PENGARUH EMOSI TERHADAP MEMORI

dokumen-dokumen yang mirip
TEORI TEORI KELUPAAN

Kognisi Sosial. (Berpikir mengenai dunia sosial)

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

SILABUS PSIKOLOGI KOGNITIF 2014

Bab I Pendahuluan. Setiap individu memiliki berbagai gagasan-gagasan mengenai dirinya, dimana gagasan

PSIKOLOGI KOGNITIF (Diringkas oleh Hanna Widjaya Dosen PPS Unpad Bandung)

KOMPONEN SILABUS DAN SAP IDENTITAS DAN DESKRIPSI MATA KULIAH PSIKOLOGI UMUM (S2)

PSIKOLOGI UMUM (SP501)

Pengantar Biopsikologi

Persepsi, Memori, Daya Bayang, Bahasa, Penyelesaian Masalah, Pemahaman/Penalaran, Pmbuatan Keputusan

KOGNISI SOSIAL. Pengertian, sumber kesalahan dalam kognisi sosial; Skema, jalan pintas mental; Afek dan kognisi. Sri Wahyuning Astuti, S.Psi.

MODUL VII COGNITIVE THERAPY AARON BECK

BAB I PENDAHULUAN. awal, dimana memiliki tuntutan yang berbeda. Pada masa dewasa awal lebih

BAB I PENDAHULUAN. Pada era gobalisasi ini, perkembangan masyarakat di berbagai bidang

NYERI DAN EFEK PLASEBO

MODUL PRAKTIKUM KOGNITIF CP3 CHAPTER : IMPLICIT & EXPLICIT MEMORY

BAB I PENDAHULUAN. Dalam dua dasawarsa terakhir ini, perubahan yang terjadi dalam berbagai

HUBUNGAN ACHIEVEMENT EMOTIONS DAN SELF-REGULATION MAHASISWA DALAM MENGERJAKAN SKRIPSI LIDYA KEMALA SARI PANJAITAN SURYA CAHYADI

PSIKOLOGI PENDIDIKAN

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. kehidupan sehari-hari manusia. Nevid (2005) berpendapat bahwa kecemasan

PENDAHULUAN. sebagai subjek yang menuntut ilmu di perguruan tinggi dituntut untuk mampu

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA. Menurut Tardif (dalam Muhibbin Syah, 2003) yang dimaksud dengan cara

BAB III METODE PENELITIAN. A. Identifikasi Variabel Penelitian. Adapun variabel-variabel dalam penelitian ini adalah:

MODUL PRAKTIKUM KOGNITIF CP3 CHAPTER : IMPLICIT & EXPLICIT MEMORY. Disusun Oleh : Tim Penyusun Laboratorium Psikologi Universitas Gunadarma

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang

Abstrak. Kata kunci : Anxiety, attentional bias, emotional stroop task

PERILAKU AGRESI REMAJA LAKI-LAKI TAHUN YANG MENGALAMI ADIKSI DAN TIDAK MENGALAMI ADIKSI ONLINE GAME VIOLENCE MUHAMMAD IRHAM RAMADHAN ABSTRAK

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER PROGRAM STUDI PSIKOLOGI. Issue/Revisi : A0 Tanggal : 27 November 2017

BAB I PENDAHULUAN. permasalahan, persoalan-persoalan dalam kehidupan ini akan selalu. pula menurut Siswanto (2007; 47), kurangnya kedewasaan dan

MUSIK DAN KONSELING: SEBUAH INOVASI DENGAN MENGINTEGRASIKAN SENI KREATIF DALAM KONSELING

BAB I PENDAHULUAN. yang paling kompleks membutuhkan ingatan. Salah satu aktivitas manusia yang

BAB I PENDAHULUAN. Pendidikan adalah salah satu bidang kehidupan yang dirasakan penting

