LEMBAR PENGESAHAN ARTIKEL ILMIAH

dokumen-dokumen yang mirip
PROGRAM STUDI D3 REKAM MEDIS DAN INFORMASI KESEHATAN FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO SEMARANG 2016

BAB I PENDAHULUAN. menyediakan rawat jalan, rawat inap, dan gawat darurat dan jenis pelayanan

BAB III METODE PENELITIAN

LAELA MIFTAHUL JANNAH

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. Dari hasil penelitian tersebut diatas maka dapat diambil kesimpulan dari

ANALISA KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP KASUS DEMAM THYPOID DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KOTA PEKALONGAN PADA PERIODE TRIWULAN 1 TAHUN

QUANTITATIVE AND QUALITATIVE ANALYSIS OF THE IN-PATIENT MEDICAL RECORD DOCUMENTS FOR PATIENTS WITH HYPERTENSION AT THE PANTI WILASA DR

Kata Kunci PENDAHULUAN

ANALISA KUANTITATIF DAN KUALITATIF DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP PADA PERIODE TRIWULAN I DI RSUD UNGARAN TAHUN 2014

ABSTRACT. Key words : Medical Record Documents Inpatient (MRD Inpatient), Surgical Diseases, Reference : 15 ( )

QUANTITATIVE ANALYSIS OF THE MEDICAL RECORD DOCUMENT CASES OF STROKE HOSPITALIZATIONS FOURTH QUARTER OF 2012 IN THE HOSPITAL KRT SETJONEGORO WONOSOBO

ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA SEMARANG PADA PERIODE BULAN MEI 2013 ARTIKEL

ANALISA KETIDAKLENGKAPAN DATA DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP PADA KASUS GASTROENTERITISDI RSU SINAR KASIH PURWOKERTO PERIODE TRIWULAN IV TAHUN 2012

ANALISA KUANTITATIF DAN KUALITATIF PASIEN RAWAT INAP PADA KASUS PENYAKIT HERNIA PERIODE TRIWULAN 1 TAHUN 2014 DI RSUD SUNAN KALIJAGA DEMAK

ABSTRACT. : Inpatient Medical Record Documents patients BPJS case SectioCaesaria, Review of Quantitative, Qualitative Review, Accuracy Code.

ANALISA KUANTITATIF DAN KUALITATIF KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS PADA PASIEN TYPOID DI RSUD KOTA SEMARANG PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2014

Nugrahaning Pundi Astanti

N n. 126 n. pendekatan cross sectional yaitu menganalisa penelitian pada saat penelitian berlangsung, dan penelitian dilakukan secara deskriptif.

ANALISA KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN BEDAH NON ASURANSI DI RSU AISYIYAH KUDUS PADA TRIWULAN I TAHUN 2015

ANALISA KUANTITATIF TERHADAP KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP PADA BANGSAL ANAK RUMAH SAKIT PANTI WILASA DR.CIPTO SEMARANG TRIWULAN IV

Keywords: Quality assurance, qualitative and quantitative analysis, filling

Soraya Nurul Hidayah. Abstract

FAKTOR PENYEBAB KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DALAM BATAS WAKTU PELENGKAPAN DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH Dr. MOEWARDI SURAKARTA

Retno Mukti*), Arif Kurniadi**) *) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro **) Dosen Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro

TINJUAN PENGETAHUAN PERAWAT RAWAT INAP DALAM PENGISIAN FORMULIR RM.15 (RESUME KEPERAWATAN PASIEN KELUAR) DI RSUD TUGUREJO SEMARANGTAHUN 2014

ABSTRAK ANALISA KUANTITATIF DAN KUALITATIF KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN BAYI BARU LAHIR HIDUP DI BAGIAN RAWAT INAP DI RS TELOGOREJO

analisis kuantitatif kelengkapan dokumen rekam medis Pasien rawat inap kasus Cedera kepala ringan di rsud kabupaten karanganyar TaHun 2013

KUANTITATIF DAN KUALITATIF DOKUMEN REKAM MEDIS KASUS BEDAH ORTHOPEDI PADA PERIODE TRIWULAN IV DI RUMAH SAKIT MARDI RAHAYU KUDUS TAHUN 2015

