METER GAS ROTARY PISTON DAN TURBIN

dokumen-dokumen yang mirip
BAB V METER GAS ROTARY PISTON DAN TURBIN

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI NOMOR ta /PDy{ llkvp h /2o1o TENTANG SYARAT TEKNIS METER GAS ROTA RY PISTON DAN TURBIN

BAB I PENDAHULUAN Maksud Dan Tujuan 1. Maksud Untuk mewujudkan keseragaman dalam pelaksanaan kegiatan tera dan tera ulang meter air.

Menteri Perdagangan Republik Indonesia

STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI PELAYANAN TERA/TERA ULANG JENIS TERA

TARIF RETRIBUSI TERA, TERA ULANG ALAT ALAT UTTP, KALIBRASI ALAT UKUR SERTA PENGUJIAN BARANG DALAM KEADAAN TERBUNGKUS

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Maksud dan Tujuan

TARIF RETRIBUSI TERA, TERA ULANG ALAT ALAT UTTP, KALIBRASI ALAT UKUR SERTA PENGUJIAN BARANG DALAM KEADAAN TERBUNGKUS

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI NoMoR eglpwlrepll lzoto TENTANG SYARAT TEKNIS METER GAS DIAFRAGMA

PROVINSI JAWA BARAT PERATURAN BUPATI KARAWANG NOMOR 2 TAHUN 2016

DIREKTORAT JENDERAT PERDAGANGAN DALAM NEGERI

STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI PELAYANAN TERA/TERA ULANG

BAB I PENDAHULUAN. Pompa viskositas tinggi digunakan untuk memindahkan cairan

BUPATI MOJOKERTO PROVINSI JAWA TIMUR

Laporan Tugas Akhir Pembuatan Modul Praktikum Penentuan Karakterisasi Rangkaian Pompa BAB II LANDASAN TEORI

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

Penggunaan sistem Pneumatik antara lain sebagai berikut :

BUPATI TANGERANG PROVINSI BANTEN PERATURAN BUPATI TANGERANG NOMOR 1 TAHUN 2016

KEPUTUSAN DTREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI NOMOR fi/my/kr'e/t/2010 TENTANG SYARAT TEKNIS POMPA UKUR BAHAN BAKAR GAS

BAB IV PENGOLAHAN DATA

BAB II DASAR TEORI. Alat ukur level adalah alat-alat instrumentasi yang dipergunakan untuk. 1. Mencegah kerusakan dan kerugian akibat air terbuang

BAB I PENDAHULUAN. Dalam beberapa industri dapat ditemukan aplikasi sains yakni merubah suatu

Antiremed Kelas 11 Fisika

BEJANA UKUR. Tergolong alat ukur metrologi legal yang wajib ditera dan ditera ulang (Permendag No. 8 Tahun 2010);

TARIF RETRIBUSI TERA ALAT UKUR, TAKAR, TIMBANG DAN PERLENGKAPANNYA (UTTP)

BAB III PERALATAN DAN PROSEDUR PENGUJIAN

Masalah aliran fluida dalam PIPA : Sistem Terbuka (Open channel) Sistem Tertutup Sistem Seri Sistem Parlel

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

BAB I PENDAHULUAN. juga dapat digunakan untuk pemanas. menghasilkan uap. Dimana bahan bakar yang digunakan berupa

BAB I PENDAHULUAN. mengenai pengukuran, baik pengukuran suhu, tekanan, kecepatan dan masih

JOBSHEET PRAKTIKUM 7 WORKSHOP INSTALASI PENERANGAN LISTRIK

1. Bagian Utama Boiler

Alat ukur aliran sangat diperlukan dalam industri oil, bahan kimia, bahan makanan, air, pengolahan limbah, dll.

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA

G U B E R N U R SUMATERA BARAT

Mekatronika Modul 11 Pneumatik (1)

BAB III DESKRIPSI ALAT DAN PROSEDUR PENGUJIAN

TUGAS AKHIR STUDI KEHANDALAN METER AIR

III. METODOLOGI PENELITIAN. terbuka, dengan penjelasannya sebagai berikut: Test section dirancang dengan ukuran penampang 400 mm x 400 mm, dengan

Gambar 11 Sistem kalibrasi dengan satu sensor.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Refrigerant Refrigeran adalah zat yang mengalir dalam mesin pendingin (refrigerasi) atau mesin pengkondisian udara

PENERAPAN KONSEP FLUIDA PADA MESIN PERKAKAS

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

2017, No Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan L

Oleh: Oe Tiny Agustini Koesmawati PUSAT PENELITIAN KIMIA

2. Current flowmeters Yang terukur = kecepatan aliran, bukan jumlah dari aliran. Contoh : Cup Type Anemometer

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. turbulen, laminar, nyata, ideal, mampu balik, tak mampu balik, seragam, tak

Contoh-2 Data Hasil Kalibrasi Orifice vs Aliran Standar (Ref.)