PRINSIP- PRINSIP TEORI BEBAN KOGNITIF DALAM MERANCANG MEDIA PEMBELAJARAN MATEMATIKA

BAB II TINJAUAN TEORI

ABSTRAK. i Universitas Kristen Maranatha

D E F I N I S I. U r s a M a j o r s y P S I K O L O G I

PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA RPP (Psikologi Belajar dan Pemecahan Masalah) SAP

MENINGKATKAN PENGEMBANGAN ASPEK EMOSI DALAM PROSES PEMBELAJARAN ANAK

1. PENDAHULUAN 1.1. LATAR BELAKANG

Bentuk-bentuk Gejala Jiwa dan Implikasinya dalam Pendidikan

BAB I PENDAHULUAN. lancar dan berhasil tanpa mengalami kesulitan, namun di sisi lain tidak sedikit

Pengenalan Konsep Kognitif 1

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Tidak setiap anak atau remaja beruntung dalam menjalani hidupnya.

BAB I PENDAHULUAN. Setiap orang cenderung pernah merasakan kecemasan pada saat-saat

BAB I PENDAHULUAN. Di dalam dunia pendidikan formal, para siswa diwajibkan untuk mengikuti

BAB I PENDAHULUAN. Perguruan Tinggi merupakan salah satu jenjang yang penting dalam

BAB I PENDAHULUAN. Sebagaimana pernyataan yang diungkap oleh Spencer (1993) bahwa self. dalam hidup manusia membutuhkan kepercayaan diri, namun

Deskripsi Mata Kuliah Psikologi Perkemb 1: Psikologi perkembangan menjabarkan tentang perkembangan manusia, meliputi perkembangan fisik, perkembangan

PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN TES TERHADAP MEMORI JANGKA PANJANG BACAAN PADA SISWA SMA. Santi Jayani 1 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada

PENDAHULUAN (MATERI) Pengertian Psikologi Pendakatan dalam Psikologi: Sub disiplin Psikologi Bidang terapan Psikologi

Mata Kuliah Biopsychology Kode Mata Kuliah PSY 103 Program Studi Psikologi Penyusun Gita Soerjoatmodjo SKS 2 SKS Kelompok Mata Kuliah Mayor

BAB II LANDASAN TEORI

PENGARUH PREFERENSI MUSIK TERHADAP PERFORMA KERJA MENTAL

GAMBARAN COPING STRESS MAHASISWA BK DALAM MENGIKUTI PERKULIAHAN DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

BAB I PENDAHULUAN. semakin menyadari pentingnya mendapatkan pendidikan setinggi mungkin. Salah

BAB III METODE PENELITIAN. (2013) adalah sebuah metode penelitian yang digunakan untuk mencari

PSIKOLOGI PENDIDIKAN. Sugihartono, M.Pd dan Tim

BAB I PENDAHULUAN. dikarenakan pengeluaran cairan lebih besar daripada pemasukan. (Almatsier, 2009). Dehidrasi dapat terjadi tanpa disadari di saat

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. Menopause merupakan masa berhentinya menstruasi yang terjadi

antara stimulus dan respon. Menurut Pavlov respon dari seseorang tergantung

PSIKOLOGI SOSIAL 1 MODUL PERKULIAHAN. Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh 05

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian Ela Nurlaela Sari, 2013

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan dan Sasaran Belajar Cara Pengajaran. Minggu ke. Media Tugas Referensi. Tatap muka OHP Munandar, Miner

BAB I PENDAHULUAN. ditandai dengan perasaan tegang, pikiran khawatir dan. perubahan fisik seperti meningkatnya tekanan darah.

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Kecemasan dapat dialami oleh para siswa, terutama jika dalam

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pendidikan merupakan sarana untuk belajar bagi setiap individu dengan mengembangkan dan mengasah keterampilan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Masa remaja merupakan masa peralihan dari usia anak-anak ke usia dewasa.

BAB I PENDAHULUAN. siswa, serta memberikan sikap-sikap atau emosional yang seimbang.