ANALISA KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP RUANG AN NISA TRIWULAN I TAHUN 2012 DI RSU PKU MUHAMMADIYAH GUBUG

D-III Study Program Medical Record and Health Information. Faculty of Health Dian Nuswantoro Univercity Semarang 2015 ABSTRACT AISAH PAHLEVI

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Shita Anindyta. PENDAHULUAN Berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jendral Pelayanan Medis nomor 78 tahun 1991 tentang Penyelenggaraan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. kesimpulan sebagai berikut :

KEAKURATAN KODE DIAGNOSA UTAMA DOKUMEN REKAM MEDIS PADA KASUS PARTUS DENGAN SECTIO CESAREAN DI RUMAH SAKIT PANTI WILASA CITARUM TAHUN 2009

Tri Puji Hastuti. : Medical Record Document, Sectio Caesarea, Quantitative. and Qualitative PENDAHULUAN

TINJAUAN KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS BERDASARKAN ELEMEN PENILAIAN STANDAR JCI DI BANGSAL RAJAWALI 4B RSUP DR.KARIADI SEMARANG TAHUN 2015

BAB VI PENUTUP. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya maka

HUBUNGAN PENGETAHUAN DOKTER DENGAN KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI POLIKLINIK NEUROLOGI RSUP DR. KARIADI SEMARANG OKTOBER 2008.

BAB III METODE PENELITIAN

LEMBAR PENGESAHAN ARTIKEL ILMIAH

ABSTRACT. Keywords : Accreditation, KARS, APK 3.2, APK, APK 3.3 Bibliography : 19 ( ) ABSTRAK

BAB I PENDAHULUAN. menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Dalam memberikan pelayanan. kesehatan harus mengutamakan pelayanan yang berorientasi pada

BAB I PENDAHULUAN. kesehatan yang dibutuhkan masyarakat. Berdasarkan Permenkes. yang penting dalam proses pelayanan kesehatan, melihat dokumen

JURNAL VISIKES - Vol. 10 / No. 1 / April 2011

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETIDAKLENGKAPAN FORMULIR INFORMED CONSENT DI RUMAH SAKIT UNGARAN TAHUN Efi Sriatmi*), dr.zaenal Sugiyanto,M.

ABSTRAK ANALISA KUANTITATIF DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP PENYAKIT DALAM PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2013 DI RS TELOGOREJO SEMARANG

ANALISA KUANTITATIF KUALITATIF DRM RAWAT INAP NEPHROLITHIASIS PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2015 DI RSUD UNGARAN ABSTRACT

BAB I PENDAHULUAN. menyelenggarakan pelayanan kesehatan perorangan secara pariurna yang

TINJAUAN PELAKSANAAN PROSEDUR PENYERAHAN DOKUMEN REKAM MEDIS DARI RAWAT INAP KE BAGIAN FILING DI RS PANTI WILASA DR.CIPTO SEMARANG TAHUN 2013

BAB III METODE PENELITIAN. Analisa Kuantitatif dan Kualitatif DRM rawat Inap Kasus Demam Thypoid

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Berdasarkan SK Menteri kesehatan Nomor:269/Menkes/Per/III/2008

ijmsbm.org IJMS Indonesian Journal On Medical Science Volume 4 No

BAB III METODE PENELITIAN

Tinjauan Pengetahuan dan Sikap Dokter dalam Pengisian Resume Medis Rawat Inap RS Permata Bunda Purwodadi Tahun 2015

EVALUASI KINERJA ASSEMBLING DALAM PENGENDALIAN KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI ASSEMBLING RSUD UNGARAN TAHUN Devi Ayu Kumalasari*),

BAB I PENDAHULUAN. lingkungan rumah. Rumah sakit juga merupakan pusat untuk latihan

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN. A. Kesimpulan 1. Alur Dokumen Rekam Medis pasien BPJS. BPJS dan protap Rumah Sakit tentang unit Assembling.

