BAB III METODE PENELITIAN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB IV. Pendidikan SMP SMA DIII S1 S2 Jumlah 2.9% 100% S2 3% SMP 29% DIII 15%

BAB III METODE PENELITIAN

Promotif, Vol.5 No.1, Okt 2015 Hal 09-16

3. METODOLOGI. 3.3 Populasi dan Sampel Penelitian Populasi Target Populasi pada penelitian ini adalah perempuan yang tinggal di daerah Paseban.

Fajarina Lathu INTISARI

SUMMARY HASNI YUNUS

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PERILAKU PEMBERANTASAN SARANG NYAMUK DI RT 3 RW 4 DESA KEMBANGBAHU KECAMATAN KEMBANGBAHU KABUPATEN LAMONGAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

HUBUNGAN SIKAP DAN UPAYA PENCEGAHAN IBU DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNTUNG PAYUNG

BAB I PENDAHULUAN. yang masuk ke peredaran darah manusia melalui gigitan snyamuk dari genus Aedes,

BAB I. dalam kurun waktu yang relatif singkat. Penyakit menular umumnya bersifat akut

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian Quasy experiment yang dilakukan. Rancangan penelitian digambarkan sebagai berikut:

Bab III METODE PENELITIAN. pada satu waktu tertentu (Sastroasmoro, 2002).

BAB III METODE PENELITIAN. (eksperimen quasi). Rancangan yang digunakan adalah Pre Test Post Test. Pengetahuan diukur sebelum dan sesudah penyuluhan.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan penelitian One Group Pretest Posttest yaitu sampel pada penelitian ini

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang

PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Keywords : Mosquito breeding eradication measures, presence of Aedes sp. larvae.

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

ANALISIS FAKTOR RISIKO PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KELURAHAN HELVETIA TENGAH MEDAN TAHUN 2005

Dian Hidayatul C, Dian Nur Afifah, Arifal Aris

SARANG NYAMUK DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DI DESA KLIWONAN MASARAN SRAGEN

HUBUNGAN BREEDING PLACE DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK VEKTOR DBD DI DESA GAGAK SIPAT KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI

GAMBARAN PERILAKU KELUARGA TENTANG UPAYA PENCEGAHAN DBD DI DESA LUHU KECAMATAN TELAGA KABUPATEN GORONTALO TAHUN Ade Rahmatia Podungge

BAB 1 : PENDAHULUAN. yang akan memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial ekonomis.

BAB 4 METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. yaitu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan (experiment), yang

BAB III METODE PENELITIAN

KUESIONER PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan

BAB III METODE PENELITIAN. melaksanakan penelitian karena akan sangat berguna dalam memperoleh

BAB III METODE PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. Tenggara. Terdapat empat jenis virus dengue, masing-masing dapat. DBD, baik ringan maupun fatal ( Depkes, 2013).

BAB 1 PENDAHULUAN. Menurut Kementerian Kesehatan RI (2010), program pencegahan dan

BAB III METODE PENELITIAN. adalah analitik, dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional yaitu mengukur

III. METODE PENELITIAN

PEMBAHASAN. A. Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Sebelum Penyuluhan. memiliki skor penilaian perilaku pencegahan demam berdarah dengue sebelum

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Objek penelitian adalah sesuatu yang akan menjadi pusat penelitian. Objek

BAB III METODE PENELITIAN. Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk

BAB III METODE PENELITIAN. (Quasi Experiment). Rancangan yang digunakan adalah One Group Design. Kelompok Eksperimen 01 X 02

Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Volume VIII Nomor 1, Januari 2017 ISSN (p) -- ISSN (e)

BAB 1 PENDAHULUAN. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau Dengue Haemorrhagic Fever

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PADA IBU RUMAH TANGGA DI KELURAHAN KRAMAS KOTA SEMARANG

BAB III METODE PENELITIAN. eksperimen tersebut pre experimental designs (Notoatmodjo, 2010). 01 X 02

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian yang digunakan adalah descriptive correlation yaitu

BAB I PENDAHULUAN. gigitan nyamuk dari genus aedes misalnya Aedes aegypti atau Aedes albovictus.

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

III. METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan di SMP Trimulya Kecamatan Tanjung Bintang. semester genap tahun pelajaran 2014/2015.