BAB 2 LANDASAN TEORI. Teori yang akan dibahas dalam bab ini adalah teori mengenai self-efficacy dan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

SATUAN ACARA PERKULIAHAN-FAKULTAS PSIKOLOGI- UNIVERSITAS GUNADARMA MATA KULIAH : PSIKOLOGI UMUM 2 * KODE MATAKULIAH / SKS = MKK / 3 SKS

Hubungan antara Social Support dengan Self Esteem pada Andikpas di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Bandung

TEORI SOSIAL KOGNITIF BANDURA

BAB I PENDAHULUAN. berhubungan dengan bidang keilmuan yang diambilnya. (Djarwanto, 1990)

BAB V PEMBAHASAN. Bandura 1997 mengungkapkan bahwa self efficacy membuat individu untuk

Modul ke: Psikologi Sosial I PERSEPSI SOSIAL. Fakultas Psikologi. Intan Savitri,S.P., M.Si. Program Studi Psikologi

HUBUNGAN ANTARA EFIKASI DIRI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN SBMPTN NASKAH PUBLIKASI

Keterkaitan Antara Kognitif Dengan Regulasi Emosi

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang. yang sangat luar biasa, karena anak akan menjadi generasi penerus dalam keluarga.

BAB I PENDAHULUAN. hal yang tidak dipahami kemudian dilihat, diamati hingga membuat seseorang

STRATEGI PEMBELAJARAN KOOPERATIF

Keefektifan Teknik Mnemonic untuk Meningkatkan Memori Jangka Panjang dalam Pembelajaran Biologi pada Siswa Kelas VIII SMP Al-Islam 1 Surakarta

PENELITIAN PENGARUH TERAPI MUSIK RELIGI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG BEDAH RSUP. DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2012

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Masalah. Bagi bangsa Indonesia, pendidikan adalah hal yang sangat penting. Cita-cita untuk

BAB I PENDAHULUAN. mensosialisasikannya sejak Juli 2005 (

RENCANA PEMBELAJARAN SEMESTER (RPS)

The Social Learning Theory of Julian B. Rotter

Transkripsi:

BULETIN PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA VOLUME 16, NO. 2, 98 102 ISSN: 0854-7108 PENGARUH EMOSI TERHADAP MEMORI Martono dan Dicky Hastjarjo Universitas Gadjah Mada Abstract Cognition is usually described as a cold process, in contrast emotion is described as a hot process. However, the conventional pictures of both psychological phenomena are not accurate. This paper reviews the effects of emotion on memory in two major routes of research projects, namely mood congruent and mood state dependent. How to assess and manipulate participants mood in a psychological experiment are also discussed. Finally, the paper explicates four theories concerning the effects of emotion on memory. Keywords: memory, emotion, mood congruent, mood dependent, network theory, schema theory, resource allocation model, neuropsychology of memory. Seringkali orang berpendapat: Hati boleh panas, tapi kepala harus tetap dingin. Pendapat itu dapat dibenarkan sebab kalau hati panas akan membuat kepala panas maka akibatnya perilaku akan agresif, impulsif dan tak rasional. Namun demikian dalam Kenyataannya sehari hari terkadang emosi (hati) dapat mempengaruhi kognisi (kepala) orang. Wilayah penelitian itu dikenal dengan kognisi panas (Ellis & Hunt, 1993) yang mengukur pengaruh emosi terhadap kognisi dan memori. Ellis dan Hunt memperkirakan bahwa penelitian mengenai pengaruh keadaan emosi dengan kinerja memori mulai menjamur sekitar tahun 1975an. Wilayah penelitian ini sebenarnya mempunyai akar yang lebih lama namun mengalami kemandekan karena (a) kurangnya perhatian para psikolog kognitif. Para peneliti kognisi dan memori sibuk dengan pemahaman bagaimana bekerjanya proses dasar memori tanpa menghiraukan peran emosi, (b) belum adanya prosedur eksperimen yang dapat diterima untuk menghasilkan atau memanipulasi keadaan emosi di laboratorium. Baru ketika terdapat prosedur yang mampu memanipulasi keadaan emosi maka psikolog kognitif melakukan penelitian tentang efek emosi terhadap memori, (c) kenyataan bahwa konsep, teori dan metode di kedua bidang itu (emosi dan memori) terpisah satu sama lain meskipun kadang kadang ada usaha untuk menghubungkan keduanya (Ellis & Hunt, 1993, h. 332). Ellis dan Hunt (1993, h, 333) memberikan sejumlah alasan mengapa dewasa ini penting melakukan kajian mengenai pengaruh emosi pada memori (a) jelas bahwa keadaan emosi atau afeksi cukup berpengaruh pada kognisi, maka psikologi kognitif perlu mempelajari apa pengaruh dan bagaimana cara emosi mempengaruhi memori, (b) telah diketemukan cara menginduksi keadaan emosional sementara, sehingga manipulasi eksperimental emosi dapat dijadikan sebagai variabel independen. Misalnya, subjek dapat diinduksi kedalam keadaan emosi senang atau sedih dengan cara dihipnosis atau lewat induksi verbal. Ini artinya kemajuan metodologi memungkinkan dilakukannya penelitian 98 BULETIN PSIKOLOGI

