MODUL MATA PELAJARAN IPA

dokumen-dokumen yang mirip
g. Lensa Cembung Jadi kalau pada cermin pembahasan hanya pada pemantulan maka pada lensa pembahasan hanya pada pembiasan

Cahaya. Bab. Peta Konsep. Gambar 17.1 Pensil yang dicelupkan ke dalam air. Cermin datar. pada. Pemantulan cahaya. Cermin lengkung.

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG

FIS 1 A. PENDAHULUAN C. PEMANTULAN CAHAYA PADA CERMIN B. PEMANTULAN CAHAYA

Optika adalah ilmu fisika yang mempelajari cahaya.

6.4! LIGHT ( B. LENSA ) NOOR

13. Cahaya; Optika geometri

Lampiran I. Soal. 2. Gambarkan garis normal apabila diketahui sinar datangnya! 3. Gambarkan garis normal apabila diketahui sinar datangnya!

BAB 11 CAHAYA & ALAT OPTIK

Macam-macam berkas cahaya: 1. Berkas mengumpul (Konvergen) 2. Berkas Menyebar ( divergen) 3. Berkas Sejajar.

fisika CAHAYA DAN OPTIK

BAB IV BIOOPTIK FISIKA KESEHATAN

biasanya dialami benda yang tidak tembus cahaya, sedangkan pembiasan terjadi pada benda yang transparan atau tembus cahaya. garis normal sinar bias

Gambar 1. Gambar 2. Hukum Pemantulan atau Hukum Snellius

Sifat-Sifat Cahaya dan Hubungannya dengan Berbagai Alat-Alat Optik

PENDALAMAN MATERI CAHAYA

BAB III OPTIK. 2. Pemantulan teratur : terjadi jika suatu berkas cahaya sejajar datang pada permukaan yang halus atau rata.

O L E H : B H E K T I K U M O R O W AT I T R I W A H Y U N I W I N D Y S E T Y O R I N I M A R I A M A G D A L E N A T I T I S A N I N G R O H A N I

CAHAYA. Kamu dapat menyelidiki sifat-sifat cahaya dan hubungannya dengan berbagai bentuk cermin dan lensa. akibat. Tegak lurus.

*cermin datar terpendek yang diperlukan untuk dapat melihat seluruh bayangan adalah: SETENGAH dari TINGGI benda itu.

PERANGKAT LUNAK PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA CERMIN DAN LENSA. Nirsal Dosen tetap yayasan Universitas Cokroaminoto Palopo

SIFAT-SIFAT CAHAYA. 1. Cahaya Merambat Lurus

OPTIKA. Gb.1. Pemantulan teratur. i p. Gb.3. Hukum pemantulan A A B B C C. Gb.4. Pembentukan bayangan oleh cermin datar A.

Cahaya merupakan gelombang transversal yang termasuk gelombang elektromagnetik. Cahaya dapat merambat dalam ruang hampa dengan kecepatan 3 x 10 8 m/s.

K13 Revisi Antiremed Kelas 11 Fisika

OLIMPIADE SAINS NASIOANAL

Elyas Narantika NIM

1. Apabila cahaya dipancarkan ke dalam botol bening yang tertutup cahaya tersebut akan... a. dipantulkan botol

JARAK FOKUS LENSA TIPIS

PENBENTUKAN BAYANGAN OLEH CERMIN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN(RPP) Satuan Pendidikan : SMPK Santo Yusup Mojokerto

PADANAN LITERASI SAINS

c n = v Konsep Cahaya Normal cahaya datang udara air cahaya bias Normal cahaya bias udara air i cahaya datang Tabel Indeks Bias Beberapa zat Medium

MODUL FISIKA SMA Kelas 10

EKSPERIMEN FISIKA DASAR II

Antiremed Kelas 10 FISIKA

PENGGUNAAN METODE FAST FEEDBACK MODEL INDIKASI WARNA PADA PEMBELAJARAN FISIKA TENTANG PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA

