Usulan Rute Distribusi Roti Dengan Menggunakan Metode Clarke Wright Algorithm

dokumen-dokumen yang mirip
Usulan Rute Distribusi Roti dengan Menggunakan Metode Clarke Wright Algorithm *

Penentuan Rute Distribusi Air Mineral Menggunakan Metode Clarke-Wright Algorithm dan Sequential Insertion *

Penentuan Rute untuk Pendistribusian BBM Menggunakan Algoritma Nearest neighbour (Studi Kasus di PT X)

Pembentukan Rute Distribusi Menggunakan Algoritma Clarke & Wright Savings dan Algoritma Sequential Insertion *

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

Usulan Perbaikan Rute Distribusi Menggunakan Metode Clarke Wright Savings Algorithm (Studi Kasus : PT Pikiran Rakyat Bandung) *

BAB II LANDASAN TEORI

Penentuan Rute Kendaraan Distribusi Produk Roti Menggunakan Metode Nearest Neighbor dan Metode Sequential Insertion *

BAB I PENDAHULUAN BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. lebih efektif dan efisien karena akan melewati rute yang minimal jaraknya,

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

IMPLEMENTASI ALGORITMA CLARKE AND WRIGHT S SAVINGS DALAM MENYELESAIKAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM (CVRP) SKRIPSI DONNA DAMANIK

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. Dinas lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogyakarta adalah dinas

Penentuan Rute Distribusi Es Balok Menggunakan Algoritma Nearest Neighbour dan Local Search (Studi Kasus di PT. X)*

USULAN PERBAIKAN RUTE PENDISTRIBUSIAN ICE TUBE MENGGUNAKAN METODE NEAREST NEIGHBOUR DAN GENETIC ALGORITHM *

BAB I PENDAHULUAN. hingga ke luar pulau Jawa. Outlet-outlet inilah yang menjadi channel distribusi

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah

BAB I LATAR BELAKANG

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN. Alat transportasi merupakan salah satu faktor yang mendukung berjalannya

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

BAB 4 DATA DAN DEFINISI MASALAH

BAB 1. PENDAHULUAN. Permasalahan pendistribusian barang oleh depot ke konsumen merupakan

BAB 2 LANDASAN TEORI

Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer e-issn: X

DAFTAR ISI ABSTRAK...

BAB I PENDAHULUAN. 1. Pendahuluan 1.1 Latar Belakang Masalah

MEMECAHKAN PERMASALAHAN VEHICHLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOW MELALUI METODE INSERTION HEURISTIC (STUDI KASUS : PT X WILAYAH BANDUNG)

PENYELESAIAN CAPACITATED VEHICLE ROUTING PROBLEM MENGGUNAKAN SAVING MATRIKS, SEQUENTIAL INSERTION, DAN NEAREST NEIGHBOUR DI VICTORIA RO

BAB I PENDAHULUAN. berpengaruh terhadap keberhasilan penjualan produk. Salah satu faktor kepuasan

BAB I PENDAHULUAN. Pada proses bisnis, transportasi dan distribusi merupakan dua komponen yang

Penentuan Rute Distribusi Tabung Gas Menggunakan Metode (1-0) Insertion Intra Route (Studi Kasus di PT X) *

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

PENENTUAN JALUR DISTRIBUSI FILTER ROKOK DENGAN METODE SAVINGS MATRIX UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA DISTRIBUSI DI PT. FILTRONA INDONESIA, SIDOARJO SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang Masalah

BAB III LANDASAN TEORI

PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI UNTUK MINIMASI BIAYA DISTRIBUSI TEH WALINI READY TO DRINK DI PT PERKEBUNAN NUSANTARA VIII (PERSERO) *

USULAN RUTE DISTRIBUSI TABUNG GAS 12 KG MENGGUNAKAN ALGORITMA NEAREST NEIGHBOUR DAN ALGORITMATABU SEARCH DI PT. X BANDUNG *

PANDUAN APLIKASI TSP-VRP

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

SKRIPSI PERENCANAAN RUTE TRANSPORTASI TERPENDEK PADA PT. MITRA INTERTRANS FORWARDING (MIF) DENGAN MODEL VRPTW

BAB 1 PENDAHULUAN. Pengiriman barang dari pabrik ke agen atau pelanggan, yang tersebar di berbagai

