Introduction. Nursyamsuddin

dokumen-dokumen yang mirip
Draft 2010 PANDUAN PELAKSANAAN SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA

PANDUAN LAYANAN KELAS INTERNASIONAL

Halimatus Sa diyah Universitas Negeri Malang

RINTISAN SISTEM SKS SMA NEGERI 78 JAKARTA. oleh: Tim Pengembang Kurikulum

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 PARE

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 3

KURIKULUM SMA NEGERI 1 KARTASURA TAHUN PELAJARAN 2013 / 2014 DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN SUKOHARJO SMA NEGERI 1 KARTASURA

PENYUSUNAN LAPORAN HASIL BELAJAR (LHB) PESERTA DIDIK SMA

PERATURAN AKADEMIK KTSP G-78. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMA Negeri 78 Jakarta dengan Menerapkan Sistem Paket dan Rintisan SKS

DAFTAR HADIR A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2

IMPLIKASI UU DAN PP THD PENGEMBANGAN KURIKULUM PUSAT KURIKULUM - BALITBANG DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL. Puskur Balitbang 1

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM)

BAB I PENDAHULUAN. Peraturan akademik ini disusun untuk meningkatkan kualitas layanan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan di SMA Negeri 1 Pare.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 19 TAHUN 2005 Tentang STANDAR NASIONAL PENDIDIKAN

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DENGAN SKS MODEL KONTINYU PADA PROGRAM PERCEPATAN DAN PENGAYAAN SMAN 2 KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2016/2017

KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KURIKULUM

PEMBUKAAN PENGANTAR KEPALA SEKOLAH AGENDA MENJELANG UNBK UJIAN PRAKTEK, USBN, UNBK DAN SNMPTN

Susunan Acara 1. Pembukaan 2. Sambutan Pengurus Komite 3. Presentasi Profil dan Program Sekolah tahun 2012/ Sosialisasi wajib belajar 12 tahun

Farida Nurhasanah. Universitas Sebelas Maret Surakarta 2011

IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 DENGAN SKS PROGRAM PERCEPATAN DAN PENGAYAAN SMAN 2 KOTA TANGERANG SELATAN TAHUN PELAJARAN 2015/2016

STRUKTUR KURIKULUM SMK/MAK (GENERIK)

PANDUAN PENYELENGGARAAN SISTEM KREDIT SEMESTER UNTUK SEKOLAH MENENGAH PERTAMA/MADRASAH TSANAWIYAH DAN SEKOLAH MENENGAH ATAS/MADRASAH ALIYAH

PEMERINTAH KOTA KENDARI DINAS PENDIDIKAN NASIONAL

PERATURAN AKADEMIS SMA NEGERI 2 MADIUN TAHUN PELAJARAN 2011/2012. C. Landasan

BIDANG KURIKULUM ( Sugiyanta (SMAN 48 Jakarta) /

BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1 Latar Belakang

SOSIALISASI UJIAN SEKOLAH DAN UJIAN NASIONAL TAHUN 2016/2017 SMA NEGERI 78 JAKARTA

TUGAS KELOMPOK PEMETAAN INDIKATOR BERDASARKAN KD

KTSP DAN IMPLEMENTASINYA

I. PENDAHULUAN. setiap jenis dan jenjang pendidikan. Menurut UU Sistem Pendidikan Nasional

INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KTSP KOTA TANGERANG SELATAN PROVINSI BANTEN

No Item Penilaian Keterangan/ Bukti Fisik

KTSP KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN

Kasi. Kurikulum dan Penilaian SMP dan SMA BID. SMP dan SMA DISDIK PROV. DKI JAKARTA

PENGEMBANGAN KURIKULUM SATUAN PENDIDIKAN SMK

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun Loi em noi cho tinh chung ta, nhu doan

Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA TAHUN PELAJARAN 2010 /2011. Digunakan untuk kalangan sendiri SMA NEGERI 1 WARUNGKIARA

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

LAPORAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK SEKOLAH MENENGAH ATAS... Alamat Sekolah:... LOGO PEMDA /SEKOLAH. Nama Peserta Didik :...