1. Rumus descrates umum pada cermin Cara 1. Maka diperoleh

LAMPIRAN I RPP SIKLUS 1 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP ) SATUAN PEMBELAJARAN

FORMAT JAWABAN INQUIRY OPTIK

PEMANTULAN CAHAYA LAPORAN PRAKTIKUM OPTIK. Disusun oleh: Nita Nurtafita

Lembar Pengesahan Riwayat Hidup. Kata Pengantar Daftar Isi Daftar Gambar Daftar Tabel Daftar Lampiran

Kisi kisi Soal Uji Coba

Cahaya dan Alat Optik

Oleh : Ius Kusnara

A. SIFAT-SIFAT CAHAYA

memahami konsep dan penerapan getaran, gelombang, dan optika dalam produk teknologi sehari-hari.

BBM 8 CAHAYA DAN ALAT OPTIK

Antiremed Kelas 08 Fisika

Kode FIS.18. Sumbu Utama

ALAT-ALAT OPTIK B A B B A B

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SD Negeri Sidorejo Lor 05 Mata Pelajaran : Ilmu Pengetahuan Alam. Pengembang : Mimi Irawan

ALAT-ALAT OPTIK B A B B A B

LAMPIRAN I (Tab.1) Tabel Data Hasil Observasi Awal Siswa. Jenis Kelamin Skor Keterangan

C E R M I N. Oleh: Anggi Budi Wirawan NIT: Akademi Pelayaran Niaga Semarang Desember

4/FISIKA DASAR/LFD PEMBENTUKAN BAYANGAN OLEH CERMIN

2. SISTEM OPTIK DALAM FOTOGRAMETRI

LKS-1 PEMBIASAN CAHAYA PADA KACA PLAN-PARALEL

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Gina Gusliana, 2014

Gelombang Cahaya. Spektrum Gelombang Cahaya

CAHAYA. CERMIN. A. 5 CM B. 10 CM C. 20 CM D. 30 CM E. 40 CM

OPTIK IRA RAHAYU

Kisi kisi Soal Akhir

MATRIKS KISI-KISI DAN SOAL TES UNTUK MATERI CAHAYA DAN OPTIK SEBAGAI PADANAN SOAL TIMSS. Pokok bahasan : Cahaya dan Optik. Kelas / Semeter : VIII / 2

Cahaya dan Alat Optik

Pengerian Lensa, Jenis Lensa dan Pembiasan pada Lensa

Kompetensi Inti Kompetensi Dasar Gina Gusliana, 2014

KUMPULAN SOAL UJIAN NASIONAL DAN SPMB

Sifat-sifat gelombang elektromagnetik

Apakah Gelombang Elektromagnetik?? Gelombang Elektromagnetik adalah gelombang yang dapat merambat walau tidak ada medium

Lampiran XI: Soal Pemahaman Konsep Fisika Uji Coba. Soal Uji Coba Tes

PEMBIASAN PADA KACA PLAN PARALEL

DAFTAR ISI PENDAHULUAN BAB I

LAMPIRAN I ( RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ) A. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I. : SMP Kristen Sendang Tulungagung

1. Pembiasan Cahaya pada Prisma

7.4 Alat-Alat Optik. A. Mata. Latihan 7.3

Latihan Soal Optik Geometrik SMK Negeri 1 Balikpapan Kelas XI Semua Jurusan

BAB 23. CAHAYA : OPTIK GEOMETRIK

RANCANGAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) SIKLUS I. : Sifat-sifat Cahaya dan Proses Melihat

Pemantulan dan Pembiasan

15B08064_Kelas C TRI KURNIAWAN OPTIK GEOMETRI TRI KURNIAWAN STRUKTURISASI MATERI OPTIK GEOMETRI

Fisika Optis & Gelombang

Laporan Praktikum Fisika Dasar 2 Pembiasan Cahaya Pada Lensa Gabungan Dosen Pengasuh: Jumingin, S.Si. Disusun Oleh: Lilis Sonia

1. Perhatikan gambar di bawah ini! Jumlah getaran yang terbentuk dari k-l-m-no-n-m-l-k

Kata kunci : bayangan, jarak fokus, lensa tipis

Referensi : 1.Fisika Universitas edisi kesepuluh, schaum 2.Optics, Sears 3.Fundamental of Optics, Jenkin and White

O P T I K A G E O M E T R I K.