BAB I PENDAHULUAN I - 1

PENENTUAN RUTE PENDISTRIBUSIAN GAS LPG DENGAN METODE ALGORITMA NEAREST NEIGHBOUR (Studi Kasus Pada PT. Graha Gas Niaga Klaten)

USULAN RANCANGAN RUTE PENDISTRIBUSIAN MINUMAN TEH KEMASAN BOTOL MENGGUNAKAN ALGORITMA NEAREST NEIGHBOUR DAN LOCAL SEARCH *

PENENTUAN RUTE PENGIRIMAN KAYU UNTUK MEMINIMUMKAN BIAYA DISTRIBUSI DENGAN METODE CLARK AND WRIGHT SAVING HEURISTIC DI CV. SUMBER JAYA GRESIK SKRIPSI

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI PRODUK KE KONSUMEN UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA TRANSPORTASI DENGAN METODE SAVINGS MATRIX DI PG CANDI BARU SIDOARJO SKRIPSI

Penentuan Rute Kendaraan dalam Pendistribusian Beras Bersubsidi Menggunakan Algoritma Genetika (Studi Kasus Perum Bulog Sub Divre Cirebon) *

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

PENGARUH NILAI PARAMETER TERHADAP SOLUSI HEURISTIK PADA MODEL VTPTW

Dea Widya Hutami¹, Wayan Firdaus Mahmudy, Mardji

BAB I PENDAHULUAN I.1

BAB 1 PENDAHULUAN. tempat tujuan berikutnya dari sebuah kendaraan pengangkut baik pengiriman melalui

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Usulan Perbaikan Rute Pengiriman Dengan Menggunakan Metode Nearest Neighbour Dan Branch And Bound Di Home Industry Donat Enak Bandung

PADA DISTRIBUTOR BAHAN MAKANAN VEHICLE ROUTING PROBLEM WITH TIME WINDOWS AT FOOD INGREDIENTS DISTRIBUTOR

BAB I PENDAHULUAN. ekspedisi. Permasalahan distribusi tersebut mencakup kemudahan untuk

BAB I PENDAHULUAN. Bab ini berisi tentang latar belakang masalah, perumusan masalah, batasan

BAB II LANDASAN TEORI

PENENTUAN RUTE PENDISTRIBUSIAN GAS LPG DENGAN METODE ALGORITMA NEAREST NEIGHBOUR

OPTIMALISASI RUTE DISTRIBUSI AIR MINUM QUELLE DENGAN ALGORITMA CLARKE & WRIGHT SAVING DAN MODEL VEHICLE ROUTING PROBLEM

BAB I PENDAHULUAN. Sebuah perusahaan melakukan proses produksi untuk menghasilkan

Optimasi Rute Pengangkutan Sampah Dengan Metode Vehicle Routing Problem With Time Window Menggunakan Binary Integer Programming

BAB II LANDASAN TEORI

BAB I PENDAHULUAN. Dewasa ini persaingan bisnis yang terjadi di kalangan perusahaan

Usulan Rancangan Rute Distribusi Produk Sepatu Menggunakan Metode Vehicle Routing Problem *

SAVING MATRIX UNTUK MENENTUKAN RUTE DISTRIBUSI

BAB I PENDAHULUAN. serta mempermudah penyampaian produk dari produsen ke konsumen. Distribusi

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

BAB I PENDAHULUAN. konsumen adalah kemampuan untuk mengirimkan produk ke pelanggan secara

Suci Fujianti LOGO

PENENTUAN RUTE PENDISTRIBUSIAN KERTAS KARTON MODEL STUDI KASUS: PT. PAPERTECH INDONESIA UNIT II MAGELANG

PENYELESAIAN VEHICLE ROUTING PROBLEM DENGAN MENGGUNAKAN METODE NEAREST NEIGHBOR (Studi Kasus : MTP Nganjuk Distributor PT.

