LISTIK DINAMIS udi Susanto http://rudist.wordpress.com 1
Tujuan Instruksional Dapat menentukan arus listrik, hambatan listrik, energi listrik, daya listrik serta dapat menggunakan hukum Ohm dan aturan Kirchhoff pada analisa rangkaian listrik. Pembatasan: Arus listrik bersifat steady dimana besar dan arahnya konstan (arus DC ) angkaian hanya terdiri atas komponen resistor 2
Arus Listrik Definisi: arus listrik adalah jumlah total muatan yang melewati suatu lokasi per satuan waktu. Misalkan jumlah muatan DQ yang melewati area A dalam selang waktu Dt, maka arus merupakan perbandingan antara muatan dan waktu tersebut. Satuan SI untuk arus listrik adalah ampere (A). 1 A = 1 C/s ( 1 C muatan yang melewati area dalam selang waktu 1 s) Arus Konvensional dinyatakan sebagai aliran yang searah dengan pergerakan muatan positif. Pada konduktor logam seperti tembaga, arus listrik merupakan pergerakan dari elektron (muatan negatif ). I + + DQ Dt A - - v - + + + I 3
Contoh : Jumlah muatan yang melewati filamen dari lampu bolam dalam 2.00 s adalah 1,67 C. Tentukan : (a)arus listrik pada lampu Solusi : a. I DQ 1.67C Dt 2.00s 0.835A 4
Dalam waktu dua menit arus listrik sebesar 2 A mengalir sepanjang kawat penghantar. Tentukan: a) muatan yang berpindah b) jumlah elektron Pembahasan Hubungan kuat arus listrik, muatan listrik dan waktu adalah: I = Q / t Q = I x t Dengan demikian : a) Q = I x t Q = 2 x 120 Q = 240 Coulomb b) menentukan jumlah elektron dalam muatan n = Q /Q e dimana: n = jumlah elektron Q e = muatan satu elektron (1,6 x 10 19 Coulomb) Q = muatan yang akan dihitung jumlah elektronnya sehingga: n = Q /Q e n = 240 / (1,6 x 10 19 ) n = 150 x 10 19 n = 1,5 x 10 21 buah elektron 5
Hambatan Listrik dan Hukum Ohm Ketika tegangan listrik (beda potensial) diberikan pada ujung-pangkal konduktor logam maka didapatkan arus yang sebanding dengan tegangan yang diberikan. DV DV I I I DV DV I Dengan satuan : volt/ampere atau ohm (Ω). 6
Hukum Ohm Georg Simon Ohm (1787-1854) DV I konstan dan tidak tergantung terhadap V Linier atau Ohmic Material I Non-Linier atau Non-Ohmic Material I DV DV Most metals, ceramics Semiconductors e.g. diodes 7
Contoh : Sebuah setrika listrik menarik arus 2A ketika dihubungkan dengan sumber tegangan 220 V. Tentukan hambatan listrik dari seterika tersebut. 8
Hambat jenis (esistivity) Pergerakan elektron dalam konduktor mengalami hambatan oleh adanya tumbukan dengan atom-atom di dalamnya. Nilai hambatan ini akan sebanding dengan panjang l dan berbanding terbalik dengan luas penampang A dari konduktor. l A 9
Konstanta kesebandingan ρ disebut hambat jenis bahan (resistivity) dengan satuan Wm. Konduktor mempunyai hambat jenis rendah dan Insulator mempunyai hambat jenis tinggi. Nilai hambat jenis tergantung lingkungan misalnya temperatur. 1 o T T α disebut temperature coefficient of resistivity. o Sehingga untuk konduktor dengan luas penampang tetap berlaku : 1 T T o o 10