SMP kelas 8 - FISIKA BAB 7. CAHAYA DAN ALAT - ALAT OPTIKLATIHAN SOAL BAB 7. 1 dan 2. 1 dan 3. 2 dan 4. 3 dan 4

L E N S A. I. TUJUAN INSTRUKIONAL UMUM Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa akan dapat mengetahui sifat lensa dan penggunaannya.

KATA PENGANTAR. Kupang, September Tim Penyusun

A. LEMBAR IDENTITAS 1. Nama : 2. Nim : 3. Kelas : Geotermal IIA 4. Jurusan/Prodi : Fisika Geotermal 5. Kelompok : 1 6. Judul Percobaan : Indeks Bias

PERCOBAAN PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA LENSA CEMBUNG

LAMPIRAN 1 SOAL EVALUASI SEBELUM VALIDASI SOAL EVALUASI POKOK BAHASAN SIFAT-SIFAT CAHAYA

BAB 24. CAHAYA : OPTIK GEOMETRIK

ALAT ALAT OPTIK MATA KAMERA DAN PROYEKTOR LUP MIKROSKOP TEROPONG

OPTIKA CERMIN, LENSA ALAT, ALAT OPTIK. PAMUJI WASKITO R, S.Pd GURU MATA PELAJARAN FISIKA SMK N 4 PELAYARAN DAN PERIKANAN

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

SD kelas 5 - ILMU PENGETAHUAN ALAM BAB 10. CAHAYALATIHAN SOAL BAB 10. batu baterai. dinamo. lilin. aki

Lampiran 1. Soal. c) sinar datang menuju pusat kelengkungan. a) sinar datang sejajar sumbu utama. b) sinar datang menuju fokus

ALAT OPTIK. Bagian-bagian Mata

Transkripsi:

KERJASAMA DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA DENGAN AKULTAS MIPA UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA MODUL MATA PELAJARAN IPA Pembentukan bayangan pada cermin dan lensa untuk kegiatan PELATIHAN PENINGKATAN MUTU GURU DINAS PENDIDIKAN KOTA SURABAYA TAHUN 2017

PEMBENTUKAN BAYANGAN PADA CERMIN DAN LENSA A. PENGANTAR Pembentukan bayangan pada cermin dan lensa merupakan materi IPA yang menarik. Banyak alternatif kegiatan penyelidikan dan projek yang dapat dilakukan siswa pada materi ini. Materi ini juga selalu muncul dalam UN. Kendala yang sering timbul dalam memahami materi ini adalah adanya aturan tanda positif atau negatif yang kadang-kadang membingungkan. Modul ini berupaya mendiskusikan hal-hal di atas. Materi pembentukan bayangan pada cermin dan lensa merupakan bagian dari Kompetensi Dasar: 3.12 Menganalisis sifat-sifat cahaya, pembentukan bayangan pada bidang datar dan lengkung serta penerapannya untuk menjelaskan proses penglihatan manusia, mata serangga, dan prinsip kerja alat optik. 4.12 Menyajikan hasil percobaan tentang pembentukan bayangan pada cermin dan lensa. SKL UN SMP yang terkait dengan materi Pengukuran adalah sebagai berikut. 1. Siswa dapat memahami tentang optik. 2. Siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan tentang optik. 3. Siswa dapat bernalar tentang optik. B. TUJUAN Setelah mempelajari modul ini, seharusnya: 1. Peserta Diklat mampu menganalisis pembentukan bayangan pada cermin dan lensa. 2. Peserta Diklat mampu merumuskan indikator setara ujian nasional untuk kompetensi yang berkaitan dengan pembentukan bayangan pada cermin dan lensa. 3. Peserta Diklat mampu menyusun butir soal setara ujian nasional tentang pembentukan bayangan pada cermin dan lensa sesuai dengan rumusan indikator. C. URAIAN MATERI Pembahasan ini diawali dengan pengertian sinar. Perhatikan gelombang air yang menerpa tepian pantai pada Gambar 1a. Bukit gelombang secara beriringan dan berurutan menerpa pantai. Kita bisa memandangnya sebagai muka gelombang. Nah, ruas garis berarah yang tegak lurus muka gelombang, dan arahnya sesuai arah penjalaran gelombang disebut sinar (Gambar 1b). Jika gelombang itu berupa gelombang cahaya, maka ruas garis berarah itu disebut sinar cahaya, seringkali ditulis sinar saja. MODUL PPMG IPA SMP 1 dari 14