Cara uji viskositas aspal pada temperatur tinggi dengan alat saybolt furol

BAB III PERANCANGAN, INSTALASI PERALATAN DAN PENGUJIAN

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

BAB IV IMPLEMENTASI DAN ANALISIS. pengukuran bahan bakar minyak pada tangki SPBU ini terbagi dalam dua

STRUKTUR DAN BESARNYA TARIF RETRIBUSI PELAYANAN TERA/TERA ULANG

III. METODOLOGI PENELITIAN. berdasarkan prosedur yang telah di rencanakan sebelumnya. Dalam pengambilan data

PERUBAHAN PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 26 TAHUN 1983 TENTANG TARIF BIAYA TERA Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1986 Tanggal 22 Maret 1986

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Bahan Penelitian

BAB I PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

BAB III. Universitas Sumatera Utara MULAI PENGISIAN MINYAK PELUMAS PENGUJIAN SELESAI STUDI LITERATUR MINYAK PELUMAS SAEE 20 / 0 SAE 15W/40 TIDAK

FLUID MACHINES LABORATORY MECHANICAL ENGINEERING BRAWIJAYA UNIVERSITY JL. MAYJEN HARYONO 167 MALANG TELP/FAX :

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI PENELITIAN. Studi Pustaka. Persiapan Dan Pengesetan Mesin. Kondisi Baik. Persiapan Pengujian. Pemasangan Alat Ukur

COOLING SYSTEM ( Sistim Pendinginan )

lft\n KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI NoMOR 26 lpd\t /KEp lt /zo1o TENTANG SYARAT TEKNIS TANGKI UKUR WAGON

Nama : Nur Arifin NPM : Jurusan : Teknik Mesin Fakultas : Teknologi Industri Pembimbing : DR. C. Prapti Mahandari, ST.

Cara uji berat jenis tanah

Sistem Hidrolik. Trainer Agri Group Tier-2

BUKU PETUNJUK PRAKTIKUM MESIN-MESIN FLUIDA

BAB III METODE PENGUJIAN DAN PEMBAHASAN PERHITUNGAN SERTA ANALISA

BAB I PENDAHULUAN. 1 Universitas Indonesia. Analisa aliran berkembang..., Iwan Yudi Karyono, FT UI, 2008

BAB II PENGUKURAN ALIRAN. Pengukuran adalah proses menetapkan standar untuk setiap besaran yang

BAB III METODE PENELITIAN

BAB III PEMBUATAN ALAT UJI DAN METODE PENGAMBILAN DATA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

PRESTASI MOTOR BENSIN HONDA KARISMA 125 CC TERHADAP BAHAN BAKAR BIOGASOLINE, GAS LPG DAN ASETILEN

TERMOMETER MAKSIMUM. Yosik Noman Meteorology I C Akademi Meteorologi dan Geofisika. Abstrak

PENGERTIAN HIDROLIKA

TRANSMISI RANTAI ROL

BAB III METODELOGI PENELITIAN. Data data yang diperoleh dari penulisan Tugas Akhir ini : pendingin dengan refrigeran R-22 dan MC-22.

TRANSMISI RANTAI ROL 12/15/2011

Verifikasi Standar Massa. Diklat Penera Tingkat Ahli 2011

PENGARUH VARIASI PENYETELAN CELAH KATUP MASUK TERHADAP EFISIENSI VOLUMETRIK RATA - RATA PADA MOTOR DIESEL ISUZU PANTHER C 223 T

3.2 Pembuatan Pipa Pipa aliran air dan coolant dari heater menuju pipa yang sebelumnya menggunakan pipa bahan polimer akan digantikan dengan menggunak

Rancang Bangun Sistem Kalibrasi Alat Ukur Tekanan Rendah

MENTERI PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

LAPORAN PRAKTIKUM TEKNOLOGI MOTOR DIESEL PERAWATAN MESIN DIESEL 1 SILINDER

KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PERDAGANGAN DALAM NEGERI NOMOR l5lw$ lkep/3/2010 TENTANG SYARA TEKNIS METER PROVER