PENGARUH EMOSI TERHADAP MEMORI pengaruh emosi terhadap memori, (c) diakuinya keterbatasan studi klinis tentang memori. Mayoritas penelitian tentang efek depresi terhadap memori dan kognisi memakai populasi pasien klinis. Namun kelemahannya adalah depresi hanya diukur tetapi tidak dimanipulasi langsung sehingga keyakinan mengenai efek depresi terhadap memori kurang tinggi, serta (d) penjelasan teoretis mengenai memori dan kognisi harus menjelaskan juga pengaruh keadaan afektif seperti stress, kecemasan, depresi dan sebagainya. Pengaruh emosi terhadap memori dapat dikelompokkan menjadi dua bagian yaitu (a) kesesuaian dengan suasana hati (moodcongruent) dan (b) ketergantungan pada kondisi suasana hati (mood state dependent) (Ellis & Hunt, 1993; Matlin, 1998). Kesesuaian Dengan Suasana Hati (Mood Congruent) Kesesuaian dengan suasana hati menggambarkan gejala bahwa orang lebih mampu mengingat informasi yang cocok dengan keadaan emosinya pada saat mereka mempelajari materi tersebut. Memori akan lebih baik kalau materi yang dipelajari cocok dengan suasana hati orang pada saat mempelajari materi itu. Sederhananya, seorang yang sedang senang cenderung lebih gampang mengingat materi yang bersifat menyenangkan daripada materi yang sedih, sebaliknya seorang yang sedang sedih cenderung lebih mampu mengingat materi yang sedih daripada materi yang menyenangkan. Teasdale & Russel (1983) dalam Anderson (h. 236) meminta subjek belajar satu daftar kata kata positif, netral, dan negatif dalam suasana hati normal. Kemudian mereka dites dalam situasi suasana hati senang dan sedih yang diciptakan peneliti. Hasilnya, subjek merecall lebih banyak kata yang cocok dengan suasana hati pada saat tes. Penelitian McDowall (1984) menemukan bahwa penderita depresi lebih mampu mengingat kembali kata kata sedih dibanding katakata riang. Eksperimen McDowal tersebut adalah sebagai berikut. Subjek eksperimen adalah 60 orang penderita depresi, 20 orang penderita gangguan psikologis namun bukan depresi, dan 20 orang staf rumah sakit. Stimulus eksperimen adalah 30 kata yang terdiri dari 12 kata yang menyenangkan (kiss, affectionate, embrace, lovely, love, beauy, elated, delightful, kind, happiness, friendly, dan joyful), 12 kata yang tidak menyenangkan (enemy, dejected, terror, ridicule, grieved, hate, misery, shame, deceive, distressed, lonely, dan failure), dan 6 kata netral. Stimulus berbentuk katakata tersebut ditayangkan di monitor satu persatu secara acak selama 3 detik setiap kata. Ada dua kondisi perlakuan, (a) kondisi instruksi free recall. Kelompok ini diminta melihat kata kata tadi dan mengingatnya sebab akan ada tes mengingat kembali (recall), (b) kondisi pengkategorisasian kata. Kelompok ini diperintah untuk melihat setiap kata dan membuat penilaian apakah kata itu menyenangkan atau tidak menyenangkan. Subjek dalam kelompok ini juga diminta mengingat kata kata tersebut untuk persiapan tes recall. Sesudah stimulus kata selesai disajikan maka subjek diminta melaporkan kembali kata kata yang telah disajikan. Hasil analisis menunjukkan bahwa dalam kondisi free recall subjek penderita depresi secara signifikan melaporkan kembali lebih sedikit kata kata yang menyenangkan daripada kata kata yang tidak menyenangkan. Akan tetapi perbedaan ini tidak ada pada subjek depresi di kondisi pengkategorisasian (McDowall, 1984, h. 404). Ketergantungan Dengan Kondisi Suasana Hati (Mood State Dependent) Ketergantungan dengan suasana hati menggambarkan bahwa materi yang dipela BULETIN PSIKOLOGI 99

