PROGRAMA DINAMIS 10/31/2012 1

dokumen-dokumen yang mirip
Riset Operasional. Tahun Ajaran 2014/2015 ~ 1 ~ STIE WIDYA PRAJA TANA PASER

Lecture 5 : Dynamic Programming (Programa Dinamis) Hanna Lestari, ST, M.Eng

Lecture 5 : Dynamic Programming (Programa Dinamis) Hanna Lestari, ST, M.Eng

Program Dinamik Ir. Djoko Luknanto, M.Sc., Ph.D. Jurusan Teknik Sipil FT UGM

30/03/2015 DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING DYNAMIC PROGRAMMING OPERATIONAL RESEARCH II

PROGRAM STUDI S1 SISTEM KOMPUTER UNIVERSITAS DIPONEGORO. Oky Dwi Nurhayati, ST, MT

Prestasi itu diraih bukan didapat!!! SOLUSI SOAL

BAB 10. DESAIN RANGKAIAN BERURUT

Model Transportasi 1

LAPORAN RESMI MODUL II DYNAMIC PROGRAMMING

BAB 2 LANDASAN TEORI

Penerapan Pemrograman Dinamis dalam Perencanaan Produksi

PROGRAMA DINAMIS. Dalam Kehidupan nyata sering dijumpai masalah pengambilan keputusan yang meliputi

Design and Analysis Algorithm. Ahmad Afif Supianto, S.Si., M.Kom. Pertemuan 09

DESAIN RANGKAIAN BERURUT

BAB VIII PEMROGRAMAN DINAMIS

Program Dinamik (Dynamic Programming) Riset Operasi TIP FTP UB

Program Dinamis (Dynamic Programming)

DESAIN FAKTORIAL FRAKSIONAL 2 k-p SERTA ANALISISNYA BERBASIS WEB. Candra Aji dan Dadan Dasari 1 Universitas Pendidikan Indonesia ABSTRAK

LEMBAR AKTIVITAS SISWA DIMENSI TIGA (WAJIB)

DIKTAT MATEMATIKA II

Solusi Olimpiade Sains Tingkat Kabupaten/Kota 2015 Bidang Matematika

SELEKSI OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA 2007 TINGKAT PROVINSI TAHUN Prestasi itu diraih bukan didapat!!!

BAB VI PROGRAMA LINIER : DUALITAS DAN ANALISIS SENSITIVITAS

Dynamic Programming. Pemrograman Dinamis

Materi W9b GEOMETRI RUANG. Kelas X, Semester 2. B. Menggambar dan Menghitung jarak.

Mata Kuliah TKE 113. Ir. Pernantin Tarigan, M.Sc Fahmi, S.T, M.Sc Departemen Teknik Elektro Universitas Sumatera Utara USU

Program Dinamis (dynamic programming):

Program Dinamis. Oleh: Fitri Yulianti

Program Dinamis (Dynamic Programming)

TIN102 - Pengantar Teknik Industri Materi #10 Ganjil 2015/2016 TIN102 PENGANTAR TEKNIK INDUSTRI

P 54 TRY OUT 4 UJIAN NASIONAL TAHUN PELAJARAN 2011/2012 MATEMATIKA (E-3) SMK KELOMPOK KEAHLIAN TEKNOLOGI, KESEHATAN DAN PERTANIAN UTAMA

Bentuk fungsi umum dari pemrograman dinamis ini adalah :

Soal Babak Penyisihan 7 th OMITS SOAL PILIHAN GANDA

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

TRANSPORTASI & PENUGASAN

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Program Dinamik

BIAYA MINIMUM PADA PERENCANAAN PRODUKSI DAN PENGENDALIAN PERSEDIAAN UD. HAMING MAKASSAR DENGAN PROGRAM DINAMIK

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Jambi

BAB 2 LANDASAN TEORI

Metode Simpleks Minimum

PROGRAMA INTEGER 10/31/2012 1

Mata Kuliah Penelitian Operasional II OPERATIONS RESEARCH AN INTRODUCTION SEVENTH EDITION BY HAMDY A. TAHA BAB 6.

BAB II LANDASAN TEORI

Pengubahan Model Ketidaksamaan Persamaan

Tentukan alokasi hasil produksi dari pabrik pabrik tersebut ke gudang gudang penjualan dengan biaya pengangkutan terendah.

18/09/2013. Ekonomi Teknik / Sigit Prabawa / 1. Ekonomi Teknik / Sigit Prabawa / 2

MATA PELAJARAN. SELAMAT MENGERJAKAN Berdoalah sebelum mengerjakan soal. Kerjakan dengan jujur, karena kejujuran adalah cermin kepribadian.