PENENTUAN RUTE PENGIRIMAN DAN BIAYA TRANSPORTASI DENGAN MENGGUNAKAN METODE CLARK AND WRIGHT SAVING HEURISTIC

BAB II LANDASAN TEORI. tujuan yang sama. Menurutnya juga, Sistem Informasi adalah serangkaian

Penjadwalan Kapal dengan Menggunakan Insertion Heuristic

Jurnal Ilmiah Mustek Anim Ha Vol.1 No. 2, Agustus 2012 ISSN

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Pembentukan Rute Distribusi Air Mineral Al- Ma soem Menggunakan Metode Clarke Wright dan Nearest Neighbordi. PT. Al-Ma soem Muawanah *

USULAN MODEL DALAM MENENTUKAN RUTE DISTRIBUSI UNTUK MEMINIMALKAN BIAYA TRANSPORTASI DENGAN METODE SAVING MATRIX DI PT. XYZ

BAB I PENDAHULUAN. pengiriman produk kepada pelanggan harus memiliki penentuan rute secara tepat,

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Penentuan Rute dan Penjadwalan Kendaraan untuk Pengiriman Spon di CV. Prima Maju Jaya

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

USULAN RANCANGAN RUTE PENDISTRIBUSIAN PRODUK KARPET DENGAN MENGGUNAKAN METODE (1-0) INSERTION INTRA ROUTE *

BAB I PENDAHULUAN. Dengan menentukan rute distribusi secara optimal dapat membantu perusahaan

APLIKASI VEHICLE ROUTING PROBLEM PADA PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI AIR MINERAL CLUB DI KOTA BALIKPAPAN (Studi Kasus: PT Tirta Makmur Perkasa Balikpapan)

MENGOPTIMALKAN BIAYA TRANSPORTASI UNTUK PENENTUAN JALUR DISTRIBUSI PRODUK X DENGAN METODE SAVING MATRIKS. Erlina P Teknik Industri FTI-UPNV Jatim

MINIMASI BIAYA DALAM PENENTUAN RUTE DISTRIBUSI PRODUK MINUMAN MENGGUNAKAN METODE SAVINGS MATRIX

Transkripsi:

Reka Integra ISSN: 2338-5081 Teknik Industri Itenas No.1 Vol.1 Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juni 2013 Usulan Rute Distribusi Roti Dengan Menggunakan Metode Clarke Wright Algorithm Heru Chrystianto, Hari Adianto, Rispianda Jurusan Teknik Industri Itenas Bandung Email: heru_chrystianto@yahoo.co.id ABSTRAK Pengiriman roti berdasarkan keinginan marketing sehingga terdapat beberapa lokasi retailer berdekatan di distribusikan dengan menggunakan kendaraan berbeda. Perlu menyusun kembali pola rute diterapkan oleh usahaan sehingga jarak pengiriman produk lebih efisien. Mengatasi masalah rute distribusi melibatkan sekumpulan rute kendaraan-kendaraan berbasiskan pada depot untuk melayani pelanggan tersebar secara geografis dengan mintaannya masing-masing dengan pendekatan model. Model dapat digunakan sebagai pendekatan untuk menyelesaikan masalahan distribusi dengan rute dan sejumlah kendaraan angkut adalah Vehicle Routing Problem (VRP). Metode digunakan yaitu Clarke Wright Algorithm, algoritma ini merupakan algoritma heuristik digunakan sebagai pendekatan masalah Vehicle Routing Problem (VRP). roti dikirim usahaan setiap harinya sama, terkecuali terdapat penambahan atau pengurangan mintaan sehari sebelum pengiriman. Penelitian dilakukan dengan membandingkan rute diterapkan usahaan sebelum penelitian dengan rute usahaan digunakan setelah penelitian. Penelitian menghasilkan pola rute lebih baik karena memiliki total jarak tempuh lebih pendek dengan selisih 10,4 km. Hasil penelitian ini kemudian dibandingkan lagi dengan rute memaksimalkan kapasitas angkut kendaraan mengirimkan roti. Selisih dihasilkan yaitu 5,2 km dengan selisih biaya berdasarkan konsumsi bahan bakar sebesar Rp 2.738,1 hari. Kata kunci: Rute, Jarak, Ongkos,VRP ABSTRACT The bread delivery systems based on marketing demand has some location adjacent retailers distributed by using a different vehicle. It needs to reconstruct the route pattern that is applied by the company so that a distance of more efficient delivery of products. Problems, involving the distribution route set route-based vehicles in the depot, serve customers who are geographically dissed with each request with a model approach. The model can be used as an approach to solve the distribution problems with the route and a number of transport vehicles is the Vehicle Routing Problem (VRP). The method used is Clarke - Wright Algorithm. This algorithm is a heuristic algorithm that is used as an approach to the problem Vehicle Routing Problem (VRP). The total bread delivered every day are same, unless there is addition or subtraction demand a day before delivery. The study was conducted by comparing the route before the company applied research with companies that use the route after the study. The study produced a better route pattern because it has a shorter total distance traveled by a margin of 10.4 km. The results are then compared again with the route that maximizes the transport capacity of the vehicle that sends bread. The resulting difference is 5.2 km to the difference in cost based on fuel consumption by Rp 2.738,1 day. Keywords: route, distance, cost Reka Integra 124