TINJAUAN FAKTOR PENYEBAB KETIDAKLENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT JALAN DI BALAI KESEHATAN PARU MASYARAKAT (BKPM) SEMARANG TAHUN 2015

HALAMAN PERSETUJUAN ARTIKEL. Tinjauan Spesifisitas Penulisan Diagnosis Dan Ketepatan Kode Berdasarkan ICD-10 Pada

B. Quality Assurance C. Analisa Kuantitatif TINJAUAN PUSTAKA A. Rekam Medis

ANALISIS KUANTITATIF RAWAT JALAN KASUS DIABETES MELETUS DENGAN METODA HATTA DI RS JASA KARTINI TRIWULAN IV TAHUN 2015

STUDI DESKRIPTIF KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP PADA KASUS BEDAH ORTHOPEDY DI RSUD KOTA SEMARANG

TINJAUAN HUBUNGAN ANTARA SPESIFISITAS DIAGNOSIS UTAMA DENGAN AKURASI KODE KASUS PENYAKIT BEDAH PERIODE TRIWULAN I TAHUN 2014

Tinjauan Prosedur Penentuan Kode Tindakan Berbasis ICD-9-CM untuk INA CBG di RSUD Dr. Soeroto Ngawi

THE ANALYSIS OF QUANTITATIVE AND QUALITATIVE OF MEDICAL RECORD DOCUMENT INPATIENT OF HEART ON 2ST QUARTER 2015 IN RS DR KARIADI SEMARANG

BAB I PENDAHULUAN. meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi

ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN DAN PENGEMBALIAN REKAM MEDIS RAWAT INAP RUMAH SAKIT

Program Studi DIII Rekam Medis & Informasi Kesehatan Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Semarang 2013 ABSTRAK

TINJAUAN KEBUTUHAN RAK FILE DOKUMEN REKAM MEDIS (DRM) RAWAT INAP DI RSUD DR. H. SOEWONDO KENDAL TAHUN 2016

*) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro. **) Pengajar Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro

ANALISIS KUANTITATIF DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP DENGAN KASUS PERSALINAN DI RUMAH SAKIT SLAMET RIYADI SURAKARTA TRIWULAN II TAHUN 2011

GAMBARAN PENGEMBALIAN DOKUMEN REKAM MEDIS RAWAT INAP RUANG VII TRIWULAN IV TAHUN 2013 DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TASIKMALAYA

Irmania Citrawati. Key words : Gastroenteritis,Incomplete medical record, quantitatif and qualitatif analysis. Bibliography : 19 ( )

ANALISA KUANTITATIF DAN KUALITATIF DOKUMEN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP PADA PERIODE TRIWULAN I DI RSUD UNGARAN TAHUN 2014 KARYA TULIS ILMIAH

ANALISIS KELENGKAPAN PENGISIAN RESUME MEDIS PASIEN HYPERPLASIA OF PROSTATE

*) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro. **) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro

analisis kuantitatif dokumen rekam medis rawat inap dengan diagnosis VERTIGO di rsi amal sehat PeriOde TriWulan iv Pada TaHun 2012

: Delay Repayment, Of Medical Record Documents, Assembling

BAB I PENDAHULUAN. Rumah Sakit sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan merupakan

PERAN PENTING PENULISAN DIAGNOSIS UTAMA DAN KETEPATAN KODE ICD-10 SEBAGAI DATA BASE SURVEILANS MORBIDITAS STUDI KASUS DI RS KOTA SEMARANG

Tinjauan Pelaksanaan Standar MKI 11 dan MKI 12 Dalam Rangka Persiapan Akreditasi Kars 2012 di Bagian Filing Rawat Inap RSUD Majenang Kabupaten

SISTEM INFORMASI PEMINJAMAN DOKUMEN REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT X THE LOANING INFORMATION SYSTEMS OF MEDICAL RECORDS DOCUMENT IN X HOSPITAL

TINJUAN PENGETAHUAN DOKTER RAWAT INAP DALAM KELENGKAPAN PENGISIAN FORMULIR RM.11 (RESUME KELUAR) DI RSUD BREBES TAHUN 2015

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. pelayanan lain yang telah diberikan kepada pasien. (1)

BAB 1 : PENDAHULUAN. menyediakan pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Selain itu,

TINJAUAN GAMBARAN KELENGKAPAN DOKUMEN REKAM MEDIS KASUS DIABETES MILLITUS TERHADAP KLAIM BPJS DI RSUD Dr.R.SOEPRAPTO CEPU PADA TAHUN 2016