MARTONO & HASTJARJO jari dalam satu suasana hati tertentu akan diingat kembali (recall) atau dikenali lagi/ direkognisi (recognition) lebih baik ketika orang dites dalam keadaan emosi yang sama dengan suasana hati saat belajar (Ellis & Hunt, 1993). Apabila suasana hati sewaktu penyandian informasi cocok dengan suasana hati sewaktu mengingat kembali informasi tersebut, maka kinerja memori akan lebih baik. Sifat emosional materi tidak penting. Ketergantungan dengan suasana hati merupakan salah satu contoh kekhususan penyandian (encoding specificity): kemampuan mengingat kembali informasi (recall) akan lebih baik kalau konteks pengambilan kembali informasi (retrieval) sama dengan konteks penyandian (Matlin, 1998, h.140). Eich dan Metcalfe (1989, studi 1) meneliti pengaruh kesamaan suasana hati saat penyandian dengan saat mengingat kembali terhadap memori. Saat penyandian, subjek diminta mendengarkan musik (musik gembira atau sedih) dan menilai suasana hatinya. Subjek kemudian diperlihatkan serangkaian tiga kata (misal, precious metals: silver Gold). Dua hari kemudian saat mengingat kembali, subjek mendengarkan lagi musik sedih/ gembira dan menilai suasana hatinya. Jika suasana hatinya sudah sama dengan ketika saat penyandian, maka subjek diminta melakukan recall terhadap serangkaian tiga kata yang telah dilihatnya dua hari lalu. Hasilnya menunjukkan bahwa kemampuan melakukan recall akan lebih tinggi jika suasana hati sama antara saat penyandian dengan saat mengingat kembali. Mengukur dan memanipulasi suasana hati Penelitian pengaruh suasana hati terhadap memori dapat dilakukan dengan secara eksperimental memunculkan suasana hati maupun dengan mengukur suasana hati secara alamiah (Gerrads Hesse, Spies, & Hesse, 1994; Poon, 2001). Mengukur suasana hati secara alamiah misalnya dilakukan dengan mengukur suasana hati ketika hari sedang panas atau hujan, sesudah subjek lulus atau gagal ujian tengah semester, sesudah melihat tayangan pertandingan sepakbola di televisi yang menyenangkan atau membosankan, atau sesudah orang menonton film yang sedih atau gembira di gedung bioskop (Gerrads Hesse, Spies, & Hesse, 1994). Manipulasi suasana hati secara eksperimental dapat dilakukan dalam 5 cara (Gerrads Hesse, et.all, 1994), yaitu (a) secara bebas membangkitkan mental mengenai keadaan emosi. Hal ini berarti stimulus yang menghasilkan keadaan emosi yang dituju akan diaktifkan secara mental oleh subjek sendiri. Misalnya, subjek dalam keadaan dihipnosis, diminta mengingat kembali pertemuan pertemuan romantiknya yang sukses atau gagal. Contoh lain, subjek diminta membayangkan sebuah situasi yang membuat mereka merasa senang, sedih atau netral, (b) secara terpandu membangkitkan mental mengenai keadaan emosi. Stimulus yang dipakai untuk menghasilkan keadaan emosi tertentu itu adalah tehnik Velten, musik, atau film/ceritera. Stimulus itu akan diberikan kepada subjek bersama dengan perintah untuk mengembangkan kondisi emosi tertentu, (c) cara yang ketiga juga memberikan stimulus pembangkit emosi seperti tehnik Velten, musik, film/ceritera kepada subjek namun subjek tidak diminta mengembangkan emosi tertentu. Hal ini diasumsikan karena pemberian stimulus itu sendiri sudah otomatis mengembangkan emosi tertentu pada diri subjek. Penelitian Eich & Metcalfe (1989) memperdengarkan musik gembira (misal lagu Eine Kliene Nachtmusik atau Divertimento # 136 oleh Mozart) atau lagu musik sedih (misal Adagio in G Minor dari Albinoni atau Adagio pour Cordes dari Barber). Musik di putar berkalikali. Setiap lima menit subjek membuat penilaian terhadap suasana hatinya dengan 100 BULETIN PSIKOLOGI