sinar muka gelombang (a) (b) Gambar 1. (a). Muka gelombang permukaan air yang menerpa pantai. (b) Sinar gelombang tegak lurus dengan muka gelombang, arahnya sesuai arah gelombang Anda seharusnya bisa membedakan bayang-bayang (shadow) dengan bayangan (image). Bayang-bayang terjadi jika cahaya dari depan terhalang oleh benda, sehingga di belakang benda terdapat bagian yang tidak terkena cahaya, merupakan bayang-bayang benda itu. Perhatikan Gambar 2a dan Gambar 2b. www.thunderboltkids.co.za www.seti.org (a) (b) Gambar 2. (a). Bayang-bayang anak tersebut timbul saat cahaya dari senter terhalang oleh anak. (b) Pada gerhana bulan, bayang-bayang bumi menutupi permukaan bulan. Jika Anda lihat wajah Anda melalui cermin datar, yang Anda lihat bukan bayang-bayang, melainkan bayangan. Bayangan dihasilkan dari perpotongan sinar-sinar cahaya; bayangan nyata jika berasal dari perpotongan sinar-sinar cahaya; bayangan maya jika berasal dari perpotongan perpanjangan sinar-sinar cahaya. Kita akan diskusikan pembentukan bayangan ini lebih detil. 1. Pembentukan Bayangan pada Cermin Bayangan pada cermin terbentuk, karena cahaya mengalami pemantulan. Perhatikan Gambar 3. Pemantulan cahaya mengikuti hukum pemantulan: (1) sinar datang, garis MODUL PPMG IPA SMP 2 dari 14

normal, dan sinar pantul terletak pada satu bidang datar, dan (2) sudut datang sama dengan sudut pantul. Gambar 3. Setiap cahaya yang dipantulkan oleh benda mengikuti hukum Pemantulan. Cermin terbuat dari kaca yang salah satu permukaannya dilapisi dengan lembaran tipis aluminium atau perak. Cahaya yang mengenai cermin akan dipantulkan. Ada tiga jenis cermin, yaitu cermin datar, cekung, dan cembung. a. Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar Cermin datar adalah sepotong kaca datar yang dilapisi dengan bahan yang bersifat memantulkan cahaya pada salah satu permukaannya. Bayangan yang terbentuk tegak dan berukuran sama dengan bendanya. Perhatikan Gambar 4. Gambar 4. Pembentukan bayangan pada cermin datar. Bayangan yang dilihat mata pada Gambar 4 terbentuk dari perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul di belakang cermin. Maka, bayangan yang terbentuk MODUL PPMG IPA SMP 3 dari 14

berada di belakang cermin. Bayangan ini dapat dilihat, namun tidak dapat ditangkap layar. Artinya, jika Anda menempatkan layar di belakang cermin, tidak ada bayangan yang muncul pada layar itu. Maka, bayangan yang terbentuk pada cermin datar memiliki sifat: 1) Tegak 2) Maya 3) Berukuran sama dengan benda b. Pembentukan Bayangan pada Cermin Cekung Cermin cekung bersifat mengumpulkan cahaya. Cahaya terpantul pada cermin cekung mengikuti hukum pemantulan. Untuk memudahkan penggambaran pembentukan bayangannya dipilih sinar-sinar istimewa. Perhatikan Gambar 5. Gambar 5. Sinar- sinar istimewa pada cermin cekung. Dengan menggunakan tiga sinar istimewa itu, Anda baisa menggambarkan pembentukan bayangannya, seperti ditunjukkan Gambar 6. MODUL PPMG IPA SMP 4 dari 14