SOSIALISASI UJIAN NASIONAL (UN) DAN UJIAN SEKOLAH (US) TAHUN 2015 SUKSES US, UN DAN SNMPTN 2015

PANDUAN PELAKSANAAN PROGRAM RINTISAN SKS

RANCANGAN PENILAIAN HASIL BELAJAR

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 23 TAHUN 2006 Tentang STANDAR KOMPETENSI KELULUSAN (SKL)

KELULUSAN. Selasa, 4 Februari 2014

UJIAN NASIONAL (UN) UJIAN SEKOLAH BERSTANDAR NASIONAL (USBN) DAN UJIAN SEKOLAH (US)

PEMERINTAH KOTA SERANG DINAS PENDIDIKAN

VALIDASI. DOKUMEN KURIKULUM / KTSP 2013 ) Tahun Pelajaran 2014 / 2015 INSTRUMEN VALIDASI/VERIFIKASI DOKUMEN KURIKULUM / KTSP 2013

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang STANDAR ISI (SI) Sosialisasi KTSP

1. Program keahlian melaksanakan kurikulum berdasarkan muatan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)

PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

MKF403: S1 PTI & PTE Pertemuan ke-2

Laporan Hasil Belajar Peserta Didik SMA

PENGERTIAN KTSP DAN PENGEMBANGAN SILABUS DALAM KTSP. Oleh Dr. Jumadi

SMP NEGERI 1 SEMARAPURA Jalan Teratai, Semarapura Kelod, Klungkung Website:

PERATURAN SMA NEGERI 1 KARANGANYAR Nomor : 800/ 303 /2010

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB II SISTEM PENDIDIKAN

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 muatan KTSP

HAYAT AL RAKHA

Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) muatan KTSP. Melaksanakan kurikulum berdasarkan 8 (delapan) muatan KTSP.

Pelaksanaan SI dan SKL

Peraturan Mendiknas Nomor: 20 Tahun tentang STANDAR PENILAIAN DIREKTORAT PEMBINAAN SMA

1. Sekolah/Madrasah melaksanakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Melaksanakan kurikulum berdasarkan 9 (sembilan) komponen muatan KTSP.

BAB V TABEL STRUKTUR KURIKULUM MADRASAH IBTIDAIYAH, MADRASAH TSANAWIYAH, DAN MADRASAH ALIYAH

Kata Pengantar. Jakarta, Januari Tim Penyusun

DAFTAR ISI. Contents A. LATAR BELAKANG B. TUJUAN C. RUANG LINGKUP KEGIATAN D. UNSUR YANG TERLIBAT E. REFERENSI...

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL NOMOR 22 TAHUN 2006 TANGGAL 23 MEI 2006 STANDAR ISI BAB I PENDAHULUAN

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 35 B. TUJUAN 35 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 36 D. UNSUR YANG TERLIBAT 36 E. REFERENSI 36 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 37

PERATURAN AKADEMIK SMAN 1 KENDARI BAB I KETENTUAN UMUM. Pasal 1

INFORNASI AKADEMIK SMA NEGERI 78 TAHUN PELAJARAN 2014/2015

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah

Kurikulum 2013 MANAJEMEN PEMBELAJARAN KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

2. KTSP dikembangkan oleh program keahlian dengan melibatkan berbagai pihak sesuai dengan tahapan penyusunan KTSP.

STANDAR PENILAIAN (Permen No. 20 Th. 2007)

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Pendidikan merupakan pusat bagi kemajuan sebuah bangsa, melalui

PENGEMBANGAN KURIKULUM TINGKAT SATUAN PENDIDIKAN (KTSP)

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 144 B. TUJUAN 144 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 144 D. UNSUR YANG TERLIBAT 145 E. REFERENSI 145 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 145

PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SARJANA FARMASI & PROFESI APOTEKER

BAB III GAMBARAN UMUM SMP NEGERI 1 TRAGAH BANGKALAN. A. Sejarah Singkat SMP Negeri 1 Tragah Bangkalan.