EVALUATION OF MEDICAL RECORD DOCUMENT QUALITY AT THE HCU-STROKE WARD AT Dr KARIADI HOSPITAL SEMARANG IN FEBRUARY UP TO MAY 2015

TINJAUAN PELAKSANAAN PELEPASAN INFORMASI MEDIS UNTUK KEPERLUAN VISUM ET REPERTUM DARI ASPEK HUKUM KESEHATAN DI RSUD KABUPATEN BATANG TAHUN 2016

ABSTRAK TINJAUAN TATALAKSANA REKAM MEDIS RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT KEPOLISIAN PUSAT RADEN SAID SUKANTO DI JAKARTA TAHUN 2010

BAB I PENDAHULUAN. Dalam Permenkes No : 269/Menkes/PER/III/2008 yang dimaksud rekam

BAB I PENDAHULUAN. Memasuki era perdagangan bebas dunia yang dimulai dengan Asean Free Trade

BAB I PENDAHULUAN. keseimbangan yang dinamis dan mempunyai fungsi utama melayani

TINJAUAN PENGISIAN RESUME KELUAR RAWAT INAP RUANG TERATAI TRIWULAN IV DI RSUD KABUPATEN CIAMIS TAHUN 2012

dimiliki oleh suatu instansi. Man yaitu Sumber Daya Manusia (SDM) adalah petugas yang bertanggung jawab mengisi formulir / berkas.

BAB I PENDAHULUAN. memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, memiliki peran

TINJAUAN ANALISIS KUANTITATIF TERHADAP PENGISIAN BERKAS REKAM MEDIS DI RUANGAN BEDAH INSTALASI RAWAT INAP RSUD TOTO KABILA TRIWULAN I TAHUN 2017

IDENTIFIKASI KETIDAKLENGKAPAN REKAM MEDIS PASIEN RAWAT INAP RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH LAMONGAN

REVIEW CAUSE ANY CLAIM TERMS INCOMPLETENESS BPJS PATIENT IN HOSPITAL UNIT BHAKTI WIRA TAMTAMA SEMARANG 2015

BAB I PENDAHULUAN. Rumah sakit sebagai salah satu fasilitas pelayanan kesehatan. dalam mendukung penyelenggaraan upaya kesehatan.

Transkripsi:

LEMBAR PENGESAHAN ARTIKEL ILMIAH Analisa Kunatitatif dan Kualitatif Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Inap Kasus Bedah Pada Tindakan Craniotomy di SMC Telogorejo Semarang Periode Triwulan I Tahun2016 Disusun Oleh : SETIYATI D22.2013.01346 Telah diperiksa dan disetujui untuk di upload di Sistim Informasi Tugas Akhir ( SIADIN ) Pembimbing Dyah Ernawati, S. Kep, Ns, M.Kes

Halaman Pengesahan Artikel Ilmiah Analisa Kunatitatif dan Kualitatif Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Inap Kasus Bedah Pada Tindakan Craniotomy di SMC Telogorejo Semarang Periode Triwulan I Tahun2016 Telah diperiksa dan disetujui untuk di upload di Sistim Informasi Tugas Akhir ( SIADIN ) Pembimbing Dyah Ernawati, S.Kep, Ns, M.Kes 1

Analisa Kunatitatif dan Kualitatif Dokumen Rekam Medis Pasien Rawat Inap Kasus Bedah Pada Tindakan Craniotomy di SMC Telogorejo Semarang Periode Triwulan I Tahun2016 Setiyati *), Dyah Ernawati, **) *) Alumni Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro **) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro Email :setiyati74@gmail.com ABSTRACT Background: The medical record was one of the standards that must be met in hospital accreditation. Analysis of completeness aims to make medical records are complete and continuous in order to protect the legal interests of patients, doctors, and hospitals. The results of initial survey of 10 documents showed incompleteness in charging. The purpose of this study was determined the description of Quantitative and Qualitative Analysis of Inpatient Surgery Cases of Craniotomy in SMC Telogorejo Semarang, because of incompleteness in the case of surgical craniotomy. Methods :This type of research was descriptive by observing and collecting data to obtain an objective description. Medical records document that observed were total population of 33 document of inpatient surgical case of craniotomy. Result: Of the number of documents were examined, 33 documents, the result for the review of identified 88% complete and 12% incomplete, reviews of authentification 86% complete and 14% incomplete, review of recording 86% complete and 14% incomplete, review of reporting 88% and 12% incomplete, review the completeness and consistency of diagnosis 98% complete and 2% incomplete, review the consistency and recording diagnosis 98% complete and 2% incomplete, review the recording time of treatment and care 98% complete and 2% incomplete, review informed consent sheet 96% complete and 4% incomplete, review records and how to practice 98% complete and 2% incomplete, also DMR 88% complete and 12% incomplete. Conclusion :Researcher advised to minimize the incompleteness of the document needs to be held socialization for nurses and physicians about the importance of the completeness the contents of the document. Keywords : Quantitative, Qualitative, craniotomy ABSTRAK Pendahuluan Rekammedisadalahsalahsatustandar yang harusdipenuhidalamakreditasirumahsakit.analisa kelengkapan bertujuan untuk 2