Gambar 6. Memanfaatkan tiga sinar untuk menggambar pembentukan bayangan pada cermin cekung. Bagaimanakah sifat bayangan yang terbentuk pada berbagai posisi? Untuk memudahkan pembicaraan, Anda dapat memilah lokasi benda pada ruangruang (lihat Gambar 6). Ruang I: antara titik fokus sampai cemin. Ruang II: antara f sampai dengan 2f. Ruang III: lebih dari 2f. Ruang IV di belakang cermin. Berdasarkan Gambar 6, Anda bisa dapatkan sifat bayangan yang terbentuk: 1) Benda di Ruang I, bayangan yang terbentuk: maya, tegak, diperbesar. 2) Benda di Ruang II, bayangan yang terbentuk: nyata, terbalik, diperbesar. 3) Benda di Ruang III, bayangan yang terbentuk: nyata, terbalik, diperkecil 4) Benda di titik fokus: tidak terbentuk bayangan. 5) Benda di jarak 2f, bayangan yang terbentuk: nyata, terbalik, sama dengan benda. Apa itu bayangan nyata? Bayangan nyata berasal dari perpotongan sinar-sinar sesungguhnya (jika pemantulan, berarti di depan cermin). Selain bisa dilihat, bayangan nyata juga bisa ditangkap layar. Keterkaitan jarak benda, jarak bayangan, dan jarak fokus pada cermin cekung adalah: 1 1 1 s s' f dengan: s = jarak benda s = jarak bayangan (jika s negatif: bayangannya maya dan tegak; jika s positif: nyata, terbalik). Bayangan oleh pemantulan cermian bersifat nyata bila posisinya di depan cermin. Bayangan maya bila posisinya di belakang cermin. f = jarak fokus, untuk cermin cekung bertanda positif. MODUL PPMG IPA SMP 5 dari 14

Jarak fokus adalah setengah jari-jari kelengkungan cermin, atau r f 2 Perbesaran bayangan yang terjadi: M s' s h' h dengan: h = tinggi benda h = tinggi bayangan c. Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung Cermin cembung bersifat menyebarkan sinar. Contoh cermin cembung yang sering dijumpai: kaca spion, cermin bulat pada swalayan, cermin bulat di tepi jalan yang menikung tajam. Perhatikan pemantulan sinar istimewa pada cermin cembung. Gambar 7. Pemantulan 3 sinar istimewa oleh cermin cembung Dengan menggunakan sinar-sinar istimewa tersebut Anda dapat menggambarkan pembentukan bayangan oleh cermin cekung. MODUL PPMG IPA SMP 6 dari 14

P s s Gambar 8. Pembentukan bayangan pada cermin cembung. Bagaimanakah sifat bayangannya? Anda dapat mencoba membuat gambar pembentukan bayangan untuk berbagai ruang pada cermin cembung. Untuk benda di depan cermin cembung, bayangan yang dihasilkan selalu memiliki sifat: maya (di belakang cermin), tegak, dan diperkecil. Anda dapat menggunakan persamaan matematis pembentukan bayangan pada cermin cekung di atas. Yang membedakan hanya satu, yakni: fokus cermin cembung bertanda negatif. 2. Pembentukan Bayangan pada Lensa Lensa merupakan bidang lengkung yang dapat membiaskan cahaya. Pembiasan merupakan pembelokan sinar cahaya pada saat melalui bidang batas dua medium yang berbeda kerapatannya. Perhatikan Gambar 9. Sinar datang Siudut bias ( rr Garis normal Sudut datang Bidang batas Sinar bias Gambar 9. Pembiasan Cahaya MODUL PPMG IPA SMP 7 dari 14