Usulan rute distribusi roti dengan menggunakan metode Clarke wright algorithm 1. PENDAHULUAN Rute pengiriman ditentukan oleh bagian marketing atau distributor secara langsung. Kapasitas diangkut setiap kendaraan lebih besar dibandingkan dengan jumlah roti diangkut. Pengiriman roti dengan menggunakan kendaraan sepeda motor relatif pendek, sehingga lu dilakukam usaha untuk mencari urutan rute di setiap kendaraan baik sebelum maupun sesudah mengoptimalkan kapasitas angkut. Setelah melakukan studi pendahuluan dan mengetahui kondisi terjadi pada 2. METODOLOGI Distribusi adalah suatu kegiatan penyaluran hasil produksi berupa barang dan jasa dari produsen ke konsumen guna memenuhi kebutuhan manusia. Orang melakukan kegiatan distribusi disebut sebagai distributor. Sistem distribusi barang berisikan titik-titik asal dan tujuan serta titik-titik pemindahan digunakan untuk kegiatan pengumpulan dan penyebaran barang. Sistem distribusi bertujuan agar benda-benda hasil produksi sampai kepada konsumen dengan lancar, tetapi harus memhatikan kondisi produsen dan sarana tersedia dalam masyarakat, sistem distribusi tidak baik akan sangat mendukung kegiatan produksi dan konsumsi. 2.1 DISTRIBUSI Distribusi adalah suatu kegiatan penyaluran hasil produksi berupa barang dan jasa dari produsen ke konsumen guna memenuhi kebutuhan manusia. Orang melakukan kegiatan distribusi disebut sebagai distributor. Sistem distribusi barang berisikan titik-titik asal dan tujuan serta titik-titik pemindahan digunakan untuk kegiatan pengumpulan dan penyebaran barang. Wilayah pelayanan merupakan wilayah geografis terdiri dari titik-titik asal, tujuan dan titik pemindahan. Suatu wilayah pelayanan dapat dibagi kedalam sub-sub wilayah, tingkat sub wilayah terkecil disebut dengan zona. Setiap tingkatan pelayanan dikelompokkan berdasarkan sekumpulan rute kendaraaan mengangkut barang dari titik titik asal atau pemindahan. Pendistribusian barang biasanya dengan menggunakan kendaraan setiap armada transportasi darat, laut, udara. Agar dapat melayani konsumen dengan baik armada transportasi ada lu diatur dan direncanakan sesuai dengan ukuran dan tingkat kompleksitasnya. Pekerjaan dilakukan oleh armada transportasi tersebut adalah melakukan keberangkatan dari suatu titik tertentu lalu berkeliling menuju beberapa titik lainnya dan kembali ke titik awal tersebut. 2.2 VIHICLE ROUTING PROBLEM (VRP) Vehicle Routing Problem (VRP) adalah suatu bentuk masalahan distribusi melibatkan sekumpulan rute kendaraan-kendaraan berbasiskan pada depot untuk melayani pelanggan tersebar secara geografis dengan mintaannya masing-masing. Tujuan umum dari Vehicle Routing Problem (VRP) yaitu melayani sekumpulan pelanggan dengan ongkos oasi minimum. Vehicle Routing Problem (VRP) memiliki beberapa nama berbeda pada literatur seti Vehicle Routing Scheduling Problem. Routing problem menekankan pada bagaimana membuat urutan mengunjungi pelanggan dengan kendaraan berangkat dan berakhir di depot (fasilitas sentral). Vehicle Routing Problem (VRP) terdiri dari beberapa jenis model dengan setiap model memiliki pembatasnya masing-masing. Jenis-jenis Vehicle Routing Problem (VRP) memiliki karakteristik masing-masing seti Capacitated Vehicle Routing Problem (CVRP), Split Reka Integra 125