10 DESAIN RANGKAIAN BERURUT

Manajemen Sains. Eko Prasetyo. Teknik Informatika UMG Modul 5 MODEL TRANSPORTASI. 5.1 Pengertian Model Transportasi

Pelatihan-osn.com Konsultan Olimpiade Sains Nasional contact person : ALJABAR

Perbandingan Algoritma Dijkstra dan Algoritma Bellman Ford pada Routing Jaringan Komputer

Soal-soal dan Pembahasan Matematika Dasar SBMPTN - SNMPTN 2007

Siswa dapat menyebutkan dan mengidentifikasi bagian-bagian lingkaran

TRANSPORTATION PROBLEM

PENERAPAN METODE FEAR PADA ANALISIS DATA PERCOBAAN DENGAN RANCANGAN FAKTORIAL PECAHAN DUA TARAF HARIZ EKO WIBOWO

ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Amalia, ST, MT

log Soal Paket B adalah. A. 7 B. (2 C. 5 D. 11 E Bentuk sederhana dari adalah. B. 5 D Bentuk sederhana dari A. 2( C.

MODEL TRANSPORTASI MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-11

PERTEMUAN 9 MENENTUKAN SOLUSI FISIBEL BASIS AWAL

Pembahasan OSN Tingkat Provinsi Tahun 2012 Jenjang SMP Bidang Matematika

BAB 2 LANDASAN TEORI

Analisis Penerapan Algoritma Kruskal dalam Pembuatan Jaringan Distribusi Listrik

OPERATIONS RESEARCH. Industrial Engineering

Kelompok : SMK Tingkat : XII ( Duabelas ) Bidang Keahlian : Ti, Kes, Sos Hari/Tanggal : Prog. Keahlian : Ti, Kes, Sos W a k t u : 0

Analisis Input-Output dengan Microsoft Office Excel

Pada perkembangannya ternyata model transportasi ini dapat juga digambarkan dan diselesaikan dalam suatu bentuk jaringan

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Pengertian Program Linier (Linear Programming)

Doc. Name: SPMB2007MATDAS999 Doc. Version :

A. KUBUS Definisi Kubus adalah bangun ruang yang dibatasi enam sisi berbentuk persegi yang kongruen.

Assocation Rule. Data Mining

SOAL UJIAN SELEKSI CALON PESERTA OLIMPIADE SAINS NASIONAL 2014 TINGKAT PROVINSI

SPMB 2004 Matematika Dasar Kode Soal

Penelitian Operasional II Programa Dinamik 1 1. PROGRAM DINAMIK

Prof. Dr. Ir. ZULKIFLI ALAMSYAH, M.Sc. Program Magister Agribisnis Universitas Jambi

MASALAH TRANSPORTASI

2

PENCARIAN ALIRAN MAKSIMUM DENGAN ALGORITMA FORD-FULKERSON DAN MODIFIKASINYA

Riset Operasi dengan Solver Excel

BAB II LANDASAN TEORI

Pembahasan Soal Final Kompetisi Matematika Pasiad ( KMP ) VIII Tahun 2012 Tingkat SMP

Model Transportasi /ZA 1

SOAL UN DAN PENYELESAIANNYA 2005

SELEKSI OLIMPIADE TINGKAT PROVINSI 2014 TIM OLIMPIADE MATEMATIKA INDONESIA Waktu : 210 Menit

BAB III LANDASAN TEORI

Lembar Kerja Mahasiswa

1.Tentukan solusi dari : Rubrik Penskoran :

A. Pengertian Matriks

Model Arus Jaringan. Rudi Susanto

Keliling segitiga ABC pada gambar adalah 8 cm. Panjang sisi AB =... A. 4

Riset Operasional JAWABAN KISI-KISI UAS PENAWARAN G N O PERMINTAAN = 140

BAB II KAJIAN PUSTAKA

BAB IV PENGUJIAN DAN ANALISIS

BAB 2 LANDASAN TEORI. 2.1 Matrix Rotasi 3D dengan Representasi Euler

PERTEMUAN 5 METODE SIMPLEKS KASUS MINIMUM

MODEL TRANSPORTASI - I MATAKULIAH RISET OPERASIONAL Pertemuan Ke-6

MAKALAH BANGUN RUANG. Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Guru Bidang Matematika. Disusun Oleh: 1. Titin 2. Silvi 3. Ai Riska 4. Sita 5.