Hukum pembiasan cahaya (Hukum Snellius) yaitu a. Sinar datang, sinar bias dan garis normal terletak pada satu bidang datar. b. Perbandingan sinus sudut datang (θ i ) dan sinus sudut bias (θ r ) merupakan bilangan konstan. Secara matematis dapat dinyatakan : Sin i n2, n merupakan indeks bias medium, yakni perbandingan kecepatan Sin n r 1 cahaya di ruang hampa dibandingkan dengan di medium itu. a. Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung Lensa cembung bersifat mengumpulkan cahaya. Terdapat 3 sinar istimewa pada lensa cembung, ditunjukkan pada Gambar 10. Sumbu utama Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan lensa cembung melalui titik api (okus) lensa itu Sumbu utama Sinar menuju titk fokus lensa cembung dibiaskan sejajar sumbu utama Sumbu utama Sinar menuju pusat kelengkungan lensa cembung tidak dibiaskan Gambar 10. Sinar istimewa pada lensa cembung. MODUL PPMG IPA SMP 8 dari 14

Dengan menggunakan sinar-sinar istimewa tersebut, Anda dapat menggambar pembentukan bayangan pada lensa cembung, seperti ditunjukkan Gambar 11. 2 2 2 Gambar 11. Pembentukan bayangan oleh lensa cembung. Sifat dan perbesaran bayangan bergantung pada posisi benda. Persamaan matematis pada cermin di atas juga berlaku pada lensa, termasuk lensa cembung. Yang perlu diingat sebagai tambahan: 1) Untuk lensa cembung, fokus lensa bertanda positif. 2) Bayangan oleh lensa bersifat nyata jika terletak di belakang lensa, dan bayangan oleh lensa bersifat maya jika di depan lensa. 3) Kekuatan lensa dengan jarak fokus (f) tertentu dalam satuan meter ditentukan: 1 P, bersatuan dioptri. f MODUL PPMG IPA SMP 9 dari 14

b. Pembentukan Bayangan pada Lensa Cekung Lensa cekung bersifat menyebarkan sinar, sehingga tanda fokusnya negatif. Jalan sinar istimewa pada lensa cekung ditunjukkan pada Gambar 12. Sumbu utama Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan lensa cekung seolah-olah berasal dari titik api (okus) lensa itu Sumbu utama Sinar menuju titik fkus lensa cekung dibiaskan sejajar sumbu utama lensa Sumbu utama Sinar melalui pusat kelengkungan lensa tidak dibiaskan Gambar 12. Pembiasan sinar-sinar istimewa pada lensa cekung Berdasarkan pembiasan tiga sinar istimewa tersebut, hasil pembentukan bayangan oleh lensa cekung diperlihatkan pada Gambar 13. Anda perhatikan, sifat bayangannya: maya, tegak, diperkecil. MODUL PPMG IPA SMP 10 dari 14

Sumbu utama Gambar 13. Pembantukan bayangan pada Lensa Cekung D. CONTOH INDIKATOR, SOAL, DAN PENYELESAIAN Setelah mempelajari materi di atas, tiba saatnya Anda mencermati contoh soal yang setara UN pada materi ini. Pada contoh ini, disertakan pula rumusan indikator. Agar soal mudah disusun, indikator soal yang baik menggunakan kata kerja operasional yang sesuai di SKL UN (kolom pertama), dan meliputi: kondisi, audiens, behavior, dan derajat pencapaian (C, A, B, D). Contoh Indikator 1. Siswa dapat menunjukkan ciri-ciri bayangan nyata dengan benar. Contoh Soal Sesuai Indikator 1. Pernyataan tentang bayangan nyata berikut yang paling tepat adalah... A. dapat ditangkap layar, tidak dapat dilihat secara langsung. B. terletak di depan lensa C. terletak di depan cermin D. perbesarannya 1 atau lebih Penyelesaian: Seperti yang kita bahas di atas, untuk benda nyata (di depan cermin/lensa), pilihan yang paling tepat adalah C. Contoh Indikator 2. Diberikan data jarak benda dan jarak fokus cermin cekung, siswa dapat menentukan perbesaran bayangan yang terjadi. Contoh Soal Sesuai Indikator 2. Batang korek api diletakkan tegak pada jarak 15 cm di depan cermin cekung yang memiliki pusat kelengkungan 30 cm. Perbesaran bayangan yang terjadi adalah... kali. A. 0 B. 1/3 C. 1 D. 3 MODUL PPMG IPA SMP 11 dari 14

