Fuzzy Clustering. Logika Fuzzy

dokumen-dokumen yang mirip
Fuzzy Pattern Recognition. Logika Fuzzy

Fuzzy Associative Memory (FAM) Logika Fuzzy

Contoh Penerapan Algoritma Genetik Untuk Menentukan Fungsi Keanggotaan Misalkan system dengan input dan output tunggal seperti pada table berikut.

Fuzzy Associative Memory (FAM) Logika Fuzzy

Penyusun Tugas Akhir : Ivan Hardiyanto (NRP : ) Dosen Pembimbing : Yudhi Purwananto, S.Kom, M.Kom Rully Soelaiman, S.Kom, M.

BAB IV PEMBAHASAN. BAB IV berisi pembahasan tahapan penelitian, yaitu klasifikasi logika. A. Identifikasi Data Cadangan Hidrokarbon

BAB 3 PENGENALAN WAJAH

BAB III PEMBAHASAN. FRBFNN, Arsitektur FRBFNN, aplikasi FRBFNN untuk meramalkan kebutuhan

BAB 2 LANDASAN TEORI

DAFTAR ISI. KATA PENGANTAR i. DAFTAR ISI. iv. DAFTAR GAMBAR. viii. DAFTAR TABEL. x. DAFTAR LAMPIRAN.. xi. 1.1 Latar Belakang dan Rumusan Masalah..

MODUL 8 APLIKASI NEURAL NETWORK DAN FUZZY LOGIC PADA PERKIRAAN CUACA

BAB IV PEMBAHASAN. A. Aplikasi Fuzzy Logic untuk Menilai Kolektibilitas Anggota Sebagai. Pertimbangan Pengambilan Keputusan Pemberian Kredit

Model Linear untuk Klasifikasi

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB III METODE FUZZY MAMDANI

Aplikasi Algoritma Competitive Network Untuk Clustering Minat Mahasiswa Terhadap Topik-Topik Penelitian

PEMODELAN SISTEM. Pemodelan & simulasi TM05

BAB 1 PENDAHULUAN Latar Belakang

Logika Klasik Misalkan himpunan klasik A dan B. P adl nilai kebenaran bahwa x A dan Q adl nilai kebenaran bahwa x B. jika x A maka T(P) = 1, jika x A

ESTIMATOR FUNGSI PDF. Pertemuan 4

BAB III PEMBAHASAN. 1. Arsitektur Fuzzy Radial Basis Function Neural Network (FRBFNN) Fuzzy Radial Basis Function Neural Network (FRBFNN) merupakan

R maupun. Berikut diberikan definisi ruang vektor umum, yang secara eksplisit

BAB 2 LANDASAN TEORI

Architecture Net, Simple Neural Net

FUZZY-NEURO LEARNING VECTOR QUANTIZATION (FNLVQ)

BAB II LANDASAN TEORI. Pada bab ini akan dibahas mengenai teori-teori yang akan digunakan untuk menunjang dalam proses pembuatan tugas akhir ini.

Bab 2 Tinjauan Pustaka

FUZZY SUBTRACTIVE CLUSTERING BERDASARKAN KEJADIAN BENCANA ALAM PADA KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH

Prosiding Seminar Sains dan Teknologi FMIPA Unmul Vol. 1 No. 2 Desember 2015, Samarinda, Indonesia ISBN :

BAB III PERANCANGAN SISTEM. pengetahuannya melalui buku-buku yang ada. Pihak perpustakaan harus. sesuai dengan kebutuhan dan anggaran yang disediakan.