BAB 1 PENDAHULUAN. Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan salah satu masalah

BAB III METODE PENELITIAN. Jenis penelitian ini adalah penelitian Korelasi yaitu menganalisis faktor

BAB I PENDAHULUAN. penghujan disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui vektor nyamuk

GAMBARAN PENGETAHUAN IBU TENTANG DEMAM BERDARAH DENGUE DI RW III DESA PONCOREJO KECAMATAN GEMUH KABUPATEN KENDAL ABSTRAK

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERILAKU PSN DENGAN KEBERADAAN JENTIK Aedes aegypti DI DESA NGESREP KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI

HUBUNGAN PERILAKU 3M DENGAN KEBERADAAN JENTIK NYAMUK DI DUSUN TEGAL TANDAN, KECAMATAN BANGUNTAPAN, KABUPATEN BANTUL YOGYAKARTA

BAB III METODE PENELITIAN

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN

KUESOINER KECAMATAN :... NAMA SEKOLAH : SD... ALAMAT SEKOLAH :... WILAYAH PUSKESMAS :... TGL. SURVEY :... PETUGAS :...

BAB I PENDAHULUAN. Salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan. keluarga dengan melaksanakan pembangunan yang berwawasan kesehatan,

BAB I PENDAHULUAN. perjalanan penyakit yang cepat, dan dapat menyebabkan. kematian dalam waktu yang singkat (Depkes R.I., 2005). Selama kurun waktu

HUBUNGAN BREEDING PLACE DAN PERILAKU MASYARAKAT DENGAN KEBERADAAN JENTIK VEKTOR DBD DI DESA GAGAK SIPAT KECAMATAN NGEMPLAK KABUPATEN BOYOLALI BAB I

BAB I PENDAHULUAN. tropis. Pandangan ini berubah sejak timbulnya wabah demam dengue di

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik,

METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kombinasi ( mixed

BAB I : PENDAHULUAN. menular yang disebabkan oleh virus dengue, virus ini ditularkan melalui

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A.

BAB I PENDAHULUAN. Indonesia merupakan daerah tropis yang banyak berkembang nyamuk Aedes. kepadatan penduduk (Kementerian Kesehatan RI, 2010).

BAB III METODE PENELITIAN. rancangan penelitian pra-experimental menggunakan one graup pre testpost

BAB I PENDAHULUAN. 2009, World Health Organization (WHO) mencatat negara Indonesia sebagai

BAB I PENDAHULUAN. Dengue, keduanya ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Penyakit. chikungunya disebabkan oleh virus chikungunya.

BAB IV METODE PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan

BAB III METODA PENELITIAN

BAB III METODE PENELITIAN. murni di Puskesmas Rowosari Semarang. Dengan pendekatan cross sectional

BAB III METODE PENELITIAN. menggunakan desain perlakuan semu (quasi experiment designs) dengan

GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT Chikungunya DI KOTA PADANG. Mahaza, Awaluddin,Magzaiben Zainir (Poltekkes Kemenkes Padang )

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini akan dilakukan di Desa Tunggulo wilayah kerja. Puskesmas Limboto barat Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo

BAB IV METODE DAN PROSEDUR PENELITIAN. Pada bab ini penelitian menguraikan tentang metode yang digunakan dalam

BAB I PENDAHULUAN. dengue, yang ditularkan oleh nyamuk. Penyakit ini ditemukan di daerah

BAB III METODE PENELITIAN

Transkripsi:

35 BAB III METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian Tempat penelitian penulis yaitu di Kelurahan Sukasari Kecamatan Tangerang Kota Tangerang yang merupakan daerah endemis demam berdarah dengue. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juli 013. B. Jenis Penelitian 1. Disain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan one group pre-test and post-test, mengungkapkan hubungan sebab akibat dengan cara melibatkan satu kelompok subjek. Kelompok subjek di observasi sebelum dilakukan intervensi, kemudian di observasi lagi setelah intervensi. (Nursalam, 008: 58) Penulis menggunakan pendekatan one group pre-test and post-test, karena penulis mengukur kali yaitu saat sebelum dan sesudah dengan perlakuan penyuluhan kesehatan kepada responden yang sama untuk mengetahui apakah ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perilaku pencegahan demam berdarah dengue di Kelurahan Sukasari Kecamatan Tangerang Kota Tangerang.. Pengumpulan Data Pengumpulan data adalah prosedur yang sistematik dan standar untuk memperoleh data yang diperlukan. Selalu ada hubungan antara metode atau teknik pengumpulan data dengan masalah, tujuan dan hipotesis penelitian. (Tika, 006: 58)