Penyelesaian: Gunakan persamaan dengan tanda fokus + (cermin cekung). 1 s' 1 1 f s s' 30 cm 1 15 1 30 1 30 M s' s 30 30 1 Contoh Indikator 3. Diberikan gambar posisi cermin datar dan benda, siswa dapat menganalisis urutan terlihatnya benda melalui cermin datar. Contoh Soal Sesuai Indikator 3. Aldo memasuki ruang yang cukup terang dan ada cerminnya, ditunjukkan tanda anak panah. Di ruangan itu ada 3 kucing, A, B, dan C seperti gambar berikut. B A C Urutan kucing yang segera dapat dilihat Aldo melalui cermin adalah... A. A, B, C B. B, A, C C. C, A, B D. B, C, A Penyelesaian: Aldo melihat kucing melalui cermin, berarti cahaya dari kucing dipantulkan cermin, dan mengenai Aldo. Dengan menggambarkan jalan sinar, Anda dapat menentukan bahwa urutan yang paling tepat adalah C, A, B (C). MODUL PPMG IPA SMP 12 dari 14

E. SOAL-SOAL LATIHAN Kerjakan soal-soal latihan berikut: Indikator Diberikan pernyataan jalan sinar istimewa, siswa dapat menentukan jalan sinar istimewa yang tapat pada lensa cekung (level kognitif pengetahuan dan pemahaman) Diberikan gambar benda pada posisi tertentu dari cermin, siswa dapat menentukan sifat bayangan yang terjadi Soal Latihan sesuai Indikator Jalan sinar istimewa yang tepat pada lensa cekung adalah... A. Sinar sejajar sumbu utama dibiaskan menuju fokus B. Sinar menuju fokus dibiaskan sejajar sumbu utama C. Sinar yang melalui pusat lensa dibiaskan menuju fokus D. Sinar yang menuju fokus dibiaskan seolah-olah datang dari fokus Diberikan data tinggi benda, jarak benda dengan lensa cembung, dan kekuatan lensa, siswa dapat menentukan tinggi bayangan (kognitif penalaran) Bayangan yang dihasilkan dari peristiwa pada gambar di atas memiliki sifat... A. maya, tegak diperbesar B. nyata, terbalik, diperbesar C. nyata, terbalik, diperkecil D. Maya, tegak, diperkecil Sebatang korek api 2 cm ditegakkan 6 cm di depan lensa cembung yang kekuatannya 10 dioptri. Tinggi dan sifat bayangan yang tepat adalah... A. 1,25 cm, maya, tegak B. 2 cm, nyata, terbalik C. 2,5 cm, nyata, terbalik D. 5 cm, maya, tegak MODUL PPMG IPA SMP 13 dari 14

. LATIHAN MERUMUSKAN INDIKATOR DAN MEMBUAT BUTIR SOAL Berdasarkan SKL materi pembentukan bayangan pada cermin dan lensa yang dicantumkan pada bagian Pengantar di atas, rumuskan indikator dan kembangkan butir soal untuk mengukur indikator tersebut. G. DATAR PUSTAKA a. Pratiwie, R., dkk. 2008. IPA SMP Kelas VIII dengan CTL. Jakarta: Depdiknas. b. Zubaidah, S. Dkk. 2016. Buku Siswa IPA SMP Kelas VIII. Jakarta: Kemendikbud. c. Giancoli. 2009. isika. Jakarta: Airlangga. MODUL PPMG IPA SMP 14 dari 14