PENGARUH EMOSI TERHADAP MEMORI memakai Affect Grid dari Russell et al., (d) pemaparan subjek dengan situasi yang mengaktifkan kebutuhan tertentu seperti kebutuhan berprestasi. Misalnya, subjek diberi umpan balik kinerjanya yang positif atau negatif tapi sebenarnya keliru untuk menghasilkan keadaan emosi tertentu, dan (e) memunculkan keadaan fisiologis yang berkaitan dengan emosi tertentu sehingga pada akhirnya akan menghasilkan keadaan emosi tersebut. Misalnya, suasana hati akan berubah jika orang diminta berwajah tersenyum atau mengerutkan dahi. Cek manipulasi perlu dilakukan untuk menentukan efektivitas manipulasi suasana hati. Ada tiga cara melakukan cek manipulasi suasana hati (a) mengobservasi perilaku subjek seperti kinerja psikomotor, kecepatan tugas, gerak isyarat dan ekspresi wajah, (b) mengukur variabel fisiologis seperti detak jantung atau tekanan darah sebagai indikator susasana hati, dan (c) kuesioner laporan diri mengenai suasana hati (Poon, 2001). Penjelasan teoretik pengaruh emosi terhadap memori Pengaruh emosi terhadap memori dapat dijelaskan dari 4 teori, yaitu (a) teori jaringan (network theory), teori skema (schema theory), dan model alokasi sumber (resource allocation model) (Ellis & Hunt, 1993), serta teori neuropsikologis (Ashby & Isen, 1999). Teori Jaringan Teori jaringan (Bower, 1981) menyatakan bahwa kondisi emosi direpresentasikan oleh node atau unsur memori semantik. Teori Bower adalah salah satu teori jaringan memori semantik yang menggambarkan setiap jenis emosi tertentu seperti senang, depresi, atau takut mempunyai sebuah node tertentu atau unit dalam memori yang menyatukankan aspek aspek lain dari emosi tersebut. Aspek aspek tersebut misalnya pola pembangkitan otonomis, peranan baku, dan perilaku ekspresif yang berkaitan dengan emosi tertentu itu. Sebuah node emosi yang aktif akan mengaktifkan node lain yang terkait dengan jaringan emosi itu sehingga mengaktifkan konsep konsep dan memorimemori yang sesuai (congruent) dengan emosi itu. Sebuah node emosi dapat diaktifkan secara fisiologis atau verbal (memanipulasi emosi) Skema Teori skema berpendapat bahwa orang dalam keadaan emosi tertentu akan mempunyai kerangka umum atau skema yang sesuai dengan emosi tersebut. Misalnya, seorang yang sedih akan mempunyai sebuah skema sedih atau depresif untuk mengorganisasikan informasi. Orang itu akan mempersepsi dan mengingat pengalaman negatifnya, episode sedihnya serta cenderung menafsirkan dunia lingkungannya dari perspektif negatif. Seseorang yang dalam keadaan sedih akan memiliki skema yang mendorongnya untuk mengambil kembali memori memori yang mengandung kesedihan. Teori skema ini dipelopori oleh Aaron T.Beck Model Alokasi Sumber Teori ini dipengaruhi oleh konsep alokasi sumber atau kapasitas dari teori perhatian. Teori alokasi sumber menjelaskan bahwa pengaruh emosi terhadap memori akan mempertimbangkan (a) peran emosi dalam meregulasi besarnya kapasitas yang dialokasikan ke tugas kognitif, dan (b) tuntutan terhadap kapasitas pemrosesan tugas kognitif itu sendiri. Teori alokasi sumber dikembangkan oleh Ellis dan Ashbrook. Mereka mengasumsikan bahwa sumber/kapasitas perhatian itu sangat terbatas untuk melaksa BULETIN PSIKOLOGI 101