BAB 2 KONSEP DASAR PENGENAL OBJEK

Relasi Tolerans & Relasi Ekivalen. Logika Fuzzy

BAB 3 ALGORITMA PENGENALAN BAB 3 SUDUT FOTO DENGAN DATA SEGITIGA MASING-MASING SUDUT

ESTIMASI TINGKAT BI RATE

BAB 2 LANDASAN TEORI. variabel untuk mengestimasi nilainya di masa yang akan datang. Peramalan Merupakan

PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

PENERAPAN ALGORITMA K-MEANS PADA SISWA BARU SEKOLAHMENENGAH KEJURUAN UNTUK CLUSTERING JURUSAN

Adaptive Fuzzy Untuk Menala Parameter PID pada Sistem Pengaturan Berjaringan. Nastiti Puspitosari L/O/G/O NETWORKED CONTROL SYSTEM (NCS)

PEMODELAN BILANGAN ACAK DAN PEMBANGKITANNYA. Pemodelan & Simulasi

Pemanfaatan Algoritma FCM Dalam Pengelompokan Kinerja Akademik Mahasiswa

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.1. Jaringan Syaraf Tiruan

BAB 2 LANDASAN TEORI

II TINJAUAN PUSTAKA. * adalah operasi konvolusi x dan y, adalah fungsi yang merepresentasikan citra output,

BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang

Pada dasarnya lebih sulit drpd classifier berdasar teori bayes, terutama untuk data dimensi tinggi.

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN

SPK PENENTUAN TINGKAT KEPUASAN KONSUMEN PADA RESTORAN XYZ

2.4. Sistem Kendali Logika Fuzzy 11

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

IMPLEMENTASI FUZZY C-MEANS DALAM MENGANALISA KEMISKINAN DESA

Analisis Perbandingan Algoritma Fuzzy C-Means dan K-Means

ANALISIS PERBANDINGAN METODE JARINGAN SYARAF TIRUAN DAN REGRESI LINEAR BERGANDA PADA PRAKIRAAN CUACA

MODEL PENENTUAN GURU BERPRESTASI BERBASIS ADAPTIVE NEURO FUZZY INFERENCE SYSTEM (ANFIS)

CLUSTERING KARYAWAN BERDASARKAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN LOGIKA FUZZY C-MEAN

METODOLOGI PENELITIAN

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA

BAB 3 ANALISA SISTEM

BAB 2 LANDASAN TEORI

Struktur Kontrol. (Repetition) 1. Pemilihan (Selection) 2. Pengulangan

Pemanfaatan Algoritma Hybrid Ant Colony Optimization dalam Menyelesaikan Permasalahan Capacitated Minimum Spanning Tree. Tamam Asrori ( )

lalu menghitung sinyal keluarannya menggunakan fungsi aktivasi,

BAB VIIB BACKPROPAGATION dan CONTOH

Prediksi Beban Listrik jangka Panjang di Kabupaten Batu Bara tahun dengan Menggunakan Metode Fuzzy Clustering

BAB III PEMBAHASAN. arsitektur, prosedur, dan hasil model Radial Basis Function Neural Network untuk

Tugas Akhir Pengembangan Perangkat Lunak Berbasis Suara Ucapan untuk Membuka dan Mencetak Dokumen

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : VOL. 2 NO. 1 SEPTEMBER 2010

Bentuk umum : SPL. Mempunyai penyelesaian disebut KONSISTEN. Tidak mempunyai penyelesaian disebut TIDAK KONSISTEN TUNGGAL BANYAK

DETEKSI DINI KANKER PARU DENGAN MODEL FUZZY RADIAL BASIS FUNCTION NEURAL NETWORK (FRBFNN) DAN HIGH FREQUENCY EMPHASIS FILTER SKRIPSI

HASIL DAN PEMBAHASAN

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pengantar Algoritma & Flow Chart

BAB II TINJAUAN PUSTAKA. Istilah kredit berasal dari bahasa Yunani Credere yang berarti

Sebuah garis dalam bidang xy bisa disajikan secara aljabar dengan sebuah persamaan berbentuk :

Algoritma dan Pemrograman Array/Tabel[1] Oleh: Eddy Prasetyo N

BAB 1 PENDAHULUAN. Logika fuzzy memberikan solusi praktis dan ekonomis untuk mengendalikan

Pengenalan Pola. K-Means Clustering

Bab 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

IMPLEMENTASI JARINGAN SYARAF TIRUAN BACKPROPAGATION SEBAGAI ESTIMASI LAJU TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA PADA PROVINSI JAWA TIMUR

TEKNIK PENGOLAHAN CITRA. Kuliah 7 Restorasi Citra (Image Restoration) Indah Susilawati, S.T., M.Eng.