Standar Kompetensi Lulusan Acuan Standar Lain

BAB III ANALISIS KURIKULUM SMK

PERATURAN AKADEMIK SMA NEGERI 3 BATAM TAHUN PELAJARAN 2018/2019

Departemen Pendidikan Nasional. Sosialisasi KTSP

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

BAB I PENDAHULUAN. Adanya nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) setiap mata pelajaran. merupakan salah satu muatan penting Kurikulum Tingkat Satuan

Model Penyelenggaraan Peminatan Kurikulum 2013 di SMA KATA PENGANTAR. 2014,Direktorat Pembinaan SMA-Ditjen Pendidikan Menengah ii

SOSIALISASI PANDUAN AKADEMIK PROGRAM STUDI AKUNTANSI FE - UST TAHUN AKADEMIK 2015/2016

Model Penyelenggaraan Peminatan di SMA

SOSIALISASI AKADEMIK PRODI MANAJEMEN FE-UST

BIODATA CALON PESERTA DIDIK SMA Negeri 1 Cianjur

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 1 B. TUJUAN 1 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN 1 D. UNSUR YANG TERLIBAT 2 E. REFERENSI 2 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 2

SOSIALISASI PROGRAM/ KEGIATAN

BAB II STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

DAFTAR ISI A. LATAR BELAKANG 33 B. TUJUAN 33 C. RUANG LINGKUP KEGIATAN D. UNSUR YANG TERLIBAT 34 E. REFERENSI 34 F. PENGERTIAN DAN KONSEP 34

PERATURAN AKADEMIK TAHUN PELAJARAN 2016/2017

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. pendidikan, manusia dapat mengembangkan diri untuk menghadapi tantangan

Transkripsi:

Oleh Nursyamsuddin

Introduction Lahir di Purwakarta, 7 Oktober 1967 SD, SMP, SMA di Purwakarta S-1 Fisika di Jakarta S-2 Magister Manajemen dan Magister Pendidikan di Jakarta Berkeluarga; 2 orang putra 1 orang putri Mengajar Fisika di SMA 78 sejak 1994 Tim Pengembang KBK Dikdasmen Depdiknas Fasilitator di beberapa provinsi dan di luar negeri (Depdiknas & Deplu) Juri tingkat nasional lomba software pembelajaran Nursyamsuddin Alamat: Serpong BSD City Tangerang Banten Penulis Multimedia Pustekkom Depdiknas telp. 98220233/081514424997, email: nursyamsmun78@yahoo.com

Beban belajar untuk SMA/MA/SMLB, SMK/MAK atau bentuk lain yang sederajat pada jalur pendidikan formal kategori mandiri dinyatakan dalam satuan kredit semester Sekolah Kategori Mandiri adalah Sekolah yang telah memenuhi atau hampir memenuhi Standar Nasional Pendidikan Khusus SMA/MA/SMLB, SMK/MAK, atau bentuk lain yang sederajat yang berkategori mandiri harus menerapkan sistem SKS jika menghendaki tetap berada pada kategori mandiri

Sekolah dapat melayani kebutuhan dan potensi peserta didik yang beragam dalam hal: Kecepatan belajarnya Potensi dan kebutuhannya sesuai dengan pilihan karier Minatnya terhadap mata pelajaran Sekolah dapat memaksimalkan hasil belajar peserta didik, karena mereka belajar sesuai dengan potensi, kebutuhan dan minatnya. Sekolah juga dapat mengembangkan kemandirian peserta didik dalam menentukan pilihan karier dan mata pelajaran yang dibutuhkan. Sekolah dapat melayani peserta didik yang memiliki kecepatan belajar diatas rata-rata secara alamiah dan beragam. Sehingga tidak ada lagi kelas akselerasi yang selama ini terkesan dipaksa untuk diseragamkan. Peserta didik dapat dikurangi beban jumlah mata pelajaran yang selama ini terlalu banyak. Sehingga peserta didik dapat mencapai kompetensi mata pelajaran lebih luas dan mendalam.

Sistem kredit semester adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya menentukan sendiri beban belajar dan mata pelajaran yang diikuti setiap semester Beban belajar satu sks meliputi satu jam pembelajaran tatap muka, satu jam penugasan terstruktur, dan satu jam kegiatan mandiri tidak terstruktur.