BAB IV PENGUJIAN MATERIAL DAN KUAT TEKAN BETON

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3 METODE PENELITIAN

Ciri dari fluida adalah 1. Mengalir dari tempat tinggi ke tempat yang lebih rendah

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1.2. Maksud dan Tujuan

Transkripsi:

METER GAS ROTARY PISTON DAN TURBIN

JENIS METER GAS INDUSTRI Meter gas industri yang umum digunakan dalam transaksi perdagangan adalah : Positif Displacement ( yang banyak digunakan adalah tipe rotary piston ) Turbin ( paling banyak digunakan ) Elektromagnit Ultrasonic Coriolis Orifice

Konstruksi Meter Gas Turbin Konstruksi meter gas secara pokok adalah : Bagian sensor / badan ukur / yang bersentuhan dengan media yang diukur. Bagian Pengolah data / prosesor Bagian penunjukan / display

KONSTRUKSI METER GAS TURBIN

DATA TEKNIS Merek Pabrik : Model/Tipe : Nomor Seri Debit maksimum Qmaks dalam satuan m 3 /h dan/atau menggunakan tanda pengenal dengan huruf kapital G yang diikuti oleh bilangan tertentu. Debit minimum Qmin dalam satuan m 3 /h atau dm 3 /h. Tekanan kerja maksimum dan lain-lainnya. Jika memerlukan pencatatan / penunjukan lebih dari satu ( elektronik, maka fasilitas output pulsa perlu mencantumkan nilai output pulsanya.

Debit Transisi (Q t ) Debit Transisi (Q t ) adalah debit yang terletak diantara Q min dan Q maks yang nilainya adalah: 0,20 Q maks untuk meter dengan daerah ukur 1 : 10 dan 1 : 20 0,15 Q maks untuk meter dengan daerah ukur 1 : 30 0,10 Q maks untuk meter dengan daerah ukur 1 : 50

TANDA PENGENAL & DAERAH UKUR Tanda Pengenal Debit Maksimum Daerah Ukur Meter Q maks 1:10 1:20 1:30 1:50 G m 3 /h Debit Minimum Q min m 3 /h 16 25 2,5 1,3 0,8 0,5 25 40 4 2 1,3 0,8 40 65 6 3 2 1,3 65 100 10 5 3 2 100 160 16 8 5 3 160 250 25 13 8 5 250 400 40 20 13 8 400 650 65 32 20 13 650 1000 100 50 32 20 1000 1600 160 80 50 32

Batas Kesalahan yang Diijinkan Batas kesalahan yang dijinkan untuk Meter Gas Turbin / Rotary Piston adalah : Debit ( Q ) Batas Kesalahan Yang diijinkan Tera Tera Ulang Qmin Q < 0,1 Qmaks ± 2 % ± 4 % 0,1 Qmaks Q Qmaks ± 1 % ± 2 %

PELAKSANAAN PENGUJIAN Hal-hal yang perlu dipertimbangkan : 1. Dalam melakukan pengujian meter gas jenis ini pengujiannya harus dilakukan satu per satu (tidak seperti meter gas diafragma yang dapat diuji secara seri) 2. Pemeriksaan kebocoran perlu dilakukan pada bagian pemasangan meter gas yang diuji.

PERHITUNGAN KESALAHAN PENUNJUKAN Kesalahan meter gas industri dihitung dengan memperhatikan : Kesalahan akibat beda penunjukan Kesalahan akibat beda tekanan. Kesalahan akibat beda suhu. Kesalahan akibat kesalahan standar.

Kesalahan Akibat Beda Penunjukan (S 1 ) Kesalahan Akibat Beda Penunjukan (S 1 ) S1 W - M M x 100 % Dimana : W : Penunjukan volume meter gas yang diuji M : Penunjukan volume master meter.

Kesalahan Akibat Beda Suhu (S 3 ) Kesalahan Akibat Beda Tekanan (S 2 ) S 2 x 0,01% P W -P M Dimana : P W : Tekanan pada meter gas yang diuji ( mmh 2 O) P M : Tekanan pada master meter (meter induk)

Kesalahan Akibat Beda Suhu (S 3 ) Kesalahan Akibat Beda Suhu (S 3 ) S 3 x 0,34 % t M -t W Dimana : T w : Suhu meter yang diuji Tm : Suhu meter induk

Kesalahan Master Meter Kesalahan master meter ( S M ) diambil dari sertifikat master meter. Kesalahan master meter adalah kesalahan yang diperoleh pada saat master meter tersebut diuji.