MARTONO & HASTJARJO nakan tugas kognitif dan emosi akan mempengaruhi pengaturan alokasi sumber/kapasitas perhatian yang terbatas itu untuk melakukan tugasnya. Pengaruh emosi akan bersifat disruptif dengan mengurangi kapasitas yang tersedia dalam memproses informasi. Misalnya, depresi akan mengurangi kemampuan mengingat kembali informasi. Teori Neuropsikologis Ashby, Isen & Turken (1999) mengembangkan teori neuropsikologis mengenai pengaruh emosi terhadap kognisi. Teori ini menjelaskan bahwa seseorang dalam keadaan emosi netral akan memiliki cukup dopamin. Jika orang dalam keadaan emosi positif maka akan dibarengi dengan peningkatan dopamin dalam sistem mesokortikolimbik. Peningkatan dopamin akan mempengaruhi peningkatan kinerja berbagai tugas kognitif, termasuk memori. Pustaka Anderson, J. R. (1995). Learning and Memory: An integrated approach, 4 th Edition. John Wiley & Sons, Inc. New York: NY. Ashby, F. G., Isen, a. M., & Turken, A. U. (1999). A neuropsychological theory of positive affect and its influence on cognition. Psychological Review, 106, 3, 529 550. Bower, A. (1981). Mood and memory. American Psychologist, 36, 129 148 Eich, E & Metcalfe, J. (1989). Mood dependent memory for internal versus external events. Journal of experimental psychology: Learning, Memory, and Cognition, 15, 3, 443 445. Ellis, H., & Hunt, R. R. (1993). Fundamentals of Cognitive Psychology, 5 th Edition. Wm C. Brown Communications, Inc, Dubuque: Iowa. Gerrads Hesse, Spies, & Hesse. (1994). Experimental inductions of emotional states and their effectiveness: A review. British Journal of Psychology, 85, 55 78. Matlin, M. W. (1998). Cognition, 4 th Edition. Harcout Brace College Publisher: Fort Worth: Texas. McDowall, J. (1984). Recall of pleasant and unpleasant words in depressed subjects. Journal of Abnormal Psychology, 93, 4, 401 407. Poon, J. M. L. (2001). Mood: A review of it s antecedents and consequences. International Journal of Organizational Theory & Behavior, 4, 357 388. Sternberg, R. J. Cognitive Psychology. (2006), 4 th Edition. Harcourt Brace College Publisher, Fort Worth: TX. Riwayat hidup penulis: Martono adalah dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada Yogyakarta kelahiran Yogyakarta 1956. Pengampu mata kuliah Psikologi Kepribadian dan Metode Kuantitatif: survey, memperoleh gelar Drs (1983) dari Univeritas Gadjah Mada Yogyakarta. 102 BULETIN PSIKOLOGI