membuat catatan medis yang lengkap dan berkesinambungan untuk melindungi kepentingan hukum pasien, dokter, dan rumah sakit.hasil survei awal terhadap 10 dokumen masih terdapat ketidaklengkapan dalam pengisian.tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran Analisa Kuantitatif dan Kualitatif Pasien Rawai Inap Kasus Bedah pada Tindakan Craniotomi di SMC Telogorejo Semarang, dengan alasan masih banyak ketidaklengkapan pada kasus bedah craniotomy. Metode Jenispenelitianadalahdeskriptifdengancaramengamatidanmengumpulkan data sehinggamemperolehgambaransecaraobjektif. Dokumenrekammedis yang diobservasiadalah total populasiyaitu 33 dokumenkasusbedahrawatinappadatindakancraniotomy. Hasil Dari jumlah dokumen rawat inap yang diteliti, 33 dokumen,didapat hasil untuk review identifikasi 88% lengkap dan 12% tidaklengkap,review autentifikasi 86% lengkap dan 14% tidaklengkap, review pencatatan 86% lengkap dan 14% tidaklengkap,review pelaporan 88% dan 12% tidaklengkap, review kelengkapan dan kekonsistenan diagnosa 98% lengkap dan 2% tidaklengkap, review kekonsistenan dan pencatatan diagnosa 98% lengkap dan 2% tidaklengkap, review pencatatan saat pengobatan dan perawatan 98% lengkap dan 2% tidaklengkap, review lembar informed consent 96% lengkap dan 4% tidaklengkap, review pencatatan dan cara praktek 98% lengkap dan 2% tidaklengkap, juga DMR 88% lengkap dan 12% tidaklengkapan SaranPeneliti menyarankan untuk meminimalkan ketidaklengkapan dokumen perlu diadakan sosialisasi bagi petugas perawat maupun dokter tentang pentingnya kelengkapan isi dokumen. Kata kunci : Kuantitatif, Kualitatif, Craniotomy PENDAHULUAN Rumah sakit merupakan institusi yang mengutamakan pelayanan kesehatan.oleh karena itu pelayanan rekam medis adalah salah satu standar yang harus dipenuhi dalam akreditasi rumah sakit.[1] Meneliti kelengkapan data yang seharusnya tercatat didalam formulir rekam medis Dokumen rekam medis berisi tentang semua informasi identitas dari pasien berobat pertama kali sampai dengan pasien pulang bahkan sampai datang lagi untuk berobat juga tindakan yang diberikan dalam pelayanan dalam pengobatan. [2] Penelitian kelengkapan data rekam medis menggunakan analisa kuantitatif dan kualitatif terdiri dari 4 review yaitu review identifikasi, review autentifikasi, review pencatatan, review pelaporan. Analisa kualitatif terdiri dari 6 review yaitu kelengkapan dan konsistenan diagnosa, review konsistenan pengobatan dan perawatan, review adanya catatan informed concent, review cara atau praktek 3