Transkripsi:

PROGRAMA DINAMIS 10/31/2012 1

Programa Dinamis berbeda dengan programa linier yang sudah kita kenal. Persoalan bersifat dinamis apabila diarahkan kepada pemecahan secara bertahap yang masingmasingnya merupakan satu kesatuan. Ada 3 hal yang penting diketahui tentang programa dinamis, yaitu: STAGE (tahapan) dari persoalan yang dihadapi dan ingin dicari solusinya STATE (kondisi) yang menjadi faktor penentu keputusan dari tiap tahapan DECISION (keputusan) yang harus diambil dari tiap tahap untuk sampai kepada solusi keseluruhan. 10/31/2012 2

Keputusan tahap N sangat ditentukan oleh keputusan pada tahap-tahap sebelumnya. Decision 1 Decision 2 Decision N Stage 1 Stage 2 Stage N State 1 State 2 State N Tergantung pada jenis persoalan yang dihadapi, model/formulasi tujuan yang diharapkan pun akan berbeda. 10/31/2012 3

Contoh 1 : STAGE COACH Misalkan soal memilih rute angkutan barang dengan kereta kuda (stage coach) dari kota asal (A) ke kota tujuan (K). Persoalan lebih disederhanakan dengan memilah tahapan yang dapat ditempuh dengan lama waktu tempuh antar kota yang dilewati, sebagai berikut: 10/31/2012 4

Tahap 1 adalah pilihan rute AB atau AC Tahap 2 adalah pilihan rute antara BD, BE, BF, atau BG serta antara CD, CE, CF, atau CG Tahap 3 dan 4 bisa dibaca lanjut seperti di atas... Tahapan diperlukan sebagai penentu rute yang akan dipilih Secara keseluruhan, tujuan utama dari persoalan tersebut adalah minimasi waktu tempuh dari kota asal (A) ke kota tujuan akhir (T) Penyelesaian dapat dilakukan denga cara mundur (backward) atau maju (forward), walau pada umumnya banyak dipilih cara mundur Secara tradisional persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan menghitung setiap alternatif rute yang mungkin (2 x 4 x 3 x 1 = 24 alternatif), kemudian pilih waktu tempuh terkecil. Cara programa dinamis lebih sistematis dan mudah dikerjakan 10/31/2012 5

Misalkan waktu tempuh antar kota (dalam hari) adalah sebagai berikut: Dari \ Ke B C D E F G H I J K A 15 12 B 20 17 18 17 C 18 25 20 20 D 12 14 16 E 15 15 13 F 15 18 20 G 15 13 17 H 15 I 13 J 10 10/31/2012 6

Komponen waktu tempuh dapat langsung dicantumkan pada garis panah dari dari/ke kota Penyelesaian cara programa dinamis adalah dengan membuat matriks setiap tahap, dimulai dari tahap 4, ke tahap 3, ke tahap 2, dan terakhir ke tahap 1 State (kondisi penentu keputusan) adalah minimasi waktu tempuh dari rute yang dipertimbangkan. 10/31/2012 7

Tahap 4 : min { f4(x4) } Dari \ Ke K f 4 (x 4 ) x 4 * H 15 15 HK I 13 13 IK J 10 10 JK Tahap 4 hanya mencantumkan waktu tempuh dari ~ ke f4(x4) adalah nilai perolehan pada tahap 4 x4* adalah rute terbaik pada tahap 4 teruskan ke tahap 3 10/31/2012 8

Tahap 3 : min { f3(x3) + f4*(x4) } Dari \ Ke H I J (15) (13) (10) f 3 (x 3 ) x 3 * D 27 27 26 26 DJ E 32 32 23 23 EJ F 30 31 30 30 FH, FJ G 30 26 25 25 GJ Tujuan tahap 3 adalah minimasi waktu tempuh tahap 3 ditambah yang terbaik dari tahap 4 Misal untuk DH = 12 + 15 = 27 (dihitung mulai dari D hingga K), demikian yang lainnya f4*(x4) adalah perolehan terbaik dari tahap 4 (pakai tanda *) f3(x3) adalah nilai perolehan pada tahap 3 x3* adalah rute terbaik pada tahap 3 Dari tahap 3 ini terlihat bahwa tujuan berikutnya adalah ke J (kecuali dari F bisa juga ke H) teruskan ke tahap 2 10/31/2012 9

Tahap 2 : min { f2(x2) + f3*(x3) } Dari \ Ke D E F G (26) (23) (30) (25) f 2 (x 2 ) x 2 * B 46 40 48 42 40 BE C 44 58 50 45 44 CD Tujuan tahap 2 adalah minimasi waktu tempuh tahap 2 ditambah yang terbaik dari tahap 3 Misal untuk BE = 17 + 23 = 40 (dihitung mulai dari B hingga K), demikian yang lainnya f3*(x3) adalah perolehan terbaik dari tahap 3 (pakai tanda *) f2(x2) adalah nilai perolehan pada tahap 2 x2* adalah rute terbaik pada tahap 2 Dari tahap 2 ini terlihat bahwa tujuan berikutnya adalah ke D (bila dari C) atau E (bila dari B) teruskan ke tahap 1 10/31/2012 10