esistivity of various materials Material esistivity (10-8 Wm) Material esistivity (10-8 Wm) Silver 1.61 Bismuth 106.8 Copper 1.70 Plutonium 141.4 Gold 2.20 Graphite 1375 Aluminum 2.65 Germanium 4.6x10 7 Pure 3.5 Diamond 2.7x10 9 Silicon Calcium 3.91 Deionized 1.8x10 13 water Sodium 4.75 Iodine 1.3x10 15 Tungsten 5.3 Phosphorus 1x10 17 Brass 7.0 Quartz 1x10 21 Uranium 30.0 Alumina 1x10 22 Mercury 98.4 Sulfur 2x10 23 11
Energi dan Daya Listrik Dengan adanya tumbukan pada proses pergerakan elektron dalam konduktor maka energi listrik dapat berubah menjadi energi termal yang selanjutnya menghasilkan kalor. Contoh pemanas, setelika, toaster, lampu pijar. Laju perubahan energi ini disebut Daya P dengan satuan watt (joule/s) DE DQ P DV IDV Dt Dt Dari hukum Ohm : P IDV I D 2 2 V Pada sebuah lampu pijar tertulis 100W, 220V. Perkirakan hambatan listrik dari lampu pijar tersebut! 12
Contoh : Sebuah pemanas listrik beroperasi 3 jam sehari selama 30 hari. Jika harga pemakaian listrik per kwh p. 300, berapakah biaya yang harus dikelurkan jika pemanas beroperasi pada tegangan 120V dan menarik arus 15A. Solusi DE P Dt I V Dt = 15 (A) 120 (V) 3 (h) 30 = 162.000 Wh = 162 kwh Biaya = p.300 x 162 = p. 48.600 13
angkaian Arus Searah Syarat terjadinya arus dalam rangkaian : - Ada sumber tegangan ( Baterai, Generator, Accu, PLN) - angkaian tertutup ( Close loop circuit ) V = I I + - V = I = V bat V bat Hindari terjadinya hubung singkat ( = 0 ohm ) Gunakan pembatas arus / sekering untuk pengaman rangkaian 14
Baterai Mengubah energi kimia menjadi energi listrik. Baterai membangkitkan gaya gerak listrik / EMF (E) dan mempunyai hambatan dalam (r). Hambatan dalam makin lama membesar seiring dengan lama pemakaian sehingga dikatakan baterai habis. Tegangan terminal V AB dirumuskan sebagai berikut : B C r V AB E Ir I E E I Ir A D 15
esistor dalam angkaian Seri Arus : I = I 1 = I 2 Tegangan : V = V 1 + V 2 I t = I 1 + I 2 esistor : t = 1 + 2 Untuk kombinasi seri berlaku : eq 1 2 3... angkaian berprilaku sebagai pembagi tegangan (voltage divider) B V A C 1 2 D 16
esistor dalam angkaian Paralel Tegangan : V = V 1 = V 2 Arus : I = I 1 + I 2 V / t = V 1 / 1 + V 2 / 2 esistor : 1/ t = 1/ 1 + 1/ 2 Untuk kombinasi Paralel berlaku : 1 1 1 1... eq 1 2 3 B C V 1 2 A D angkaian berperilaku sebagai pembagi tegangan (current divider) 17
Contoh Soal: V = 18 volt 1 = 2W ; 2 = 6W ; 3 = 12W B 1 C Hitung: Hambatan ekivalen pada rangkaian tersebut Arus yang melalui masingmasing hambatan Beda tegangan di C dan di D (V CD = V C V D ) V 2 3 A D Jawab: ek = 6W ; I 1 = 3A, I 2 = 2A, I 3 = 1A ; V CD = 12 V 18
Contoh Soal angkaian di bawah ini sering disebut sebagai rangkaian tangga (ladder network). Tentukan tegangan pada tahanan-tahanan 2, 4 dan 6. Jawab : V 6 5 6 6 V 4 V 4 456 456 3 V 2 V 2 23456 23456 1 (100) 10 10 20 456 (5)(20) 5 20 56 4
W W W W 5 10 10 (10)(10) 10 4 6 4 20 5 (5)(20) 20 10 10 23456 456 3 3456 456 56 50 V (100) 5 5 5 (100) V 1 23456 23456 2 20 V (50) 6 4 4 V V 2 3 456 456 4 10 V (20) 10 10 10 V V 4 5 6 6 6