitas Islam Balitar Abstrak: Demam

Lebih terperinci

Bab I. Pendahuluan. terbangun secara sempurna. Kebanyakan dari kalangan orang tua juga sering kali

Bab I. Pendahuluan. terbangun secara sempurna. Kebanyakan dari kalangan orang tua juga sering kali 1 Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah Penyakit anak yang disebabkan virus sangat rentan terjadi pada anak-anak, hal tersebut disebabkan oleh sistem imunitas yang ada didalam tubuh anak belum terbangun

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR

SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT KANKER PAYUDARA MENGGUNAKAN CERTAINTY FACTOR Aswita Andini Dea Fani Aneke Putri Jurusan Sistem Informasi STMIK PALCOMTECH Palembang Abstrak Sistem pakar untuk diagnosa penyakit

Lebih terperinci

DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH

DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE PENELUSURAN FORWARD CHAINNING-DEPTH FIRST SEARCH Putri Kurnia Handayani Jurusan Sistem Informasi Universitas Muria Kudus PO BOX 53 Gondangmanis Kudus e-mail : [email protected]

Lebih terperinci

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM BAB IV ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM Pada proses penyusunan laporan kerja praktik peneliti melakukan proses penghimpunan data yang akan digunakan sebagai dasar kebutuhan sistem penjualan obat. Penghimpunan

Lebih terperinci

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Pada Klinik Umum Kebon Jahe Berbasis Web Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining

Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Pada Klinik Umum Kebon Jahe Berbasis Web Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Menular Pada Klinik Umum Kebon Jahe Berbasis Web Dengan Menggunakan Metode Forward Chaining Rahmat Tullah 1, Syaipul Ramdhan 2, Nasrullah Mubarak Padang 3 1,2 Dosen STMIK

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT DBD (DEMAM BERDARAH DENGUE) DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB 1 Irman Hariman, M.T. 2 Andri Noviar 1 Program Studi Teknik Informatika STMIK LPKIA Jln.

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN. Lulusan kedokteran gigi di tuntut untuk menyelesaikan pasien dengan

BAB I PENDAHULUAN. Lulusan kedokteran gigi di tuntut untuk menyelesaikan pasien dengan BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Lulusan kedokteran gigi di tuntut untuk menyelesaikan pasien dengan berbagai macam penyakit mulut, jaringan keras gigi dan jaringan lunak mulut. Kelainan jaringan

Lebih terperinci

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SYARAF PUSAT DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB

SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SYARAF PUSAT DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB LAPORAN SKRIPSI SISTEM PAKAR UNTUK MENDIAGNOSA PENYAKIT SYARAF PUSAT DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS WEB Laporan ini disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan program studi Sistem

Lebih terperinci

NASKAH PUBLIKASI. SISTEM PAKAR PERAWATAN FACIAL ACNE PADA KLINIK dr.ve MEDICAL DERMATIC BERBASIS WEB

NASKAH PUBLIKASI. SISTEM PAKAR PERAWATAN FACIAL ACNE PADA KLINIK dr.ve MEDICAL DERMATIC BERBASIS WEB NASKAH PUBLIKASI SISTEM PAKAR PERAWATAN FACIAL ACNE PADA KLINIK dr.ve MEDICAL DERMATIC BERBASIS WEB OLEH : Riski Megawati 2012.01.0023 PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA

Lebih terperinci

BAB II LANDASAN TEORI

BAB II LANDASAN TEORI BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Konsep Dasar Program Konsep dasar program merupakan suatu gambaran dari program aplikasi yang akan dibangun. Sekarang ini, semua perusahaan pastinya sudah harus terkomputerisasi.

Lebih terperinci

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. bertempat di jalan Raya Batujajar Cimareme Padalarang.

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN. bertempat di jalan Raya Batujajar Cimareme Padalarang. 39 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3.1 Objek Penelitian Objek penelitian dalam penelitian ini adalah Balai Pengobatan Sumber Medika yaitu suatu Yayasan yang bergerak dalam bidang kesehatan masyarakat,

Lebih terperinci

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem

Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem Bab 3 Metode dan Perancangan Sistem Metode adalah cara atau prosedur yang dipergunakan untuk memecahkan suatu masalah penelitian. Sedangkan penelitian adalah suatu proses dalam menemukan sesuatu, baik

Lebih terperinci

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang dan Permasalahan Dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan penduduk salah satunya adalah menanggulangi penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), mulai dari tindakan

Lebih terperinci

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. ABSTRACT... ii. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... vi. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR TABEL... xiv. DAFTAR SIMBOL...

DAFTAR ISI. ABSTRAK... i. ABSTRACT... ii. KATA PENGANTAR... iii. DAFTAR ISI... vi. DAFTAR GAMBAR... xi. DAFTAR TABEL... xiv. DAFTAR SIMBOL... DAFTAR ISI ABSTRAK... i ABSTRACT... ii KATA PENGANTAR... iii DAFTAR ISI... vi DAFTAR GAMBAR... xi DAFTAR TABEL... xiv DAFTAR SIMBOL... xvi BAB I PENDAHULUAN... 1 1.1 Latar Belakang... 1 1.2 Identifikasi

Lebih terperinci

BAB IV PERANCANGAN SISTEM

BAB IV PERANCANGAN SISTEM BAB IV PERANCANGAN SISTEM 4.1 Prosedur Usulan Perhitungan Harga Pokok Produk Di bawah ini adalah usulan prosedur perhitungan harga pokok produk dan pemberian label dengan menggunakan metode Specific Identification

Lebih terperinci

Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Asma

Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Asma Aplikasi Sistem Pakar Diagnosis Penyakit Asma Rachmawati 1, Dhami Johar Damiri 2, Ate Susanto 3 Jurnal Algoritma Sekolah inggi eknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No. 1 Jayaraga Garut 44151 Indonesia Email

Lebih terperinci

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem Pakar adalah program AI yang menggabungkan basis pengetahuan

BAB 1 PENDAHULUAN. Sistem Pakar adalah program AI yang menggabungkan basis pengetahuan BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Sistem Pakar adalah program AI yang menggabungkan basis pengetahuan dengan sistem inferensi. Program merupakan bagian software spesialisasi tingkat tinggi yang berusaha

Lebih terperinci

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2009/2010

STMIK GI MDP. Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2009/2010 STMIK GI MDP Program Studi Teknik Informatika Skripsi Sarjana Komputer Semester Ganjil Tahun 2009/2010 SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT KULIT WAJAH Dewi Khatina Kusuma 2006250102 Desi Febrianti M.P.

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Universitas Lampung. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester 8 tahun

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Universitas Lampung. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester 8 tahun BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilakukan di lingkungan jurusan Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam dan Bidang Proteksi Tanaman Fakultas

Lebih terperinci

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 63 BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Desain Penelitian Studi Literatur Sistem Pakar Forward Chaining Wawancara Pakar Studi Literatur Permasalahan Perawatan Penderita DBD Sebaran Angket Aturan/Kaidah Data

Lebih terperinci

PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT SYARAF PADA WAJAH BERBASIS WEB

PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT SYARAF PADA WAJAH BERBASIS WEB PERANCANGAN SISTEM PAKAR DIAGNOSIS PENYAKIT SYARAF PADA WAJAH BERBASIS WEB Encep Fuad Aziz 1, Dhami Johar Damiri 2, Dini Destiani 3 Jurnal Algoritma Sekolah Tinggi Teknologi Garut Jl. Mayor Syamsu No.

Lebih terperinci