Tahap 1 : min { f1(x1) + f2*(x2) } B C Dari \ Ke f (40) (44) 1 (x 1 ) x 1 * A 55 56 55 AB Yang terbaik pada tahap 1 adalah rute AB Bila diteruskan dapat diperoleh rute terbaik (waktu tempuh 55 hari), yaitu dari A ke B ke E ke J dan berakhir di K 10/31/2012 11

Contoh 2 : Cargo Loading Misalkan, sebuah perusahaan angkutan mendapat order mengirimkan barang dari satu tempat ke tempat lainnya dengan menggunakan satu truk besar dengan kapasitas 15 ton. Jenis barang yang diangkut, berat, dan biayanya adalah sebagai berikut: Jenis Barang Berat (ton) Biaya (juta/item) A 2 66 B 5 155 C 3 96 Barang yang harus diangkut harus utuh (tidak boleh setengah atau seperempatnya, berarti kalau mengangkut 1 barang B ~ kapasitasnya 5 ton, bila 2 barang B berarti 10 ton, dan seterusnya). 10/31/2012 12

JAWAB Stage dalam persoalan ini adalah jumlah barang yang harus diangkut, tanpa melampaui kapasitas, dan dapat memaksimumkan pendapatan. Ada 3 jenis barang ~ berarti ada 3 tahapan (stage). 10/31/2012 13

Karena berat barang C (sebagai x3) = 3 ton ~ berarti jumlah maksimum barang C yang dapat diangkut adalah 5 buah) Siapkan kolom untuk C = 0 (tanpa barang C), C = 1, C = 2, C = 3, C = 4, dan C = 5 Perhatikan kapasitasnya ~ cantumkan rupiah yang diperoleh Tahap 3 : Max { f3(x3) } Pada C=2 ~ berarti rupiahnya = 2 x 96 = 192 juta, dan seterusnya Baris kapasitas cukup diringkas untuk 0, 3, 6, 9, 12, dan 15 saja (kelipatan dari berat barang C = 3 ton) Tanda panah ke bawah berarti rupiahnya sama dengan yang di atasnya Nilai f3* (x3) berarti jawab terbaik pada tahap 3 pada kapasitas yang terpakainya 10/31/2012 14

Tahap 2 ; Max { f2x2 + f3* (kapasitas - x3) } Karena barang B (disebut x2) = 5 ton ~ maksimum jumlah barang B yang bisa diangkut adalah 3 buah Siapkan B=0, B=1, B=2, dan B=3 Perhatikan kapasitasnya Formula di atas berarti: rupiah yang diharapkan adalah dari barang B ditambah dengan sisa kapasitas yang tersedia untuk tahap 3 (tanda *) yang terbaik. Hasil terbaik pada tahap 2 ini sudah mencakup hasil terbaik pada tahap 3 10/31/2012 15

Perhatikan cara perhitungan tabulasinya sebagai berikut: Pada kolom f2*x2 tercantum nilai rupiah terbaiknya Kolom x2* menunjukkan jumlah barang B yang harus diangkut pada tahap 2 Jumlah 10/31/2012 B yang dapat diangkut bisa 0, 1, atau 2 tergantung pada 16 kapasitasnya

Tahap 1 : Max { f1x1 + f2* (kapasitas - x1) } Pada tahap akhir cukup dicantumkan kapasitas maksimum (15 ton) Karena berat barang A (disebut x1) = 2 ton ~ maksimum jumlah barang yang bisa diangkut adalah 7 buah dengan sisa 1 ton Nilai rupiah terbaik dihitung dari jumlah barang A yang diangkut yang ditambah rupiah terbaik dari sisa kapasitas di tahap 2 Siapkan kolom A=0 ; A=1 ; A=2 ; A=3 ; A=4 ; A=5 ; A=6 ; A=7 Hasil terbaik dari tahap 1 secara kesuluruhan adalah 492 juta Bawa 6 buah barang A (6 x 96 juta = 396 juta) Dari tahap 2 ~ tambahan 96 juta dari kolom B = 0 (beraarti tidak ada barang B yang diangkut) Ke tahap 3 ~ nilai 96 tersebut dari kolom C = 1 (berarti bawa 1 barang C) 10/31/2012 17

Ringkasan : Tahap 1 2 3 Bawa barang A=6 B=0 C=1 Tonase 12 0 3 total = 15 ton Rupiah 396 0 96 total = 492 juta 10/31/2012 18