BAB II LANDASAN TEORI. yang biasanya dinyatakan dalam bentuk sebagai berikut: =

KOEFISIEN DETERMINASI REGRESI FUZZY SIMETRIS UNTUK PEMILIHAN MODEL TERBAIK. Iqbal Kharisudin. Jurusan Matematika FMIPA Universitas Negeri Semarang

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB II DASAR TEORI. 2.1 Meter Air. Gambar 2.1 Meter Air. Meter air merupakan alat untuk mengukur banyaknya aliran air secara terus

Estimasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar Amerika di Indonesia dengan Pendekatan Adaptive Neuro Fuzzy

BAB V PENUTUP. Menggunakan Metode Fuzzy C-Means Clustering, dapat diambil kesimpulan

PERANCANGAN KONFIGURASI JARINGAN DISTRIBUSI PRODUK BISKUIT MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA GENETIKA (Studi Kasus: PT. EP)

Neural Networks. Machine Learning

BAB II LANDASAN TEORI

BAB 2 LANDASAN TEORI

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN

SVM untuk Regresi Ordinal

PERAMALAN JUMLAH PENDAFTAR CALON MAHASISWA STMIK DUTA BANGSA MENGGUNAKAN METODE TIME INVARIANT FUZZY TIME SERIES

Transkripsi:

Fuzzy Clustering Logika Fuzzy

Misalkan sistem uzzy dengan dua input dan output; input terdiri atas dan, outputnya y Fungsi keanggotaan dapat berbentuk: Gaussian Segitiga Bentuk lain

Fungsi Gaussian i : ariabel input ke-i c i : nilai tengah ungsi keanggotaan ke-i(saat ungsi mencapai maksimum) i : konstanta terkait sebaran ungsi keanggotaan ke-i 3

Fungsi Segitiga

Untuk ariabel output, digunakan ungsi keanggotaan berupa ungsi delta; yaitu ungsi impuls dengan hanya satu nilai keanggotaan penuh pada lokasi b i dan nol untuk yang lain. 5

Metode clustering digunakan untuk memodelkan sistem dan memperkirakan output untuk input tertentu. Digunakan aturan yang telah ditentukan sebelumnya atau membangun aturan terlebih dahulu. Aturan terdiri atas premis (premise) dan konsekuensi (consequence); misalkan untuk input jamak dan output tunggal: dua input, output 6

Fuzzy clustering adalah proses mempartisi sekumpulan data ke dalam himpunan uzzy atau cluster uzzy berdasarkan kemiripan data. Fuzzy clustering akan membentuk model estimasi uzzy untuk memperkirakan output dari suatu input tertentu. Algoritma akan membuat aturan (cluster) menggunakan data pelatihan dan pendekatan nearest neighbour untuk sistem uzzy Untuk contoh akan digunakan data pelatihan: z = {[, ], y} 7

Sistem terdiri atas input dan output Fungsi keanggotaan untuk input gaussian Fungsi keanggotaan untuk output delta Model uzzy menggunakan persamaan: () : output R : jumlah aturan j : input i j : input pusat ungsi keanggotaan : sebaran ungsi keanggotaan input 8

Parameter A i dan B i di-inisialisasi dan di-update selama pelatihan untuk memperkirakan output. Untuk parameter : yang kecil berarti ungsi keanggotaan yang sempit yang mungkin akan menghasilkan sistem uzzy yang kurang smooth, dengan kata lain generalisasi-nya kurang baik yang lebih besar akan menghasilkan sistem uzzy yg lebih smooth Besarnya juga harus dipertimbangkan untuk input jamak; akan digunakan satu nilai saja atau banyak nilai. Pertimbangan meliputi perbedaan jangkauan input yang bersangkutan dan juga letak nilai tengah dari ungsi keanggotaan dari input yang bersangkutan. 9

Vektor dibangun selama pelatihan model uzzy (); dimensi ditentukan dengan n input dan R aturan sbb: R : jumlah aturan i j : input pusat ungsi keanggotaan : sebaran ungsi keanggotaan input Metode clustering membentuk aturannya dengan terlebih dulu membentuk pusat cluster untuk data input yaitu 0

Pusat cluster dibentuk dengan cara mengukur jarak antara pusat cluster yang telah ada dan data input pelatihan; jika jaraknya lebih besar dari satu nilai maksimum tertentu yang telah ditentukan sebelumnya (misalnya ), maka akan ditambahkan (dibentuk) cluster baru atau aturan baru. Jika jaraknya masih lebih kecil dari, maka berarti cluster yang ada masih cukup (dapat menampung) data input sehingga tidak perlu dibuat cluster baru atau aturan baru. Parameter A dan B akan di-update untuk memasilitasi data input yang baru.