36 Dalam penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui : a. Data primer adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh peneliti langsung dari sumber pertama atau tempat objek penelitian dilakukan (Siregar, 011: 18). Data yang dikumpulkan oleh penulis secara langsung yaitu terdapat data perilaku pencegahan demam berdarah dengue dengan melakukan 3M yaitu sebelum penyuluhan kesehatan dan sesudah penyuluhan kesehatan di Kelurahan Sukasari Kecamatan Tangerang Kota Tangerang. Untuk mendapatkan data tersebut penulis menggunakan kuesioner yang diberikan responden saat sebelum penyuluhan kesehatan dan sesudah penyuluhan kesehatan. b. Data sekunder adalah data yang diperoleh dari kantor, buku (kepustakaan), atau pihak-pihak lain yang memberikan data yang erat kaitannya dengan objek dan tujuan penelitian (Tika, 006: 64). Untuk memperoleh data sekunder ini penulis dapatkan dari pihak pelaksana pemberantasan dan penyuluhan pencegahan DBD di Puskesmas Sukasari, Kelurahan Sukasari, dan pihak lain yang sedianya memang berkompeten dalam penelitian ini. C. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi dapat diartikan sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai karakteristik tertentu dan mempunyai kesempatan

37 yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Populasi merupakan kumpulan dari objek penelitian. (Singarimbun dkk., 1989: 15) Dapat penulis pahami bahwa populasi adalah suatu wilayah yang terdiri atas kumpulan dari objek penelitian, suatu wilayah tersebut akan dipilih sesuai objek penelitian menjadi anggota sampel sehingga dapat ditarik kesimpulan dari penelitian tersebut. Tempat penelitian penulis dilakukan di kelurahan Sukasari, karena daerah kelurahan Sukasari merupakan daerah endemis demam berdarah dengue di antara 4 wilayah puskesmas Sukasari. Populasi penelitian adalah warga RW 04 yang sudah pernah mengikuti penyuluhan kesehatan dengan jumlah penduduk 1.018 orang yang terdiri dari RT 1 dengan 340 orang, RT dengan 395 orang, RT 3 dengan 14 orang, dan RT 4 dengan 159 orang.. Sampel Secara umum, menurut Ritonga (004: 33) sampling adalah cara pengambilan sampel atau contoh. Soewarno (1987) menambahkan dalam Ritonga (004: 33) pengertian dasar dari penarikan sampel adalah kita dapat memperoleh informasi yang mendalam, terperinci dan efisien dari suatu agregat atau kumpulan orang, rumah tangga, atau lembaga-lembaga atau satuan-satuan lain yang sangat besar jumlahnya daripada hanya sebagian contoh sampel yang dikumpulkan secara hati-hati dan terperinci. Menurut Sugiarto (001: ) sampel adalah sebagian anggota dari populasi yang dipilih dengan menggunakan prosedur tertentu sehingga diharapkan dapat mewakili populasinya.

38 Dapat penulis simpulkan bahwa penggunaan sampel untuk mengobservasi beberapa kumpulan atau agregat dari suatu populasi yang diharapkan mampu memberikan informasi yang berguna mengenai karakteristik populasi. Dalam penelitian ini metode sampel yang akan digunakan adalah sampel random sampling sederhana (simple random sampling). Siregar (011: 145) berpendapat bahwa simple random sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang memberikan kesempatan yang sama kepada setiap anggota yang ada dalam suatu populasi untuk dijadikan sampel. Sampel penelitian terdapat di antara RT 1, RT, RT 3, dan RT 4 yang ingin mengikuti penyuluhan kesehatan mengenai demam berdarah dengue, sesuai jumlah responden yang diperlukan untuk penelitian ini. 3. Teknik Pengambilan Sampel Menurut Fajar, dkk. (009: 60) untuk menentukan besar sampel dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut. n = d α N. Z 1. p. q α ( N 1 ) + Z. p. q = 1018.(1,96 ).(0,95).( 0,05) (0,05).(1018 1) + (1,96 ).(0,95).( 0,05) = = 1018.( 3,8416 ).( 0,0475 ) (0,005 ).(1017 ) + (3,8416 ).( 0,0475 185,760,54 + 0,18 ) = 185,760,745 = 68,10

39 Jadi sampel yang diperlukan untuk penelitian ini sebanyak 68 responden. Keterangan n N : Besar sampel : Besar populasi p : Perkiraan proporsi (prevalensi) variabel dependen pada populasi (95%) q : 1 p Z1- α : Statistik Z (Z=1,96, untukα =0,05) d : Deltra presisi absolute atau margin of error yang diinginkan di kedua sisi populasi (0,05) D. Instrumen Penelitian 1. Variabel Dependen Sering disebut sebagai variabel respon, output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat. Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. (Sugiyono, 006: 3) Dapat penulis simpulkan dari pendapat di atas bahwa dependen merupakan variabel yang menjadi akibat. Maka dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah perilaku pencegahan demam berdarah dengue, karena merupakan akibat dari penyuluhan kesehatan. a. Definisi Konseptual Perilaku pencegahan demam berdarah dengue adalah partisipasi perilaku masyarakat yang nyata terhadap pencegahan demam berdarah dengue dengan melakukan 3M. Upaya 3M yaitu pemberantasan jentik-jentik