Mata Pelajaran Mata Pelajaran Wajib Mata pelajaran Pilihan Muatan Lokal Pengembangan Wawasan Pembekalan Kecakapan Pengembangan Diri Pengembangan potensi non akademis Tugas perkembangan

NO KOMPONEN BEBAN sks A Mata Pelajaran 1. Mata Pelajaran Wajib 76 3. Mata Pelajaran Pilihan 38 B Muatan Lokal 2 C Pengembangan Diri

NO MATA PELAJARAN BEBAN BELAJAR 1. Pendidikan Agama 6 sks 2. Pendidikan Kewarganegaraan 6 sks 3. Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 4 sks 4. Seni Budaya 4 sks 5. Bahasa Asing 4 sks 6. Sejarah Umum 2 sks 7. Teknologi Informasi dan Komunikasi 2 sks 8 IPA (Fisika 1, Kimia 1, dan Biologi 1) 6 sks 9. IPS (Ekonomi 1, Geografi 1, dan Sosiologi 1) 6 sks

NO MATA PELAJARAN BEBAN BELAJAR 1. Bahasa Indonesia 12 sks 2. Bahasa Inggris 12 sks 3. Matematika 14sks

NO MATA PELAJARAN (BEBAN BELAJAR) JURUSAN IPA JURUSAN IPS 1. Fisika 12 sks Ekonomi 12 sks 2. Kimia 12 sks Sosiologi 10 sks 3. Biologi 12 sks Geografi 10 sks 4. Matematika Lanjutan 2 sks Sejarah 6 sks 5. Muatan Lokal (PLKHJ, Robotika, atau Sinematografi 2 sks Muatan Lokal (PLKHJ, Robotika, atau Sinematografi 2 sks

Beban belajar total 116 s.d. 120 SKS Beban belajar rata-rata 20 SKS per semester selama 6 semester 24 SKS per semester selama 5 semester 30 SKS per semester selama 4 semester 18 SKS per semester selama 7 semester 16 SKS per semester selama 8 semester Massa studi maksimum adalah 10 semester atau 5 tahun

KEGIATAN TATAP MUKA TERJADWAL TUGAS TERSTRUKTUR TERJADWAL MANDIRI TIDAK TERSTRUKTUR STRATEGI PEMBELAJARAN EKSPOSITORI DIRECT INSTRUCTION DISCOVERI INQUIRY PROBLEM BASED LEARNING PENUGASAN PERAN GURU INSTRUKTUR NARASUMBER FASILITATOR FASILITATOR SUMBER BELAJAR KONSELOR ASSESSOR EVALUATOR

Beban 1 SKS Bagi Guru Bagi Peserta Didik Kegiatan Tatap Muka Instruksional 45 menit terjadwal Wajib mengikuti kegiatan instruksional terjadwal Kegitaan Tugas Terstruktur Tutorial 45 menit terjadwal Wajib melaksanakan praktik/inquiry/ diskusi/ presentasi hasil kerja terjadwal Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur Perancangan tugas dan evaluasi tugastugas, pembinaan akademik Melaksanakan tugas-tugas secara mandiri (Tugas PR, menulis laporan/paper)

No Mata Pelajaran Beban Belajar 1. Pendidikan Agama 1 2 sks 2. Bahasa Indonesia 1 2 sks 3. Bahasa Inggris 1 2 sks 4. Matematika 1 2 sks 5. IPA Fisika 1 2 sks Kimia 1 2 sks Biologi 1 2 sks 6. IPS Ekonomi 1 2 sks Sosiologi 1 2 sks Geografi 1 2 sks

Memimiliki karakteristik khusus: Intelegensi tinggi, mandiri, gemar membaca, rajin, kreatif, cepat memahami, dll Syarat SCI Memiliki data riwayat belajar istimewa sejak TK/SD IQ tinggi diatas rata-rata secara konsisten Memliki EQ, SC, dan TC yang baik, serta Indepedency tinggi dari hasil psikotes IPK lebih dari 3.00 SCI diberi layanan desain pembelajaran khusus