Chyristionto, dkk Delivery Vehicle Routing Problem (SDVRP), Stochastic Vehicle Routing Problem (SVRP), Vehicle Routing Problem with Backhauls (VRPB), Vehicle Routing Problem Time Windows (VRPTW), dan Hesterogeneous Fleet Vehicle Routing Problem (HFVRP). 2.3 CLARKE WRIGHT ALGORITHM Algoritma heuristik digunakan untuk memecahkan Vehicle Routing Problem adalah Clarke-Wright algorithm. Suatu pabrik memiliki daftar mintaan terdiri dari data nama distributor dan jumlah mintaaan tiap distributor. Pabrik juga mempunyai k buah truk memiliki kapasitas angkut sama. Permasalahannya adalah bagaimana pemilihan rute harus dipilih untuk meminimasi waktu atau jarak jalanan. Clarke-Wright Algorithm digunakan untuk penentuan rute harus ditempuh dengan memhatikan kapasitas angkut tiap truk. Langkah-langkah penelitian dilakukan dapat dilihat pada Gambar 1. Mulai Identifikasi Masalah Studi Literatur Identifikasi Model VRP Data Jarak Waktu dari Pabrik ke Retailer Pengumpulan Data Menghitung penghematan Jarak dan Waktu dari Pabrik ke Retailer Alamat dan jumlah Permintaan Setiap Retailer dalam 1 Hari Jumlah dan Kapasitas dan Jam Kerja Pengolahan data Hasil Penelitian Analisis Masalah Kesimpulan dan Saran Selesai Gambar 1 Diagram Alir Pemecahan masalah Reka Integra 126

Usulan rute distribusi roti dengan menggunakan metode Clarke wright algorithm 3. HASIL DAN ANALISIS Hasil dan analisis penelitan berdasarkan pengumpulan dan pengolahan data meliputi rute, jarak, waktu dan total ongkos. 3.1 PERBANDINGAN RUTE SEBELUM DAN SESUDAH PENELITIAN Rute dihasilkan dengan menggunakan Clarke-Wright Algorithm dibandingakan dengan rute sebelum penelitian memiliki beberapa bedaan urutan pasangan retailer. Perbandinagn rute sebelum dan sesudah penelitian dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1 Perbandingan Rute Sebelum dan Sesudah Penelitian Rute Permintaan (buah) Jarak Transportasi Unloadaing(ja m) Mobil/1 0-1-2-3-4-5-6-0 4500 28,8 1,59 0,667 2,333 4,6 4,6 Mobil/2 0-7-8-9-10-0 3800 46 2,3 0,667 1,917 4,9 4,9 Motor/1 Motor/2 0-11-12-13-14-15-0 0-21-22-23-24-25-0 340 350 10,9 21,7 0,545 0,955 1,8 2,4 0-16-17-18-19-20-0 0-26-27-28-29-30-0 5,2 14,2 0,26 0,71 1,002 1,5 2,1 3,3 4,5 9650 126,8 6,36 3,000 7,757 17,1 17,3 Rute Setelah Penelitian Rute Permintaan (buah) Jarak Transportasi Unloadaing Mobil/1 0-6-8-9-10-7-0 4300 45,4 2,592 0,667 2,417 5,7 5,7 Mobil/2 0-1-2-4-3-5-0 4000 23,5 1,175 0,667 1,833 3,7 3,7 Motor/1 Motor/2 Rute Sebelum Penelitian 0-11-13-14-15-12-0 0-23-24-25-22-21-0 340 350 7,8 20,3 0,39 1,04 1,6 2,3 0-16-17-18-19-20-0 0-26-27-28-29-30-0 5,2 14,2 0,26 0,71 1,5 2,0 3,2 4,3 9650 116,4 6,167 3,000 7,59 16,8 16,8 Tabel 1 menggambarkan adanya ubahan urutan rute atau pasangan retailer. Sebelum penelitian usahaan dalam menentukan rute berdasarkan keinginan distributor belum melakukan penelitian dalam mengatasi penghematan jarak dan waktu. Setelah penelitian menggunakan rute dari usahaan dengan menggunakan metode Clarcke-Wright Algorithm. didapatkan alokasi retailer berdasarkan penghematan atau savings. Perusahaan melakukan pengiriman dan bertanggung jawab melakukan pengambilan sisa hasil penjualan tidak terjual (kadaluarsa) untuk proses lebih lanjut seti digunakan sebagai pakan ternak sapi. 3.2 PERBANDINGAN TOTAL JARAK, TOTAL WAKTU DAN BIAYA BAHAN BAKAR BENSIN SEBELUM DAN SESUDAH PENELITIAN Melihat hasil penelitian dapat dilihat dari jarak, total waktu dan konsumsi bahan bakar bensin ditempuh dalam pengiriman roti. Perbandingan total waktu sebelum dan sesudah penelitian dapat dilihat pada Tabel 2. Reka Integra 127

