ANALISIS KOMPARATIF KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN RASIO KEUANGAN DAN ECONOMIC VALUE ADDED PADA PERUSAHAAN BARANG KONSUMSI DAN INDUSTRI DASAR KIMIA YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA Pembimbing Dr Bagus Nurcahyo LISMAWATI 20208744
LATAR BELAKANG Tingginya tingkat persaingan dan pertumbuhan dunia usaha Kinerja Keuangan Rasio Keuangan Economic Value Added (EVA)
Rumusan dan Batasan Masalah Rumusan Masalah Pengukuran kinerja keuangan menggunakan Rasio Keuangan dan menggunakan Economic Value Added (EVA) terdapat perbedaan. Berdasarkan pernyataan diatas, maka pertanyaan penelitian ini adalah: 1. Bagaimana kinerja keuangan perusahaan diukur menggunakan Rasio Likuiditas, Rasio Solvabilitas, Rasio Profitabilitas? 2. Bagaimana kinerja keuangan perusahaan diukur menggunakan Economic Value Added (EVA)? 3. Apakah terdapat perbedaan yang signifikan atas hasil pengukuran kinerja keuangan perusahaan dengan Rasio Keuangan dan Economic Value Added (EVA)? Batasan Masalah Berdasarkan perumusan masalah, penulis membatasi masalah sebagai berikut : 1. Metode analisis yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan Barang Konsumsi dan Industri dasar Kimia di Bursa Efek Indonesia adalah Rasio Keuangan seperti Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas, Rasio Likuiditas, dan Economic Value Added (EVA). 2. Data yang digunakan berdasarkan laporan keuangan perusahaan Barang Konsumsi dan Industri Dasar Kimia di BEI dari tahun 2007 sampai dengan tahun 2011 Tujuan Penelitian Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan yang diukur melalui Rasio Keuangan seperti Rasio Profitabilitas, Rasio Solvabilitas, dan Rasio Likuiditas. 2. Untuk menganalisis kinerja keuangan perusahaan yang diukur melalui Economic Value Added (EVA). 3. Untuk menganalisis apakah perbedaan signifikan antara hasil kinerja perusahaan dengan penerapan Rasio Keuangan dan Economic Value Added (EVA).
Jenis dan sumber data Di dalam penelitian ini peneliti hanya menggunakan data sekunder. Data sekunder adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau data oleh pihak lain (Umar, 2001). Data sekunder yang dikumpulakan peneliti adalah berupa laporan keunagan dari tahu 2007-2011. Data dikumpulkan dari situs www.idx.co.id. Sampel Penelitian Sampel adalah bagian dari populasi yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik populasi (Erlina, 2007). Kriteria penentuan sampel dalam penelitian ini adalah: 1. Perusahaan Barang Konsumsi dan Industri dasar Kimia yang terdaftar di BEI pada tahun 2007-2011. 2. Perusahaan Barang Konsumsi dan Industri Dasar Kimia tersebut menerbitkan dan mempublikasikan laporan keuangan yang telah diaudit oleh auditor independen selama periode pengamatan. 3. Laporan keuangan telah diaudit dengan pendapat wajar tanpa pengecualian. 4. Tahun buku berakhir pada tanggal 31 Desember dan, 5. Tidak sedang dalam proses desliting.
Variabel Penelitian Dalam penelitian ini variabel-variabel yang digunakan adalah sebagai berikut: 1. Rasio Likuiditas Current Ratio, Quick Ratio, Cash Ratio. 2. Rasio Solvabilitas Rasio Hutang (Debt Ratio/Debt to Assets ratio) Rasio hutang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio), Rasio hutang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio), Rasio hutang jangka panjang terhadap ekuitas (Long term debt to equity). 3. Rasio Profitabilitas Return on Assets (ROA), Return on Investment (ROI), Return on Equity (ROE), Net Profit Margin (NPM). 4. Economic Value Added (EVA) NOPAT, biaya modal (Capital Charges), Invested Capital, WACC. Teknik Analisis Data Peneliti menggunakan uji Independent sample t-test dalam mengolah data dengan bantuan software SPSS for windows 17. Tingkat signifikan untuk pengujian hipotesis yang dipilih adalah 0,05. yang berarti profitabilitas 95% toleransi kesalahannya adalah 5% dengan pengujian dua sisi hal ini dipilih karena cukup ketat untuk mewakili hubungan antara kedua variabel dan merupakan tingkat signifikan yang umum yang digunakan dalam penelitian (Fitrianto, 2005). Hubungan yang diuji dalam penelitian ini adalah untuk membuktikan apakah terdapat perbedaan yang signifikan dari kedua variabel, hipotesis nol (Ho) pada umumnya diformulasikan untuk ditolak, maka hipotesis (Ha) dapat diterima.