40 nyamuk aedes aegypti dengan perilaku menguras, mengubur dan menutup. b. Definisi Operasional Perilaku pencegahan demam berdarah dengue adalah skor yang diperoleh dari penjumlahan skor jawaban dari butir-butir pertanyaan atau pernyataan yang dibuat menggunakan kuesioner. c. Kisi-Kisi Penyusunan Instrumen Penelitian Untuk memperoleh hasil penelitian yang akurat dan sesuai dengan tujuan penelitian, maka penulis merancang instrumen penelitian berupa kuesioner untuk mendapatkan perilaku responden dalam pencegahan demam berdarah dengue (dependen). Berikut adalah kisi-kisi instrument penelitian dependen yang dapat dilihat pada tabel 3.1 di bawah ini. Tabel 3.1 Kisi-Kisi Instrumen Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Variabel dependen Dimensi Indikator Butir + Menguras 1. Menguras penampungan air 14, 10. Menyikat penampungan air 8 1, 15 3. Mengganti air 11 3 4. Menaburkan bubuk abate 9 4 Perilaku pencegahan demam berdarah dengue Menutup 1. Menutup rapat penampungan air 13 5 Mengubur 1. Mengubur barang bekas. Meyingkirkan barang bekas 16 1 7 6 Menurut Siregar (011: 14) kuesioner adalah teknik pengumpulan data dengan cara membagikan sejumlah kuesioner kepada pihak-pihak yang bersangkutan dalam penelitian.

41 Sugiyono menambahkan (006: 14) selain itu, kuesioner juga cocok digunakan bila jumlah responden cukup besar dan tersebar di wilayah yang luas. Kuesioner dapat berupa pertanyaan-pertanyaan terbuka atau tertutup dapat diberikan kepada responden secara langsung atau melalui pos atau internet. Jenis kuesioner yang digunakan berupa kuesioner tertutup yang diberikan kepada responden, yaitu responden yang memberikan jawaban atas pertanyaan yang diberikan oleh penulis. Menurut Hermawan (005: 13) skala likert merupakan segala yang mengukur kesetujuan atau ketidaksetujuan seseorang terhadap serangkaian pernyataan berkaitan dengan keyakinan perilaku mengenai suatu objek tertentu. Rangkuti (1997: 66) menambahkan bahwa dalam skala likert kemungkinan jawaban tidak hanya sekedar setuju atau tidak setuju saja. Melainkan dibuat dengan lebih banyak kemungkinan jawaban. Dari pendapat di atas dapat penulis pahami bahwa skala likert digunakan untuk serangkaian pertanyaan yang berkaitan dengan keyakinan mengenai suatu objek tertentu, serta jawaban tergantung atas pertanyaan kuesioner. Maka kuesioner yang penulis berikan kepada responden, penulis menggunakan skala likert dalam bentuk jawaban checklist yaitu selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah. Berdasarkan uraian di atas, penulis menggunakan kuesioner untuk mendapatkan perilaku responden dalam pencegahan demam berdarah dengue dengan melakukan 3M. Kuesioner ini diberikan secara langsung kepada responden, dimana pada pengukuran pertama sebelum perlakuan diberikan kuesioner, dan pengukuran kedua dilaksanakan setelah 15 hari sesudah perlakuan penyuluhan kesehatan

4 dilakukan dengan memberikan kuesioner kembali yang sama. Hasil data kuesioner tersebut digunakan untuk uji statistik. d. Skoring Penulis menggunakan skala likert untuk mengukur perilaku responden terhadap perilaku pencegahan demam berdarah dengue, dimana alternatif jawaban dari kuesioner adalah selalu, sering, kadang-kadang, dan tidak pernah. Penilaian jawaban dari responden penulis menetapkan pertanyaan positif yang diberi skor 4 untuk selalu, 3 untuk sering, untuk kadangkadang, dan 1 untuk tidak pernah. Sedangkan pertanyaan negatif penulis memberikan skor positif yang diberi skor 1 untuk selalu, untuk sering, 3 untuk kadang-kadang, dan 4 untuk tidak pernah. Untuk alternatif jawaban dan skor dapat dilihat pada tabel 3. di bawah ini. Tabel 3. Alternatif Jawaban dan Skor Nilai Nomor Jawaban + 1 Selalu 4 1 Sering 3 3 Kadang-kadang 3 4 Tidak pernah 1 4 E. Teknik Analisis Data 1. Analisis Univariat Menurut Budiharto (008: ) analisis univariat diperlukan untuk menjelaskan atau mendiskripsikan data secara sederhana. Umar menambahkan (00: 150) kita juga dapat mengetahui bagaimana konsep itu secara rinci. Dengan analisis univariat pula kita dapat mengetahui