Chyristionto, dkk Tabel 2 Perbandingan Sebelum dan Sesudah Penelitian Segi Sebelum Sesudah Selisih penelitian Penelitian waktu trasportasi 17,3 16,8 0,5 Jarak ditempuh (km) 126,8 116,4 10,4 Biaya bensin (Rp) Hari 3.2156,2 2.9578,2 2.577.0 Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa rute pengiriman berdasarkan keinginan marketing masing-masing sehingga rute dihasilkan kurang optimal. Maka dalam penelitian dengan menggunakan Clarke-Wright Algorithm dapat membantu dalam menentukan rute sehingga dapat menghemat jarak dan waktu pengiriman, sebab dari pasangan retailer-retailer memiliki penghematan terbesar diurutkan hingga pasangan retailer-retailer memiliki penghematan terkecil. Penggabungan dilakukan dari penghematan terbesar ke terkecil dan bernilai positif memiliki jarak pendek dari retailer ke depot serta tidak melebihi kapasitas angkut kendaraan. Perbandingan total waktu sesudah dan sebelum penelitian dapat kita ketahui bahwa hasil penghematan roti terdapat bedaan total waktu pengiriman. Selisih total waktu dihasilkan sebelum dan sesudah penelitian adalah 0,5 jam, jarak untuk penelitian tama dengan rute berdasarkan kapasitas angkut kendaraan yakni demand dibawah 100 buah roti diangkut dengan menggunakan motor dan demand diatas 100 buah diangkut dengan mengunakan mobil. Selisih jarak tempuh dihasilkan sebelum dan sesudah penelitian kendaraan adalah 10,4 km. Sehinga penentuan rute dengan memaksimalkan kapasitas mendapatkan total jarak, waktu tempuh dan bahan bakar bensin paling kecil. 3.3 PERBANDINGAN RUTE PENELITIAN DENGAN MEMAKSIMALKAN KAPASITAS KENDARAAN Rute dihasilkan dengan menggunakan Clarke-Wright Algorithm dibandingakan dengan rute dengan memaksimalkan kapasitas kendaraan penelitian memiliki beberapa bedaan urutan pasangan retailer. Perbandingan rute penelitian berdasarkan besarnya demand dengan rute memaksimalkan kapasitas kendaraan dapat dilihat pada Tabel 3. Melihat bandingan rute sebelum dan sesudah penelitian maka sebaiknya usahaan menggunakan rute dengan memaksimalkan kapasitas angkut kendaraan penelitian sebab menghasilkan total waktu kecil. Pemilik usahaan ingin mendapatkan biaya pengiriman dengan biaya terkecil. Sehingga peneliti mencoba mengurangi kendaraan digunakan yakni menjadi dua mobil satu motor. Tenaga kerja tidak mengantarkan roti di pindahkan ke bagian produksi. Motor tidak digunakan untuk mengirim barang digunakan untuk iventaris usahaan kepada pekerja. Besarnya biaya dikeluarkan dapat dilihat pada Tabel 4. Reka Integra 128