Pembahasan Perbandingan Current Ratio Kode Perusahaan Current Ratio (%) 2007 2008 2009 2010 2011 Rata- DAVO SULI 2994,93 1129,34 11370,79 5499,25 5415,98 5282,06 114,92 51,59 50,61 38,92 21,30 55,47 Perbandingan Quick Ratio Kode Perusahaan Quick Ratio (%) 2007 2008 2009 2010 2011 Rata- DAVO SULI 2012,70 747,30 9143,03 2301,13 1914,52 3223,74 32,98 10,74 23,62 14,20 6,03 17,51
Perbandingan Cash ratio Kode Cash ratio (%) Rata- Perusahaan 2007 2008 2009 2010 2011 DAVO SULI 1368,41 518,07 9143,03 1590,69 1725,70 2869,18 13,83 2,78 4,08 1,18 0,50 4,47 Perbandingan Debt to assets ratio Kode Debt to assets ratio (%) Rata- Perusahaan 2007 2008 2009 2010 2011 JKSW 233,94 239,35 251,97 231,12 233,31 237,94 TCID 6,85 10,39 11,44 9,43 9,77 9,58
Perbandingan Debt to Equity Kode Debt to Equity (%) Rata- Perusahaan 2007 2008 2009 2010 2011 MInimum SCPI 7046,91 2289,94 948,67 1828,20 1347,06 2692,16 SAIP -473,95-320,10-397,64-353,87 43,38-300,44 Perbandingan Long Term Debt to equity Kode Long Term Debt to Equity (%) Rata- Perusahaan 2007 2008 2009 2010 2011 MInimum SCPI 474,36 229,50 63,84 95,60 1031,78 379,02 SAIP -458,92-299,77-368,72-323,33 39,42-282,27
Perbandingan ROA Kode Perusahaan ROA (%) 2007 2008 2009 2010 2011 Rata UNVR 52,90 53,01 56,76 52,24 53,18 53,62 ADES -85,02-16,56 9,76 10,34 9,37-14,42 Perbandingan ROI Kode Perusahaan ROI (%) 2007 2008 2009 2010 2011 Rata UNVR 36,79 37,08 40,66 38,90 39,73 38,63 ADES -86,62-17,38 9,15 9,76 8,18-15,38
Perbandingan ROE Kode Perusahaan ROE (%) 2007 2008 2009 2010 2011 Rata- MLBI 42,71 64,60 323,28 93,99 95,68 124,05 ADES -230,76-61,95 23,92 31,70 20,57-43,30 Perbandingan NPM Kode Perusahaan ROE (%) 2007 2008 2009 2010 2011 Rata- INTP 13,36 17,85 25,99 28,95 25,93 22,42 DAVO 8,81-27,73-208,87 9,07 16,74-40,39
Economic Value Added (EVA) Kode Perusahaan EVA (Rp) 2007 2008 2009 2010 2011 HMSP 1.655.562.532.862 2.260.676.532.846 2.000.499.794.548 2.936.890.795.892 97.776.148.989.815 MLIA -506.111.943.501-994.863.483.780 1.509.073.804.506-1.235.688.972.369-460.476.680.699
Independent Sample t-test Rasio keuangan dengan EVA
Penutup Kesimpulan Berdasarkan temuan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pengukuran kinerja keuangan dengan menggunakan rasio keuangan dan economic value added (EVA) menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan antara keduanya. Hal ini menandakan bahwa kedua penilaian kinerja tersebut perusahaan dapat memberikan nilai tambah positif bagi perusahaan dan pemegang saham. Rata-rata perusahaan dalam penelitian ini memiliki nilai tambah yang positif, dapat dikatakan manajemen telah mampu mengelola biaya modal perusahaan. Sehingga dapat terus meningkatkan laba operasi setelah pajak. Saran Saran yang dikemukakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya melakukan penelitian dengan menggunakan jangka waktu penelitian yang panjang, agar hasil penelitian yang dicapai dapat menunjukkan hasil yang sesungguhnya. Karena, semakin panjang jangka waktunya, maka akan semakin akurat hasil penelitian yang didapat. 2. Sebaiknya penelitian juga dilakukan untuk kelompok perusahaan lainnya, tidak terbatas hanya perusahaan barang konsumsi dan Industri dasar kimia saja, agar nantinya dapat dibandingkan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lainnya.