Kesalahan Penunjukan Meter Gas Yang Diuji (S W ) Kesalahan Penunjukan Meter Gas Yang Diuji (S W ) S W = S 1 + S 2 + S 3 + S M Dimana : S 1 : Kesalahan akibat beda penunjukan S 2 : Kesalahan akibat beda tekanan S 3 : Kesalahan akibat beda suhu

Instalasi Uji Meter Gas Industri menggunakan Master Meter

Standar menggunakan Bell Prover Kesalahan meter gas industri jika diuji menggunakan standar Bell Prover adalah sama dengan jika menggunakan master meter. Yang berbeda adalah notasinya saja. Jika bell prover menggunakan cairan minyak sebagai pembatas volume, maka perlu mempertimbangkan adanya minyak yang masih menempel pada dinding sungkup, yang sering disebut dengan kesalahan kenaikan sungkup.

BELL PROVER ( SUNGKUP UJI ) 1. Sungkup 2. Pita Penggantung Sungkup. 3. Bobot pengatur kecepatan alir. 4. Cairan pembatas minyak / air 5. Pelat skala 6. Saluran keluar. 7. Pompa udara (blower)

Instalasi Uji Menggunakan Bell Prover

Hal-hal yang harus diperhatikan pada penggunaan standar antara lain : a. Cairan Pembatas Air, disarankan menggunakan tabung air yang ditempatkan pada aliran antara pompa udara dan bell prover, dimaksudkan agar udara yang masuk ke bell prover sudah tidak menyerap butir-butir air cairan pembatas dalam bell prover b. Cairan Pembatas Minyak, tidak perlu menggunakan tabung air yang ditempatkan pada aliran antara pompa udara dan bell prover persyaratan minyak-nya adalah sejenis dengan oli SAE 10 c. Penggunaan thermometer pada sungkup seperti halnya pada master meter digunakan untuk mengukur suhu cairan pembatas dan suhu udara.

LANJUTAN. d. Disarankan menggunakan manometer dengan ketelitian 1 mm H 2 O e. Perbedaan tekanan antara bell prover dengan meter gas tidak lebih dari 0,1 kpa pada setiap kecepatan alir jika tidak melakukan koreksi perbedaan tekanan. f. Koreksi temperatur dapat diabaikan jika perbedaan temperaturnya tidak lebih besar dari 0,5 o C g. Perubahan suhu lebih besar dari 0,5 o C dalam 1 jam tidak direkomendasi.

Lanjutan. h. Perubahan volume bell prover akibat aliran minyak pada dinding bell prover, tidak boleh lebih dari 0,067 kpa dimana nilai ini akan menyebabkan kesalahan sebesar 0,2 %. i. Kondisi dasar gas adalah ( kondisi standar ) adalah pada tekanan 101,325 kpa dan suhu 15 o C j. Jika terjadi perubahan tekanan selama pengujian ( jika standar yang digunakan adalah bell prover ) perlu dilakukan penyetelan pada stabilisatornya.

Lanjutan. k. Disarankan untuk menggunakan media uji udara. l. Untuk penggunaan master meter disarankan untuk menggunakan standar meter jenis basah dan menggunakan cairan pembatasnya adalah minyak. m. Disarankan untuk melakukan pengecekan kebocoran sebelum melakukan pengujian.

PENENTUAN VOLUME PADA KONDISI DASAR Penggunaan meter gas umumnya menggunakan kondisi absolut. Penggunaan kondisi tekanan dasar dan suhu dasar yaitu :

Lanjutan.. dimana : V b V P b P T b T Z b Z = Volume yang terukur pada kondisi dasar = Volume yang terukur pada kondisi pengujian = Pressure pada fluida pada kondisi dasar = Pressure pada fluida pada kondisi pengujian = Temperature fluida pada kondisi dasar = Temperature fluida pada kondisi pengujian = Factor Kompressibilitas fluida pada kondisi dasar = Factor Kompressibilitas fluida pada kondisi pengujian

LANJUTAN.. Dalam penggunaan di lapangan untuk menentukan volume pada kondisi dasar dapat menggunakan peralatan khusus, yang sering disebut dengan converter. Peralatan ini dapat menunjukkan volume pada dua kondisi yaitu pada kondisi operasional dan kondisi dasar. Peralatan ini sebelum digunakan harus dikalibrasi lebih dulu. ( lihat pada materi meter gas rotary piston )

Verifikasi Bell Prover metode Penimbangan Penimbangan secara langsung

Lanjutan. Penimbangan tidak langsung