Usulan rute distribusi roti dengan menggunakan metode Clarke wright algorithm Tabel 3 Perbandingan Rute Penelitian Berdasarkan Besarnya Demand dengan Rute Memaksimalkan Kapasitas Rute Permintaan (buah) Jarak Transportasi Unloadaing Mobil/1 0-6-8-9-10-7-0 4300 45,4 2,27 0,667 2,417 5,3 5,3 Mobil/2 0-1-2-4-3-5-0 4000 23,5 1,175 0,667 1,833 3,7 3,7 Motor/1 Motor/2 0-11-13-14-15-12-0 0-23-24-25-22-21-0 340 350 7,8 20,3 0,39 1,04 1,6 2,3 0-16-17-18-19-20-0 0-26-27-28-29-30-0 5,2 14,2 0,26 0,71 1,5 2,0 3,2 4,3 9650 116,4 5,84 3,000 7,59 16,4 16,4 Rute Setelah Penelitan dengan Memaksimalkan Kapasitas Rute Permintaan (buah) Rute Setelah Penelitan Berdasarkan Demand Jarak Transportasi Unloadaing Mobil 1 0-1-2-30-26-17-19-20- 21-3-27-4-5-0 4470 27,1 1,425 0,667 3,002 5,1 5,1 Mobil 2 0-15-28-29-6-7-8-9-10-0 4500 54,8 2,74 0,667 2,918 6,3 6,3 Motor 1 0-11-13-12-14-16 8,1 0,53 0,250 1,6 0-18-22-23-24-25-0 350 21,2 1,055 0,250 2,1 3,8 9650 111,2 5,75 1,833 7,590 15,2 15,2 Berdasarkan bandingan rute penelitian berdasarkan besarnya demand dengan rute memaksimalkan kapasitas kendaraan jarak ditempuh rute memaksimalkan kapasitas kendaraan 5,2 km lebih pendek dibandingkan dengan rute penelitian berdasarkan besarnya demand. Tabel 4 Perbandingan Biaya Sebelum dan Sesudah Pengurangan Sebelum Pengurangan Sesudah Pengurangan Biaya (Rp) Biaya (Rp) Mobil 1 16.214,3 Mobil 1 9.678,6 Mobil 2 8.392,9 Mobil 2 19.571,4 Motor 1 1.360,5 Motor 1 3.066,3 Motor 2 3.610,5 Motor 2 0 Biaya Hari 29.578,2 Biaya Hari 32.316,3 Melihat dari biaya dikeluarkan berdasarkan konsumsi bahan bakar, maka rute tanpa memaksimalkan kapasitas angkut kendaraan mengeluarkan biaya lebih kecil dari pada memaksimalkan kapasitas dengan selisih biaya sebesar Rp 2.738,1 hari. 4. KESIMPULAN DAN SARAN Setelah menganalisa peneliti mengasilkan penentuan rute lebih baik dengan metode Clarcke Wight Algorithm sebab dari rute dihasilkan dapat meminimasi jarak, waktu dan biaya pengiriman dari segi bahan bakar. Jarak total sebelum penelitian sebesar 126,8 km dibandingkan dengan jarak total setelah penelitian sebesar 116,4 km, selisih jarak sebesar 10,4 km. waktu ditempuh ditempuh yakni sebelum penelitian waktu dengan total waktu 17,3 jam dibandingkan dengan hasil total waktu setelah penelitian sebesar 16,8 jam, selisih dalam prosentase sebesar 2,9%.Perusahaan dapat mengoptimalkan jam kerja sehingga dapat memluas pemasaran. kendaraan sebelum penelitian total biaya berdasarkan biaya bahan bakar bensin sebesar Rp 32156,15 hari dibandingkan Reka Integra 129

Chyristionto, dkk biaya setelah penelitian dengan total kendaran dua unit mobil dan satu unit motor sebesar Rp 28170,93 hari dengan selisih biaya sebesar Rp 3985,22 hari. Biaya berdasarkan konsumsi bahan bakar bensin digunakan sebelum memaksimalkan kapasitas angkut yaitu sebesar Rp 29578,2 hari sedangkan sesudah memaksimalkan kapasitas angkut sebesar Rp 32316,3 hari dengan selisih biaya sebesar Rp 2.738,1 hari. Berdasarkan biaya konsumsi bahan bakar bensin maka peneliti dan usahaan menyimpulkan untuk menggunakan rute berdasarkan demand tanpa harus mengurangi jumlah kendaraan angkut. DAFTAR PUSTAKA Donald J. Bowersox. 2006. Manajemen Logistik: Integrasi Sistem-sistem Manajemen Distribusi Fisik dan Manajemen Material. Jakarta: Bumi Aksara. Iskandar, Siska, 2008, Penentuan Rute Pengiriman Tinta Printer Acaciana dengan Menggunakan Metode Clarcke-Wright Algorithm, Unpublished Tugas Akhir. Institut Teknologi Nasional. Bandung. Kodrat, David Sukardi. 2009. Manajemen Distribusi Berbasis Teori dan Praktek,Yogyakarta: Graha Ilmu Miller, David M., Matson, Jessica O.,Vaidyanathan, Bharath S., 1999, A Capacitated Vehicle Routing Problem For Just In Time Delivery, ITE Transsaction Minieka, Edward., Evans, James R., 1992, Optimization Algorithm for networks and graphs, 2nd Ed, Marcel Dekker, New York. Reka Integra 130