pencatatan, review hal-hal yang menyebabkan ganti rugi. Peneliti fokus pada kasus bedah Craniotomy karena peneliti merasa pada kasus tersebut masih sering dijumpai ketidaklengkapan pada kasus craniotomy baik dari segi kuantitatif maupun kualitatif oleh karena kelengkapan dokumen rekam medis merupakan salah satu poin penting Berdasarkan pengamatan pada survey awal di SMC Telogorejo Semarang pada bulan maret tahun 2016 dengan mengambil 10 sampel DRM pasien masih terdapat ketidaklengkapan dalam pengisian. Berdasarkan 10 review kuantitatif dan kualitatif yang di lakukan pada review identifikasi 80% tidak lengkap, review autentifikasi 90% tidak lengkap, review pencatatan 90% tidak lengkap, review pelaporan sebanyak 80% tidak lengkap, review kelengkapan dan konsistenan diagnosa 90% tidak lengkap, review konsistenan pencatatan diagnosa 90% tidak lengkap, review pencatatan hal yang dilakukan saat perawatan dan pengobatan 80% tidak lengkap, review adanya informed concent 80%, review cara pencatatan 80% tidak lengkap.untuk itu bila petugas menemukan data yang belum terisi lengkap harus dikembalikan ke ruangan untuk dilengkapi dalam jangka waktu 2 x 24 jam karena ketidaklengkapan data sangat berpengaruh terhadap informasi yang dibutuhkan pasien dalam pelaporan yang dibuat Rumah Sakit. Namun tetap saja didapat dokumen rekam medis yang belum lengkap, disebut bandel karena batas waktu pengembalian lebih dari 2x24 jam. [6] Dampak dari DRM yang tidak lengkap adalah kelemahan pada aspek hukum, terlambatnya pembuatan laporan dan terlambatnya penagihan asuransi, penegakan diagnosa yang kurang spesifik, penetapan kode menjadi kurang tepat.tujuan penelitian Untuk mengetahui gambaran Analisa Kuantitatif dan Kualitatif Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Kasus Bedah pada Tindakan Craniotomy di SMC TELOGOREJO Semarang Triwulan 1 tahun 2016 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif yaitu suatu penelitian yang dilakukan dengan cara mengamati dan mengumpulkan data sehingga memperoleh gambaran secara objektif. Penelitian ini menggunakan metode observasi yaitu data yang dikumpukan pada waktu tertentu yang bisa 4

menggambarkan keadaan atau kegiatan.variabel yang diteliti adalah kelengkapan pengisian dokumen rekam medis rawat inap pada kasus tindakan kraniotomi untuk 4 review.definisi operasional merupakan suatu batasan dalam menterjemahkan suatu variable secara lebih operasional dengan menjelaskan bagaimana caranya mendiagnosa dan mengukur suatu variabel. Dengand efinesi operasional ini sangat membantu peneliti lain yang akan menggunakanvariabel yang sama, sehingga mengetahui bagaimana caranya mengukur variable itu Populasi adalah keseluruhan objek yang diteliti.populasi yang dimaksud disini adalah jumlah dokumen rekam medis rawat inap dengan kasus bedah pada tindakan kraniotomi di SMC Telogorejo Semarang yaitu ada 33 DRM pada triwulan I tahun 2016, untu kitu yang diteliti dalam penelitian ini adalah total populasi. Dalam penelitian pada kasus bedah dengan tindakan kraniotomi dikarenakan DRM yang ada 33 maka menggunakan total populasi sampel. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi yaitu tehnik pengumpulan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung keobyek penelitian yaitu dokumen rekam medis pasien rawat inap di bagian filing periodetriwulan I di SMC Telogorejo Semarang 2016. Penelitian ini menggunakan instrument Chek List mengidentifikasi yang lengkap dan tidaklengkap a. Berkas yang lengkap ( L ) memakaitanda = b. Berkas yang tidaklengkap ( TL ) = - Metode yang digunakan untuk menganalisa data dalam penelitian ini adalah analisa data diskritrif, yaitu suatu metode penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk menggambarkan keadaan yang sebenarnya atau secara obyektif. HASIL Pengambilan data dilakukan secara keseluruhan dengan mengamati dan mengambil seluruh dokumen rekam medis rawat inap pada kasus bedah dengan tindakan kraniotomi mulai tanggal 1 Januari 31 Maret 2016 di bagian filing unit rekam medis rawat inap SMC Telogorejo Semarang priode triwulan 1 yaitu sebanyak 33 dokumen diteliti semuanya, hasil penelitian tersebut dibuat dalam bentuk tabel 5