Kelompok MP Mata Pelajaran Aspek yang Dinilai Agama dan Akhlak Mulia Kewarganegaraan dan Kepribadian Penddikan Agama PKn Afektif dan Kognitif Afektif dan Kognitif Jasmani Orkes Penjas Orkes Psikomotorik, Afektif, dan Kognitif Estetika IPTEK Seni Budaya dan Ketrampilan MIPA IPS Bahasa TIK Afektif dan Psikomotorik Afektif, Kognitif, dan/atau Psikomotorik sesuai karakteristik MP

Dilakukan melalui Tes dan Nontes UH, tugas, dan praktik untuk mengukur ketercapaian KD UTS dan UAS untuk mengukur ketercapaian SK Penilaian sikap melalui pengamatan, inventori, atau kuesioner Penilaian akhlak mulia dan kepribadian oleh PA dan BK Pengolahan penilaian menggunakan SIM

Lulus MP bila: Memiliki sikap baik Kehadiran minimal 90% Mencapai KKM 75 Penjurusan Lulus MP prasyarat IPK minimal 2.70 Lulus SMA Memiliki sikap baik Menempuh beban 116 sks dengan IPK minimal 2.70 Lulus US dan UN

Penjurusan dimulai semester dua, ditetapkan di semester 3 Pilihan jurusan adala IPA dan IPS Dasar penjurusan adalah minat, potensi, kebutuhan, dan prestasi akademik Persayaratan akademik: Lulus MP prasyarat (IPA: fis1, kim1, bio1; IPS: eko1, geo1, sos1) IPK sekurang-kurangnya 2,70

Remedial dilakukan sepanjang semester setelah diketahui hasil ketercapaian KD Semester pendek atau klinik belajar dilakukan bagi siswa yang belum lulus MP sampai akhir semester Hanya untuk perbaikan nilai Hasil semester pendek tidak mengubah nilai LHB semester terkait, tetapi memperbaiki nilai pada transkip nilai IPK bisa berubah Dilakukan dua tahap dalam satu semester; masing-masing tahap terdiri dari lima pertemuan

LHB berpedoman pada SK Dirjen Mandikdasmen Nomor 12 Tahun 2008 Mencakup aspek pengetahuan dan praktik dengan angka 0 s.d. 100 Aspek sikap dinyatakan dengan predikat Dilengkapi dengan nila kriteria (A, B, dst) dan Indeks Prestasi (IP) s.d 4.00 Seluruh siswa yang lulus UN mendapatkan Ijazah nasional Siswa yang lulus ujian dari UCIE mendapatkan sertifikat internasional

Dokumen KTSP G-78 Peraturan akademik Panduan PA Panduan BK Panduan pemilihan beban belajar Panduan pengembangan desain pembelajaran Panduan penilaian mata pelajaran Panduan penilaian akhlak mulia dan kepribadian Panduan penggunaan SIM bidang akademik

Fungsi wali kelas yang disempurnakan Menjadi orang tua di sekolah selama masa studi Mendorong siswa berkembang optimal sesuai dengan potensinya Jumlah siswa maksimal 16 20 orang Melakukan layanan individu maupun kelompok

Menjadi konselor siswa selama masa studinya Maksimal 150 siswa Melakukan layanan individu dan kelompok Memantau kegiatan pengembangan diri Melakukan kegiatan analisis potensi siswa

Mulai Semester Dua: Siswa yang diasuh PA tersebar Dari 320 siswa, terdapat 150 orang masuk IPA, 30 orang masuk IPS, 80 orang belum jelas. Masuk sama-sama, pulang berbeda Di semester tiga: Sudah jelas IPA/IPS Sangat mungkin siswa IPA/IPS ada dalam satu kelas MP Beban belajar beragam Pulang-masuk tidak selalu bersamaan

Berbagai Temuan PA dan BK perlu lebih kreatif Sistem informasi manajemen berbasis TIK sangat diperlukan KRS elektronik diperlukan Pola penjurusan lebih fair Kemandirian siswa meningkat Motivasi, minat dan kehadiran siswa meningkat Variasi beban belajar sebagai peluang/tantangan Jam masuk/pulang bervariasi? Siswa Cerdas Istimewa selesai 4 semester Siwa cenderung ingin selesai 5 semester, meskpun ikut UN di semester 6