Menggunakan data yang ada, akan dimulai proses clustering dengan inisialisasi data pelatihan A B 3 0,3 y ( y 0 ( ( adl adl adl y utk data input ke) utk data input ke) utk data input ke)

Maka sistem uzzy diinisialisasi dengan satu aturan (R=) dan pusat cluster pada 0 dan dinyatakan sebagai berikut: [ A, B, 0,, 0.3] Pelatihan dilanjutkan dengan menggunakan data yang kedua yaitu: (, y ), 5 akan dicek apakah perlu dibuat aturan (cluster) baru. 3

Dihitung jarak antara data input ke pusat cluster: ij i 0 dan Oleh karena kedua jarak masih lebih kecil dari jarak maksimum, maka berarti tidak diperlukan aturan (cluster) baru. Namun nilai A dan B harus di-update. Catatan: Ingat bahwa logika yang diapakai adalah AND

Meng-update A akan memodiikasi pembilang sehingga dapat memprediksi nilai output saat itu dengan lebih baik; meng-update B akan menormalisasi nilai perkiraan output tersebut. Hal ini dilakukan menggunakan persamaan berikut: A B A B Maka old old y i A B A B old old y i 5 6 Maka ektor yang baru adalah: 5

Pelatihan menggunakan data ke-3 Ternyata jarak dari pusat cluster ( 3 > ) lebih besar dari nilai maksimum yang diijinkan, ini ber- arti diperlukan aturan (cluster) yang baru. Dengan kata lain bahwa data yang ada tidak cukup lagi untuk ditampung dalam satu cluster yang telah ada. 6 y 6 3 0 3 6, 6 3 ), ( 3 3 3 3 3 3

Maka dibuat cluster baru. Pusat cluster baru sama dengan data input ke-3 yaitu di (3, 6) A = output data ke-3 = y 3 = 6 B = Dan ektor di-update menjadi: Ini berarti bahwa: Data dikelompokkan dalam cluster Data pertama dan kedua masuk ke cluster pertama Data ketiga masuk ke cluster kedua Jika data pelatihan lebih banyak maka ada kemungkinan juga terbentuk cluster yang lebih banyak. 7

Tugas Lanjutkan proses pelatihan pada contoh, menggunakan tiga data berikut. Berapa cluster yang terbentuk pada akhir pelatihan? X X Y 3 3 3 Buat coding dalam matlab untuk proses pelatihan yang dilakukan di atas. Jelaskan logika dan jalannya program. 8

Satu contoh Data ke- Jarak data ke- ke cluster pertama masih lebih kecil dari, maka data ke- dapat tertampung dalam cluster pertama. Jika Jarak data ke- ke cluster pertama lebih besar dari, maka harus dicek jarak ke cluster kedua. Catatan: A dan B harus di-update 9 pertama cluster Untuk y 0, ), (

Data ke-5 Jarak data ke-5 ke cluster pertama salah satunya lebih besar dari, maka data ke-5 tidak tertampung dalam cluster pertama. Harus dicek jarak ke cluster kedua. Jarak data ke-5 ke cluster kedua salah satunya lebih besar dari, maka data ke-5 juga tidak tertampung dalam cluster kedua. 0 pertama cluster Untuk y 0 0 3, ), ( 5 5 5 5 5 5 kedua cluster Untuk 6 3 5 5 5 5

Maka harus dibentuk cluster (aturan) baru, yaitu cluster ketiga. Pusat cluster ketiga sama dengan data input ke-5 yaitu di (, ) A 3 = output data ke-5 = y 5 = 3 B 3 = Bagaimana ektor yang baru?