Total Hasil Analisa Kuantitatif Rekam Medis Rawat Inap Pasien Kasus Bedah Pada Tindakan Craniotomy di SMC Telogorejo Semarang Pada masing- masing formulir Periode Triwulan 1 tahun 2016 Formulir Rekam Medis REVIEW Identifikasi Autentifikasi Pencatatan Pelaporan L TL L TL L TL L TL RM 2 33 0 33 0 33 0 32 1 RM 4 32 1 32 1 33 0 32 1 RM 5 32 1 33 0 31 2 33 0 RM 7 32 1 32 1 32 1 33 0 RM 8 32 1 32 1 31 2 32 1 RM 11 31 2 32 1 31 1 31 2 RM 14 32 1 31 2 33 0 33 0 RM 16 33 0 33 0 33 0 33 0 RM 18 33 0 32 1 32 1 32 1 Berdasarkan table diatas dapat dilhat hasil analisa kuantitatif pada dokumen rekam medis rawat inap pada kasus bedah dengan tindakan craniotomy tiwulan 1 tahun 2016 sebagai berikut : a. Pada review Identifikasi angka kelengkapan paling tinggi terdapat pada RM2, RM16 dan RM18 yaitu 100% lengkap. Angka kelengkapan paling kecil terdapat RM4, RM5, RM7, RM8, dan RM14 b. Pada review Autentifikasi angka kelengkapan tertinggi terdapat pada RM2, RM5, RM16 yaitu 100% lengkap. Angka kelengkapan paling kecil terdapat pada RM4, RM7, RM8, RM11 dan RM18 6

c. Pada review Pencatatan angka kelengkapan paling tinggi terdapat pada RM2, RM4, RM14 dan RM16 yaitu 100% lengkap. Angka kelengkapan paling kecil terdapat pada RM7, RM11, RM18 d. Pada review Pelaporan angka kelengkapan paling tinggi terdapat pada RM5, RM7, RM14 dan RM16 yaitu 100% lengkap. Angka kelengkapan paling kecil terdapat pada RM2, RM4, RM8 dan RM18 Hasil Analisa Kualitatif Dokumen Rekam Medis Rawat Inap Pasien Kasus Bedah Pada Tindakan Craniotomi Di SMC Telogorejo Semarang Periode Triwulan 1 tahun 2016 No Review L TL 1 Review kelengkapan dan kekonsistenan diagnosa 32 1 2 Review kekonsistenan dan kelengkapan pencatatan 32 1 diagnosa 3 Review pencatatan yang dilakukan saat perawatan 32 1 dan pengobatan 4 Review adanya informed consent 31 2 5 Review cara praktek atau pencatatan 32 1 6 Review hal-hal yang berpotensi penyebab tuntutan 33 0 ganti rugi Berdasarkan table diatas dapat disimpulkan dari hasil analisa kualitatif pada dokumen rekam medis rawat inap pasien kasus bedah pada tindakan craniotomy triwulan 1 tahun 2016 adalah : 7

a. Angka kelengkapan tertinggi terdapat pada analisa review kelengkapan dan kekonsistenan diagnosa yaitu sebesar 32 dokumen b. Angka kelengkapan tertinggi terdapat pada analisa review kelengkapan kekonsistenan dan pencatatan diagnosa yaitu sebesar 32 dokumen c. Angka kelengkapan tertinggi terdapat pada analisa review kelengkapan pencatatan hal-hal yang dilakukan saat perawatan dan pengobatan yaitu sebesar 32 dokumen d. Angka kelengkapan tertinggi terdapat pada analisa review kelengkapan praktek dan cara pencatatn yaitu sebesar 32 dokumen e. Angka kelengkapan tertinggi terdapat pada analisa review kelengkapan hal-hal yang berpotensi penyebeb tuntutan ganti rugi yaitu sebesar 32 dokumen f. Angka kelengkapan terendah terdapat pada analisa review kelengkapan lembar informed consent yaitu sebesar 31 dokumen DMR ( Delinguent Medical Record ) Dari hasil analisa kuantitatif dan kualitatif diatas dapat disimpukan bahwa dari hasil 33 dokumen rekam medis yang diteliti terdapat 27 dokumen yang lengkap dan 6 dokumen yang tidak lengkap, dan perhitungan tingkat kebandelan dokumen rekam medis rawat inap pada pasien kasus bedah pada tindakan craniotomy dengan rumus DMR adalah sebagai berikut : Jumlah rekam medis tidak lengkap DMR = Jumlah dokumen yang diteliti X 100% = 6 33 x 100% DMR = 18 % Dari hasil perhitungan diatas maka dapat disimpulkan bahwa presentase dokumen rekam medis yang bandel sebesar 18%.Dengan hasil tersebut menunjukkan tingkat kelengkapan dokumen dalam pengisian dokumen rekam medis sudah baik. 8