43 bagaimana sebaiknya menyiapkan ukuran dan bentuk konsep itu untuk analisis berikutnya. Dari beberapa pendapat di atas penulis pahami bahwa analisis univariat diperlukan untuk menjelaskan data secara rinci, serta menyiapkan ukuran dan bentuk konsep untuk analisis berikutnya. a. Pengumpulan Data Menurut Siregar (011: 99) pengumpulan data berisikan uraian tentang bagaimana cara mengumpulkan data, misalnya metode, jenis data, skala, skala pengukuran data dan skala pengukuran instrument, metode sampling yang digunakan serta tempat dan waktu penelitian. Penulis memperoleh data primer (secara langsung) melalui metode pengumpulan observasi dan kuesioner kepada responden di Kelurahan Sukasari Kecamatan Tangerang Kota Tangerang dilaksanakan pada bulan Juli 013. Sedangkan data sekunder (secara tidak langsung) penulis dapatkan dari pihak pelaksana pemberantasan dan penyuluhan pencegahan DBD di Puskesmas Sukasari, Kelurahan Sukasari, dan pihak lain yang sedianya memang berkompeten dalam penelitian ini. Untuk menentukan sampel yang dijadikan responden di warga 04 kelurahan Sukasari, penulis menggunakan random sampling sederhana. Jenis skala pengukuran instrument penulis menggunakan skala likert dalam bentuk jawaban checklist yaitu sering, selalu, kadang-kadang dan tidak pernah.

44 b. Klasifikasi Data Menurut Hartono (007: 11) klasifikasi data dilakukan untuk mempermudah penggambaran data ke dalam peta. Klasifikasi data dilakukan pada data yang jumlahnya banyak dan biasanya merupakan data statistik. Dalam klasifikasi data penulis mengelompokan data sesuai dengan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan terakhir responden, dan pengalaman. c. Penyajian Data Menurut Siregar (011: 5) penyajian data adalah menyusun data dari data mentah ke dalam data kelompok, lalu kemudian disajikan ke dalam berbagai bentuk seperti tabel, gambar atau grafik, sehingga mudah dipahami. Siregar (011: 10) menambahkan dalam penyajian tabel minimal memuat judul tabel, judul kolom, judul baris, dan setiap judul dan baris berisikan angka, serta sumber dari mana data diperoleh. Dari pendapat di atas, maka dalam penyajian data penulis menggunakan tabel dan grafik untuk memperjelas data yang sudah diolah. d. Analisis Data Menurut Siregar (011: 14) data mentah yang telah dikumpulkan dan diolah tidak ada gunanya apabila tidak di analisis. Analisis data merupakan hal yang sangat penting dalam suatu penelitian, karena dengan analisis data tersebut dapat berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Situmorang (010: 9) menambahkan untuk memudahkan dalam analisa data metode yang di gunakan adalah metode statistik.

45 Dari beberapa pendapat di atas, maka dalam mengolah data mentah ke sampai ke dalam penyajian data, penulis menggunakan metode statistik, dalam bentuk presentase.. Analisis Bivariat Menurut Umar (00: 150) analisis bivariat berguna untuk melihat hubungan dua variabel. Hubungan dua variabel ini mempunyai tiga kemungkinan. Pertama ada hubungan, tetapi sifatnya sinetris, yaitu tidak saling memengaruhi. Kedua, dua variabel itu berhubungan dan saling mempengaruhi. Ketiga sebuah variabel mempengaruhi yang lain. dengan analisis bivariat, penelitian tidak hanya sampai pada tahap apakah ada hubungan di antara kedua variabel, tetapi diteruskan kepada penjelasan mekanismenya mengapa hal itu bisa terjadi. Maka untuk menjawab hipotesis, penulis menggunakan metode uji T menggunakan komputer dengan program SPSS13.0 taraf kesalahan 0,05, dimana kriteria pengujian yaitu Ho ditolak jika T hitung > dari ρ value. Sehingga penarikan kesimpulannya yaitu ada pengaruh penyuluhan kesehatan terhadap perilaku pencegahan demam berdarah dengue di Kelurahan Sukasari Kecamatan Tangerang Kota Tangerang.