Kesimpulan Berdasarkan hasil akhir analisa dan pembahasan kelengkapan dokumen rawat inap pada pasien kasus bedah pada tindakan craniotomy di SMC Telogorejo Semarang periode triwulan 1 tahun 2016 ini, maka dapat diambil kesimpulan bahwa berdasarkan review identifikasi, review autentifikasi, review pencatatan, review pelaporan, kelengkapan dan kekonsistenan diagnosa, kekonsistenan dan pencatatan diagnose, pencatatan hal-hal saat dalam perawatan dan pengobatan, review lembar informed consent, cara praktek atau pencatana dan hal yang berpotensi penyebab ganti rugi dari 33 DRM yang diteliti terdapat 27 (88%) dokumen rekam medis yang lengkap dan 6 (12%) dokumen yang tidak lengkap Saran 1. Dari hasil penelitian tersebut diatas, terdapat beberapa saran yang diajukan kepada atasa demi kelancaran pelayanan rekam medis. 2. Memberikan sosialisasi pada petugas medis ( dokter, perawat ) tentang pentingnya arti pengisian dokumen rekam medis rawat inap. 3. Komite rekam medis mengadakan sosialisasi pada dokter untuk melengkapi pengisian secara lengkap dan benar bila melakukan tindakan dan sesudah tindakan. 4. Adanya Protap sebagai standar dan acuan pengisian ketidaklengkapan berikut dengan tata cara petunjuk pengisiannya. 5. Hendaknya petugas medis selalu meneliti ulang pada tiap formulir yang telah selesai digunakan dokter dari setiap kunjungan ke pasien pada saat itu juga, karena untuk mencegah ketidakleng kapan formulir, dan begitu juga perawat yang mengikuti juga harus teliti pada formulir yang perlu adanya pengisian agar supaya tak lupa tanda tangan dan nama terang Daftar Pustaka 9

1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Pelayanan Medik. Pedoman Pengelolaan Rekam Medis Rumah Sakit di Indonesia Revisi I. Jakarta.1997 2. Shofari, Bambang. Rekam Medis di Pelayanan Kesehatan, DIII, Univ. Dian Nuswantoro, Semarang. (tidak dipublikasikan) 3. Huffman, E.K. Health Information Manajemen. 1999 (Terjemahan) 4. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 269/MENKES/PER/III/2008 Tentang Rekam Medis 5. Direktorat Jendral Pelayanan Medik, Standar Pelayanan Rumah Sakit, Jakarta 1996. 6. Buku kasus bedah kalangan RS sendiri 7. Huffman. EK, Health Information Management, Physician Record Company, Berwyn, lllinois, 1994. 8. Gibony, Principies of Hospital Administration Edisi 2, Jakarta 1963 9. SOP SMC Telogorejo 10. Departemen Kesehatan Republik Indonesia.Permenkes no. 290/MENKES/Per/III/2008. 11. Departemen Kesehatan Pedoman Penyelenggaraan Prosedur Rekam Medis Rumah Sakit.Depkes. Jakarta.2006. 12. Direktorat Jendral Pelayanan Medik, Standar Pelayanan Rumah Sakit, Jakarta 1996. 13. Surat Keputusan Direktorat Jendral Pelayanan Medik No.78 tahun 1991 tentang Penyelenggaraan Rekam Medis. 14. Shofari, Bambang, dr. MMR. Quality Assurance Medical Record. Jawa Tengah. Semarang. 2014 15. Unit Rekam Medis SMC Telogorejo Semarang Buku Pedoman Penyelenggaraa Rekam Medis 16. Wijaya, Lily Health Record Management Assembling Record Quantitativeand Qualitatif, Jakarta 1999 10

11